• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

I. LKPD 1: Penyelidikan Nutrisi Makanan Kemasan

LKPD 1 berfokus pada analisis nutrisi dalam makanan kemasan. Peserta didik diajak untuk menyelidiki kandungan nutrisi berbagai produk kemasan dan menghubungkannya dengan kesehatan sistem pencernaan. Aktivitas utama meliputi identifikasi bahan makanan, analisis kebutuhan energi, dan penjelasan jenis serta fungsi nutrisi.

1.1 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran LKPD 1 meliputi mengidentifikasi bahan makanan pada produk kemasan, menganalisis kebutuhan energi, menjelaskan jenis nutrisi makanan, dan menjelaskan fungsi nutrisi makanan, semuanya sebagai upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis informasi pada label nutrisi makanan kemasan dan menghubungkannya dengan kebutuhan gizi harian mereka. Pemahaman tentang gizi seimbang dan kaitannya dengan kesehatan pencernaan juga menjadi fokus utama.

1.2 Landasan Penyelidikan

LKPD ini berangkat dari perubahan pola hidup modern yang cenderung praktis, seringkali mengabaikan nilai nutrisi makanan kemasan demi kepraktisan. Oleh karena itu, penyelidikan nutrisi makanan kemasan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran akan pilihan makanan yang sehat. Peserta didik didorong untuk merefleksikan kebiasaan konsumsi makanan kemasan mereka dan dampaknya terhadap kesehatan pencernaan. Pertanyaan-pertanyaan pemantik diskusi diarahkan pada evaluasi kebiasaan dan pemahaman akan pentingnya nutrisi seimbang.

1.3 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan relatif sederhana dan mudah diakses, yaitu berbagai kemasan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar rumah masing-masing. Keberadaan tabel daftar nutrisi pada kemasan makanan menjadi prasyarat utama untuk kelancaran kegiatan analisis nutrisi. Hal ini menekankan pada pentingnya membaca label nutrisi sebelum mengonsumsi suatu produk makanan.

1.4 Prosedur Penyelidikan

Prosedur penyelidikan meliputi pemilihan dua produk makanan kemasan yang memiliki tabel nutrisi, pengamatan kandungan nutrisi pada tabel tersebut, dan pencatatan data ke dalam tabel pengamatan. Langkah-langkah ini dirancang agar peserta didik dapat secara aktif terlibat dalam proses pengumpulan data dan analisis nutrisi. Tabel pengamatan yang terstruktur memudahkan proses pencatatan dan perbandingan data antar produk.

1.5 Analisis dan Penyelidikan

Bagian ini memuat tabel untuk mencatat kandungan nutrisi dari makanan kemasan yang dipilih. Setelah mencatat data, peserta didik menjawab serangkaian pertanyaan diskusi yang dirancang untuk menganalisis data tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong peserta didik untuk mengevaluasi kecukupan gizi makanan kemasan, membandingkannya dengan komponen gizi seimbang, dan mengidentifikasi kandungan yang tidak dibutuhkan tubuh. Hal ini mendorong pemikiran kritis dan kemampuan menganalisis informasi.

1.6 Kesimpulan

Bagian kesimpulan bertujuan untuk merangkum hasil identifikasi dan diskusi yang telah dilakukan. Peserta didik didorong untuk membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi refleksi dari pemahaman mereka tentang nutrisi makanan kemasan dan kaitannya dengan kesehatan sistem pencernaan. Ini merupakan tahap penting untuk mengukuhkan pemahaman konsep.

II. LKPD 2: Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia

LKPD 2 membahas sistem pencernaan manusia secara detail. Peserta didik akan mempelajari organ-organ pencernaan, fungsi masing-masing organ, serta proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Aktivitas inti meliputi pengamatan video, pengisian tabel, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan diskusi.

