Kerja praktek ini merupakan salah satu mata kuliah yang akan diambil pada program pelatihan D-III Teknik Kelautan Politeknik Negeri Bengkalis. Pendidikan pada mata kuliah Teknologi Kelautan menekankan pada aspek praktik langsung di bengkel dan laboratorium/studio gambar dengan memberikan contoh permasalahan praktis kepada mahasiswa. Program Studi Teknologi Kelautan hanya mempunyai satu program studi yaitu Program Studi Teknik Perkapalan untuk program Diploma III, dan akan membuka program D4 pada tahun 2014 yang saat ini masih dalam tahap pengembangan program.
Program studi Teknik Sistem Perkapalan melaksanakan proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan meraih nilai B (Baik) dengan skor 322. Lulusan program studi Teknik Kelautan Politeknik Bengkalis harus bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain yang menjalankan program yang sama. Program studi Teknik Kelautan merupakan bagian dari program studi Teknik di Politeknik Negeri Bengkalis.
Dilandasi oleh komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas dan kaliber personel yang handal di bidang keinsinyuran, mempunyai pengetahuan yang luas dan integritas yang baik, maka didirikanlah Program Studi Teknik Kelautan Politeknik Negeri Bengkalis. Dalam perkembangannya, Program Studi Teknik Perkapalan telah banyak melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu, antara lain melengkapi peralatan laboratorium dan bengkel, mengevaluasi dan merevisi kurikulum untuk memenuhi kompetensi lulusan yang diinginkan.
Kompetensi Jurusan
Laboratorium Desain Dan Perencanaan Ruang Komputer Ruang Komputer
Untuk mencapai hal tersebut diperlukan misi sebagai berikut: “Menjadi laboratorium yang profesional dan handal dalam bidang perancangan dan perencanaan kapal di Kabupaten Bengkalis.” 3. Aktif memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam perancangan dan perencanaan kapal 4. Menjadi mitra terpercaya dalam pekerjaan perancangan dan perencanaan kapal 5. Melayani pekerjaan perancangan kapal secara profesional, unggul dan memuaskan. Printer laser.
Plotter ini dapat digunakan untuk keperluan pencetakan ukuran besar baik untuk lingkungan departemen maupun mahasiswa. Spesifikasi plotternya adalah sebagai berikut: Printer HP Designjet T790 dalam bentuk roll warna 600×600 dpi Ukuran 42 inchi atau A0 (841 x 1189 mm) Jaringan Wi-Fi Mahasiswa dapat leluasa mengakses jaringan intranet dan internet yang ada di Laboratorium Perancangan dan Perencanaan baik melalui laptop pribadi atau perangkat elektronik lainnya. Bengkel pipa dan lembaran merupakan bengkel yang bergerak dalam bidang konstruksi baja yang meliputi kegiatan penandaan, pemotongan lembaran dan pipa, pembengkokan lembaran, inspeksi dan NDT, serta mampu merancang dan membuat pekerjaan konstruksi baja.
Workshop ini merupakan salah satu workshop yang ada di Jurusan Teknologi Maritim Politeknik Negeri Bengkalis. Menjadi toko pipa dan lembaran logam yang unggul di bidang pembuatan kapal, konstruksi baja, perpipaan dan pengujian material non-destruktif.
Produk
Galangan Mini
Galangan Kapal Teknik Perkapalan Negeri Bengkalis yang beroperasi sejak tahun 2004 merupakan salah satu galangan kapal yang beroperasi di pesisir pantai Riau khususnya di Pulau Bengkalis yang menawarkan pembangunan dan perbaikan baru kapal berbahan tekstil berbahan kaca dan kapal kayu. Jenis kapal yang diproduksi antara lain speedboat dan kapal penangkap ikan. Menjadi galangan kapal yang mempunyai standar, mutu dan mutu sesuai peraturan berskala nasional untuk setiap produk yang dihasilkan dengan melaksanakan penelitian dan hasil penelitian.
Sebagai penyelenggara kegiatan produksi dan perbaikan kapal dengan standar, mutu dan mutu sesuai peraturan skala nasional. Produksi kapal mematuhi standar peraturan nasional yang mengutamakan tingkat keselamatan, standar dan kualitas produk. Dengan tenaga ahli yang kompeten yang melibatkan dosen Departemen Teknik Kelautan, alumni dan mahasiswa untuk produk yang siap bersaing dengan produk luar negeri dengan menghasilkan produk yang memenuhi standar nasional.
Bengkel Las
Menjadi bengkel sebagai pusat pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang teknologi pengelasan, termasuk pengoperasian las tangan dan las gas, untuk mewujudkan tenaga kerja yang terampil dan berkarakter. Dapat memproduksi barang-barang yang mempunyai nilai jual kembali, seperti meja, kursi, rangka struktur untuk alat uji material, sumur pada kapal baja, pembuatan braket untuk struktur baja bangunan di darat. Memberikan pelatihan kepada generasi muda masyarakat sekitar Politeknik Negeri Bengkalis yang putus sekolah.
Deskripsi Selama Kerja Praktek
Kegiatan Harian
18 bekerja dengan nyaman dan kecil resiko terjatuh dari ketinggian. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.2. Selanjutnya setelah selesai proses penandaan, dilakukan proses pemotongan profil L dengan menggunakan alat pemotong bench grinding, sesuai dengan ukuran penandaan, untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.10. 2.2.3,2 Pada hari Selasa tanggal 6 Oktober 2020 setelah proses pemotongan selesai saya lanjutkan dengan proses pengelasan profil L menggunakan posisi 2F dan 3F sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dosen pembimbing lapangan. Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 2.11.
35 Dengan adanya pekerjaan pengelasan pada konstruksi profil L pada musala ini diharapkan mampu membangun musala yang kokoh dan dengan bentuk konstruksi yang mengandung nilai desain seni yang tinggi. Tidak hanya itu, pengelasan konstruksi profil L di musala juga dijadikan sebagai bahan dan praktek bagi mahasiswa teknik kelautan dalam praktek pengelasan, praktek konstruksi konstruksi dan praktek kerjasama tim yang baik.
Proses Pengelasan Kontruksi Profil L
Praktek ini dapat menunjang keterampilan mahasiswa yang dapat digunakan dalam dunia industri khususnya pelayaran. Potong profil L sesuai ukuran yang ditandai dan sesuai gambar kerja, untuk lebih jelasnya lihat Gambar 3.3. Pastikan potongan tidak melenceng dari bekasnya agar hasil pemotongan tepat dan sesuai ukuran.
Pastikan tidak ada kesalahan atau posisi yang salah pada saat pemasangan. Lihat Gambar 3.4 untuk lebih jelasnya. Setelah pengepresan selesai, dilanjutkan dengan proses pengelasan penuh pada seluruh bagian yang memerlukan pengelasan. Dengan posisi pengelasan yang sesuai dengan penempatan profil L (dalam hal ini menggunakan posisi 2F dan 3F), lihat Gambar 3.6 untuk lebih jelasnya.
Bersihkan bagian las untuk melihat apakah terdapat cacat las atau tidak, dan apabila terdapat cacat las yang melebihi toleransi, maka dilanjutkan dengan proses perbaikan pengelasan pada area yang terdapat cacat las tersebut. Lihat Gambar 3.7 untuk lebih jelasnya. Lanjutkan pengelasan penuh. Setelah proses pengelasan selesai, bersihkan bagian lasan untuk melihat apakah sudah diperbaiki atau belum.
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka