PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, TINGKAT PROFIT DAN TINGKAT RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT
PERTAMBAHAN JUMLAH DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK MUAMALAT KANTOR CABANG JEMBER
TAHUN 2020
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syari’ah
Oleh:
MUHAMMAD FAQIH NIM: E20151193
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JULI 2022
ii
PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, TINGKAT PROFIT DAN TINGKAT RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT
PERTAMBAHAN JUMLAH DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK MUAMALAT KANTOR CABANG JEMBER
TAHUN 2020
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Perbankan Syari’ah
Oleh:
Muhammad Faqih NIM: E20151193
Disetujui Pembimbing
Dr. Hj. Nurul Setianingrum S,E., M.M NIP. 196905231998032001
iii
iv
MOTTO
ْنَع ِمِساَقْلا ُنْبُرْصَن اَنَ ثَّدَح ُراَّزَ بْلا ٍتِباَث ِنْبُرْشِب اَنَ ثَّدَح ُلَّلاَْلْا ِّىِلَع ُنْب ُنَسَْلْا اَنَ ثَّدَح لْوُسَر َلاَق :َلاَق ِوْيِبَأ ْنَع ٍبْيَهُص ِنْب ِحِلاَص ْنَع َدُواَد ِنْب ِنَْحَّْرلاِدْبَع ٌثَلاَث .م.ص للهاا
و( ِعْيَ بْلِل َلا ِتْيَ بْلِل ِْيِْعَّشلاِب ِّرُ بْلا َطَلاْخَاَو ُةَضَراَقُمْلاَو ٍلَجَا َلَِا ُعْيَ بْلا ُةَآَرَ بْلا َّنِهْيِف نبا هار
)وجام
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Ali Al-Khalal, telah menceritakan kepada kami Yasir bin Tsabit Al-Bazar, telah menceritakan kepada kami Nashr bin Qosim dari Abdurrahman bin Daud dari Sohih bin Sabit r.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
tiga hal yang di dalam terdapat keberkatan: jual beli secara tangguh, muqaradah (mudarabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual”. (HR. Ibnu Majah) (Muhammad Juz II:768)
ii
PERSEMBAHAN
Skripsi ini Penulis Persembahkan kepada
1. Ibunda Nur Fadilah Hasanah dan Ayahanda Muhtar tercinta (yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, mendo’akan, membimbing, memberikan nasihat, dan memberikan motivasi dalam kehidupan)
2. Istri tercinta, Nurul Aini yang selalu mendukung dan selalu mendoakan setiap langkah dengan penuh kasih sayang)
3. Kakak Imron Rosidi dan Adek Ubaidillah yang selalu memberikan semangat dan inspirasi dalam hal apapun)
iii ABSTRAK
Muhammad Faqih, Nurul Setianingrum: Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Profit dan Tingkat Risiko Likuiditas Terhadap Tingkat Pertambahan Jumlah Deposito Mudharabah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember Tahun 2020
Penabung pada umumnya memiliki sifat profit motif yaitu dimana apabila tingkat suku bunga pada bank konvensional lebih tinggi dari tingkat Profit maka nasabah akan lebih memilih untuk menyimpan dananya pada Bank Konvensional.
Selain itu masyarakat juga merasa dengan menabung pada Bank Syariah akan memberikan jaminan suatu investasi yang halal, untuk itu nasabah lebih tertarik mendepositokan dananya pada Bank Syariah.
Rumusan masalah yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Apakah tingkat suku bunga bank konvensional sebagai pembanding tingkat profit berpengaruh terhadap volume tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah?
(2) Apakah tingkat profit berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah di Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember? (3) Apakah tingkat risiko likuiditas berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember?
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan tingkat suku bunga bank konvensional sebagai pembanding tingkat profit berpengaruh terhadap volume tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah. (2) Mendeskripsikan tingkat profit berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah di Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember. (3) Mendeskripsikan tingkat risiko likuiditas berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember.
Penelitian ini menggunakan penelitian jenis desktriptif dan pendekatan kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari library research dan internet research. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari statistik deskriptif, uji asumsi klasik, model regresi berganda dan uji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat suku bunga bank konvensional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertambahan deposito mudharabah pada Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember, (2) Tingkat Profit berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap pertambahan deposito mudharabah berjangka 1 bulan pada Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember dan (3) Resiko likuiditas berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap pertambahan deposito mudharabah pada Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember.
Kata Kunci: Tingkat Suku Bunga, Tingkat Profit, Tingkat Risiko Likuiditas, Mudharabah
ii ABSTRACK
Muhammad Faqih, Nurul Setianingrum: The Effect of Interest Rates, Profit Levels and Liquidity Risk Levels on the Level of Increase in the Number of Mudharabah Deposits at Bank Muamalat Jember branch in 2020
Savers generally have a profit motive, which is where if the interest rate at a conventional bank is higher than the profit level, the customer will prefer to save their funds at a conventional bank. In addition, people also feel that saving at a Sharia Bank will guarantee a halal investment, for that customers are more interested in depositing their funds in a Sharia Bank.
The problem formulations that will be the focus of this research are: (1) Does the conventional bank interest rate as a comparison of the profit level affect the volume of the increase in the number of mudharabah deposits? (2) Does the level of profit affect the rate of increase in the number of mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember branch? (3) Does the level of liquidity risk affect the rate of increase in the number of mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember branch?
The purpose of this research are: (1) Describe the conventional bank interest rate as a comparison of the profit level affect the volume of the increase in the number of mudharabah deposits. (2) Describe the level of profit affect the rate of increase in the number of mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember branch (3) Describe the level of liquidity risk affect the rate of increase in the number of mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember branch.
This study uses a descriptive type of research and a quantitative approach.
The data collection techniques consist of library research and internet research.
While the data analysis techniques consist of descriptive statistics, classical assumption test, multiple regression model and hypothesis testing.
The results showed that: (1) The interest rate of conventional banks has a positive and significant effect on the increase in mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember Branch, (2) Profit levels have a negative and significant effect on the increase in 1-month mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia. Jember Branch and (3) Liquidity risk has a negative and significant effect on the increase in mudharabah deposits at Bank Muammalat Indonesia Jember Branch.
Keywords: Interest Rate, Profit Rate, Liquidity Risk Level, Mudharabah
iii
KATA PENGANTAR
ِمْيِحَّرلا ِنّْٰحَّْرلا ِوّّٰللا ِمْسِب
Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Sang Maha Pemilik alam semesta yang telah melimpahkan ruang, waktu kesehatan serta kekuatan sehingga skripsi dengan judul “Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Profit dan Tingkat Risiko Likuiditas Terhadap Tingkat Pertambahan Jumlah Deposito Mudharabah pada Bank Muamalat KC Jember Tahun 2020”
dapat terselesaikan dengan baik dan berjalan dengan lancar.
Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terimakasih yang sedalam- dalamnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor UIN KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan fasilitas selama berada di UIN KH Achmad Siddiq Jember.
2. Bapak Dr. Khamdan Rifa`i, SE., M.Si. sselaku Dekan Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah memberikan kesempatan peneliti untuk melaksanakan penelitian.
