PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Bagaimana strategi ruang terbuka hijau untuk pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan masyarakat ekonomi adalah suatu proses dimana kelompok masyarakat di bidang perekonomian mengelola sumber daya yang ada untuk memajukan perekonomian daerah.
Sistematika Pembahasan
Pengembangan Ekonomi Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember.” Kegiatan implementasi strategi RTH sebagai pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian penelitian, data ruang terbuka hijau sebagai pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
RTH sebagai pengembangan ekonomi kerakyatan di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Melalui lembaga BUMDes RTH Lembu Suro sebagai pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon, pemanfaatan lahan-lahan kosong yang dijadikan potensi bisnis sehingga. RTH sebagai pengembangan ekonomi kerakyatan di Desa Genteng Kulon memanfaatkan lahan-lahan kosong yang dijadikan potensi usaha, sehingga implikasi dari pengembangan tersebut adalah peningkatan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pendapatan pemerintah desa melalui lembaga BUMDes Lembu Suro. .
Pengembangan Ekonomi Pedesaan Melalui Pengelolaan Kebun yang Digunakan untuk Agrowisata Keluarga Kerajaan di Desa Sukorejo Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Pengembangan Ekonomi Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
- Konsep Pembangunan
- Strategi Pengembangan
- Komunitas Ekonomi
- RTH
Pembangunan masyarakat desa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat agar mereka dapat bersama-sama mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahannya. Kondisi yang harus diketahui untuk memberdayakan masyarakat desa adalah realitas kekuatan dan kelemahan masyarakat desa. Oleh karena itu, peran pendidikan nonformal menempati posisi kunci dalam membekali masyarakat desa dengan pengetahuan praktis, sikap mental yang baik, dan keterampilan yang handal sehingga mampu melaksanakan pembangunan secara efektif.
Tujuan dari strategi pembangunan fisik/lokal ini khususnya untuk menciptakan identitas daerah, meningkatkan basis daya tarik (amenity base) atau kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan daya tarik pusat kota (civic center) dalam upaya memperbaiki kawasan. dunia usaha. Pengembangan usaha merupakan komponen penting dalam perencanaan pembangunan perekonomian daerah karena daya tarik, penciptaan atau ketahanan kegiatan usaha merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian daerah yang sehat. 40Samsudi, Kebutuhan ruang terbuka hijau untuk penataan ruang kota di Kota Surakarta (Jurnal: 2010) diakses pada 26 April 2018.
Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Sebelum ada Terminal Genteng Kulon, masih merupakan ladang yang menjadi aset Desa Genteng Kulon. Oleh karena itu, Ruang Terbuka Hijau merupakan lahan persawahan yang kemudian dijadikan ladang di Desa Genteng Kulon di kawasan Maron. Lembaga ini disebut Badan Usaha Milik Desa Genteng Kulon yang selanjutnya disebut BUMDes Lembu Suro.
Pembentukan lembaga BUMDes Lembu Suro dimaksudkan untuk mendorong dan mewadahi segala kegiatan sosial ekonomi yang berkembang sesuai dengan adat dan budaya setempat, untuk dikelola bersama oleh pemerintah Desa Genteng Kulon dan masyarakat. Jadi ruang terbuka hijau sebagai pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon memanfaatkan lahan kosong yang dijadikan potensi bisnis, sehingga implikasi dari pengembangan ini adalah peningkatan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pendapatan pemerintah desa melalui lembaga Lembu Suro. BUMDe. Jadi strategi RTH sebagai pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Genteng Kulon adalah strategi pembangunan fisik/lokal yaitu pembangunan lokasi untuk menyediakan fasilitas seperti tempat parkir, toilet, tempat pembuangan sampah, Wi-Fi serta warung makan dan minum bagi kedua UMKM. dan pedagang kaki lima. .
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data mempunyai ciri khas dibandingkan dengan teknik lainnya, jika wawancara hanya sebatas komunikasi dengan orang maka observasi tidak terbatas pada orang saja tetapi juga dengan objek alam lainnya. Observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diamati.45. Wawancara adalah wawancara yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan suatu masalah yang akan diteliti dan mengetahui sesuatu dari responden melalui tanya jawab tatap muka. antara pewawancara dan informan 46 Sebelum melakukan wawancara, peneliti (pewawancara) menyiapkan alat wawancara yang disebut pedoman wawancara.
