PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, KOMPLEKSITAS OPERASI, REPUTASI KAP, DAN KOMITE AUDIT PADA AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2019
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi
Oleh :
Muhammad Alifuddin Radinahdi Yamashida NPM. 21601082235
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI 2020
i ABSTRAK
Ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan mempengaruhi nilai laporan keuangan perusahaan dan keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan akan berpengaruh bagi para pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan, sehingga keterlambatan penyampaian laporan keuangan (audit delay) berdampak negatif bagi perusahaan. Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh profitabilitas, leverage, kompleksitas operasi, reputasi KAP dan komite audit terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2017-2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 Perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel. Berdasarkan hasil pengujian maka didapatkan hasil secara simultan menyimpulkan bahwa profitabilitas, leverage, kompleksitas operasional, reputasi KAP dan komite audit berpengaruh terhadap audit delay. Pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa Variabel variabel Reputasi KAP berpengaruh negatif terhadap Audit Delay, sedangkan variabel Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Kata Kunci : Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP Komite Audit Dan Audit Delay
ii ABSTRACT
Timeliness in the preparation of financial statements affects the value of the company's financial statements and the delay in the delivery of financial statements will affect the users of financial statements in making decisions, so that the delay in delivering financial statements (audit delay) has a negative impact on the company. This study analyzes the effect of profitability, leverage, operational complexity, KAP reputation and audit committee on audit delay on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2017-2019. The samples in this study were 22 manufacturing companies that were sampled. Based on the test results, the concurrent results obtained conclude that profitability, leverage, operational complexity, KAP reputation and audit committee influence audit delay.
The partial test concluded that the KAP Reputation variable had a negative effect on Audit Delay, while the Profitability, Leverage, Operational Complexity and Audit Committee variables did not significant influence Audit Delay.
Keywords: profitability, leverage, operational complexity, KAP reputation of the audit committee and audit delay
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Era globalisasi saat ini, banyaknya perusahaan yang go public membuat semakin banyaknya keperluan akan informasi keuangan. Informasi keuangan tersebut haruslah memberikan manfaat bagi penggunanya. Menurut SFAC no.2 tentang karakteristik kualitatif dari informasi keuangan menyatakan bahwa informasi keuangan akan bermanfaat bila memenuhi karakteristik kualitas yaitu andal, relevan, memliki daya banding dan konsistensi sesuai dengan pertimbangan cost-benefit dan materialitas.
Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 1 (2015) menyebutkan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk laba/rugi, kontribusi dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Tujuan umum dari laporan keuangan ini untuk kepentingan umum adalah penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya. Laporan keuangan dibuat atau dipersiapkan dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan dan
menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Laporan keuangan yang disampaikan ke OJK harus disertai dengan laporan auditor independen yang kemudian diumumkan kapada investor paling lambat pada 90 hari atau akhir bulan ketiga setelah tahun tutup buku berakhir sesuai dengan keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal terkait Laporan Keuangan Nomor : KEP-346/BL/2011 dengan nomor peraturan X.K.2 tentang penyampaian laporan keuangan berkala emiten atau perusahaan publik, kemudian harus dilakukan proses audit oleh auditor independen terhadap laporan keuangan tersebut. Dalam melakukan pengujian audit dibutuhkan waktu dalam melakukan proses audit, adanya surat perikatan antara auditor dan perusahaan membuat proses audit sesuai dengan dengan waktu yang telah disepakati, waktu dalam proses audit dibutuhkan dalam melakukan audit yang ditentukan berdasarkan surat perikatannya agar tepat waktu dalam melakukan audit. Waktu dalam melakukan audit inilah yang disebut sebagai audit delay.
Ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan akan berpengaruh terhadap nilai laporan keuangan perusahaan tersebut, laporan keuangan merupakan alat komunikasi atau sumber informasi mengenai suatu kegiatan operasi dan keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu yang digunakan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan.
Keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan akan mempengaruhi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan
keputusan, sehingga audit delay dapat memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Untuk menghindari masalah tersebut perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi audit delay.
Auditing adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh pihak yang independen. Standar Audit di Indonesia saat ini telah mengadopsi International Standards on Auditing (ISA) yang di mulai pada atau setelah 1 Januari 2013. Adopsi ISA dilakukan dengan melakukan revisi terhadap SPAP yang selama ini digunakan acuan Akuntan Publik dalam memberikan jasanya (Arens, 2014).
