Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam Berbasis Mobile Menggunakan React Native dan
RESTFULL WEB SERVICE
(STUDI KASUS: PETERNAKAN ALFA SENTOSA)
Untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Komputer
Disusun oleh:
Muhammad Fikri Fadlurrahman NIM: 175150701111007
TEKNOLOGI INFORMASI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2021
ii
PENGESAHAN
Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam Berbasis Mobile Menggunakan React Native dan RESTFULL WEB SERVICE
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Komputer
Disusun Oleh :
Muhammad Fikri Fadlurrahman NIM: 175150701111007
Skripsi ini telah diuji dan dinyatakan lulus pada 18 Juni 2021
Telah diperiksa dan disetujui oleh:
Dosen Pembimbing I
Issa Arwani, S.Kom., M.Sc.
NIK: 19830922 201212 1 003
Dosen Pembimbing 2
Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra, S.Kom., M.Kom
NIK: 201712 870409 2 001
Mengetahui
Ketua Jurusan Sistem Informasi
Issa Arwani, S.Kom., M.Sc.
NIP: 19830922 201212 1 003
iii
PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam naskah skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis disitasi dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar referensi.
Apabila ternyata didalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur- unsur plagiasi, saya bersedia skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (sarjana) dibatalkan, serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (UU No. 20 Tahun 2003, Pasal 25 ayat 2 dan Pasal 70).
Malang, 18 Juni 2021
Muhammad Fikri F NIM: 175150701111007
iv
PRAKATA
Puji syukur senantiasa dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam Berbasis Mobile Menggunakan React Native dan RESTFULL WEB SERVICE”.
Penulis menyadari bahwa banyak bimbingan dan bantuan yang didapat dari beberapa pihak sehingga penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Kedua orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan serta memberikan perhatian dan do’a dalam penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Issa Arwani, S.Kom., M.Sc selaku Ketua Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya sekaligus Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktu dan memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra, S.Kom., M.Kom selaku Kepala Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya sekaligus selaku dosen pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktu dan memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.
4. Peternakan Alfa Sentosa, yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di Peternakan Alfa Sentosa.
5. Seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang telah banyak memberi bantuan dan dukungan selama penyelesaian laporan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran bagi penulis. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan orang lain.
Malang, 27 Mei 2021
Penulis
v
ABSTRAK
Muhammad Fikri Fadlurrahman, Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam Berbasis Website Menggunakan RESTFULL WEB SERVICE Pembimbing: Issa Arwani, S.Kom., M.Sc. dan Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra, S.Kom., M.Kom
Peternakan Alfa Setosa merupakan salah satu industri peternakan ayam yang berlokasi di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Alfa Sentosa sudah berdiri sejak tahun 2018 dan berfokus pada penghasil daging ayam.
Peternakan Alfa Sentosa memiliki kapasitas total 7.000 (tujuh ribu) ekor ayam untuk setiap kali produksi. Periode produksi yang dilakukan oleh Alfa Sentosa biasanya selama 30 (tiga puluh) hingga 40 (empat puluh) hari untuk menghasilkan daging ayam. Alfa Sentosa sendiri juga melakukan mitra dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia untuk pensuplaian bibit ayam, pakan, dan vitamin. Tetapi terdapat permasalahan perekapan data yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tulisan tangan pada form yang sudah ada. Setelah menulis form tersebut karyawan mengambil gambar form tersebut baru melaporkan ke pemilik peternakan Alfa Sentosa melalui aplikasi chat daring. Laporan tersebut dibagi menjadi 3 yaitu laporan DOC (Bibit Ayam) ketika baru masuk, laporan harian untuk penggunaan pakan dan obat, dan laporan ketika panen. Selain itu, laporan laporan tersebut tidak terdokumentasi dengan baik dikarenakan hanya menggunakan foto dan tidak disimpan dengan rapi sehingga membuat sedikit kesusahan jika ingin menganalisis persentase grafik peternakan Alfa Sentosa.
Maka dari permasalahan tersebut dilakukan pengembangan Sistem Informasi untuk perekapan dan pencatatan laporan agar membantu proses bisnis lebih maksimal. Pengembangan sistem dimulai dengan analisis kebutuhan dengan cara mewawancarai pihak pemilik peternakan Alfa Sentosa. Dari hasil analisis kebutuhan dilanjutkan dengan rancangan kedalam bentuk Sequence Diagram, Class Diagram, Physical Data Model, perancangan API, dan perancangan User Interface. Implementasi sistem dilakukan dalam bentuk mobile apps dengan framework Laravel dan React native dua teknologi ini akan berkomunikasi menggunakan RESTFUL Web Service. Untuk pengujiannya menggunakan blackbox testing yang mendapatkan nilai valid semua dan usability testing yang mendapat nilai rata-rata 86 yang artinya sistem diterima dengan baik.
Kata kunci: pencatatan, dashboard, Restful web service, laravel, react native, mobile apps
vi
ABSTRACT
Muhammad Fikri Fadlurrahman, Website-Based Chicken Farm Monitoring Information System Development Using RESTFULL WEB SERVICE
Supervisors: Issa Arwani, S.Kom., M.Sc. dan Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra, S.Kom., M.Kom
Alfa Setosa Farm is one of the chicken farming industries located in Bendosari Village, Kademangan District, Blitar Regency. Alfa Sentosa has been established since 2018 and focuses on producing chicken meat. Alfa Sentosa Farm has a total capacity of 7,000 (seven thousand) chickens for each production. The production period carried out by Alfa Sentosa is usually takes about 30 (thirty) to 40 (forty) days to produce chicken meat. Alfa Sentosa itself also partners with PT.
Charoen Pokphand Indonesia for the supply of chicken seeds, feed, and vitamins.
However, there is a problem with data recording which is still done manually using handwriting on an existing form. After writing the form, the employee takes a picture of the form and then reports it to the Alfa Sentosa farm owner via the online chat application. The report is divided into 3, namely the DOC (Day Old Chicken) report when it arrives, the daily report for feed and medicinal use, and the report when it is harvested. In addition, these reports are not well documented because they only use photos and are not neatly stored, making it a little difficult to analyze the percentage graphs of Alfa Sentosa farms. So from these problems, the development of an Information System for the archiving and recording of reports was carried out to help maximize business processes. System development begins with requirements analysis by interviewing Alfa Sentosa farm’s owner. Based on the results of requirements analysis, it is continued with the design in the form of Sequence Diagrams, Class Diagrams, Physical Data Models, API design, and User Interface design. The system implementation is carried out in the form of mobile apps with the Laravel and React native framework. These two technologies will communicate using RESTFUL Web Service. For the testing, the blackbox testing is used, which gets all valid values and usability testing which gets an average value of 86 which means the system is well received.