Peneliti melakukan wawancara kepada pengurus umum kegiatan RTH dengan tujuan agar peneliti mengetahui dan memperoleh data terkait dengan seluruh kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh kepala RTH. Peneliti melakukan wawancara kepada bendahara operasional RTH, dengan tujuan agar peneliti mengetahui kondisi dan mekanisme tindakan pengelola terhadap masyarakat ekonomi selama beroperasi di RTH. Peneliti melakukan wawancara kepada kepala SDM/SDA agar peneliti mengetahui dan memperoleh informasi mengenai strategi pengembangan SDM yang dilaksanakan oleh kepala RTH.
Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data tersebut dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phi chart, piktogram dan sejenisnya. Cara penyajian data yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Temuan baru dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya redup atau gelap, sehingga setelah diperiksa dapat menjadi jelas.
Tinjau semua data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara, observasi yang dicatat dalam catatan lapangan, dokumentasi pribadi, dokumentasi resmi, gambar, dll.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Kurang lebih sebelum tahun 1945, Desa Genteng Kulon dan Genteng Wetan masih satu yaitu Desa Genteng. Kemudian terjadilah pengembangan sehingga Desa Genteng dimekarkan menjadi dua wilayah yaitu Desa Genteng Kulon dan Desa Genteng Wetan. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa Genteng Kulon, maksimal 40% dari keuntungan yang diterima dari BUMDes.
Tujuan dibangunnya ruang terbuka hijau ini adalah agar masyarakatnya sejahtera, desanya sejahtera, dalam artian masyarakat desa Genteng Kulon bisa memperoleh kekuasaan dengan berbisnis di ruang terbuka hijau atau bisa juga menjual untuk menghasilkan uang. Dalam pembangunan perekonomian Desa Genteng Kulon, pemerintah daerah dan/atau kelompok masyarakat harus berperan dalam mengelola sumber daya yang ada. Kami berharap pemerintah daerah dapat menjaga keberadaan ruang terbuka hijau di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi agar tidak berubah fungsi.
PENYAJIAN DATA
Sejarah Singkat RTH
Kemudian lapangan itu diburu pemda, lalu diambil alih oleh Kementerian Perhubungan, dibangun menjadi terminal, dan dibelakangnya Dinas Pendapatan membangun pasar bernama Pasar Krempyeng. Sebagai pengganti lahan yang diambil alih Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pendapatan, pemerintah daerah akhirnya membeli sawah di kawasan Maron untuk dijadikan ladang. Kemudian masyarakat dari daerah lain seperti Kalibaru, Songgon, Pesanggaran dan lain sebagainya membeli boiler di daerah tersebut sehingga masyarakat menamakan daerah tersebut Desa Maron.
Pengelolaan ruang terbuka hijau dahulu dilakukan oleh Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP), namun kini diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Dinas Lingkungan Hidup tidak mengatur semuanya, hanya area publik yaitu area di sepanjang jalan raya dan pengelolaannya dalam hal penyediaan listrik, penyediaan Wi-Fi dan sejenisnya.
Dasar Pendirian Pengelola RTH
Visi dan Misi Pengelola RTH
Tujuan Pengelola RTH
Profil Pengelola RTH
Tugas pengawas adalah menyelenggarakan musyawarah/rapat umum minimal setahun sekali yang membahas fungsi BUMDes Lembu Suro. Pengelola mempunyai tugas yaitu membantu operasional pelaksana kegiatan pengembangan BUMDes Lembu Suro di setiap divisi.