3. Ibu Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I., M.E.I. selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam yang telah meluangkan waktunya untuk menyetujui hasil skripsi yang telah diselesaikan.
4. Ibu Dr. Hj. Nurul Setianingrum S.E. M.M. selaku Ketua Program Studi Perbankan Syari’ah yang telah membantu mengarahkan dan membimbing peneliti dalam tahap-tahap penelitian.
iv
5. Ibu Dr. Hj. Nurul Setianingrum S,E., M.M selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, pengarahan dan nasehat demi terselesainya penyusunan skripsi ini.
6. Ibu Dr. Nikmatul Masruroh, S.H.I., M.E.I. selaku Dosen Pembimbing Akademik (DPA)/Dosen Wali yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan arahan serta nasehat demi terselesainya penyusynan skripsi ini.
7. Segenap direksi Bank Muamalat Kantot Cabang Jember dan para stafnya yang telah memberikan izin serta membantu dalam memberikan informasi untuk penyusunan skripsi ini.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya yang dapat penulis sampaikan, semoga bantuan dan do’anya yang telah diberikan dapat menjadi catatan amal kebaikan dihadapan Allah SWT. Jazakumullah khoiron jaza’. Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk perbaikan di masa mendatang.
Jember, 07 Juni 2022
Muhammad Faqih
v
DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Definisi istilah ... 10
F. Sistematika Pembahasan ... 11
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 13
A. Penelitian Terdahulu ... 13
B. Kajian Teori ... 21
C. Hipotesis ... 35
vi
BAB III METODE PENELITIAN ... 38
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 38
B. Lokasi Penelitian ... 38
C. Populasi dan Sampel ... 39
D. Teknik Pengumpulan Data ... 39
E. Metode Analisis Data ... 40
F. Tahap-Tahap Penelitian ... 45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 47
B. Analisi Data dan Pembahasan ... 56
BAB V PENUTUP ... 68
A. Kesimpulan ... 68
B. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 71
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 18 Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Mean dan Standart Deviasi dari Variable-Variabel
Penelitian ... 57 Tabel 4.2 Uji Multikolinieritas ... 59 Tabel 4.3 Hasil Uji Autokorelasi ... 60 Tabel 4.4 Hasil Regresi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Deposito
Mudharabah... 61
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Struktur ... 55
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang didirikan dengan kewewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang dan memberikan jasa pengiriman uang. Bank dalam Pasal 1 ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Di Indonesia sendiri dikenal ada dua jenis Perbankan yaitu Perbankan syariah dan Perbankan konvensional. Kedua jenis perbankan ini memiliki beberapa persamaan terutama dalam sisi teknis penerimaan uang, mekanisme transfer, teknologi yang digunakan dan syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan. Sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.
Perbankan syariah yang merupakan suatu industri keuangan juga memiliki sejumlah perbedaan mendasar dalam kegiatan utamanya dengan bank konvensional. Salah satu perbedaan utamanya adalah penentuan return yang akan diperoleh oleh depositornya. Bank syariah tidak hanya bersifat profit oriented tetapi juga mengemban misi-misi sosial. Di samping itu Bank Syariah
juga memiliki beragam produk pembiayaan yang lebih luas dibandingkan dengan bank konvensional dan dapat dipastikan bahwa usaha yang dibiayai harus berdasarkan Syari’at Islam dan tidak memiliki unsur makruh.
Di dalam sejarah perekonomian kaum muslimin sendiri pembiayaan yang dilakukan dengan akad syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Praktik-praktik seperti menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan kiriman uang telah lazim dilakukan sejak zaman Rasullulah.
Dengan demikian fungsi-fungsi utama perbankan modern, yaitu menerima deposit, menyalurkan dana melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam, bahkan sejak zaman Rasululah SAW.
Gagasan pendirian Bank syariah di Indonesia sendiri sudah muncul sejak tahun 1970-an. Namun ide tersebut bergulir lagi pada tahun 1988 pada saat terjadinya Paket Kebijakan Oktober (PAKTO) dimana pemerintah membuka liberalisasi industri perbankan. Para ulama pada saat itu berusaha untuk mendirikan bank yang bebas bunga. Perbankan syariah sendiri pertama kali muncul di Indonesia pada tanggal 1 Mei 1992 dengan didirikannya Bank Muamalat Indonesia (Musjtari & Fitriyanti, 2008: 60).
Pada tanggal 27 Oktober 1994, hanya dua tahun setelah didirikan, Bank Muamalat berhasil menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pengakuan ini semakin memperkokoh posisi Perseroan sebagai bank syariah pertama dan
3
terkemuka di Indonesia dengan beragam jasa maupun produk yang terus dikembangkan.
Saat ini Bank Mumalat memberikan layanan bagi lebih dari 2,5 juta nasabah melalui 275 gerai yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Jaringan BMI didukung pula oleh aliansi melalui lebih dari 4000 Kantor Pos Online/SOPP di seluruh Indonesia, 32.000 ATM, serta 95.000 merchant debet.
BMI saat ini juga merupakan satu-satunya bank syariah yang telah membuka cabang luar negeri, yaitu di Kuala Lumpur, Malaysia.
Untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah di Malaysia, kerjasama dijalankan dengan jaringan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga layanan BMI dapat diakses di lebih dari 2000 ATM di Malaysia.
Sebagai Bank Pertama Murni Syariah, bank muamalat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya comply terhadap syariah, namun juga kompetitif dan aksesibel bagi masyarakat hingga pelosok nusantara. Komitmen tersebut diapresiasi oleh pemerintah, media massa, lembaga nasional dan internasional serta masyarakat luas (Bank Muamalat, 2016).
Karekteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip profit memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan tersedianya berbagai macam
produk serta layanan jasa perbankan yang beragam menjadikan perbankan syariah sebagai alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Perkembangan perbankan syariah beberapa tahun terakhir ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini dilihat berdasarkan kondisi perbankan syariah di Indonesia yang terus membaik dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2016 yang mencapai 6 hingga 6,5% (www.republika.co.id). Dalam rentang lima tahun dari 2015 hingga 2020, pertumbuhan perbankan syariah lebih dari dua kali lipat. Dari segi aset, perkembangan perbankan syariah meningkat secara signifikan, dari Rp 20,880 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp 83,454 miliar pada September 2020. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 63,912 miliar dan jumlah pembiayaan sebesar Rp 60,970 miliar.
Pertumbuhan perbankan syariah ini tidak lepas dari kemampuan Bank syariah dalam membidik pasar syariah loyalis, yaitu pada konsumen yang meyakini bahwa bunga bank itu adalah haram. Namun di satu sisi bank syariah harus bersaing dengan lembaga keuangan konvensional yang lebih besar serta memiliki konsep operasional yang lebih sederhana dan masyarakat pun telah memahami dengan baik. Hal ini juga dikarenakan semua pihak yang terlibat dalam perbankan sama-sama bergerak di pasar rasional yang sensitif terhadap bunga. Dimana para depositor sendiri sangat memperhatikan return atau keuntungan yang mereka peroleh ketika menginvestasikan uangnya di bank.
