• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENGALAMAN KERJA, DISIPLIN

KERJA DAN UMUR TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PERMATA HIJAU PASAMAN (PHP) UNIT I

KECAMATAN SASAK RANAH PASISIE KABUPATEN PASAMAN BARAT

JURNAL

Oleh:

SARI BAHAYU 12090048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2016

(2)

2

(3)

3

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN PENGALAMAN KERJA DISIPLIN KERJA DAN UMUR TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PERMATA HIJAU PASAMAN

(PHP) UNIT I KECAMATAN SASAK RANAH PASISIE KABUPATEN PASAMAN BARAT

Oleh

,

Jl. Gunung Panggilun No.1 Padang Sumatera Barat

1Mahasiswa-prodi-pendidikan-ekonomi

2.3Dosen STKIP PGRI Sumbar

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRACT

This study aims to analyze 1) The effect of educational level partially on work performance, 2) The effect of work experience partially on work performance, 3) The influence of discipline partially on work performance, 4) The effect of age partially on work performance 4) The effect of education , work experience, discipline and age, simultaneously on employee performance at PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Sub Domains Pasisie Sasak West Pasaman. This type of research is descriptive and associative. The population in this study all employees at PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Sub Domains Pasisie Sasak West Pasaman as many as 93 employees. Sampling using total sampling technique. The instrument used for research in the form of closed questionnaire to determine the effect of education, work experience and discipline on work performance with used t test and F. The results of data analysis showed that (1) there is a significant effect on the performance of education level, tcount 4.719> 1.987 ttabel; (2) a significant difference between the performance of work experience, with t hitung 2.766> 1.987 ttabel (3) a significant difference between discipline for work performance, thitung 3.467> 1.987 ttabel; (4) there is a significant relationship between age on work performance, thitung 4.068> ttabel 1,987; (4) there is a significant relationship between education, work experience and discipline on work performance with 36.049> Ftabel 2.71. The amount of education, work experience and discipline to work on work performance is 62.1% and the remaining 37.9% is influenced by other factors not included in this study. Suggested to the leadership of the PT. Permata Hijau (PHP) in order to guide subordinates in increased performance. Provide training, particularly for employees who complete primary school that are able to build a professional handle the job for the employee in accordance with the level of maturity.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) Pengaruh tingkat pendidikan secara parsial terhadap prestasi kerja, 2) Pengaruh pengalaman kerja secara parsial terhadap prestasi kerja, 3) Pengaruh disiplin secara parsial terhadap prestasi kerja, 4) Pengaruh umur secara parsial terhadap prestasi kerja 4) Pengaruh pendidikan, pengalaman kerja, disiplin kerja dan umur secara stimultan terhadap prestasi kerja karyawan Pada PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan pada PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 93 orang karyawan. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk penelitian berupa angket tertutup untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pengalaman kerja dan disiplin terhadap prestasi kerja dengan digunakan uji t dan uji F. Hasil analisis data menunjukan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja, nilai thitung 4,719 > ttabel

1,987; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja, dengan thitung 2,766 > ttabel 1,987 (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin terhadap prestasi kerja, thitung 3,467 >

ttabel 1,987; (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara umur terhadap prestasi kerja, thitung 4,068 > ttabel 1,987; (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan, pengalaman kerja dan disiplin terhadap prestasi kerja dengan 36,049 > Ftabel 2,71. Besarnya pendidikan, pengalaman kerja dan disiplin terhadap kerja terhadap prestasi kerja yaitu 62,1% dan sisanya 37,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Disarankan kepada pimpinan PT. Permata Hijau (PHP) agar membimbing bawahan dalam meningkat prestasi kerja. Memberikan pelatihan khususnya bagi karyawan yang tamat SD yang sifatnya dapat membangun agar karyawan profesional menangani pekerjaan sesuai dengan tingkat kematangannya.

Kunci : Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, Disiplin Kerja dan Umur.

(4)

1 PENDAHULUAN

Dewasa ini perkembangan perindustrian dan perusahan semakin pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya industri dan perusahaan yang bermunculan, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat.