vii
DAFTAR ISI
PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
PRAKATA... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan ... 2
1.4 Manfaat ... 2
1.4.1 Bagi Peternakan Alfa Sentosa ... 2
1.5 Batasan Masalah ... 3
1.6 Sistematika Pembahasan ... 3
BAB 2 LANDASAN KEPUSTAKAAN ... 5
2.1 Kajian Pustaka ... 5
2.2 Peternakan Alfa Sentosa ... 5
2.3 Sistem Informasi ... 6
2.4 Perangkat Mobile ... 6
2.5 Dashboard ... 6
2.6 Metode Agile ... 8
2.7 Web Service ... 8
2.8 RESTful API ... 8
2.9 Unified Modelling Language ... 9
2.9.1 Use Case Diagram ... 9
2.9.2 Sequence Diagram ... 10
2.9.3 Class Diagram ... 11
viii
2.10 PostgreSQL ... 11
2.11 Laravel ... 12
2.12 React Native ... 12
2.13 Heroku ... 12
2.14 Blackbox Testing ... 12
2.15 Usability Testing ... 12
2.16 Postman ... 13
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ... 14
3.1 Scenario Agilement ... 14
3.2 Perencanaan ... 15
3.3 Desain Sistem ... 15
3.4 Implementasi Sistem ... 15
3.5 Pengujian Sistem ... 15
3.6 Deploy Sistem ... 16
3.7 Review Sistem ... 16
3.8 Kesimpulan dan Saran ... 16
BAB 4 ANALISIS KEBUTUHAN ... 17
4.1 Gambaran Umum Sistem ... 17
4.2 Karakteristik Aktor ... 17
4.3 Identifikasi Kebutuhan Sistem ... 18
4.3.1 Aturan Pemberian Kode ... 18
4.3.2 Kebutuhan Fungsional... 18
4.3.3 Kebutuhan Non Fungsional ... 20
4.4 Pemodelan Use Case Diagram ... 20
4.5 Use Case Scenario ... 21
4.6 Activity Diagram ... 33
BAB 5 PERANCANGAN ... 42
5.1 Gambaran Umum Sistem ... 42
5.2 Perancangan Sequence Diagram ... 43
5.3 Class Diagram ... 51
5.4 Physical Data Model ... 52
5.5 Perancangan API ... 53
ix
5.6 Perancangan User Interface ... 72
BAB 6 IMPLEMENTASI ... 80
6.1 Spesifikasi Lingkungan Pengembangan ... 80
6.2 Implementasi Database ... 80
6.2.1 Implementasi Tabel users ... 80
6.2.2 Implementasi Tabel Role ... 81
6.2.3 Implementasi Tabel Standart ... 82
6.2.4 Implementasi Tabel Periode ... 82
6.2.5 Implementasi Tabel Harian ... 83
6.2.6 Implementasi Tabel Panen ... 83
6.2.7 Implementasi Tabel Panen Detail ... 84
6.3 Implementasi Sistem Informasi Peternakan Ayam ... 84
6.3.1 Fungsi Autentikasi Pengguna ... 85
6.3.2 Fungsi Melihat Periode ... 87
6.3.3 Fungsi Export Laporan Peternakan ... 89
6.3.4 Fungsi Melihat Overview ... 92
6.3.5 Fungsi Melihat Berita ... 95
6.3.6 Fungsi Menambah Akun Anak Kandang ... 97
6.3.7 Fungsi Menambah Periode ... 99
6.3.8 Fungsi Mengedit Periode ... 101
6.3.9 Fungsi Menambah Laporan Harian ... 103
6.3.10 Fungsi Mengedit Laporan Harian ... 106
6.3.11 Fungsi Menambah Laporan Panen ... 109
6.3.12 Fungsi Mengedit Laporan Panen ... 111
BAB 7 PENGUJIAN ... 114
7.1 Black box Testing ... 114
7.2 Usability Testing ... 123
BAB 8 PENUTUP ... 125
8.1 Kesimpulan ... 125
8.2 Saran ... 125
DAFTAR REFERENSI ... 126
LAMPIRAN A ANALISIS KEBUTUHAN ... 128
x
LAMPIRAN B PERENCANAAN ... 130 LAMPIRAN C KUISIONER SUS ... 132
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tipe Tipe Grafik Dashboard ... 7
Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram ... 10
Tabel 2.3 Pertanyaan SUS ... 13
Tabel 3.1 Timeline Scenario Agilement ... 15
Tabel 4.1 Karakteristik Aktor ... 17
Tabel 4.2 Kebutuhan Fungsional ... 19
Tabel 4.3 Kebutuhan Non Fungsional ... 20
Tabel 4.4 Use Case Scenario Login ... 22
Tabel 4.5 Use Case Scenario Lihat Profil ... 23
Tabel 4.6 Use Case Scenario Lihat Periode ... 23
Tabel 4.7 Use Case Scenario Melihat Laporan ... 24
Tabel 4.8 Use Case Scenario Lihat Overview ... 25
Tabel 4.9 Use Case Scenario Melihat Berita ... 25
Tabel 4.10 Use Case Scenario Menambah Anak Kandang ... 26
Tabel 4.11 Use Case Scenario Menambah Periode ... 27
Tabel 4.12 Use Case Scenario Mengedit Periode ... 28
Tabel 4.13 Use Case Scenario Menambah Laporan Harian ... 29
Tabel 4.14 Use Case Scenario Mengedit Laporan Harian ... 30
Tabel 4.15 Use Case Scenario Menambah Data Panen ... 31
Tabel 4.16 Use Case Scenario Mengedit Hasil Panen ... 32
Tabel 4.17 Use Case Scenario Logout ... 33
Tabel 5.1 Fungsi Masing Masing Tabel ... 53
Tabel 5.2 Perancangan API Login ... 54
Tabel 5.3 Perancangan API Lihat Profile ... 55
Tabel 5.4 Perancangan API Register ... 55
Tabel 5.5 Perancangan API List Periode ... 56
Tabel 5.6 Perancangan API Detail Periode ... 57
Tabel 5.7 Perancangan API Export Laporan Periode ... 57
Tabel 5.8 Perancangan API Menambah Periode ... 58
Tabel 5.9 Perancangan API Edit Periode ... 59
xii
Tabel 5.10 Perancangan API List Laporan Harian ... 60
Tabel 5.11 Perancangan API Detail Laporan Harian ... 61
Tabel 5.12 Perancangan API Menambah Laporan Harian ... 62
Tabel 5.13 Perancangan API Edit Laporan Harian ... 63
Tabel 5.14 Perancangan API Melihat List Panen ... 65
Tabel 5.15 Perancangan API Melihat Detail Panen... 66
Tabel 5.16 Perancangan API Menambah Data Panen ... 67
Tabel 5.17 Perancangan API Edit Data Panen ... 67
Tabel 5.18 Perancangan API Menampilkan Homepage ... 68
Tabel 5.19 Perancangan API Menampilkan Overview ... 69
Tabel 5.20 Perancangan API Menampilkan Berita ... 71
Tabel 6.1 Spesifikasi Perangkat Keras ... 80
Tabel 6.2 Spesifikasi Perangkat Lunak ... 80
Tabel 6.3 SQL Tabel Users ... 81
Tabel 6.4 SQL Tabel Role ... 81
Tabel 6.5 SQL Tabel Standart ... 82
Tabel 6.6 SQL Tabel Periode... 82
Tabel 6.7 SQL Tabel Harian ... 83
Tabel 6.8 SQL Tabel Panen ... 83
Tabel 6.9 SQL Tabel Panen Detail ... 84
Tabel 6.10 Source Code Controller Function Login ... 85
Tabel 6.11 Source Code Implementasi API Login ... 86
Tabel 6.12 Source Code Controller Fungsi Lihat Periode ... 87
Tabel 6.13 Source Code Implementasi API Lihat Periode ... 88
Tabel 6.14 Source Code Fungsi Export Laporan ... 90
Tabel 6.15 Source Code Integrasi ke Excel ... 90
Tabel 6.16 Source Code Implementasi API Export Laporan ... 91
Tabel 6.17 Source Code Fungsi Melihat Overview ... 92
Tabel 6.18 Source Code Implementasi API Lihat Overview ... 94
Tabel 6.19 Source Code Fungsi Melihat Berita ... 95
Tabel 6.20 Source Code implementasi API Melihat Berita ... 96
Tabel 6.21 Source Code Fungsi Menambah Anak Kandang ... 97
xiii
Tabel 6.22 Source Code Implementasi API Menambah Anak Kandang ... 98
Tabel 6.23 Source Code Fungsi Menambah Periode ... 99
Tabel 6.24 Source Code Implementasi API Menambah Periode ... 100
Tabel 6.25 Source Code Fungsi Mengedit Periode ... 101
Tabel 6.26 Source Code Implementasi API Mengdeit Periode ... 102
Tabel 6.27 Source Code Fungsi Menambah Laporan Harian ... 104
Tabel 6.28 Source Code Implementasi API Tambah Laporan Harian ... 105
Tabel 6.29 Source Code Fungsi Edit Laporan Harian ... 107
Tabel 6.30 Source Code Implementasi API Edit Laporan Harian ... 108
Tabel 6.31 Source Code Fungsi Tambah Laporan Panen ... 110
Tabel 6.32 Source Code Implementasi API Laporan Panen ... 111