5
Menurut Fatwa MUI no 1 tahun 2004, bunga merupakan tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan manfaat/hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti dimuka, dan pada umumnya berdasarkan persentase. Sedangkan riba adalah tambahan tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya yang bertentangan dengan prinsip syariah.
Tingkat bunga merupakan suatu alasan seseorang untuk menabung ataupun mendepositokan uangnya di Bank. Dengan tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung atau mendepositokan dananya.
Hal ini menunjukkan bahwa para deposan menyimpan uangnya di deposito berjangka bank konvensional dengan motif profit maximization.
Konsep mengenai bunga adalah sangat berlawanan dengan konsep yang ada pada sistem perbankan syariah dimana perbankan syariah menekankan pada profit sharing, dengan pengertian bahwa simpanan yang ditabung atau di depositokan pada bank syariah nantinya akan digunakan untuk pembiayaan ke sektor rill oleh bank syariah, kemudian hasil atau keuntungan yang didapat akan dibagi menurut nisbah yang disepakati bersama. Konsekuensi dari sistem mudharabah adalah adanya untung rugi, jika keuntungan yang didapat besar maka Profit yang didapat juga besar, tetapi jika merugi maka keduanya akan menanggung resiko atas kerugian tersebut.
Dari uraian di atas tersebut dapat dilihat bahwa penabung pada umumnya memiliki sifat profit motif yaitu dimana apabila tingkat suku bunga pada bank
konvensional lebih tinggi dari tingkat Profit maka nasabah akan lebih memilih untuk menyimpan dananya pada Bank Konvensional. Selain itu masyarakat juga merasa dengan menabung pada Bank Syariah akan memberikan jaminan suatu investasi yang halal, untuk itu nasabah lebih tertarik mendepositokan dananya pada Bank Syariah.
Masyarakat saat ini lebih memilih untuk mendepositokan uangnya dibanding dengan tabungan biasa, hal ini dikarenakan keuntungan yang didapat akan lebih besar walaupun risiko yang dihadapi cukup besar pula. Dalam penelitian ini menggunakan deposito mudharabah per bulan karena sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dimana setiap perbankan wajib untuk melaporkan dana pihak ketiganya per bulan. Untuk itu bank harus mampu mengelola dana secara optimal karena dana bank yang optimal akan memberikan ruang gerak yang cukup bagi pihak perbankan baik dalam aspek pembiayaannya maupun likuiditasnya. Banyaknya Bank Konvensional yang dilikuidasi menunjukkan bahwa resiko likuiditas sangat berperan penting bagi bank. Walaupun hal serupa belum terjadi pada bank syariah bukan berarti bank syariah tidak perlu mengelola likuiditasnya dengan sebaik mungkin.
Likuiditas perbankan syariah sebagian besar sangat tergantung pada perolehan dana pihak ketiga baik berupa investment account maupun current account yang akan disalurkan kedalam pembiayaan sesuai syariah, seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, isthisna dan ijarah yang dapat menghasilkan margin profit yang merupakan sumber profit (pendapatan) utama bank syariah. Kekurangan likuiditas akan mengakibatkan bank mengalami
7
kebangkrutan dengan cepat, sedangkan jika kelebihan likuiditas juga berbahaya yaitu probabilitas yang rendah yang berujung pada hal yang sama. Sehingga resiko likuiditas akan menjadi pertimbangan bagi deposan untuk memilih Bank mana untuk nasabah menyimpan dananya.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Profit dan Tingkat Risiko Likuiditas Terhadap Tingkat Pertambahan Jumlah Deposito Mudharabah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember”
B. Fokus Penelitian
Perumusan masalah merupakan suatu hal yang penting dalam penelitian ilmiah. Adapun rumusan masalah yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah tingkat suku bunga bank konvensional sebagai pembanding tingkat profit berpengaruh terhadap volume tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah?
2. Apakah tingkat profit berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah di Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember?
3. Apakah tingkat risiko likuiditas berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang dirumuskan sebelumnya (Hakiki, 2020: 148). Adapun tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan tingkat suku bunga bank konvensional sebagai pembanding tingkat profit berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah
2. Mendeskripsikan tingkat profit berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah di Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember.
3. Mendeskripsikan tingkat risiko likuiditas berpengaruh terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah Bank Muammalat Indonesia Kantor Cabang Jember.
D. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat teoritis dan praktis. Manfaat penelitian lebih bersifat teoritis, yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Bila peneliti kualitatif dapat menemukan teori maka akan berguna untuk menjelaskan, memprediksikan, dan mengendalikan suatu gejala (Sugiyono, 2017: 291).
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat di antaranya sebagai berikut:
9
1. Secara Teoritis
a. Diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Khususnya mengenai pengaruh tingkat suku bunga, tingkat profit dan tingkat resiko likuiditas terhadap tingkat pertumbuhan deposito mudharabah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember.
b. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terhadap pengembangan sistem pengelolaan keuangan di Bank Muamalat, dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pihak lain yang akan melakukan penelitian.
2. Secara Praktis a. Bagi peneliti
Memberikan informasi dan kontribusi yang berguna untuk pengembangan perbankan terutama dalam hal pengaruh pengaruh tingkat suku bunga, tingkat profit dan tingkat resiko likuiditas terhadap tingkat pertumbuhan deposito mudharabah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember.
b. Bagi lembaga yang menjadi objek penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi Bank Muamalat untuk mewujudkan tujuan Bank Muamalat mengayomi masyarakat kecil, utamanya dalam memberi pelayanan yang maksimal bagi nasabah produk tabungan deposito.
c. Bagi IAIN Jember
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan koleksi dan rujukan penelitian berikutnya untuk para mahasiswa.
E. Definisi istilah
Dalam memperjelas dan mempermudah pemahaman dan menghindari kesalahpahaman, maka peneliti akan menjelaskan definisi istilah yang menjadi titik perhatian peneliti dalam penelitian ini.
1. Tingkat suku bungan
Tingkat suku bunga adalah nilai, tingkat, harga atau keuntungan yang diberikan kepada investor dari penggunaan dana investasi atas dasar perhitungan nilai ekonomis dalam periode waktu tertentu. Tingkat suku bunga Bank digunakan untuk mengontrol perekonomian suatu negara (Wijaya, 2020: 87-88).
2. Tingkat profit/laba
Tingkat profit/laba adalah seluruh total pendapatan yag dikurangi dengan total biaya-biaya. Profit/Laba juga dapat dikatakan sebagai kelebihan pendapatan diatas sebagai imbalan menghasilkan barang dan jasa selama satu periode akuntansi (Susanti, 2021: 217).
3. Tingkat risiko likuiditas
Tingkat risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai risiko ketidakmampuan untuk melikuidasi secara tepat waktu dengan harga yang wajar (Anam, 2013: 3).
11
4. Mudharabah
Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak. Pihak pertama bertindak sebagai pemilik dana (shibul mal) yang menyediakan seluruh modal, dan pihak kedua sebagai pengelola usaha (mudharib), keuntangan yang didapatkan dari akad mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang diluangkan dalam kontrak dan biasanya dalam bentuk presentase nisbah (Srisusilawati & Eprianti, 2017: 18).
