• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan lembar kerja peserta didik (lkpd)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan lembar kerja peserta didik (lkpd)"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) Berorientasi Problem Based Learning (PBL) Materi Ekosistem untuk Kelas X/SMA. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepala sekolah, guru, staf SMA Negeri 3 Gowa dan Ibu Jumriah, S.Pd., selaku guru biologi kelas X sekolah tersebut, yang telah memberikan izin dan bantuannya untuk melakukan penelitian.

Latar Belakang

Tugas guru dalam menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah membimbing dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran. Sumber belajar tersebut tidak memenuhi kebutuhan siswa dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa.

Rumusan Masalah

Tujuan Pengembangan

Spesifikasi Produk

Pentingnya Pengembangan

Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Definisi Operasional

Lembar Kerja Siswa (LKPD) merupakan salah satu jenis bahan cetak berupa lembar kerja yang berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh siswa. Model pembelajaran problem based learning (PBL) menitikberatkan pada siswa dengan membimbing siswa menjadi pembelajar yang mandiri dan terlibat langsung secara aktif.

Penelitian dan Pengembangan 1. Pengertian dan Pengembangan

Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Penelitian selama beberapa dekade di bidang teknologi pembelajaran telah terjalin dengan permasalahan pengembangan dan desain produk, khususnya media dan materi pembelajaran, serta desain sistem pembelajaran. Kita tahu bahwa teknologi pembelajaran dapat diartikan sebagai teori dan praktik merancang, mengembangkan, menggunakan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar (Setyosari, 2016).

Model Pengembangan ADDIE

Kita tahu bahwa teknologi pembelajaran dapat diartikan sebagai teori dan praktik perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan evaluasi proses dan sumber daya pembelajaran (Setyosari, 2016). kebutuhan) dan melakukan analisis tugas siswa. Evaluasi model ADDIE merupakan suatu proses untuk melihat apakah model yang dibangun berhasil dan memenuhi harapan awal atau tidak.

Model Problem Based Learning (PBL)

Pengertian Model Problem Based Learning (PBL)

Karakteristik Model Problem Based Learning (PBL)

Meskipun pembelajaran berbasis masalah mungkin berfokus pada bidang tertentu (matematika, sains, ilmu sosial), permasalahan yang diteliti memiliki banyak solusi yang dapat diambil dari mata pelajaran yang berbeda. Pembelajaran berbasis masalah (PBL) menuntut siswa untuk melakukan penyelidikan otentik untuk menemukan solusi nyata terhadap masalah nyata. Siswa harus merumuskan suatu masalah, kemudian merumuskan hipotesis, mengembangkan prediksi, dan mengumpulkan berbagai informasi untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Produk tersebut kemudian dipresentasikan atau didemonstrasikan kepada teman-teman tentang apa yang mereka pelajari atau solusi apa yang mereka temukan terhadap suatu masalah. Artinya ketika belajar, siswa bekerja sama melakukan kerja kelompok, minimal berpasangan atau kelompok kecil.

Tahap-tahap Model Problem Based Learning (PBL)

Guru membantu siswa merefleksikan atau mengevaluasi penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan. Membantu mengembangkan pengetahuan baru bagi siswa dan mendorong mereka untuk melakukan evaluasi sendiri terhadap hasil dan pembelajaran. Ketika siswa tidak tertarik atau tidak yakin bahwa masalah yang dipelajari sulit dipecahkan, maka siswa akan enggan untuk mencoba.

Tanpa memahami mengapa mereka mencoba memecahkan masalah yang sedang dipelajari, mereka tidak akan mempelajari apa yang ingin mereka pelajari.

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Fungsi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Kriteria kualitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Langkah-langkah Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Dalam proses pengembangan diperlukan adanya langkah-langkah

Untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa menyerap ilmu yang diberikan oleh guru. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih aktif dalam pembelajaran. Meningkatkan mutu proses belajar mengajar agar hasil belajar yang dicapai peserta didik dapat bertahan lama, sehingga pelajaran yang diperoleh akan bernilai tinggi.

LKPD memegang peranan yang sangat penting karena menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memberikan tugas kepada siswa. LKPD yang baik adalah LKPD yang dapat dimanfaatkan siswa secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Persyaratan didaktik mengatur penggunaan LKPD universal, yang dapat digunakan dengan baik bagi siswa lamban atau pintar.

Penelitian Relevan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS siswa yang dibuat dinyatakan sangat valid dengan persentase sebesar 88%, sehingga LKS siswa ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Widyaningrum dan Nurmala Hindun (2020) berjudul “Lembar Kerja Siswa Sebagai Bahan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)”. Ratnasari (2021) dengan judul “Profil dan Kelayakan Teoritis LKPD Pembelajaran Berbasis Masalah 'Sistem Pencernaan' untuk Mengajarkan Keterampilan Berpikir Kritis”.

