• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan lembar kerja peserta didik (lkpd) ipa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengembangan lembar kerja peserta didik (lkpd) ipa"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam

Oleh:

Fira Fairuz Salma NIM: T201810043

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

JUNI 2022

(2)

ii SKRIPSI

Diajukan kepada Univeritas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam

Oleh:

FIRA FAIRUZ SALMA NIM: T201810043

Disetujui Pembimbing

Dr. A. Suhardi, S.T., M.Pd NIP.197309152009121002

(3)

iii SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris ilmu Pengetahuan Alam

Hari: Kamis Tanggal: 30 Juni 2022

Tim Penguji Ketua

Dr. Mohammad Zaini, M.Pd.I NUP. 2007058001

Sekertaris

Laila Khusnah, M.Pd.

NIP. 198401072019032003 Anggota

1. Abdul Rahim, S.Si., M.Si ( )

2. Dr. A. Suhardi, S.T., M.Pd ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd. I NIP. 196406111999032001

(4)

iv







telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat)

perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

(QS. Ar-Rum: 41)1

1 Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41

(5)

v

meskipun skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.

Semua pencapaian ini tentu tidak lepas dari dukungan dan do’a banyak pihak. Oleh karena itu, skripsi ini peneliti persembahkan untuk :

1. Kedua orangtua saya tercinta, Alm. Bapak Hasanudin dan Ibu Nurul Widat yang telah mencurahkan kasih sayangnya dengan begitu tulus, memberikan motivasi dan dukungan, memberikan do’a terbaik serta menyisihkan finansialnya, sehingga saya dapat menyelesaikan studi ini dengan baik.

2. Kakak-kakak saya Fajriyatul Arifah Husnah, Arini Faradiyani dan Abdullah Jadid yang senantiasa memberikan semangat dan do’a terbaiknya.

3. Bapak dan Ibu Dosen Tadris Ilmu Pengetahuan Alam yang telah mendidik, membimbing, dan membekali ilmu kepada peneliti selama di bangku kuliah.

(6)

vi ABSTRAK

Fira Fairuz Salma, 2022. Pengembangan LKPD IPA Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Pencemaran Lingkungan di SMP

Kata kunci : LKPD, Pencemaran Lingkungan, Pendekatan Saintifik

Pembelajaran pada Kurikulum 2013 di desain untuk lebih meningkatkan keaktifan peserta didik (student centered). Peserta didik diharapkan bisa berpikir kritis dan melakukan berbagai percobaan dan praktik. Dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif bisa dilakukan dengan mengembangkan bahan ajar penunjang yang sesuai dengan tuntutan dan karakteristik Kurikulum 2013 yaitu Scientific Approach (Pendekatan Saintifik). Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Plus Darus Sholah Jember bahwasannya guru masih menggunakan metode ceramah yang menyebabkan peserta didik jenuh dan hanya menggunakan buku paket saja sabagai sumber belajar. Maka dari itu peneliti menggunakan LKPD berbasis pendekatan saintifik untuk memenuhi tuntutan dan karakteristik Kurikulum 2013, serta menunjang pembelajaran yang dilaksanakan oleh peserta didik.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu: (1) Untuk mengetahui validitas LKPD berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan (2) Untuk mengetahui respons peserta didik terhadap LKPD berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan.

Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model ASSURE mencakup 6 tahap yaitu Analyze learner characteristik (menganalisa karakteristik pembelajar), State objectives (menyatakan tujuan), Select methods, media and materials (memilih metode, media dan materi), Utilize media and materials (memanfaatkan media dan materi), Require Learner Participation (meminta partisipasi peserta didik), Evaluation (evaluasi).

Instrument penelitian yang digunakan berupa angket dengan menggunakan skala likert untuk menilai validitas dan respons peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari validasi ahli dan respons peserta didik.

Hasil dari penilitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) LKPD IPA berbasis pendekatan saintifik dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media sebesar 95,00%, ahli materi sebesar 89,23%, dan ahli praktisi (guru IPA) sebesar 96,00%, sehingga rata-rata yang didapatkan yaitu sebesar 93,41%. (2) Respons peserta didik terhadap LKPD IPA berbasis pendekatan saintifik sangat baik karena dari hasil uji coba skala kecil yang dilakukan terhadap 6 peserta didik mendapatkan presentase sebesar 92,14%. Hasil uji coba skala besar pada 30 peserta didik sebesar 88,90% yang menunjukkan bahwa LKPD IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Plus Darus Sholah termasuk dalam kategori yang sangat menarik.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Segala puji senantiasa penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat serta rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir yang berjudul “Pengembangan LKPD IPA Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP” tepat pada waktunya.

Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari adanya dukungan dan semangat dari semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dengan kerendahan hati peneliti sampaikan salam hormat dan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

4. Bapak Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis selaku Koordinator Progam Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

5. Bapak Dr. A. Suhardi, S.T., M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta motivasi dengan penuh kesabaran kepada penulis sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

(8)

viii

6. Segenap Dosen Progam Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam serta karyawan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

7. Seluruh pihak sekolah SMP Plus Darus Sholah Jember yang telah memberikan ijin dan pengarahan terhadap peneliti.

8. Sahabat-sahabatku Intan, Neny, Gita, Andalia, Vivin, Fina, Riris serta teman-temanku Fitri, Hengky dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang senantiasa memberikan dukungan, kasih sayang, membimbing dengan penuh kesabaran yang luar biasa dan saling meguatkan dalam proses pengerjaan skripsi.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna dan terdapat kekurangan baik dalam segi bahasa penyusunan maupun teori yang tertulis. Maka penulis menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat.

Jember, 12 Juni 2022

Penulis

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan ... 8

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan ... 8

E. Manfaat Penelitian dan Pengembangan ... 9

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ... 10

G. Definisi Operasional... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13

A. Penelitian Terdahulu ... 13

B. Kajian Teori ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 41

A. Model Penelitian dan Pengembangan ... 41

(10)

x

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 42

C. Uji Coba Produk ... 47

1. Desain Uji Coba ... 47

2. Subjek Uji Coba ... 48

3. Jenis Data ... 49

4. Instrumen Pengumpulan Data ... 49

5. Teknik analisis Data ... 50

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PENELITIAN ... 53

A. Penyajian Data Uji Coba ... 53

B. Analisis Data ... 65

C. Revisi Produk ... 72

BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 77

A. Kajian Produk yang Telah Direvisi ... 77

B. Saran Pemanfaatan, Desiminasi, dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 79 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)