Tabel 6.33 Source Code Fungsi Edit Laporan Panen ... 112
Tabel 6.34 Source Code Implementasi API Edit Laporan Panen ... 113
Tabel 7.1 Blackbox Testing ... 114
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Foto Kondisi Peternakan Alfa Sentosa ... 6
Gambar 2.2 Contoh Gauge Meter... 7
Gambar 2.3 Contoh Line Graph ... 7
Gambar 2.4 Contoh Bar Chart ... 7
Gambar 2.5 Metode Agile ... 8
Gambar 2.6 Contoh Use Case Diagram ... 9
Gambar 2.7 Contoh Sequence Diagram ... 11
Gambar 2.8 Contoh Class Diagram ... 11
Gambar 3.1 Metode Agile ... 14
Gambar 4.1 Aturan Pemberian Kode Usecase ... 18
Gambar 4.2 Use Case Diagram ... 21
Gambar 4.3 Activity Diagram Login ... 34
Gambar 4.4 Activity Diagram Menambah Periode ... 35
Gambar 4.5 Activity Diagram Export Laporan ... 36
Gambar 4.6 Activity Diagram Laporan Harian ... 37
Gambar 4.7 Activity Diagram Edit Periode ... 38
Gambar 4.8 Activity Diagram Panen ... 39
Gambar 4.9 Activity Diagram Tambah Anak Kandang ... 40
Gambar 4.11 Activity Diagram Melihat Overview ... 40
Gambar 4.12 Activity Diagram Melihat Berita ... 41
Gambar 5.1 Arsitektur Sistem Informasi Peternakan Ayam ... 42
Gambar 5.2 Sequence Diagram Login ... 43
Gambar 5.3 Sequence Diagram Tambah Periode ... 44
Gambar 5.4 Sequence Diagram Export Laporan ... 45
Gambar 5.5 Sequence Diagram Laporan Harian ... 46
Gambar 5.6 Sequence Diagram Edit Periode ... 47
Gambar 5.7 Sequence Diagram Panen ... 48
Gambar 5.8 Sequence Diagram Tambah Anak Kandang ... 49
Gambar 5.9 Sequence Diagram Lihat Overview ... 50
Gambar 5.10 Sequence Diagram Lihat Berita ... 50
xv
Gambar 5.11 Class Diagram Sistem Informasi Peternakan Ayam ... 51
Gambar 5.12 PDM Sistem Informasi Peternakan Ayam ... 52
Gambar 5.13 User Interface Halaman Homepage ... 72
Gambar 5.14 User Interface Halaman Overview ... 73
Gambar 5.15 User Interface Halaman Berita ... 74
Gambar 5.16 User Interface Halaman Akun ... 74
Gambar 5.17 User Interface Halaman List Periode ... 75
Gambar 5.18 User Interface Halaman Form Periode ... 76
Gambar 5.19 User Interface Halaman Menu Periode ... 76
Gambar 5.20 User Interface Halaman Laporan Harian ... 77
Gambar 5.21 User Interface Halaman Form Laporan Harian ... 78
Gambar 5.22 User Interface Halaman List Panen ... 78
Gambar 5.23 User Interface Halaman Form Panen ... 79
Gambar 6.1 Antar Muka Halaman Login ... 85
Gambar 6.2 Antarmuka Halaman List Periode ... 87
Gambar 6.3 Antarmuka Menu Periode ... 89
Gambar 6.4 Fomat Excel Export Laporan Periode ... 89
Gambar 6.5 Antarmuka Menu Melihat Overview ... 92
Gambar 6.6 Antarmuka Melihat Berita ... 95
Gambar 6.7 Antarmuka Tambah Anak Kandang ... 97
Gambar 6.8 Antarmuka Form Periode ... 99
Gambar 6.9 Antarmuka Form Harian ... 103
Gambar 6.10 Antarmuka Form Laporan Panen ... 109
Gambar Lampiran 1 Transkrip Wawancara dengan Pemilik Peternakan ... 128
Gambar Lampiran 2 Transkrip Wawancara dengan Pemilik Peternakan (Lanjutan) ... 129
Gambar Lampiran 3 Form Laporan Metode Agile ... 130
Gambar Lampiran 4 Form Laporan Metode Scrum (Lanjutan) ... 131
Gambar Lampiran 5 Kuisioner SUS Pemilik Peternakan Alfa Sentosa ... 132
Gambar Lampiran 6 Kuisioner SUS Pemilik Peternakan Ayam Wira Jaya Sejahtera ... 133
Gambar Lampiran 7 Kuisioner SUS Anak Kandang ... 134
xvi
Gambar Lampiran 8 Kuisioner SUS Mahasiswa Peternakan ... 135 Gambar Lampiran 9 Kuisioner SUS Mahasiswa Peternakan ... 136
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A ANALISIS KEBUTUHAN ... 128
A.1 Wawancara Kepada Pemilik Peternakan ... 128
LAMPIRAN B PERENCANAAN ... 130
B.1 Implementasi Agile Pembuatan Sistem ... 130
LAMPIRAN C KUISIONER SUS ... 132
C.1 Kuisioner SUS Pemilik Peternakan ... 132
C.2 Kuisioner SUS Anak Kandang ... 134
C.3 Kuisioner SUS Mahasiswa Peternakan ... 135
1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri peternakan ayam merupakan industri yang bergerak dalam bidang peternakan yang menghasilkan daging ayam maupun telur ayam. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan bahan pangan di Indonesia akan selalu meningkat.
Di sisi penawaran, kapasitas produksi peternakan ayam ras di Indonesia masih belum mencapai kapasitas produksi yang sesungguhnya (Abidin, 2003). Dari data tersebut banyak masyarakat yang ingin masuk kedalam bisnis peternakan ayam dikarenakan prospek bisnisnya yang sangat bagus.
Alfa Setosa merupakan salah satu industri peternakan ayam yang berlokasi di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Alfa Sentosa sudah berdiri sejak tahun 2018 dan berfokus pada penghasil daging ayam. Peternakan Alfa Sentosa memiliki kapasitas total 7.000 (tujuh ribu) ekor ayam untuk setiap kali produksi. Periode produksi yang dilakukan oleh Alfa Sentosa biasanya selama 30 (tiga puluh) hingga 40 (empat puluh) hari untuk menghasilkan daging ayam. Alfa Sentosa sendiri juga melakukan mitra dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia untuk pensuplaian bibit ayam, pakan, dan vitamin.
Berdasarkan dengan wawancara yang saya lakukan dengan pemilik peternakan Alfa Sentosa, terdapat beberapa masalah pada hal perekapan data yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tulisan tangan pada form yang sudah ada. Setelah menulis form tersebut karyawan mengambil gambar form tersebut baru melaporkan ke pemilik peternakan Alfa Sentosa melalui aplikasi chat daring. Laporan tersebut dibagi menjadi 3 yaitu laporan DOC (Bibit Ayam) ketika baru masuk, laporan harian untuk penggunaan pakan dan obat, dan laporan ketika panen. Selain itu, laporan laporan tersebut tidak terdokumentasi dengan baik dikarenakan hanya menggunakan foto dan tidak disimpan dengan rapi sehingga membuat sedikit kesusahan jika ingin menganalisis persentase grafik peternakan Alfa Sentosa.
Dari permasalah tersebut, maka diperlukan sistem informasi yang bisa merekap seluruh laporan dan melakukan pemberkasan dengan rapi, sehingga pihak peternakan Alfa Sentosa dapat melancarkan stakeholder dalam mengambil keputusan kedepan. Sistem tersebut juga dapat menampilkan ringkasan dari produksi ayam pedaging yang dilakukan peternakan Alfa Sentosa. Pada pengerjaan sistem ini akan menggunakan metode agile, karena dengan menggunakan metode agile proses pengerjaan akan lebih cepat karena saya akan langsung memberi laporan dan meminta tolong kepada user untuk langsung mencoba setiap ada penambahan fitur. Pada sistem informasi ini akan berbasis mobile, dikarenakan anak kendang yang kesusahan jika menggunakan laptop dan smartphone lebih mudah jika digunakan di lapangan (kendang ayam). Restfull Web Services adalah antar muka yang mendeskripsikan koleksi yang dapat diakses dalam jaringan menggunakan format standar XML untuk pertukaran pesan.
