• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian & Evaluasi Sistem Transportasi

N/A
N/A
SRI ANGRENI LUMBAN GAOL

Academic year: 2024

Membagikan "Penilaian & Evaluasi Sistem Transportasi "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Penilaian & Evaluasi Sistem Transportasi

1. Penilaian : menilai kelayakan suatu alternatif usulan transportasi dari berbagai aspek.

2. Evaluasi : mengkaji sejauh mana tingkat kelayakan suatu usulan alternatif yang mungkin dilaksanakan sehingga sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara efektif, efisien dan tepat

3. Tipe Evaluasi : Pra-pelaksanaan (sebelum tahap implementasi) dan Pasa-pelaksanaan (setelah tahap implementasi)

4. Metode Evaluasi : Pendekatan Kebijaksanaan (Judgement) Ahli, Pendekatan Perangkingan, Evaluasi Ekonomi, Efektivitas Biaya.

5. Aspek : Teknis, Sosial Budaya, Lingkungan, Finansial, Ekonomis, Manajerial dan Administrasi, Organisasi, Kelembagaan

Previous

(2)

Evaluasi Sistem Transportasi

Previous Home

Pra Pelaksanaan

(Evaluasi Beberapa Alternatif) Pengembangan Beberapa Alt.

(Solusi yang Memungkinkan)

Perkiraan Dampak dari Alt Solusi : Kuantitatif & Kualitatif

Perbandingan Alternatif Solusi Metoda Perbandingan/Evaluasi :

Kebijaksanaan Ahli

Perangkingan

Besaran Ekonomi

Efektifitas Biaya Pemilihan Alt. Solusi

Pasca Pelaksanaan

(Evaluasi Kinerja Alt. Solusi Terpilih) Hasil Implementasi Alt.

Solusi Terpilih

Pemilihan Waktu Evaluasi :

Kondisi “Sebelum” Implementasi (Before)

Kondisi “Setelah” Implementasi (After) Perbandingan Kondisi

Before & After

Metoda Perbandingan/Evaluasi :

Analisis Kuantitatif

Kriteria Evaluasi

Penilaian Kinerja Alt. Solusi

Implementasi Alt. Terpilih Rekomendasi

(3)

Kriteria Evaluasi

Previous

A. Pay-Back Periode :

B. Net Present Value (NPV)

C. Net Benefit – Cost Ratio (Net B/R) D. IRR (Internal Rate Return)

E. Gross Benefit – Cost Ratio : F. Profitability Ratio (PV’/K) :

(4)

Kriteria Evaluasi

Previous Home

A. Pay-Back Periode :

– (Biaya & Manfaat yang di hasilkan dengan analisis kualitatif) B. Net Present Value (NPV) :

– Daerah yang berada di dalam batas mempunyai kontribusi yang besar terhadap pergerakan yang terjadi dalam daerah tersebut.

– Keuntungan netto suatu proyek yang merupakan hasil pengurangan dari pendapatan bruto dengan jumlah biaya.

– Maka NPV suatu proyek adalah selisih PV (arus benefit) dengan PV (arus biaya).

– Evaluasi suatu proyek, tanda go : NPV ≥ 0. Artinya : suatu proyek dapat dinyatakan bermanfaat untuk dilaksanakan.

– Jika nilai NPV < 0, Artinya : proyek tidak dapat menghasilkan senilai biaya yang dipergunakan dan oleh sebab itu pelaksanaannya harus ditolak.

– Rumus : NPV = (B – C)/(1 + K )t , dimana : B = Keuntungan, C = Biaya Konstruksi, K = Discount Rate

(5)

Kriteria Evaluasi

Previous

C. Net Benefit – Cost Ratio (Net B/R) :

– Perbandingan antara "present value" dari manfaat dibandingkan dengan total rencana biaya yang akan dikeluarkan.

– Jika B/C >1, proyek tersebut layak untuk dilaksanakan,

– apabila B/C <1, maka proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan.

– Rumus : B/C = {B/(1+K)}/ {C/(1+K)}, dimana : B = Keuntungan, C = Biaya Konstruksi, K = Discount Rate

D. Gross Benefit – Cost Ratio : – Benefit kotor

(6)

Kriteria Evaluasi

Previous Home

E. Internal Rate of Return (IRR) :

Internal Rate of Return didefinisikan sebagai suatu discount rate yang menghasilkan NPV = 0.

– Suatu proyek dapat dinyatakan layak jika IRR dari proyek > discount rate, artinya : yang digunakan sebagai dasar dalam evaluasi proyek tersebut.

– Makin besar IRR-nya makin tinggi tingkat kelayakannya.

– Rumus : IRR = i1 + x ( i2 – i1 ) x NPV1 /(NPV1 – NPV2) , dimana : IRR

= Tingkat pengembalian rata-rata, NPV1 = NPV pada diskonto rata- rata positif, NPV2 = NPV pada diskonto rata-rata negatif, i = Discount Rate

F. Profitability Ratio (PV’/K) :

– Mengukur rentability sustu investasi di atas tingkat discount ratenya – Membedakan antara : Biaya Modal (K) dan Biaya Rutin (B-C)

– Rumusan : PV/K = (B-C)/∑ Kt

(7)

Selling Selling costs costs (dollars) (dollars)

Level of sales (dollars) Level of sales (dollars)

Break-Even Cost Chart Break-Even Cost Chart

Company Company sales force sales force Manufacturer’s Manufacturer’s

sales agency sales agency

SSBB

BEP BEP

(8)

REALISASI KINERJA

Rute : Tigaras-Simanindo (Kasus KMP-I)

(9)

KELAYAKAN EKONOMI (Kasus KMP-I)

