• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI (1)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SBI, HARGA MINYAK DUNIA, PBV, DER DAN NPM TERHADAP RETURN SAHAM PADA

PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2013

Nuri Andini

([email protected])

Alumni STIE Harapan Medan T.A 2014/2015

ABSTRACT

This research aim is to examine the effect of SBI interest rate, world oil prices, PBV, DER and NPM to stock return in textile and garment companies listed in BEI for periode 2011-2013. Independent variables in this research are SBI interest rate, world oil prices, PBV, DER and NPM. While Dependent variable is stock return.

Samples of research consist of 15 companies. Data analysis using multiple regression analysis. Partially, this research shows that SBI interest rate, DER a nd NPM have positive impact not significant and price to book value has negative impact not significant. World Oil prices has negative impact significant to return of textile and garment stock. Simultaneously, have significant influence to return of textile and garment stock.

Keyword: SBI interest rates, World Oil prices, Price to Book value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER) and Net Profit Margin (NPM)

PENDAHULUAN

Sumber dana jangka panjang sangat bermanfaat untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Melalui pasar modal, pembentukan modal dan akumulasi dana yang diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyerahan dana guna menunjang pembiayaan pembangunan nasional (Asrori dan Widiarti, 2002). Berinvestasi di pasar modal tidak saja memerlukan pemikiran yang rumit dan informasi yang kompleks, namun juga menghadapi resiko yang besar. Oleh karena itu pemodal berharap dengan membeli saham, mereka dapat menerima dividen setiap tahunnya dan mendapat capital gain pada saat menjual kembali sahamnya.

(2)

2

investor akan mengalami penurunan keuntungan dari selisih harga tersebut (Tandelilin, 2001).

KAJIAN PUSTAKA

Return Saham

Return adalah laba atas suatu investasi yang biasanya dinyatakan sebagai tarif persentase tahunan. Return saham merupakan tingkat keuntungan yang akan diperoleh oleh investor yang menanamkan dananya di pasar modal. Return saham ini dapat dijadikan sebagai indikator dari kegiatan perdagangan di pasar modal (Savitri, 2012).

Jogiyanto (2000) menyatakan bahwa return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi di masa mendatang.

Tingkat Suku Bunga SBI

Maryanne dalam Jatirosa (2014) mengemukakan bahwa tingkat suku bunga SBI menyatakan tingkat pembayaran atas pinjaman atau investasi lain, di atas perjanjian pembayaran kembali, yang dinyatakan dalam persentase yang ditetapkan Bank Indonesia dengan mengeluarkan Sertifikat Bank Indonesia.

Meningkatnya tingkat bunga akan meningkatkan harga capital sehingga memperbesar biaya perusahaan, sehingga terjadi perpindahan investasi dari saham ke deposito atau fixed investasi lainnya, tingkat bunga yang tinggi adalah signal negatif bagi harga saham. Kenaikan dan penurunan harga saham akan mencerminkan seberapa besar return yang akan diperoleh investor.

Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia diukur dengan harga spot pasar minyak dunia, umumnya harga minyak dunia yang digunakan sebagai harga standar dunia adalah West Texas Intermediate (WTI). West Texas Intermediate (WTI) merupakan minyak mentah yang memiliki kualitas tinggi.

Meningkatnya harga minyak dunia secara tidak langsung diikuti kenaikan harga barang-barang hasil produksi tekstil dan garmen. Kenaikan harga hasil produksi tekstil dan garmen tersebut meningkatkan pendapatan perusahaan. Peningkatan pendapatan pada perusahaan dapat menggerakkan harga saham lewat sentimen positif investor. Sehingga indeks harga saham sektor tekstil dan garmen ikut meningkat dan menyebabkan meningkatnya return yang akan diperoleh investor.

Price To Book Value (PBV)

(3)

3

menunjukkan semakin berhasil perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang saham (Ang dalam Nathaniel, 2008).

Nilai pasar adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditenukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa. Semakin kecil PBV maka harga dari suatu saham dianggap semakin murah (Budileksmana dan Gunawan dalam Nathaniel, 2008).

