• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan hasil belajar matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan hasil belajar matematika"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MURID KELAS IV SD INPRES MACCINI I/1 KECAMATAN MAKASSAR KOTA MAKASSAR. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. MUHLIS.M K. 10540 3573 09. JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2015. i.

(2) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 LEMBAR PENGESAHAN. Skripsi atas nama: MUHLIS. M, Stambuk: K.10540 3573 09, Diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor ……..............................................., sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar pada hari …………………… Makassar,. …………… 1437 H November 2015 M. Panitia Ujian: 1.. Pengawas Umum : Dr. H. Irwan Akib, M.Pd.. ( ….………...… ). 2.. Ketua. : Dr. A. Sukri Syamsuri, M.Hum. ( ….………...… ). 3.. Sekertaris. : Dr. H. Bahrun Amin, M. Hum. ( ….………...… ). 4.. Anggota. : 1. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M.Pd. ( ….………...… ). 2. Sitti Fitriani Saleh, S. Pd., M. Pd. ( ….………...… ). 3. Haerul Syam, S.Pd., M.Pd.. ( ….………...… ). 4. Mukhlis, S.Pd., M.Pd. ( ….………...… ). Disahkan Oleh: Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Dr. Andi. Sukri Syamsuri, M. Hum NBM: 858 625 ii.

(3) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 PERSETUJUAN PEMBIMBING Judul skripsi. : Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar Mahasiswa yang bersangkutan: Nama : MUHLIS. M No. Stambuk : K. 10540 3573 09 Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Setelah diperiksa dan teliti, skripsi ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk diujikan di hadapan Tim Penguji Ujian Skripsi FKIP Unismuh Makassar . Makassar, Oktober 2015. Disetujui oleh : Pembimbing I. Pembimbing II. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M.Pd. Haerul Syam, S.Pd., M.Pd.. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). DR. A. Sukri Syamsuri, M.Hum NBM: 858 625. Sulfasyah, MA., Ph.D. NBM: 970 635. iii.

(4) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI Nama Mahasiswa Stambuk Jurusan Fakultas Judul Skripsi. : : : : :. MUHLIS. M K. 10540 3573 09 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Keguruan dan Ilmu Pendidikan ”Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar”. Pembimbing. : 1. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M.Pd. 2. Haerul Syam, S.Pd., M.Pd.. Konsultasi Pembimbing I No. Hari/Tanggal. Uraian Perbaikan. Tanda Tangan. * Catatan : Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali. Makassar, Mengetahui Ketua Prodi PGSD. Sulfasyah, MA., Ph.D. NBM: 970 635 iv. Oktober 2015.

(5) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI Nama Mahasiswa Stambuk Jurusan Fakultas Judul Skripsi. : : : : :. MUHLIS. M K. 10540 3573 09 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Keguruan dan Ilmu Pendidikan ”Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar”. Pembimbing. : 1. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M.Pd. 2. Haerul Syam, S.Pd., M.Pd.. Konsultasi Pembimbing II No. Hari/Tanggal. Uraian Perbaikan. Tanda Tangan. * Catatan : Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian skripsi jika sudah konsultasi ke masing-masing dosen pembimbing minimal 3 kali. Makassar, Mengetahui Ketua Prodi PGSD. Sulfasyah, MA., Ph.D. NBM: 970 635 v. Oktober 2015.

(6) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 SURAT PERJANJIAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama. : MUHLIS. M. NIM. : K. 10540 3573 09. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut: 1.. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya yang menyusunnya sendiri (tidak dibuat oleh siapapun).. 2.. Dalam penyusunan skripsi ini, saya selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh ketua jurusan.. 3.. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi ini.. 4.. Apabila perjanjian seperti butir 1, 2, dan 3 dilanggar, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.. Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.. Makassar, Oktober 2015 Yang membuat pernyataan. MUHLIS.M. Mengetahui Ketua Prodi PGSD. Sulfasyah, MA., Ph.D. NBM: 970 635. vi.

(7) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama. : MUHLIS. M. NIM. : K. 10540 3573 09. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Judul Skripsi : Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar Dengan ini menyatakan bahwa: Skripsi yang saya ajukan di depan TIM Penguji adalah ASLI hasil karya saya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuatkan oleh siapapun. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Makassar, Oktober 2015 Yang membuat pernyataan. MUHLIS.M. Diketahui oleh: Pembimbing I. Pembimbing II. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M.Pd. Haerul Syam, S.Pd., M.Pd.. vii.

(8) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jl. Sultan Alauddin Telp. (0411) 860 132 Makassar 90221 KONTROL PELAKSANAAN PENELITIAN Nama Mahasiswa. : ………..…………. NIM. : …..………………. Judul Penelitian. : …………………………………………………………… ...…………………………………………………………. …………………………………………………………… ……………………………………………………………. Tanggal Ujian Proposal : Pelaksanaan Kegiatan Penelitian: No.. Tanggal. Kegiatan. Paraf Guru Kelas. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Makassar, ………..……20…. Ketua Prodi. Mengetahui: Kepala …………………….... Sulfasyah, MA., Ph.D. NBM: 970 635. Dra. HJ. SYAMSINAR NIP. 19600321 198203 2 008. Catatan: Penelitian dapat dilaksanakan setelah selesai ujian proposal. Penelitian yang dilaksanakan sebelum ujian proposal dinyatakan batal dan harus dilakukan penelitian ulang.. viii.

(9) MOTTO DAN PERSEMBAHAN Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla, dan mengerjakannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-rabii’) Tak ada sesuatu yang sulit dikerjakan, jika kita mau berusaha belajar karena kepandaian bukanlah satu-satunya jalan untuk menuju sukses tetapi usaha, kerja keras, pantang menyerah, dan do’a adalah kunci keberhasilan. Jangan menunggu datangnya kebahagiaan untuk membuat kita tersenyum tapi tersenyumlah agar kita dapat bahagia dan membahagiakan orang lain. Barang siapa jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga. (HR. Muslim) Kupersembahkan karya sederhana ini untuk Ayahanda, Ibunda, Saudara, Keluarga, Sahabat, Agama, Bangsa dan Negara tercinta sebagai ucapan terima kasihku.. ix.

(10) ABSTRAK MUHLIS. M, 2015. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar; Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing oleh: 1. H. Muh. Yamin Wahab dan 2. Haerul Syam Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk peningkatan hasil belajar matematika melalui pendekatan kontekstual yang diajarkan pada murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar dengan jumlah murid 35 orang terdiri dari 16 murid laki-laki dan 19 murid perempuan. Data hasil belajar matematika yang diperoleh pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar dengan nilai rata-rata kelas 61,33 dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang harus dicapai yaitu 65,00. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pada setiap akhir siklus dan lembar observasi. Instrumen penelitian dibuat dan dikembangkan sendiri oleh penulis. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan menggunakan tekhnik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerapkan pendekatan kontekstual, hasil belajar matematika Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar mengalami peningkatan dan sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Skor rata-rata hasil belajar Matematika Murid yang diperoleh yaitu 68,3 pada siklus I dan meningkat menjadi 80,9 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan hasil belajar Murid mengalami peningkatan melalui penerapan Pendekatan Kontekstual. Pada siklus I terdapat 21 orang yang berada pada kategori tuntas dengan persentase 60%, pada siklus II meningkat menjadi 33 orang dengan persentase 94,3%. Aktivitas belajar Murid juga mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Sesuai dengan penelitian ini, maka disarankan bagi guru agar menerapkan pendakatan kontekstual dalam proses pembelajaran.. x.

