• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian dan Prinsip-prinsip Dasarnya

N/A
N/A
Fisit Suharti

Academic year: 2024

Membagikan " Pengertian dan Prinsip-prinsip Dasarnya"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

TATA KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI DAN

KORPORASI

Fisit Suharti

(2)

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Tata kelola perusahaan (corporate governance) merupakan suatu sistem yang dirancang untuk

mengarahkan dan mengendalikan perusahaan secara profesional.

Sistem ini mengatur hubungan antara pemegang saham,

pengurus perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemangku kepentingan internal dan eksternal

lainnya.

Tujuan utama dari tata kelola perusahaan yang baik adalah untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan

perusahaan, tanggung jawab sosial, dan perlindungan

kepentingan semua pihak yang berkepentingan.

(3)

PRINSIP-PRINSIP DASAR TATA KELOLA PERUSAHAAN

Transparansi:

Informasi mengenai perusahaan disampaikan secara terbuka dan jujur kepada semua pihak yang berkepentingan.

Akuntabilitas:

Pengurus perusahaan bertanggung jawab atas kinerja perusahaan dan wajib memberikan laporan kepada pemegang saham.

Tanggung jawab:

Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.

Independensi:

Dewan komisaris harus independen dari manajemen perusahaan.

Kewajaran:

Perlakuan yang adil terhadap semua pihak yang berkepentingan.

Kesetaraan:

Tidak ada diskriminasi dalam perlakuan terhadap semua pihak.

(4)

MANFAAT PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Meningkatkan kepercayaan investor:

 Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Mencegah terjadinya konflik kepentingan:

 Tata kelola perusahaan yang baik dapat meminimalisir

terjadinya konflik kepentingan antara berbagai pihak yang berkepentingan.

Meningkatkan kinerja perusahaan:

 Perusahaan yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik cenderung memiliki kinerja yang lebih baik.

Meningkatkan reputasi perusahaan:

 Perusahaan dengan reputasi yang baik akan lebih mudah

mendapatkan akses ke sumber daya, seperti pendanaan dan tenaga kerja berkualitas.

(5)

ELEMEN-ELEMEN UTAMA TATA KELOLA PERUSAHAAN

Struktur Organisasi:

• Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi.

Sistem Pengawasan:

• Mekanisme pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan perusahaan.

Sistem Pengambilan Keputusan:

• Proses pengambilan keputusan yang transparan dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.

Sistem Pelaporan:

• Penyampaian laporan keuangan dan kinerja perusahaan secara berkala dan akurat.

Komunikasi:

• Saluran komunikasi yang efektif antara perusahaan dengan semua pemangku kepentingan.

(6)

TANTANGAN DALAM PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

 Perbedaan budaya:

 Setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda, sehingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik perlu disesuaikan dengan kondisi masing-

masing perusahaan.

 Tekanan untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek:

 Tekanan untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek dapat menghambat penerapan prinsip- prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

 Kurangnya kesadaran akan pentingnya tata kelola perusahaan:

 Masih banyak perusahaan yang belum menyadari

pentingnya tata kelola perusahaan yang baik.

(7)

CONTOH PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Laporan Keuangan yang Transparan:

 Perusahaan menyajikan laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Dewan Komisaris yang Independen:

 Dewan komisaris terdiri dari anggota yang memiliki

kompetensi dan tidak memiliki afiliasi dengan manajemen perusahaan.

Program Tanggung Jawab Sosial:

 Perusahaan menjalankan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan

lingkungan.

Mekanisme Pengaduan:

 Perusahaan menyediakan saluran bagi karyawan dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan pengaduan

(8)

BIROKRASI

Birokrasi dalam konteks perusahaan mengacu pada sistem organisasi yang kompleks dengan hierarki dan aturan yang jelas.

Ini melibatkan pembagian tugas yang spesifik, prosedur standar, dan rantai komando yang jelas.

Birokrasi adalah bagian integral dari banyak perusahaan,

namun perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat

kinerja.

(9)

MENGAPA BIROKRASI ADA DALAM PERUSAHAAN?

Efisiensi:

Birokrasi membantu perusahaan beroperasi secara efisien dengan tugas-tugas yang terbagi jelas dan prosedur yang terstandarisasi.

Prediktabilitas:

Aturan dan prosedur yang jelas membuat tindakan dan keputusan perusahaan lebih mudah diprediksi.

Kestabilan:

Birokrasi memberikan rasa stabilitas dan keamanan dalam perusahaan.

Akuntabilitas:

Dengan hierarki yang jelas, tanggung jawab atas setiap tugas dapat ditelusuri.

(10)

CIRI-CIRI UTAMA

BIROKRASI DALAM PERUSAHAAN

Hierarki:

Struktur organisasi yang berlapis-lapis, dengan tingkat otoritas yang berbeda- beda.

Spesialisasi:

Pembagian tugas yang jelas berdasarkan keahlian dan fungsi.

Aturan Formal:

Adanya aturan dan prosedur tertulis yang mengatur setiap aspek pekerjaan.

Dokumentasi:

Semua keputusan dan tindakan didokumentasikan secara tertulis.