Debt To Equity Ratio (DER)

Darsono dalam Putri (2012) menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan persentase penyedia dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio, semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya.

Semakin tinggi DER menunjukkan semakin besar total hutang terhadap total ekuitas, juga akan menunjukkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar (kreditur) sehingga tingkat resiko perusahaan semakin besar. Hal ini akan berdampak pada menurunnya harga saham di bursa, sehingga return saham akan menurun.

Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin (NPM) merupakan rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasional pokok perusahaan. Net Proft Margin (NPM) berfungsi untuk mengukur tingkat kembalian keuntungan bersih terhadap penjualan bersihnya.

NPM menunjukkan perbandingan antara laba bersih dengan penjualan (Hanafi & Halim dalam Putri, 2012). Rasio ini digunakan untuk menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan yang bersangkutan dalam menghasilkan laba bersih ditinjau dari sudut total penjualannya.

NPM dapat menggambarkan kinerja perusahaan, sehingga apabila NPM meningkat maka keuntungan yang diperoleh pemegang saham akan meningkat pula. Dengan demikian, apabila NPM meningkat juga akan berpengaruh terhadap meningkatnya return saham.

Hipotesis

Berdasarkan uraian dan penelitian terdahulu, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai berikut :

(4)

4

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini berupa penelitian kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2012: 12). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Peneliti memperoleh data perusahaan melalui situs http//www.idx.co.id, untuk variabel suku bunga SBI diperoleh melalui situs http//www.bi.go.id dan data untuk variabel harga minyak dunia diperoleh melalui situs useconomy.about.com. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 yaitu berjumlah 20 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu, terutama pertimbangan yang diberikan oleh sekelompok pakar atau expert (Sanusi, 2012). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: (a) Perusahaan tekstil dan garmen yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2011-2013. (b) Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan periodik yang telah diaudit selama periode pengamatan dari tahun 2011-2013 dengan lengkap.

Sesuai dengan jenis data yang diperlukan yaitu data sekunder dan teknik sampling yang digunakan, maka pengumpulan data didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia melalui www.idx.co.id, tingkat suku bunga SBI yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia melalui www.bi.go.id dan harga minyak dunia yang diperoleh melalui useconomy.about.com. analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS dengan metode analisis statistik. Penelitian ini juga melakukan analisis deskriptif, pengujian asumsi klasik yaitu normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi dilanjutkan dengan analisis regresi dan pengujian hipotesis.

Analisis regresi berganda adalah teknik statistik melalui koefisien parameter untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut:

Y = α + β1х1 + β2х2+ β3x3+ β4x4+ β5x5+ е Di mana:

Y = Return saham α = Konstanta e = Eror

β1- β5 = Koefisien regresi

(5)

5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa variabel tingkat suku bunga SBI memiliki nilai rata-rata sebesar 6,2767 dengan standar deviasi sebesar 0,36466. Variabel harga minyak dunia memiliki nilai rata-rata sebesar 95,6133 dengan standar deviasi sebesar 1,67771. Variabel price to book value ratio memiliki nilai rata-rata sebesar 29,1978 dengan standar deviasi sebesar 93,04200. Variabel debt to equity ratio memiliki rata-rata sebesar 1,0127 dengan standar deviasi sebesar 8,24090. Variabel net profit margin memiliki nilai rata-rata sebesar -0,4804 dengan standar deviasi sebesar 7,50232. Variabel return saham memiliki nilai rata-rata sebesar 0,0447 dengan standar deviasi sebesar 1,13600.

Untuk menentukan data terdistribusi dengan normal, nilai signifikansi harus di atas 0,05 atau 5%. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,071 lebih besar dari 0,05 yang berarti data terdistribusi secara normal. Sedangkan hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian ini mempunyai nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik Scatterplots menunjukkan bahwa titik-titik tersebar di atas dan di bawah angka nol. Titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan melihat tabel Durbin Watson, menunjukkan nilai Durbin Watson (d) sebesar 2,027 lebih besar dari batas atas (du) 1,776 dan kurang dari 4 -1,776 (4-du), maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi autokorelasi.