2.1 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran LKPD 2 adalah untuk mengidentifikasi organ-organ sistem pencernaan, menentukan fungsi organ-organ tersebut dalam proses pencernaan, menganalisis proses dan hasil pencernaan mekanik, dan menganalisis proses dan hasil pencernaan kimiawi. Peserta didik diharapkan dapat memahami kerja sistem pencernaan secara holistik, mulai dari organ-organ yang terlibat hingga proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pemahaman ini penting untuk memahami bagaimana tubuh memproses makanan dan menyerap nutrisi.

2.2 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan proses pencernaan sebagai suatu sistem yang terintegrasi antara organ-organ dan kelenjar pencernaan. Penjelasan tentang fungsi utama sistem pencernaan dalam memecah makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap ditekankan. Peserta didik diperkenalkan pada konsep pencernaan sejak makanan masuk mulut hingga pengeluaran sisa makanan. Ini menyediakan dasar pemahaman sebelum melakukan pengamatan lebih lanjut.

2.3 Prosedur Kerja

Prosedur kerja melibatkan pengamatan video yang menyediakan informasi tentang organ dan kelenjar pencernaan. Peserta didik kemudian melengkapi tabel yang berisi struktur dan fungsi organ pencernaan. Penggunaan buku teks dan sumber belajar lainnya untuk mendukung pengamatan juga dianjurkan. Langkah-langkah ini menggabungkan pembelajaran visual dan studi pustaka untuk pemahaman yang komprehensif.

2.4 Pertanyaan dan Diskusi

Pertanyaan-pertanyaan diskusi dirancang untuk menguji pemahaman peserta didik tentang organ pencernaan utama dan tambahan, urutan proses pencernaan, peran organ-organ tertentu, perbedaan antara pencernaan mekanik dan kimiawi, dan pentingnya mengunyah makanan dengan benar. Pertanyaan-pertanyaan ini juga membahas peran organ dalam membunuh bakteri dan proses pencernaan kimiawi makanan tertentu. Diskusi ini penting untuk memperdalam pemahaman konsep yang telah dipelajari.

2.5 Kesimpulan

Bagian kesimpulan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merangkum pemahaman mereka tentang struktur dan fungsi sistem pencernaan manusia. Setelah melalui proses pengamatan dan diskusi, peserta didik diharapkan dapat menyimpulkan pemahaman mereka secara komprehensif dan terintegrasi. Hal ini bertujuan untuk menguatkan konsep-konsep kunci yang telah dipelajari.

III. LKPD 3: Pencernaan Mekanik dan Kimiawi

LKPD 3 merupakan kegiatan percobaan sederhana untuk mengamati proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Peserta didik melakukan percobaan dengan nasi dan larutan iodin untuk membandingkan nasi yang dikunyah dan yang tidak dikunyah. Hasil percobaan dianalisis dan diinterpretasikan untuk memahami proses pencernaan.

3.1 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran LKPD 3 adalah mengamati proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Melalui percobaan sederhana, peserta didik diharapkan dapat mengamati secara langsung perbedaan antara nasi yang hanya terendam air dengan nasi yang telah dikunyah. Penggunaan larutan iodin membantu dalam mengamati perubahan kimiawi yang terjadi selama proses pencernaan mekanik di mulut. Ini memberikan pengalaman langsung untuk memperkuat pemahaman konsep.

3.2 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan bahwa pencernaan makanan terjadi secara mekanik dan kimiawi di sepanjang saluran pencernaan. Proses ini diawali di mulut dan berakhir di usus, menghasilkan sari-sari makanan yang diserap oleh tubuh. Penjelasan tentang peran darah dalam mengedarkan sari-sari makanan dan pembuangan sisa pencernaan juga disertakan. Ini memberikan latar belakang teoritis bagi percobaan yang akan dilakukan.

3.3 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan, yaitu nasi, air liur, larutan iodin, gelas plastik, dan sendok plastik. Kesederhanaan alat dan bahan ini memungkinkan percobaan dilakukan di rumah. Larutan iodin berfungsi sebagai indikator untuk mendeteksi keberadaan karbohidrat dalam nasi, sehingga peserta didik dapat mengamati perubahan kimiawi akibat proses pencernaan mekanik.