Suatu perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efisien, supaya bisa bertahan diatas kerasnya persaingan.

Untuk dapat bersaing di era globalisasi perkembangan IPTEK yang tinggi dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, karena di era ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit dan ketat. Sumber daya manusia yang kompeten, kompetitif, terampil dan disiplinlah yang mampu menghadapi persaingan.

Industri di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting karena perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional.

Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat.

Di Provinsi Sumatera Barat telah banyak industri yang berkembang.

Salah satu industri yang menjadi andalannya adalah industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit tersebut terdapat pada beberapa kabupaten.

Salah satu industri kelapa sawit unggulan adalah pada Kabupaten Pasaman Barat. Sebagai daerah yang memiliki ketersediaan sumber daya lahan yang cukup luas dan subur,

Kabupaten Pasaman Barat berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya alam tersebut. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan perekonomian dari bidang industri kelapa sawit.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan stategis di daerah Pasaman Barat kerena perannya yang cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat terutama bagi pertanian di pedesaan. Dengan besarnya hasil yang didapat dari perkebunan sawit ini menyebabkan masyarakat

terdorong untuk terus

mengembangkan areal perkebunan sehingga di Kabupaten Pasaman Barat ini masyarakat telah banyak mengalifungsikan perebunan seperti kakao, kopi, karet, kelapa dan nilam, menjadi perkebunan sawit.

Dengan banyaknya perkebunan kelapa sawit yang bermunculan, maka menarik para pelaku industri untuk membangun pabrik industri di Pasaman Barat. PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I merupakan sebuah perusahaan yang menjual hasil panennya kepabrik lain dengan kesepakatan yang telah ditentukan oleh pihak manajemen. Tujuan perusahaan pada umunya adalah mencapai keuntungan dan berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan melaksanakan kegiatan perusahaan dilakukan dengan menggunakan faktor produksi: alam, modal, teknologi keterampilan dan tenaga kerja.

Penanganan semua persoalan tersebut sangat tergantung pada tingkat kesadaran manajemen

(5)

2 terhadap pentingnya sumber daya

manusia.

Bisa dilihat dari hasil produksi dari data PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Kecamatan Sasak ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat menurunnya tingkat produksi TBS (Tandan Buah Segar) tahun 2008 sampai 2014 dalam satuan TON yaitu sebagai berikut:

Dari tabel 1 di atas dapat diambil kesimpulan tingkat prestasi kerja karyawan pada PT. Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat tidak mengalami kestabilan dalam hasil produksi.

Pada tahun 2009 produksi naik sebesar 40,500,581 Ton TBS (Tandan Buah Segar) dibandingkan dengan tahun 2008 naik yaitu sebesar 41,328,451 Ton TBS (Tandan Buah Segar). Namun pada tahun 2010 terjadi penurunan sebesar 38,391,897, dan tahun 2011 terjadi penunan sebanyak 31,510,092, tahun 2012 terjadi penurunan sebanyak kembali 31,177,287, dan tahun 2013 terjadi penurunan TBS (Tandan Buah Segar) sebanyak 28,432,67, tahun 2014 yaitu 27,993,950 Ton TBS (Tandan Buah Segar).

Karyawan yang kurang berpengalaman memilki dampak negatif bagi perusahaan yaitu hasil produksi TBS yang tidak stabil dari tahun ke tahun hal ini bisa dilihat pada tabel diatas, dimana hasil produksi TBS yang mengalami penurunan.

Karyawan yang bekerja di PT.

Permata Hijau Pasaman (PHP) Unit I Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat memiliki usia yang berbada-beda. Usia adalah lama waktu kita saat ini menjalani kehidupan didunia. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan pekembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan.