Pengaruh tingkat suku bunga, tingkat profit dan tingkat risiko likuiditas terhadap tingkat pertambahan jumlah deposito mudharabah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Jember yaitu adanya beberapa hal yang mempengaruhi fluktuasi, baik naik turunnya profit, suku bunga, dan resiko likuiditas yang di dapat oleh Bank Muamalat Kantor Cabang Jember melalui mekanisme tabungan mudharabah dan deposito mudharabah.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang alur pembahasan skrispsi dalam penelitian yang di mulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah bentuk deskriptif naratif, bukan seperti pada daftar isi.
BAB I Pendahuluan, merupakan dasar atau pijakan dalam penelitian yang meliputi: latar belakang, fokus masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika penulisan. Fungsi bab ini untuk memperoleh gambaran secara umum mengenai pembahasan dalam penelitian skripsi ini.
BAB II Kajian Kepustakaan, Bab ini akan memaparkan kajian pustaka terikat: Kajian terdahulu, serta literatur yang berhubungan dengan skripsi.
Penelitian terdahulu yang mencantumkan penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian di lajutkan dengan kajian teori yang menjadi pijakan dari bab yang berisikan tentang penelitian ini.
BAB III Metode Penelitian, yang membahas mengenai pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data serta tahap-tahap penelitian.
BAB IV Hasil Penelitian, pada bab ini akan dijelaskan gambaran objek penelitian, penyajian data dan analisis, pada bab ini akan dijelaskan tentang gambaran objek penelitian, penyajian data dan analisis data serta pembahasan temuan.
BAB V Penutup atau Kesimpulan dan Saran, yang di dalamnya mencakup kesimpulan dan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan saran- saran yang tentunya bersifat kontruktif.
Selanjutnya skripsi ini diakhiri dengan daftar pustaka dan beberapa lampiran-lampiran sebagai pendukung di dalamnya pemenuhan kelengkapan data penelitian.
13 BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu
Dalam penelitian atau pembuatan skripsi, terkadang ada tema yang berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti sekalipun arah tujuan yang diteliti berbeda. Meskipun ruang lingkup hampir sama, tetap karena beberapa variabel, objek, periode waktu yang digunakan dan penentuan sampel berbeda maka terdapat banyak hal yang tidak sama, sehingga dapat dijadikan sebagai referensi untuk saling melengkapi. Dari penelitian ini, penulis ingin menemukan beberapa sumber kajian lain yang telah lebih dulu membahas terkait suku bunga, Profit, dan rasio likuiditas terhadap pertambahan jumlah deposito mudharabah, diantaranya adalah sebagai berikut:
Penelitian yang dilakukan oleh Novia Anindita Kumalasari, Zulpahmi Zulpahmi, Yadi Nurhayadi (2022), Pengaruh Inflasi, Tingkat Bagi Hasil, Non Performing Financing, Dan Produk Domestik Bruto Terhadap Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia. Hasil penelitian ini secara parsial (uji t) Inflasi dan Tingkat Bagi Hasil berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabah. Sedangkan rasio Non Performing Financing (NPF) serta Produk Domestik Bruto (PDB) tidak memiliki pengaruh terhadap deposito mudharabah. Secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa Inflasi, Tingkat Bagi Hasil, Non Performing Financing (NPF), serta Produk Domestik Bruto (PDB) secara simultan memiliki pengaruh terhadap deposito mudhrabah.
Ajeng prima Mayaning Tyas (2020), Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Tingkat Suku Bunga, dan Pertumbuhan, PDB terhadap Deposito Mudhrabah Perbankan Syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam jangka pendek variabel tingkat bagi hasil berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap deposito mudharabah, sedangkan tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap deposito mudharabah, dan variabel PDB berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito mudharabah. Dalam jangka panjang variabel tingkat bagi hasil berpengaruh dan signifikan terhadap deposito mudharabah, sedangkan variabel tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap deposito mudharabah dan variabel PDB berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito mudharabah.
Siti Damaiyanti (2020), Pengaruh Tingkat Likuiditas dan Bagi Hasil terhadap Deposito Perbankan Syariah di Indonesia. Hasil penelitian yaitu:
Bagi Hasil memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Deposito pada Bank Syariah di Indonesia dengan hasil pengujian diperoleh nilai t untuk variabel bagi hasil menunjukkan nilai t =3,585> t tabel = 1,81. Hasil pengujian diperoleh nilai t untuk variabel bagi hasil menunjukkan nilai signifikansi sebesar =0,000 dan lebih kecil dari0.05. Likuiditas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Deposito pada Bank Syariah di Indonesia dengan hasil pengujian diperoleh nilai t untuk variabel Likuiditas menunjukkan nilai t
=3,872> t tabel = 1,81 dengan nilai signifikansi sebesar =0,002 dari F tabel
15
=3,30 (lihat tabel F untuk N = 30) dengan nilai probabilitas yakni sig adalah sebesar 0,000< 0,05.
Nini, Murniati & Rahmaita (2020), Pengaruh Jumlah Bagi Hasil Deposito, Likuiditas, dan Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2014-2018. Berdasarkan Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Variabel Bagi Hasil secara parsial pada nilai signifikansi 0.000 lebih kecil dari pada 0.05. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito mudharabah. (2) Variabel likuiditas secara parsial pada nilai signifikansi 0.000 lebih kecil dari pada 0.05. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito mudharabah. (3) Variabel Inflasi secara parsial pada nilai signifikansi 0.443 lebih besar dari pada 0.05. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabah.
Sandra Yusnita Devi (2020), Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Tingkat Bagi Hasil Dan Non Performing Financing Terhadap Volume Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil Pada Perbankan Syariah Di Indonesia Periode 2014-2018 Studi Kasus Bank BRI Syariah. Berdasarkan uji t dan f dapat dilihat bahwa dana pihak ketiga, tingkat bagi hasil, dan non performing financing berpengaruh signifikan secara simultan. Dan variabel yang paling dominan mempengaruhi volume pembiayaan berbasis bagi hasil yaitu non performing financing. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan
uji t ditunjukkan dengan nilai t hitung dan tabel, dana pihak ketiga sebesar - 0,139.
Shoona Kabila Mahaaba (2020), Analisis Pengaruh Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah, FDR, Suku Bunga, Inflasi, Dan PDB Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah (BPRS) Di Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bagi hasil deposito mudharabah, FDR, suku bunga, inflasi, dan PDB memiliki pengaruh berpengaruh signifikan terhadap jumlah simpanan mudharabah secara simultan. Namun secara parsial, tingkat bagi hasil sebesar deposito mudharabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah. FDR, bunga suku bunga, dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah. sedangkan PDB memiliki berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap jumlah simpanan mudharabah.
Firda Izzati Febriani (2019), Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Financing to Deposit Ratio (FDR) Dan Tingkat Inflasi Terhadap Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah (BUS) Periode 2014 – 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bagi hasil, financing to deposit ratio dan tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap jumlah penghimpunan deposito mudharabah. Variabel tingkat bagi hasil menunjukkan hubungan positif terhadap jumlah penghimpunan dana deposito mudharabah. Namun, variabel financing to deposit ratio dan tingkat inflasi mempunyai hubungan yang negatif atau lawan arah terhadap jumlah deposito mudharabah.
17
Abdaliah dan Adhisyahfitri Evalina Ikhsan (2018), Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Kantor, dan Ukuran Bank terhadap Jumlah Deposito Mudharabah pada Perbankan Syariah. Artikel ini menyimpulkan tingkat bagi hasil, tingkat suku bunga, jumlah bank dan ukuran bank secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah deposito mudharabah pada perbankan syariah. Sedangkan tingkat bagi hasil dan jumlah bank berpengaruh terhadap jumlah deposito mudharabah pada perbankan syariah.
Namun tingkat suku bunga dan ukuran bank tidak berpengaruh terhadap jumlah deposito mudharabah pada perbankan syariah.
Akhris Fuadatis Sholikha (2018), Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Bagi Hasil, Likuiditas, Inflasi, Ukuran Bank, dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto terhadap Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa tingkat suku bunga deposito, FDR, inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto tidak berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabah Bank umum Syariah Indonesia. Sedangkan tingkat bagi hasil dan ukuran Bank berpengaruh positif signifikan terhadap deposito mudharabah Bank umum Syariah Indonesia.
Maulana Islam Saputra & Wahidahwati Wahidahwati (2018), Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Likuiditas, Dan Bagi Hasil Terhadap Deposito Mudharabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Finance to Deposit Ratio berpengaruh negatif terhadap jumlah deposito Mudharabah (2) tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap jumlah deposito Mudharabah (3) tingkat bagi hasil berpengaruh positif terhadap jumlah deposito Mudharabah
(4) dan tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap jumlah deposito Mudharabah.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Persamaan Perbedaan
1 Novia Anindita Kumalasari, Zulpahmi Zulpahmi, Yadi Nurhayadi (2022)
Pengaruh Inflasi, Tingkat Bagi Hasil, Non Performing Financing, Dan Produk Domestik Bruto Terhadap Deposito
Mudharabah Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia
Variabel X:
tingkat profit Variabel Y:
Deposito Mudhrabah
- Objek Penelitian - Alat penelitian - Variabel X:
Inflasi, Non Performing Financing, dan Produk
Domestik Bruto
2 Ajeng prima Mayaning Tyas (2020)
Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Tingkat Suku Bunga, dan Pertumbuhan, PDB terhadap Deposito Mudhrabah
Perbankan Syariah di Indonesia
Variabel X:
tingkat suku bunga, profit Variabel Y:
Deposito Mudhrabah
- Objek Penelitian - Alat penelitian - Variabel X:
pertumbuhan PDB
3 Nini, Murniati &
Rahmaita (2 020)
Pengaruh Jumlah Bagi Hasil Deposito, Likuiditas, dan Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2014-2018
Variabel X:
tingkat profit, likuiditas Variabel Y:
Deposito Mudhrabah Metode penelitian
- Objek Penelitian - Variabel X:
inflasi
4 Sandra Yusnita Devi (2020)
Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Tingkat Bagi Hasil Dan Non
Performing
Financing Terhadap Volume
Pembiayaan
Berbasis Bagi Hasil
Variabel X:
tingkat profit
- Objek Penelitian - Variabel X:
Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Non Performing Financing - Variabel Y:
Volume
19
Pada Perbankan Syariah Di
Indonesia Periode 2014-2018 Studi Kasus Bank BRI Syariah
Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil
5 Shoona Kabila Mahaaba (2020)
Analisis Pengaruh Tingkat Bagi Hasil Deposito
Mudharabah, FDR, Suku Bunga, Inflasi, Dan PDB Terhadap Jumlah Deposito
Mudharabah Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah (BPRS) Di Provinsi Banten
Variabel X:
tingkat suku bunga, profit Variabel Y:
Deposito Mudhrabah
- Objek Penelitian - Alat penelitian - Variabel X:
FDR, inflasi dan PDB
6 Firda Izzati Febriani (2019)
Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Financing to Deposit Ratio (FDR) Dan Tingkat Inflasi Terhadap Deposito
Mudharabah Pada Bank Umum Syariah (BUS) Periode 2014 – 2017
Variabel X:
Tingkat profit Variabel Y:
Deposito Mudhrabah Metode penelitian
- Objek Penelitian - Variabel X:
Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Tingkat Inflasi
7 Siti
Damaiyanti (2020)
Pengaruh Tingkat Likuiditas dan Bagi Hasil terhadap Deposito
Perbankan Syariah di Indonesia
Variabel X:
tingkat
likuiditas, profit Variabel Y:
Deposito
- Objek Penelitian - Variabel X:
tingkat suku bunga - Variabel Y:
Deposito Mudharabah 8 Abdaliah
dan
Adhisyahfit ri Evalina Ikhsan (2018)
Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Kantor, dan Ukuran Bank terhadap Jumlah Deposito
Mudharabah pada
Variabel X:
tingkat suku bunga, profit Variabel Y:
Deposito Mudhrabah
- Objek Penelitian - Alat penelitian - Variabel X:
jumlah kantor dan ukuran bank
Perbankan Syariah 9 Akhris
Fuadatis Sholikha (2018)
Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Bagi Hasil, Likuiditas, Inflasi, Ukuran Bank, dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto terhadap Deposito
Mudharabah Bank Umum Syariah di Indonesia
Variabel X:
tingkat suku bunga, profit, likuiditas Variabel Y:
Deposito Mudhrabah Metode penelitian
- Objek Penelitian - Variabel X:
inflasi, ukuran bank dan pertumbuhan produk domestik bruto
10 Maulana Islam Saputra &
Wahidahwa ti
Wahidahwa ti (2018)
Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Likuiditas, Dan Bagi Hasil
Terhadap Deposito Mudharabah
Variabel X:
suku bunga, likuiditas & bagi hasil
Variabel Y:
Deposito Mudhrabah
- Objek Penelitian Variabel X:inflasi
Sumber: Diolah oleh peneliti (2022)
Penelitian sekarang ini berusaha untuk menggabungkan antara variabel tingkat suku bunga, profit dan likuiditas apakah akan berpengaruh terhadap tingkat pertambahan deposito mudharabah. Dalam penelitian ini alasan memilih ketiga variabel tersebut sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi Deposito Mudharabah karena dengan hasil pengujian tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi pihak Bank Muammalat Indonesia dalam memberikan gambaran mengenai hal-hal yang mempengaruhi dalam peningkatan volume deposito mudharabah dengan demikian dapat meningkatkan deposito mudharabah pada Bank Muammalat Indonesia sehingga kegiatan operasional bank dapat berjalan lancar dengan meningkatnya dana pihak ketiga ini.
