• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Macam-macam Judul dan Metode Penelitian)

N/A
N/A
Denti Danar

Academic year: 2025

Membagikan "Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Macam-macam Judul dan Metode Penelitian)"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah

“Penulisan Karya Tulis Ilmiah ” Dosen Pengampu: Encep Andriana, M.Pd

Disusun Oleh :

Syerli Rosania (2227230077) Salaisyah Azzahra Mahmudi (2227230085) Sifa (2227230088) Denti Danaryati (2227230098) Fitri Liana (2227230108) Muhamad Zaki Rafsanjani (2227230102)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2024

(2)

i

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa atas segala limpah rahmat dan karunianya berupa nikmat iman dan kesehatan ini akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang syafa’atnya akan kita nantikan kelak.

Adapun penulisan Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Penulisan Karya Tulis Ilmiah”. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung serta membantu dalam penyelesaian Makalah ini. Harapan kami, semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat makalah ini dengan baik. Oleh karena itu, dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan dan saran guna penyempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Serang, 29 September 2024

Penyusun

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan ... 2

BAB II ... 3

PEMBAHASAN ... 3

A. Definisi Jurnal dan Judul... 3

B. Macam-Macam Judul ... 6

C. Kuantitatif ... 8

D. Kualitatif ... 12

E. Penelitian Campuran (Mixed Methods) ... 16

F. Cara membuat Judul Yang baik ... 21

BAB III ... 28

PENUTUP ... 28

A. Kesimpulan ... 28

B. Saran ... 28

DAFTAR PUSTAKA ... 29

(4)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karya tulis adalah sebuah hasil pemikiran seseorang yang diekspresikan dalam bentuk tulisan agar dapat dibaca dan bermanfaat bagi pembacanya.

Sebuah pemikiran atau gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Sebuah karya tulis pada umumnya disajikan dalam bidang tertentu dan disusun berdasarkan sistematika dan aturan tertentu yang digunakan sebagai bahan informasi atau laporan kegiatan atau temuantemuan tertentu dalam sebuah penelitian.

Langkah awal dalam menulis karya ilmiah adalah dengan menentukan judul yang menarik, dan tidak banyak dibahas oleh penulis lain. selain menentukan judul yang menarik, dalam penulisan karya ilmiah juga menggunakan beberapa metode yang harus di perhatikan, adapun beberapa metodenya yaitu, metode kualitatif, metode kuantitatif, dan metode campuran (Mixed Method Research)

B. Rumusan Masalah

Dari penjelasan di atas, penulis mengemukakan rumusan masalah pada makalah ini, yaitu sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan jurnal dan judul?

2. Apa saja macam-macam judul pada jurnal?

3. Apakah yang dimaksud dengan judul kuantitatif?

4. Apakah yang dimaksud dengan judul kualitatif?

5. Apakah yang dimaksud dengan judul penelitian campuran (Mixed Methods)?

(5)

2

6. Bagaimana cara membuat judul yang baik?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan judul dan jurnal

2. Untuk mengetahui macam-macam judul pada jurnal (karya tulis ilmiah) 3. Untuk mengetahui judul kuantitatif

4. Untuk mengetahui judul kualitatif

5. Untuk mengetahui judul penelitian campuran (Mixed Methods)?

6. Untuk mengetahui cara membuat judul yang baik

D. Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut :;

1. Dapat mengetahui pengertian judul dan jurnal 2. Dapat mengetahui macam – macam judul pada jurnal 3. Dapat mengetahui contoh judul kuantitatif

4. Dapat mengetahui contoh judul kualitatif

5. Dapat mengetahui contoh judul penelitian campuran (Mixed Methods)?

6. Dapat mengetahui cara membuat judul yang baik

(6)