xi

DAFTAR TABEL

No. Uraian Hal

2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Penelitian

yang Dilakukan ... 16

3.1 Kriteria Skala Penilaian ... 49

3.2 Kriteria Nilai Validasi ... 51

3.3 Kriteria Hasil Respons Peserta Didik ... 52

4.1 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) ... 55

4.2 Hasil Validasi ahli Media ... 58

4.3 Hasil Validasi ahli Materi ... 59

4.4 Hasil Validasi ahli Praktisi ... 60

4.5 Hasil Validasi oleh Para Ahli ... 61

4.6 Hasil Respons Peserta Didik Skala Kecil ... 63

4.7 Hasil Respons Peserta Didik Skala Besar ... 64

4.8 Nama Validator ... 66

4.9 Revisi Produk Dari Ahli Media ... 73

4.10 Revisi Produk Dari Ahli Materi ... 75

4.11 Revisi Produk Dari Ahli Praktisi ... 76

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

No. Uraian Hal

2.1 Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik ... 15

3.1 Model ASSURE ... 42

4.1 Grafik Hasil Validasi oleh Para Ahli ... 62

4.2 Grafik Hasil Uji Coba Produk ... 64

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha yang digunakan untuk memajukan potensi yang ada dalam diri supaya menciptakan manusia yang bermutu. Pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi yang baik pula, oleh sebab itu pemerintah selalu berupaya melakukan perbaikan mutu pendidikan.2 Pendidikan berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.3

Pendidikan di sekolah pada dasarnya adalah kegiatan belajar mengajar yaitu terdapatnya interaksi antara guru dan peserta didik. Belajar menunjukkan pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran dan mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan

2 Alvina Putri Purnama Sari and Agil Lepiyanto, ‘Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Scientific Approach Siswa Sma Kelas X Pada Materi Fungi’, BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi), 7.1 (2016), 41–48 <https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v7i1.489>.

3 Achmad Sujudi, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia, 2003, 1116/MENKE

<http://dx.doi.org/10.1016/j.tecto.2012.06.047%0Ahttp://www.geohaz.org/news/images/publicatio

ns/gesi-report with

prologue.pdf%0Ahttp://ec.europa.eu/echo/civil_protection/civil/pdfdocs/earthquakes_en.pdf%0Ah ttp://dx.doi.org/10.1016/j.gr.2011.06.005%0Ahttp:/>.

(14)

guru sebagai pengajar.4 Sebagai suatu sistem belajar mengajar meliputi suatu komponen antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru metode, situasi dan evaluasi. Kegiatan belajar dapat berjalan dengan lancar dan dapat efektif apabila seluruh komponen yang berpengaruh di dalamnya saling mendukung salah satunya kegiatan pembelajaran di sekolah.5

Pembelajaran merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Dalam Permendikbud No.22 tahun 2016 disebutkan bahwasannya proses pembelajaran pada satuan pendidikan dilakukan dengan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik supaya berperan aktif dalam pembelajaran, sekaligus memberikan ruang khusus bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.6 Berdasarkan Permendikbud No.22 tahun 2016 tersebut kehadiran perangkat pembelajaran yang menarik penting dalam proses pembelajaran karena salah satu keberhasilan kegiatan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh ketertarikan peserta didik pada pembelajaran.

Sehingga tugas seorang guru selain mendidik dan mengajar juga menyiapkan fasilitas atau perangkat pembelajaran.7

4 Nurhakima Ritonga, ‘Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Pokok Sistem Pernapasan Manusia Di SMP Abdi Negara Asam Jawa’, Wahana Inovasi, 5.2 (2016), 409.

5 Wahid Khoirul Ikhwan, ‘Implementasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Lulusan Sebagai Standar Mutu Pendidikan MTs Negeri Di Kabupaten Tulungagung’, Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 4.1 (2015), 16–22 <https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.68>.

6 Mardiah Kalsum Nasution, ‘Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa’, STUDIA DIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan, 11.1 (2017), 9–16.

7 Yogi Randa, PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 22 TAHUN 2016, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia, 2016.

(15)

Salah satu kegiatan pembelajaran di sekolah yaitu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu eksak yang mempelajari tentang alam atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.8 Tujuan utama dari pembelajaran IPA yaitu diharapkan dapat memberikan perubahan terhadap pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif). Perubahan pada ketiga aspek tersebut dapat terjadi melalui pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dari praktikum, di mana siswa tidak hanya belajar tentang teori tetapi juga belajar secara langsung melalui suatu percobaan.9

Pembelajaran IPA merupakan kegiatan yang berhubungan dengan objek alam serta persoalannya dengan ruang lingkup makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya.

Pembelajaran IPA berhubungan dengan mencari tahu tentang makhluk hidup dan lingkungannya secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajaran IPA dilakukan dengan cara berpikir dan bertindak yang responsif terhadap permasalahan baik lokal maupun global di lingkungan.

IPA sebagai proses menyangkut prosedur atau cara kerja untuk memperoleh hasil (produk), proses ini dikenal sebagai proses ilmiah. Melalui proses ilmiah

8 Mochammad Ricky Rifai, Rivo Alfarizi Kurniawan, and Rafiatul Hasanah, ‘Persepsi Mahasiswa Dalam Menggunakan Aplikasi Plantnet Pada Mata Kuliah Klasifikasi Makhluk Hidup’, VEKTOR:

Jurnal Pendidikan IPA, 1.1 (2020), 29–38 <https://doi.org/10.35719/vektor.v1i1.4>.

9 Dewi Aryanti, Herpratiwi Herpratiwi, and Undang Rosidin, ‘Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Scientific Approach Mata Pelajaran Ipa Kelas Vii Smp Di Bandar Lampung’, 2.

(16)

akan didapatkan temuan ilmiah dan secara tidak langsung terjadi pemikiran yang ilmiah.10

Pemberian pengalaman belajar secara langsung dalam mata pelajaran IPA sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan proses dan sikap ilmiah dengan tujuan agar siswa lebih mudah memahami konsep- konsep dan mampu menyelesaikan masalah.11 Sehingga guru senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mempermudah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa.

Perangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran baik di kelas, laboratorium, atau di luar kelas. Perangkat pembelajaran juga berperan penting dalam menyajikan konsep pengintegrasian materi pembelajaran. Salah satu perangkat pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).12

LKPD adalah sarana untuk membantu dan mempermudah kegiatan pembelajaran sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara peserta didik dengan pendidik, sehingga dapat meningkatkan aktifitas peserta didik

10 Ria Wulandari, ‘Berpikir Ilmiah Siswa Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Literasi Sains’, SEJ (Science Education Journal), 1.1 (2017), 29–35

<https://doi.org/10.21070/sej.v1i1.839>.