Audit delay adalah interval waktu antara tahun tutup buku laporan keuangan hingga opini pada laporan keuangan audit ditandatangani (Angruningrum dan Wirakusuma, 2013). Audit delay merupakan lamanya atau rentang waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan audit. Panjangnya masa audit delay ini berbanding lurus dengan lamanya masa pekerjaan lapangan diselesaikan auditor sehingga semakin lama proses pengujian audit maka semakin lama audit delay yang terjadi. Audit Delay inilah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketepatwaktuan informasi yang dipublikasikan, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat kepastian keputusan yang berdasarkan informasi yang dipublikasikan.
Informasi yang relevan akan sangat bermanfaat bagi para investor dan para pemakai lainnya dalam pengambilan keputusan sehingga lamanya audit delay perlu diperhatikan agar para pemakai laporan keuangan tersebut tidak kehilangan kesempatan mereka untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan (Audit Delay) yaitu profitabilitas, leverage, kompleksitas operasi, reputasi KAP dan komite audit.
Profitabilitas pada penelitian ini diproksikan dengan return on asset (ROA) yaitu apabila ROA meningkat maka kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba meningkat dengan menggunakan total asetnya dan mengindikasikan bahwa labanya meningkat dan kegiatan atau kinerja operasi perusahaan meningkat dikarenakan target penjualan terpenuhi dan dari sisi manajemen merupakan kabar baik bagi para pengguna laporan keuangan maka risiko akan terjadinya kesulitan keuangan akan rendah dan perusahaan tidak akan menunda penyampaian informasi yang berisi berita baik sehingga auditor tidak perlu memperluas area audit dalam melakukan pemeriksaan audit sehingga akan mempercepat proses audit dimana waktu penerbitan laporan auditan akan pendek yang berarti audit delay rendah sehingga dapat dikatakan profitabilitas dapat berpengaruh terhadap audit delay.
Menurut Febrianty (2011), rasio leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitynya. Apabila perusahaan memiliki rasio leverage yang tinggi maka resiko kerugian perusahaan tersbut akan bertambah, oleh sebab itu untuk memperoleh keyakinan akan laporan
keuangan perusahaan maka auditor akan meningkatkan kehati-hatiannya sehingga rentang audit delay akan lebih panjang.
Kompleksitas organisasi atau operasi merupakan akibat dari pembentukan departemen dan pembagian pekerjaan yang memiliki fokus terhadap jumlah unit yang berbeda. Ketergantungan yang semakin kompleks terjadi apabila organisasi dengan berbagai jenis atau jumlah pekerjaan menimbulkan masalah manajerial dan organisasi yang lebih rumit (Martinus, 2012). Menurut Saputri (2012) kompleksitas perusahaan menunjukkan dapat memperpanjang audit delay. Faktor ini dikarenakan auditor akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas audit pada perusahaan klien yang mengalami kompleksitas operasi perusahaan.
Reputasi Kantor Akuntan Publik adalah citra perusahaan yang dibangun dari waktu ke waktu oleh perusahaan akibat dari kualitas audit yang dirasakan oleh perusahaan dan tidak ada litigasi setelah audit selesai dan fee yang dikenakan sudah sesuai dengan jasa yang dilakukannya (Aronmwan, 2013). Jadi, reputasi KAP merupakan suatu tingkatan atau ranking dari suatu Kantor Akuntan Publik yang ditentukan berdasarkan penilaian masyarakat dalam pencapaiannya melakukan proses audit dan menyelesaikan audit sesuai jadwal berdasarkan reputasinya. Kantor Akuntan Publik digolongkan menjadi dua yaitu big four dan non big four. KAP big four yang cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas audit yang mereka terima bila dibandingkan dengan non big four dikarenakan reputasi yang harus mereka jaga (Sari dkk, 2014). Hal ini mengindikasikan bahwa KAP big four memiliki reputasi yang
tinggi dibandingkan dengan KAP non big four dikarenakan KAP big four memiliki ketersediaan teknologi yang lebih maju, fasilitas, training dan staf spesialis dan auditor dalam jumlah yang besar sehingga cenderung melakukan proses audit menjadi lebih efisien yang berarti audit delay akan pendek.