3 BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Jurnal dan Judul 1. Pengertian Jurnal

Jurnal merupakan publikasi yang berisi artikel ilmiah yang merupakan hasil dari penelitian seseorang atau sekelompok orang.dalam kriteria jurnal ada beberapa bagian yang harus dipahami dalam pengertian jurnal sendiri, jurnal bedasarkan kriterian terbagi menjadi 6 yaitu jurnal ilmiah,jurnal terakreditasi, jurnal nasional,jurnal nasional terakreditasi,jurnal internasional,dan jurnal internasional bereputasi.

a) Jurnal Ilmiah adalah bentuk pemberitaan formal yang memuat karya ilmiah dan diterbitkan secara regular berjadwal dalam bentuk elektronik dan/atau tercetak (Permenristekdikti 9 Tahun 2018).

b) Jurnal terakreditasi adalah jurnal ilmiah yang mendapat penilaian dan dinyatakan memenuhi syarat menyandang predikat terakreditasi oleh Kementerian/Lembaga yang berwenang.

c) Jurnal nasional adalah terbitan berkala dengan kriteria (Pedoman Publikasi Ilmiah; 2017):

1) Karya ilmiah ditulis sesuai kaidah ilmiah dan etika keilmuan 2) Mempunyai ISSN (International Standard Serial Number);

tersedia terbitan versi daring (online);

3) Pengelolaannya profesional: konsisten terbit berkala, terdapat petunjuk penulisan, dilengkapi identitas jurnal;

(7)

4

4) Untuk mengomunikasikan hasil penelitian dalam disiplin ilmu tertentu:

5) Untuk masyarakat ilmiah yang memiliki disiplin keilmuan yang relevan;

6) Diterbitkan oleh penerbit, badan ilmiah, organisasi profesi, atau perguruan tinggi dengan unit-unitnya;

7) Menggunakan Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia;

8) Karya ilmiah yang dimuat minimal dari 2 institusi yang berbeda;

dan

9) Memunyai editor para ahli dalam bidangnya dan berasal dari sedikitnya 2 lembaga yang berbeda.

d) Jurnal nasional terakreditasi adalah terbitan ilmiah berkala dengan kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapat status terakreditasi dari Kementerian/Lembaga yang berwenang dengan masa berlaku hasil akreditasi sesuai ketentuan (Pedoman Publikasi Ilmiah; 2017).

e) Jurnal internasional adalah terbitan ilmiah berkala dengan kriteria berikut (Pedoman Publikasi Ilmiah; 2017):

1) Karya ilmiah harus memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan;

2) Mempunyai ISSN (International Standard Serial Number);

3) Menggunakan bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Arab,Rusia, dan Tiongkok);

4) Tersedia versi daring,dikelola secara profesional;

5) Dewan editor nya adalah pakar di bidangnya dan sedikitnya berasal dari 4 negara;

6) Artikel dalam satu terbitan (issue) ditulis oleh penulis dari berbagai negara; dan

7) Memuat karya ilmiah yang berasal dari berbagai negara dalam setiap terbitannya.

(8)

5

f) Jurnal internasional bereputasi adalah terbitan ilmiah internasional berkala, dengan kriteria tambahan terindeks oleh pangkalan data internasional bereputasi, seperti Scopus, dan Web of Science, dan memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters), atau Scimago Journal Rank (SJR), atau mempunyai faktor dampak (SJR) dari SCImago Journal and Country Rank serendah- rendahnya Q3 (kuartil tiga) (Pedoman Publikasi Ilmiah; 2017).

2. Pengertian Judul

Nama dan judul memiliki arti yang sama. Anda dapat memperkirakan apa yang akan dibicarakan atau dibahas dalam buku dengan mengetahui namanya. Dengan judul yang mengatakan bahwa orang "memahami dan menulis wacana", mereka dapat memperkirakan topik utama buku, yaitu bagaimana menulis wacana. Judul lebih mirip dengan subjek diskusi atau topik diskusi. Secara teoretis, judul bukan sinonim dengan topik karya.

Akan tetapi, dalam paragmatis, Anda akan menemukan lebih banyak informasi jika judulnya sama dengan topiknya.