11 Aji Pamungkas, Bambang Subali, and Suharto Linuwih, ‘Implementasi Model Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa’, Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3.2 (2017), 118 <https://doi.org/10.21831/jipi.v3i2.14562>.

12 Siti Aminah Nababan and Henra Saputra Tanjung, ‘Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Matematika Realistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMA Negeri 4 Wira Bangsa Kabupaten Aceh Barat’, Genta Mulia, XI.2 (2020), 233–43.

(17)

dalam peningkatan prestasi belajar. LKPD menjadi panduan bagi peserta didik yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah. LKPD dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk eksperimen atau demonstrasi. Penyusunan LKPD ini dimaksudkan sebagai alat untuk mempermudah komunikasi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.13

Seiring dengan berlakunya Kurikulum 2013 yang di desain untuk lebih meningkatkan keaktifan peserta didik sedikit memberikan perubahan. Peserta didik diajak untuk berpikir kritis dan melakukan berbagai percobaan dan praktik. LKPD yang sesuai dengan tuntutan dan karakteristik Kurikulum 2013 adalah LKPD berbasis Scientific Approach (Pendekatan Saintifik). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses yang menyatakan bahwa standar proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik. Pemilihan pendekatan pembelajaran tersebut dinilai mampu mencapai tujuan pendidikan yaitu keseimbangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam diri peserta didik. LKPD berbasis pendekatan saintifik merupakan lembar kerja berupa lembaran-lembaran yang berisi panduan bagi peserta didik yang dalam proses pembelajaran secara terorganisir, sistematik, dan melalui metode ilmiah.14

13 Hedia Rizki, ‘Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis’, 1.November (2018), 21–28.

14 Mendikbud, ‘Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah’, Journal of Chemical Information and Modeling, 2011 (2013), 1–18

(18)

Berdasarkan hasil wawanca yang dilakukan pada tanggal 23 September 2021 di SMP Plus Darus Sholah Jember, minat peserta didik terhadap mata pelajaran IPA kurang diminati, dikarenakan pembelajaran masih bersifat teoritis dan banyak menggunakan metode ceramah sehingga dalam proses pembelajaran berjalan satu arah yang mengakibatkan peserta didik asyik sendiri tidak memperhatikan penjelasan guru, gaduh dalam kelas, bahkan tidur dalam kelas serta merasa bosan dalam pembelajaran. Menurut pendapat peserta didik, dalam mempelajari IPA lebih tertarik untuk diajak melakukan praktikum ataupun observasi di lingkungan sekitar, namun penerapan metode belajar dengan praktikum ataupun observasi jarang dilakukan.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Plus Darus Sholah Jember, pada tanggal 27 September 2022 yang menyatakan bahwa bahan ajar yang digunakan berupa buku paket, serta tidak ada sumber belajar lain untuk membantu kegiatan pembelajaran. Sehingga guru membuat LKPD sendiri dengan mendapatkan materi hanya dari google.

LKPD yang dikembangkan guru hanya berisi pertanyaan dan rangkuman pelajaran yang susunannya belum menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring guna memenuhi tuntunan kurikulum.15

Berdasarkan hasil observasi peneliti dilapangan, terdapat permasalahan pencemaran lingkungan pada air yang ada di sekolah, yang mana pencemaran pada air tersebut seharusnya dapat digunakan sebagai kegiatan praktikum

15 Edy Susanto, di wawancara oleh penulis, Jember, 23 dan 27 September 2021.

(19)

sehingga dapat memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung pada peserta didik.

Materi pencemaran lingkungan adalah materi yang terdapat di kelas VII SMP/MTs semester genap. Materi tersebut pada KD 3.8 yaitu Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem dan KD 4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan. Karakteristik Materi pencemaran lingkungan yaitu membutuhkan objek nyata dari lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Sehingga materi pencemaran lingkungan dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh peserta didik jika peserta didik dapat melihat, merasakan, atau mengalami sendiri secara langsung.16

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan ASSURE. Model ASSURE adalah salah satu petunjuk dan perancanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencakan, mengindetifikasi, menentukan tujuan, memilih metode, dan bahan, serta evaluasi. Model ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis sehingga pembelajaran akan menjadi lebih bermakna terkhusus bagi peserta didik di SMP Plus Darus Sholah Jember.

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan LKPD IPA Berbasis Pendekatan

16 Fitriani Fitriani, ‘Pengembangan Lembar Kegiatan Mahasiswa Berbasis Eksperimen Pada Materi Pencemaran Lingkungan’, Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 5.2 (2019), 199

<https://doi.org/10.29303/jppipa.v5i2.217>.

(20)

Saintifik Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP Plus Darus Sholah Jember”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana validitas LKPD IPA berbasis Pendekatan Saintifik pada materi pencemaran lingkungan di SMP Plus Darus Sholah?

2. Bagaimana hasil respons peserta didik terhadap LKPD IPA berbasis Pendekatan Saintifik pada materi pencemaran lingkungan di SMP Plus Darus Sholah?

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

1. Untuk mendeskripsikan validitas LKPD IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan di SMP Plus Darus Sholah.

2. Untuk mendeskripsikan hasil respons siswa terhadap LKPD IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan di SMP Plus Darus Sholah.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

1. LKPD diperuntukkan bagi peserta didik kelas VII SMP/MTs pada materi pencemaran lingkungan.

2. LKPD yang dihasilkan berupa lembar kerja peserta didik yang berisi materi pencemaran lingkungan berbasis pendekatan saintifik.

3. LKPD berisikan KI, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Uraian Materi, dan Soal-soal.

4. Muatan materi dalam LKPD ini adalah pencemaran lingkungan untuk siswa SMP/MTs kelas VII semester II yang terdapat pada KD 3.8

(21)

Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem. 4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan.

E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi pembelajaran dan pengembangan ilmu pendidikan dalam meningkatkan pemahaman materi pencemaran lingkungan, serta dapat digunakan sebagai refrensi penelitian berikutnya dalam mengembangkan LKPD khususnya materi pencemaran lingkungan.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peserta Didik

Dapat memberikan motivasi pembelajaran peserta didik untuk meningkatkan pemahaman dan mampu memecahkan masalah pada pembelajaran IPA materi pencemaran lingkungan.

b. Bagi Guru

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan ajar tambahan oleh guru dalam mengembangan pembelajaran peserta didik yang lebih efektif.

c. Bagi Peneliti

Dapat dijadikan bekal dan menambah wawasan untuk peneliti sebagai calon pendidik mengenai proses pembelajaran melalui LKPD serta

(22)

berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA SMP/MTs.

d. Bagi Instansi

Produk yang dikembangkan diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan keilmuan dan tambahan literasi bagi Lembaga.