Komite audit merupakan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan tujuan membantu Komisaris Independen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan. Komite audit bertugas untuk memantau perencanaan dan pelaksanaan kemudian mengevaluasi hasil audit guna menilai kelayakan dan kemampuan pengendalian interen termasuk mengawasi proses penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan peraturan Bapepam, Setiap perusahaan go public diwajibkan membentuk komite audit yang beranggotakan minimal 3 orang, Semakin banyak jumlah komite audit maka audit delay akan semakin singkat.
Dari penelitian Angruningrum dan Wirakusuma (2013), dengan judul Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Opini Audit terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Variabel Profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Delay sedangkan Leverage dan Opini Audit berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian Angruningrum dan Wirakusuma (2013), dengan judul Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit pada Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Variabel Leverage berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Delay, sedangkan
Profitabilitas, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Putri (2016), yang berjudul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/Rugi Operasi, Opini Auditor dan Reputasi Auditor terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay sedangkan Laba/Rugi Operasi, Opini Auditor dan Reputasi Auditor tidakberpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Pramita (2017), yang berjudul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kualitas KAP, Tingkat Leverage dan Komite Audit terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Kualitas KAP berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay sedangkan Ukuran Perusahaan, Tingkat Leverage dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Khalatbari (2017), dengan judul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/rugi Perusahaan, Opini Auditor, Reputasi Kantor Akuntan Publik, Jenis Industri dan Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Laba/rugi Perusahaan, Opini Auditor, Reputasi Kantor Akuntan Publik, Jenis Industri dan Kompleksitas Operasi berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay sedangkan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitain yang dilakukan oleh Wariyanti (2017), dengan judul Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Opini Audit terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Variabel Leverage dan Opini Audit berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay sedangkan variabel Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Aisyah (2017), dengan judul penelitian Pengaruh Faktor-faktor Audit Delay pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI yang hasilnya menyatakan bahwa Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Ukuran KAP berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Sonia (2019), dengan judul Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/Rugi Perusahaan, Ukuran KAP, Solvabilitas, dan Opini Audit terhadap Audit Delay yang hasilnya menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan dan Laba/Rugi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay sedangkan Ukuran KAP, Solvabilitas, dan Opini Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
Dari penelitian yang dilakukan Angruningrum dan Wirakusuma (2013), Putri (2016), Pramita (2017), Khalatbari (2017),Wariyanti (2017), Aisyah (2017), Sonia (2019), dan lainnya menggunakan perusahaan yang beragam dengan menggunakan variabel yang diujinya juga beragam variabel. Dalam penelitian diatas terjadi ketidak konsistenan hasil antara pengujian secara simultan maupun parsial.
Peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini karena pentingnya menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu agar informasi yang terkandung dalam laporan keuangan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan dari penelitian sebelumnya menunjukkan adanya keanekaragaman dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka judul dalam penelitian ini yaitu “PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, KOMPLEKSITAS OPERASI, REPUTASI KAP DAN KOMITE AUDIT PADA AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2019”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :,
1. Apakah Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP, dan Kemite Audit berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay ? 2. Apakah Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay ? 3. Apakah Leverage berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay?
4. Apakah Kompleksitas Operasi berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay?
5. Apakah Reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay?
6. Apakah Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP, dan Kemite Audit mempunyai pengaruh signifikan terhadap Audit Delay
2. Untuk mengetahui apakah Profitabilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
3. Untuk mengetahui Apakah Leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
4. Untuk Kompleksitas Operasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay.
5. Untuk mengetahui Reputasi KAP mempunyai pengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
6. Untuk mengetahui Komite Audit mempunyai pengaruh signifikan terhadap Audit Delay.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan, Berikut beberapa manfaat penelitian ini
1. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan pemikiran jika ingin penelitian ini lebih lanjut serta dapat menjadi
bahan referensi khususnya bagi pihak-pihak lain yang meneliti dengan variabel yang sama yaitu Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit terhadap Audit Delay.
2. Manfaat bagi auditor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembantu auditor mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay sehingga auditor bisa mengoptimalkan kinerjanya.