(11) KATA PENGANTAR. Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah swt, karena atas berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Banyak pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Tidak sedikit pula hambatan dan kesulitan yang didapatkan, namun berkat ketekunan, kesabaran, kerja keras, keikhlasan dan do’a serta bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, Alhamdulillah skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Disadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dan dorongan berbagai pihak. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah jika pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada : 1.. Muhadi. MA dan Sania, selaku orang tua tercinta. Adikku Kasma, Hamsir, Hardianti, Kiki Rezki Adinda, Suci Amalia Ramadhani serta seluruh keluargaku, yang telah memberikan dukungan moril, materil dan motivasi, serta do’a yang senantiasa diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.. 2.. Dr. Irwan Akip, M. Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.. 3. Dr. Andi Syukri Syamsuri, M. Hum, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. 4.. Sulfasyah, MA., Ph.D. ketua jurusan Pendidikan. Guru Sekolah Dasar. (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. 5.. Drs. H. Muh. Yamin Wahab, M. Pd., selaku pembimbing I dan Khaerul Syam, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing II yang dengan ikhlas memberikan masukan, petunjuk, arahan, dan saran untuk menyelesaikan skripsi ini.. xi.

(12) 6.. Dra. Hj. Marham Muhammadiyah, M. Pd., selaku penasehat akademik yang telah memberikan bimbingan selama dalam pendidikan.. 7.. Bapak dan Ibu dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan ilmu selama dalam pendidikan.. 8.. Kepala sekolah dan guru-guru SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar yang senantiasa membantu dan memberi dukungan kepada penulis.. 9.. Seluruh teman sekelas Konversi PGSD tanpa terkecuali atas motivasi yang diberikan selama penulisan skripsi ini.. 10. Sahabat-sahabatku dan seluruh keluarganya serta semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam penyusunan skripsi ini. Semoga Allah swt membalas jasa, segala bantuan dan dorongan yang telah penulis dapatkan dari pihak-pihak tersebut di atas. Penulis menyadari bahwa sebagai hamba Allah SWT tidak lepas dari segala kehilafan serta keterbatasan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan diri pribadi penulis. Akhirnya penulis berharap semoga segala aktifitas kita senantiasa bernilai ibadah di sisi-Nya, Amin.. Makassar,. Oktober 2015. Penulis. xii.

(13) DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL …………………………………………………….…….. i. LEMBAR PENGESAHAN ……………………………………………….….... ii. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ………………………….…….... iii. KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI……………………………….... iv. SURAT PERJANJIAN ...………………………………………………..…….. vi. SURAT PERNYATAAN ………………………………………………….…... vii. KONTROL PELAKSANAAN PENELITIAN……………………………….... viii. MOTTO ……………………………………………………………………..…. ix. ABSTRAK. ...………..……………………………………………………..... x. KATA PENGANTAR …………………………………………………….….... xi. DAFTAR ISI …………………………………………………………………... xii. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………………………. 1. B. Identifikasi Masalah ………………………………………………. 3. C. Rumusan Masalah ……………………………………………....... 4. D. Pemecahan Masalah ………………………………………………. 4. E. Tujuan Penelitian …………………………………………………. 4. F. Manfaat penelitian ……………………………………………... 4. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Tinjuan Pustaka ………………………………………………… 1. Pengertian Belajar …………………………………………... xiii. 6 6.

(14) 2. Pengertian Hasil Belajar………………………………………... 7 3. Pembelajaran Matematika …………………………………........ 8. 4. Pendekatan Kontekstual……………………………………….... 9. B. Kerangka Pikir …………………………………………………….. 17. C. Hipotesis Tindakan ………………………………………………... 18. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ………………………………………………......... 19. B. Lokasi dan Subjek Penelitian …………..…………………………. 19 C. Faktor yang diselidiki ……………………………………………. 19. D. Prosedur Penelitian ………………………………………………... 20. E. Teknik Pengumpulan Data ………………………………………... 23 F. Teknik Analisis Data …………………………………………….... 24. G. Indikator Keberhasilan ……………………………………………. 25 BAB IV HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ……………………………………………………. 26. 1. Siklus I …………………………………………………………. 26 2. Siklus II ……………………………………………………….... 33. B. Pembahasan ……………………………………………………….. 38. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………………………………………………………... 42. B. Saran ………………………………………………………………. 43 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP. xiv.

(15) DAFTAR TABEL. NO. NAMA TABEL. HALAMAN. 4.1. Statistik skor hasil belajar Murid pada siklus I. 28. 4.2. Distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar Murid Pada siklus I. 28. 4.3. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I. 29. 4.4. Aktivitas belajar Murid pada siklus I. 31. 4.5. Statistik skor hasil belajar Murid pada siklus II. 34. 4.6. Distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar Murid Pada siklus II. 34. 4.7. Ketuntasan hasil belajar pada siklus II. 35. 4.8. Aktivitas belajar Murid pada siklus II. 36. xv.

(16) DAFTAR GAMBAR. NO. NAMA GAMBAR. HALAMAN. 1. Bagan Kerangka Pikir. 17. 2. Gambar Prosedur Penelitian. 20. 3. Diagram 1. Ketuntasan hasil belajar Murid pada siklus I. 30. 4. Diagram 2. Ketuntasan hasil belajar Murid pada siklus II. 36. 5. Diagram 3. Skor rata-rata Murid pada siklus I dan II. 39. 6. Diagram 4. Ketuntasan hasil belajar Murid pada siklus I dan siklus II. 39. 7. Diagram 5. Aktivitas Murid pada siklus I dan II. 40. xvi.

(17) DAFTAR LAMPIRAN. NO. NAMA GAMBAR. HALAMAN. 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 46. 2. Daftar Hadir Murid. 66. 3. Instrumen Penilaian. 68. 4. Daftar Nilai LKS. 84. 5. Daftar Nilai Hasil Tes Siklus. 86. 6. Analisis Data. 88. 7. Analisis Ketuntasan Belajar Murid. 92. 8. Distribusi Ketuntasan Belajar Murid. 94. 9. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Murid. 95. 10. Lembar Observasi Guru Kelas. 101. 11. Dokumentasi Penelitian. 103. 12. Persuratan/Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian. 105. xvii.

(18) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH. PENDIDIKAN MAKASSAR. LEDIBAR PENGESAHAN Shipsi ttas nama MUⅡ LIS M"NIM K。 10540 3573 09 ditcrima dan disahkan ]lch pallltia ttian shipsi berdasttkan surat kcputusan Rchor Universitas Muharnmadiyah )、. rd 1437 11/29 1, tangga1 17 Rabiul A、 、 1よ assar Nomori 316/Tahun 1437 1‐ 1/2016 ヽ. Dcsembcr 2015 M,scbagd sdtt satu Syartt guna mempcrolch gclar Sattana ultas Kegllruan dan. Pendidikan pada Jllmsan Pcndidikan Guru S6kolull Dasar Sl Fよ. llmu Pendidikan UⅢ versiい 15」 anuari. 2016.. IMユ han箇 1慮 iytt. MakaSstt pada ha五. Jumtt tallggd. . ‐. 05 Rabiul Awal 1437 H Makassar,. 1.. ■■■一. Panitia Ujian. 15 1anuari 2016 M. :. Dr:餞 。1薔wan Attb,M.P饉 。. Ketua. Dr̀H.Å 露銀‡Sulば i. ︐. Pengawas Umuqr. (.. Sy篠 璽 sttri,M・ 菫毬lll.(.. 3. Sekreta五s ・│. 鶴. 4.Dosen Penguii. 1". Drs. H. Muh. Yamin Wahabo M.Pd. (. 2。. Nurlina,S.Si.,PI.Pd.. erllddin,SoPd。 ,PI.Pd.. 3.Nasrun,S.Pd。 ,Ⅳ IoPd. 4.Sitti Fithriani. (… …. Salu, S.Pd.,M.Pd. M ︐. hl ah Makassar.

