Pengertian Bambu
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu
merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma- dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.
B. Karakteristik bambu
Semua jenis bambu memiliki ciri khusus yaitu pada batangnya/pelepah batangnya terdapat lugut. Lugut adalah bulu-bulu halus berwarna hitam yang menempel pada pelepah batang bambu.
Pelepah batang bambu oleh orang Jawa disebut kelotokan. Lugut juga menempel pada batang bambu.
Fungsi ciri khusus bambu memiliki lugut adalah untuk melindungi dirinya atau mengusir musuhnya. Jika badan kita terkena lugut, maka akan terasa gatal seperti gatalnya kulit kita ketika terkena bulu ulat.
Karakteristik dari bambu : 1. berakar serabut 2. memiliki ruas batang
3. daun bambu bertulang daun sejajar
C. Ketahanan
Seorang murid menuruni anak tangga di dalam PAUD Nurhikmat, Tasikmalaya(Architecture Sans Frontières Indonesia ) Berdasarkan penelitian, bambu memiliki beberapa keungggulan. Bahannya yang ringan cocok digunakan untuk daerah yang rawan diguncang gempa. "Ada pemao baru-baru ini, bambu disebut the green steel, atau baja hijau," ujar Andrea. Dia menambahkan, ini karena bambu memiliki serta yang melampaui kekuatan daya tarik baja dengan diameter yang sama. "Tapi itu baru terbukti di laboratorium, di dalam praktek masih banyak tantangan untuk merancang bangunan bambu," ucap Andrea. Selain itu, bambu juga tahan terhadap angin. Ini karena bangunan yang terbuat dari bambu cenderung tidak tertutup dan memiliki banyak pori-pori sebagai jalur angin. Ketahanan terhadap angin juga bisa ditingkatkan dengan bermain pada bukaan atap. "Banyak celah fleksibel yang bisa dilalui angin," ujar Chiko. Namun, Chiko mengingatkan, ketahanan terhadap angin ini tidak sepenuhnya mutlak.
"Yang ditakutkan puting beliung karena bambu termasuk bangunan ringan," imbuh dia. Kelemahan lain dari bambu adalah sifatnya yang tidak tahan terhadap api.
D. Jenis bamboo
Tidak semua bambu bisa digunakan sebagai material bangunan. Andrea menuturkan, bambu yang dapat digunakan merupakan jenis petung atau Dendrocalamus asper. Jenis bambu ini dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. "Dari Mindanao sampai Thailand, dan Indonesia," ujar Andrea.
Andrea menambahkan, bambu petung merupakan yang paling digemari di kawasan Asia Tenggara. Selain karena diameternya yang lumayan besar, bambu petung juga memiliki dinding yang cukup besar, yakni sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Bangunan PAUD Nurhikmat di pinggiran sawah(Architecture Sans Frontières Indonesia ) Andrea mengatakan, tak hanya bambu jenis petung, untuk fungsi bangunan lainnya juga bisa menggunakan bambu wulung untuk bagian balok dan bambu apus untuk kaso. Untuk atap bisa digunakan bambu yang sudah dibuat rata. Bambu yang digunakan merupakan jenis bambu gombong yang umum ditemukan di Jawa Barat. "Kalau dirancang dengan baik bisa jadi permanen.
Misalnya di Lombok itu ada masjid yang terbuat dari bambu umurnya sudah 200 tahun, pada gempa terakhir masjid masih berdiri," imbuh Andrea.
E. Perawatan khusus
Meski merupakan bahan yang mudah ditemukan dan tahan terhadap berbagai kondisi, bambu juga membutuhkan perlakuan khusus. Bambu sama seperti material organik lain, harus terlindung dari cuaca dan kelembaban. Untuk itu fondasi bangunan berbahan bambu harus berbentuk umpak atau panggung dan tidak menempel di atas tanah. Ketinggian ini bisa bervariasi tergantung rancangan bangunan.
Menurut Andrea, jarak bangunan dengan tanah minimal 40 sentimeter. Agar kelembaban tanah tidak menjalar ke bambu kelembaban tanah bisa merusak struktur bambu. Selain itu, jarak bangunan bambu dari tanah juga bisa membuat material bambu terhindar dari rayap yang dapat merusak. Bambu juga bisa digunaka sebagai salah satu material jembatan untuk fondasi bisa digunakan bahan beton, yang ditempatkan di setiap tiang dengan cakar ayam sederhana, sesuai kondisi tanah. Setiap tiga tahun sekali dilakukan recoating untuk menjaga bilah-bilah bambu tetap terjaga. Lebih lanjut, lubang di kedua sisi
bambu dapat menjadi sarang berbegai binatang seperti tikus dan ular. Maka, sebelum digunakan, lubang-lubang yang terdapat pada batang bambu harus ditutup terlebih dahulu. Selebihnya, produsen atau pemilik bisa menggunakan berbagai cara alternatif untuk mencegah binatang tidak masuk ke lubang-lubang bambu. Chiko mengungkapkan, racun tikus atau jangkrik bisa dimasukkan agar tikus atau pun ular tidak menjadikan lubang bambu sebagai sarang.