• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh serbuk kulit cempedak sebagai koagulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh serbuk kulit cempedak sebagai koagulan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SERBUK KULIT CEMPEDAK SEBAGAI KOAGULAN DALAM MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR KEKERUHAN,

COD DAN TSS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI BALIKPAPAN

Nama Mahasiswa : Raynanda Asyadina Putri

NIM : 13181056

Dosen Pembimbing Utama : Eka Masrifatus Anifah, S.T., M.Sc.

Dosen Pembimbing Pendamping : Rahmi Yorika, S.Si., M.Sc.

ABSTRAK

Limbah cair industri tahu dan tempe adalah salah satu pencemar di alam terutama pada air. Limbah cair tahu dan tempe biasanya dihasilkan dari proses pencucian, perebusan dan pencetakan. Limbah cair yang dihasilkan tersebut jika tidak diolah dan langsung dibuang ke perairan akan mempengaruhi sifat fisik dan kimia air yang akan mempengaruhi keselamatan organisme perairan. Limbah industri tahu dan memiliki kandungan COD, TSS dan kekeruhan yang relatif tinggi.

Metode koagulasi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengolah limbah cair tahu dan tempe karena memisahkan padatan tersuspensi dari air.

Koagulan yang dapat digunakan dalam proses ini adalah kulit cempedak, karena mengandung tanin dan pektin serta berperan sebagai koagulan. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut kulit cempedak perlu dilakukan terhadap pengolahan air limbah agar menjadi koagulan alami. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik awal limbah cair tahu dan tempe, serta pengaruh dosis dan ukuran bubuk koagulasi kulit cempedak terhadap penyisihan kadar kekeruhan, COD dan TSS pada limbah cair tahu dan tempe. Variasi dosis pada penelitian ini yaitu 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5; dan 4 mL/L dengan ukuran bubuk koagulasi 80, 100 dan 200 mesh. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kecepatan dan pH optimum. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan adalah 120, 150 dan 180 rpm selama 3 menit, flokulasi pada 60 rpm selama 15 menit dan sedimentasi selama 60 menit. Kecepatan dan pH yang diperoleh adalah 120 rpm dan pH 9. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ukuran koagulan terbaik adalah 100 mesh saat menghilangkan kekeruhan dan TSS, sedangkan koagulan tidak berpengaruh saat menghilangkan COD dan menyebabkan peningkatan COD.

Kata kunci :

Kulit cempedak, koagulan, koagulasi, limbah cair tahu dan tempe

Referensi

Dokumen terkait

Untuk limbah cair industri tahu dengan proses koagulasi menggunakan biji asam jawa sebanyak 3000 mg/L dengan ukuran partikel 140 mesh diperoleh volume biogas optimum sebesar

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; kemampuan koagulan biji kelor dalam menurunkan turbiditas limbah cair industri pencucian jeans pada proses koagulasi/flokulasi,

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pH yang paling baik untuk mengadsorpsi limbah adalah pada pH 6 dengan kemampuan koagulasi 99, 88 %, dan massa feri sulfat 0,4

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ragi terhadap kualitas fisik tempe berbahan dasar biji cempedak (Arthocarpus champeden) melalui uji

Maksud penelitian ini adalah mengolah air limbah industri penyamakan kulit dengan proses Koagulasi-Flokulasi, dengan tujuan yaitu: mengetahui konsentrasi parameter pencemar pada

Dengan adanya penelitian tersebut kami melanjutkan untuk melakukan penelitian tentang pengolahan limbah cair industri rumput laut dengan menggunakan proses

Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pengaruh Kadar Air, Dosis, dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri

Pemakaian bahan-bahan kimia diatas sebagai koagulan dalam pengolahan limbah cair misalnya industri tahu, dapat menimbulkan suatu kendala, yakni: banyaknya endapan lumpur