• Tidak ada hasil yang ditemukan

PengelolaanDestinasiPariwisata

N/A
N/A
Sinta

Academic year: 2023

Membagikan "PengelolaanDestinasiPariwisata"

Copied!
306
0
0

Teks penuh

Keberlanjutan industri pariwisata akan sangat bergantung pada bagaimana pemangku kepentingan mengelola destinasi pariwisata agar destinasi tersebut berdaya saing dan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan baik dari segi atraksi, aksesibilitas, dan fasilitasnya. Pelestarian monumen bernilai sejarah 171 Konflik sosial budaya di destinasi pariwisata 172 Fenomena pergeseran tatanan sosial budaya 173 Implikasi pariwisata terhadap sosial budaya 177.

Perkembangan Pariwisata Era Tourism 4.0

Pendahuluan

Permasalahan kepariwisataan saat ini berkaitan dengan berkurangnya peran masyarakat dalam penyediaan jasa pariwisata akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini peran teknologi informasi dan komunikasi telah menggantikan peran manusia verbal dalam pengelolaan destinasi pariwisata dan perhotelan.

Pariwisata Era Revolusi Industri 1.0

Perkembangan pariwisata sangat berkorelasi dengan Revolusi Industri 1.0 di Inggris, hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi transportasi dan fasilitas transportasi. Meningkatnya aktivitas perekonomian di era Revolusi Industri 1.0 juga mendorong tumbuhnya industri penginapan dan industri terkait.

Pariwisata Era Revolusi Industri 2.0

Perkembangan sistem transportasi pada era ini menjadi pendorong utama munculnya industri akomodasi dan katering, baik di stasiun kereta api maupun destinasi wisata. Penemuan teknologi transportasi pada era ini dimulai pada tahun 1914, dengan ditemukannya moda transportasi bermotor yang berteknologi tinggi seperti mobil dan pesawat terbang sebagai alat transportasi wisata yang lebih nyaman dan cepat.

Pariwisata Era Revolusi Industri 3.0

Inovasi teknologi informasi melalui E-tourism menekankan mekanisme pemesanan online sebagai langkah efektif dalam pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, jarak tidak lagi menjadi kendala berarti untuk melakukan komunikasi yang efektif dengan konsumen.

Pariwisata Era Revolusi Industri 4.0

Dalam pengertian yang lebih teknis, industri 4.0 adalah integrasi sistem cyber-fisik (CPS) dan Internet of Things and Services (IoT dan IoS) ke dalam proses produksi dan logistik industri serta proses lainnya (Kagermann, Lukas, & Wahlster, 2011) . Seiring dengan itu, perkembangan teknologi informasi saat ini, era industri 4.0, telah memanfaatkan dunia maya.

Menuju Pariwisata Era Society 5.0

Berorientasi pada konsep kualitas yang dikembangkan selama beberapa generasi, konsep masyarakat 5.0 juga digunakan untuk membangun kualitas generasi berikutnya, yaitu kualitas generasi kelima (kualitas 5.0), yang memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan. . Dalam kualitas generasi baru ini, kepuasan masyarakat akan menjadi cara yang lebih tepat untuk mengukur keberhasilan berkelanjutan.

Tugas-tugas Latihan

Pariwisata dalam Perekonomian

Peluang dan Tantangan

Pariwisata merupakan kegiatan ekonomi yang dapat menghasilkan multiplier effect yang juga mampu menggerakkan industri dan mendorong investor untuk menanamkan modalnya pada industri yang berhubungan dengan pariwisata.

Dimensi Pariwisata

Tempat tinggal wisatawan (wisatawan tempat tinggal) Apabila memenuhi kriteria wisata; Wisatawan perlu mempunyai tempat tinggal dan akomodasi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama wisatawan berada di tempat tujuan. Moda transportasi ini terutama digunakan untuk keperluan perencanaan pariwisata dari tempat tinggal wisatawan sampai ke daerah tujuan wisata.

Pemahaman Istilah dalam Travel dan Pariwisata

Pengertian dan Istilah dalam Perjalanan dan Pariwisata 4. a) Wisatawan yang transit langsung (misalnya di bandara, antara dua pelabuhan terdekat). Definisi dan Konsep Perjalanan dan Pariwisata .. Pendapatan; dalam hal ini pengunjung berperan penting dalam memperkirakan pendapatan pariwisata).