Persamaan korelasi dari penelitian ini yang dapat disusun dalam persamaan matematis sebagai berikut:

Return Saham = 24,065 + 0,884tingkat suku bunga SBI – 0,309 harga minyak

dunia + 0,000 PBV + 0,013 DER + 0,040 NPM + e

(6)

6

memiliki nilai koefisien sebesar 0,040. Hal ini menggambarkan bahwa jika variabel net profit margin naik satu satuan, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan return saham sebesar 0,040 (4%).

Dari hasil perhitungan uji secara parsial untuk variabel tingkat suku bunga SBI (X1) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,125 dan nilai koefisien sebesar 1,570, maka hipotesis ditolak berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel tingkat suku bunga SBI terhadap return saham. Akan tetapi ada hubungan positif antara tingkat suku bunga SBI dengan return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Aziz (2012) yang menyatakan bahwa variabel tingkat suku bunga SBI memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi perubahan tingkat suku bunga SBI tidak berpengaruh pada keputusan atas harga saham sektor tekstil dan garmen. Hal ini mungkin dikarenakan perusahaan saham sektor tekstil dan garmen termasuk saham defensif, yaitu saham yang cenderung lebih stabil dalam masa perekonomian yang tidak menentu.

Dari hasil perhitungan uji secara parsial harga minyak dunia (X2) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,013 dan nilai koefisien sebesar -2,613, maka hipotesis diterima berarti terdapat pengaruh signifikan antara variabel harga minyak dunia terhadap return saham. Akan tetapi ada hubungan negatif antara harga minyak dunia dengan return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Park & Ratti (2012) yang menyatakan bahwa variabel harga minyak dunia memiliki pengaruh positif terhadap return saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga minyak dunia merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi pada saham sektor tekstil dan garmen, karena harga minyak dunia yang meningkat akan mengakibatkan harga pokok produksi ikut meningkat. Peningkatan harga pokok produksi tersebut akan menurunkan laba perusahaan, sehingga mempengaruhi investor atau calon investor untuk menanamkan modalnya kembali di perusahaan tersebut. Hanya saja harga minyak dunia berpengaruh negatif signifikan bukan positif signifikan seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Park & Ratti (2012) yang menyatakan bahwa meningkatnya harga minyak maka akan mengakibatkan harga saham menurun dan sebaliknya. Harga saham yang turun ini akan menyebabkan return saham ikut menurun.

(7)

7

dilakukan oleh Padan (2012) yang menyatakan bahwa variabel price to book value memiliki pengaruh positif signifikan.

Dari hasil perhitungan uji secara parsial debt to equity ratio (X4) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,509 dan nilai koefisien sebesar 0,667, maka hipotesis ditolak berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel debt to equity ratio terhadap return saham, mungkin disebabkan oleh banyaknya variabel-variabel lain yang mempengaruhi return saham. Akan tetapi ada hubungan positif antara debt to equity ratio dengan return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hartati (2010) yang menyatakan bahwa variabel debt to equity ratio memiliki pengaruh positif signifikan.

Dari hasil perhitungan uji secara parsial net profit margin (X5) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,083 dan nilai koefisien sebesar 1,780, maka hipotesis ditolak berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel net profit margin terhadap return saham. Hal ini disebabkan perusahaan tidak mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan untuk mempengaruhi investor maupun calon investor untuk melakukan investasi. Walaupun nilai net profit margin yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengahasilkan laba bersih dengan persentase yang tinggi dalam pendapatan operasional, tetapi hal ini belum tentu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai net profit margin tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Akan tetapi ada hubungan positif antara net profit margin dengan return saham. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2012) yang menyatakan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Berdasarkan hasil uji penagruh secara simultan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,036 lebih kecil dari 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 2,664 yang lebih besar dari Ftabel sebesar 2,46 yang berarti bahwa variabel tingkat suku bunga SBI, harga minyak dunia, PBV, DER dan NPM secara bersamaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham.