3. Manfaat bagi Kantor Akuntan Publik (KAP)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghimpun informasi sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi kantor akuntan publik guna meningkatkan kinerja auditor dan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat memberikan kontribusi dalam proses penyelenggaraan audit perusahaan yang baik.
BAB V KESIMPULAN 1.1 Simpulan
Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan dari hasil analisis penelitian mengenai pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit terhadap Audit Delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2017-2019 adalah sebagai berikut:
1. Pengujian secara simultan menyimpulkan bahwa Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay
2. Pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa variabel Reputasi KAP berpengaruh negatif terhadap Audit Delay, sedangkan variabel Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay
1.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini dinilai masih memiliki banyak kekurangan yang disebabkan oleh beberapa keterbatasan yang didapatkan pada saat melakukan penelitian, berikut ini beberapa keterbatasan yang dimiliki :
1. Penelitian ini hanya menggunakan variabel Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit sebagai variabel bebas (independen) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap Audit Delay.
2. Penelitian ini hanya melakukan periode pengamatan selama 3 tahun yaitu dari tahun 2017 sampai dengan 2019.
3. Penelitian ini memiliki nilai uji Koefisien determinasi (R2) yang rendah yaitu 22,7%.
1.3 Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu:
1. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar menambah variabel lain seperti Ukuran Perusahaan, Laba/rugi Perusahaan, Opini Auditor, Frim Size, Klasifikasi Industri, Internal Audit dan lainnya yang diduga juga memiliki pengaruh terhadap Audit Delay.
2. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah periode pengamatan yang lebih panjang agar bisa memberikan hasil penelitian yang lebih mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Adhy, Wahyu Noor Sulistyo. 2010. “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008”.
Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.
Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing. Jakarta: Salemba Empat
Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4.
Yogjakarta: BPFE.
Aktas, R. & Kargin, M. (2011). “Timeliness of reporting and the quality of financial information International research” journal of finance economics. Vol. 63, 71-77.
Angruningrum & M, Wirakusuma.2013. “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP dan Komite Audit pada Audit Delay”.
E-jurnal Akuntansi Universitas Undayana. Bali.
Arens, Alvin A., Randal J. Elder, Mark S. Beasley. 2014. Auditing dan Jasa Assurance. Edisi Keduabelas. Terjemahan: Herman Wibowo. Jakarta : Erlangga.
Aronmwan, Edosa Joshua, dkk. 2013. Audit Firm Reputation and Audit Quality.
European Journal of Business and Management Vol.5, No.7.
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). 2011. “Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan”.
Nomor:KEP346/BL/2011. Jakarta.
Boynton, W.C., R.N . Jonson, dan W. G Kell. 2002. Modern Auditing. Jakarta:
Erlangga.
Che-Ahmad, Ayoib and Shamharir Abidi. 2008. Audit Delay of Listed Companies:
A Case of Malaysia. International Business Reseach, 1
DeAngelo, LE (1981). Auditor Size and Auditor Quality. Journal of Accounting and Economics, Dec, Vol.3, No.3:183-199.
Dyer IV, James C and Arthur J, Mchugh. 1975. The Timeliness Of The Australian Annual Report. Journal Of Accounting Reseach. (Autumn). pp: 204-219.
Fahmi, Irham. 2013. “Analisis Laporan Keuangan”. Bandung: Alfabeta.
Febrianty. 2011. “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit delay Perusahaan Sektor Perdagangan Yang Terdaftar di BEI Periode 2007- 2009”. Dalam Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntansi (Jenius), 1 (3).
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 19, Edisi 5 Cetakan V, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program SPSS. Edisi Kedelapan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
H.Syamsul Bahri Surbakti dan Windy Aginta (2019) “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil : JWEM Volume 9, Nomor 02, Oktober 2019
Hanafi, Mamduh M dan Abdul Halim. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hartadi, Bambang. 2009. “Pengaruh Fee Audit, Rotasi KAP, Dan Reputasi Auditor Terhadap Kualitas Audit Di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Ekonomi dan Keuangan ISSN 1411-0393 Akreditasi No. 110/DIKTI/Kep/2009.
