PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kredit bagi bank merupakan aset perbankan yang disalurkan kepada masyarakat; Keberadaan kredit merupakan pendapatan terbesar bagi bank dibandingkan sumber pendapatan lainnya. Selain pendapatan tersebut, melalui pemberian kredit yang dilakukan bank kepada masyarakat, bank juga akan memperoleh pendapatan lain seperti fasilitas kredit dan pendapatan administrasi perkreditan. Oleh karena itu pengelolaan kredit menjadi sangat penting bagi sektor perbankan. Salah satu upaya perkreditan adalah dengan menetapkan suku bunga agar dana yang disalurkan dapat diterima oleh masyarakat dan juga dilunasi pada waktu yang ditentukan.
Dan yang perlu Anda waspadai adalah suku bunga kredit yang berlaku yaitu. semakin tinggi tingkat suku bunga, terutama suku bunga kredit. Sebaliknya jika tingkat suku bunga rendah maka minat masyarakat untuk mengambil kredit semakin besar, maka pendapatan yang diterima bank pun sangat besar, oleh karena itu bank harus memperhatikan tingkat suku bunga kredit yaitu. hal ini disesuaikan dengan peraturan Bank Indonesia. Bank Mega Cabang Makassar merupakan salah satu bank umum swasta nasional (BUMS) yang dimiliki dan didirikan oleh swasta untuk membantu pemerintah menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan kredit jangka pendek.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis memilih judul penulisan skripsi ini yaitu : “Pengaruh Suku Bunga Terhadap Penyaluran Kredit Konsumer di Bank Mega Cabang Makassar”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Bank dan Jenis Bank
Pengertian Kredit dan Jenis Kredit
Tujuan dan Fungsi Kredit
Yang perlu diperhatikan adalah tingkat suku bunga kredit yang berlaku, artinya semakin tinggi tingkat suku bunga khususnya bunga kredit maka semakin sedikit nasabah yang mengambil kredit sehingga mengurangi aset bank. Faktor ini menjadi acuan bagi bank untuk menentukan tingkat suku bunga yang akan diterapkan di wilayah bank itu sendiri. Merujuk pada pokok permasalahan dan landasan teori yang dikemukakan, maka timbul hipotesis bahwa “Suku bunga mempunyai pengaruh terhadap penyaluran kredit konsumer pada Bank Mega Cabang Makassar.
Analisis regresi sederhana yaitu melihat pengaruh suku bunga terhadap jumlah kredit yang disalurkan menggunakan persamaan berikut. Selanjutnya menurut Sofjan Assauri dalam Teknik dan Metode Peramalan, koefisien korelasi dapat dihitung sebagai berikut untuk mengetahui hubungan antara tingkat suku bunga dengan jumlah kredit yang disalurkan. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat suku bunga dengan jumlah kredit yang disalurkan, dapat dihitung koefisien korelasinya sebagai berikut.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perubahan suku bunga mempunyai pengaruh positif terhadap credit spread yaitu sebesar 11,025%. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit terhadap permintaan kredit, bahwa tingkat suku bunga tidak menentukan jumlah permintaan kredit nasabah pada PT Bank Mega cabang Makassar. Dan penentuan tingkat suku bunga kredit akan menentukan tingkat keseimbangan antara jumlah tabungan dengan permintaan kredit dan investasi.
Berdasarkan analisis untuk mengetahui hubungan perubahan suku bunga dengan penyaluran kredit, diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa suku bunga dan penyaluran kredit mempunyai hubungan negatif, artinya jika suku bunga naik maka penyaluran kredit akan menurun dan sebaliknya. Dari hasil analisis untuk mengetahui pengaruh suku bunga terhadap penyaluran kredit diperoleh koefisien determinasi (r2) sebesar 11,025%.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan suku bunga berdampak positif terhadap penyaluran kredit. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suku bunga dapat meningkatkan jumlah kredit yang disalurkan.
Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bunga Kredit
Pengertian Bunga Kredit
Menurut Kasmir dalam Banks and Other Financial Institutions (2000:7), bunga pinjaman adalah harga yang harus dibayar debitur kepada bank. Lebih lanjut Muchdarsyah Sinungan dalam Pengelolaan Dana Bank (2003:27) mengatakan bunga pinjaman merupakan imbalan atas penggunaan dana oleh nasabah. Dari pengertian di atas terlihat bahwa bunga pinjaman adalah keuntungan yang diterima dari meminjamkan uang kepada nasabah dan sebaliknya bagi nasabah adalah biaya modal yang harus dikeluarkan nasabah untuk menggunakan fasilitas kredit bank.