Restfull Web Services mengerjakan tugas yang spesifik. Restfull Web Services
2
dideskripsikan menggunakan format standar notasi XML yang disebut services description (Gottschalk, 2002). Dalam deskripsi yang sudah dijelaskan oleh Gottschalk, maka teknologi Restfull Web Services merupakan teknologi yang fleksibel yang bisa digunakan pada web maupun mobile.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka ditentukan rumusan masalah yang akan diteliti, yaitu:
1. Bagaimana hasil dari analisis kebutuhan sistem informasi untuk perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa?
2. Bagaimana hasil dari perancangan sistem informasi perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa sesuai dengan analisis kebutuhan?
3. Bagaimana hasil dari implementasi sistem informasi perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa sesuai dengan yang dirancangkan sebelumnya?
4. Bagaimana hasil dari pengujian sistem informasi yang telah dibuat pada penelitian yang sudah dibangun?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian berdasarkan rumusan masalah yang ada, yaitu:
1. Menganalisis kebutuhan sistem informasi untuk perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa sesuai dengan kebutuhan pengguna
2. Merancang sistem informasi untuk perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa sesuai dengan analasis yang sudah didefinisikan
3. Mengimplementasikan rancangan sistem informasi untuk perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa yang sudah dirancang sebelumnya
4. Menguji sistem sistem informasi untuk perekapan laporan dan monitoring produksi pada peternakan Alfa Sentosa yang telah dibangun
1.4 Manfaat
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan bisa memberi manfaat untuk pihak terkait, diantaranya adalah:
1.4.1 Bagi Peternakan Alfa Sentosa
1. Pihak peternakan Alfa Sentosa dapat merekap data laporan dengan rapi dan didokumentasikan dengan baik.
3
2. Pihak anak kandang tidak perlu merekap secara manual dan dapat lebih mudah untuk merekap laporan.
3. Pihak pemeilik peternakan Alfa Sentosa dapat menganilis dengan mudah untuk perkembangan produksi daging ayam.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah pada penelitian ini, adalah:
1. Sistem informasi yang dikembangkan berfokus pada proses bisnis peternakan Alfa Sentosa.
2. Sistem Informasi yang dikembangkan berkomunikasi menggunakan API dan akan ditampilkan menggunakan Vue.js.
3. Sistem informasi ini menggunakan framework Laravel untuk pembutan APInya.
4. Sitem informasi ini menggunakan database PostgreSQL untuk penyimpanan data.
1.6 Sistematika Pembahasan
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab pertama membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, dan sistematika pembahasan yang akan dibahas pada penelitian yang dilakukan
BAB 2 LANDASAN KEPUSTAKAAN
Bab kedua bersisikan teori, landasan, model, atau metode dari literature ilmiah yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan
BAB 3 METODOLOGI
Bab ketiga membahas tentang metode metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian yang dilakukan.
BAB 4 ANALISIS KEBUTUHAN
Bab keempat membahas proses penggalian analisis kebutuhan untuk membangun sistem informasi pada penelitian yang dilakukan.
BAB 5 PERANCANGAN
Bab kelima membahas proses perancangan dari sistem yang dibangun berdasarkan analisis kebutuhan mencakup arsitektur, sequence diagram, class diagram, pyshical data model, perancangan api, dan user interface.
4
BAB 6 IMPLEMENTASI
Bab keenam membahas proses implementasi sistem informasi yang sudah dirancang sebelumnya
BAB 7 PENGUJIAN
Bab ketujuh membahas tentang hasil pengujian yang sudah dilakukan setelah sistem informasi pada penelitian ini sudah diimplementasikan
BAB 8 PENUTUP
Bab kedelapan membahas kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini dan ada saran untuk sistem informasi yang telah dibuat
5
BAB 2 LANDASAN KEPUSTAKAAN
Landasan kepustakaan berisi uraian dan pembahasan tentang teori, konsep, model, metode, atau sistem dari pustaka ilmiah, yang berkaitan dengan tema, masalah, atau pertanyaan penelitian. Dalam landasan kepustakaan terdapat landasan teori dari berbagai sumber pustaka yang terkait dengan teori dan metode yang digunakan dalam penelitian.
2.1 Kajian Pustaka
Terdapat penelitian terdahulu mengenai pengembangan sistem informasi monitoring untuk perekapan data dan analisa data. Penelitian pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh Arib Rahman Sutrisna, Niken Hendrakusma Wardani, dan Aditya Rachmadi pada tahun 2018 yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Penjualan Keripik Buah Pada CV KAJEYE FOOD Dengan Metode Peramalan Permintaan Menggunakan Model Waterfall”. Sistem ini dibangun dengan tujuan dapat mengelola penjualan dan dapat meramalkan permintaan keripik buah pada periode selanjutnya(Sutrisna et al., 2018). Dari penelitian tersebut menghasilkan pengujian terhadap metode peramalan yang diimplementasikan ke sistem dengan menghitung menghitung nilai rata-rata deviasi mutlak (MAD), rata-rata kuadrat kesalahan (MSE) dan rata-rata persentase kesalahan mutlak (MAPE).
Penelitian kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Hafizh Izzaturrahim, Mochamad Chandra Saputra, dan Aryo Pinandito pada tahun 2018 dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Kinerja Mesin Gilingan Berbasis Android Studi Kasus PG. Krebet Baru II, Malang”. Sistem ini dibangun dengan tujuan untuk mengoptimalkan monitoring pada kinerja mesin yang dimana di sistem sebelumnya harus membuka sistem terlebih dahulu untuk melihat kinerja mesin, tetapi pada penelitian ini penulis membuat sistem dengan push notification untuk jika mesin berjalan tidak normal maka langsung otomatis notifikasi masuk ke ponsel pengguna(Izzaturrahim et al., 2018). Dari penelitian tersebut, penulis melakukan testing sebanyak 7 test case dan menghasilkan kesimpulan algoritme untuk memberikan notifikasi memiliki jumlah cyclomatic complexity terbesar sehingga algoritme tersebut menjadi algoritma paling rumit diantara algoritme lain.
2.2 Peternakan Alfa Sentosa
Peternakan Alfa Sentosa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan ayam pedaging. Peternakan Ayam Sentosa berlokasi di desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Pada Peternakan Alfa Sentosa dapat menghasilkan 7000 ekor ayam pedaging setiap periodenya, setiap periode memakan waktu sekitar 30-40 hari untuk bisa diisi dengan DOC(Bibit Ayam) baru lagi. Berikut saya lampirkan foto pada peternakan Alfa Sentosa yang ditujukan pada Gambar 2.1.
6
Gambar 2.1 Foto Kondisi Peternakan Alfa Sentosa
2.3 Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang diperlukan(Sutabri, 2005). Menurut Sutabri(2005), Sistem informasi dapat terbentuk dengan kegatan operasi berikut:
• Pengumpulan Data
• Pengelompokan Data
• Perhitungan Data
• Analisa Topik Masalah
• Penyajian Laporan
2.4 Perangkat Mobile
Pengguna perangkat lunak khususnya perangkat mobile semakin hari semakin banyak, hampir semua orang mempunyai perangkat mobile. Lalu disusul dengan smartphone yang dimana hampir semua kegiatan sekarang bisa di smartphone, seperti mengambil gambar, calculator, bermain game, dan masih banyak lagi.
Emarketer mempublikasikan jumlah pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 37,1% dari tahun 2016- 2019(Warisyah, 2015). Hal ini membuat banyak sekali e-commerce yang web base berlomba lomba berpindah ke mobile untuk mempermudah pembelinya tanpa harus membuka web.