Tabel 1.  Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata  Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata
Tabel 1. Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata

Karakteristik Ekonomi Pariwisata

Artinya sebagian besar wisatawan cenderung mengunjungi tempat yang berbeda setiap tahunnya dibandingkan kembali ke tempat yang sama setiap hari libur.

Permintaan Pariwisata (Tourist Demand)

Pada hakikatnya permintaan seseorang atau suatu perusahaan terhadap suatu barang ditentukan oleh beberapa faktor lain antara lain; harga barang itu sendiri, harga barang-barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut, pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat, pola distribusi pendapatan dalam masyarakat, selera masyarakat, tingkat pendidikan dan prediksi tentang kondisi masa depan. Namun jauh sebelum melakukan perjalanan, ada persyaratan seperti informasi mengenai destinasi wisata yang akan dikunjungi, hotel tempat menginap, pesawat yang akan digunakan, tempat yang akan dikunjungi, dan berapa biaya yang harus dibawa.

Penawaran Pariwisata (Tourist Supply)

Termasuk dalam pengertian penawaran adalah segala bentuk daya tarik wisata, segala bentuk kemudahan untuk memudahkan perjalanan (aksesibilitas), dan segala bentuk fasilitas dan pelayanan yang tersedia pada suatu daerah tujuan wisata yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan wisatawan. berwisata di kawasan tujuan wisata [26]. Dari segala macam daya tarik wisata, segala macam kemudahan untuk koneksi perjalanan, dan segala macam fasilitas dan pelayanan yang tersedia, pengunjung berbelanja untuk memenuhi kebutuhan wisatawan atau memerlukan sejumlah dana yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pariwisatanya.

Gambar 4. Komponen sistem pariwisata  Sumber: Vanhove (2005)[25]
Gambar 4. Komponen sistem pariwisata Sumber: Vanhove (2005)[25]

Kontribusi Ekonomi Pariwisata

Oleh karena itu, perlu dikaji seberapa besar kontribusi pariwisata terhadap perekonomian dan bagaimana kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian dapat ditingkatkan. Pendapatan industri pariwisata seringkali digunakan untuk mengukur nilai ekonomi suatu daerah tujuan wisata dan negara.

Tabel 2. Daftar kategori produk dan aktivitas pariwisata
Tabel 2. Daftar kategori produk dan aktivitas pariwisata

Peluang Sektor Pariwisata

Kebocoran internal di negara berkembang terjadi pada rantai pasok barang dan jasa pariwisata yang diimpor. Kebocoran ini terjadi akibat pembelanjaan pada sektor pariwisata yang terjadi di luar destinasi dimana pembelanjaan tersebut berkaitan dengan industri lokal.

Destinasi Pariwisata

Hal di atas mungkin memberikan kesan bahwa produk wisata hanya terdiri dari unsur-unsur yang berwujud, namun kenyataannya jauh berbeda. Semua unsur yang berwujud dan tidak berwujud tersebut saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mulai dari tempat tinggalnya, selama perjalanan, melakukan kegiatan wisata di tempat tujuan hingga perjalanan kembali ke tempat tinggalnya, yang disebut dengan paket wisata atau produk pariwisata.

Pengertian Destinasi Pariwisata

Produk pariwisata, seperti produk konsumen lainnya, memiliki siklus hidup. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi agar produk pariwisata dan destinasi wisata dapat bertahan dan berkelanjutan. Destinasi pariwisata yang berorientasi produk mempunyai atribut produk yang berwujud seperti tempat tidur hotel, makanan dan atribut produk (jasa) yang tidak berwujud [35].

Karakteristik Destinasi Pariwisata

Destinasi wisata ditujukan untuk menandai wilayah geografis, wilayah geografis yang terletak dalam satu atau lebih wilayah administratif, yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas wisata, aksesibilitas dan komunitas yang saling berhubungan dan melengkapi terwujudnya pariwisata. Intangible, yaitu masyarakat tidak dapat melihat seperti apa pelayanan wisata sebelum wisatawan merasakannya dan datang sendiri ke daerah tujuan wisata tersebut.

Unsur-unsur Destinasi Pariwisata

Secara formal, konsep ini disebut kesediaan seseorang untuk membayar suatu barang dan jasa di suatu daerah tujuan wisata. Semakin mudah diakses (murah) biaya tersebut, maka akan semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi wisata tersebut.