Perbankan-perbankan di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa neraca perbankan didominasi oleh kredit, sehingga pendapatan dari bunga pinjaman masih sangat dominan dibandingkan dengan pendapatan non-bunga atau pendapatan bebas. Dengan demikian, penetapan tingkat suku bunga kredit bank merupakan suatu arah yang penting dan strategis, sehingga dalam menentukan tingkat suku bunga yang akan diberikan harus memperhitungkan segala faktor yang mempengaruhinya, dan dalam pelaksanaannya harus didukung dengan administrasi yang baik. alat (kontrak kredit dan sistem penagihan dan pencatatan).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bunga Kredit
Anda sadar bahwa pelunasan kredit yang Anda bayarkan sebenarnya berasal dari jumlah simpanan pinjaman yang harus Anda bayarkan, dan sebenarnya berasal dari jumlah pinjaman yang disimpan ditambah dengan bunga pinjaman. Jadi ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu cara menghitung dan jenis bunganya, agar Anda bisa mengecek apakah perhitungan bunga yang dikenakan pada kredit Anda sudah benar atau belum. Dengan mengetahui cara menghitung masing-masing jenis bunga, Anda bisa mulai menganalisis berapa cicilan yang harus Anda bayarkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi pinjaman tersebut.
Cara perhitungan bunganya tentu tidak sama untuk ketiga jenis ini. a) Suku bunga tetap. Anda dapat menemukan contoh penggunaan metode ini untuk menghitung bunga secara umum pada kredit kendaraan bermotor atau kredit tanpa jaminan. Jika Anda menjumpai besaran cicilan yang tetap, yakinlah bahwa cara perhitungan jenis bunga yang digunakan adalah flat.
Alasan suku bunga efektif lebih terfokus pada pinjaman jangka panjang adalah karena jangka panjang berarti pinjaman tidak terburu-buru untuk dilunasi, sedangkan tingkat bunganya tidak terlalu tinggi. Bunga yang lebih rendah diperoleh dengan menggunakan metode perhitungan bunga efektif yang memperhitungkan sisa pokok pinjaman debitur. Jika bunga flat rate dihitung dengan menentukan jumlah pokok pinjaman sejak awal pinjaman, berbeda dengan menggunakan bunga efektif.
Jika dengan suku bunga flat, kreditur terlebih dahulu melakukan perhitungan pada awal pinjaman untuk menentukan angsurannya, pada pinjaman dengan suku bunga efektif perhitungannya dilakukan setiap bulan. Total nilai pembayaran bunga efektif yang berbeda-beda setiap bulannya seringkali membingungkan debitur. Oleh karena itu, akhirnya kreditur membuat cara perhitungan yang kurang lebih sama dengan menghitung suku bunga efektif setiap bulannya, namun angsuran pokoknya berbeda.
Jika pada saat menerapkan suku bunga efektif, jumlah pokok diperoleh dari jumlah yang dipinjam dibagi jumlah yang dipinjam dibagi jangka waktu kredit, maka ada beberapa hal yang diterapkan pada pinjaman yang menerapkan bunga anuitas. Jumlah pokok dihitung dari jumlah angsuran yang ditentukan dikurangi hasil perhitungan anuitas.
Pengertian Kredit Konsumtif
Kerangka Pikir
Dalam pelaksanaannya Bank Mega Tbk Cabang Makassar mengeluarkan produk berupa kredit kemudian menentukan tingkat bunga, dan tingkat bunga tersebut akan mempengaruhi penyaluran kredit konsumsi, dan tentunya besarnya penyaluran kredit akan menjadi keuntungan bagi cabang tersebut. Mega Bank Makassar. .
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar, dimana digunakan sebagai objek penelitian Bank Mega cabang Makassar yang beralamat di Jl.
Metode Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Metode Analisis Data
Kemudian untuk mengetahui pengaruh perubahan suku bunga terhadap jumlah kredit yang disalurkan, kita dapat menghitung koefisien determinasi (r²) sebagai berikut.