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian 1. Asumsi Penelitian dan Pengembangan

a) Menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik yang berbasis pendekatan saintifik.

b) Menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik yang dapat digunakan guru di dalam kelas maupun peserta didik secara mandiri.

c) Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Pendekatan Saintifik yang dihasilkan dapat digunakan oleh peserta didik SMP/MTs kelas VII pada materi pencemaran lingkungan.

2. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

a) Penelitian ini menggunakan LKPD berbasis pendekatan saintifik pada materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP/MTs.

b) Penelitian ini difokuskan pada pengembangan LKPD yang digunakan untuk peserta didik kelas VII SMP/MTs.

c) LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 revisi 2017.

d) Pengembangan produk dibatasi pada pencemaran lingkungan yang terdapat pada Kompetensi Dasar (KD):

(23)

3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem.

4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan.

e) Model pengembangan yang digunakan adalah model ASSURE yang dikembangkan oleh Robert Heinich dkk yang meliputi 6 tahap yaitu Analyze, State, Select, Utilize, Require, Evaluate. Namun pada tahap Evaluate tidak dilakukan oleh peneliti karena keterbatasan waktu serta biaya.

G. Definisi Operasional

1. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Pengembangan LKPD adalah sebuah perangkat pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi dan membantu siswa dalam memahami suatu materi yang isinya memuat KI, KD, Tujuan Pembelajaran, Indikator Pencapaian, Uraian Materi, Petunjuk Pengerjaan dan Beberapa Soal-soal.

2. Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam proses belajar yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring.

3. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan merupakan materi yang erat hubungannya dengan berbagai aktivitas manusia yang melibatkan pemanfaatan

(24)

lingkungan yang tidak semestinya sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Materi ini ada di kelas VII semester Genap dengan KD 3.8 yang membahas tentang terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem.

(25)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini berisi beberapa penelitian terdahulu yang memiliki relevansi dengan topik yang diangkat dengan judul “Pengembangan LKPD IPA Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP”. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian yang akan dilakukan antara lain:

1. Penelitian oleh Maqvira, 2020. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang berjudul “Pengembangan LKS Berbaris Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas VIII SMP Muhammadiyah Ambon”.17

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan menurut Dick

& Carey (2013) yang dimodifikasi menjadi delapan tahapan yaitu analisis kebutuhan, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrumen, mengembangkan strategi, mengembangkann isi LKS, evaluasi formatif, revisi, dan evaluasi sumatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan LKPD berbasis saintifik pada materi system pencernaan manusia kelas VIII SMP menunjukkan penelitian dan pengembangan LKPD berbasis saintifik layak digunakan dalam

17 Maqvira, ‘Pengembangan LKS Berbaris Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas VIII SMP Muhammadiyah Ambon’, 2020.

(26)

pembelajaran. Uji coba kevalidan LKS dilakukan oleh tiga validator dan diperoleh rata-rata penilaian pada aspek konten/isi yaitu 3,75 dengan kategori sangat valid, aspek desain yaitu 3,53 dengan kategori valid dan aspek bahasa yaitu 4 dengan kategori sangat valid. Uji coba kepraktisan LKS yang dikembangkan berada pada kriteria terlaksana dengan baik dengan nilai rata-rata semua aspek penilaian 4,4 (terlaksana dengan baik).

Dan uji coba keefektifan LKS pada tes hasil belajar siswa berada pada kriteria tinggi dengan nilai rata-rata 79.95 (tinggi) dengan presentase ketuntasan klasikal 99%. Siswa juga memberikan respon positif terhadap LKS yang dikembangkan, dari tiap-tiap pertanyaan diperoleh jawaban SS (sangat setuju) dan S (setuju) sudah mencapai lebih dari 70% siswa yang memberi respon positif terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan LKS.

2. Penelitian oleh Tri Yana Mursyidin, 2019. Universitas Islam Negeri Ar- Raniry Darussalam-Banda Aceh yang berjudul “Pengembangan LKPD Berbasis Pendekatan Saintifik Materi Fluida Statis di SMA”.18

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation).

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, dan angket peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain

18 Tri Yana Mursyidin, ‘Pengembangan LKPD Berbasis Pendekatan Saintifik Materi Fluida Statis Di SMA’, 3 (2019), 1–9.

(27)

pengembangan LKPD berbasis pendekatan saintifik berada dalam kategori sangat layak. Kelayakan LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dinilai oleh ahli desain media berada pada kategori sangat layak (85%), ahli substansi materi juga berada pada kategori sangat layak (85%), dan tanggapan peserta didik terhadap LKPD berbasis pendekatan saintifik memperoleh persentase rata-rata sebesar 81% termasuk dalam kategori tertarik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD pendekatan saintifik yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan belajar dalam proses pembelajaran.

3. Penelitian oleh Afifah Ainun Nadjla, 2021. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Matematika Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Memfasilitasi Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Perbandingan Kelas VII SMP/MTs”.19

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan Richey and Klein yang terdiri dari tahap perencanaan, produksi, dan evaluasi.

Instrumen pengumpulan data penelitian adalah skala penilaian LKPD untuk ahli materi dan ahli media. Teknik pengumpulan data adalah pengisian skala penelitian LKPD oleh ahli materi dan ahli media.

19 Afifah Ainun Nadjla, ‘Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Matematika Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Memfasilitasi Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Perbandingan Kelas VII SMP/MTs’, Engineering, Construction and Architectural Management, 25.1 (2021), 1–

9

(28)

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan LKPD matematika dengan pendekatan saintifik pada materi perbandingan kelas VIII SMP/MTs menunjukkan penelitian dan pengembangan LKPD matematika dengan pendekatan saintifik layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian kualitas LKPD tersebut tergolong dalam kategori sangat baik dengan spesifikasi skor rata-rata penilaian validator ahli materi sebesar 186,5 dari skor maksimal ideal 192 dan tergolong dalam kategori sangat baik dengan spesifikasi skor rata-rata penilaian validator ahli media sebesar 60 dari skor maksimal ideal 72.

Berdasarkan hal tersebut, produk LKPD matematika dengan pendekatan saintifik dinyatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.

Tabel 2. 1 Analisis Penelitian Terdahulu No Nama

Peneliti Judul Persamaan Perbedaan 1. Maqvira Pengembangan

LKS Berbaris Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Siswa Pada Materi Sistem

Pencernaan Manusia Kelas

VIII SMP

Muhammadiyah Ambon

- Penelitian pengembangan - Berbasis

pendekatan saintifik

- Pada materi Sistem

Pencernaan Manusia - Model

pengembanga

n yang

digunakan yaitu Dick &

Carey (2013) - Sasaran yang

dituju yaitu peserta didik kelas VIII SMP.

