• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Sektor Formal Dan Sektor Informal

N/A
N/A
Riza Irianingtyas

Academic year: 2023

Membagikan "Pengenalan Sektor Formal Dan Sektor Informal"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pengenalan Sektor Formal Dan Sektor Informal

Pengenalan Sektor Formal Dan Sektor Informal

Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Poltekkes Kerta Cendekia

(2)

Pengertian Pengertian

Sektor formal adalah bidang usaha yang mendapatkan izin dari pemerintah atau pejabat yang berwenang pada susatu kawasan dimana bidang usaha ini terdaftar pada instansi pemerintahan dan diakui secara negara.

BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

BUMD (Badan Usaha Milik Daerah),

BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)

Koperasi.

sektor informal diartikan sebagai usaha yang dijalanakan dengan aturan-aturan pribadi, ketrampilan sederhana, berproduksi dan melakukan kontrak sendiri terhadap usaha yang dibangun.

Sektor formal

Sektor formal sektor informal sektor informal

(3)

JENIS SEKTOR INFORMAL

SAH TIDAK SAH

Kegiatan usaha primer dan sekunder Kegiatan usaha tersier

Distribusi kecil-kecilan Transaksi pribadi

Jasa yang lain

Jasa kegiatan dan perdagangan gelap

Transaksi

(4)

Karakteristik Modal

Teknologi Organisasi Sumber Modal Serikat Buruh Bantuan Negara

Hubungan Dengan Desa Sifat Wiraswasta

Persediaan Barang

Hubungan Kerja Dengan Majikan

Sukar diperoleh Relatif mudah diperoleh

Padat karya Padat modal

Seperti organisasi keluarga birokrasi

Lembaga keungan tidak resmi Lembaga keungan resmi

Tidak berperan Sudah berperan

Tidak ada Diperlukan untuk kelangsungan usaha

Saling menguntungkan One-way-traffic untuk kepentingan sektor formal

berdikari Sangat tergantung pada perlindungan pemerintah atau import

Jumlah sedikit dan kualitas berubah-

ubah Jumlah besar dan kualitas baik

Berdasarkan atas saling percaya Berdasarkan kontrak kerja

Sektor informal Sektor formal

Karakteristik sektor informal dan

formal

(5)

Perbedaan dan Persamaan Sektor informal dan formal

Aspek Sektor informal Sektor formal

Skala Usaha Kecil dan tidak berbadan hukum

Menengah hingga besar dan berbadan hukum

Pelayanan Usaha tidak ada

Pembukuan Usaha Tidak ada/sederhana Ada sesuai standart Perencanaan Usaha Ada sambil jalan Ada dan terus menerus

Permodalan Permodalan Permodalan

Sumber Modal Milik sendiri/patungan (lembaga keuangan tidak resmi)

Milik sendiri/patungan, bank umum (lembaga keuangan resmi)

Pengakuan Negara Tidak ada/ kecil Diakui

Perlindungan Hukum Tidak ada Dilindungi

Bantuan Negara Tidak ada Rutin

Ijin Usaha Tidak resmi Resmi dari negara

Pemberi Ijin RT/RW/Tetangga Negara

Kegiatan Usaha Kurang terorgaanisir Sangat terorganisir

Organisasi Kekeluargaan Birokrasi

Teknologi Yang Digunakan Sederhana/padat karya Modern dan padat modal

(6)

Aspek Sektor Informal Sektor Formal Pendidikan Formal Tidak begitu diperdulikan Sangat diperdulikan Keterampilaan Lebih banyak bukan dari

lembaga formal

Dididik oleh lembaga formal

Jam Kerja Tidak menentu Sudah tertentu

Stok Barang Sedikit hingga banyak Sedang hingga besar Kualitas Barang Rendah hingga menengah Standar

Kalayak Sasaran Kelas bawah, menengah hingga atas

Kelas bawah, menengah hingga atas

Jumlah Karyawan Tidak tertentu umumnya 1-5 orang

Tidak tentu umumnya lebih dari 5 orang

Hubungan Kerja Kekeluargaan dan saling percaya

Berdasarkan kontrak kerja yang disepakati

Tempat Usaha Mudah berpindah-pindah Permanen dan rata-rata luas Kontribusi Terhadap Negara Relatif kecil Relatif besar

Karakteristik Usaha Mudah dimasuki Sulit dimasuki

Perbedaan dan Persamaan Sektor informal dan formal

(7)

Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Sektor Informal Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Sektor Informal

Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Sektor Informal

Sektor informal

Pengalaman

Urbanisasi Urbanisasi

Potensi pasar di perkotaan tinggi

Rendahnya tingkat pendidikan

kesempatan kerja sektor pertanian

sempit

(8)

Globalisasi

lapangan kerja formal

Kalah bersaing

PHK

strategi bertahan hidup

Sektor informal Sektor informal

individu

individu

(9)

Permasalahan K3 tenaga kerja sektor informal Permasalahan K3 tenaga kerja sektor informal

Secara Umum

• berpendidikan rendah

• tidak terampil

• berteknologi sederhana,

• tempat tinggal kumuh

• minim pelayanan publik

• informasi kurang memadai.

Aspek K3

berpenghasilan rendah

Tidak terdaftar secara resmi Minim pengetahuan dan

kesadaran

• tidak mempunyai jaminan kesehatan

• tidak ada kompensasi akibat

kecelakaan kerja maupun

penyakit akibat kerja

(10)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Total perbandingan antara yang bekerja di sektor formal dan informal dengan yang tidak bekerja (hanya ikut suami), lebih banyak yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga

Ruang jalan Soekarno dan Siliwangi memiliki makna tersendiri bagi para pengguna ruang pedagang informal dan formal. Pedagang formal merupakan pelaku sektor ekonomi swasta

Preman, ataupun apapun namanya yang mengelola secara informal pelaku sektor informal ini menerima uang yang sangat besar jumlahnya sementara pelaku sektor informal

Sektor informal perdagangan terbukti kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sektor informal dipandang sebagai sektor penyangga

Besarnya persentase pekerja yang masuk sektor informal dan meningkatnya persentase tersebut (untuk daerah kota) mungkin merupakan pencerminan ketidakmampuan sektor formal untuk

Sektor perbenihan formal (SPF) yakni suatu wilayah yang telah terdapat kelembagaan perbenihan dan dalam binaan instansi terkait, sektor perbenihan informal (SPI)

/Eksistensi Perubahan Sosial dan Pendidikan Formal, Nonformal dan Informal, dan Globalisasi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Demokratisasi Pendidikan Hubungannya dengan Perubahan

BAHASA FORMAL DALAM BISNIS Pilihan Kata/Diksi Contoh: • Need/want [informal] vs require [formal] • Help [informal] vs assistance [formal] Tata Bahasa Contoh: • Sorry, but the