Penulis harus memahami bahwa ada dua jenis judul: "judul langsung"

dan "judul tak langsung". Judul langsung terkait langsung dengan isi berita atau informasi, sehingga jelas hubungannya dengan isi. Judul tak langsung menjiwai seluruh isi tulisan.Judul yang baik harus sesuai dengan topik karya penulis sendiri atau orang lain; jika ditulis oleh orang lain, judul yang direncanakan dapat ditambahkan.

Judul merupakan identitas dari jiwa karya tulis secara keseluruhan, yang berfungsi untuk menjelaskan, menarik perhatian, dan kadang-kadang menentukan lokasi. Judul adalah nama yang digunakan dalam tulisan, buku, bab, kepala berita, dan sebagainya. Judul harus padat, ringkas, dan menarik.

Usahakan judul tulisan Anda tidak lebih dari lima atau sebelas kata, tetapi

(9)

6

cukup untuk menjelaskan isi. Judul memberikan gambaran luas tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkup tulisan.

Judul juga merupakan identitas atau cermin dari jiwa tulisan dan membuat pembaca tertarik untuk membacanya. judul relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah dan tujuan nya.

B. Macam-Macam Judul

Agar mudah diingat, dan tidak menyesatkan, judul harus menggunakan bahasa yang singkat, sederhana dan menarik. Hal tersebut karena judul merupakan pintu akses untuk memudahkan menjumpai suatu karya ilmiah (misalnya jurnal) yang sesuai di mesin pencari. Selain judul, mesin pencari (pangkalan data elektronik) menyimpan nama pengarang, abstrak serta kata kunci.

Umumnya, semua jenis judul tidak ada yang sempurna sebab didasarkan pada tema penelitian, preferensi serta penilaian subjektif dari penulis. Penulis harus memerhatikan gaya jurnal sasaran sebelum memilih jenis judul. Penulis judul harus mengikuti kaidah penulisan yang baik, yaitu : akurat, singkat dan jelas (10-15 kata), menarik, tidak terdiri dari singkat dan jargon yang tidak umum digunakan, tidak memasukkan angka, seiras dengan isi jurnal, memasukkan kata kunci.

Jenis judul dibagi berdasarkan sifat dan kontruksi kalimat. Berikut adalah penjelasannya.

1. Jenis judul berdasarkan sifat terbagi menjadi tiga, yaitu : a. Deskriptif

Jenis judul ini mengutamakan hal esensial seperti subjek penelitian, desain, intervensi, pembanding dan luaran (laporan komprehensif/penelitian) dalam tema penelitian yang dilakukan.

Tetapi tidak menampilkan suatu hasil atau simpulan. Judul ini menginformasikan secara utuh tentang isi jurnal dan menciptakan pembaca yang objektif untuk berpikir luas. Judul ini memiliki

(10)

7

keuntungan yaitu terdiri atas kata kunci yang memudahkan pencaharian dalam mesin pencari daring dan meningkatkan kesempatan untuk dibaca dan mengutip kembali kata-kata yang telah ditulis(disitir).

Contoh Judulnya = “antibakteri pneumonia jangka pendek versus jangka panjang: uji coba terkontrol secara acak”.

b. Deklaratif

Jenis judul ini memfokuskan pada pemaparan hasil temuan utama penelitian.

Contoh Judulnya : “Terapi antibakteri jangka pendek untuk pneumonia yang didapat dari komunitas: uji coba terkontrol secara acak”.

c. Interogatif

Judul jurnal ini memasukkan pertanyaan penelitian. Kelebihan judul ini yaitu : mampu membuat tema lebih impresif dan menyebabkan karya tulis ilmiah(jurnal) banyak diunduh(tetapi rendah untuk dikutip). Kekurangan judul ini adalah pembaca rentan terkecoh karena penggunaan judul yang berlebihan dan tidak memuat isi penelitian. Hal tersebut membuat jenis judul ini tidak direkomendasikan untuk penelitian, meskipun sering kali dipakai untuk karya tulis ilmiah tinjauan naratif(mengidentifikasi dan meringkas yang telah dipublikasikan sebelumnya) dan untuk penelitian dengan hasil yang tidak bermakna(negatif).