(19) F― LTAS KEGURUAN DANILMU PENDIDIKAN UN「円ERSITAS DttЛ 邑姐MⅣ國旺》IYAⅡ MAKASSAR PERSETUJUAN PEPIBIMBING [hMahasiswa Dmd. Lm ffi heru. Judul. i五. 山蜂鉢 an lah layak und tё. Kegllru41oan IIInu Pendidikan. Makassな タ. 釘alEluar1 2016. PeJЫ mbing Ⅱ. Ⅱ五さ浄ui Svamo S.Pd..McPd.. Mengetahui,. :970635.

(20) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pada hakekatnya pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia. Manusia yang berkualitas dapat dilihat dari segi pendidikan, sehingga untuk meningkatkan kualitas hidup manusia maka yang pertama perlu ditingkatkan adalah mutu pendidikan. Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, berbagai upaya telah dilakukan. Upaya-upaya tersebut hampir di semua komponen pendidikan seperti penyempurnaan kurikulum pendidikan, pengadaan media belajar mengajar, peningkatan kemampuan guru, penataan organisasi, menajemen pendidikan, serta meningkatkan nilai standar kelulusan. Karena standar nilai kelulusan tiap tahun meningkat, maka murid harus meningkatkan prestasi belajar agar bisa lulus dengan hasil yang maksimal. Perlu disadari bahwa mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diujikan pada ujian akhir nasional. Belajar matematika berarti belajar memahami dan mengerti serta mampu memanipulasi lambang matematika menjadi lebih sederhana namun sampai saat ini masih banyak murid yang sulit dalam mempelajarinya, selain itu cara guru menyajikan materi pelajaran matematika yang masih bersifat monoton dan membosankan karena guru hanya. 1.

(21) memberikan penjelasan, mengerjakan soal latihan dan hafalan sehingga anak kurang berminat dan takut belajar matematika yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar matematika di sekolah, ini sesuai dengan data hasil belajar matematika yang diperoleh pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar dengan nilai ratarata kelas 61,33 dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang harus dicapai yaitu 65,00. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil belajar adalah melalui pendekatan kontekstual. Melalui pendekatan kontekstual murid dapat dilibatkan dalam aktivitas yang membantu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata yang mereka alami. Pendekatan kontekstual menyajikan suatu konsep belajar dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata murid dan mendorong murid membuat hubungan pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Melalui pendekatan kontekstual pembelajaran matematika diharapkan lebih bermakna. Inilah yang menjadi ciri utama pendekatan kontektual. Pembelajaran harus memungkinkan para murid memahami arti pelajaran yang mereka pelajari. seperti yang dikatakan Filsuf terkenal, Alfred North Whitehead (Johnson, 2008 : 36) anak harus menjadikan ide-ide tersebut milik mereka, dan harus mengerti penerapannya dalam situasi kehidupan nyata. Pendekatan kontekstual menuntun murid melakukan hal itu. Melalui pendekatan 2.

(22) kontekstual murid dapat membuat hubungan-hubungan yang mengungkap makna, kontekstual memiliki potensi untuk membuat para murid berminat belajar dan paham sehingga dengan cara itu akan meningkatkan hasil belajar matematika. Belajar akan lebih bermakna jika anak yang mengalami apa yang di pelajari bukan mengetahui pelajarannya karena pembelajaran yang biasa dilakukan pada target penguasaan materi biasanya berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek, tapi gagal dalam membekali anak dalam jangka panjang. Dengan konsep itu hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi murid. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan murid bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke murid. Berdasarkan hal tersebut di atas penulis termotivasi untuk meneliti masalah ini dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Murid Kelas IV SD Inpres Maccini Kec. Makassar Kota Makassar.”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi adalah: 1. Rendahnya hasil belajar matematika murid. Dan salah satu faktor penyebabnya yakni proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan oleh guru yang bersifat monoton.. 3.

(23) 2. Guru hanya memberikan penjelasan kemudian murid mengerjakan soal latihan dan hafalan sehingga murid kurang berminat dan takut belajar matematika. 3. Proses pembelajaran hanya sebatas mentransfer ilmu dari guru ke murid, sehingga pembelajaran kurang bermakna dan hanya bersifat pengetahuan jangka pendek.. C. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah hasil belajar matematika dapat ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual pada Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar?”. D. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah yang telah dikemukan di atas maka penulis mengupayakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual yaitu pendekatan yang dikaitkan dengan apa yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari atau situasi dunia nyata.. E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan kontekstual pada murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. 4.

(24) F. Manfaat penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi murid. : Dapat meningkatkan hasil belajar matematika.. 2. Bagi guru. : Sebagai masukan dalam menulis strategi pembelajaran yang dapat memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika.. 3. Bagi sekolah : Sebagai masukan dalam upaya perbaikan pembelajaran matematika sehingga dapat menunjang tercapainya target kurikulum dan daya serap murid yang diharapkan. 4. Bagi peneliti : Merupakan pengalaman berharga dalam memperluas wawasan dan pengetahuan sebagai wahana melatih diri untuk menuangkan ide-ide terhadap permasalahan yang ada secara ilmiah dan sistematis.. 5.

(25) BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Belajar Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, namun selalu mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya. Di bawah ini ada beberapa pendapat tentang pengertian belajar. Belajar Menurut Watson (C. Asri Budiningsih, 2005 : 22) adalah ”proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur karena hanya dengan cara demikianlah maka akan dapat diramalkan perubahan apa yang bakal terjadi setelah seseorang melakukan tindak belajar.” Ernest R Hilgard ( Agoes Soejanto, 1995 : 21) berpendapat bahwa “perubahan tingkah laku yang baru seseorang dinamakan telah belajar bila ia telah dapat melakukan sesuatu yang baru, yang sebelum proses belajar itu ia tidak dapat melakukannya. Perubahan tingkah laku disebabkan oleh hasil latihan ataupun karena kematangan.” Menurut Slameto (1995 : 2) http://ridwan 202.wordpress.com /2008/05/ 03/ketercapaian-prestasi-belajar. “Belajar adalah suatu proses usaha seseorang untuk memperoleh suatu perubahan secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Dari beberapa definisi belajar di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk. 6.

