• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN KARANG WARU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN KARANG WARU "

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

Kepala Sekolah dan Guru SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Maka sudah sepantasnya kepala sekolah memberikan perannya kepada seluruh guru, termasuk guru pendidikan agama Islam.

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Syarat Menjadi Kepala Sekolah

Karena SMP dan SMA berbeda jenisnya (SMP, SMA, STM, SMK, dll), maka ijazah yang dipersyaratkan seorang kepala sekolah harus sesuai dengan jurusan/jenis sekolah yang dipimpinnya. Seorang Kepala Sekolah harus mempunyai jiwa kebangsaan dan mempunyai falsafah hidup yang sesuai dengan falsafah dan landasan negara kita.

Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru. 25

Mulyasa menyatakan bahwa kepala sekolah harus memenuhi peran berikut untuk mendukung visinya dalam meningkatkan kualitas staf pengajar:48. Dalam mengelola tenaga pengajar, salah satu tugas yang harus dilakukan direktur adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pelatihan lanjutan bagi para guru. Oleh karena itu, kepala sekolah harus dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk upaya peningkatan kompetensi guru.

Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apa yang dapat mendorong kreativitas sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru. Sebagai motivator, kepala sekolah harus mempunyai strategi yang tepat untuk memotivasi tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Peran pemimpin sekolah dapat tercapai apabila seorang pemimpin sekolah memiliki dan memahami prinsip-prinsip menjadi pemimpin pendidikan.

Kepala sekolah merupakan seorang guru yang mempunyai tugas tambahan yaitu membina dan memimpin anggotanya untuk mencapai tujuan. Kepala sekolah harus memiliki pengetahuan sesuai persyaratan yang telah ditentukan Tingkat pendidikan minimal Sarjana (S1).

Tugas dan Syarat Guru

Sedangkan dalam arti sempit adalah orang-orang yang secara sadar bersedia menjadi guru dan dosen. Guru dalam pengertian di atas bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi ilmu pengetahuan tertentu, melainkan merupakan anggota masyarakat yang harus aktif, bebas dan kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya menjadi anggota masyarakat. . sebagai orang dewasa. Wawasan Tugas Guru dan Perkembangan Pendidikan, (Bandung: Friska Agung Insani, 2009), h. 9. Agama Islam diperlukan agar peserta didik mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik, karena pendidikan agama Islam tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu yang terkandung di dalamnya, namun tujuan utamanya adalah agar peserta didik mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik.

Tugas kemanusiaan yaitu sebagai orang tua kedua khususnya pada masa sekolah f) Tugas sosial yaitu mendidik dan mendidik masyarakat agar menjadi warga negara Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab. Selain itu guru merupakan salah satu unsur penyeimbang dalam bidang pendidikan, harus berperan aktif dan menempatkan posisinya sebagai tenaga pengajar yang profesional serta harus sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. setiap rencana kegiatan guru harus diselesaikan dan diprioritaskan dengan tetap menjaga kebaikan yang dibenarkan semata-mata untuk kemaslahatan siswa. Guru merupakan salah satu komponen manusia dalam proses belajar mengajar yang memegang peranan sangat penting dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang potensial.

Selain itu, syarat untuk menjadi seorang guru meliputi syarat fisik, psikis, mental, moral, dan intelektual atau akademik, artinya seorang guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari lembaga pelatihan guru yang menyelenggarakan tugas sebagai guru formal di sekolah. Dengan demikian, syarat yang paling menonjol dan sangat diperlukan untuk menjadi seorang guru adalah ijazah, karena pada umumnya ijazah merupakan bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan suatu pendidikan tertentu, dan dengan ijazah dapat diketahui jurusan apa yang dimilikinya (keahliannya).

Pembinaan Kompetensi Guru

Apalagi guru merupakan salah satu komponen manusia dalam proses belajar mengajar yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Jadi, guru yang berkompeten adalah orang yang mempunyai keterampilan dan kemampuan khusus dalam bidang pengajarannya. Pendidik dan peserta pelatihan tidak hanya sekedar mengenyam pendidikan formal saja, namun juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik dalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai dasar-dasar pendidikan.

Oleh karena itu guru hendaknya mempertimbangkan pengajaran dalam proses belajar mengajar sebagai variabel bebas, yaitu suatu kondisi yang dapat dimanipulasi, serangkaian strategi yang harus diambil dan dilaksanakan oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru diharapkan dapat menyediakan situasi dan kondisi belajar bagi siswa dalam interaksi belajar mengajar. Dengan adanya peran guru tersebut di atas, maka proses belajar mengajar mempunyai konsekuensi bagi guru untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sangat ditentukan oleh peran dan kompetensi guru.

Roestiyah mengungkapkan bahwa guru sebagai pengajar hendaknya memberikan situasi dan kondisi belajar kepada siswa dalam interaksi belajar mengajar. Komponen keterampilan guru dalam mengelola kelas dengan demikian adalah keterampilan yang berkaitan dengan menciptakan dan memelihara kondisi belajar mengajar yang optimal, serta keterampilan yang berkaitan dengan menciptakan kembali kondisi belajar yang optimal dalam proses belajar mengajar.