Contoh judulnya : “Apakah terapi antibiotik jangka pendek lebih baik daripada terapi antibakteri jangka panjang untuk pneumonia yang didapat dari komunitas?”.

2. Jenis judul berdasarkan konstruksi kalimat

a. Kalimat Nominal adalah Judul yang memasukkan tema atau premis utama penelitian yang dikerjakan. Contoh judulnya :

(11)

8

“Pengaruh ivabradin pada pasien gagal jantung dengan fraksi injeksi rendah”.

b. Kalimat Gabungan merupakan judul yang menggabungkan judul kalimat nominal dan menambahkan sub judul sebagai pemberi informasi yang relevan, seperti lokasi/negara, desain penelitian, jumlah percontoh(sampel), serta frasa bersifat menghasut.

Dibandingkan dengan judul lain, jenis ini memungkinkan lebih tinggi untuk dijadikan referensi kutipan(sitasi)dari penulis lainnya.

Contoh judulnya: “Pengaruh ivabradin pada pasien gagal jantung dengan fraksi injeksi rendah : sebuah kajian sistematis”.

c. Kalimat lengkap(full sentence)

Jenis judul ini adalah mempunyai susunan kata lebih kompleks, bahkan memasukkan hasil penelitian.

Contoh judulnya: “Ivabradin menurunkan denyut jantung pada pasien dengan fraksi injeksi rendah".

C. Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan- temuan baru yang dapt dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur secara statistik atau cara lainnya dari suatu kuantifikasi (pengukuran). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang lebih memusatkan perhatian pada beberapa gejala yang mempunyai karakteristik tertentu dalam kehidupan manusia yaitu berupa variabel. Pada pendekatan kuantitatif, hakikat hubungan di antara variabel variabel nantinya akan di analisis dengan alat uji statistik serta menggunakan teori yang objektif. Kuantitatif suatu jenis penelitian yang terdapat beberapa ciri yang sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas pembuatannya terhadap design penelitian yang digunakan, baik terkait tujuan sampel data, sumber data, maupun metodologinya.

Penelitian kuantitatif memiliki ciri khusus yaitu pada perhitungan / angka / kuantitas. Arikunto (2006) memberikan definisi untuk penelitian kuantitatif

(12)

9

adalah pendekatan penelitian yang menggunakan angka, dimulai dari tahap pengumpulan data, estimasi data, serta pemaparan hasil. Creswell (2012), menjelaskan penelitian kuantitatif mewajibkan seorang peneliti untuk menjelaskan bagaimana suatu variable mempengaruhi variable yang lainnya.

Sedangkan menurut Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang berbasis pada filsafat positivisme untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan pengambilan sampel secara acak, data tersebut nantinya dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian, lalu dianalisis secara kuantitatif/statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. ada beberapa tujuan dari penelitian kuantitatif yaitu untuk pengembangan model matematis, membantu dalam menentukan hubungan antar variable dalam sebuah populasi, membantu dalam menentukan desain penelitian. Ada beberapa jenis metode penelitian kuantitatif diantaranya metode komparatif, deskriptif, dan asosiatif. Kuantitatif memiliki keterkaitan dengan pembuatan suatu karya ilmiah.

1. Hakikat penelitian kuantitatif

Ada beberapa hakikat penilitian kuantitatif diantaranya

a) Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan mengungkap fenomena lepas dari konteksnya.

b) Penelitian kuantitatif memunculkan dirinya dalam model model penelitian eksperimen dan non eksperimen.

c) Penelitian kuantitatif mengarah kepada lingkungan buatan.

2. Pentingnya penelitian kuantitatif

a) Peniliti dapat mengungkap fenomena yang objektif dan dikaji secara kuantitatif.

b) Peniliti ketika menjawab pertanyaan penelitian mampu menggunakan pengukuran yang cermat terhadap variabel penelitian.

