PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Ketersediaan sarana prasarana sekolah yang memadai merupakan salah satu keunggulan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan menstimulasi proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas. Untuk itu perlu dilakukan upaya pada gedung sekolah menengah untuk meningkatkan kualitas dan kondisi fisik bangunan atau yang disebut dengan renovasi sekolah. UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007 memberikan kerangka hukum bagi upaya reformasi sekolah.
Aspek-aspek tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan perlunya dilakukan upaya renovasi sekolah menengah. Bagi bangunan sekolah menengah yang umur bangunannya lebih dari 20 tahun, maka peninjauan kebutuhan renovasi sekolah merupakan bentuk tanggung jawab teknis dari pihak pengguna bangunan. Gimnasium yang telah direnovasi menunjukkan peningkatan kualitas fungsional dan tampilan sekolah yang lebih baik serta mendukung peningkatan kualitas dan standar ruang belajar serta ruang penunjang di lingkungan sekolah.
Pertimbangan kondisi aktual gedung sekolah dan pemenuhan persyaratan teknis dari aspek legalitas suatu gedung sekolah menjadi dasar perlunya kegiatan renovasi sekolah menengah dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah. Program ini dilaksanakan dengan mengutamakan identifikasi dan pemenuhan persyaratan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan Renovasi Sekolah di sekolah binaan.
BANTUAN RENOVASI/REVITALISASI
PROGRAM BANTUAN RENOVASI SMA
PROGRAM RENOVASI
Pada tahun 2013, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah memulai program pemberian bantuan renovasi sekolah sasaran. Sasaran program renovasi sekolah menengah terutama adalah sekolah-sekolah tua dengan kondisi bangunan dan kosmetik yang dinilai tidak sesuai. Begitu pula besaran bantuan yang diberikan kepada sekolah disesuaikan dengan kebutuhan pembaharuan setelah dilakukan verifikasi dan analisa serta perencanaan kegiatan pembaharuan oleh pihak sekolah.
Melalui program renovasi diharapkan kondisi gedung sekolah menengah menunjukkan peningkatan kualitas fungsi dan penampilan sekolah yang lebih baik, serta mendukung peningkatan kualitas dan standar ruang belajar dan ruang penunjang di lingkungan sekolah.
TUJUAN
SEKOLAH SASARAN
Memiliki kemampuan dan komitmen internal berupa dana bagi hasil (self-help return) untuk mendukung penyelesaian rencana lingkup pekerjaan renovasi, khususnya untuk pekerjaan nonstandar atau penambahan luas bangunan yang akan direnovasi; Revitalisasi sekolah ditujukan agar sebagian atau seluruh bangunan lama dipugar atau dibongkar, kemudian dibangun kembali dengan tampilan dan desain bangunan baru sesuai dengan rencana tapak sekolah; Gedung sekolah yang masuk kategori cagar budaya tidak boleh dijadikan sasaran renovasi;
Melaksanakan proses pengurusan penghapusan aset khususnya untuk sasaran renovasi bangunan yang tidak lagi mendukung fungsi bangunan yang diperlukan sesuai dengan rencana pengembangan sekolah; Bagi bangunan gedung yang akan direnovasi, namun tidak melalui proses penghapusan aset, klausulnya adalah peningkatan fungsi bangunan; Bagi bangunan sekolah yang perlu menjalani proses penghapusan, pelaksanaan renovasi sekolah hanya dapat dilaksanakan setelah adanya surat persetujuan atau surat penegasan bahwa proses penghapusan aset telah dikeluarkan oleh pejabat daerah yang berwenang dan diterima oleh pihak sekolah. , kemudian ditembuskan ke Direktorat PSMA;
Bangunan gedung yang akan direnovasi berada di atas tanah yang sudah jelas statusnya sebagai milik sekolah, yang diperkuat dengan pencantuman sertifikat hak milik dan/atau akta jual beli (sedang dalam proses sertifikasi); Tidak termasuk sekolah yang belum menyampaikan laporan pelaksanaan bansos atau sebelumnya mempunyai kendala dalam pengelolaan bansos.
PRINSIP BANTUAN
Pengelolaan bantuan tersebut dikelola sendiri, direncanakan, dilaksanakan dan diawasi dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk ikut aktif memberikan dukungan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan untuk peralatan melalui pemasok barang, dengan menerapkan prinsip pembelian barang/jasa yaitu efisiensi, efektivitas dan mengutamakan produk dalam negeri serta akuntabilitas. Pengelolaan dana bantuan hendaknya dilakukan secara terbuka, sehingga warga sekolah dan masyarakat dapat memberikan saran dan kritik serta memantau dan mengontrol pelaksanaan pekerjaannya.
Pengelolaan dana bantuan harus dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya, kuantitas kerjanya dan penggunaan dananya, sesuai dengan usulan yang disetujui. Berdasarkan prinsip tersebut, proses pemberian bantuan renovasi sekolah menengah mulai dari proses seleksi hingga penerimaan hasil renovasi fasilitas dapat disajikan pada Gambar 2.1.
PENYALURAN BANTUAN
Dari hasil analisis dan verifikasi kemudian disusun daftar pendek berupa daftar sekolah yang berpotensi penerima bantuan. Kegiatan analisis dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah sehubungan dengan usulan sekolah dengan menggunakan usulan yang diajukan sebagai basis data analisis dalam penyaluran bantuan negara untuk renovasi sekolah. Dari hasil analisis diperoleh nominasi sekolah menengah yang masuk dalam kriteria sekolah penerima bantuan negara.
Informasi masukan berdasarkan hasil analisis, verifikasi dan berbagai informasi pendukung tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Sekolah Penerima Bantuan Pemerintah Renovasi Sekolah Menengah. Bimbingan teknis merupakan salah satu tahapan penting dalam pemberian bantuan pemerintah untuk renovasi sekolah. Pada tahap ini, sekolah akan diajak untuk ikut serta dalam juknis pengelolaan bantuan pemerintah.
Dalam kegiatan bimbingan teknis ini agenda utamanya adalah menyampaikan kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Menengah sehubungan dengan program renovasi dan tujuan yang ingin dicapai, standardisasi teknis gedung sekolah menengah, teknis pengelolaan bantuan negara dan pelaksanaan bantuan negara. . Penyaluran bantuan ini secara teknis mengikuti aturan yang berlaku dalam penyaluran bantuan negara, khususnya dalam bentuk fisik.
PEMANFAATAN DANA BANTUAN
INDIKATOR KEBERHASILAN
SEKOLAH PENERIMA BANTUAN
TAMPILAN BARU SEKOLAH RENOVASI
Tampak depan SMA Negeri 2 Pangkalan Bun (kiri) dan pemandangan setiap sudut halaman (atas). Sudut sekolah di SMA Negeri 1 Bitung (atas), taman di pojok (kiri bawah), dan aktivitas siswa di lingkungan sekolah (kanan bawah). Tampak depan SMA Negeri 1 Panyabungan (kiri), prestasi siswa (atas), aktivitas budaya siswa di kelas (bawah).
INSPIRASI INFRASTRUKTUR SMA DI DAERAH
PENUTUP