Menurut Simamora (2012:415) penilaian prestasi kerja ialah suatu alat yang bermanfaat tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi organisasi kalangan karyawan. Jadi dari penjelasan dari pendapat para ahli diatas maka penulis dapat menyimpulkan prestasi kerja seorang karyawan dapat dilihat dari karyawan yang rajin datang keperusaahan untuk bekerja melaksanakan Tabel 1. Produksi Tandan Buah Segar pada PT. Permata Hijau Pasaman

(PHP) Unit I

Tahun Produksi

2008 40,500,581 Ton

2009 41,328,451 Ton

2010 38,391,897 Ton

2011 31,510,092 Ton

2012 31,177,287 Ton

2013 28,432,670 Ton

2014 27,993,950 Ton

Sumber : Data karyawan PT. Permata Hijau (PHP)Unit I, 2016

(6)

3 kewajibannya, datang tepat waktu,

dan mau bekerjasama dengan sesama karyawan.

Menurut Mangkunegara (2001:2) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi kerja diantaranya keahlian dan kemampuan dari karyawan itu sendiri , motivasi kerja, komunikasi kerja, disiplin kerja, upah gaji yang sesuai jabatan pendidikan. Jadi hal ini dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja kemandirian belajar dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin kerja dan umur

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan peneli- tian deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah PT.

Permata Hijau Pasaman Unit I dan jumlah res-ponden penelitian ini adalah sebanyak 93 orang karyawan.

Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel kemandirian belajar sebagai variabel terikat(Y), tingkat pendidikan(X1), pengalaman kerja(X2), disiplin kerja(X3)dan umur(X4) sebagai variabel bebasnya.

Teknik analisis data yang di- gunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi berganda.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Variabel Prestasi Kerja (Y)

Diketahui bahwa variabel prestasi kerja memiliki rata-rata skor sebesar 3,46 dengan tingkat pencapaian (TCR) 69,25% yang berada pada kategori cukup baik. Hal ini menunjukan bahwa karyawan dapat bekerja dengan baik.

Tanggapan responden yang tertinggi terdapat pada indikator kualitas kerja dengan rata-rata skor sebesar 3, 41 dengan TCR 71,86% berada pada ketegori cukup baik, Sedangkan tanggapan yang terendah berada pada indikator dapat tidaknya diandalkan dengan rata-rata skor sebesar 3,41 dan TCR sebesar 68,10% berada pada kategori cukup baik.

Deskripsi Variabel pengalaman kerja (X2)

Diketahui bahwa variabel pengalaman kerja dengan rata-rata skor sebesar 3,77 dan tingkat pencapaian 75,30% yang berada pada kategori cukup baik, artinya karyawan telah mempunyai pengalaman yang baik. Tanggapan yang tertinggi berada pada indikator penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan dengan rata-rata skor sebesar 3,77 dan TCR sebesar 75,38% berada pada kategori cukup baik, Sedangkan tanggapan respoden yang terendah berada pada indikator lama waktu/masa kerja dengan rata- rata skor sebesar 3,67 dan TCR sebesar 73,44% berada pada kategori cukup baik.

Deskripsi Variabel disiplin kerja (X3)

Diketahui bahwa variabel disiplin kerja dengan rata-rata skor sebesar 3,76 dan tingkat pencapaian 75,08% yang berada pada kategori cukup baik, artinya karyawan mempunyai disiplin kerja yang baik sehingga dapat memberikan hasil yang baik bagi perusahaan.

Tanggapan yang tertinggi berada pada indikator teladan pemimpin dengan rata-rata skor sebesar 3,97 dan TCR sebesar 79,50% berada

(7)

4 pada kategori cukup baik, Sedangkan

tanggapan respoden yang terendah berada pada indikator balas jasa dengan rata-rata skor sebesar 3,46 dan TCR sebesar 69,14% berada pada kategori cukup baik.

Dari model persamaan regresi linear berganda diatas dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar -3,938 yang berarti bahwa tanpa adanya pengaruh dari variabel pendidikan, pengalaman kerja, disiplin dan umur maka prestasi kerja telah mencapai -3,938.

Koefisien regresi variabel tingkat pendidikan (X1) sebesar 0,830. Hal ini berarti adanya pengaruh positif pendidikan terhadap prestasi kerja, apabila nilai pendidikan meningkat sebesar satu satuan maka prestasi kerja akan meningkat sebesar 0,803 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefisien regresi variabel pengalaman kerja(X2) sebesar 0,339.