(13)

10

c) Peneliti dapat melakukan generalisasi dari hasil penelitian ke wilayah yang lebih luas.

d) Ciri ciri metode penelitian kuantitatif

3. Ciri-ciri penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

a) Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu variabel, yang menghubungkan antara satu variabel dengan variabel lain, nantinya dapat memengaruhi variabel satu dengan variabel lannya, serta terdapat perbedaan antar variabelnya.

b) Metode penelitian kuantitatif, permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang pengaruh, hubungan antara dua variabel atau lebih, dan perbedaan antar variabel.

c) Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menguji teori tertentu yang sudah ada dan dipilih oleh peneliti.

d) Metode penelitian kuantitatif lebih memfungsikan teori sebagai titik tolak menemukan konsep yang terdapat pada teori tersebut, yang kemudian dijadikan variabel.

e) Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis diawal, ketika peneliti telah menetapkan teori yang digunakan.

f) Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.

g) Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa tabel distribusi dari pilihan jawaban-jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti yang berupa angka.

h) Penelitian kuantitatif menggunakan perspektif etik, yaitu data yang dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indikator atau atribut variabel, baik jumlah maupun jenisnya.

i) Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi, karena hendak mengukur variabel. Definisi operasional pada dasarnya merupakan petunjuk untuk mengukur variabel.

(14)

11

j) Penelitian kuantitatif menggunakan penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan persentase, rumus, atau tabel populasi-sampel, sebagai penerapan prinsip keterwakilan.

k) Penelitian kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.

l) Metode penelitian kuantitatif instrumen penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang berfungsi sebagai teknik pengumpulan data.

m) Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistik.

n) Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat hubungan antar variabel.

4. Langkah-langkah Penelitian Kuantitatif

Langkah-langkah penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

a) Mengidentifikasi masalah.

b) Merumuskan masalah.

c) Membatasi masalah.

d) Melakukan studi pustaka atau tinjauan pustaka.

e) Merumuskan beberapa hipotesis atau pertanyaan penelitian.

f) Menentukan pendekatan dan metodologi penelitian.

g) Menentukan variabel dan sumber data h) Menentukan dan menyusun instrument i) Mengumpulkan data

j) Menganalisis data pelaksanaan k) Menarik kesimpulan

l) Menulis laporan pembuatan laporan

(15)

12 D. Kualitatif

1. Definisi Penelitian Kualitatif

Anslem Strauss berpendapat bahwa Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Sedangkan Djam’an berpendapat bahwa, penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada quality atau hal yang terpenting dari sifat suatu barang/jasa. Selain itu, menurut Imam Gunawan penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak dimulai dari teori yang telah dipersiapkan sebelumnya, tetapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami.

Jadi penelitian kualitatif atau disebut juga penelitian natural atau penelitian alamiah adalah jenis penelitian dengan mengutamakan penekanan pada proses dan makna yang tidak diuji, atau diukur dengan setepat-tepatnya dengan data yang berupa data deskriptif. Pada penelitian ini mendeskripsikan kejadian yang di dengar, dirasakan dan dibuat dalam pernyataan naratif atau deskriptif. Jenis penelitian ini berkarakteristik alamiah atau bersetting apa adanya dari fenomena yang terjadi di lapangan yang menitik beratkan pada kualitasnya.

2. Tujuan Penelitian Kualitatif

Soegianto berpendapat bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Pada penelitian kualitatif, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang didapatkan, maka bisa diartikan pula bahwa semakin baik kualitas penelitian tersebut.

Maka dari segi besarnya responden atau objek penelitian, metode penelitian kualitatif memiliki objek yang lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, sebab lebih mengedepankan kedalaman data, bukan kuantitas data.

