• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penghitungan Suara (PKPU 25/ 2023) PEMILU 2024

N/A
N/A
Happy Labz

Academic year: 2024

Membagikan "Penghitungan Suara (PKPU 25/ 2023) PEMILU 2024"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

Waktu penghitungan suara di TPS dimulai setelah pemungutan suara selesai dan berakhir pada hari yang sama dengan hari pemungutan suara. Sebelum rapat penghitungan suara di TPS, Anggota KPPS mengatur sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penghitungan suara. menyiapkan tempat rapat penghitungan suara di TPS, termasuk menyiapkan papan atau tempat pengambilan formulir Model C. Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota;

Dalam hal Ketua KPS mengetahui surat suara yang telah dikeluarkan tidak ada dalam kotak suara sesuai jenis pemilihan, maka Ketua KPS akan menunjukkannya. Dalam hal penghitungan suara belum dilakukan, KPPS memasukkan surat suara ke dalam kotak suara sesuai dengan jenis pemilu. Anggota KPS yang kedua bertugas membuka surat suara dan menyerahkannya kepada Ketua KPS untuk setiap jenis pemilihan.

Mencatat hasil penelitian pada setiap lembar surat suara yang diumumkan oleh Ketua KPPS pada formulir Model C.Hasil; Memeriksa dan memastikan hasil pendaftaran formulir sesuai dengan hasil penelitian yang diterbitkan oleh Ketua KPPS. Anggota KPPS yang kelima bertugas melipat surat suara yang telah diperiksa dan diumumkan oleh Ketua KPPS untuk setiap jenis pemilu;

Ketua KPS yang bertugas memimpin pelaksanaan Penghitungan Suara di KPS dan memeriksa tanda pemungutan suara pada setiap surat suara yang dibuka serta mengumumkan hasil penelitiannya kepada para saksi, pengawas TPS, pengamat atau masyarakat;

  • Ketua KPPS mengumumkan bahwa pelaksanaan pemungutan suara telah
  • Penghitungan Suara dilakukan secara terbuka di tempat yang
  • KPPS menghitung dan mengisi data rincian, perolehan suara setiap Peserta Pemilu
  • Setelah rapat Penghitungan Suara, ketua KPPS dibantu oleh anggota KPPS Keenam dan anggota KPPS Ketujuh

Penghitungan suara dilakukan secara terbuka di tempat terbuka dengan penerangan yang cukup dan dicatat. 5. Setelah menghitung jumlah surat suara, Ketua KPS dibantu oleh anggota KPS Ketiga dan anggota KPS Keempat mencatatnya pada halaman. KPPS menghitung dan melengkapi data rinci, penerimaan suara setiap Peserta Pemilu, penerimaan suara setiap Peserta Pemilu.

Dalam hal Ketua KPPS menetapkan surat suara yang telah dikeluarkan tidak ada dalam kotak suara tergantung pada jenis Pemilu, Ketua KPPS menunjukkan surat suara tersebut kepada saksi, pengawas TPS, anggota KPPS, pemantau Pemilu, pelapor, atau petugas. publik. / pemilih yang hadir. Dalam hal penghitungan suara tidak dilakukan, KPPS memasukkan surat suara ke dalam kotak suara sesuai dengan jenis pemilihan; Dalam hal penghitungan suara pada surat suara telah dilaksanakan, KPPS membuka surat suara dan memeriksa tanda perolehan suara pada surat suara sesuai jenis pemilihan dan mencatatnya pada Formulir Model C.HASIL sesuai jenis pemilihan. ; Dan.

Tanda surat suara pada nomor urut, foto, nama salah satu pasangan calon, tanda gambar partai politik dan/atau asosiasi partai pada kertas suara. Tanda pemungutan suara nomor atau gambar partai politik dan/atau nama calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota terdapat pada kolom yang tersedia.

1)Pasangan Calon, diikat dengan karet per 25 ( dua puluh lima) lembar;

2)Partai Politik dan calon anggota DPR, diikat dengan karet per 10 (sepuluh) lembar;

3)Partai Politik dan calon anggota DPRD Provinsi, diikat dengan karet

4)Partai Politik dan calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, atau

5)Calon perseorangan anggota DPD, diikat dengan karet per 10 (sepuluh) lembar; dan dimasukkan ke

7.Setelah rapat Penghitungan Suara, ketua KPPS dibantu oleh anggota KPPS Keenam

1)Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, diikat dengan karet per 25 (dua puluh lima)