2. Tri Yana Mursyidin

Pengembangan LKPD Berbasis Pendekatan Saintifik Materi Fluida Statis di

- Penelitian pengembangan - Berbasis

pendekatan saintifik

- Pada materi Fluida Statis - Model

pengembanga

n yang

(29)

SMA digunakan yaitu ADDIE - Sasaran yang

dituju yaitu peserta didik SMA.

3. Afifah Ainun Nadila

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Matematika Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Memfasilitasi Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Perbandingan Kelas VII SMP/MTs

- Penelitian pengembangan - Berbasis

pendekatan saintifik

- Pada materi perbandingan - Model

pengembang

an yang

digunakan yaitu Richey and Klein.

Dari beberapa penelitian di atas, peneliti menemukan adanya perbedaan yang signifikan dalam penelitian yang hendak dilakukan oleh peneliti dengan penelitian terdahulu. Adapun perbedaan tersebut terletak pada materi yang digunakan, peneliti menerapkan pada materi pencemaran lingkungan, sedangkan peneliti terdahulu menerapkan pada materi sistem pencernaan manusia, fluida statis dan perbandingan. Subjek yang dituju oleh peneliti yaitu peserta didik SMP/MTs kelas VII, sedangkan pada penelitian terdahulu subjek yang dituju yaitu peserta didik kelas VIII SMP/MTs, peserta didik kelas XI SMA/MA, dan peserta didik kelas VII SMP/MTs pada mata pelajaran matematika. Model yang diterapkan oleh peneliti yaitu ASSURE, sedangkan model yang diterapkan oleh peneliti terdahulu yaitu Dick & Carey (2013), ADDIE dan Richey and Klein.

(30)

B. Kajian Teori 1. Hakikat IPA

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui proses kreatif yang sistematis melalui inkuiri yang dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secara terus-menerus yang merupakan suatu upaya manusia yang meliputi keterampilan, strategi, dan menghitung yang dapat diuji kembali kebenarannya yang dilandasi dengan sikap keingintahuan, keteguhan hati, ketekunan yang dilakukan oleh individu untuk menyikapi alam semesta, karena itu IPA/sains dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, dirumuskan secara umum, ditandai oleh penggunaan metode ilmiah dan munculnya sikap ilmiah sebagai produk dan proses.20

Hakikat IPA dibangun atas dasar sikap ilmiah, dan produk ilmiah.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering disebut dengan singkatan sains. IPA atau science dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dirumuskan secara umum, ditandai melalui penggunaan metode ilmiah dan sikap ilmiah. Sehingga hakekat IPA dipandang sebagai produk dan sebagai proses. Fakta, konsep, hukum dan prinsip maupun teori yang ada dalam IPA dihasilkan dari proses investigasi. Proses investigasi ini dikenal dengan metode ilmiah. Bahwa IPA sebagai cara untuk melakukan investigasi merupakan sebuah

20 M. Pd Dr. Imade Alit Mariana and M. Si Wandy Praginda, S. Pd, HAKIKAT IPA DAN PENDIDIKAN IPA, 2009.

(31)

pendekatan dalam mengkronstruksi pengetahuan. IPA pada dasarnya memiliki banyak metode dalam mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Sebagai contoh, ahli astronomi dan ekologi menggunakan observasi dan prediksi sebagai pendekatan dalam mencari solusi atau jawaban atas masalah.21

Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan melakukan sesuatu sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam menyajikan pembelajaran sains adalah memadukan antara pengalaman proses sains dan pemahaman produk sains dalam bentuk pengalaman langsung.22

2. Model ASSURE

Model ASSURE merupakan salah satu model pada penelitian pengembangan (R&D). Penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini disebut juga

21 Shita Dhiyanti Vitasari, ‘Hakikat IPA Dalam Penilaian Kemampuan Literasi IPA Peserta Didik SMP’, Pros. Seminar Pend. IPA Pascasarjana UM, 2 (2017), 71–77

<http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/ipa2017/article/view/1041>.

22 P. Rahayu, S. Mulyani, and S. S. Miswadi, ‘Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Base Melalui Lesson Study’, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1.1 (2012), 63–70 <https://doi.org/10.15294/jpii.v1i1.2015>.

(32)

dengan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan untuk menyempurnakan suatu produk yang sesuai dengan acuan dan kriteria dari produk yang dibuat sehingga menghasilkan produk yang baru melalui berbagai tahapan dan validasi atau pengujian.

Dalam melakukan suatu penelitian pengembangan diperlukan model-model pengembangan. Model penelitian dan pengembangan (R&D) salah satunya yaitu ASSURE yang meliputi Analyze, State, Select, Utilize, Require, Evaluation. Model ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Tahapan-tahapan tersebut berikut ini:23

a. Analyze Learner characteristic (menganalisis karakteristik peserta didik)

Langkah yang pertama adalah mengidentifikasi karakteristik peserta didik. Ada 3 jenis gaya belajar sesorang yaitu : visual, audiovisual, dan kinestetik. Analisis terhadap karakteristik peserta didik meliputi beberapa hal penting seperti karakteristik umum, spesifikasi kemampuan awal, dan gaya belajar.

b. State objectives (menyatakan tujuan)

Langkah berikutnya adalah merumuskan tujuan pembelajaran se khusus mungkin tujuan ini mungkin dijabarkan dalam silabus, buku

23 Heri . Achmadi, Suharno, and Nunuk Suryani, ‘Edisi Maret 2014 Edisi Maret 2014’, Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran, 2014, 35–48 <http://jurnal.fkip.uns.ac.id>.

(33)

teks, kurikulum, atau dikembangkan sendiri oleh guru. Teknik ABCD untuk menyatakan tujuan:

1) Audience : Apa yang dikerjakan oleh peserta didik (bukan apa yang dilakukan oleh guru).

2) Behaviour : Mendeskripsikan kemampuan yang akan dicapai setelah pembelajaran.

3) Conditions : Pernyataan tujuan yang meliputi kondisi dimana untuk kerja itu diamati.

4) Degree : Pernyataan tujuan yang mengidentifikasikan standar atau kriteria yang akan memutuskan sejauh mana keberhasilan untuk kerja itu dapat diterima.

c. Select methods, media and materials (memilih metode, media dan materi)

Rencana untuk penggunaan media dan teknologi, pertama-tama tentu saja menuntut pemilihan yang sistematis. Proses memilih ada tiga tahap yaitu:

1) Menentukan metode yang sesuai untuk suatu tugas belajar

2) Memilih bentuk media yang cocok dengan metode yang akan disajikan

3) Memilih, memodifikasi atau merancang materi secara khusus dalam bentuk media. Kriteria tertentu yang penting dalam penilaian media.