(26) memperoleh suatu perubahan dan pengetahuan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungannya yang membawa perubahan, sikap, pemikiran, tindakan atau perbuatan dan perilakunya. 2. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan hasil belajar merupakan penilaian dari proses belajar. Memahami pengertian hasil belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Poerwanto (1986 : 2) memberikan pengertian “hasil belajar yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana dinyatakan dalam rapor”. Selanjutnya Winkel (1996 : 162) mengatakan bahwa “hasil belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang murid dalam melakukan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Prestasi belajar menurut Tirtonegoro (1984 : 43) adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar. Dalam setiap perbuatan manusia untuk mencapai tujuan, selalu diikuti oleh pengukuran dan penilaian demikian pula halnya di dalam proses belajar. Kemampuan intelektual murid sangat menentukan keberhasilan murid dalam memperoleh prestasi atau hasil belajarnya. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi,. 7.

(27) tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh murid setelah proses belajar mengajar berlangsung. Apabila dikaitkan dengan matematika, maka hasil belajar matematika merupakan hasil belajar yang dicapai oleh murid setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam selang waktu tertentu. Apabila telah menguasai materi pelajaran maka tujuan pengajaran matematika sudah tercapai. Dengan melihat hasil matematika yang dapat di ukur dengan tes hasil belajar. 3. Pembelajaran Matematika Pembelajaran matematika berarti kegiatan/usaha sadar yang dilakukan untuk mempelajari konsep matematika yang tersusun rapi, logis dan berurutan. Dalam proses ini, setiap pengertian, teorema dan dalil hendaknya diketahui secara berurutan sebelum memecahkan masalah yang lebih rumit. Makin banyak masalah (soal-soal) yang diselesaikan makin besar pula peluang memahami dalil, teorema dan rumus-rumus tersebut. Pembelajaran matematika adalah suatu proses yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baru dengan menggunakan simbol-simbol dan struktur matematika sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar diharapkan terjadi. reinvention. (penemuan. kembali).. Penemuan. kembali. adalah. menemukan suatu penyelesaian secara informal dalam pembelajaran di kelas. Walaupun penemuan tersebut sederhana dan bukan hal yang baru bagi orang. 8.

(28) yang telah mengetahui sebelumnya, tetapi bagi murid sekolah dasar penemuan tersebut merupakan sesuatu hal yang baru. Dengan metode penemuan maka pembelajaran matematika akan lebih bermakna karena jika anak yang menemukan sendiri, maka pembelajarannya lebih bermakna dan anak akan lebih memahami apa yang sudah dipelajarinya. Berdasarkan beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik dengan strategi penemuan sehingga lebih bermakna karena dengan cara ini maka murid akan lebih mengerti dan memahami apa yang dipelajarinya dibandingkan dengan penjelasan dari guru dan hafalan. 4. Pendekatan Kontekstual Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali kepada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan belajar diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dari kompetesi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kompetensi mengingat jangka panjang. Pendekatan. kontekstual,. merupakan. konsep. belajar. yang. mengharapkan guru mampu mengaitkan antara materi yang dipelajari murid dengan situasi dunia nyata murid dan mendorong siswa membuat hubungan 9.

(29) antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi murid. Proses belajar berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan murid bekerja dan mengalami, bukan transfer dari guru ke murid. Dalam konteks itu murid perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Dalam upaya itu mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam pendekatan kontekstual, tugas guru adalah membantu murid mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru mengelolah kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi murid. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran lebih produktif dan lebih bermakna.. 10.

(30) a. Hakekat Pendekatan Kontekstual Kata “konteks” berasal dari kata kerja latin contexere yang berarti menjalin bersama. Kata “konteks” merujuk pada keseluruhan situasi latar belakang, atau lingkungan yang berhubungan dengan diri, yang terjalin bersamanya. Johnson (2008 : 83) Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan dunia nyata murid dan mendorong murid membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pendekatan kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Kontekstual adalah suatu sistem pengajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari murid. Dengan memanfaatkan kenyataan bahwa lingkungan merangsang sel-sel saraf otak untuk membentuk jalan, sistem ini memfokuskan diri pada konteks pelajaran. Dalam pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, pengetahuan bukanlah seperangkat fakta dan konsep yang siap diterima, tetapi sesuatu yang harus dibangun sendiri oleh murid. Murid belajar dari mengalami sendiri. Mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan sehingga tugas guru adalah mengatur strategi belajar,. 11.

(31) membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan baru dan memfasilitasi pembelajaran. Pendekatan kontekstual memiliki tujuh komponen utama yang mendasari pembelajaran (Diknas, 2003 : 10) yaitu : 1) Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berfikir filosofi pendekatan kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit). Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah. yang. siap. untuk. diambil. dan. diingat.. Manusia. harus. mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Murid perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide. Dengan dasar itu, pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan. Murid membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Murid menjadi pusat kegiatan bukan guru. 2) Menemukan (Inquiri) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh murid diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil 12.

(32) dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkan. 3) Bertanya (Questionary) Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu bermula dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran. yang berbasis. kontekstual. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berfikir murid. Bagi murid kegiatan bertanya, merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiri, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasi apa yang sudah diketahui. Dalam pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk : a). Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis. b). Mengecek pemahaman murid. c). Membangkitkan respon. d). Mengetahui sejauh mana keingintahuan murid. e). Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui murid. f). Memfokuskan perhatian murid pada sesuatu yang diketahui guru. g). Membangkitkan lebih banyak pertanyaan dari murid. h). Menyegarkan kembali pengetahuan murid.. 13.

(33) 4) Masyarakat Belajar ( Learning Community ) Konsep learning comunity menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari “sharing” antara teman, kelompok dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Dalam masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran. Seorang yang terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi yang diperluas oleh teman belajarnya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajar. 5) Pemodelan (Modeling) Pemodelan maksudnya, dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar”. Guru memberi contoh tentang cara bekerja sesuatu, sebelum murid melaksanakan tugas. Dalam pendekatan kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan murid. Seorang murid bisa ditunjuk untuk memberi contoh kepada temannya (tutor sebaya). 6) Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berfikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan di masa yang lalu. Murid mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari 14.

(34) pengetahuan sebelumnya. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. Pada akhir pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar murid melakukan refleksi. Realitasnya berupa : pertanyaan langsung apaapa yang diperoleh setelah mengikuti peajaran, catatan atau jurnal di buku murid, kesan serta saran murid mengenai pembelajaran hari itu, diskusi hasil karya. 7) Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment) Penilaian atau proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran perkembangan murid. Gambaran perkembanagan belajar murid perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa murid mengalami proses pembelajaran dengan benar. Karena assessment menekankan proses pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan murid pada saat melakukan proses pembelajaran. Penilaian autentik dapat dilaksanakan sebelum dan sesudah pembelajaran, bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif, penekanan penilaian adalah keterampilan dan kemampuan, berkesinambungan, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai umpan balik. Sedangkan untuk menilai prestasi belajar murid dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain : proyek / kegiatan dan laporannya, PR, kuis, karya wisata, presentasi, demonstrasi, laporan, hasil tes tertulis dan fortopolio. 15.

(35) b. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1). Kerja sama.. 2). Saling menunjang.. 3). Menyenangkan, tidak membosankan.. 4). Belajar dengan bergairah.. 5). Pembelajaran terintegrasi.. 6). Mengunakan berbagai sumber.. 7). Murid aktif.. 8). Sharing dengan teman.. 9). Murid kritis guru kreatif.. 10) Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya murid, peta-peta, gambar, artikel, humor, dan lain-lain. 11) Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya murid, laporan hasil praktikum, karangan murid, dan lain-lain. Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata murid mendorong murid membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan, dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan konsep itu, hasil belajar diharapkan lebih bermakna bagi murid. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan murid belajar dan bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke murid. 16.

