• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian dan Fungsi

N/A
N/A
Aditya Rizky Darmawan adityarizky.2022

Academic year: 2024

Membagikan " Pengertian dan Fungsi"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Kontaktor magnetik adalah sebuah perangkat listrik yang digunakan untuk mengontrol aliran listrik pada suatu sirkuit listrik dengan menggunakan medan magnet. Fungsinya adalah untuk mengalihkan atau mengontrol aliran listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lainnya, biasanya dengan tujuan mengaktifkan atau mematikan beban listrik seperti motor atau lampu.

1. Definisi:

Kontakor magnetik adalah sebuah sakelar elektromagnetik yang digunakan untuk mengendalikan arus listrik pada suatu sirkuit dengan menggunakan medan magnet.

2. Fungsi Utama:

Mengalihkan Aliran Listrik: Kontaktor magnetik dapat digunakan untuk mengalihkan aliran listrik dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya, seperti menghidupkan atau

mematikan motor listrik.

Mengontrol Beban Listrik: Mereka dapat mengontrol beban listrik yang besar, seperti motor industri atau pemanas besar.

Proteksi: Beberapa jenis kontaktor magnetik dilengkapi dengan fitur proteksi termal atau proteksi arus berlebih untuk mencegah kerusakan pada peralatan dan instalasi.

Automatisasi: Dalam aplikasi otomatisasi industri, kontaktor magnetik sering digunakan sebagai bagian dari sistem kontrol otomatis untuk mengontrol proses produksi.

3. Cara Kerja:

Ketika arus listrik diberikan ke elektromagnet dalam kontaktor, medan magnet yang dihasilkan akan menarik kontak utama dan menghasilkan hubungan listrik antara kontak-kontak tersebut.

Ketika arus ke elektromagnet diputuskan, medan magnet hilang dan kontak utama terlepas, memutuskan aliran listrik.

4. Komponen Utama:

Kontak Utama: Bagian dari kontaktor yang berfungsi sebagai sakelar untuk mengalihkan arus listrik.

Elektromagnet: Digunakan untuk menciptakan medan magnet yang mengontrol kontak utama.

Kontak Tambahan: Beberapa kontaktor magnetik dilengkapi dengan kontak tambahan yang dapat digunakan untuk tujuan kontrol atau monitoring tambahan.

Kontaktor magnetik banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan komersial karena kemampuannya untuk mengendalikan aliran listrik yang besar dengan efisien dan andal.

(2)

Komponen Motor Starter dan Fungsinya

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya bahwa ada komponen motor starter sebagai poin penyusun untuk menjalankan mesin.

Nantinya melalui komponen inilah aliran listrik dapat dialirkan sehingga mesin dapat dijalankan.

Tentunya pada setiap komponen juga akan memiliki fungsinya masing-masing dalam rangkaiannya. Lalu, apa saja sih komponen dari motor starter dan apa fungsi setiap komponennya? Simak ulasan berikut:

Yoko dan Pole

Yoko dan pole menjadi komponen pertama dalam motor starter.

Komponen ini memiliki fungsi cukup signifikan dalam mengikat komponen lain. Pada yoko sendiri nantinya akan berfungsi untuk mengingat komponen pole core.

Pole juga menjadi komponen berikutnya dengan fungsi untuk memperkuat gaya magnetic dalam mesin. Biasanya dalam mesin motor starter sendiri akan memiliki 4 pole yang nantinya diikat oleh yoke.

Field Coil

Field coil juga menjadi komponen penting dalam motor starter yang berfungsi untuk mengantarkan aliran listrik pada komponen lain. Pada field coil ini pulalah nantinya daya elektromagnetik dapat ditemukan.

Nantinya aliran listrik tersebut akan dialirkan pada amateur

sehingga mampu menghasilkan daya yang dibutuhkan oleh motor starter. Melalui komponen inilah nantinya motor starter mulai dapat dijalankan.