3.4 Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang terstruktur membimbing peserta didik dalam melakukan percobaan. Mereka membandingkan perubahan pada nasi yang dikunyah dan yang tidak dikunyah setelah ditetesi larutan iodin. Pengamatan perubahan warna akibat reaksi kimiawi antara iodin dan karbohidrat dalam nasi menjadi fokus utama percobaan. Langkah-langkah yang jelas dan terarah memastikan percobaan dapat dilakukan dengan tepat.

3.5 Tabel Pengamatan

Tabel pengamatan membantu peserta didik dalam mencatat dan membandingkan hasil percobaan. Perbedaan warna sebelum dan sesudah ditetesi iodin antara nasi yang dikunyah dan yang tidak dikunyah dicatat dalam tabel. Ini memudahkan peserta didik dalam menganalisis dan menginterpretasikan hasil percobaan. Tabel pengamatan yang terstruktur dan mudah dipahami membantu proses analisis data.

3.6 Pertanyaan dan Diskusi

Pertanyaan diskusi mendorong peserta didik untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada nasi setelah dikunyah, organ yang berperan, dan proses pencernaan yang terjadi. Perbedaan hasil percobaan sebelum dan sesudah ditetesi iodin diinterpretasikan untuk memahami proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Pertanyaan-pertanyaan ini membantu peserta didik menghubungkan hasil percobaan dengan konsep pencernaan yang telah dipelajari.

3.7 Kesimpulan

Kesimpulan percobaan merangkum hasil pengamatan dan analisis yang telah dilakukan. Peserta didik membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan diinterpretasikan. Kesimpulan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka tentang perbedaan dan pentingnya pencernaan mekanik dan kimiawi dalam proses pencernaan makanan. Ini menjadi tahap akhir untuk mengukuhkan pemahaman konsep melalui pengalaman langsung.

IV. LKPD 4: Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya Pencegahannya

LKPD 4 membahas berbagai gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan, penyebabnya, dampaknya, dan upaya pencegahannya. Peserta didik mempelajari berbagai macam gangguan pencernaan melalui studi pustaka dan diskusi kelas.

4.1 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran LKPD 4 adalah menjelaskan gangguan dan penyakit sistem pencernaan, menganalisis penyebab dan dampaknya, serta mengusulkan upaya memelihara kesehatan sistem pencernaan. Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai gangguan pencernaan, memahami mekanisme terjadinya, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Pemahaman ini penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup.

4.2 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan pentingnya sistem pencernaan yang sehat dan dampak negatif dari gangguan pada sistem tersebut. Ini memberikan konteks penting untuk memahami perlunya mempelajari berbagai gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan. Pembahasan singkat tentang fungsi sistem pencernaan dalam memproses makanan dan menghasilkan energi menjadi dasar pemahaman. Ini merupakan dasar teoritis bagi analisis lebih lanjut.

4.3 Prosedur Kerja

Prosedur kerja melibatkan studi pustaka dan analisis artikel tentang berbagai gangguan pencernaan seperti malnutrisi, diare, maag, hepatitis, dan obesitas. Peserta didik diminta untuk mencatat informasi penting ke dalam tabel pengamatan. Penggunaan sumber belajar tambahan, seperti buku teks dan handout, juga diizinkan untuk melengkapi informasi. Ini menekankan pentingnya mencari informasi dari berbagai sumber untuk pemahaman yang komprehensif.

4.4 Tabel Pengamatan

Tabel pengamatan terstruktur membantu peserta didik dalam mengorganisir informasi tentang berbagai gangguan pencernaan. Informasi tentang jenis gangguan, organ yang terkena, penyebab, dampak, dan upaya pencegahan dicatat dalam tabel. Tabel ini memudahkan proses analisis dan perbandingan antar berbagai gangguan pencernaan. Tabel yang terstruktur dan sistematis membantu mengelola informasi yang kompleks.