Penyajian Data dan Analisis
- RTH Sebagai Pengembangan Komunitas Ekonomi di Desa Genteng
- Strategi RTH Sebagai Pengembangan Komunitas Ekonomi Di Desa
Strategi pembangunan ekonomi daerah secara garis besar dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu: strategi pembangunan fisik/lokal, strategi pengembangan usaha, strategi pengembangan sumber daya manusia, dan strategi pengembangan ekonomi masyarakat. “Strategi pembangunan fisik/lokal yang saya terapkan adalah dengan membangun tempat-tempat untuk menyediakan fasilitas seperti tempat parkir, toilet, tempat pembuangan sampah, Wi-Fi, serta warung makan dan minuman baik untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM). dan pedagang kaki lima." .59. Mengenai strategi pengembangan dunia usaha di RTH, akhirnya saya melakukan inovasi dalam pengelolaan RTH ini melalui unit-unit usaha seperti Usaha Mainan Anak RTH, Usaha Parkir Lapangan, Komunitas Komunitas Lembu Suro, Futsal , Olah Raga Panahan, Sarana dan Prasarana, Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL), Rumah Pangan Kita (RPK Bulog), Kerjasama Usaha Ekonomi, Budidaya Ikan Lele, Pokmas Guyub Rukun, Warung Makan LS, Penyewaan Warung, Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau Listrik Penyewaan, Pengelolaan Toilet, Pekompak UMKM, dan Pengelolaan Sampah yang nantinya akan diselenggarakan oleh masing-masing Pengelola Unit Usaha”.60.
Lembaga BUMDes Lembu Suro memang diharapkan melalui pembangunan, pengelolaan dan pengembangan RTH mampu memberdayakan masyarakat sebagai strategi pengembangan ekonomi masyarakat. Strategi pengembangan dunia usaha di RTH adalah dengan mengembangkan unit-unit usaha di RTH seperti usaha mainan anak RTH, usaha parkir lapangan, kelompok masyarakat Lembu Suro, futsal, olahraga panahan, sarana dan prasarana, usaha PKL, RPK Bulog , kerjasama usaha ekonomi, beternak ikan lele, kelompok masyarakat, warung makan LS, penyewaan warung, SPLU, pengelolaan toilet, UMKM dan pengelolaan sampah. Untuk strategi pengembangan sumber daya manusia di RTH terdapat beberapa unit usaha pengembangan ekonomi masyarakat seperti mainan anak RTH, usaha parkir lapangan, kelompok masyarakat Lembu Suro, futsal, olahraga panahan, sarana dan prasarana.
Pembahasan Temuan
Strategi pengembangan ekonomi kerakyatan adalah dengan membangun, mengelola dan mengembangkan RTH melalui lembaga BUMDes Lembu Suro untuk memberdayakan masyarakat. Strategi pengembangan sumber daya manusia di RTH didasarkan pada pelatihan yang dilakukan oleh Bapak. Supriyadi, SH selaku Direktur Operasional dalam menjalankan perusahaan. Strategi pengembangan ekonomi masyarakat adalah dengan membangun, mengelola dan mengembangkan ruang terbuka hijau melalui lembaga BUMDes Lembu Suro untuk pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Dalam Peningkatan Kehidupan Masyarakat Menurut Ekonomi Islam (Studi di Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengelolaan Wisata Pantai Payangan di Desa Sumberjo Kecamatan Ambulu Jember dari Islam Perspektif Ekonomi Sehubungan dengan dilaksanakannya penelitian Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Pengembangan Masyarakat Ekonomi di Desa Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi mulai tanggal 12 September 2018 sampai dengan 3 November 2018.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran-saran
Strategi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat melalui kegiatan tambak di desa Sungai Jalau kecamatan Kampar Utara kabupaten Kampar. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia. Malang: 2010) dalam Yusmawar, Manfaat Ruang Terbuka Hijau Bagi Masyarakat Perkotaan Ditinjau dari Aspek Sosial Ekonomi Kota Banda Aceh, (Jurnal: 2016), diakses 26 April 2018.
Http://www.e-jurnal.unisfat.ac.id dalam Abdul Syakur, Participatory Local Economic Development, (Jurnal: 2013), diakses 11 April 2018. Http://www.e-jurnal.unisfat.ac . id dalam Jurnal, Abdul Syakur, Participatory Local Economic Development, (2013), diakses 11 April 2018. Http://www.kuttabku.com/2017/8/pengertian-ciri-ciri-besar-sebuah-cepat-community-social - pedesaan-perkotaan-religius-dan-.