Universitas Teknologi Yogyakarta
Hasmin, Dan Rahman. 2011. “Audit Report Lag and The Effectiveness Of Audit Committee Among Malaysian Listed Companies”. International Bulletin Of Business Administration. ISSN: 1451-243X
Hiro Tugiman, (2006). Standar Profesional Audit Internal. Yogyakarta: Kanisius.
Horne, James C. Van dan John M Wachowicz, Jr. 2012. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Edisi 13. Jakarta : Salemba Empat.
Imelda Siahaan, R. Adri Satriawan Surya, dan Arumega Zarefar (2019). “Pengaruh Opini Audit, Pergantian Auditor, Kesulitan Keuangan, dan Efektivitas Komite Audit Terhadap Audit Delay (Studi Empiris Pada Seluruh Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2017)”
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 12, No. 2, November 2019, 135-144
Junaidi, dan Jogiyanto Hartono. 2010. “Faktor Non- Keuangan pada Opini Going Concern”, Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto.
Kasmir, 2014. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Lee, Ho-Young and Geum-Joo Jahng. 2008. “Determinants Of Audit Report Lag:
Evidence From Korea - An Examination Of Auditor-Related Factors”. The Journal of Applied Business Research – Second Quarter 2008, 24
Martinus. 2012. “Analisis Praktik Akuntansi Manajemen Pada Perusahaan Manufaktur (Studi Empiris di Kawasan Industri Batam)”. Artikel. Program Magister Sains Akuntansi Pasca Sarjana Universitas Andalas. Padang Messier, F W., Steven M. Glover. Dougkas F. Prawitt. 2014 Jasa Audit dan
Assurance Edisi Kedelapan. Jakarta : Salemba Empat.
Michelle, & Megawati. (2005.). “Memprediksi Tingkat Pengembalian Investasi Melalui Rasio Profitabilitas, Likuiditas, dan Leverage (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Perioda Pengamatan Tahun
2001-2004)”. Surabaya: Thesis Program Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya
Mumpuni SA., Rahayu. 2011. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit delay Pada Perusahaan Nonkeuangan Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006- 2008”. Skripsi: Universitas Diponogoro.
Novi Sonia. 2019, “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/Rugi Perusahaan, Ukuran KAP, Solvabilitas, Dan Opini Audit Terhadap Audit Delay”.
JRMA 2019 ISSN. 2337-5663
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 1 (2015) Penyajian laporan keuangan.
Dewan standar Akutansi. Ikatan Akuntan Indonesia . Jakarta.
Pourali, Mohammad Reza, Mahshid Jozi, Keramatollah Heydari Rostami, Gholam Reza Taherpour, and Faramarz Niazi. 2013. “Investigation of Effective Factor in Audit Delay”. Evidence from Tehran Stock Exchange (TSE).
Research Journal of Applied Sciences, Engineering and Technology. 5(2), pp: 405-410.
Saputri, Oviek Dewi. 2012. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit delay (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)”. Skripsi : Universitas Diponegoro.
Sari, dkk. 2014. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas dan Reputasi KAP Terhadap Audit Delay” (Pada Perusahaan Property & Real Estae di Bursa Efek Indonesia Peruode 2009-2012). JOM FEKON Vol.1 Nomor 2 Oktober 2014
Shapiro, A. C. (1991). Modern Corporate Finance. New York: Macmillan Publishing Company, Maxwell Macmilan International.
Siti Tiffanny Guci, Rosiana Clarita, dkk. 2019 “Pengaruh Firm Size, Laba Rugi, Opini Auditor Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2017”
Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma (JRAM) Vol.6, No.1, Juli 2019 Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfaveta.
Waode Siti Aisyah. 2017. “Pengaruh Faktor – Faktor Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” Jurnal Riset Edisi XII UNIBOS Makassar Januari 2017 Vol 3, No. 001 (2017)
Warianti. 2017. “Pengaruh Profitabilitas, leverage dan Opini Audit terhadap audit delay”. E- Jurnal Indonesia
Widosari, Shinta Altia dan Rahardja. 2012. “Analisis Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010”. Diponegoro Journal of Accounting, vol.
1, no. 1, hal 1-13.
Yeni Oktavia Melati Putri. 2016. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/Rugi Operasi, Opini Auditor Dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010- 2014)” Skripsi : Unisversitas Muhammadiyah Surakarta