21
B. Kajian Teori 1. Bank Syariah
Bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah (Pradesyah, 2017: 97). Secara umum pengertian Bank menurut para ahli perbankan di negara-negara maju yaitu perbankan merupakan institusi keuangan yang berorientasi untuk mendapatkan laba. Dalam memperoleh laba tersebut bank melaksanakan fungsi intermediasi, karena bank diizinkan untuk mengumpulkan dana dalam bentuk deposito. Sedangkan pengertian Bank syariah itu sendiri menurut filosofis merupakan lembaga keuangan yang melakukan aktivitasnya dengan meninggalkan masalah riba. Sehingga penghindaran bunga yang dianggap mengandung riba merupakan suatu tantangan yang sangat besar yang dihadapi di dunia Islam pada saat ini.
Dengan demikian bank syariah atau biasa disebut dengan bank tanpa bunga merupakan lembaga keuangan yang kegiatan operasionalnya dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW (Neldawaty, 2018: 63).
a. Konsep Operasional Bank Syariah
Dalam penghimpunan dana bank syariah menggunakan dua prinsip yaitu prinsip wadiah yad damanah yang diaplikasikan pada giro wadiah dan tabungan wadiah dan prinsip mudharabah mutlaqah yang diaplikasikan pada deposito mudharabah dan tabungan mudharabah selain itu bank syariah juga memiliki sumber dana lain yang berasal dari modal sendiri.
Semua penghimpunan dana tersebut atau sumber dana tersebut dicampur menjadi satu dalam bentuk pooling dana. Dalam penghimpunan dana ini bank syariah berperan sebagai manager investasi dari pemilik dana yang dihimpun untuk memperoleh pendapatan atau untuk mendapatkan Profit usaha. Setelah itu dari dana yang dihimpun tersebut disalurkan dengan menggunakan prinsip Profit yang meliputi mudharabah dan musyarakah, prinsip jual-beli yang berupa salam, isthisna, murabahah, dan yang ketiga adalah dengan prinsip sewa yaitu ijarah. Oleh karena itu dana bank syariah dicampur menjadi satu dalam bentuk pooling dana maka dalam penyaluran tersebut tidak diketahui dengan jelas sumber dananya dari prinsip penghimpunan dana yang mana dari prinsip wadiah, mudharabah, atau modal lainnya.
Dari penyaluran dana tersebut akan diperoleh pendapatan yaitu dalam prinsip jual beli disebut dengan margin atau keuntungan dan prinsip Profit akan menghasilkan Profit usaha serta dalam prinsip sewa akan memperoleh upah. Pendapatan dari penyaluran ini disebut dengan
23
pendapatan operasi utama yang merupakan pendapatan yang akan dibagihasilkan, pendapatan yang merupakan unsur perhitungan distribusi Profit usaha (profit distribution).
Dari pendapatan inilah yang akan dibagihasilkan antara pemilik dana dan pengelola dana, secara prinsip pendapatan yang akan dibagihasilkan antara pemilik dana dan pengelola dana adalah pendapatan dari penyaluran dana yang sumber dananya berasal dari mudharabah mutlaqah. Perhitungan profit usaha ini dilakukan oleh mudharib karena mudharib diberikan kekuasaan dalam menghitung profit usaha tanpa campur tangan dari shahibul mall.
Pendapatan syariah tidak hanya dari dana mudharabah tetapi ada pendapatan lain yang menjadi hak sepenuhnya bank syariah dimana pendapatan tersebut tidak dibagihasilkan antara pemilik dan pengelola dana, pendapatan tersebut dapat berupa fee base income dan jasa lainnya yang diberikan oleh bank syariah. Di samping itu pendapatan yang menjadi milik bank syariah sepenuhnya adalah pendapatan dari mudharabah muqayyadah dimana bank syariah bertindak sebagai agen.
b. Fungsi dan Peran Bank Syariah
Dalam sistem perbankan konvensional, bank selain berperan sebagai jembatan antara pemilik dana dan dunia usaha, juga masih menjadi penyekat antara keduanya karena tidak adanya transferability risk dan return. Namun tidak demikian halnya dengan sistem perbankan syariah, dimana pada perbankan syariah, bank menjadi manajer investasi,
wakil, atau pemegang amanat (custodian) dari pemilik dana atas investasi di sektor rill. Dengan demikian seluruh keberhasilan dan resiko dunia usaha atau pertumbuhan ekonom secara langsung didistribusikan kepada pemilik dana sehingga menciptakan suasana harmoni (Lahilote, 2016: 2).
Fungsi dan peran perbankan syariah dijabarkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for islamic financial institutions) adalah sebagai berikut:
1) Manajer investasi, yaitu Bank Syariah dapat mengelola investasi dana nasabah
2) Investor, yaitu Bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimiliki maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya
3) Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran, Bank Syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya
4) Pelaksanaan kegiatan sosial, sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah, Bank syariah juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun, mengadministrasikan, mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya.
c. Tujuan Bank Syariah
Bank syariah mempunyai beberapa tujuan di antaranya sebagai berikut (Sudarsono, 2003: 39-40):
1) Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara islam, khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan,
25
agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha/
perdagangan lain yang mengandung unsur gharar, dimana jenis-jenis usaha-usaha tersebut selain dilarang dalam islam, juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat 2) Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan
meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi, agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemiliki modal dengan pihak yang membutuhkan dana
3) Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. Dengan aktivitas bank syariah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi diakibatkan adanya inflasi, menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan.
4) Untuk menyelamatkan ketergantungan ummat Islam terhadap bank non-syariah.
2. Mudharabah
Mudharabah berasal dari kata adhdharbu fil ardhi, yaitu berpergian untuk urusan dagang. Firman Allah dalam surat 73 ayat 20, “mereka berpergian dimuka bumi mencari karunia Allah”. Disebut juga qiradh yang berasal dari kata al qardhu yang berarti al qath’u (potongan) karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan.
Secara teknis mudharabah merupakan akad penyerahan modal dalam jumlah, jenis dan karakter tertentu dari seorang pemilik modal (shahibul
maal) kepada pengelola (mudharib) untuk dipergunakan sebagai sebuah usaha dengan ketentuan jika usaha tersebut mendapatkan keuntungan maka keuntungannya akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan, tetapi jika usaha tersebut menghasilkan kerugian maka akan ditanggung oleh pemilik modal dimana hal ini apabila kerugian bukan disebabkan karena kelalaian pengelola. Apabila kerugian diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
Dasar Mudharabah adalah kepercayaan murni, sehingga dalam rangka pengelolaan dana oleh mudharib, shahibul maal tidak diperkenankan melakukan intervensi dalam bentuk apapun selain hak melakukan pengawasan untuk menghindari pemanfaatan dana diluar rencana yang disepakati.
Praktik mudharabah dalam Bank syariah dibedakan menjadi:
(Hermansyah, 2018: 55-56)
1) Mudharabah sebagai sebuah sistem, adalah bahwa mudharabah menjadi pedoman umum bagi bank dalam melakukan berbagai transaksi produk perbankan. Dengan sistem ini bank akan membagi keuntungan dengan para pengguna jasanya dan para investornya. Pada posisi ini mudharabah secara tepat dapat dipahami sebagai pengganti dari sistem bunga.