2.5 Dashboard
Dashboard merupakan tampilan visual dari informasi terpenting yang dibutuhkan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, yang tergabung dan
7
tersusun dalam satu layer tunggal sehingga bisa dipantau secara sekilas (Few, 2006). Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Few (2006), ada beberapa jenis grafik yang biasa ditampilkan pada dashboard, seperti yang ditunjukkan pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 Tipe Tipe Grafik Dashboard
Tipe Tujuan Gambar
Gauge Meter
menyediakan satu jenis pengukuran, iterkadang dibandingkan dengan pengukuran lain seperti target atau kondisi yang baik atau buruk.
Gambar 2.2 Contoh Gauge Meter
Line Graph Line Graph, digunakan untuk
menyajikan bentuk
pergerakan data dari sebuah nilai terutama perubahan berkaitan dengan waktu. Line graph menyajikan pola data seperti tren, fluktuasi, tingkat perubahan, dan variasi antara dua data.
Gambar 2.3 Contoh Line Graph Bar Chart Bar chart merupakan jenis
grafik yang digunakan untuk menampilkan banyak entitas.
Penggunaan bar chart sesuai
untuk menampilkan
pengukuran dala satu kategori
Gambar 2.4 Contoh Bar Chart
8
2.6 Metode Agile
Metode Agile merupakan metode yang akan digunakan pada penelitian ini yang dimana dimulai dengan perencanaan dan analasis kebutuhan lalu dilanjut dengan desain, implementasi, testing, dan review yang yang bisa dilakukan tanpa urut dan bisa setiap hari di review ataupun testing, dan akan diakhiri dengan peluncuran sistem. Metode agile merupakan metode pengembangan incremental yang fokus pada perkembangan yang cepat, perangkat lunak yang dirilis bertahap, mengurangi overhead proses, dan menghasilkan kode berkualitas tinggi dan pada proses perkembangannya melibatkan pelanggan secara langsung (Sommerville 2011).
Gambar 2.5 Metode Agile
2.7 Web Service
Web service adalah salah satu bentuk sistem perangkat lunak yang didesain untuk mendukung interaksi mesin-ke-mesin melalui jaringan. Web service memiliki interface yang dideskripsikan dalam format yang dapat dibaca oleh mesin(Sibagariang, 2016). Biasanya web service berformat JSON atau XML untuk penelitian ini saya menggunakan format JSON.
2.8 RESTful API
RESTful services adalah teknologi yang bekerja menggunakan resource untuk membangun sistem terdistribusi, sehingga didesain dengan menekankan pada kesederhanaan, skalabilitas, serta kegunaan(Choirudin & Adil, 2019). RESTful API
9
terdiri dari beberapa perintah HTTP antara lain GET, POST, PUT, dan DELETE.
Setiap perintah HTTP memiliki fungsi yang berbeda beda, yaitu:
• GET, untuk mengambil data dari database
• POST, untuk menambah data pada database table
• PUT, untuk merubah data yang sudah ada pada table database
• DELETE, untuk mengahpus data yang ada pada table database
2.9 Unified Modelling Language
“Unified Modelling Language (UML) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek. Abstraksi konsep dasar UML terdiri dari structural classification, dynamic behavior, dan model management dapat kita pahami main concepts sebagai term yang akan muncul pada saat membuat diagram dan view adalah kategori dari diagram tersebut. UML mendefinisikan diagram-diagram sebagai Use case diagram, Class diagram, Statechart diagram, Activity diagram,Sequence diagram, Collaboration diagram, Component diagram, dan Deployment diagram.” (Adi, 2010).
2.9.1 Use Case Diagram
Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuakn (behavior) system informasi yang akan dibuat. Use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam system informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut(Hendini, 2016). Pada gambar 2.6 Merupakan contoh Use Case Diagram
Gambar 2.6 Contoh Use Case Diagram
10
2.9.2 Activity Diagram
Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Simbol-simbol yang digunakan dalam Activity Diagram yaitu:
Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram
Gambar Keterangan
Start Point, diletakkan pada pojok kiri atas dan merupakan awal aktivitas End Point, akhir aktivitas
Activities, menggambarkan suatu proses/kegiatan bisnis
Fork/percabangan, digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel atau untuk menggabungkan dua kegiatan parallel menjadi satu
Join (penggabungan) atau rake, digunakan untuk menunjukkan adanya dekomposisi
Decision Points, menggambarkan pilihan untuk pengambilan keputusan, true atau false
Swimlane, pembagian activity diagram untuk menunjukkan siapa melakukan apa
Sumber: (Hendini, 2016) 2.9.3 Sequence Diagram
Sequence Diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek(Hendini, 2016). Gambar 2.7 merupakan contoh dari Sequence Diagram.
11
Gambar 2.7 Contoh Sequence Diagram 2.9.4 Class Diagram
Merupakan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model desain dari suatu sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab identitas yang menentukan perilaku sistem. Class Diagram juga menunjukkan atribut-atribut dan operasi-operasi dari sebuah kelas dan constraint yang berhubungan dengan objek yang dikoneksikan(Hendini, 2016). Contoh dari Class diagram bisa dilihat pada gambar 2.8.
Gambar 2.8 Contoh Class Diagram
2.10 PostgreSQL
PostgreSQL merupakan salah satu system basis data untuk mengelola database yang akan saya kerjakan pada penelitian ini. PostgreSQL termasuk sebagai database server yang handal dengan berbagai macam fitur-fitur pendukungnya, sehingga menjadikan database ini begitu ideal sebagai media penyimpanan dari aplikasi sistem informasi(Munawaroh, 2005).
12
2.11 Laravel
Laravel imerupakan framework dari PHP yang mengimplementasikan konsep Model-View-Controller. Laravel disini saya guanakan untuk mengelola data yang akan ditampilkan kedalam aplikasi. Laravel menawarkan beberapa keuntungan ketika Anda mengembangkan website menggunakan dasar framework ini(laracast.com).
• Pertama, website menjadi lebih scalable (mudah dikembangkan).
• Kedua, terdapat namespace dan tampilan yang membantu Anda untuk mengorganisir dan mengatur sumber daya website.
• Ketiga, proses pengembangan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu karena Laravel dapat dikombinasikan dengan beberapa komponen dari framework lain untuk mengembangkan website.
2.12 React Native
React Native adalah framework open source besutan facebook yang dibuat setelah facebook sebelumnya membuat react.js, React.JS sendiri merupakan sebuah library dari facebook yang dapat digunakan untuk membangun antarmuka pengguna (UI)(Wiguna et al., 2019). React Native disini berfungsi untuk membuat tampilan mobile apps yang akan saya buat pada penelitian ini.
2.13 Heroku
Heroku merupakan website untuk mendeploy aplikasi Laravel dan database PostgreSQL yang akan dibuat agar API yang dibuat bisa digunakan secara global tanpa harus menggunakan server local Laravel. Heroku juga termasuk ke dalam kriteria jenis Platform As A Service atau yang disingkat menjadi PaaS.
2.14 Blackbox Testing
Pengujian perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program untuk mengetahui apakah fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan(Cholifah et al., 2018).
2.15 Usability Testing
Usability testing adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi user experience dari sebuah produk baik itu di website maupun aplikasi (Clifford Chi, 2020). Untuk pengujian Usability Testing akan menggunakan metode Survey menggunakan SUS Kuisioner. SUS merupakan kuisioner yang berisikan 10 pertanyaan, dengan penilaian 1 – 5 dari nomer 1 sangat tidak setuju sampai 5 sangat setuju. Pada tabel 2.2 akan ditunjukkan pertanyaan pada kuisioner SUS.
13
Tabel 2.3 Pertanyaan SUS
No Pertanyaan SUS
1 Saya berpikir akan menggunakan sistem ini lagi 2 Saya merasa sistem ini rumit untuk digunakan 3 Saya merasa sistem ini mudah untuk digunakan
4 Saya membutuhkan bantuan dari orang lain atau teknisi dalam menggunakan sistem ini
5 Saya merasa fitur-fitur sistem ini berjalan dengan semestinya
6 Saya merasa ada banyak hal yang tidak konsisten (tidak serasi) pada sistem ini
7 Saya merasa orang lain akan memahami cara menggunakan sistem ini dengan cepat
8 Saya merasa sistem ini membingungkan
9 Saya merasa tidak ada hambatan dalam menggunakan sistem ini 10 Saya perlu membiasakan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan
sistem ini
2.16 Postman
Postman merupakan aplikasi desktop yang memudahkan untuk mengetes/menggunakan API berbasis HTTP yang sudah dibuat. Ada banyak feature yang bisa digunakan pada postman yaitu salh satunya environment variable untuk mendefinisikan variable agar kita hanya perlu memanggil nama variable jika ingin menggunakan isi dari variable tersebut.