Siklus Hidup Destinasi Pariwisata

  • exploration (penjajakan)
  • invilolvement (keterlibatan)
  • development (pengembangan)
  • consolidation (penggabungan)
  • stagnation (kestabilan)
  • decline (kemunduran)
  • rejuvenation (peremajaan)

Pada tahap konsolidasi, destinasi wisata masih mampu menarik wisatawan, namun peningkatan jumlah wisatawan tidak secepat sebelumnya. Menentukan dimensi kualitas pariwisata pada destinasi wisata dan menyajikan program pengelolaan kualitas destinasi wisata.

Gambar 7. Tourism Area Life Cycle (TALC)
Gambar 7. Tourism Area Life Cycle (TALC)

Rencana Strategis

Oleh karena itu, sejak tahun 1980-an, perencanaan destinasi pariwisata mulai memasukkan peran penduduk lokal sebagai individu dan komunitas. Arah yang jelas untuk masa depan; Perencanaan destinasi jangka panjang memberikan arahan yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan mengenai bagaimana destinasi pariwisata akan berkembang di tahun-tahun mendatang.

Gambar 8. Tourism strategy  Sumber: Godfrey & Clarke, 2000
Gambar 8. Tourism strategy Sumber: Godfrey & Clarke, 2000

Ruang Lingkup Perencanaan Pariwisata

Hanya sumber daya dan kemampuan yang memiliki kriteria berharga, langka, dapat ditiru, tidak dapat digantikan, dan dapat dieksploitasi oleh perusahaan yang dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Non-substitutable artinya sumber daya dan kemampuan yang dimiliki sulit tergantikan dengan sumber daya atau kemampuan lain [51].

Gambar 9. Lima kekuatan kompetitif Porter
Gambar 9. Lima kekuatan kompetitif Porter

Strategi Keunggulan Bersaing

Dengan mengoptimalkan strateginya untuk segmen sasaran yang dipilih, perusahaan yang fokus berusaha mencapai keunggulan kompetitif secara keseluruhan. Oleh karena itu, penganut strategi fokus dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan melayani segmen khusus ini secara eksklusif.

Destinasi sebagai produk pariwisata

Taman dan kawasan perlindungan Taman dan kawasan perlindungan adalah destinasi yang mengutamakan perlindungan aset semula jadi dan budaya. Komuniti di dalam atau bersebelahan dengan kawasan perlindungan (komuniti di dalam atau bersebelahan dengan kawasan perlindungan).

Dampak Sosial Budaya di Destinasi Pariwisata

Berbagai perubahan sosial budaya yang terjadi di destinasi pariwisata tidak dapat sepenuhnya dipandang sebagai dampak dari pariwisata saja. Oleh karena itu, pelaku wisata menawarkan berbagai atraksi kepada wisatawan tanpa mempertimbangkan pengaruh sosial budaya terhadap destinasi tersebut.

Perubahan Mata Pencaharian dari Aspek Pro Poor Tourism

Dalam kondisi dimana pariwisata cenderung berpihak pada pengentasan kemiskinan masyarakat lokal, maka diperlukan praktik pariwisata berkelanjutan di destinasi wisata. Ashley & Roe (2000), melakukan analisis implementasi pariwisata pro-poor terhadap manfaat pariwisata bagi masyarakat miskin di Afrika Selatan.

Perubahan Perilaku Sosial

Komponen penting dalam transisi menuju industri pariwisata yang lebih berkelanjutan adalah pengalihan kesempatan kerja ke pekerjaan layak yang ramah lingkungan. Penciptaan lapangan kerja yang layak dan ramah lingkungan pada masyarakat pariwisata dapat dirangsang melalui berbagai produk, jasa, dan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Perubahan Perilaku Konsumtif

Perubahan Perilaku Ekononomi

Perubahan Perilaku Masyarakat

Menurut Ritzer, perubahan sosial adalah perubahan sosial yang mengacu pada variasi hubungan antar individu, kelompok, organisasi, budaya, dan masyarakat pada suatu titik waktu tertentu. Menurut Farley, perubahan sosial adalah perubahan pola perilaku, hubungan sosial, institusi dan struktur sosial pada waktu tertentu.

Ketahanan Sosial Budaya

Pada saat yang sama, kita juga bisa mendapatkan kebanggaan yang lebih kuat terhadap budaya lokal dan juga merevitalisasi tradisi. Pada saat yang sama, kebanggaan yang lebih kuat terhadap budaya lokal serta revitalisasi tradisi dapat didorong.

