Judul Skripsi “Pengembangan Media Permainan Corong Berhitung Untuk Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Islam Darul Fikri Integrale Kota Bengkulu. Pembimbing I : Deni Febrini, M.Pd. Temuan peneliti di lapangan, bahwa di TK belum ada pengembangan permainan corong berhitung untuk media tambahan, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan permainan corong berhitung untuk meningkatkan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun anak-anak tua di TK Islam Darul Fikri Integrale Kota Bengkulu”.
Peneliti menyampaikan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan dalam menulis untuk dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Permainan Berhitung Corong untuk Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematis Anak Usia 5 Tahun -6 tahun di TK Islam Integral Darul Fikri”.
Latar Belakang
Ketika orang tua menyanyikan lagu tentang balon saya kepada anak-anaknya, mereka telah diajari berhitung. Namun yang perlu menjadi fokus instruktur dan orang tua adalah mempersiapkan anak untuk menikmati kelas kalkulus. Oleh karena itu, media yang menarik sangat penting untuk mengajar anak berhitung, karena mereka juga belajar menambah, mengurangi, dan melakukan operasi matematika lainnya.
Agar anak usia 5 sampai 6 tahun dapat memantapkan kemampuan berhitungnya, diperlukan media yang menarik dan menghibur.
Identifikasi Masalah
Corong Berhitung Untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Anak Usia 5-6 Tahun” karena corong berhitung belum banyak digunakan di TK/PAUD, maka peneliti akan mengembangkannya.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Mendeskripsikan proses pengembangan media permainan corong berhitung untuk meningkatkan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun. Mengetahui hasil pengembangan media permainan corong berhitung untuk meningkatkan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun.
Manfaat Penelitian
Hakikat Media
Husniyatus mengatakan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima sedemikian rupa sehingga menimbulkan respon siswa yang merangsang gagasan, perasaan, perhatian, minat, dan kesiapan belajar siswa.21. 14. membuktikan bahwa media pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat penting terutama dalam hal peningkatan kualitas yang diperoleh anak. Levie dan Lentz mengatakan kegunaan media pembelajaran khususnya media pembelajaran visual ada 4, yaitu sebagai berikut: 26.
Fungsi kedua media pembelajaran bagi Azhar Arsyad mempunyai 2 peranan tambahan iaitu penggunaan psikomotor dan penggunaan penilaian.
CorongBerhitung
37Tety Andri Yani, Pengembangan media corong hitung dalam operasi perhitungan, perkalian dan pembagian bilangan untuk Sekolah Dasar Kelas II, (Jurnal Jurusan Pendidikan Dasar Universitas Jambi, 2018). Kelemahan dari corong hitung adalah mudah bosan saat menunggu kesempatan jika corong tersebut digunakan pada kategori cara membuat anak domba, dan memerlukan pengawasan dari guru agar tidak salah dalam langkahnya. . Siswa akan lebih tertarik dalam belajar berhitung apabila materi disajikan secara kreatif dan menarik.
Dengan menggunakan media yang tepat, permasalahan yang kompleks dan sulit dapat dibuat sederhana sehingga siswa dapat memahaminya dengan lebih baik.
Pengertian Berhitung Untuk Anak Usia Dini
Kemampuan anak berhitung merupakan aspek penting dalam perkembangannya, dan gagasan bilangan merupakan bagian penting dalam pengembangan keterampilan matematika serta persiapan mengajar di sekolah dasar.
Perkembangan Logika Matematika a. Pengertian Kecerdasan Jamak
Fajar Kurniawati, (Skripsi, 2018) dengan judul “Peningkatan Kemampuan Berhitung 1-20 Menggunakan Media Corong Pada Siswa Kelompok B-1 TK Muslimat Wonocolo Surabaya Tahun Ajaran 2018.” Erna Yuniawati, 2016, skripsi berjudul: “Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Perkalian Melalui Media Berhitung Corong di Kelas II Semester II Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Blotongan Salatiga Tahun Ajaran 2015/2016”. Firda Afrilina, 2017, tesis diploma berjudul: “Pengaruh penggunaan alat pembelajaran corong hitung terhadap pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pada materi.
