• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN LKPD MODEL IBMR (INVESTIGATION BASED MULTIPLE REPRESENTATION) PADA MATERI GERAK LURUS DI SMAN 12 BANDA ACEH

N/A
N/A
Anas Muhammad

Academic year: 2024

Membagikan "PENGEMBANGAN LKPD MODEL IBMR (INVESTIGATION BASED MULTIPLE REPRESENTATION) PADA MATERI GERAK LURUS DI SMAN 12 BANDA ACEH"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang dapat menjadi fokus perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterampilan representasional diperlukan dalam pemodelan fisika guna menunjang siswa dalam memahami konsep. Selanjutnya model pembelajaran IBMR dikembangkan sebagai intervensi untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan yang ada.

Manfaat bagi siswa, pengembangan LKPD model IBMR dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa kelas X pada materi gerak lurus di SMA N 12 Banda Aceh. 7 Elkha Phia Herawati, ddk “Pengembangan Lembar Kerja Interaktif Siswa (LKPD) untuk Pembelajaran Konsep Molar pada Kleas X SMA.” Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia” Vo. Lembar Kerja Siswa (LKPD) atau yang bisa disebut dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu alat bantu pengajaran yang mempunyai peranan penting dalam pembelajaran.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa LKS merupakan media bagi siswa untuk menjelaskan pengetahuan yang dimilikinya dalam pembelajaran yang diberikan oleh seorang guru.14. 14 Elka Phia Herawati, dkk., “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) Interaktif untuk Pembelajaran Konsep Mol Kelas X SMA” Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia, Vo. LKPD mempunyai keunggulan dalam mengaktifkan, membantu mengembangkan konsep, melatih, menemukan masalah dan keterampilan proses bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Model IBMR (Investigation Based Multiple Representation) 1. Pengertian Model IBMR

Pembagian satuan pembelajaran dalam media hendaknya dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu panjang dan siswa tidak bosan. Model IBMR merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa melakukan penelitian ilmiah melalui beberapa presentasi. Penyajian yang akan digunakan dalam pembelajaran IBMR selama penelitian adalah berupa video, gambar, vektor, teks, persamaan.

Mengamati fenomena. Pada tahap ini siswa mengamati fenomena aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari, misalnya orang berjalan kaki dan kendaraan yang lewat. Saat melakukan penyelidikan ilmiah, siswa menggambarkan kejadian dalam video (tayangan 2) dan mengilustrasikan gaya-gaya yang terlibat dalam peristiwa tersebut (tayangan 3). Pemecahan masalah: Setelah melakukan representasi, siswa dapat memutuskan penyelesaian masalah yang diberikan dengan cara merepresentasikannya dalam bentuk teks definisi kerja (representasi 4), menuliskannya secara matematis atau dalam bentuk persamaan (representasi 5) , dan membuat grafik hubungan antara gaya dan perpindahan (Lihat 6).

Penilaian dilakukan untuk memeriksa hasil penyelesaian permasalahan yang diajukan siswa, apakah penyelesaian yang dipilih siswa sesuai dengan konsep fisika usaha dan energi atau masih terdapat kesalahan. Keterlaksanaan model ini dapat diukur dengan lembar observasi pelaksanaan yang berisi aktivitas guru dan siswa yang diselesaikan oleh pengamat dan LKPD yang berisi beberapa soal yang akan diselesaikan oleh siswa20. 20 Ariandini, Silvia “Penerapan Model Multiple Representation Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Bisnis dan Energi.” Skripsi, (Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2019).

Sintak model IBMR

Menginstruksikan siswa untuk merancang dan melakukan penyelidikan untuk menguji representasi konsep yang telah ditetapkan sebelumnya. Menginstruksikan siswa menganalisis hasil penyelidikan untuk menguji beberapa representasi konsep yang telah dibuat sebelumnya. Membantu siswa melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pemecahan masalah dengan multi representasi23.

Pembelajaran dilakukan dengan menyediakan alat untuk melakukan kegiatan ilmiah, dan mewakili konsep dan/atau proses fisika serta memecahkan masalah fisika.24 Tujuan pembelajaran/keterampilan akhir yang diharapkan harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum alat disiapkan dan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model IBMR25.

Materi Gerak Lurus 1. Pengertian Gerak Lurus

Suatu benda dikatakan bergerak lurus beraturan apabila benda tersebut dapat menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama dan lintasannya berupa garis lurus. Dalam kehidupan sehari-hari gerak ini dapat kita jumpai pada gerak kereta api pada lintasan lurus yang bergerak dengan kecepatan tetap. Dari grafik v-t terlihat bahwa kecepatan selalu tidak bergantung pada waktu, sehingga grafiknya berupa garis lurus yang sejajar dengan sumbu t.

