Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani
Oleh
Dwi Aprilianto, M.Pd., AIFO
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani
HAKIKAT KURIKUL
UM PENJAS HAKIKAT KURIKUL
UM PENJAS
LANDASA N PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS LANDASA
N PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
PRINSIP- PRINSIP PENGEMB
ANGAN KURIKUL
UM PENJAS PRINSIP-
PRINSIP PENGEMB
ANGAN KURIKUL
UM PENJAS
DESAIN PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS DESAIN PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS PENDEKA
TAN PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS PENDEKA
TAN PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
MODEL PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS MODEL PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
RANCANG AN PENGEMB
ANGAN KURIKUL
UM PENJAS RANCANG
AN PENGEMB
ANGAN KURIKUL
UM PENJAS
APLIKASI PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS APLIKASI PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS TUGAS
SURVEI KURIKULU
M PENDIDIK
AN JASMANI
TUGAS SURVEI KURIKULU
M PENDIDIK
AN JASMANI
TINGKAT SD TINGKAT
SMP TINGKAT
SMA TINGKAT
SD TINGKAT
SMP TINGKAT
SMA
Secara sederhana perspektif tentang hakikat kurikulum yaitu merupakan salah satu Tools / Hand Tools strategis dalam menentukan pencapaian suatu tujuan. S. Hamid Hasan mengklasifikasikan pengertian kurikulum menjadi 4 dimensi pengertian, dimana antara satu dimensi dengan dimensi yang lain saling berhubungan. Keempat dimensi tersebut antara lain; (1).Kurikulum sebagai suatu ide/gagasan, (2).Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide, (3).Kurikulum sebagai suatu kegiatan (implementasi) dan (4).Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.
HAKIKAT PENGEMB ANGAN KURIKULU
M
pada
bagan/gambar disamping dapat
kita ketahui bahwa
pengertian/hakika t kurikulum
merupakan paradigma
berpikir mengenai
pengembangan kurikulum Penjas yang dimulai dari;
MENGKAJ I
DIMENSI HAKIKAT
KURIKUL UM
ID E
RENCANA
TERTULIS
IMPLEMENTASI HASIL
HIDEN CUR
RICULUM IDEAL/
POTENTIAL CURRICULUM
SILABUS/RPP
ACTUAL/REALCURRICULUM PEMBELAJARAN
LANDASA N
PENGEMB ANGAN KURIKULU
M PENJAS
4 PILAR /PONDASI
UTAMA PENGHANTA PENGEMBANR KURIKULUMGAN
FILOS OFIS
PSIKOL OGIS
SOSIOL OGIS
IPTE K
PRINSIP- PRINSIP PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
UM UM
RELAV
ANSI
FLEKSIBILITASEFISIE
NSI
EFEKTIVITASKONTIN IUTAS
KHU SUS
PENENT TUJUAN UAN PENDIDI
KAN
PEMILIH AN ISI PENDIDI (KONTENKAN PEMILIH )
MEDIA AN ALAT DAN
AJAR
PENIL AIAN
PEMILIHAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
(KBM)
Desain berarti suatu rancangan, pola, atau model. Sehingga, desain kurikulum dapat diartikan sebagai suatu pola (pattern), atau kerangka (framework) yang digunakan dalam menyeleksi, merencanakan, dan menunjukkan pengalaman- pengalaman pendidikan di sekolah. Desain pengembangan kurikulum penjas memiliki tiga kategori utama yang harus diingat oleh para Mahasiswa Penjas STKIP AL-ITB;
DESAIN PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
1.S-CD 2.L-CD 3.P-CD
Add your title here.
Pada praktik di lapangan nya, pendekatan humanistik,
menuntut agar seorang guru
memiliki hubungan emosional yg baik terhadap para
peserta didik di sekolah.
Sangat
memperhatikan
hubungan timbal balik (feedback) antara
keberadaan kurikulum dengan kegiatan
sosial
kemasyarakatan.
Pada praktiknya, Pks berusaha memadukan antara tujuan
pendidikan nasional dengan tujuan yang di cita-citakan peserta didik.
Psa lebih
menitikberatkan pada isi dari materi mata pelajaran
penjas itu
sendiri(subject
matter context PE).
Karena isi kurikukulum merupakan kumpulan dari berbagai bahan atau rencana pembelajaran.
Pendekatan Humanistis Pendekatan
Humanistis
PENDEKATAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENJAS
PENDEKATAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENJAS
Pendekatan Rekonstruksi
Sosial
Pendekatan Rekonstruksi
Sosial
Pendekatan Subjek
Akademis Pendekatan
Subjek Akademis
ALIRAN PRIBADI
(personalized education) ALIRAN PRIBADI
(personalized education) ALIRAN INTERAKSIONALALIRAN INTERAKSIONAL ALIRAN PERENIALISME DAN ESENSIALISME ALIRAN PERENIALISME
DAN ESENSIALISME
Model adalah representasi suatu objek atau sistem yang digunakan untuk mempelajari perilaku atau kinerja.
MODEL PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
1. Model Administratif (Top down approach
dan line staf procedure) Pengembangan kurikulum dilakukan dari atas ke bawah, artinya pemerintah sebagai pemegang kebijakan
menyiapkan tim
pengembang kurikulum tersendiri, sedangkan satuan pendidikan dan para guru tinggal mengoperasikannya dalam pembelajaran.
TIM
PENYUSUN TIM
PENYUSUN SEKOL
PENGEMBAN AH
GAN NASKAH AKADEMIK
ANALISIS KEBUTUH
AN
PENGEMBAN GAN DRAFT KURIKULUM
UJI COBA ATAU VALIDASI
REVI SI
SOSIALISA SI DAN DESIMINAS
I
MONITORI NG &
EVALUASI
MODEL PENGEMB
ANGAN KURIKULU
M PENJAS
2. Model Grass Roots (Bottom-Up)
Pengembangan kurikulum yang diawali dari keinginan yang muncul dari tingkat bawah, yaitu sekolah sebagai satuan pendidikan atau para guru. Keinginan ini didorong oleh hasil pengalaman yang dirasakan oleh pihak sekolah atau guru tentang ketidaksesuaian atau kebutuhan potensi yang tersedia di lapangan.
PEMERINTAH (LEGALISASI) SEKOLAH ATAU
GURU