3. Karakteristik Penelitian Kualitatif

(16)

13

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah yang datanya bersifat kualitatif. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah tetapi penelitian yang bersifat alamiah. Menurut Arikunto karakteristik penelitian kualitatif sebagai berikut:

a) Berpola pikir induktif (empiris-rasional atau bottom up). Metode ini dipakai untuk memperoleh grounded theory, yaitu teori yang berasal dari data dan bukan berasal dari hipotesis. Dengan demikian penelitiannya bersifat generating theory.

b) Sangat mengutamakan dan menghargai persepsi atau pendapat dari partisipan atau narasumber. Minat peneliti banyak tercurah pada persepsi dan makna dari partisipan, yang meliputi:

1) Jati diri 2) Tindakan

3) Interaksi sosialnya 4) Aspek yang berpengaruh 5) Interaksi tindakan

c) Rancangan penelitian bersifat alami/natural, sehingga tidak mempergunakan rancangan penelitian yang bersifat baku seperti pada penelitian kuantitatif.

d) Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami, mencari makna di balik data, menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris, logis dan teoritis.

e) Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data yang diperlukan dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

f) Pengumpulan data dilakukan berdasar fenomonologis, yakni memahami secara mendalam gejala atau fenomonologis.

g) Mengutamakan proses dibandingkan hasil. Penelitian kualitatif lebih berfokus pada munculnya gejala.

(17)

14

h) Peneliti berfungsi sebagai instrument atau alat data, sehingga tidak terpisahkan dengan kegiatan yang diteliti.

i) Analisis data dapat dilakukan selama proses berlangsung dan setelah berlangsung.

j) Hasil penelitian berupa paparan dan penafsiran pada waktu serta situasi tertentu.

k) Penelitian kualitatif disebut juga penelitian alamiah atau naturalistik.

4. Prosedur Penelitian Kualitatif

Prosedur pelaksanaan penelitian kualitatif bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan, serta situasi dan kondisi di lapangan. Secara garis besar tahapan penelitian jenis kualitatif adalah sebagai berikut:

a) Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian b) Mengumpulkan data di lapangan

c) Menganalisis data Merumuskan hasil studi

d) Menyusun rekomendasi untuk pembuatan keputusan 5. Tahapan Penelitian Kualitatif

Dalam Penelitian Kualitatif Ada lima tahap bagi para peneliti jika ingin melakukan penelitian jenis kualitatif, yaitu:

a) Mengangkat permasalahan

b) Memunculkan pertanyaan penelitian c) Mengumpulkan data yang relevan d) Melakukan analisis data

e) Menjawab pertayaan penelitian 6. Tipe-Tipe Penelitian Kualitatif

Berikut beberapa tipe dan strategi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif:

a) Studi Kasus (case studies)

Studi kasus adalah pilihan utama dibandingkan dengan jenis penelitian kualitatif lainnya jika seseorang ingin memahami latar belakang suatu masalah, interaksi individu di dalam suatu unit sosial,

(18)

15

atau mengenai suatu kelompok individu secara mendalam, utuh, holistik, intensif, dan naturalistik. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mendalam dan mendalam tentang situasi atau objek. Kasus yang akan diteliti dapat berupa satu orang, keluarga, satu peristiwa, atau kelompok lain yang cukup terbatas, sehingga peneliti dapat menghayati, memahami, dan memahami bagaimana objek tersebut berfungsi atau bertindak dalam lingkungan alami.

b) Grounded Theory Methodsology

Grounded Theory Methodsology adalah suatu metodologi umum untuk mengembangkan teori melalui penelitian kualitatif yang dilakukan secara sistematis dan mendasar. Teori dibangun berdasarkan data yang dikumpulkan tentang suatu fenomena yang menjadi fokus penelitian. Para ahli/peneliti membangun teori secara induktif dan penelitian fenomena yang tampak di lapangan.

Tidak ada para peneliti yang turun ke lapangan tanpa mempunyai teori, konsep, atau proposisi tentang apa yang akan diamatinya. Dalam penelitian kualitatif (Grounded Theory Methodsology) peneliti akan menemukan teori, konsep, proposisi, dan teori juga dikembangkan di lapangan oleh peneliti. Masalah yang semula penting dan wajar untuk diteliti, setelah turun ke lapangan, mungkin saja berubah, disempurnakan, atau dapat dipersempit fokus persoalannya.

c) Penelitian Historis (Historical Research)

Salah satu tipe penelitian kualitatif adalah penelitian historis.