14
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian yang akan dilakukan termasuk dalam penelitian bersifat implementatif pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan system informasi berbasis dan dashboard berbasis mobile peternakan ALFA SENTOSA Blitar, Jawa Timur. Metodologi penelitian yang akan dipakai pada penelitian ini adalah metode Agile yang dimana dimulai dengan perencanaan aplikasi dilanjut dengan desain sitem, implementasi sistem, pengujian, deploy, dan review yang dilakukan setiap saat lalu setelah melewati itu ke peluncuran aplikasi seperti pada gambar 3.1.
Gambar 3.1 Metode Agile
3.1 Scenario Agilement
Scenario Agilement merupakan scenario dari metode yang akan saya pakai pada skripsi saya dan tulisan saya ini merupakan tahap akhir yang sudah di setujui oleh pihak pengguna aplikasi. Metode agile yang saya gunakan menggunakan 7 tahap yaitu, perencanaan, desain sistem, implementasi sistem, pengujian sistem, deploy sistem, dan review sistem. Pada Scenario ini saya selalu mengulang tahap tersebut per menu yang sudah saya buat dan langsung saya berikan kepada pengguna.
15
Tabel 3.1 Timeline Scenario Agilement
Menu Tanggal Pengerjaan
Menu Login 1 Maret 2021 – 7 Maret 2021
Menu Periode 8 Maret 2021 – 14 Maret 2021
Menu Laporan Harian 15 Maret 2021 – 21 Maret 2021
Menu Panen 23 Maret 2021 – 29 Maret 2021
Menu Akun 30 Maret 2021 - 5 Maret 2021
Menu Home 6 April 2021 – 12 April 2021
Pada table 3.1 dijelaskan timeline metode Agilement yang saya gunakan, yaitu dengan membaginya per menu, dan setiap menu yang sudah selesai akan saya berikan kepada user untuk direview jika lolos review maka akan lanjut ke menu selanjutnya.
3.2 Perencanaan
Perencanaan merupakan tahap pertama untuk mengumpulkan data dan analisis kebutuhan apa saja yang diutuhkan disistem informasi yang akan dibuat.
Saya mengumpulkan analisis kebutuhan dengan cara melakukan wawancara dengan bapak Agus Setiajid selaku pemilik Peternakan Alfa Sentosa. Hasil dari wawancara tersebut akan menjadi penentu kebutuhan apa saja yang akan dibutuhkan pada sistem informasi.
3.3 Desain Sistem
Setelah mendapat apa saja kebutuhan sistem pada aplikasi monitoring peternakanan ini dilanjut dengan mendesain sistem. Desain sistem pada penelitian ini saya menggunakan permodelan Unified Modelling Language. Hasil perancangan dibentuk dalam class diagram dan sequence diagram. Selanjutnya perancangan struktur data dengan physical data model.
3.4 Implementasi Sistem
Hasil dari desain sistem akan dilanjutkan dengan implementasi kedalam code atau pembuatan aplikasi, yang dimana pada sistem informasi yang akan saya buat akan menggunakan Bahasa PHP untuk Backend dan Javascript untuk Frontend dengan bantuan framework Laravel dan React Native. Dan semua data akan disimpan pada databse PostgreSQL.
3.5 Pengujian Sistem
Setelah selesai mengimplementasikan seluruh sistem, akan dilakukan pengujian. Pengujian sistem akan dilakukan dengan cara black-box testing untuk
16
mengetahui apakah sistem yang sudah dibuat sesuai dengan perangan sistem. Dan juga sistem akan melakukan pengujian Usability Testing.
3.6 Deploy Sistem
Setelah sistem sudah sesuai akan dilakukan deploy atau pengunggahan sistem agar bisa digunakan tidak hanya di local. Deploy menggunakan server Heroku untuk Backend dan untuk app mobilenya export apk dari React Native.
3.7 Review Sistem
Ketika sistem sudah berjalan dengan baik, saya akan memberikan aplikasi kepada pihak peternakan ALFA SENTOSA. Untuk pihak peternakan memberi masukan kepada saya apa saja yang kurang dari sistem tersebut.
3.8 Kesimpulan dan Saran
Pada tahap akhir dari penelitian ini akan ditarik sebuah kesimpulan. Selain itu aka nada selanjutnya untuk pengembang selanjutnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pada sistem monitoring ini.
17
BAB 4 ANALISIS KEBUTUHAN
4.1 Gambaran Umum Sistem
Sistem informasi monitoring peternakan ayam merupakan sistem berbasis mobile yang digunakan untuk melakukan pencatatan kegiatan operasional harian di peternakan Alfa Sentosa. Anak kandang melakukan pendataan terkait periode ternak yang ada di peternakan Alfa Sentosa. Anak kandang juga dapat mencatat laporan harian pada periode tersebut dengan melakukan pendataan terkait umur, pakan, ayam mati atau cacat dan berat rata ayam. Selain itu, sistem informasi monitoring peternakan ayam juga mencatat sisa pakan, standar memberi pakan ayam agar anak kandang dapat mengetahui berapa pakan yang harus diberikan setiap harinya. Pihak pemilik kandang dapat melakukan monitoring kandang dengan melihat laporan harian dari anak kandang. Pemilik kandang juga dapat memantau data hasil panen yang telah dimasukkan oleh anak kandang. Pada sistem ini juga terdapat menu dashboard untuk melihat visualisai data pakan masuk dan pakai, sisa ayam dan ayam yang telah di panen. Setelah proses input, ringkasan data diubah kedalam bentuk laporan yang hanya dapat dilakukan oleh pemilik kandang. Pemilik kandang juga dapat menambahkan akun pengguna anak kandang.
4.2 Karakteristik Aktor
Proses identifikasi aktor ditentukan setelah melakukan penggalian kebutuhan sistem dengan melaukan wawancara kepada pemilik peternakan Alfa Sentosa.
Dari analisis hasil wawancara tersebut, didapatkan identifikasi aktor pada sistem informasi monitoring peternakan ayam. Tabel 4.1 menunjukkan hasil dari identifikasi karakteristik aktor yang telah dilakukan untuk sistem informasi monitoring peternakan ayam.
Tabel 4.1 Karakteristik Aktor
No Aktor Karakteristik
1 Pemilik Peternakan Pemilik peternakan adalah aktor yang mempunyai wewenang untuk menambahkan akun pengguna anak kandang dan memonitoring peternakan dengan mengakses laporan periode ternak di peternakan Alfa Sentosa
2 Anak Kandang Anak kandang adalah aktor yang mempunyai peran untuk menambahkan data periode ternak, data laporan harian dan data panen ternak pada sistem
18
4.3 Identifikasi Kebutuhan Sistem
Identifikasi kebutuhan sistem dilakukan untuk mengetahui rincian kebutuhan dari Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam yang dibutuhkan oleh pengguna. Proses identifikasi kebutuhan sistem didapatkan dari hasil wawancara yang sebelumnya telah dilakukan pada pemilik peternakan Alfa Sentosa. Dalam mengidentifikasikan kebutuhan fungsional dan non fungsional diperlukan pembuatan kode aturan penomoran untuk memudahkan pembedaan kebutuhan sistem.
4.3.1 Aturan Pemberian Kode
Pemberian kode dibuat dengan tujuan agar memudahkan identifikasi spesifikasi kebutuhan sistem. Aturan pemberian kode kebutuhan pada penelitian ini adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Aturan Pemberian Kode Usecase
4.3.2 Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional sistem informasi monitoring peternakan ayam menggambarkan fungsi apa saja yang dapat dilakukan oleh isistem. Pendefinisian fungsionalitas sistem ini akan dijadikan acuan untuk melakukan tahap perancangan sistem. Kebutuhan fungsional dari sistem informasi yang dibangun ditunjukkan pada Tabel 4.2 dan kebututhan nonfungsional ditunjukkan pada Tabel 4.3.