Janah, dkk (2018) dengan judul “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains”. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap hasil belajar dan keterampilan proses ilmiah siswa. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa penelitian sebelumnya telah mengembangkan LKPD berorientasi Masalah (PBL) tentang materi ekosistem. Hal ini memerlukan penelitian dalam pengembangan LKPD, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai pada akhirnya akan berujung pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.

Kerangka Berpikir

Prosedur Pengembangan

Tahap analisis merupakan tahap pengumpulan informasi yang dapat dijadikan bahan untuk membuat produk, dalam hal ini produk akhir berupa Lembar Kerja Siswa (LKPD) berorientasi pembelajaran berbasis masalah (PBL) pada materi Kelas X/SMA Ekosistem. Dengan menganalisis kurikulum, kita dapat menentukan kompetensi apa saja yang ingin dicapai dengan materi yang digunakan. Mata pelajaran yang akan dikembangkan dalam LKPD berorientasi pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah materi Ekosistem.

Analisis siswa ini khusus menganalisis kebutuhan siswa dalam kaitannya dengan alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memahami bahan ajar sesuai kurikulum yang digunakan, sehingga peneliti dapat mengembangkan alat peraga yaitu LKPD yang dapat dipahami dan membantu siswa dalam memahami. materi yang disediakan. . Analisis ini bertujuan untuk merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dijadikan tolak ukur berhasil atau tidaknya siswa dalam memahami materi yang terkandung. Produk yang dikembangkan berupa Lembar Kerja Siswa (LKPD) berorientasi masalah (PBL) pada materi ekosistem untuk kelas X/SMA dengan mengadaptasi LKPD pada sintaks model PBL.

Data dan Sumber Data

Produk yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh dua orang ahli yaitu ahli media dan ahli materi. Setelah produk divalidasi oleh ahli, peneliti melakukan revisi untuk menyempurnakan produk yang dikembangkan sesuai dengan saran yang diberikan validator. Setelah selesai revisi produk, LKPD yang telah divalidasi dan direvisi akan diujicobakan kepada siswa kelas X SMA 3 Gowa dan guru biologi.

Instrumen Penelitian

Kejelasan sintaksis, tujuan setiap subbab, struktur setiap subbab dan pertanyaan setiap subbab. Angket ini digunakan untuk memperoleh data mengenai respon siswa terhadap LKPD berorientasi PBL yang dikembangkan. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kepraktisan LKPD berorientasi PBL yang dikembangkan, yang terdiri dari 14 item pernyataan.

Tabel 3.2. Kisi-kisi Validasi Ahli Media
Tabel 3.2. Kisi-kisi Validasi Ahli Media

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini angket yang akan disebarkan terdiri dari dua yaitu angket validasi dan angket praktik. Angket validasi terdiri dari 2 jenis yaitu angket validasi ahli materi dan angket validasi ahli media. Pengisian angket ini akan dilakukan oleh validator dengan memperhatikan beberapa aspek seperti aspek desain dengan mengajukan pertanyaan penilaian mengenai desain atau tampilan produk, angket validasi materi dengan pertanyaan yang dikembangkan untuk menilai kesesuaian produk LKPD dengan kurikulum 2013.

Kuesioner literasi media digunakan untuk menilai berbagai aspek produk seperti desain LKPD dan bahasa yang digunakan dalam LKPD berorientasi PBL. Angket realitas akan dibagikan kepada guru dan siswa untuk menyikapi LKPD berorientasi PBL setelah divalidasi oleh dosen ahli. Angket berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui jawaban guru dan siswa mengenai kelayakan produk yang akan dihasilkan yaitu LKPD berorientasi PGO.

Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif

Data kualitatif ini berupa kritik dan saran validator terhadap produk yang dikembangkan serta gambaran pelaksanaan uji coba produk.

Analisis data kuantitatif

Hasil Penelitian

  • Tahap Analisis (Analysis) a. Analisis Kurikulum
  • Tahap Pengembangan (Development)
  • Hasil validasi LKPD
  • Hasil validasi Angket respon peserta didik dan guru biologi Tabel 4.7. Hasil validasi angket respon peserta didik

Siswa dapat mengidentifikasi rantai makanan dan jaring makanan yang terjadi pada suatu ekosistem. Siswa dapat membedakan berbagai biogeokimia (siklus nitrogen, siklus karbon, siklus belerang dan siklus fosfor). LKPD berorientasi PBL dirancang terdiri atas sampul LKPD, kata pengantar, tujuan dan petunjuk pembelajaran, serta kegiatan siswa.