(36) Tugas guru adalah membantu murid untuk mencapai tujuan. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Guru mengelolah kelas dan bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi murid. Murid menemukan sendiri apa yang dipelajari bukan dari kata guru.. B. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep dasar yang digunakan dalam penelitian ini sehingga dapat menunjukkan alur pikir secara. tepat. sekaligus. mampu. mengakomodasi. semua. permasalahan-. permasalahan yang ada dengan cara memecahkan permasalahannya. Permasalahan yang terjadi adalah rendahnya hasil belajar murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. Hasil belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan kontekstual yang dilakukan oleh guru SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar, yang mengakibatkan hasil belajar murid kelas IV dapat meningkat. Secara sederhana, kerangka pikir dapat digambarkan dalam skema berikut:. 17.

(37) Kondisi Awal. Tindakan. Rendahnya Hasil Belajar Matematika Aspek Guru: a. Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru masih bersifat monoton dan hanya sebatas mentransfer ilmu dari guru ke murid, yang hanya bersifat pengetahuan jangka pendek. b. Guru hanya memberikan penjelasan kemudian murid mengerjakan soal latihan dan hafalan. Aspek Siswa: a. Murid kurang berminat dan antusias dalam belajar matematika. b. Pelajaran yang diterima murid kurang berkesan dan bermakna.. Pendekatan Kontekstual ( CTL ). Akhir. Siklus I dan Siklus II. Hasil Belajar Matematika Meningkat. C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka berpikir yang dikemukakan di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah: Jika pendekatan kontekstual diterapkan pada murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar maka hasil belajar dapat meningkat. 18.

(38) BAB III METODE PENELITIAN. A.. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class room action research) dengan tahapan-tahapan pelaksanaannya melalui siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, secara berulang sampai target yang diharapkan dapat tercapai.. B. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah murid 35 orang yang terdiri dari 16 murid laki-laki dan 19 murid perempuan.. C. Faktor yang diselidiki Ada beberapa faktor yang diselidiki dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor proses yakni melihat aktivitas murid selama proses pembelajaran berlangsung. 2. Faktor hasil yakni melihat hasil belajar murid setiap akhir siklus setelah diterapkannya pendekatan kontekstual.. 19.

(39) D. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Secara sistematis keterkaitan antara siklus I dan siklus II dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut:. PELAKSANAAN. PERENCANAAN. SIKLUS I. PENGAMATAN. REFLEKSI. PELAKSANAAN. PERENCANAAN. SIKLUS II. REFLEKSI. 20. PENGAMATAN.

(40) Dalam setiap siklus secara rinci pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : Siklus 1 1. Perencanaan a. Menelaaah kurikulum (silabus dan program pengajaran) Matematika SD Kelas IV Semester II b. Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum sekolah dasar Kelas IV semester II dengan menerapkan pendekatan kontekstual. c. Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan berlangsung. d. Membuat instrumen tes untuk evaluasi hasil belajar Murid 2. Pelaksanaan Tindakan a. Mempersiapkan kondisi murid untuk menerima pelajaran. b. Menjelaskan materi pelajaran melalui pendekatan kontekstual. c. Tanya jawab tentang materi pelajaran baik secara individu atau perkelompok. d. Melontarkan masalah dan memberikan kesempatan kepada murid untuk memecahkan masalah tersebut baik secara individu atau perkelompok sehingga pembelajaran lebih bermakna karena anak yang menemukan dan memecahkan masalah tersebut. e. Memotivasi murid untuk menyelesaikan masalah baik secara individu atau perkelompok.. 21.

(41) f. Selama proses belajar mengajar guru mengawasi, mengarahkan serta memberi bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. g. Mencatat semua kejadian yang dianggap penting selama proses belajar mengajar berlangsung dalam lembar observasi. 3. Tahap Observasi Pada tahap observasi ini digunakan lembar observasi. Observasi dilakukan pada saat guru melakukan proses belajar mengajar. Guru mencatat tentang situasi dan kondisi belajar murid berdasarkan lembar observasi yang sudah disiapkan dalam hal ini mengenai : a. Murid yang hadir pada saat penelitian berlangsung. b. Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran. c. Murid yang aktif bekerjasama dalam kelompok. d. Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis. e. Murid yang meminta izin. f. Murid yang mengerjakan PR g. Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti atau dipahami.. 22.

(42) 4. Refleksi Merefleksi setiap hal yang diperoleh melalui lembar observasi, menilai dan mempelajari perkembangan hasil belajar murid pada akhir siklus I. Dari hasil inilah yang selanjutnya dijadikan acuan peneliti untuk merencanakan perbaikan dan penyempurnaan siklus ke-II, sehingga hasil yang dicapai lebih baik dari siklus sebelumnya. Siklus II Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II relatif sama dengan perencanaan dalam siklus I dengan mengadakan beberapa perbaikan dan menambahkan sesuai dengan hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus I.. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Sumber Data Sumber data dari penelitian adalah murid Kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. 2. Jenis Data a. Kuantitatif merupakan data hasil belajar Murid. b. Kualitatif yang berupa hasil observasi aktivitas murid selama proses penelitian yang mencakup beberapa aspek yang diamati. 3. Instrumen Penelitian a. Tes hasil belajar.. 23.

(43) Tes hasil belajar diambil dengan menggunakan tes akhir pada setiap akhir siklus. b. Lembar Observasi Data proses pembelajaran yang diambil dengan menggunakan lembar observasi 4. Cara Pengumpulan Data a. Data mengenai tingkat penguasaan materi pelajaran yang dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar setiap akhir siklus. b. Data mengenai aktivitas murid yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi selama proses pembelajaran. c. Selama proses belajar mengajar, guru mengawasi, mengarahkan serta memberi bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. d. Mencatat semua kejadian yang dianggap penting selama proses belajar mengajar berlangsung dalam lembar obsevasi.. F. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Untuk jenis data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang terdiri atas rataan (mean), rentang (range), median, standar deviasi, nilai maksimum, nilai minimum yang diperoleh murid pada setiap akhir siklus. Sedangkan untuk data kualitatif diambil dari data hasil observasi dan batas. 24.

(44) Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah yang diperoleh siswa menjadi skor standar (nilai) untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa mengikuti prosedur yang ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional yaitu sebagai berikut: a. Tingkat penguasaan 0 - 54 dikategorikan sangat rendah. b. Tingkat penguasaan 55 - 64 dikategorikan rendah. c. Tingkat penguasaan 65 - 79 dikategorikan sedang. d. Tingkat penguasaan 80 - 89 dikategorikan tinggi. e. Tingkat penguasaan 90 - 100 dikategorikan sangat tinggi. Sedangkan batas kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran Matematika Kelas IV semester II Tahun Pelajaran 2015/2016 di SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar yaitu 65,00.. G. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan skor dari siklus ke siklus yang memperoleh nilai ratarata minimal 70. Dikatakan tuntas secara klasikal apabila minimal 75% dari jumlah siswa yang tuntas individu. Selain itu dapat juga dilihat dari meningkatnya aktivitas belajar murid dalam proses belajar kearah yang lebih baik.. 25.