4.5 Pertanyaan dan Diskusi

Pertanyaan diskusi mendorong peserta didik untuk menganalisis hubungan antara mikroorganisme dan pola makan dengan berbagai gangguan pencernaan. Dampak gangguan pencernaan pada proses pencernaan juga dibahas. Analisis Indeks Massa Tubuh (IMT) dan refleksi pengalaman pribadi tentang gangguan pencernaan juga menjadi bagian dari diskusi. Diskusi ini memperdalam pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis.

4.6 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum pemahaman peserta didik tentang berbagai gangguan pencernaan dan upaya pencegahannya. Peserta didik diharapkan dapat menyimpulkan pemahaman mereka berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisa. Ini merupakan bagian penting untuk mengukuhkan pemahaman dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan yang komprehensif menunjukkan tingkat pemahaman yang baik.

4.7 Lampiran

Lampiran berisi artikel-artikel tentang berbagai gangguan pencernaan (malnutrisi, diare, maag, hepatitis, dan obesitas). Artikel-artikel ini menyediakan informasi detail untuk mendukung kegiatan analisis dan diskusi peserta didik. Informasi yang komprehensif dari berbagai sumber membantu pemahaman yang lebih mendalam tentang masing-masing gangguan.

Referensi Dokumen

  • Gizi Buruk yang Melanda Indonesia, Apa yang Salah? ( Klikdokter.com )
  • Buku Saku Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 ( Kementerian Kesehatan )
  • Warta Kementerian Kesehatan ( Ir. Doddy Izwardy, M.A. )

Gambar

Gambar 1. Contoh tabel gizi pada kemasan makanan  1.  Penyelidikan nutrisi makanan kemasan
Tabel 1. Pengamatan Struktur Organ Pencernaan Utama dan Organ  Pencernaan Tambahan dan Fungsinya
Tabel 3. Pengamatan Pencernaan Kimiawi pada Proses Pencernaan Makanan  ORGAN  TEMPAT  PENCERNAAN  ORGAN /JARINGAN PENGHASIL ZAT KIMIA/ENZIM  ZAT KIMIA/ENZIM  YANG DIHASILKAN

Referensi

Dokumen terkait

Fungsi penataan meja makan (table set up), antara lain sebagai berikut : a) Untuk menata dan mengaatur meja makan. b) Untuk mengatur dan melengkapi meja dengan peralatan makanan

4.4 Menyajikan penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang tepat atau Bahasa daerah hasil pengamatan tentang Lingkungan sehat dan tidak sehat di lingkungan sekitar

Hak adalah sesuatu yang kita terima / mutlak menjadi milik kita sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh rasa

Sekarang, kita bantu siti melakukan pengamatan pertumbuhan pohon sirih, - Pohon sirih yang baru ditanam berada di posisi A pada angka 0.. - Buka Halaman 114, kemudian kerjakan

Cara melakukan teknik tolakan pada papan tumpuan yaitu · Gunakan salah satu kaki ketika berada di papan sebagai tumpuan utama, gerak tolakan badan harus lebih besar dari sebelumnya ·

Berdasarkan hasil pengamatanmu, sebutkan 3 bentuk bentuk energi dan jelaskan berkaitan dengan apa bentuk energi tersebut Bentuk Energi Catatan Energi Kimia Energi yang dihasilkan

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Satuan Pendidikan : SMA An-Nur Bululawang Mata Pelajaran : Geografi Tahun Pelajaran : 2022 / 2023 Kelas / Semester : XII IPS / II Kompetensi Dasar :

Dalam penyelidikan atau percobaan, kita akan mengubah-ubah suatu faktor yang diuji variabelbebas dan kita mengamati atau mengukur apa yang terjadi karena perubahan itu, atau kita sebut