(34)

d. Utilize media and materials (memanfaatkan media dan materi)

Perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered, yang lebih memungkinkan peserta didik untuk memanfaatkann materi, baik secara mandiri atau kelompok kecil daripada mendengarkan presentasi guru secara klasikal.

Dalam penerapan media dan materi, guru harus dapat menjelaskan secara rinci bagaimana menerapkan media pembelajaran ke dalam pelajaran dan juga guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran dan bahan ajar dengan efektif dan maksimal.24

e. Require Learner Participation (meminta partisipasi peserta didik) Pendidik yang merealisasikan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Perkembangan selanjutnya muncul teori belajar kognitif yang menekankan pada proses mental, juga mendukung partisipasi aktif tersebut. Belajar merupakan suatu proses untuk mencoba berbagai perilaku dengan hasil yang menyenangkan. Jadi, pendekatan ini berarti perancang pembelajaran harus mencari cara agar peserta didik melakukan sesuatu. Dari sudut pandang psikologi kognitif disarankan bahwa peserta didik membangun schemata mental ketika otaknya secara aktif mengingat atau mengaplikasikan beberapa konsep atau prinsip.

24 Intan Wahyu Ndhadhari, ‘Pengembangan Game Pembelajaran Matematika Untuk Siswa Kelas V SD/MI Dengan Menggunakan Program Visual Scratch’, 8.5 (2019), 55.

(35)

f. Evaluate (menilai)

Evaluasi dan revisi merupakan komponen yang paling penting untuk pengembangan kualitas pembelajaran. Pertama meniai hasil peserta didik. Pernyataan tentang tujuan akan membantu untuk mengembangkan kriteria guna mengevaluasi unjuk kerja peserta didik baik individual maupun kelompok. Cara menilai pencapaian hasil belajar tergantung pada hakekat tujuan itu. Ada tujuan yang menuntut keterampilan kognitif. Kedua menilai metode dan media. Evaluasi juga menilai metode dan media pembelajaran. Pembelajaran dapat membantu untuk memperoleh data dengan cara yang halus. Percakapan dengan spesialis media akan memusatkan perhatian pada nilai khusus media dalam suatu unit pembelajaran, yang diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran di masa mendatang. Revisi Langkah terakhir adalah melihat kembali hasil data evaluasi yang akan dikumpulkan. Buat catatan segera sebelum mengimplementasikan pelajaran lagi. Jika dari hasil data evaluasi menunjukkan ada kelemahan pada komponen tertentu, kembalilah pada bagian itu dengan merencanakan dan merevisinya.

3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) a. Pengertian LKPD

LKPD merupakan suatu bahan ajar cetak yang berupa lembar- lembar kertas yang berisi meteri, ringkasan, dan petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan siswa, baik bersifat teoritis

(36)

dan praktik.25 LKPD dikemas dan disusun dengan tampilan yang menarik dan sedemikian rupa sehingga mampu menarik perhatian peserta didik dalam menyelesaikan tugas karena didalamnya itu terdapat unsur gambar, ringkasan materi, soal-soal dan petunjuk- petunjuk pelaksanaan tugas yang memuat unsur teks.LKPD menunjang peserta didik dalam mempelajari materi ajar dan membantu peserta didik dalam menyelesaikan tugas secara mandiri.26

Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa LKPD merupakan bahan ajar yang dikemas dan disusun dengan tampilan yang menarik dan sedemikian rupa sebagai bahan materi ajar dan membangun keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah yang dikemas dalam kegiatan latihan kerja.27 Karakteristik materi IPA yang berisi kegiatan praktikum atau penyelidikan sangatlah cocok apabila didampingi dengan sebuah LKPD yang berisi petunjuk, teori dan kegiatan pemecahan masalah. Dengan LKPD ini guru dapat mengarahkan peserta didik untuk menemukan konsep IPA dengan mudah.

25 Shinta Dinyanti, ‘Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember’, Digital Repository Universitas Jember, September 2019, 2021, 2019–22.

26 Rizki.

27 Muhammad Danial Sry Astuti and Anwar Muhammad, ‘Pengembangan LKPD Berbasis PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Kesetimbangan Kimia’, 1.2 (2018), 30–42 <https://doi.org/10.16143/j.cnki.1001-

9928.2018.01.002>.

(37)

b. Fungsi LKPD

Fungsi LKPD meliputi :

1) LKPD sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik namun lebuh mengaktifkan siswa.

2) LKPD sebagai bahan ajar yang mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan.

3) LKPD sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih.

4) LKPD memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada siswa.

c. Tujuan LKPD

Tujuan penyusunan LKPD meliputi :

1) Menyajikan bahan ajar yang memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.

2) Menyajikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan.

3) Melatih kemandirian belajar siswa.

4) Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada siswa.

d. Langkah-langkah Penyusunan LKPD

Mengembangkan sebuah LKPD hendaknya mempelajari tahapan langkah penyusunan LKPD yang baik. Rahmawati menjelaskan bahwa penyusunan lembar kerja perlu memperhatikan beberapa tahapan yaitu melakukan analisi kurikulum, menentukan judul LKPD, mengkaji materi berdasarkan standar Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar

(38)

(KD), menyusun struktur LKPD yang secara umum terdiri dari judul, petunjuk belajar, kempetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas, langkah kerja dan evaluasi.28

e. Kelebihan LKPD

Kelebihan dari LKPD yaitu :

1) Penggunaannya mudah dan tidak bergantung pada peralatan lain sehingga memudahkan peserta didik untuk membawanya kemana saja.

2) Menjadikan peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik memecahkan sendiri permasalahannya dengan berfikir dan menggunakan kemampuannya.

3) Peserta didik lebih memahami pembelajaran karena melakukan praktikum dan percobaan secara langsung untuk memecahkan permasalahan yang ada pada LKPD.

4) Peserta didik bisa memberikan pendapat untuk memecahkan masalahnya sendiri.

f. Kekurangan LKPD Kekurangan LKPD yaitu :

1) Jika petunjuk penggunaan LKPD kurang sesuai, maka peserta didik akan kesulitan menggunakan LKPD tersebut.

28 Lia Hariski Rahmawati and Siti Sri Wulandari, ‘Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scientific Approach Pada Mata Pelajaran Administrasi Umum Semester Genap Kelas X OTKP Di SMK Negeri 1 Jombang’, Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8.3 (2020), 504–15.

(39)

2) Lembar kerja peserta didik kurang cocok apabila digunakan peserta didik dengan daya serap rendah.

3) Jika pengembangan LKPD tidak memenuhi standar, peserta didik tidak tertantang untuk menemukan konsep pelajaran secara mandiri.