Definisi Operasional
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Perusahaan
Memperoleh status bank kategori A dengan tingkat CAR sebesar 34%, jauh di atas ketentuan minimum otoritas moneter sebesar 4%, sedangkan ROE mencapai 226%, ROA 14,78% dan LDR 11,39%. Penyelenggaraan program kemasyarakatan melalui iklan masyarakat bertema sosial (Mega Shalawat) dan persahabatan (Acong, Joko dan Sitorus) yang menyampaikan pesan persatuan dan solidaritas bangsa di tengah krisis kepedulian nasional dan solidaritas di tengah krisis kepedulian terhadap masyarakat. sesama orang Indonesia. Bank Mega Tbk bebas menggunakan kartu ATM Mega 0 di seluruh ATM BCA dan ATM Bersama.
Pada kuartal terakhir tahun 2001, kartu kredit Mega Visa diluncurkan pada acara Mega Visa Gempita di Bandung Supermal dengan program promosi “Mega Visa Bonanza”. Bank Mega Tbk menyelenggarakan kampanye undian Mega Super Bonus untuk seluruh nasabah tabungan dan giro (perorangan).
Struktur Organisasi PT. Bank Mega Tbk Cab. Makassar
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Perkembangan Kredit Konsumtif PT. Bank Mega Tbk Cab
- Tingkat Suku Bunga Kredit PT. Bank Mega Tbk, Cab. Makassar
- Penyaluran Kredit Konsumtif PT. Bank Mega Tbk Cab. Makassar
- Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Penyaluran Kredit Konsumtif
Bank Mega Tbk senantiasa mengedepankan peningkatan efisiensi dan efektivitas biaya dalam hal penyiapan produk yang lebih menarik, pemberian layanan yang berkualitas dan menjaga hubungan yang lebih baik dengan nasabah/mitra kerja sama untuk menjaga loyalitas. Bank Mega Tbk bersama perusahaan rekanan menyuplai kepada debitur (end user) untuk pembelian kendaraan bermotor baik baru maupun bekas, untuk keperluan sendiri maupun keperluan usaha. Pada tahun 2016, portofolio kredit konsumer yang disalurkan melalui program joint financing Mega Oto mencapai Rp.
PT Bank Mega Tbk Penyalur Kredit Konsumer Cabang Makassar Ada beberapa jenis kredit yang tersedia di Bank Mega Tbk Cab. Peningkatan portofolio pinjaman tersebut disebabkan oleh keberhasilan peningkatan penyaluran pinjaman rupee dan valas. Sejalan dengan misi Banka Mega yang lebih fokus pada perbankan ritel, penyaluran kredit ritel yang terdiri dari kredit komersial dan konsumer berhasil mendominasi portofolio kredit dan memberikan kontribusi sebesar 80% dari total portofolio kredit.
Mega Otto Join Financing (MOJF) merupakan program unggulan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kredit Bank Mega. MOJF merupakan program kemitraan antara Banka Mega dengan perusahaan multifinance yang kami sebut sebagai mitra pembiayaan kendaraan bermotor yang disalurkan kepada end user/debitur. Hingga akhir tahun 2016, terdapat 21 perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia yang menjadi mitra program MOJF dan berhasil menambah jumlah rekening menjadi 940.000 dan meningkatkan portofolio kreditnya sebesar Rp.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk mengembangkan usaha mikro, Bank Mega menyalurkan kredit usaha mikro melalui kerjasama dengan BPR yang memiliki tingkat kesehatan dan reputasi yang baik. Bank Mega juga bekerja sama dengan pengembang dan agen real estate terkemuka seperti Coldwell Banker, Century 21, ERA Grahareally dan L.J. Namun untuk meningkatkan volume kepemilikan kredit, penyaluran kredit juga dilakukan dengan melaksanakan program bank implantasi/IBP.
Untuk mendukung penyaluran kredit konsumer, telah didirikan Consumer Loan Center/CLC yang merupakan pusat pengembangan dan percepatan proses pengajuan kredit. Nilai b pada persamaan di atas menunjukkan bahwa jika suku bunga naik sebesar satu persen maka penyaluran kredit akan turun sebesar Rp. Nilai koefisien korelasi (r) terbesar pada perhitungan di atas sebesar -1,05 yang menunjukkan bahwa suku bunga dan penyaluran kredit mempunyai hubungan yang berbanding terbalik (negatif), artinya semakin turun suku bunga maka penyaluran kredit semakin meningkat, begitu pula sebaliknya.
Pembahasan
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil perhitungan menggunakan analisis regresi linier sederhana, Y
Saran