(45) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif merupakan data hasil belajar matematika murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar yang diperoleh melalui tes hasil belajar matematika yang diberikan sebanyak 2 kali tes, yaitu tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II dimana setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data kualitatif adalah data mengenai hasil observasi aktivitas murid selama proses penelitian yang mencakup beberapa komponen yang diamati dalam proses belajar mengajar melalui penerapan pendekatan kontekstual untuk siklus I dan siklus II pada murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi beberapa siklus yang berdaur ulang dan berkelanjutan dari siklus pertama ke siklus berikutnya. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap siklus dilakukan dengan memberikan tindakan pelatihan dan diakhiri dengan pemberian tes hasil belajar pada Murid. 1. Siklus I (Pertama) a. Rencana Tindakan Pada perencanaan tindakan hal-hal yang dilakukan adalah:. 26.

(46) 1. Menelaah kurikulum (silabus dan program pengajaran) Matematika SD Kelas IV Semester II 2. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan kurikulum sekolah dasar kelas IV semester II dengan menerapkan pendekatan kontekstual. 3. Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan berlangsung 4. Membuat instrumen tes untuk evaluasi hasil belajar Murid. b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan penelitian berlangsung selama kurang lebih 2 (dua) bulan. Penelitian dilakukan 2 siklus, masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar mengacu pada skenario pembelajaran yang telah dibuat. Kemudian memperhatikan keaktifan dan keseriusan murid selama proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan pedoman lembar pengamatan yang telah dibuat. c. Observasi Pada bagian ini akan dibahas tentang hasil tindakan setelah siklus I dilaksanakan, yaitu mencakup hasil belajar murid dan juga aktivitas murid selama diterapkan Pendekatan Kontekstual. Hasil belajar dianalisis secara kuantiatif dan aktivitas murid dianalisis secara kualitatif. Nilai Hasil Belajar Matematika Murid Pada Siklus I Setelah selesai penyajian materi pada siklus I, dilaksanakan tes hasil belajar dalam bentuk ulangan harian. Adapun hasil analisis deskriptif terhadap. 27.

(47) skor perolehan murid setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar Murid pada Siklus I No.. Statistik. Nilai Statistik. 1. Subyek penelitian. 35. 2. Skor ideal. 100. 3. Skor maksimum. 90. 4. Skor minimum. 50. 5. Rentang skor. 40. 6. Rata-rata. 68,3. Sumber : hasil penelitian Tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar Murid pada siklus I adalah 68,3 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100 dan skor terendah yang dicapai adalah 50. Apabila skor dikelompokkan kedalam lima kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor pada tabel dibawah ini: Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Murid pada Siklus I No.. Skor. Kategori. Frekuensi. Persentase(%). 1. 0 – 54. Sangat rendah. 6. 17,1. 2. 55 – 64. Rendah. 8. 22,9. 3. 65– 79. Sedang. 11. 31,4. 4. 80 – 89. Tinggi. 5. 14,3. 5. 90 – 100. Sangat tinggi. 5. 14,3. 35. 100. Jumlah Sumber : hasil penelitian. 28.

(48) Berdasarkan. tabel 4.2 di atas, maka dapat dikemukakan bahwa. kategorisasi skor hasil belajar Murid pada siklus I yaitu dari 35 orang Murid yang menjadi subjek penelitian, terdapat 6 orang yang berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 17,1%, terdapat 8 orang yang berada pada kategori rendah dengan persentase 22,9% , terdapat 11 orang berada pada kategori sedang dengan persentase 31,4% , terdapat 5 orang yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 14,3%, dan terdapat 5 orang yang berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 14,3%. Selanjutnya ketuntasan hasil belajar Murid dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.3 Ketuntasan Hasil Belajar pada Siklus I Persentase Skor. Kategori. Frekuensi. Persentase. 0 – 64. Tidak Tuntas. 14. 40%. 65 – 100. Tuntas. 21. 60%. 35. 100. Jumlah. Berdasarkan tabel 4.3 di atas bahwa hasil belajar yang diperoleh setelah diadakan tes akhir siklus I pada Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar terdapat sebanyak 14 orang Murid yang kategori tidak tuntas dengan persentase 40% dan terdapat 21 orang Murid kategori tuntas dengan persentase 60%. Ini berarti masih ada 14 orang Murid yang belum mencapai KKM yang telah ditentukan dan masih memerlukan bimbingan. Oleh Karena itu masih dilanjutkan pelaksanaan untuk siklus II. Ketuntasan hasil belajar Murid ditunjukkan pada diagram berikut:. 29.

(49) Diagram 1 : Ketuntasan Hasil Belajar Murid pada Siklus I 25 20 15 Tuntas 10. Tidak Tuntas. 5 0 Siklus I. Observasi Aktivitas Murid Pada penelitian ini, aktivitas Murid juga diamati. Aktivitas Murid diamati melalui lembar observasi yang di catat oleh peneliti selama proses belajar mengajar dengan menerapkan pendekatan kontekstual pada siklus I dan siklus II. Aspek-aspek yang diamati adalah Murid yang hadir pada saat penelitian berlangsung, Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran, Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok, Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis, Murid yang meminta izin, Murid yang mengerjakan PR, Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti. Untuk lebih jelasnya hasil observasi aktivitas Murid pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini:. 30.

(50) Tabel 4.4 Aktivitas Belajar Murid Pada Siklus I No 1 2 3 4 5 6. 7. Aspek yang diamati Murid yang hadir pada saat penelitian berlangsung Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran. Pertemuan I II. Persentase (%). 31. 32. 90. 25. 28. 75,7. 27. 30. 81,4. 24. 29. 75,7. 7. 5. 17,1. 27. 31. 82,9. 5. 8. 18,6. Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis Murid yang meminta izin Murid yang mengerjakan PR. Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti/dipahami. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh gambaran mengenai aktivitas belajar Murid selama 2 (dua) kali pertemuan pada siklus pertama. Dari 35 Murid yang diobservasi terkait aspek-aspek aktivitas belajar hasilnya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Persentase kehadiran Murid siklus I sebesar 90%. 2) Pada pertemuan siklus I, proses pembelajaran berlangsung cukup baik walaupun masih ada beberapa Murid yang kurang menyimak dan memperhatikan penjelasan materi yang diberikan oleh guru, dan juga disebabkan pendekatan kontekstual yang masih baru bagi Murid. Murid yang menyimak dan memperhatikan penjelasan guru sekitar 75,7%. 3) Murid yang aktif bekerja sama dengan kelompok hanya sekitar 81,4%.. 31.

(51) 4) Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis sekitar 75,7%. 5) Murid yang meminta izin sekitar 17,1%. 6) Murid yang mengerjakan PR sekitar 82,9%. 7) Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti sekitar 18,6%. d. Refleksi Rangkaian kegiatan berupa perencanaan, tindakan, dan observasi yang telah dilakukan menghasilkan refleksi untuk melihat sejauh mana hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan siklus I. Dan terlihat bahwa adanya keberhasilan dan kegagalan yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yaitu: 1) Masih banyak Murid yang belum terbiasa dalam belajar secara berkelompok. 2) Masih banyak pula Murid yang belum memahami langkah-langkah pendekatan pendekatan yang diterapkan oleh guru. 3) Masih ada 14 orang Murid yang nilainya belum mencapai KKM yang ditentukan. Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus pertama, maka pada pelaksanaan siklus kedua dapat dibuat rencana perbaikan. Perbaikan dilakukan sebelum kegiatan pelaksanaan siklus II, guru harus menjelaskan kembali kepada Murid tentang pendekatan pembelajaran yang diterapkan, serta lebih memotivasi Murid dalam belajar berkelompok.. 32.

