• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Kadar Air Tanah di Laboratorium

N/A
N/A
Ravika Anggraini

Academic year: 2024

Membagikan "Pengukuran Kadar Air Tanah di Laboratorium"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I KELOMPOK 11

BAB IV KADAR AIR

4.1 Tujuan

Pemeriksaan kadar air tanah di laboratorium merupakan bagian dari pemeriksaan sifat-sifat fisis dan mekanis yang lain, seperti uji konsolidasi ; berat jenis, berat volume, kuat tekan bebas dan lain-lain. Pemeriksaaan kadar air tanah tersebut ada yang dilakukan diawal saja atau diawal dan diakhir pemeriksaan..

4.2 Perhitungan

Kadar air (w) tanah dapat didefinisikan sebagai :

ing ah

berat Berat

w tan ker

oleh tanah dikandung

yang

air ….(%)

Tabel 4.1. Pengolahan Data Pemeriksaan Kadar Air

4.3 Peralatan

PROGRAM STUDI (S-1) TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNISKA MAB BJM

29

(2)

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I KELOMPOK 11

a. Cawan;

b. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram;

c. Oven.

4.4 Prosedur pekerjaan

Ada beberapa prosedur pekerjaan untuk pemeriksaan kadar air sebagai berikut : 1. Tentukan berat cawan kosong (W1) dan catat nomor cawan tersebut;

2. Masukkan contoh tanah kedalam cawan;

3. Timbang contoh tanah basah + cawan dan tentukan beratnya (W2);

4. Masukkan contoh tanah basah + cawan ke dalam oven dengan suhu 100 sd. 1100C dan biarkan selama 24 jam;

5. Keluarkan contoh tanah kering + cawan dari oven dan biarkan didinginkan sampai suhu ruangan;

6. Tentukan berat tanah kering + cawan (W3).

4.5 Diskusi

Dari table 4.1 terlihat bahwa kadar air lebih besar dari 100 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa berat air yang berada dalam pori lebih besar dari berat solid tanahnya. Kadar air pada tanah seperti ini biasanya terjadi pada lapisan tanah yang selalu terendam air atau muka air tanahnya berada diatas atau disekitar permukaan lapisan tanah.

4.6 Kesimpulan

Nilai kadar air sangat mempengaruhi sifat-sifat fisis dan mekanis tanah. Untuk tanah yang mempunyai kadar air tanah tinggibiasanya mempunyai sifat-sifat; kompressibilitasnya tinggi, kuat geser yang rendah dan berarti daya dukungnya juga rendah.

4.8 Foto

PROGRAM STUDI (S-1) TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNISKA MAB BJM

30

(3)

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I KELOMPOK 11

Gambar 4.2 Timbangan Gambar 4.3 Oven

PROGRAM STUDI (S-1) TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNISKA MAB BJM

31

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengukuran tersebut terlihat bahwa kadar air yang diukur dengan menggunakan Kett Moister Tester mendekati nilai dari pengukuran Crown Moister

Contoh tanah yang diambil dari lapisan permukaan untuk menentukan hubungan antara kadar air pada berbagai hisapan matriks potensial (tegangan air) tanah atau kurva pF, sebaiknya

Seperti telah dikemukan oleh Dexter dan Bird (2001), bahwa batas pengolahan tanah terendah dalam keadaan kering dicirikan oleh kadar air dengan tingkat kekerasan tanah dua kali

Oleh karena itu pada saat sensor dimasukkan ke tanah kering nilai yang terbaca lebih kecil daripada nilai yang terbaca sensor pada tanah yang memiliki kadar air lebih

Lampiran 1 Pengujian Kadar Air Alami dan Berat Volume Tanah.. PENGUJIAN KADAR AIR ALAMI DAN BERAT

Pengujian CBR untuk tanah campuran tanah pasir pantai dan penambahan 20% tanah lempung pada kadar air optimum yang diperoleh dari pemadatan tanah campuran dan pada variasi kadar air

Dokumen ini membahas kegiatan pelatihan standardisasi pengelolaan laboratorio bagi laboran/pengelola laboratorio IPA di Kota Banda

dokumen ini membahas mengenai Pengukuran Chemical Oxygen Demand (COD) dalam air dan air limbah menggunakan metode refluks