19
Tabel 4.2 Kebutuhan Fungsional
No Kode Nama Fungsi Deskripsi
1
SIMPA-KF-001 Login Pemilik peternakan dan anak kandang dapat masuk ke dalam sistem menggunakan email dan password yang telah terdaftar
2 SIMPA-KF-002
Melihat profil pengguna Pemilik peternakan dapat melihat profil pengguna
3 SIMPA-KF-003
Melihat data periode peternakan
Pemilik peternakan dan Anak kandang dapat melihat daftar data periode yang
telah dimasukkan
sebelumnya oleh anak kandang
4 SIMPA-KF-004
Melihat laporan peternakan
Pemilik dapat melihat laporan peternakan sesuai data yang telah diinputkan oleh anak kandang
5 SIMPA-KF-005
Melihat visualisasi data/overview
Pemilik dapat melihat grafik yang menggambarkan pemakaian pakan dan hasil panen atau ayam yang keluar
6 SIMPA-KF-006
Melihat berita seputar peternakan
Pemilik dapat melihat berita terkait peternakan dari api berita
7 SIMPA-KF-007
Menambahkan akun
pengguna anak
kandang
Pemilik dapat menambahkan akun untuk anak kandang.
Akun tersebut digunakan oleh anak kandang untuk dapat masuk ke dalam sistem.
8 SIMPA-KF-008
Menambah periode ternak
Anak kandang dapat menambahkan periode ternah yang berisi data Day Old Child (DOC) dan nomer DO
9 SIMPA-KF-009
Mengedit data periode Anak kandang dapat mengedit data periode ternak
20 10 SIMPA-KF-010
Menambah pelaporan harian ternak
Anak kandang dapat memasukkan data laporan harian ternak pada periode tersebut
11 SIMPA-KF-011
Mengedit pelaporan harian ternak
Anak kandang dapat mengedit data laporan harian ternak yang telah diinputkan sebelumnya
12 SIMPA-KF-012
Menambah data hasil panen ternak
Anak kandang dapat menambahkan data hasil panen ternak pada periode tersebut
13 SIMPA-KF-013
Mengedit data hasil panen ternak
Anak kandang dapat memperbarui data hasil panen ternak yang telak diinputkan sebelumnya 14 SIMPA-KF-014
Logout Pemilik dan anak kandang dapat keluar dari sistem
4.3.3 Kebutuhan Non Fungsional
Tabel 4.3 Kebutuhan Non Fungsional
No Kode Nama Fungsi Deskripsi
1
SIMPA-KNF-001 Usability Pemilik peternakan dan anak kandang dapat menggunakan dan mengoperasikan sisyem dengan mudah
4.4 Pemodelan Use Case Diagram
Pemodelan use case diagram dibuat berdasarkan pendefinisian kebutuhan sistem dan hasil analisis wawancara kepada pemilik peternakan Alfa Sentosa. Pada diagram use case digambarkan hubungan antara aktor dengan sistem dalam menjalankan fungsionalitas yang ada. Kebutuhan fungsionalitas digambarkan dalam bentuk use case yang akan dilakukan oleh aktor saat menjalankan Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam. Pada Gambar 4.2 ditunjukkan use case diagram dari Sistem Informasi Monitoring Peternakan Ayam. Terdapat 2 aktor pada sistem yang dibangun yaitu Pemilik dan Anak Kandang yang keduanya mempunyai use case untuk dilakukan pada sistem.
21
Gambar 4.2 Use Case Diagram
4.5 Use Case Scenario
Use case scenario dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana urutan sederhana saat aktor menjalankan dan berinteraksi dengan sistem yang dibangun.
Use case scenario yang dibuat mengacu pada use case diagram pada tahapan sebelumnya. Pada use case scerio terdapat nama fungsionalitas atau use case, penjelasan atau deskripsi dari use case tersebut, siapa saja aktor yang menjalankan use case tersebut, pre-condition atau prasyarat yang harus dipenuhi untuk dapat menjalankan use case tersebut, alur utama yang menggambarkan tahapan aksi yang dilakukan oleh pengguna, alur alternatif yang akan dijalankan oleh sistem saat pengguna tidak menjalankan tahapan alur utama dan kondisi yang terjadi setelah use case itu berhasil dijalankan.
22
Tabel 4.4 Use Case Scenario Login SIMPA-KF-001 Login
Objective Pengguna dapat masuk kedalam sistem android menggunakan email dan password
Actor Pemilik peternakan, Anak Kandang
Pre-condition • Pengguna memiliki email dan password yang sudah ada pada database
• Sistem redirect ke halaman login
Main flow 1. Pengguna memasukkan email dan password pada form yang tersedia
2. Pengguna memilih tombol yang bertuliskan login 3. Sistem melakukan pengecekan email dan password
yang telah dimasukkan oleh pengguna
Alternative flow Jika email dan password tidak sesuai, pengguna diberi pesan bahwa email dan password tidak terdaftar dan pengguna tetap berada pada halaman login
Post-condition Verifikasi berhasil dilakukan dan pengguna dapat mengakses halaman utama sistem
Pada use case scenario Login yang ditunjukkan pada Tabel 4.4 dijelaskan mengenai tahapan saat pengguna masuk ke dalam sistem. Pemilik kandang dan anak kandang dapat masuk ke dalam sistem hanya jika memasukkan data email dan password pada form yang telah disediakan pada halaman login. Setelah menekan memilih tombol yang bertuliskan login, maka sistem akan melakukan validasi data yang dimasukkan pengguna dengan email dan password yang terdaftar di database. Jika berhasil maka sistem akan redirect ke halaman utama untuk masing masing jenis pengguna. Namun jika tidak berhasil maka aka nada notifikasi bahwa email dan password tidak tersedia di dalam database dan sistem tidak akan melakukan redirect ke halaman utama.
23
Tabel 4.5 Use Case Scenario Lihat Profil SIMPA-KF-002 Melihat profil pengguna
Objective Pengguna dapat mengakses info profil Actor Pemilik peternakan
Pre-condition Pengguna telah masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan
Main flow 1. Pengguna mengakses menu utama sistem 2. Sistem redirect ke halaman utama
3. Pengguna memilih tombol menu profil pengguna 4. Sistem redirect ke halaman profil pengguna Alternative flow -
Post-condition Pengguna dapat mengakses halaman profil pengguna
Pada use case scenario melihat profil pengguna yang ditunjukkan oleh Tabel 4.5 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat mengakses info profil dari pengguna yang telah masuk ke dalam sistem. Pengguna menekan terdapat tab menu akun atau profil pengguna pada halaman utama masing masing jenis pengguna, setelah itu sistem akan menampilkan informasi mengenai nama, email dan jenis pengguna tersebut.
Tabel 4.6 Use Case Scenario Lihat Periode SIMPA-KF-003 Melihat data periode peternakan
Objective Pengguna dapat mengakses daftar periode yang ada di peternakan Alfa Sentosa
Actor Pemilik peternakan, Anak kandang
Pre-condition Pengguna telah masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan atau anak kandang dan telah mengakses halaman utama
Main flow 1. Pengguna pemilik kandang memilih tombol menu periode
2. Sistem redirect ke halaman list periode Alternative flow -
Post-condition Pengguna dapat mengakses halaman yang menampilkan daftar periode
24
Pada use case scenario melihat data periode peternakan yang ditunjukkan oleh Tabel 4.6 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat mengakses data list periode pada peternakan Alfa Sentosa. Periode sendiri perupakan satuan masa ternak dari penambahan bibit ternak hingga waktu panen. Untuk menjalankan fungsionalitas ini, pengguna harus masuk ke dalam sistem terlebih dahulu. Kemudian pengguna memilih tombol list periode untuk melihat data periode apa saja yang sedang berjalan pada peternakan Alfa Sentosa. Setelah itu sistem akan redirect ke halaman list periode yang terdapat card list data detail dari peternakan Alfa Sentosa.