Dampak Pariwisata terhadap Sosial Budaya

Pada dampak sosial tahap pertama ini, masyarakat lokal sangat antusias untuk mengembangkan pariwisata di komunitasnya. Pariwisata tampaknya bertindak sebagai wahana perubahan sosial karena melibatkan kontak antara masyarakat lokal dan wisatawan.

Implikasi Positif dalam Perspektif Budaya di Destinasi Pariwisata

Bukan hal yang aneh jika kegiatan pariwisata mendapat perlakuan berbeda terhadap monumen bernilai sejarah. Implikasi positifnya bagi pariwisata adalah jika fasilitas yang dibangun dengan menggunakan arsitektur modern dapat dipadukan dengan prinsip arsitektur tradisional tanpa harus mengubah keaslian monumen secara keseluruhan, dengan cara ini wisatawan tetap dapat mengapresiasi keaslian suatu monumen dari segi nilai lihat dan nikmati. dia.

Konflik Sosial Budaya di Destinasi Pariwisata

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam keadaan tertentu dan di tempat tertentu, pariwisata dapat memberikan dampak yang berbeda-beda terhadap kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Sedangkan yang terakhir yaitu interaksi budaya merupakan suatu bentuk hubungan yang modalnya adalah basis sosial budaya.

Dampak Lingkungan Akibat Aktivitas Pariwisata

Dengan sebaik-baiknya ciri-ciri lingkungan hidup akan sealami mungkin, dengan tetap memberikan manfaat bagi wisatawan yang melihat dan merasakannya, serta tetap tidak mengabaikan fungsi aksesibilitas dan kenyamanan yang merupakan kebutuhan dasar wisatawan. Namun, dalam banyak kasus di destinasi berbeda, aktivitas pariwisata cenderung mempengaruhi kualitas lingkungan.

Apa yang Dimaksud dengan Lingkungan?

Berorientasi pada konsep lingkungan hidup, maka lingkungan hidup digolongkan menjadi tipe alam, buatan, dan budaya. Yang menjadikan suatu jenis lingkungan tertentu sebagai daya tarik wisata adalah nilai tambah dan model yang ada dalam masyarakat.

Dampak Pariwisata terhadap Lingkungan

Salah satu sarana penciptaan kekayaan yang mengandalkan penggunaan sumber daya fisik dan budaya adalah pariwisata. Masyarakat adat dan lokal mungkin tidak diberi akses terhadap sumber daya alam yang menjadi basis keberadaan dan penghidupan mereka.

Tabel 5. Konsekuensi lingkungan negatif dari pariwisata
Tabel 5. Konsekuensi lingkungan negatif dari pariwisata

Gambar

Tabel 1.  Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata  Definisi dan istilah dalam travel dan pariwisata
Gambar 1. Bentuk dasar dan kombinasi pariwisata  Sumber:  Theobald (2004)
Gambar 2. Tipologi pelaku perjalanan (traveller)  Sumber:  Theobald (2004)
Gambar 3. Klasifikasi pelaku perjalanan Sumber:  Theobald (2004)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Terkait dengan tradisi pernikahan, di sini penulis akan membahas tentang adat pernikahan endogami keluarga Bani Seruji Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten

Berdasarkan hasil data primer yang didapatkan dilapangan berupa tinjau langsung lapangan, wawancara yang mendalan dan terstruktur kepada Kepala Desa, kelompok sadar

Berdasarkan observasi online dengan cara menganalisa hasil pencarian di Google yang dilakukan oleh pengabdi, saat ini desa Selat belum memiliki website profil

Penentuan Desa Wisata Di Kabupaten Bantul Berbasis Android Menggunakan Metode (Topsis) mampu memberikan data dan informasi desa wisata, wisata alam, wisata sejarah dan

Usaha Pondok Wisata.(Pariwisata 2014) Banyak permasalahan yang dialami anggota POKDARWIS B3 , bahwa desa wisata ini membutuhkan standardisasi pengelolaan pondok

3.4 Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks deskriptif lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait tempat

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang terbentuknya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan non formal dan desa

Adapun terkait Faktor penghambat dalam pengelolaan objek wisata Aua Sarumpun Tanah Datar dapat dijelaskan berdasarkan data di atas, yang menjadi penghambat dalam pengembangan objek