Hasil uji determinasi menunjukkan koefisien nilai dari R2 sebesar 25,5%, variasi variabel return saham dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen dan sisanya sebesar 74,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model.

KESIMPULAN

(8)

8

Secara parsial, tingkat suku bunga SBI tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Harga minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap return saham. Price to Book Value (PBV) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Secara simultan tingkat suku bunga SBI, harga minyak dunia, PBV, DER dan NPM secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Hal ini terlihat dari koefisien regresi sebesar 2,664 dengan tingkat

signifikansi sebesar 0,036. Hal ini menunjukkan bahwa harga minyak dunia berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI. Meningkatnya harga minyak dunia maka akan berdampak pada menurunnya return saham pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI.

DAFTAR PUSTAKA

Asrori., Widiarti, A. (2002). Pengaruh Aktiva Dan Hutang Terhadap Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan Tekstil Dan Garmen Go Public Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen. Vol.11. No.2.

Aziz, N.S. (2012). Pengaruh Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Tingkat Suku Bunga Dan Tingkat Inflasi Terhadap Return Saham Sektor Perbankan Di Bursa Efek Indonesia. Makasar: Universitas Hasanuddin. Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

Semarang: Universitas Diponegoro.

Gunawan, T. (2012). Pengaruh Rasio Camel, Inflasi Dan Nilai Tukar Uang Terhadap Return Saham (Studi Empiris: Bank Yang Terdaftar Di BEI). Semarang: Universitas Diponegoro.

Hartati. (2010). Pengaruh Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Hermawan, D.A. (2012). Pengaruh Debt To Equity Ratio, Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Return Saham,. Management Analysis Journal. Vol 1. No 5. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Jatirosa, S.A. (2014). Analisis Pengaruh Harga Minyak Dunia, Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, Kurs Rupiah/US$ Terhadap Return Saham Sektor Pertambangan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia. Semarang: Universitas Diponegoro.

Jogiyanto, H.M. (2000). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.

(9)

9

Munawir. (2001). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Liberty.

Nathaniel, N. (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham (Studi Pada Saham-Saham Real Estate And Property Di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2006). Semarang: Universitas Diponegoro.

Padan, W.P. (2012). Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Menufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Makasar: Universitas Hasanuddin.

Park, J.W., Ratti, R.A. (2007). Oil Price Shocks And Stock Markets In The U.S. And 13 European Countries. Vol 30. Energy Economics Journal. U.S.A: University Of Missouri-Columbia, MO 65211.

Putri, A.M.B. (2012). Analisis Pengaruh ROA, EPS, NPM, DER dan PBV Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Industri Real Estate And Property Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Semarang: Universitas Diponegoro.

Sanusi, A. (2012). Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan Kedua. Jakarta: Salemba Empat.

Savitri, D.A. (2012). Analisis Pengaruh ROA, NPM, EPS Dan PER Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Food And Beverages Periode 2007-2010). Semarang: Universitas Diponegoro.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sutjipto, E. (2007). Pengaruh Beta, DER Dan EPS Terhadap Return Saham Pada Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia. Semarang: Universitas Diponegoro. Tandelilin, E. (2001). Analisis Investasi Dan Manajemen Portofolio. Edisi

Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun untuk melihat besar pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan adalah dengan melihat nilai pada tabel Beta dalam kolom Standardzide

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman buah sawo dalam air (kadar 0%) dan larutan CaCl 2 berkadar 4% dan 6% dapat menghambat pematangan dan memperpanjang

[r]

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan salah satu konsep dalam kalkulus, yaitu turunan, yang merupakan hasil bagi diferensial. Turunan erat hubungannya

Seseorang yang mempunyai waktu latihan yang berat tentunya harus memiliki kebugaran jasmani yang baik, Kebugaran jasmani yang baik merupakan modal dasar bagi seseorang untuk

Kewajiban Lancar adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama.. Kewajiban Kewajiban

Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa penggunaan Algoritma Genetika dalam proses alokasi resource mampu meningkatkan throughput serta efisiensi sistem

Dari hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa brand trust berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Customer