2)Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, diikat dengan karet

  • Hasil penyusunan dan penghitungan Surat Suara dicocokkan dengan hasil Penghitungan Suara
  • melakukan pengisian administrasi, lalu mencatat perolehan suara dan
  • Khusus untuk pengisian formulir Model C.Hasil untuk TPS di Lokasi Khusus
  • Ketua KPPS dibantu anggota KPPS Keenam dan KPPS Ketujuh menyusun dan memasukkan

Hasil penyiapan dan penghitungan suara dibandingkan dengan hasil penghitungan suara dan hasil penghitungan suara. Jumlah surat suara bekas, rusak atau salah cetak, dan surat suara tidak terpakai, termasuk sisa surat suara cadangan, harus sama dengan jumlah surat suara yang diterima termasuk 2% dari jumlah surat suara cadangan DPT dari KPPS untuk jenis pemilu apa pun. 11. Ketua KPS dibantu oleh anggota KPS Keempat atau KPS Kelima menyerahkan formulir Model C. SALINAN HASIL yang telah ditandatangani.

13.Ketua KPPS dibantu anggota KPPS Keenam dan KPPS Ketujuh

Penghitungan Suara sebanyak 3 (tiga) buah sampul untuk PPS, PPK dan KPU Kabupaten/Kota

Khusus Dan/Atau Keberatan Saksi Di TPS, Formulir Model A-Surat Pindah Memilih, Daftar Hadir

Pemilih, dan Formulir Model A- Daftar Pemilih

Pendamping Pemilih, Pemberitahuan Pemilih, dan Tanda Terima Penyampaian Salianan Hasil

Penghitungan Suara

Ketua KPPS dibantu anggota KPPS

Pemilih (C. DAFTAR HADIR DPT-KPU, C. DAFTAR HADIR DPTb-KPU dan C. DAFTAR HADIR DPK-KPU); . Surat Pengalihan Pemilihan Model A; dan Daftar Pemilih Model A-Kabko). Sampul (Model C.HASIL-PPWP; Model C.HASIL-DPD; Model C.HASIL-DPR; Model C.HASIL-DPRD-PROV, Model C.HASIL-DPRA, Model C.HASIL-DPRP, Model C.HASIL -DPRPB, model C.HASIL-DPRPT, model C.HASIL-DPRPS, model C.HASIL-DPRPP atau model C.HASIL-DPRPBD, dan model C.HASIL-DPRD-KAB/CITY atau C.HASIL-DPRK, kecuali untuk provinsi DKI Jakarta, hal ini tidak disediakan).

Ketua KPPS dibantu anggota KPPS Keenam atau

Ketujuh, kunci kotak suara dengan segel plastik sebagai alat pengaman lain pengganti gembok kotak suara dan tempelkan segelnya. Saksi dan/atau Pengawas Panwaslu Kecamatan/Kota/TPS dapat mengajukan keberatan terhadap tata cara dan/atau perbedaan penghitungan suara kepada KPPS apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kesalahan penulisan hasil pemungutan suara pada saat pencatatan hasil pemungutan suara pada formulir Model C.HASIL untuk setiap jenis pemilu yang berlangsung;

Perubahan hasil pemungutan suara antara formulir Model C.HASIL untuk semua jenis Pemilu dengan rincian Saksi dan/atau Pengawas Kecamatan/Panwaslu Desa/TPS atau formulir Model C.HASIL yang SALINAN diterima dari.

KEBERATAN SAKSI

Ketua KPPS mengparafkan angka-angka yang diperbaiki dan dapat diikuti oleh saksi-saksi yang hadir. 9. Dalam hal Saksi masih berkeberatan terhadap hasil koreksi, KPPS meminta pendapat dan/atau saran perbaikan dari Pengawas TPS yang hadir. 11. KPPS wajib mencatat Saksi Keberatan yang diterima sebagai kejadian khusus dan mencatat semua kejadian khusus selama pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada formulir Model C.

10. Saksi keberatan yang belum diterima atau tidak dapat diterima dicatat pada formulir Model C. KEJADIAN KHUSUS DAN/ATAU KEBERATAN-KPU sebagai saksi keberatan dan ditandatangani oleh saksi dan ketua KPPS. 11. Dalam hal tidak ada kejadian khusus dan/atau keberatan dari saksi dalam proses pengumpulan dan penghitungan. Hasil pemungutan suara dicatat dalam formulir Model C. Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota;.

Setelah dituangkan dalam formulir Model C. Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota KPPS menandatangani rumusan; Dalam hal saksi yang hadir menolak menandatangani formulir sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus dicatat sebagai catatan peristiwa khusus dengan mencantumkan alasannya dalam formulir Model C. KEJADIAN KHUSUS. Contoh formulir C.Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota yang telah ditandatangani, dibuat dalam bentuk dokumen.