Pada grafik st-t terlihat bahwa jarak yang ditempuh suatu benda berbanding lurus dengan waktu sehingga grafiknya berupa garis lurus yang miring ke atas. Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya lurus dan kecepatannya berubah-ubah setiap waktu. Gerak ini terdiri atas dua jenis, yaitu: gerak lurus dipercepat beraturan, yaitu gerak yang kecepatannya bertambah seiring waktu.

Gerak lurus berubah beraturan dan diperlambat, yaitu gerak yang kecepatannya semakin berkurang terhadap waktu, sehingga benda berhenti atau berhenti pada suatu titik. Karena perubahan kecepatan terhadap waktu disebut percepatan, maka gerak lurus dan beraturan dinyatakan sebagai gerak yang lintasannya lurus dan percepatannya selalu konstan. Jika kita membuat grafik hubungan antara kecepatan (v) dan waktu (t) dari gerak lurus yang berubah beraturan, maka diperoleh persamaan berikut.

Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada garis lurus dengan percepatan tetap. Percepatan sesaat terjadi bila terjadi perubahan kecepatan dalam selang waktu singkat atau mendekati nol. Gerak vertikal mempunyai ciri-ciri khusus yaitu bergerak pada arah vertikal (tegak lurus terhadap permukaan bumi) dan percepatannya merupakan percepatan gravitasi bumi (ke bawah sebagai acuan positif).29.

Gerak jatuh bebas adalah gerak benda yang jatuh dari ketinggian tanpa kecepatan awal v0 = 0 mengelilingi bumi dengan percepatan a = g. 30 Dalam kehidupan sehari-hari, contoh gerak jatuh bebas buah yang jatuh ke tanah adalah salah satu contohnya. Gerak vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang dilempar vertikal ke bawah dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh percepatan gravitasi.Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat contoh gerak vertikal ke bawah yaitu bola yang dilempar ke bawah menjadi Gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar lurus ke atas dengan kecepatan awal tertentu (v0) dan dipengaruhi oleh percepatan gravitasi (g) dengan arah menjauhi pusat gravitasi sehingga bergerak ke atas32.

Pada titik tertinggi benda, kecepatan benda adalah nol.33 Persamaan yang berlaku pada titik tertinggi adalah sebagai berikut.

(Gambar 2.2) Diagram garis pada gerak luru beraturan 27
(Gambar 2.2) Diagram garis pada gerak luru beraturan 27

Rancangan Penelitian

Tahap Pendefinisian (Define)

Analisis awal ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dasar yang dihadapi dalam fisika SMA yang meliputi permasalahan kurikulum dan lapangan, sehingga dalam hal ini perlu dilakukan pengembangan LKPD model IBMR.37. Analisis siswa bertujuan untuk mengetahui karakteristik siswa yang meliputi: karakteristik kemampuan, pengalaman dan tingkat kognitif (pengetahuan), efektivitas (sikap), dan perkembangan psikomotorik (keterampilan). Pada tahap analisis tugas dilakukan dengan mengidentifikasi kemampuan dasar siswa sehingga dapat menguasai konten pembelajaran terkait materi gerak lurus.

Analisis konsep adalah mengidentifikasi konsep pokok yang akan diajarkan dan menyusunnya secara sistematis, kemudian merinci konsep tersebut dan menghubungkan suatu konsep dengan konsep lain yang relevan sehingga membentuk peta konsep pada materi pokok gerak lurus. Spesifikasi tujuan pembelajaran yaitu rumusan tujuan pembelajaran didasarkan pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tercantum dalam Kurikulum 2013 tentang materi pokok gerak lurus dan disesuaikan dengan model pembelajaran IBMR.38.

Tahap Perancangan (Design)

Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran materi gerak linier, setelah itu kemudahan proses pembelajaran harus diperhatikan dan disesuaikan agar tujuan pembelajaran pada model IBMR tercapai. Pada tahap ini pemilihan format pemodelan IBMR disesuaikan dengan format berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan. Format ini bertujuan untuk membuat draf awal pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD). Pada tahap ini sebaiknya dilakukan perancangan umum LKPD model IBMR sebelum dilakukan uji coba.

Penilaian ini merupakan teknik untuk memperoleh saran dan perbaikan terhadap materi dan produk LKPD berbasis IBMR yang dikembangkan dan kemudian direvisi. Pada tahap uji coba, pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh masukan langsung berupa tanggapan, reaksi dan komentar siswa terhadap LKPD model IBMR yang disusun. Tahapan ini merupakan tahap pengemasan dan penerbitan atau pendiseminasian hasil penelitian dalam bentuk LKPD fisika berbasis model pembelajaran IBMR pada materi gerak lurus yang bersangkutan.