Penilitian tipe ini bertujuan untuk merekonstruksi kembali secara sistematis, akurat, dan objektif peristiwa masa lalu dengan menggunakan pendekatan normatif dan interpretatif. Menurut Cohen dan Manion, apabila seseorang menggunakan tipe penelitian historis berarti ia melakukan penyelidikan, penilaian, menyintesiskan bukti, dan menetapkan lokasi secara sistemik dan objektif untuk mendapatkan atau

(19)

16

menetapkan fakta dan mengambil kesimpulan yang tepat tentang objek yang telah terjadi di masa lampau.

d) Fenomenologi (Phenomenology)

Fenomenologi merupakan salah satu bentuk penelitian kualitatif tumbuh dan berkembang dalam bidang sosiologi, menjadi pokok kajiannya fenomena yang tampak sebagai subjek penelitian, namun bebas dari unsur prasangka atau subjektivitas peneliti. Peneliti berupaya seoptimal mereduksi dan memurnikan sehingga itulah makna fenomena yang sesungguhnya. Penelitian fenomenologi selalu difokuskan pada menggali, memahami, dan menafsirkan arti fenomena, peristiwa dan hubungannya dengan orang-orang biasa dalam situasi tertentu.

E. Penelitian Campuran (Mixed Methods)

1. Pengertian Metode Penelitian Campuran (Mixed Methods)

Penelitian Campuran (Mixed Methods) merupakan pendekatan baru dalam penelitian, meskipun beberapa peneliti menyatakan bahwa metode penelitian ini bukanlah merupakan pendekatan baru dalam penelitian Hal ini disebabkan banyak peneliti yang telah melakukan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama dalam satu penelitian yang sama. Meskipun demikian, untuk memasukkan bentuk data dari kedua hasil penelitian tersebut terutama dalam hal desain dan metodologi penelitiannya berbeda dan hal ini merupakan hal yang baru dalam metode penelitian campuran ini,

Menurut Creswel dan Clark (2023) penelitian campuran (mixed methods research) merupakan desain penelitian dengan asumsi filosofis di samping sebagai metode inquiry. Sebagai metodologi, penelitian campuran ini melibatkan asumsi filosofis yang membimbing arah pengumpulan dan analisis data, serta mengolah pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif pada banyak fase proses penelitian tersebut.

(20)

17

Jadi metode penelitian campuran (Mixed Methods Research) adalah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yang mencakup landasan filosofis, penggunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan mengombinasikan kedua pendekatan dan penelitian.

Creswell membagi metode campuran menjadi 2 model utama yaitu : a) Model sequential (kombinasi berurutan) yang meliputi sequential

explanatory (kuantitatif-kualitatif) dan sequential exploratory (kualitatif-kuantitatif), dan

b) Model concurrent (kombinasi campuran) yang meliputi concurrent embedded (campuran tidak berimbang) dan concurrent triangulation (campuran berimbang).

2. Perbedaan Mixed Methods dengan metode kualitatif dan kuantitatif

Metode penelitian kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena sosial melalui data non-numerik seperti wawancara dan observasi, sementara metode kuantitatif menguji hipotesis dan mengukur variabel menggunakan data numerik dan analisis statistik. Metode mixed Methods menggabungkan kedua pendekatan ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan validasi yang lebih kuat, dengan memanfaatkan kelebihan masing-masing metode untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang fenomena yang diteliti.

3. Kelebihan dan Kekurangan Mixed Methods

Konsep dasar penelitian ini adalah bahwa menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif menghasilkan gambaran yang lebih lengkap daripada yang mungkin dilakukan dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif murni. Setiap strategi penelitian memiliki kelebihan dan kekurangannya, sehingga para ilmuwan perlu berhati-hati Ketika memutuskan mana yang akan digunakan.