4. Pendekatan Saintifik (Saintific Approach)

Pendekatan saintifik (scientific approach) adalah model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan. Adapun tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran antara lain yaitu untuk :

a. Meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik

b. Membentuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara sistematik

c. Menciptakan kondisi pembelajaran supaya peserta didik merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan

d. Melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan hasil belajar peserta didik dan mengembangkan karakter peserta didik.29 Adapun karakteristik dari pendekatan saintifik adalah sebagai berikut : a. Objektif, artinya pembelajaran senantiasa dilakukan atas objek tertentu

dan peserta didik dibiasakan memberikan penilaian secara objektif.

29 Pembelajaran Saintifik and others, ‘Pembelajaran Saintifik Untuk Pendidikan Anak Usia Dini’, Journal of Chemical Information and Modeling, 53.9 (2019), 1689–99.

(40)

b. Faktual, artinya pembelajaran senantiasa dilakukan terhadap masalah- masalah fakdibiasakan untuk menemukan faktadibiasakan untuk menemukan fakta yang harus dipertanggungjawabkan kebenarannya.

c. Sistematis, artinya pembelajaran dilakukan atas tahapan belajar yang sistematis.

d. Bermetode, artinya dilaksanakan berdasarkan metode pembelajaran yang sudah teruji keefektifannya,

e. Cermat dan tepat, artinya pembelajaran dilakukan untuk membina kecermatan dan ketepatan siswa dalam mengkaji sebuah fenomena atau objek belajar tertentu.30

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran yang dilakukan melalui proses ilmiah. Maka dari itu pendekatan saintifik difokuskan pada pembelajaran secara langsung dengan mengusung tahapan dalam berfikir ilmiah untuk diterapkan dalam suatu pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik disajikan pada gambar 2.1:31

30 Lulu Anggi Rhosalia, ‘Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Versi 2016’, JTIEE (Journal of Teaching in Elementary Education), 1.1 (2017), 59 <https://doi.org/10.30587/jtiee.v1i1.112>.

31 Drs. Daryanto, Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 (Yogyakarta: GAVA MEDIA, 2014).

(41)

Observing (mengamati)

Questioning (menanya)

Associating (menalar) Experimentil

(mencoba) Networking (membentuk jejaring)

Gambar 2. 1 Langkah-langkah Pendekatan Saintifik Sumber : Daryanto

1) Mengamati

Mengamati berarti melihat, membaca, mendengar, dan menyimak hal- hal atau fenomena yang ada di sekitar kehidupan. Dengan mengamati, siswa akan menemukan berbagai masalah untuk dipecahkan dalam pembelajaran.

2) Menanya

Menanya berarti mempertanyakan sesuatu yang menjadi masalah dari apa yang telah diamati. Dalam konteks menanya, siswa harus didorong untuk bertanya dan/atau membuat rumusan masalah-bahkan kalau perlu membuat hipotesa.

3) Menalar

Menalar berarti memahami, menganalisis, mengaitkan satu konsep dengan konsep yang lain.

(42)

4) Mencoba

Mencoba berarti melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah sekaligus menemukan kebenaran hipotesa. Cara mencoba bisa dengan melakukan eksperimen, dan menggunakan rumus dalam menghitung.

Bekerja secara kolaboratif merupakan hal terbaik dalam tahap mencoba.

5) Membentuk jejaring

Dalam membentuk jejaring fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar. Sebaliknya, peserta didiklah yang lebih aktif.

5. Pencemaran Lingkungan a. Pengertian Pencemaran

Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 14.32 Jadi, pencemaran lingkungan terjadi akibat dari kumpulan kegiatan manusia (populasi) dan bukan dari kegiatan perorangan (individu). Selain itu, pencemaran dapat diakibatkan oleh faktor alam, contoh gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik.

Zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup disebut polutan. Polutan dapat

32 ‘Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009’, 2009

(43)

berupa zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. Suatu zat dikatakan polutan apabila kadarnya melebihi batas kadar normal atau di ambang batas, berada pada waktu yang tidak tepat, berada pada tempat yang tidak semestinya.

b. Macam-macam Pencemaran 1) Pencemaran Air

Pencemaran air merupakan peristiwa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air, sehingga kualitas air menurun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya serta suatu perubahan fisika, kimia dan biologi yang tidak dikehendaki pada ekosistem perairan yang akan menimbulkan kerugian pada sumber kehidupan, kondisi kehidupan dan proses industri. Air dikatakan tercemar apabila air itu sudah berubah, baik warna, bau, maupun rasanya.

Dengan kata lain air tercemar apabila terjadinya penyimpangan sifat- sifat dari keadaan normalnya. Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, danau, dan laut. Bahan pencemaran air bisa berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.33

Dalam perkembangan globalisasi banyak bermunculan teknologi canggih yang mendorong kehidupan manusia, namun dalam perkembangan teknologi memiliki dampak terhadap

33 J.G. Farmer, ‘Atomic Absorption Spectrometry. Theory, Design and Applications’, Spectrochimica Acta Part A: Molecular Spectroscopy, 49.3 (1993), 449

(44)

lingkungan. Dampaknya adalah Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah dan sampah sisa dari proses produksi.

Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa-rawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.34

a) Limbah Industri

Limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil, limbah pabrik kertas, dll. Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.

b) Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari bahan anorganik antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi.

34 I Made Ari Permadi and R.a Retno Murni, ‘Dampak Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah Dan Upaya Penanggulangannya Di Kota Denpasar’, Kertha Negara, 1 (2013), 3–7.

(45)

c) Limbah Pertanian

Penggunaan fertilizer sebagai pestisida yang dilakukan secara berlebihan sering menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air. Selain itu penggunaan pupuk urea, penggunaan pupuk yang berlebihan dapat menyebabkkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai, waduk, atau danau.

Pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan. Akibatnya terjadi blooming algae atau tumbuh suburnya ganggang. Tanaman ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut. Akibatnya proses fotosintesis fitoplankton terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi lingkungan, seperti:

a) Penurunan Kualitas Lingkungan

Pembuangan limbah organik dapat menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan tanaman air, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam air.

