Penugasan 1. Lean Manufacturing
Nama kelompok : Kelompok 8
Kelas : A
Dosen Pengampu : Muchamad Sugarinda, ST.,MT.
Anggota tim :
1. Nasywa Sayyidina Putri / 21522246 2. Muhammad Irfan Mumtaza / 21522280 3. Fadhlan Ardhi Asshiddiqy / 21522286
4. Muhammad Aunur Rahim Ghaffar Tuasikal / 21522292
Penugasan 1. Identifikasi Permasalahan danRoot Cause
Deskripsi Objek amatan
IRSnack(Intan Rahmadhanisnack) meruoakan UMKM yang bergerak di bidang penjualan kripik sayur. UMKM ini berlokasi di Jl. Karanglo No. 59, RT. 04/ RW.01, Sorogenen I, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. UMKM yang berdiri sejak tahun 2000 ini, didirikan oleh Ibu Sri Endah Kurniawati dengan dibantu 4 orang karyawanya. Namun, seringkali terjadiover demandsehingga mengharuskan Ibu Sri memanggil karyawan sementara.
Produksi pada UMKM IRSnackini dilakukan setiap hari dengan kapasitas produksi mencapai 100 – 500 pcs, hal ini dikarenakan terdapatpre orderdari customer. UMKM IRSnackini menerapkan metodeFirst In First Outyang berartiStockbarang pertama yang masuk ke gudang adalahstockpertama yang pertama kali harus di keluarkan, dengan metode ini, kualitas produk UMKM IRSnacktetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
UMKM IRSnackmemiliki 32 macam jenis kripik. Dimana, 6 jenis kripik diantaranya merupakan produk Best seller. Produk tersebut diantara lain; jamur tiram krispi, jamur tiram krispi mercon, tahu krispi, tahu krispi mercon, pare krispi, dan pare krispi mercon. Dalam sebulam, UMKM IRSnackdapat memproduksi 5000 pcs makanan kemasan dan dapat
meningkat hingga 7000 pcs pada periode tertentu, penjualan terbanyak terjadi ketika 2 minggu sebelum dan setelah Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan Perkuliahan ajaran baru. Dari riset yang disebutkan oleh UMKM IRSnack, konsumen terbesar berasal dari mahasiswa.
Identifikasi permasalahan utama
Permasalahan utama pada IR Snack adalah pertumbuhan bisnis yang lambat. IR snack memiliki target untuk meningkatkan penjualan produknya sebesar 5%
pertahun, namun kenyataanya penjualan IR snack hanya meningkat 2% pertahun selama 3 tahun terakhir. Hal ini menandakan adanya gap antara harapan perusahaan untuk pertumbuhan dan kinerja yang sebenarnya, yang bisa mengakibatkan dampak negatif pada UMKM dalam jangka panjang. UMKM dapat menetapkan target untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Hal ini dapat mencakup penggunaan teknologi untuk mengotomatisasi proses, pengurangan biaya produksi, atau peningkatan dalam manajemen rantai pasokan. Kondisi real yang terjadi saat ini adalah branding dan pemasaran UMKM yang berkembang lambat sehingga daya saing lemah dan membuat UMKM ini lebih lambat dibandingkan pesaing.
Uraian rincian permasalahan
1. Overproduction,IR snack cenderung mengalami overproduction secara berulang, yang menyebabkan akumulasi stok yang berlebihan. Penyebab utama overproduksi ini seringkali adalah ketidakmampuan dalam
meramalkan permintaan pasar dengan tepat. Dampak dari over produksi ini sangat merugikan karena menyebabkan barang-barang menumpuk di gudang dan akhirnya banyak diakhiri dengan pembuangan.
2. Defectpada produk yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yang dapat mengurangi penujualan. Barang defect yang sampai ke tangan pelanggan akan menyebabkan kurangnya kepercayaan pelanggan yang berdampak negatif terhadap citra merek.
Identifikasi root causes
* maksimum 4 halaman