Saksi, pengawas TPS, pemantau pemilu, atau masyarakat yang hadir pada rapat penghitungan suara diberi kesempatan untuk mendokumentasikan dalam bentuk foto atau video Model C. Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/Borang Kabupaten/Oleh DPRD .

PENCATATAN HASIL PENGHITUNGAN SUARA

Berikut contoh formulir C-Hasil PP-WP, misalnya formulir C-Hasil DPR, DPRD, DPD dapat diakses melalui lampiran Peraturan KPU No. Setelah formulir Model C. Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota ditandatangani, ketua. KPPS dibantu oleh anggota KPPS dalam mengisi Model C.Hasil-SALINAN-PPWP/DPR/DPD/DPRD DPRD Provinsi/Daerah/Daerah berdasarkan Formulir Model C.Hasil-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Daerah/Kota .

KPPS menggandakan formulir Model C.Hasil-SALINAN-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota dengan menggunakan alat penggandaan yang disediakan pada TPS. Ketua KPPS dan anggota KPPS menandatangani formulir Model C.Hasil-SALINAN-PPWP/DPR/DPD/DPRD DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota beserta hasil salinan dokumennya dan ditandatangani oleh Saksi yang hadir. KPPS wajib memberikan hasil penggandaan formulir Model C.Hasil-SALINAN-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota kepada setiap saksi, pengawas TPS, dan PPK melalui Kejaksaan yang hadir pada hari yang sama. harus diserahkan.

Berikut contoh form DPR, DPRD, DPD C-Hasil-Salinan, misalnya form DPR, DPRD, DPD C-Hasil dapat diakses melalui lampiran peraturan KPU no.

PEMBUATAN FORMULIR C.HASIL- SALINAN

KPPS wajib menyerahkan formulir Model C.Salinan-PPWP sebanyak 1 (satu) lembar, Model C.Salinan Hasil-DPR, Model C.Salinan Hasil-DPD, Model C.Salinan Hasil-DPRD Provinsi. Model C.Hasil -DPRD Kabupaten/Kota tembusan ke PPS dalam sampul kertas dan disegel pada hari dan tanggal pemungutan suara. PPWP, Model C.Hasil-Salinan-DPR, Model C.Hasil-Salinan-DPD, Model C.Hasil-Salinan-DPRD Provinsi, Model. Selain formulir tersebut, KPPS dapat menyerahkan Model C. DAFTAR HADIR-DPT-KPU, Model C. DAFTAR DPTb-KPU, Model C. DAFTAR DPK-KPU, Model C. KEJADIAN KHUSUS DAN/ATAU KEBERATAN-KPU kepada saksi-saksi. dan Pengawas TPS melalui SIREKAP atau dapat mengundang saksi atau PTPS untuk mendokumentasikannya.

PENGUMUMAN PENGHITUNGAN SUARA

PENGUMUMAN & PENYAMPAIAN FORMULIR C HASIL-SALINAN

KPPS yang

Yang Menanda tangani C Hasil Salinan adalah KPPS yang tercantum dalam SK PPS

CATATAN PENTING !!

Dalam hal terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya di beberapa atau seluruh daerah pemilihan sehingga mengakibatkan beberapa tahapan penghitungan suara TPS tidak dapat dilakukan, maka dilakukan penghitungan suara lanjutan. di TPS. Penghitungan suara lebih lanjut pada TOS dimulai dari tahap penghentian penghitungan suara di TPS. Apabila terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya di sebagian atau seluruh daerah pemilihan sehingga tidak dapat dilaksanakan seluruh tahapan penghitungan suara, maka dilakukan penghitungan suara berikutnya. dilakukan.

SOAL LATIHAN

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Informasi Penghitungan Suara Cepat (Quick Count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Blitar merupakan aplikasi berbasis website yang memuat tentang informasi

- 26 - 2 PPK membuka kotak suara PPWP yang berisi formulir Model: a C.HASIL-PPWP; b C.HASIL-DPR; c C.HASIL-DPD; d C.HASIL-DPRD PROV, C.HASIL-DPRA, C.HASIL-DPRP, C.HASIL-DPRPB,

4 b sedangkan untuk ukuran gudang secara umum Dengan ukuran kotak suara adalah 40x 40 x60 cm sedangkan ukuran palet standar adalah 120 CMX100CM, maka untuk satu palet mampu memuat 18