Hal ini menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen terlarut

(46)

dalam air, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya.

b) Gangguan Kesehatan

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai penyakit. Tidak menutup kemungkinan di dalam air limbah tersebut mengandung virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Air limbah juga bisa digunakan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa (vektor) penyakit tertentu.

c) Pemekatan Hayati

Perairan tercemar oleh bahan beracun kemudian meresap ke dalam tubuh alga, selanjutnya hewan-hewan kecil (zooplankton) akan memakan alga tersebut, kemudian zooplankton akan dimakan ikan kecil dan ikan besar akan memakan ikan kecil. Apabila ikan besar ditangkap manusia dan dimakan maka bahan beracun akan masuk ke dalam tubuh manusia.

d) Mengganggu Pemandangan

Kadang-kadang air limbah mengandung polutan yang tidak mengganggu kesehatan dan ekosistem, tetapi mengganggu pemandang kota. Meskipun air yang tercemar tidak menimbulkan bau, perubahan warna air mengganggu pandangan mata. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dan keasrian kota.

(47)

e) Mempercepatan Proses Kerusakan Benda

Air limbah ada yang mengandung zat yang dapat diubah oleh bakteri anaerob menjadi gas yang dapat merusak seperti H2S, gas ini dapat mempercepat perkaratan pada besi.

Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organik biodegradable (bahan organik yang dapat terurai oleh aktivitas makhluk hidup), meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan sebagai berikut:

(1) Pembuatan kolam stabilisasi

(2) IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

(3) Pengelolaan Excreta dengan cara recycle (pendaurulangan), reuse (penggunaan ulang), reduce (penghematan/

pengurangan), repair (pemeliharaan).

Kandungan bahan-bahan kimia yang ada di dalam air berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan air. pH merupakan parameter penting dalam analisis kualitas air karena pengaruhnya terhadap proses-proses biologis dan kimia di dalamnya. Air yang normal memiliki pH netral, yaitu sekitar 7. Ketika air tersebut tercemar oleh suatu polutan maka air tersebut mempunyai pH yang kurang atau lebih dari pH normal, yaitu berkisar antara 4-6 atau 8-9.

Apabila pH air semakin jauh dari netral maka bisa saja mengganggu

(48)

kelangsungan hidup organisme yang merupakan makanan bagi ikan- ikan.35

2) Pencemaran Udara

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang mempengaruhi kehidupan komponen biotik. Udara mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas yaitu oksigen. Pencemaran udara didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana udara mengandung senyawa-senyawa kimia atau substansi fisik maupun biologi dalam jumlah yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, atau tumbuhan, serta merusak keindahan alam serta kenyamanan.

Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan. Ada 2 macam pencemaran udara yaitu primer dan sekunder. Pencemaran udara primer disebabkan langsung dari sumber pencemar.

Contohnya peningkatan kadar karbon dioksida yang disebabkan oleh aktivitas pembakaran oleh manusia. Pencemaran udara sekunder terjadi akibat reaksi antara substansi-substansi pencemar udara primer yang terjadi di atmosfer. Misalnya, pembentukan ozon yang

35 Hasrianti and Nuraisa, ‘Analisis Warna, Suhu, PH Dan Salinitas Air Sumur Bor Di Kota Palopo’, Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo, 2.1 (2015), 747–896.

(49)

terjadi dari reaksi kimia partikel-partikel yang mengandung oksigen di udara. Sumber pencemaran udara dapat dibagi menjadi 3 yaitu:36 a) Sumber perkotaan dan industri

Sumber perkotaan dan industri ini berasal dari kemajuan teknologi yang mengakibatkan banyaknya pabrik-pabrik industri, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor

b) Sumber pedesaan/pertanian

Sumber pencemaran udara untuk wilayah pedesaan/

pertanian yaitu dengan penggunaan pestisida sebagai zat senyawa kimia (zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh), virus dan zat lain-lain yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman atau bagian tanaman.

c) Sumber alami

Sumber alami berasal dari alam seperti abu yang dikeluarkan akibat gunung berapi, gas-gas vulkanik, debu yang bertiupan akibat tiupan angin, bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik dan lainnya.

Pencemaran udara mengakibatkan kerugian bagi banyak organisme antara lain bagi kesehatan, tumbuhan, efek rumah kaca, dan rusaknya lapisan ozon.

36 Jainal Abidin and others, ‘Pengaruh Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Untuk Menambah Pemahaman Masyarakat Awam Tentang Bahaya Dari Polusi Udara’, Prosiding SNFUR-4, September, 2019, 1–7.

(50)

a) Kesehatan

Kualitas udara yang menurun dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti ISPA (infeksi saluran pernapasan), emfisema yaitu gejala kesulitan pengangkutan oksigen.

b) Bagi Tumbuhan

Abu vulaknik dari meletusnya gunung berapi akan memicu terjadinya hujan asam. Hujan asam mengandung senyawa sulfur yang bersifat asam. Kondisi asam ini dapat mematikan tanaman setempat.

c) Efek Rumah Kaca

Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer akan memicu terjadinya efek rumah kaca, yakni peningkatan suhu bumi. CO dan CO2 akan membentuk semacam lapisan yang akan menahan panas bumi keluar, sehingga panas yang ditimbulkan bumi akan terkurung di dalam seperti pada rumah kaca.

d) Rusaknya Lapisan Ozon

CFC merupakan senyawa yang digunakan produk-produk pendingin (freezer, AC) dan aerosol. Ketika CFC terurai di atmosfer maka akan memicu reaksi dengan oksigen penyusun ozon. Dengan demikian ozon akan terurai menyebabkan lapisan ozon berlubang.

Gambar

Tabel 2. 1 Analisis Penelitian Terdahulu  No  Nama
Gambar 3.1 Model ASSURE  Sumber : Widia Maya Sari  B.  Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Tabel 3. 1 Kriteria Skala Penilaian
Tabel 3. 3 Kriteria Hasil Respons Peserta Didik  Kriteria Pencapaian Nilai  Tingkat Kemenarikan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Computer Based Test (CBT) Menggunakan Aplikasi Google Form Untuk Meningkatkan Hasil

sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi berjudul “Pengembangan Lembar kerja Peserta Didik (LKPD) Bermuatan Islam Berbasis STM (Sains Teknologi Masyarakat)

Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta didik (LKPD) berbasis Konstruktivisme Pada Pokok Bahasan Termokimia diharapkan dapat membantu guru dalam memfasilitasi peserta didik

bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) model terpadu tipe connected berbasis pendekatan saintifik yang layak digunakan, praktis dilaksanakan, dan

Landasan teoritis dalam penelitian Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) untuk

(2) Menganalisis penilaian guru dan respon peserta didik terhadap Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan saintifik pada materi fluida statis,

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Pandemi Menguatkan Solidaritas Sosial Nama Kelompok : Nama Siswa : Kelas : Materi Pokok : Tanggal : Petunjuk.. Setelah kalian membaca apersepsi

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Satuan Pendidikan : SMA An-Nur Bululawang Mata Pelajaran : Geografi Tahun Pelajaran : 2022 / 2023 Kelas / Semester : XII IPS / II Kompetensi Dasar :