(52) 2. Siklus II (Kedua) a. Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, bahwa hasil penguasaan materi penjumlahan belum tercapai secara maksimal karena masih ada 14 Murid yang belum tuntas mencapai KKM. Maka pada siklus II ini perlu disusun rencana tindakan selanjutnya. Pada kegiatan perencanaan ini guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan materi pembelajaran yang akan diajarkan, serta membuat instrumen dan lembar observasi aktivitas Murid yang akan digunakan untuk pertemuan berikutnya. b. Pelaksanaan Tindakan Melakukan kegiatan proses belajar mengajar dengan mengacu pada skenario pembelajaran yang telah dibuat. Kemudian memperhatikan keaktifan dan keseriusan Murid selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengacu pada lembar obsevasi yang telah dibuat. c. Observasi Nilai Hasil Belajar Murid pada Siklus II Setelah selesai penyajian materi pada siklus II, dilaksanakan tes hasil belajar dalam bentuk tes akhir seperti halnya tes pada akhir siklus I sebelumnya. Adapun hasil analisis deskriptif terhadap skor perolehan Murid setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:. 33.

(53) Tabel 4.5 Statistik Skor Hasil Belajar Murid Pada Siklus II No.. Statistik. Nilai Statistik. 1. Subyek penelitian. 35. 2. Skor ideal. 100. 3. Skor maksimum. 100. 4. Skor minimum. 60. 5. Rentang skor. 40. 6. Rata-rata. 80,9. Sumber: hasil penelitian. Tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa skor rata- rata hasil belajar Murid pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 80,9 dan mencapai skor ideal yaitu 100 dengan skor tertinggi adalah 100 dan skor terendah yang dicapai adalah 60. Dari data di atas, jika skor hasil belajar Murid pada siklus II dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi skor yang ditunjukkan pada tabel berikut ini: Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Murid Pada Siklus II No.. Skor. Kategorisasi. Frekuensi. 1. 0 – 54. Sangat rendah. 0. Persentase (%) 0. 2. 55 – 64. Rendah. 2. 5,7. 3. 65 – 79. Sedang. 13. 37,1. 4. 80– 89. Tinggi. 10. 28,6. 5. 90 – 100. Sangat tinggi. 10. 28,6. 35. 100. Jumlah Sumber: hasil penelitian. 34.

(54) Setelah digunakan kategorisasi pada tabel 4.6 di atas, terlihat bahwa dari 35 orang Murid yang menjadi subjek penelitian, tidak ada Murid yang berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 0%, terdapat 2 Murid yang tergolong dari kategori rendah dengan persentase 5,7%, terdapat 13 orang yang berada pada kategori sedang dengan persentase 37,1%, terdapat 10 orang yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 28,6%, dan terdapat 10 orang yang berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 28,6%. Dari hasil diatas terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus II. Selanjutnya ketuntasan hasil belajar Murid pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.7 : Ketuntasan Hasil Belajar pada siklus II Persentase. Kategori. Frekuensi. Persentase. 0 – 64. Tidak tuntas. 2. 5,7%. 65 - 100. Tuntas. 33. 94,3%. 35. 100. Skor. Jumlah. Tingkat ketuntasan belajar Murid pada siklus II yaitu Murid yang tuntas sekitar 94,3% yaitu sebanyak 33 orang Murid dan yang tidak tuntas sekitar 5,7% yaitu sebanyak 2 orang. Hal ini disebabkan karena Murid sudah terbiasa dengan situasi. belajar. mengajar. dengan. menggunakan. pendekatan. Ketuntasan hasil belajar Murid ditunjukkan pada diagram berikut:. 35. kontekstual..

(55) Diagram 2: ketuntasan Hasil Belajar Murid Pada Siklus II 35 30 25 20. Tuntas. 15. Tidak Tuntas. 10 5 0 Siklus II. Observasi Aktivitas Murid Untuk mengetahui perubahan aktivitas Murid pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.8 Aktivitas Belajar Murid Pada Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7. Komponen yang diamati Murid yang hadir pada saat penelitian berlangsung Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis Murid yang meminta izin. Pertemuan I II. Persentase (%). 34. 35. 98,6. 30. 32. 88,6. 29. 33. 88,6. 28. 31. 84,2. 5. 4. 12,9. 30. 33. 90. 7. 11. 25,7. Murid yang mengerjakan PR Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti/dipahami. 36.

(56) Berdasarkan tabel 4.8 di atas, dapat dikemukakan bahwa: 1.. Persentase kehadiran Murid siklus II yaitu mencapai 98,6%.. 2.. Pada pertemuan siklus I, proses pembelajaran berlangsung dengan baik karena Murid sudah mulai terbiasa dalam pelaksanaan pendekatan pembelajaran yang diterapakan. Murid yang menyimak dan memperhatikan penjelasan guru mengalami peningkatan yaitu sekitar 88,6%.. 3.. Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok mengalami peningkatan yaitu sekitar 88,6%.. 4.. Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis yaitu sekitar 84,2%.. 5.. Murid yang meminta izin yaitu sekitar 12,9%.. 6.. Murid yang mengerjakan PR yaitu sekitar 90%.. 7.. Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti atau dipahami yaitu sekitar 25,7%.. d. Refleksi Hasil refleksi pelaksanaan siklus I merupakan gambaran tindakan yang terjadi setelah pelaksanaan siklus II. Siklus II dilaksanakan sebagai perbaikan dari tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada pelaksanaan tindakan siklus II, terlihat adanya peningkatan yang terjadi baik. hasil belajar Murid maupun. aktivitas belajar Murid. Peningkatan nilai hasil belajar Matematika pada siklus II menunjukkan bahwa. proses. pembelajaran. dengan. 37. penerapan. pendekatan. kontekstual.

(57) berlangsung cukup efektif. Perbaikan atau koreksi tindakan yang dilakukan guru dalam mengelola pembelajaran selama siklus II berjalan sesuai dengan yang direncanakan pada refleksi siklus I. Pada siklus II ini terjadi peningkatan hasil belajar Murid, dilihat dari skor rata- rata yang diperoleh Murid yaitu 68,3 pada siklus I kemudian meningkat menjadi 80,9% pada siklus II. Selain itu, aktivitas Murid juga mengalami perubahan kearah yang lebih baik selama proses belajar mengajar berlangsung pada pelaksanaan siklus II.. B. Pembahasan Dalam pembahasan ini peneliti akan menjelaskan tentang peningkatan hasil belajar Matematika Murid dan juga mengenai aktivitas belajar Murid berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dan kualitatif pada siklus I dan siklus II, maka diperoleh hasil bahwa proses belajar mengajar melalui penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar Murid dan juga dapat meningkatkan keaktifan Murid dalam pembelajaran. Skor rata-rata hasil belajar Matematika Murid pada siklus I yaitu 68,3. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan skor rata-rata menjadi 80,9. Untuk lebih jelasnya ditunjukkan pada diagram berikut ini:. 38.