Impersonalisasi:

Hubungan antar anggota organisasi didasarkan pada aturan dan prosedur, bukan pada hubungan pribadi.

(11)

BIROKRASI DALAM ERA MODERN

Fleksibilitas:

• Memberikan karyawan lebih banyak otonomi dalam mengambil keputusan.

Tim Kerja:

• Membentuk tim-tim kecil yang lintas fungsi untuk meningkatkan kolaborasi.

Teknologi:

• Menggunakan teknologi untuk mengotomatisasi

tugas-tugas rutin dan meningkatkan efisiensi.

(12)

KORPORASI

• Merupakan bentuk khusus dari perusahaan yang memiliki status badan hukum tersendiri.

• Artinya, korporasi memiliki hak dan kewajiban yang terpisah dari pemiliknya (pemegang saham).

• Korporasi umumnya berukuran besar dan memiliki

struktur organisasi yang kompleks.

(13)

CIRI-CIRI UTAMA KORPORASI

Badan Hukum:

• Korporasi memiliki status hukum yang terpisah dari pemiliknya.

Pemilik:

• Pemilik korporasi adalah pemegang saham yang memiliki bagian kepemilikan dalam perusahaan.

Tanggung Jawab Terbatas:

• Tanggung jawab pemilik terbatas pada jumlah modal yang mereka investasikan.

Struktur Organisasi:

• Memiliki struktur organisasi yang kompleks dengan pembagian tugas yang jelas antara pemegang saham, direksi, dan komisaris.

Tujuan Profit:

• Tujuan utama korporasi adalah menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.

(14)

JENIS-JENIS KORPORASI

Korporasi Publik:

• Sahamnya diperdagangkan bebas di bursa saham.

• Contoh: PT Telkom, PT Bank Mandiri.

Korporasi Swasta:

• Sahamnya tidak diperdagangkan bebas di bursa saham. Pemiliknya terbatas

pada kelompok orang tertentu.

• Contoh: perusahaan keluarga.

(15)

CONTOH KORPORASI

Perusahaan Multinasional:

• Perusahaan yang beroperasi di berbagai

negara, seperti Coca-Cola, Toyota, Unilever.

Perusahaan Teknologi:

• Perusahaan yang bergerak di bidang

teknologi informasi, seperti Google, Apple, Facebook.

Perusahaan Keuangan:

• Bank, perusahaan asuransi, dan lembaga

keuangan lainnya.

(16)

PERBEDAAN TATA KELOLA

PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI

Tata Kelola Perusahaan:

• Lebih fokus pada mekanisme internal perusahaan, seperti

struktur kepemimpinan, sistem pengawasan, dan mekanisme pengambilan keputusan.

• Tujuannya adalah untuk memastikan perusahaan dikelola secara efektif dan akuntabel.

Birokrasi:

• Merupakan sistem organisasi yang didasarkan pada hierarki, aturan yang jelas, dan pembagian tugas yang spesifik.

• Birokrasi umumnya ditemukan di lembaga pemerintah dan organisasi besar.

• Fokusnya adalah pada efisiensi dan kepastian dalam menjalankan tugas.

Korporasi:

• Merupakan bentuk badan usaha yang memiliki kepribadian hukum sendiri.

• Korporasi dikelola oleh dewan direksi dan diawasi oleh dewan komisaris.

• Korporasi memiliki tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham.

(17)

TATA KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI

BIROKRASI DAN TATA KELOLA

Tata kelola perusahaan (corporate governance) adalah seperangkat aturan, mekanisme, dan proses yang digunakan untuk mengelola perusahaan. Tujuan utama tata kelola perusahaan adalah untuk memastikan bahwa perusahaan dikelola secara transparan,

akuntabel, dan bertanggung jawab terhadap semua pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, pelanggan, kreditor, pemerintah, dan masyarakat.

Unsur-unsur utama tata kelola perusahaan:

Transparansi:

Informasi perusahaan disampaikan secara terbuka dan jujur.

Akuntabilitas:

Manajemen bertanggung jawab atas kinerja perusahaan.

Tanggung jawab:

Manajemen memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Keadilan:

Semua pemangku kepentingan diperlakukan secara adil.

Independensi:

Dewan komisaris harus independen dan tidak memiliki konflik kepentingan.

(18)

TATA KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI

• Birokrasi dan Tata Kelola

Birokrasi sering dikaitkan dengan sistem tata kelola yang hierarkis, dengan aturan dan prosedur yang sangat rinci.

Birokrasi dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai efisiensi dan konsistensi dalam organisasi besar, namun juga dapat menghambat fleksibilitas dan inovasi.

• Karakteristik birokrasi:

Hierarki:

• Struktur organisasi yang berlapis-lapis.

Spesialisasi:

• Pembagian tugas yang jelas.

Aturan formal:

• Adanya aturan tertulis yang mengatur semua aspek pekerjaan.

Dokumentasi:

• Semua keputusan dan tindakan didokumentasikan.