2) Mudharabah sebagai sebuah produk, diterapkan dalam sebuah jenis-jenis pelayanan yang disediakan oleh bank untuk para nasabahnya. Dalam kerangka ini mudharabah dibedakan menjadi dua yaitu mudharabah yang
27
bersifat tabungan/deposito atau penghimpunan dana dan mudharabah yang bersifat pembiayaan.
a. Deposito Mudharabah
Deposito dengan prinsip mudharabah adalah jenis investasi pada Bank dalam mata uang rupiah dan valuta asing yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo deposito (sesuai jangka waktunya). Jenis deposito berjangka ada dua yaitu: (1) deposito berjangka biasa yang berakhir pada jangka waktu yang diperjanjikan, perpanjangan hanya dapat dilakukan setelah ada permohonan baru/pemberitahuan dari penyimpanan, (2) deposito berjangka otomatis, dimana pada saat jatuh tempo secara otomatis akan diperpanjang untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan dari penyimpan.
Deposito ini menggunakan prinsip mudharabah yaitu suatu pengkongsian antara dua pihak dengan pihak pertama selaku pemilik dana (shahibul maal) menyediakan dana, dana pihak kedua selaku pengelola dana (mudharib) bertanggungjawab atas pengelolaan dana.
Dengan demikian pihak bank/mudharib akan memberitahukan kepada pihak investor/shahibul maal mengenai nisbah/ratio dan tata cara pemberian keuntungan dan/atau perhitungan pembagian keuntungan serta resiko yang dapat timbul dari investasi yang dimaksud dan apabila telah mencapai kata sepakat, maka hal tersebut dicantumkan dalam akad.
Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI menyatakan bahwa
ketentuan umum deposito mudharabah adalah: (Al Farizi & Riduwan, 2016: 4)
1) Dalam transaksinya nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana
2) Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk didalamnya mudharabah dengan pihak lain
3) Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya dalam bentuk tunai dan piutang
4) Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening
5) Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya
6) Bank tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan
3. Tingkat Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan manajemen bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi kewajibannya setiap saat. Dalam kewajiban tersebut termasuk penarikan yang tidak dapat diduga seperti commitment loan maupun penarikan-penarikan tidak terduga lainnya. Suatu bank dikatakan likuid apabila bank yang bersangkutan dapat membayar
29
kewajiban hutang-hutang nya, dapat membayar kembali semua deposannya serta dapat memenuhi semua permintaan pembiayaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan.
Pentingnya bank mengelola likuiditas secara baik, terutama ditujukan untuk memperkecil resiko likuiditas yang disebabkan oleh adanya kekurangan dana sehingga dalam memenuhi kewajibannya, bank terpaksa harus mencari dana dengan tingkat Profit yang lebih tinggi dari tingkat Profit pasar atau bank terpaksa menjual assetnya dengan resiko rugi yang cukup besar (Rivai, 2010: 866).
a. Likuiditas Bank Syariah
Masalah pengelolaan likuiditas adalah masalah yang penting dalam hal operasional bank sehari-hari. Kelebihan likuiditas akan mengakibatkan bank mengorbankan profitabilitasnya. Sementara kekurangan likuiditas akan mengakibatkan kerugian bagi bank karena tidak dapat memahami kewajiban yang harus segera dipenuhinya sehingga akan menyulitkan bank itu sendiri.
Dalam mengelola likuiditas, selalu akan terjadi benturan kepentingan antara keputusan untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan pendapatan. Upaya menjaga likuiditas bank berarti sebagai proses pengendalian alat-alat likuid yang mudah difungsikan guna memenuhi semua kewajiban bank yang harus segera dibayar seperti:
rekening wesel, wesel-wesel (transfer) jatuh tempo, deposito berjangka jatuh tempo, tabungan, dan kewajiban-kewajiban yang segera harus
dibayar. Mempertahankan likuiditas yang tinggi akan memperlancar customer relationship tetapi profitabilitas/imbal hasil akan menurun karena banyaknya dana yang menganggur. Di lain pihak likuiditas yang rendah menggambarkan kurang baiknya posisi likuiditas suatu bank.
Pada dasarnya keberhasilan bank dalam menjaga likuiditas, dapat diketahui dari: (Rivai, 2010: 570)
1) Kemampuan dalam memprediksi kebutuhan dana di waktu yang akan datang
2) Kemampuan untuk memenuhi permintaan akan “cash” dengan menukarkan harta lancarnya, atau
3) Kemampuan memperoleh “cash” secara mudah dengan biaya yang sedikit
4) Kemampuan pendataan pergerakan cash in dan cash out dana (cash flow)
5) Kemampuan untuk memenuhi kewajibannya tanpa harus mencairkan aktiva tetap apapun ke dalam cash
Dalam kondisi krisis, beberapa perbankan telah tersingkir. Dengan kondisi tersebut, perbankan sangat takut untuk menyalurkan kredit, sehingga proporsi Loan to Deposit Ratio (LDR) atau dalam perbankan syariah disebut sebagai Financing to Deposit Ratio (FDR) menurun cukup drastis. Sesuai fungsi dana pihak ketiga yang vital dengan digunakannya untuk sumber profit dan penutup laba opersional, maka hal ini seharusnya juga mendorong bank syariah sebagai salah satu bentuk
31
lembaga perbankan agar memperbaiki manajemennya untuk terus meningkatkan dana pihak ketiga. Hal ini dikarenakan perubahan yang sedikit saja pada dana pihak ketiga (DPK) maka akan mempengaruhi kinerja dan performa dari bank. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga ini diperoleh dari tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, giro, dan kewajiban jangka pendek lainnya (Somantri & Sukmana, 2019:
64).
Salah satu ukuran untuk menghitung likuiditas bank adalah dengan menggunakan Loan To Deposit ratio (LDR). LDR yaitu seberapa besar dana bank dilepaskan sebagai perkreditan. Dalam dunia perbankan syariah tidak dikenal istilah kredit (loan) dalam penyaluran dana yang dihimpunnya. Oleh karena itu aktifitas penyaluran dana yang dilakukan bank syariah lebih mengarah kepada pembiayaan (financing). Hutang merupakan sesuatu yang harus dihindari dalam perbankan syariah.
Rumus perhitungan likuiditas ini dikonversi karena masih dalam terminologi yang sama yaitu fungsi intermediasi perbankan, terutama dalam aspek penyaluran dana yang telah dihimpunnya untuk mendapat gain profit. Rumus LDR ke dalam dunia syariah menjadi (FDR) financing to deposit ratio (Rivai, 2010: 237). Sehingga FDR dapat dirumuskan dengan:
4. Tingkat Suku Bunga
Tingkat suku bunga adalah harga dari penggunaan dana investasi (loanable funds). Tingkat suku bunga merupakan salah satu indikator dalam menentukan apakah seseorang akan melakukan invesatasi atau menabung (Boediono, 2014: 76)
Suku bunga adalah harga dana yang dapat dipinjamkan besarnya ditentukan oleh preferensi dan sumber pinjaman berbagai pelaku ekonomi di pasar. Suku bunga tidak hanya dipengaruhi perubahan preferensi para pelaku ekonomi dalam hal pinjaman dan pemberian pinjaman tetapi dipengaruhi perubahan daya beli uang, suku bunga pasar atau suku bunga yang berlaku berubah dari waktu ke waktu. Tidak jarang bank-bank menetapkan suku bunga terselubung, yaitu suku bunga simpanan yang diberikan lebih tinggi dari yang di informasikan secara resmi melalui media massa dengan harapan tingkat suku bunga yang dinaikkan akan menyebabkan jumlah uang yang beredar akan berkurang karena orang lebih senang menabung daripada memutarkan uangnya pada sektor-sektor pro duktif atau menyimpannya dalam bentuk kas dirumah. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga terlalu rendah, jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah karena orang akan lebih senang memutarkan uangnya pada sektor-sektor yang dinilai produktif. Suku bunga yang tinggi akan mendorong investor untuk menanamkan dananya di bank daripada menginvestasikannya pada sektor produksi atau industri yang memiliki
33
tingkat risiko lebih besar. Sehingga dengan demikian, tingkat inflasi dapat dikendalikan melalui kebijakan tingkat suku bunga.