Armature Coil

(3)

Pada komponen berikutnya akan ada armature coil yang terbuat dari tembaga dan memiliki fungsi untuk membangkitkan tenaga magnetik supaya dapat disampaikan pada field coil. Tentunya komponen ini sangatlah penting untuk pembangkit medan magnet bagi field coil.

Armature Brake

Adanya komponen satu ini tentunya juga akan sangat penting dalam komponen motor starter. Melalui armature brake inilah nantinya pengereman dapat dilakukan apabila gear terlepas dari flywheels.

Drive Pinion Gear

Drive pinion gear juga memiliki fungsi besar dalam komponen penyusun motor starter. Melalui adanya komponen ini nantinya putaran dapat dilakukan melalui flywheels menuju pada poros engkol.

Drive Pinion Clutch

Komponen berikutnya yaitu drive pinion clutch yang memiliki fungsi vital lain dalam menjalankan mesin motor starter. Pada komponen satu ini nantinya akan memiliki fungsi vital untuk menghentikan aliran arus saat mesin sudah hidup.

Solenoid Cap

Solenoid cap ini sendiri akan memiliki fungsi untuk menutup solenoid. Nantinya melalui komponen ini pula arus akan dapat dihubungkan pada aktuator stator melalui sistem selenoid.

Selenoid Starter

Komponen motor starter berikutnya yaitu selenoid starter yang memiliki fungsi untuk menggerakkan bagian drive pinion. Melalui selenoid starter ini pulalah nantinya daya dapat diberikan pada bagian motor utama.

(4)

Brush

Pada komponen satu ini nantinya akan terlihat seperti halnya sikat.

Nantinya melalui brush inilah aliran arus listrik dapat dikirimkan pada armature oil dimana aliran arus berasal dari terminal 50.

Plunger

Plunger menjadi bagian yang cukup vital namun memiliki fungsi yang cukup sederhana. Pada plunger ini nantinya akan

menghubungkan gerakan pull in coil yang terjadi dengan drive lever.

Bagian penyusun yang digunakan dalam bahan plunger ini pun begitu kuat. Hal ini dilakukan supaya plunger bisa berfungsi maksimal untuk menghubungkan dua bagian vital dalam mesin.

Magnet Switch

Komponen berikutnya yang dapat ditemukan pada komponen penyusun motor starter adalah magnet switch. Pada komponen satu ini nantinya arus dapat dihidupkan serta dimatikan sesuai dengan kebutuhan dari mesin.

Motor Housing

Motor housing menjadi komponen terakhir yang ada pada komponen motor starter. Pada komponen satu ini bisa dibilang sebagai rumah atau tempat penyimpanan semua komponen- komponen sebelumnya yang disebutkan.

Bentuk dari motor housing ini sendiri cenderung seperti tabung dengan ukuran yang besar. Tentunya bahan penyusunnya pun juga kuat supaya bisa menampung komponen lain didalamnya.

Referensi

Dokumen terkait

Pada mata kuliah Fisika Dasar II ini dibahas tentang: Medan Listrik, Arus Listrik, Rangkaian Arus Listrik Searah, Medan Magnet, Induskfr"Elektromagnetik,

Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi

Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain

Besarnya gaya magnetik bergantung pada kuat medan magnet, kuat arus listrik yang mengalir pada kawat (penghantar), panjang kawat yang berada dalam medan magnet, serta sudut

Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi sebagai

PEMILIH KECEPATAN  Muatan dilewatkan pada sebuah medan magnetik dan medan listrik sehingga mengalami gaya magnet dan gaya listrik  Jika kedua gaya sama besar dan berlawanan arah,

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik ini, berikut beberapa karakteristik dari rangkaian listrik campuran adalah: Model penyusunan untuk instalasi campuran

Pada rangkaian utama digunakan kontak utama 1-3-5 dan 2-4-6 dari kontaktor magnet untuk menghubungkan/memutuskan jaringan dengan motor listrik, karena arus listrik yang mengalir pada