Pada tahap validasi, LKPD dan angket siswa dan guru biologi yang telah disiapkan divalidasi terlebih dahulu oleh ahli (dosen). Berdasarkan tabel di atas, hasil validasi angket siswa oleh validator I dan II memperoleh skor rata-rata sebesar 3,85. Hasil rata-rata angket siswa dan guru berada pada interval 3,25 < x ≤ 4,00 dengan kategori “sangat valid”. sehingga angket respon siswa dan guru layak digunakan.

Pertanyaan LKPD sebelum dan sesudah audit (Sumber: Lampiran Halaman 115). h) Menambahkan kolom jawaban pada tingkat organisasi kemahasiswaan. Validator memberikan beberapa saran perbaikan terhadap angket dengan respon siswa dan angket dengan respon guru (pengguna), yang selanjutnya akan direvisi oleh peneliti.

Tabel 4.1. KI, KD dan Indikator Materi Ekosistem  Kompetensi Inti (KI)
Tabel 4.1. KI, KD dan Indikator Materi Ekosistem Kompetensi Inti (KI)

Pembahasan

Pengembangan desain LKPD berorientasi PBL disusun secara sistematis untuk memudahkan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kegiatan LKPD. LKPD berorientasi PBL yang dikembangkan memiliki beberapa keunggulan yaitu, pertama, LKPD berorientasi PBL dengan materi ekosistem yang dikembangkan membantu siswa untuk memiliki keterampilan pemecahan masalah. Penelitian yang dilakukan Widyaningrum dan Nurmala (2020) menyatakan bahwa LKPD berorientasi PBL memfasilitasi siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan pengalaman yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, LKPD berorientasi PBL juga dapat mendukung pelatihan keterampilan berpikir kritis dengan membantu siswa memahami permasalahan yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan penelitian Nur Aisyah Aini dkk (2019) yang menggunakan LKPD siswa berorientasi PBL. Selain kelebihan di atas, terdapat juga kelemahan pada produk yang dikembangkan yaitu penerapan LKPD berorientasi PBL dengan materi ekosistem memerlukan peran guru untuk membimbing siswa dalam mengerjakan LKPD berorientasi PBL yang dikembangkan oleh peneliti.

Kesimpulan

Saran

Bagi siswa, LKPD diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai alat pembelajaran, berbeda dengan buku teks yang sering digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. BIOEDU (Pendidikan Biologi Ilmiah Berkala). dapat diakses di https://ejournal.unesa.ac.id/index.php.bioedu.). Pengembangan LKPD literasi sains berbasis Lesso Study for Learning Community (LSLC). dapat diakses melalui http://jurnalfkip.unram.ac.id.).

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) Pendekatan Kontekstual pada Materi Konsep Dasar Geografi di SMA Negeri 1 Lawe Alas T.A. tersedia melalui http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/38446). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) Submateri Transportasi Membran Problem Based Learning (PBL) untuk mengajarkan keterampilan berpikir kritis. BioEdu (Pendidikan biologi ilmiah paruh waktu). tersedia melalui https://ejournal.unesa.ac.id/index.php.bioedu).

Gambar

Tabel 2.1 Tahapan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Gambar 2.1 Kerangka berpikir  Permasalahan yang terjadi di sekolah:
Tabel 3.1. Kisi-kisi Validasi Ahli Materi
Tabel 3.2. Kisi-kisi Validasi Ahli Media
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengamatan yang kalian lakukan, apa yang akan terjadi pada proses pencernaan makanan jika salah satu organ pencernaan mengalami gangguan atau penyakit?...

Dengan membaca teks berjudul “Ekosistem”, peserta didik dapat menentukan pikiran utama di setiap paragraf dari sebuah teks dengan benar.. Langkah – Langkah

- Setelah membaca dan memahami teks “Bermain Sepakbola”, peserta didik dapat menemukan dan menuliskan kosakata berkaitan dengan permainan sepakbola.. - Setelah membaca

Berdasarkan hasil wa- wancara dengan bu Yuswita selaku guru biologi yang telah menyusun LKPD mengatakan bahwa “Tujuan dari penyusunan LKPD ini agar siswa dapat berfikir

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan batasan masalah yang telah dikemukakan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana validitas, praktikalitas, dan

Ardi Widhia Sabekti, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji sekaligus pembimbing 2 yang

selaku validator ahli materi yang telah memberikan penilaian, komentar, dan saran yang membangun mengenai materi yang disajikan dalam pengembangan bahan ajar Lembar Kerja Peserta Didik

Alhamdulillahirabbil‟alamin segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia serta petunjuknya sehingga penulis dapat menyelesaikan