62 Fajar Kurniawati, Meningkatkan kemampuan berhitung 1-20 dengan menggunakan media corong berhitung pada siswa kelompok TK B-1 (MuslimatWonocolo Surabaya, 2018). 63Erna Yuniawati, Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Perkalian Melalui Media Hak Berhitung Kelas II Semester II, (Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Blotongan Salatiga Tahun Pelajaran 2015/2016). Eni Kusriani pada tahun 2006 dengan judul “Pemanfaatan Corong Berhitung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III Karang Bongkot”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media corong aritmatika dapat meningkatkan prestasi matematika siswa usia dini.
64 Firda Afrilina, Pengaruh penggunaan corong berhitung terhadap pemahaman konsep siswa pada materi perkalian dan pembagian (Eksperimen Semu Kelas II MIN 01 Kota Tangsel, 2017). 65 Eni Kusriani, Penggunaan Corong Berhitung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas III Siswa (Karang Bongkot, 2006). 66 Dwino Priyani, Dampak Model Pembelajaran Kolaboratif Kalor Berbantuan Media Tabung Berhitung Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III (Mis Miftahulhudaadiluwih, 2018).
Hidayahti 2018 bertajuk “Penggunaan Media Corong Berhitung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II Di SD Negeri 37 Pekan Baru Kecamatan Tampan” menyimpulkan penggunaan media corong berhitung untuk meningkatkan belajar berhitung siswa. 69. Siti Masitah Tahun 2019 yang berjudul “Pengaruh Media Corong Berhitung Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika KELAS II SD NEGERI 02 SELUMA”.70.
KerangkaPikir
Dini Ismi Pratiwi pada tahun 2018 dengan judul “Pengembangan alat pembelajaran bentuk tabung berhitung untuk anak kelompok A di TK AL-KAUTSAR INDRALAYA”68. Pada saat peneliti melakukan observasi, peneliti menemukan permasalahan yaitu metode pembelajaran menggunakan corong hitung belum bersifat pasif. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti mengembangkan permainan corong berhitung sebagai alat koleksi bagi anak-anak, guna melihat proses dan juga hasil dari pengembangan permainan corong tersebut, sehingga dapat menjadi alat pengenalan. nomor yang dapat digunakan di sekolah dan di luar sekolah.
Jenis Penelitian
Untuk validasi produk, tim penelitian dan pengembangan Richey dan Klein hanya melakukan pengujian laboratorium dan tidak melakukan pengujian lapangan.73.
Prosedur Pengembangan
- Pengumpulan Informasi
- Desain Media
- Revisi Media
- Revisi Produk
Anak usia 5 sampai 6 tahun kurang tertarik dengan permainan berhitung corong yang digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan kecerdasan logika matematisnya. Pada fase ini peneliti mengumpulkan data yang dapat digunakan dan dijadikan bahan untuk merancang beberapa artikel yang bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti perhitungan corong. Rendahnya tingkat kecerdasan logis matematis anak sekolah juga dimaksudkan untuk menjadi sumber bahan ajar berhitung yang tepat untuk dikembangkan dengan permasalahan tersebut.
Kajian mengenai topik ini dilakukan tanpa uji lapangan, dan hasil penelitian ini hanya didasarkan pada pertimbangan teoritis. Menentukan produk yang akan dikembangkan yaitu media permainan corong berhitung untuk meningkatkan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun. Setelah mengetahui apakah media corong hitung sudah sesuai atau belum, langkah selanjutnya bagi peneliti adalah mengembangkan media permainan corong hitung.
Pada tahap ini peneliti merancang sendiri benda apa yang akan dibuat atau dibuat setelah diketahui kesesuaiannya, selanjutnya peneliti mengembangkan media permainan corong berhitung untuk meningkatkan kecerdasan logika matematis anak usia 5-6 tahun. Validasi konsep dinilai oleh beberapa pakar atau ahli pada aspek produk yang akan dikembangkan yang telah mempunyai pengalaman. Tahap penyempurnaan konsep merupakan kegiatan pemantauan ulang oleh peneliti untuk memperbaiki konsep kemajuan produk berdasarkan evaluasi dan rekomendasi dari beberapa ahli dan spesialis di bidangnya untuk pengembangan konsep terkini.