Rute : Tigaras-Simanindo

Alt.70%TP-60%LF (4 Trip) Tabel 8.4

2009

2010 5,091,943,249 306,530,000 - 5,398,473,249 5,398,473,249 5,398,473,249

2011 72,483,500 3,803,781,960 65,894,091 3,457,983,600 64,717,411 3,396,233,893

2012 72,483,500 4,394,331,096 59,903,719 3,631,678,592 57,783,402 3,503,133,846

2013 72,483,500 5,065,962,354 54,457,926 3,806,132,498 51,592,324 3,605,851,940

2014 72,483,500 5,829,535,813 49,507,206 3,981,651,399 46,064,575 3,704,775,398

2015 911,829,812 6,697,358,227 566,174,573 4,158,532,532 5,547,743,717 3,800,260,921

2016 72,483,500 7,897,504,966 40,915,046 4,457,935,666 36,722,397 4,001,121,796

2017 72,483,500 8,803,390,787 37,195,496 4,517,531,450 32,787,854 3,982,206,915

2018 72,483,500 10,075,311,525 33,814,088 4,700,207,184 29,274,870 4,069,249,341

2019 72,483,500 11,519,429,435 30,740,080 4,885,362,589 26,138,277 4,154,021,736

2020 911,829,812 13,158,737,685 351,549,865 5,073,263,012 3,147,938,774 4,236,761,362

2021 72,483,500 15,019,290,258 25,405,025 5,264,169,610 20,837,274 4,317,687,050

2022 72,483,500 17,130,609,132 23,095,477 5,458,339,996 18,604,709 4,397,000,691

2023 72,483,500 19,526,145,600 20,995,888 5,656,028,854 16,611,347 4,474,888,604

2024 72,483,500 22,243,802,961 19,087,171 5,857,488,534 14,831,560 4,551,522,794

TOTAL 6,777,208,900 64,906,305,515 14,510,121,739 56,194,716,287

IRR 13.193619

NPV 58,129,096,615 41,684,594,547

BCR 9.577143995 3.872794267

Manfaat Biaya Manfaat

Biaya Operasi Tidak

Langsung 0 Total Biaya Biaya

PERHITUNGAN BCR, NPV DAN IRR PERENCANAAN PENYEBRANGAN DANAU

Tahun

Biaya Pembangunan

Total Manfaat

Pada Tingkat Bunga 10 % Pada Tingkat Bunga 12 % Biaya Operasi

Langsung

(10)

Rekomendasi (Kasus KMP Sumut-I)

1. Analisa kelayakan dengan menggunakan indikasi kelayakan Load Factor = 60%

BCR, NPV > 1 pada tingkat bunga 10%, 12 %, 15% BCR & IRR

= 13,19% (Tigaras-Simanindo)

2. Besarnya nilai IRR terhadap tingkat bunga yang berlaku pada saat ini akan menunjukkan kondisi :

Nilai IRR > tingkat bunga yang berlaku menunjukkan :

Proyek akan mendapatkan keuntungan dengan masa pengembalian yang relatif lebih cepat dari umur ekonomisnya.

Dilihat dari segi waktu, proyek ini sudah terlambat dilaksanakan.

Nilai IRR = tingkat bunga yang berlaku menunjukkan:

Proyek akan mendapatkan keuntungan dengan masa pengembalian sama dengan umur ekonomisnya.

Proyek tepat dilaksanakan pada waktunya.

Nilai IRR < tingkat bunga yang berlaku menunjukkan :

Proyek akan mendapatkan keuntungan, tetapi waktu pengembaliannya lebih panjang dari umur ekonomisnya, atau dengan kata lain uang kita akan lebih menguntungkan bila diinvestasikan pada proyek lain yang menyesuaikan dengan tingkat bunga yang berlaku.

Proyek sebaiknya ditangguhkan pelaksanaannya, sampai tingkat bunga yang berlaku sama dengan nilai IRR.

3. Analisa kelayakan Sarana Penyeberangan Danau ini, didapatkan nilai IRR adalah 13,19 & 13,06% - cukup signifikan yang berarti lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku saat ini yang besarnya 12%. Disimpulkan bahwa Sarana Penyeberangan Danau secara ekonomis dapat dilaksanakan dan dapat segera dioperasikan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil sensitivitas usaha pada nilai kriteria investasi yakni NPV &gt; 0, nilai Net B/C &gt; 1, nilai IRR &gt; tingkat bunga yakni 22% dan PP &lt; 5 tahun umur proyek , maka kombinasi

melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen (%). Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang.. dapat dibayar oleh proyek untuk sumber daya

Parameter IRR adalah parameter yang dipergunakan untuk mendapatkan tingkat bunga yang menyamakan total nilai sekarang penerimaan arus kas yang diharapkan dengan total

Nilai IRR menunjukkan sebesar 49.07 persen, di atas suku bunga yang berlaku (16 persen), artinya bahwa investasi usaha hutan rakyat di bagian hulu Sub DAS Logawa

% setelah terjadi penurunan harga jual 9,1 %, penurunan jumlah produksi 3,06 % dan peningkatan biaya produksi 3,20 %, nilai IRR menjadi lebih kecil dari tingkat suku bunga

Pengukuran IRR pada CV Sukses Karya dan CV Pramana Balau Jaya dilakukan dengan mencoba berbagai tingkat suku bunga untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang

Untuk proyek yang mempunyai waktu lebih dari 2 tahun maka harga IRR dapat mempunyai 2 nilai atau lebih yang dapat membingungkan. Pemilihan nilai IRR akan

IRR (Internal Rate of Return) merupakan tingkat suku bunga yang dapat membuat besarnya nilai NPV dari suatu usaha sama dengan nol (0) atau 7 yang dapat membuat nilai Net B/C