Hal ini berarti adanya pengaruh

pengalaman kerja terhadap prestasi kerja, apabila nilai pengalaman kerja meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan prestasi kerja

sebesar 0,339 dalam setiap satuannya, dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefesien regresi variabel disiplin kerja (X3) sebesar 0,182. Hal ini berarti adanya pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja, apabila nilai disiplin kerja meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkat prestasi kerja sebesar 0,182 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefesien regresi variabel umur (X4) sebesar 0,324. Hal ini berarti adanya pengaruh umur terhadap prestasi kerja, apabila nilai disiplin meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkat prestasi kerja sebesar 0,324 dalam setiap satuannya

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -3.896 4.222 -.923 .359

Pendidikan pendidikan (X1) .830 .176 .396 4.719 .000

Pengalaman Kerja (X2) .339 .122 .190 2.766 .007

Disiplin kerja (X3) .182 .053 .230 3.467 .001

Umur (X4) .324 .080 .341 4.068 .000

a. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y)

Hasil Analisis Regresi Berganda

(8)

5 dengan asumsi variabel lain tidak

mengalami perubahan atau konstan.

Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi yang dapat dilihat pada table diperoleh hasil nilai R square sebesar 0,621 yang artinya 62,1% perubahan pada variabel dependen (prestasi kerja) dapat dijelaskan oleh variabel independen (tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin kerja dan umur) sedangkan sisanya sebesar 37,9% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini.

Dari Tabel di atas dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel bebas yang mempengaruhi prestasi kerja adalah:

Uji Hipotesis

Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu uji t (parsial) dan uji F (simultan).

a. Hipotesis 1, terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan (X1) terhadap prestasi kerja karyawan (Y)

Hasil Analisis Koefisien Determinasi

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .788a .621 .604 5.496

a. Predictors: (Constant), Umur (X4), Disiplin Kerja (X3), Pengalaman Kerja (X2), Tingkat Pendidikan (X1)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -3.896 4.222 -.923 .359

Tingkat pendidikan (X1) .830 .176 .396 4.719 .000

Pengalaman kerja (X2) .339 .122 .190 2.766 .007

Disiplin kerja(X3) .182 .053 .230 3.467 .001

Umur (X4) .324 .080 .341 4.068 .000

a. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y)

Hasil Uji t

(9)

6 Diperoleh nilai koefisien regresi

tingkat pendidikan karyawan sebesar 0,830 dan nilai thitung sebesar 4,517 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,000 <

α 0,05, berarti Ha diterima dan H0

ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.Permata Hijau Pasaman (PHP) unit 1 Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

b. Hipotesis 2, terdapat pengaruh antara pengalaman kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y)

Diperoleh nilai koefisien regresi pengalaman kerja karyawan sebesar 0,339 dan nilai thitung

sebesar 2,766 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,007 <

α 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.Permata Hijau Pasaman (PHP) unit 1 Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

c. Hipotesis 3, terdapat pengaruh antara disiplin kerja (X3) terhadap prestasi kerja karyawan (Y) Diperoleh nilai koefisien regresi disiplin kerja karyawan sebesar 0,182 dan nilai thitung sebesar 3,467 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,001 <

α 0,05 berarti Ha diterima dan H0

ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.Permata Hijau Pasaman (PHP) unit 1 Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

d. Hipotesis 4, terdapat pengaruh antara umur (X4) terhadap prestasi kerja karyawan (Y)

Diperoleh nilai koefisien regresi umur karyawan sebesar 0,324 dan nilai thitung sebesar 4,068 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,000 < α 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara umur terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.Permata Hijau Pasaman (PHP) unit 1 Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 4355.327 4 1088.832 36.049 .000a

Residual 2657.963 88 30.204

Total 7013.290 92

a. Predictors: (Constant), Umur (X4), Disiplin Kerja (X3), Pengalaman Kerja (X2), TingkatPendidikan (X1)

b. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y)

Hasil Uji F

(10)

7 Dari hasil pengolahan data dapat

dilihat bahwa nilai Fhitung 36,049 >

Ftabel 2,71 dan nilai signifikan 0,000

< 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin kerja dan umur bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan.