Kemudian produk tersebut menjadi sebuah konsep yang direview oleh para ahli atau pakar dan dijamin oleh ASI. Penyempurnaan produk merupakan kegiatan pemantauan untuk melakukan koreksi produk berdasarkan masukan ahli.
Jenis Data
Tahap validasi konsep merupakan langkah evaluasi atau perhitungan apakah konsep produk layak digunakan atau tidak.
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen Pengumpulan Data
- Sejarah singkat TK
- Visi dan Misi TK a. Visi
- Identifikasi Masalah
- Develop (Pengembangan Media)
- Hasil ujicoba
Sebelum berganti nama menjadi “TK Islam Integral DARUL FIKRI”, sekolah ini berlokasi di Jalan Mahakam IV No. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu mendapat permohonan ijin program dari TK Islam Integral DARUL FIKRI pada tahun 2014. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu menganugerahkan Nomor Statistik Nasional (NPSN) kepada TK Islam Integral DARUL FIKRI Tahun 2016.
DARUL FIKRI Nomor Statistik Nasional Taman Kanak-Kanak Islam (NPSN) 69819137 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu pada tanggal 19 April 2016 Surat Keputusan Izin Penyelenggaraan Nomor IV. Pada tahun 2016, TK Islam Integral DARUL FIKRI mengajukan akreditasi sekolah pada Badan Nasional Akreditasi Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Non Formal (BAN TK dan PNF) untuk pelayanan keluarga berencana dan TK. Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus Bagus.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi lapangan yaitu di TK Islam Integral Darul Fikri kota Bengkulu. Kelompok B TK Islam Darul Fikri Kota Bengkulu Indonesia akan mengikuti uji coba kemampuan anak dalam memberi nama, mengenal, berhitung, dan menjumlahkan angka. Pada saat anak-anak Kelompok B TK Islam Darul Fikri Kota Bengkulu mengikuti kegiatan percontohan, maka peneliti merancang permainan berhitung corong yang mereka gunakan sebagai media penjumlahan dengan cara memasukkan batu ke dalam corong yang sesuai dengan angka yang ada pada corong. .
Memperkenalkan angka 1-10 kepada masyarakat umum dan TK Islam Integral Darul Fikri Kota Bengkulu pada usia muda (5-6 tahun). Bagi PAUD Kelompok B TK Islam Integral Darul Fikri Kota Bengkulu kinerja permainan corong hitung sebagai media pengenalan bilangan dan penjumlahan sangat baik dan penilaian terhadap permainan ini termasuk dalam kategori tersebut.
Saran
Khusus bagi peneliti, permainan yang dikembangkan perlu lebih memperhatikan berat dan bahan pembuatannya, agar dapat dipahami oleh anak-anak dan mudah untuk diproduksi massal dengan menggunakan barang bekas. Dalam pembelajaran ini lembaga atau sekolah dan yayasan harus lebih memperhatikan permainan yang ada di sekolah. Bagi para pendidik, ada baiknya untuk berlatih membuat permainan yang mudah dibuat namun memiliki nilai edukasi dan kreatif.
Yayasan hendaknya lebih memperhatikan kebutuhan sekolah agar dapat mendidik anak-anak di masa depan dengan lebih baik. Indah Novarini, 2018, Dampak Model Direct instruction Two-Pipeline Counting Terhadap Hasil Belajar Matematika Penjumlahan. Andri Tety, 2018, Pengembangan media corong hitung untuk operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan kelas 2, Makalah: Universitas Jambi.
Yulianti Erna, 2015, Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Perkalian dengan Media Corong Berhitung di Kelas 2 Semester 2, Skripsi, Blotongan Salatiga: MI. Anak kemudian melihat berapa banyak yang perlu dijumlahkan, misal 2+5, anak mengambil cangkang dan meletakkan cangkang di nomor 2, lalu anak mengambil cangkang 5 dan menaruhnya di nomor 5, kemudian anak membuka laci dan ambil cangkangnya dan letakkan di nomor 7. 2+3, kita ambil batu/kerangnya dan hitung dulu angka dua dan tiganya, lalu kita buka lacinya dan ambil batu/kerangnya, lalu kita masukkan ke dalam nomor yang benar , misalnya 2 +3=5, lalu kita letakkan di angka 5, dan seterusnya.