5. Tingkat Profit
Profit/laba merupakan salah satu tujuan utama perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Laba yang diperoleh perusahaan akan digunakan untuk berbagai kepentingan, laba akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan perusahaan tersebut atas jasa yang diperolehnya. Menurut Nafarin (2007: 788) profit/laba adalah “Perbedaan antara pendapatan dengan keseimbangan biaya-biaya dan pengeluaran untuk periode tertentu”.
Sedangkan menurut Supomo adalah “Profit/Laba merupakan pusat pertanggungjawaban yang masukan dan keluarannya diukur dengan menghitung selisih antara pendapatan dan biaya” (Halim & Supono, 2005:139).
Berdasarkan hasil pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa profit/laba merupakan seluruh total pendapatan yag dikurangi dengan total biaya-biaya. Profit/Laba juga dapat dikatakan sebagai kelebihan pendapatan diatas sebagai imbalan menghasilkan barang dan jasa selama satu periode akuntansi.
Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu (Siregar, 2013: 23). Biaya menurut fungsinya dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Biaya produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja.
b. Biaya pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk baik yang terjadi didalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Biaya ini meliputi biaya untuk melaksanakan fungsi penjualan, penggudangan produk jadi, pengemasan serta pengiriman dan advertensi atau iklan.
c. Biaya administrasi dan umum. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Biaya ini meliputi biaya gaji karyawan.
Dalam kegiatan perusahaan, keuntungan ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Apabila hasil penjualan yang diperoleh dikurangi dengan biaya- biaya tersebut niilainya adalah positif maka diperolehlah keuntungan (Sukirno, 2013: 383).
Tujuan akhir dari perusahaan adalah laba atau keuntungan dan tingkat keuntungan yang berhasil diraih biasa dijadikan ukuran keberhasilan perusahaan. Keuntungan yang besar dapat merangsang pemilik modal (investor) untuk memperbesar investasinya. Melalui keuntungan itu, pengelola dapat melakukan penyempurnaan mutu, pengembangan tekhnologi, dan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, serta dapat memperluas usaha dan menambah jumlah produksi. Itu berakibat konsumen
35
memperoleh jaminan mutu, jumlah, dan harga yang memuaskan. Selain itu, laba yang memadai ditunjang dengan kemampuan menyesuaikan perkembangan masyarakat, konsumen, tekhnologi, dan situasi di sekitarnya, maka situasi perusahaan dapat terus maju dan abadi (langgeng) (Jati &
Priyambodo, 2015: 343).
Salah satunya ukuran dari keberhasilan suatu perusahaan adalah mencari perolehan laba, karena laba pada dasarnya hanya sebagai ukuran efisiensi suatu perusahaan. Jenis-jenis laba / profit adalah sebagai berikut (Kasmir, 2011: 303):
a. Laba kotor (gross profit) artinya laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan. Artinya laba keseluruhan yang pertama sekali perusahaan peroleh.
b. Laba bersih (net profit) merupakan laba yang telah dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah peneliti, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta fakta empiris yang di peroleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik (Sugiyono, 2017: 64).
1. Tingkat Suku Bunga Bank
Apabila suku bunga deposito konvensional naik, maka deposito Mudharabah akan mengalami penurunan karena masyarakat akan cenderung menyimpan dananya di bank konvensional. Begitu pula sebaliknya apabila tingkat suku bunga bank konvensional mengalami penurunan maka nasabah cenderung akan menyimpan dananya pada bank syariah, hal ini dikarenakan nasabah memiliki sifat profit oriented. Dengan kata lain tingkat suku bunga bank konvensional berpengaruh negatif dengan volume deposito mudharabah. Dengan demikian, hipotesis yang diuji adalah:
H1: tingkat suku bunga bank konvensional berpengaruh negatif terhadap Pertambahan deposito mudharabah Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember
2. Tingkat Profit
Penelitian yang dilakukan oleh Assriwijaya (2007), dimana pada penelitiannya meneliti mengenai pengaruh tingkat suku bunga dan bagi hasil terhadap deposito mudharabah, dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa tingkat bagi hasil berpengaruh positif terhadap peningkatan volume deposito mudharabah pada Bank Syariah. Dengan demikian hipotesis yang diuji adalah.
H2: tingkat bagi hasil berpengaruh positif terhadap Pertambahan deposito mudharabah pada Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember
37
3. Tingkat Risiko Likuiditas
Penelitian yang dilakukan oleh Nasution (2003) menyatakan bahwa manajemen kredit bank syariah akan mempengaruhi likuiditas bank itu sendiri dan akhirnya akan mempengaruhi penghimpunan dana dari pihak ketiga. Likuiditas ini akan diproksikan dengan Finance to Deposit ratio (FDR). Rasio ini menunjukkan seberapa besar kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin rendah pula kemampuan likuiditas bank tersebut jika ada deposan menarik dananya sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar. Hal ini akan turut mempengaruhi deposan dalam memilih dimana akan menghimpun dananya.
Dengan demikian uji hipotesis untuk variabel ini adalah:
H3: Tingkat risiko likuiditas berpengaruh negatif terhadap Pertambahan volume deposito mudharabah pada Bank Muammalat Indonesia Cabang Jember
38
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dilihat dari jenisnya, penelitian ini menggunakan penelitian jenis desktriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, jadi ia juga menyajikan data, menganalisis dan menginterprestasi (Narbuko & Achmadi, 2013: 44).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang datanya dinyatakan dalam angka dan dianalisis dengan teknik statistik (Sangadji & Sopiah, 2010:
26).
B. Lokasi Penelitian
Tempat penelitian merupakan lokasi yang menjadi tempat kegiatan penelitian untuk mendapatkan dan mengumpulkan berbagai data-data yang mendukung terhadap proses penelitian. Pada penelitian ini tempat penelitian ditetapkan di Kantor PT Bank Muamalat Kantor Cabang Jember yang terletak di Jl. PB Sudirman No.46, Jemberlor, Kec. Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68118
Alasan peneliti memilih lokasi penelitian di PT Bank Muamalat Cabang Jember. Karena lembaga tersebut merupakan salah satu lembaga keuangan syariah bank yang memiliki perkembangan yang pesat dengan pangsa pasar menengah kebawah, dan juga memiliki area kerja yang sangat luas, selain itu