Tabel 4.7 Use Case Scenario Melihat Laporan SIMPA-KF-004 Melihat laporan peternakan
Objective Pengguna melihat laporan terkait operasional peternakan dalam format EXCEL
Actor Pemilik peternakan
Pre-condition • Pengguna telah masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan
• Pengguna mengakses halaman periode peternakan
• Terdapat data laporan harian dan panen yang tersimpan database
Main flow 1. Pengguna menekan salah satu periode peternakan 2. Sistem menampilkan pilihan aksi pada periode
tersebut
3. Pengguna memilih tombol export laporan
4. Sistem dapat mengunduh berkas laporan peternakan Alternative flow Jika data kosong, maka akan menampilkan pesan “Tidak ada
data yang dapat ditampilkan”
Post-condition Pengguna dapat mengunduh berkas laporan dalam format EXCEL
Pada use case scenario melihat laporan peternakan yang ditunjukkan oleh Tabel 4.7 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat mengakses seluruh laporan peternakan terkait periode peternakan tertentu. Pengguna harus masuk ke dalam sistem terlebih dahulu sebagai pemilik peternakan untuk dapat mengakses laporan dalam bentuk format EXCEL. Setelah mengakses menu aksi dari periode, pengguna memilih tombol export laporan. Kemudian sistem akan mengunduh berkas laporan peternakan pada periode tersebut dan pengguna dapat membuka berkas EXCEL yang telah terunduh.
25
Tabel 4.8 Use Case Scenario Lihat Overview SIMPA-KF-005 Melihat overview
Objective Pengguna mengakses halaman overview Actor Pemilik peternakan
Pre-condition Pengguna masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan
Main flow 1. Pengguna mengakses menu utama sistem 2. Pengguna memilih tombol menu overview 3. Sistem redirect ke halaman overview Alternative flow -
Post-condition Pengguna dapat melihat informasi visualisasi data peternakan Alfa Sentosa pada halaman overview
Pada use case scenario melihat overview yang ditunjukkan oleh Tabel 4.8 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat mengakses visualisasi dari seluruh data peternakan Alfa Sentosa dalam bentuk diagram sehingga pemilik dapat dengan mudah melihat perkembangan peternakan. Pemilik kandang melakukan login terlebih dahulu, setelah itu mengakses menu utama dan memilih tombol overview. Sistem akan redirect ke halaman overview pakan masuk dan pakan keluar maupun panen.
Tabel 4.9 Use Case Scenario Melihat Berita SIMPA-KF-006 Melihat berita seputar peternakan
Objective Pengguna dapat mengakses berita terkait peternakan melalui sistem yang dibangun
Actor Pemilik peternakan
Pre-condition Pengguna masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan
Main flow 1. Pengguna mengakses halaman menu utama sistem 2. Pengguna memilih tombol menu berita
3. Sistem menampikan berbagai macam berita terkait peternakan
Alternative flow -
Post-condition Pengguna dapat melihat dan mengakses halaman berita seputar peternakan
26
Pada use case scenario melihat berita seputar peternakan yang ditunjukkan oleh Tabel 4.9 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat mengakses informasi berita tentang peternakan. Pengguna masuk ke dalam sistem kemudian mengakses menu utama. Setelah itu memilih tombol menu News dan sistem akan menampikan beberapa berita seputar peternakan untuk menambah pengetahuan pemilik.
Tabel 4.10 Use Case Scenario Menambah Anak Kandang SIMPA-KF-007 Menambahkan akun pengguna anak kandang
Objective Pengguna dapat menambahkan/mendaftarkan akun pengguna anak kandang yang terdiri dari email & password Actor Pemilik peternakan
Pre-condition Pengguna masuk ke dalam sistem informasi monitoring peternakan ayam sebagai pemilik peternakan dan telah mengakses halaman profil pengguna
Main flow 1. Pengguna memilih tombol tambah anak kandang 2. Pengguna memasukkan data berupa email, password
dan nama
3. Pengguna memilih tombol tambah
4. Sistem menyimpan data akun pengguna baru
Alternative flow Jika email yang dimasukkan sudah ada di database, maka sistem akan menampilkan pesan “email sudah terpakai”. Jika salah satu form input belum diisi maka sistem menampilkan pesan “Isi data terlebih dahulu”
Post-condition Akun anak kandang berhasil diitambahkan
Pada use case scenario menambah akun pengguna anak kandang yang ditunjukkan oleh Tabel 4.10 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat akan menambahkan data karyawan atau anak kandang baru yang belum terdaftar sebagai anak kandang dalam sistem. Pemilik memilih tombol tambah anak kandang pada halaman akun pengguna setelah melakukan login terlebih dahulu.
Sistem akan menampilkan halama form untuk menambahkan data anak kandang baru. Pemilik memasukkan data nama, email dan password pada form yang telah disediakan kemudian memilih tombol tambah. Sistem akan meyimpan data tersebut untuk proses validasi login anak kandang saat ingin menggunakan sistem monitoring peternakan ayam.
27
Tabel 4.11 Use Case Scenario Menambah Periode SIMPA-KF-008 Menambah periode ternak
Objective Pengguna melakukan pendataan DOC pada periode ternak dan menambahkan data periode tersebut ke sistem yang dibanguun
Actor Anak kandang
Pre-condition Pengguna harus masuk kedalam sistem informasi sebagai anak kandang dan mengakses halaman periode
Main flow 1. Pengguna memilih button plus
2. Sistem redirect ke halaman tambah periode
3. Pengguna memasukkan DOC dan Nomer DO pada form input
4. Pengguna memilih tombol tambah
Alternative flow Ketika pengguna belum mengisi form dengan lengkap, maka sistem akan menampilkan pesan “Isi data terlebih dahulu”
pada halaman tambah periode dan periode tidak dapat ditambahkan
Post-condition Sistem dapat menambahkan data periode
Pada use case scenario menambah periode ternak yang ditunjukkan oleh Tabel 4.11 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat memasukkan data periode ternak yang berlangsung di peternakan Alfa Sentosa. Pengguna melakukan login sebagai anak kandang terlebih dahulu kemudian mengakses halaman periode.
Setelah itu pengguna memilih tombol plus dan sistem akan redirect ke halaman form tambah periode. Setelah memasukkan data sesuai form yang tersedia dengan lengkap, pengguna memilih tombol tambah dan data periode akan tersmpan. Kemudian pengguna akan diarahkan ke halaman list periode kembali.
28
Tabel 4.12 Use Case Scenario Mengedit Periode SIMPA-KF-009 Mengedit data periode
Objective Pengguna melakukan pembaruan data jumlah DOC pada periode yang di edit
Actor Anak kandang
Pre-condition Pengguna masuk ke dalam sistem sebagai anak kandang dan terdapat data periode sudah ditambahkan
Main flow 1. Pengguna memilih tombol data periode yang ingin di edit
2. Sistem menampilkan pilihan aksi pada periose 3. Pengguna memilih tombol edit periode
4. Sistem redirect ke halaman edit periode 5. Pengguna mengisi form input edit periode 6. Pengguna memilih tombol tambah
Alternative flow Ketika pengguna belum mengisi form dengan lengkap, maka sistem akan menampilkan pesan “Isi data terlebih dahulu”
pada halaman tambah periode dan periode tidak dapat diedit
Post-condition Sistem dapat memperbarui data periode yang sudah diedit
Pada use case scenario mengedit periode ternak yang ditunjukkan oleh Tabel 4.12 dijelaskan mengenai tahapan pengguna saat memperbarui data periode ternak yang berlangsung di peternakan Alfa Sentosa. Pengguna melakukan login sebagai anak kandang terlebih dahulu kemudian mengakses halaman periode.
Setelah itu pengguna menekan list periode mana yang akan diperbarui datanya dan sistem akan redirect ke halaman form edit periode. Setelah memasukkan data yang diubah, pengguna memilih tombol edit dan data periode akan tersimpan.
Kemudian pengguna akan diarahkan ke halaman list periode kembali.