(19)

TATA KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI

• Korporasi dan Tata Kelola

Korporasi adalah bentuk badan usaha yang memiliki

status hukum sendiri. Tata kelola korporasi sangat penting karena melibatkan banyak pemangku kepentingan

dengan kepentingan yang berbeda-beda.

• Tantangan dalam tata kelola korporasi:

Konflik kepentingan:

• Antara pemegang saham, manajemen, dan pemangku kepentingan lainnya.

Tekanan untuk mencapai kinerja jangka pendek:

• Dapat mengorbankan kepentingan jangka panjang.

Perubahan lingkungan bisnis yang cepat:

• Membutuhkan adaptasi yang cepat dari sistem tata kelola.

(20)

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY/CSR)

Fisit Suharti

(21)

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY/CSR)

• Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR)

adalah komitmen sebuah perusahaan untuk berkontribusi secara positif terhadap

lingkungan sosial dan lingkungan alam di mana perusahaan beroperasi.

• Ini melibatkan lebih dari sekadar mematuhi peraturan pemerintah, tetapi juga

mencakup tindakan sukarela yang bertujuan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat dan mengurangi

dampak negatif terhadap lingkungan.

(22)

PRINSIP-PRINSIP DASAR CSR

Transparansi:

• Perusahaan harus terbuka dan jujur tentang praktik

bisnisnya, termasuk dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan operasionalnya.

Akuntabilitas:

• Perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakannya dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Etika:

• Perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan etika yang tinggi, menghormati hak-hak manusia, dan menghindari

praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab.

Kemanusiaan:

• Perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat sekitar.

Lingkungan:

• Perusahaan harus berupaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan mempromosikan praktik bisnis yang berkelanjutan.

(23)

TUJUAN CSR

Meningkatkan reputasi perusahaan:

• CSR yang baik dapat meningkatkan citra perusahaan di mata publik, menarik investor, dan membangun loyalitas

pelanggan.

Memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan:

• CSR membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih baik dengan karyawan, pelanggan, pemasok,

pemerintah, dan masyarakat.

Mendorong inovasi:

• CSR dapat mendorong perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih ramah lingkungan dan

berkelanjutan.

Mengelola risiko:

• Dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko sosial dan lingkungan, perusahaan dapat menghindari kerugian

finansial dan reputasi.

Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat:

• CSR dapat membantu mengatasi masalah sosial dan

lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

(24)

CONTOH KEGIATAN CSR

• Lingkungan:

• Mengurangi emisi karbon, mengelola limbah secara bertanggung jawab, menggunakan energi terbarukan, dan melestarikan

keanekaragaman hayati.

• Sosial:

• Mendukung pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,

mempromosikan kesetaraan gender, dan menghormati hak-hak pekerja.

• Ekonomi:

• Membangun kemitraan dengan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan

mempromosikan praktik bisnis yang etis.

(25)

REGULASI TERKAIT TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI

INDONESIA

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga

memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

• Undang-undang ini merupakan landasan utama bagi pelaksanaan CSR di Indonesia. Dalam

undang-undang ini, perseroan yang

menjalankan kegiatan usahanya di bidang

dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam

wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan

lingkungan.  

(26)

POKOK-POKOK PENGATURAN CSR DALAM UU PERSEROAN TERBATAS:

• Kewajiban CSR:

• Perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam wajib mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk kegiatan CSR.

• Tujuan CSR:

• Kegiatan CSR harus bertujuan untuk

meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.

• Bentuk Kegiatan CSR:

• Kegiatan CSR dapat berupa kegiatan sosial,

lingkungan, atau keduanya.

(27)

TERIMAKASIH Fisit Suharti

Referensi

Dokumen terkait

Dalam sosial Korporasi (Coorporate Social Responsibility), tanggung jawab Fiduciary terhadap para pemegang saham adalah harus dipahami oleh perusahaan bahwa pada

“Seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham,pengurus perusahaan,pihak kreditur, pemerintah,karyawan,serta para pemegang kepentingan internal

Suatu perusahaan tidak saja memiliki tanggung jawab ekonomi dan hukum saja, namun juga memiliki tanggung jawab sosial baik kepada pemegang saham perusahaan maupun pada pihak-pihak

Selain itu komite audit juga memiliki berbagai macam tugas dan tanggung jawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham seperti menelaah laporan keuangan perusahaan,

Pembahasan akan mencakup mengenai tanggung jawab para pelaku pasar modal, keterbukaan atau transparansi perusahaan publik, perlindungan terhadap pemegang saham minoritas dan

bisnis keluarga, pasal 3 ayat (2) UU PT telah mengatur bahwa tanggung jawab pemegang saham bisa sampai pada kekayaan pribadi jika ia dengan itikad buruk memanfaatkan PT

Tata kelola didefinisikan sebagai struktur dan fungsi perusahaan dalam hubungannya dengan pihak- pihak yang berkepentingan (stakeholder) secara umum, dan pemegang saham

1) Pemegang  Saham  tidak  diperkenankan  mencampuri  urusan  kegiatan  operasional  perusahaan  yang  menjadi  tanggung  jawab  Direksi  kecuali  untuk  hal  yang