(58) Diagram 3: Skor Rata- Rata Perolehan Murid Pada Siklus I dan Siklus II. Rata-rata 85 80 75. Siklus I. 70. Siklus II. 65 60 Siklus I. Siklus II. Selain itu, ketuntasan belajar Murid mengalami peningkatan. Pada siklus I terdapat 21 orang yang berada pada kategori tuntas dengan persentase 60%, pada siklus II meningkat menjadi 33 orang dengan persentase 94,3 %. Untuk lebih jelasnya ditunjukkan pada diagram berikut: Diagram 4: Ketuntasan Hasil Belajar Murid Pada Siklus I dan II. 100 80 60. TUNTAS. 40. TIDAK TUNTAS. 20 0 SIKLUS I. SIKLUS II. 39.

(59) Selain peningkatan hasil belajar, pada siklus II juga terjadi perubahan aktivitas Murid dari siklus I ke siklus II, terlihat adanya peningkatan kehadiran Murid yaitu dari 90% pada siklus I menjadi 98,6% pada siklus II, Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran meningkat dari 75,7% pada siklus I menjadi 88,6% pada siklus II, Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok meningkat dari 81,4% pada siklus I menjadi 88,6% pada siklus II, Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis meningkat dari 75,7% pada siklus I menjadi 84,2% pada siklus II, Murid yang meminta izin menurun dari 17,1% pada siklus I menjadi 12,9% pada siklus II, Murid yang mengerjakan PR meningkat dari 82,9% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II, Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti atau dipahami meningkat dari 18,6% pada siklus I menjadi 25,7% pada siklus II. Untuk lebih jelasnya tergambar pada diagram dibawah ini: Diagram 5: Aktivitas Murid pada siklus I dan siklus II 100 90 80 70 60 50. SIKLUS I. 40. SIKLUS II. 30 20 10 0 1. 2. 3. 4. 5. 40. 6. 7.

(60) Keterangan: Komponen yang diamati 1) Murid yang hadir pada saat penelitian berlangsung. 2) Murid yang menyimak dan memperhatikan pelajaran 3) Murid yang aktif bekerja sama dalam kelompok 4) Murid yang menjawab pertanyaan atau tampil menyelesaikan soal di papan tulis 5) Murid yang meminta izin 6) Murid yang mengerjakan PR 7) Murid yang bertanya mengenai materi yang belum dimengerti/dipahami Hasil belajar Matematika dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan kontekstual pada Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata- rata hasil belajar Murid yaitu 68,3 pada siklus I mennjadi 80,9 pada siklus II. Jadi, hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa hasil belajar Matematika dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan kontekstual pada Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar. 41.

(61) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan Berdasakan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1.. Skor rata- rata hasil belajar Matematika Murid yang diperoleh yaitu 68,3 pada siklus I dan meningkat menjadi 80,9 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor rata- rata dari siklus I ke siklus II. Jadi, penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar Murid kelas IV SD Inpres Maccini I/1 Kecamatan Makassar Kota Makassar.. 2.. Ketuntasan hasil belajar Murid mengalami peningkatan melalui penerapan Pendekatan Kontekstual. Pada siklus I terdapat 21 orang yang berada pada kategori tuntas dengan persentase 60%, pada siklus II meningkat menjadi 33 orang dengan persentase 94,3%.. 3.. Aktivitas belajar Murid juga mengalami perubahan yang awalnya pada siklus masih ada kendala yang dihadapi. Yaitu, Murid masih belum terbiasa dengan penerapan pendekatan pembelajaran yang digunakan dan masih adanya beberapa Murid yang memerlukan bimbingan dari guru, tetapi pada siklus II sudah mengalami peningkatan aktivitas Murid kearah yang lebih baik.. 42.

(62) B. Saran Sehubungan dengan kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas di atas, maka beberapa saran yang dapat penulis kemukakan sebagai berikut : 1.. Kepada rekan guru Sekolah Dasar, disarankan agar hendaknya pada saat proses belajar mengajar didalam kelas dapat menerapkan pendekatan pembelajaran agar lebih dapat meningkatkan motivasi Murid dalam belajar.. 2.. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah pendekatan kontekstual. yang. dapat. meningkatkan. hasil. belajar. Murid. dalam. pembelajaran Matematika. 3.. Disarankan juga bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat diterapkan pada mata pelajaran lain yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.. 43.

(63) DAFTAR PUSTAKA Agoes Soejanto,. Bimbingan Kearah Belajar Yang Sukses, Rineka Cipta, Jakarta, 1995 Alwi Hasan dkk,. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Tiga, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta, 2007 Asdar Muhammad. Efektivitas Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Reciprocal Teaching Pada Siswa SMU Negeri I Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai. Skripsi FKIP UNM, 2003 C. Asri Budiningsih,. Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta, 2004 Diknas,. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2008 Heruman., Model Pembelajaran Matematika di SD, PT. Remaja Rosdakarya Bandung, 2007 http://ridwan202.wordpress.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar Johnson, Contextual Teaching and Learning, Pengantar A. Chaedar Alwasilah MCL (Mizan Learning Centre), Bandung, 2008 Kamaruddin Syahribulan,. Model Pembelajaran Efektif Di Sekolah Dasar. Modul Pendidikan Dan Pembekalan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM), Makassar, 2008 Muhiddin Syah, Psikologi Belajar. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003 Sardiman AM. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 2001 Suripto, Dkk. Terampil Berhitung Matematika. Penerbit Erlangga, Jakarta, 2007 Tirtonegoro Sutratinah, Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. PT. Bina Aksara, Jakarta, 1984 Wati. M, Efektifitas Pembelajaran Persamaan dan Pertidaksamaan Linear dengan Satu Pembelajaran Melalui Pemberian Tugas disertai dengan Umpan Balik. 44.

(64) pada Siswa Kelas VII SMP Rangkong Dg. Romo Kabupaten Takalar. Skripsi FKIP UMM, 2007. 45.

(65)

(66) 45.

(67) Lampiran 1. RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS I. I.. Nama Sekolah. : SD Inpres Maccini I/1 Makassar. Mata Pelajaran. : Matematika. Kelas / Semester. : IV (Empat) / 2 (Dua). Alokasi Waktu. : 3 x 35 menit. Pertemuan. : Pertama. Standar Kompetensi 5. Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat.. II.. Kompetensi Dasar 5.1 Mengurutkan bilangan bulat. III.. Indikator  Membaca dan menuliskan lambang bilangan bulat  Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan  Mengenal lawan suatu bilangan  Mengurutkan sekelompok bilangan. IV.. Tujuan Pembelajaran  Melalui penjelasan dari guru, siswa dapat membaca dan menuliskan lambang bilangan bulat.. 46.

(68)  Melalui diskusi dengan peragaaan kertas karton bilangan bulat siswa dapat menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan.  Melalui penjelasan siswa dapat mengenal lawan suatu bilangan.  Melalui pemberian contoh siswa dapat mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil atau terbesar.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) dan Tanggung jawab (responsibility ) V.. Materi Ajar Bilangan Bulat. VI.. VII.. Pendekatan dan Metode Pembelajaran . Pendekatan. : Kontekstual. . Metode. : Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab.. Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan awal (± 10 menit) 1. Guru mempersiapkan fasilitas yang terkait dengan pembelajaran 2. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3. Memberi pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. 4. Membagi siswa ke dalam 6 kelompok, tiap-tiap kelompok terdiri dari 45 orang.. 47.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pada hasil belajar dan keaktifan serta tanggapan siswa