Subyek dalam penelitian pengembangan LKS siswa model IBMR materi gerak linier adalah penguji ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli model. Ahli materi terdiri dari guru fisika mata kuliah Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry dan guru SMA N 12 Banda Aceh, sedangkan ahli model pembelajaran tersebut adalah guru ahli di bidang model pembelajaran mata kuliah Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry. , selain siswa kelas X itu.

Tempat dan Waktu Penelitian

Tehnik Pengumpulan Data

Instrument Penelitian

Analisis jawaban siswa diperoleh setelah diperoleh data dari hasil pengisian angket yang peneliti berikan kepada siswa. 45 Ketut Sepdayana Kartini, “Respon Siswa Terhadap Media Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android” Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, Vol, 4, No 1, 2020 H, 14. Ariandini, Silvia (2019) “Penerapan Investigasi Berbasis Multiple Representation model untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dalam pekerjaan material dan energi.” Tesis Diploma, Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Bahan Konstruksi Terkoneksi Benda Tekstil Angkatan 2018) “Penggunaan Video Sebagai Media Pembelajaran Matematika SD/MI” https://media.neliti.com/media/publications/222485- pemanfaatan- video-asmedia-pebelaj.pdf Belajar Belajar: Berpikir Kreatif dan Kritis". Desmita, (2009) “Psikologi Perkembangan Siswa”. 2000) “Contoh Teoritis Masalah Beserta Penyelesaiannya pada Fisika Terpadu SMU Kleas 1” Erlangga.

Elkha Phia Herawati, ddk “Pengembangan Lembar Kerja Interaktif Siswa (LKPD) untuk Pembelajaran Konsep Molar di Kleas X SMA.”. “Pengembangan Alat Penilaian Berbasis Kelas Pada Pembelajaran Matematika di Kelas VII SMPN 7 Padang”. 2019) “Pengembangan Media Video Pembelajaran Menggunakan Model Pengembangan 4D Pada Mata Pelajaran Agama Hindu” Jurnal Mimbar Ilmu. Joko Siswanto, (2019) “Memberikan Pendidikan Kompetensi dan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0 Melalui Pembelajaran Fisika”, Semarang: Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang.

Kurnia Retno Safitri, dkk, (2020) “Efektivitas alat peraga pembelajaran multirepresentasional berbasis inkuiri untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah” LENSA (Lentera Sains), Jurnal Pendidikan Sains. Ketut Sepdayana Kartini, (2020) “Reaksi Siswa Terhadap Media Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android” Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia. Nurmalita Sari, dkk, “Analisis Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Fisika SMA” (Semarang: Universitas Sebelas Maret Surakarta) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 2019) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Pembelajaran IBMR Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif.” Skripsi, Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Refki Effendi dkk. (2021) “Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Pembelajaran Berbasis Masalah di Sekolah Dasar” Jurnal Bacicedu. Lampung: Pascasarjana Universitas Lampung (5). Praktik model pembelajaran Inquiry-Based Multiple Representation (IBMR), dalam Pembelajaran Fisika “Artikel di Jurnal Penelitian Fisika”.

Gambar

(Gambar 2.2) Diagram garis pada gerak luru beraturan 27
Gambar gerak lurus berubah beraturan pada sebuah mobil yang berjalan  Gambar (a) adalah contoh gerak lurus dipercepat dengan percepatan konstan dan gambar (b) adalah contoh gerak lurus di perlambat dengan perlambatan konstan.Jika dalam selang waktu  ∆ t =t
Gambar 2.4 contoh gerak jatuh bebas    Sumber: www.unilsarinja.com
Gambar 2.5 contoh gerak vertikal kebawah       Sumber: www.FISIKAABCD.com

Referensi

Dokumen terkait

35 Hasil dari penelitian ini adalah Lembar Kerja Peserta Didik untuk siswa kelas VIII SMP pada materi Sistem Koordinat Kartesius.. LKPD yang dikembangkan

Bentuk Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) diberikan dalam Gambar 3. Sejauh pengamatan penulis, belum ada LKPD yang digunakan Guru dalam pembelajaran yang berisi tagihan

Judul Karya Ilmiah : Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Etnomatematika Motif Batik Jonegoroan pada Materi Transformasi Geometri.. Dengan

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) materi pola bilangan berbasis etnomatematika sasirangan di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama

Tujuan penelitian ini dirancang untuk (1) mengetahui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai kompetensi belajar peserta

Instrument yang digunakan dalam peneltian Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fisika Berbasis Inkuiri pada Materi Fluida Dinamis untuk Peseta Didik Tingkat SMA

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK E-LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI BATIMUNG PADA MATERI TERMOKIMIA KELAS XI DI SMAN 1 KOTABARU SKRIPSI OLEH NUR SABILA

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Pembelajaran 2 Petunjuk: Bacalah LKPD ini dengan cermat, kemudian kerjakanlah sesuai dengan pen=tunjuk yang diberikan.. Isilah pertanyaan yang ada