PENJUALAN JASA
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“TAFSIR DAN HADIST EKONOMI”
Dosen Pengampu:
Dr. H. Muhammad Arif Lc. MA Disusun oleh:
1. Alwi Jidan Syah (08040220105) 2. Syifa Aulya Putri (08020220091)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2002
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang maha kuasa yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami sebagai pemakalah dapat menyelesaikan makalah ini.
Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari jalan yang gelap menuju jalan terang benderang yaitu addinul Islam wal iman. Makalah “Penjualan Jasa” disusun guna memenuhi tugas Bapak Dr. H. Muhammad Arif Lc. MA. pada mata kuliah Tafsir dan Hadist Ekonomi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Selain itu, kami juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca.
Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya Bapak Dr. H. Muhammad Arif Lc. MA., selaku dosen pada mata kuliah Tafsir dan Hadist Ekonomi yang telah memberikan penugasan ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami menerima semua kritik dan saran yang membangun dari teman - teman untuk dijadikan pembelajaran dalam pembuatan makalah selanjutnya.
Surabaya, 08 Maret 2021
Penulis (Kelompok 13)
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Secara umum, penjualan dapat diartikan sebagai suatu hal yang terjadi untuk mengembangkan rancangan-rancangan yang ditujukan kepada
keinginan konsumen, guna untuk mendapatkan penjualan dengan
menghasilkan laba atau keuntungan bagi produsen. Kegiatan dalam penjualan mempunyai hubungan dengan pemasaran agar dapat melancarkan jalannya penjualan. Perusahaan mewajibkan untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih kompetitif serta mampu menentukan sasaran pemasaran yang tepat. Tidak hanya itu, perusahaan mampu merencanakan strategi pemasaran yang dapat beradaptasi dengan lingkup bisnis terhadap adanya persaingan yang kompetitif, sehingga mampu mencapai target perusahaan yang telah ditentukan.
Perusahan yang bergerak di bidang jasa lebih mengutamakan kepada pelanggan yang menggunakan jasa atau produk pada perusahaan tersebut.
Semakin ketatnya persaingan bisnis akan menyebabkan pelanggan memiliki banyak alternatif, seperti dari segi produk, harga, dan kualitas yang beragam, sehingga perusahaan tetap menjaga kualitas produk atau jasa di mata
pelanggannya. Kualitas pelayanan memiliki hubungan yang ketergantungan dengan kepuasan pelanggan serta memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan akuntansi.
Dengan adanya pengutamaan pelayanan yang baik maka pembeli akan memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Yaitu mencapai laba yang diinginkan melalui peningkatan jumlah pembeli yang terjadi jika pelanggan puas akan fasilitas pelayanan maupun harga yang ditawarkan perusahaan.
B. Rumusan Masalah C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN A. QS. Al-Baqarah : 233
1. Ayat dan Terjemahan
ّنُهُق ْزِر ٗهَلِدْوُلْوَمْلا ىَلَعَو َۗةَعاَض ّرلا ّمِتُي ْنَا َداَرَا ْنَمِل ِنْيَلِم اَك ِنْيَلْوَح ّنُهَد َلْوَا َنْعِضْرُي ُت ٰدِلۈْلَو ىَلَعَو ٖهِدَلَوِب ٗهّل ٌدْوُلْوَم َلَو اَهِدَلَوِۘب ٌةَدِلاَو ّراَضُتَل ۚاَهَعْسُو ّلِا ٌسْفَن ُفّلَكُت َل ِۗفْوُرْعَمْلاِب ّنُهُتَوْسِكَو
ْنَا ْمُتْدَرَا ْنِاَو ۗاَمِهْيَلَع َحاَنُج َلَف ٍرُواَشَتَو اَمُهْنّم ٍضاَرَت ْنَع ًلاَصِفاَداَرَاْنِاَف َۚكِل ٰذ ُلْثِم ِثِراَوْلا اَمِب َا ّنَا اْوُمَلْعاَو َ ٰاا اوُقّتاَو ِۗفْوُرْعَمْلاِب ْمُتْيَتٰا اّم ْمُتْمّلَس اَذِا ْمُكْيَلَع َحاَنُج َلَف ْمُكَدَلْوَا اْوُعِضْرَتْسَت ) ٌرْيِصَب َن ْوُلَمْعَت
٢٣٣ )
Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu
memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
2. Mufradat
ِثِراَوْلا ىَلَعَو ّمِتُي ْنَا َنْعِض ْرُي
Ahli waris pun menyempurnakan hendaknya
(berkewajiban) menyusui
ا ْوُعِض ْرَتْسَت ْنَا ٍرُواَشَتَو ًلاَصِف
Menyusukan dan permusyawaratan menyapih
ْمُتْيَتٰا اّم pembayaran 3. Asbabun Nuzul
Pada ayat ini (Al Baqarah : 233) menjelaskan tentang hukum radha'ah, yang mana mempunyai hubungan sangat erat dengan ayat sebelumnya, karena ayat sebelumnya menjelaskan tentang nikah, thalaq serta hal lain yang berkaitan dengan hukum keluarga (pernikahan). Sebagai akibat dari perilaku thalaq, maka tidak sedikit seorang istri merasa sakit hati dan ingin melampiaskan dendam.
Pelampiasan ini mereka lakukan dengan cara bersikap acuh kepada anak mereka yang masih kecil bahkan sampai tidak mau untuk memberikan Air Susu Ibu yang sangat dibutuhkan oleh anak bayinya. Oleh sebab itulah ayat ini diturunkan sebagai perempuan-perempuan yang ditalak untuk tetap memberikan perhatian dan kasih sayang dengan sepenuh hati dan kerelaan kepada anaknya.
B. QS. Az-Zukhruf : 32
1. Ayat dan Terjemahan
ٍت ٰجَرَد ٍضْعَب َقْوَف ْمُهَضْعَب اَنْعَفَرَو ۙاَيْنُدلا ِةوٰيَحْلا ىِف ْمُهَتَشْيِعّم ْمُهَنْيَب اَنْمَسَق ُنْحَن َۗكّبَر َتَمْحَر َنْوُمِسْقَي ْمُهَا ) َن ْوُعَمْجَي اّمّم ٌرْيَخ َكّبَر ُتَمْحَرَو ۗاًايِرْخُس اًضْعَب ْمُهُضْعَب َذِخّتَيّل
٣٢ )
Artinya:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat
mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
2. Mufradat
ْمُهَتَشْيِعّم َن ْوُمِسْقَي penghidupan mereka mereka membagi-
bagi
ۗاًايِرْخُس َذِخّتَيّل
pekerjaan agar mengambil
3. Asbabun Nuzul
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.
dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
(az-Zukhruf: 31-32)
*mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad s.a.w., Karena menurut pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang Kaya raya dan berpengaruh.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa al-Walid bin al-Mughirah berkata: “Sekiranya apa yang dikatakan oleh Muhammad itu benar (bahwa al-Qur’an itu dari Allah), pasti al-Qur’an ini diturunkan kepadaku atau kepada
Mas’ud ats-Tsaqifi.” Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 31-32) yang menegaskan bahwa Allah yang berhak mengutus Nabi- Nya sesuai dengan kekuasaan-Nya.
C. QS. Al-Qasas : 26-27
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
B. Saran