PENUTUP

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan (X1) terhadap prestasi kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi tingkat pendidikan karyawan sebesar 0,830 dan nilai thitung sebesar 4,719 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,000 < α 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

2. Terdapat pengaruh antara pengalaman kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi pengalaman kerja karyawan sebesar 0,339 dan nilai thitung sebesar 2,766 > ttabel

sebesar 1,986 sedangkan nilai signifikan 0,007 < α 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

3. Terdapat pengaruh antara disiplin kerja (X3) terhadap prestasi kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi disiplin kerja karyawan sebesar 0,182 dan nilai thitung sebesar 3,467 > ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,001 <

α 0,05 berarti Ha diterima dan H0

ditolak.

4. Terdapat pengaruh antara umur (X4) terhadap prestasi kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi disiplin karyawan sebesar 0,324 dan nilai thitung sebesar 4,068 >

ttabel sebesar 1,987 sedangkan nilai signifikan 0,000 < α 0,05 berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

5. Terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan, pengalaman kerja, disiplin kerja dan umur terhadap prestasi kerja dengan Fhitung 36,049 > Ftabel 2,71 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima.

Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian, Penulis mengemukakan saran yang diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan yang ditunjukan kepada : 1. Variabel tingkat pendidikan,

disarankan kepada pimpinan PT.

Permata Hijau (PHP) agar memberikan pelatihan kerja kepada karyawan untuk meningkatkan pengalamn kerja terkhusus kepada karyawan dengan pendidikan yang rendah atau tamat SD, agar dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan bisa meningkatkan prestasi kerja baik pada karyawan dengan tamatan SD sampai dengan tingkat pendidikan karyawan yang sudah tergolong tinggi.

2. Variabel pengalaman kerja karyawan dengan indikator terendah yaitu lama waktu/masa kerja. disarankan kepada pimpinan PT. Permata Hijau (PHP) untuk memberikan arahan kepada karyawan yang sudah lama bekerja agar berbagi ilmu atau pengalaman kerja kepada karyawan yang tergolong baru bekerja sehingga bagi karyawan yang baru bekerja bisa beradaptasi dengan cepat terhadap

(11)

8 pekerjaannya dan mampu

meningkatkan prestasi kerja.

3. Variabel disiplin kerja dengan indikator terendah yaitu balas jasa. Disarankan kepada pimpinan PT. Permata Hijau (PHP) agar bisa menyesuaikan balas jasa yang diberikan terhadap pekerjaan yang dilakukan karyawan, sehingga balas jasa tersebut menjadikan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan.

4. Variabel umur. Disarankan kepada pimpinan PT.Permata Hijau agar memberikan pelatihan terkait pekerjaan karyawan agar umur yang masih tergolong muda bisa menambah pengalaman kerjanya dan meningkatkan prestasi kerja karyawan.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian(Suatu Pendekatan Praktek) Edisi Revisi V. Jakarta : PT Rineka Cipta.

. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta Eddy, Kurniawan dkk. 2012.

Pengaruh Disiplin, Motivasi,

Komunikasi dan

Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. pupuk Iskandar Muda- Aceh Utara 1(1): 163–182.

Jurnal Ilmu Manajemen.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2001.

Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan (Cetakan

Ketiga). Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset.

. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT.

Remaja Rosdakarya.

Rofi, ahamd nur. 2012. Pengaruh Disiplin Kerja Dan Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Leo Agung Raya Semarang. Vol 3 nomor 1.

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan.

Simamora, Henry. 2012. Akuntansi Manajemen. Edisi Tiga. Riau:

Star Gate Publisher Duri.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Tuti. 2003. Analisis Faktor-faktor stres karyawan, Tesis: Malang Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapat menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian hipotesis diatas, diperoleh nilai thitung sebesar 11,183dengan nilai ttabel pada tingkat signifikan 0,000% sebesar 1.700,