Kiat-Kiat Peningkatan Kompetensi Guru

Salah satu komponen yang menunjang peningkatan mutu pembelajaran adalah penampilan guru, artinya rangkaian kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pengajaran menentukan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, kami berharap guru benar-benar perlu memiliki kemampuan, keterampilan dan sikap guru yang profesional untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran yang ingin dicapai. Komponen lain yang menunjang peningkatan mutu pembelajaran adalah penguasaan materi/kurikulum, artinya penguasaan materi/kurikulum tentu harus dilakukan oleh guru dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Dengan demikian, kedudukan penguasaan materi ini merupakan kunci yang menentukan keberhasilan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan baik apabila pelaksanaan pembelajaran didukung oleh alat/fasilitas pendidikan yang tersedia. Dengan demikian, pemanfaatan alat/fasilitas pembelajaran diharapkan mendapat perhatian yang baik bagi sekolah dalam upayanya mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran akan dipengaruhi oleh kehadiran atau keadaan masukan dari diri sendiri. Oleh karena itu, upaya penyiapan masukan secara optimal merupakan langkah awal menuju peningkatan kualitas pembelajaran.

Kerangka Berfikir

METODE PENELITIAN

  • Subjek Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Peningkatan Kapasitas Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Kepala sekolah merupakan sosok yang sangat berperan penting dalam pengembangan mutu guru, khususnya guru pendidikan agama Islam di sekolahnya. Faktor penghambat kepala sekolah dalam proses peningkatan kompetensi guru pendidikan agama Islam adalah faktor biaya/dana.

Hal inilah yang menjadi kendala utama kepala sekolah dalam menerapkan sebagian strateginya dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Faktor pendukung kepala sekolah yang pertama dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara adalah adanya kerjasama antar guru dan kepala sekolah lainnya. Faktor penghambat kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara yang pertama adalah permasalahan dari segi sarana prasarana yang kurang menunjang kinerja kegiatan pengajaran.

Kepada kepala SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara perihal kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru. Mulyono Priyono “Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP IT Abu Bakar Yogyakarta”.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Letak Geografis Sekolah

Keadaan dan Jumlah Guru

Jumlah guru di SD Negeri Karang Waru sebanyak 13 orang yang terdiri dari 5 orang guru tetap, 8 orang guru tidak tetap, rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut. Mutu suatu sekolah dapat dilihat dari hasil-hasil yang dihasilkannya, baik dari segi mutu (prestasi dalam bentuk angka, NEM) maupun mutu (moralitas) profesionalisme pendidikan yang menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah dalam hal ini. Dalam hal ini keahlian yang dimaksud penulis adalah relevansi antara pendidikan terakhir guru tersebut dengan bidang studi yang dipelajarinya.

Keadaan Siswa

Visi dan Misi

Struktur Organisasi Sekolah

Hasil Penelitian

  • Faktor Pendukung dan Penghambat Peningkatan Kompetensi

Hal ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam dapat memahami persiapan perangkat pembelajaran yang akan disiapkan di kelas. Pelatihan yang ditawarkan untuk meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam melalui berbagai kegiatan, antara lain pelatihan dan workshop. Iya, demi meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam dan guru lainnya, guru-guru tersebut selalu kami sertakan dalam workshop gan.

Hal ini sejalan dengan wawancara dengan salah satu guru Pendidikan Agama Islam, ujarnya. Misalnya guru Pendidikan Agama Islam melaksanakan seluruh rencana pembelajaran, metode, perangkat dan juga menggunakan fasilitas elektronik. Peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam di SDN Karang Waru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilaksanakan.

Faktor yang mendukung peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam yang pertama adalah kerjasama antar guru itu sendiri. Sehingga kompetensi profesional seluruh guru termasuk guru Pendidikan Agama Islam akan selalu terjaga bahkan selalu ditingkatkan.

Pembahasan

Dari sini kita mengetahui bahwa faktor yang sering menghambat pimpinan sekolah dalam meningkatkan keterampilan guru adalah belum lengkapnya sarana dan prasarana sekolah. Perkembangan kepuasan kerja, kerjasama yang harmonis, minat terhadap pengembangan pendidikan serta pengembangan mutu profesional guru pendidikan agama Islam yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, kepala sekolah harus mampu meningkatkan mutu pembelajaran, yaitu dengan cara

Dalam setiap program pengembangan yang dilakukan sekolah, kepala sekolah selalu fokus pada peningkatan kompetensi profesional guru. Faktor yang mendukung kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam adalah faktor kerjasama antar sesama guru dan antara guru dengan kepala sekolah. Dalam hal ini baik guru maupun kepala sekolah benar-benar melatih kompetensi sosialnya, yaitu dalam arti kerjasama.

Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah selalu bersinergi untuk meminimalisir hal-hal yang masih menghambat peningkatan kompetensi guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Juju Jumriah “Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Guru di SD Negeri 1 Kresek Tangerang Banten”.

PENUTUP

Saran

Serta selalu berusaha meningkatkan kompetensi yang dimilikinya, seperti kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan. Diharapkan kepala sekolah dan guru memberikan komitmen yang tinggi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang diinginkan semua pihak. Kepala sekolah diharapkan selalu memantau dan mengevaluasi setiap proses pembelajaran serta memberikan bimbingan kepada seluruh warga sekolah guna mencapai lingkungan sekolah yang kondusif.

Sarana dan prasarana juga harus terus ditingkatkan agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Nurrina Yuniarti, “Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom Klaten”, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2010 (unpublished).

Gambar

Tabel 6  Jumlah Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Theoretical Linguistics focuses on the examination of the structure of English in all its manifestations (phonetics, phonology, morphology, syntax, grammar at large). Other