Menurut Hermawan (2019) berikut adalah kelebihan dan kekurangan metode penelitian Campuran (Mixed Methods) diantaranya :

a) Kelebihan

(21)

18

1) Metode penelitian ini dapat menghasilkan fakta lengkap saat meneliti suatu masalah. Metode ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena penelitian. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, peneliti dapat memahami fenomena dari berbagai sudut pandang dan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan holistik.

2) Pelengkap jawaban pada jawaban mengandalkan kesimpulan yang diambil dari studi sebelumnya. Penelitian mix Methods juga memungkinkan peneliti untuk memvalidasi hasil penelitian dengan menggunakan lebih dari satu metode. Ini disebut triangulasi data, di mana peneliti menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data tentang fenomena yang sama. Dengan cara ini, peneliti dapat meningkatkan kepercayaan dan validitas hasil penelitian.

3) Terjadinya Kolaborasi. Metode ini juga memungkinkan peneliti untuk menjelajahi berbagai aspek fenomena penelitian yang mungkin tidak dapat ditangkap oleh metode kualitatif atau kuantitatif saja. Misalnya, metode kualitatif dapat digunakan untuk memahami pengalaman subjek penelitian, sementara metode kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana fenomena tersebut terjadi.

4) Ada berbagai macam pendekatan

Creswell (2014) membagi pendekatan campuran kedalam beberapa bagian, seperti pendekatan penelitian parallel konvergen (convergent parallel mixed Methods), pendekatan penelitian campuran sekuensial eksplanatori (explanatory sequential mixed Methodss), pendekatan penelitian campuran sekuensial eksplonatori (explonatory sequential mixed Methods), pendekatan penelitian campuran transformatif (transformative mixed Methodss), pendekatan penelitian campuran embedded (embedded mixed

(22)

19

Methodss), dan pendekatan penelitian campuran multifase (multiphase mixed Methods).

b) Kekurangan

1) Karena ruang lingkup pendekatan ini melibatkan Campuran dua metodologi terpisah, dan dilakukan secara bersamaan, akan ada masalah jika hanya ada satu penelitian.

2) Ketika menggabungkan dua jenis metodologi penelitian, peneliti perlu menjadi lebih baik dalam menentukan mana yang akan digunakan.

3) Mahalnya biaya yang dikeluarkan 4) Penggunaan waktu yang lama.

4. Desain metode penelitian Campuran (Mixed Methods)

Secara garis besar, terdapat 3 (tiga) model penelitian dalam mixed methods. Ketiga model tersebut adalah desain metode metode campuran parallel konvergen (convergent parallel mixed methods design), desain metode penelitian campuran sekuensial eksplanatori (explanatory sequential mixed methods design), dan desain metode penelitian campuran sekuensial eksploratori (exploratory sequential mixed methods design) (Creswell, 2014).

a) Desain Metode Penelitian Campuran Paralel Konvergen (Convergent Parallel Mixed Methods Design)

(23)

20

Dalam pendekatan ini, peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, menganalisis hasil kedua data tersebut secara terpisah, dan kemudian membandingkan hasilnya untuk melihat apakah temuan penelitian tersebut saling mendukung atau tidak.

Asumsi utama dari pendekatan ini adalah bahwa data kualitatif dan kuantitatif akan memberikan jenis informasi yang berbeda, Yang dimaksud dengan jenis informasi yang berbeda adalah pandangan informan secara rinci yang didapat secara kualititatif dan skor pada instrumen penelitian secara kuantitatif.

Hasil dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif seharusnya menghasilkan kesimpulan yang sama. Tujuan dari desain metode ini adalah mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dari dua data jenis data yang ada, membuktikan hasil dari metode yang berbeda, dan membandingkan beberapa tingkatan dalam suatu system.

b) Desain Metode Penelitian Campuran Sekuensial Eksplanatori (Explanatory Sequential Mixed Methods Design)

Desain penelitian ini bertujuan agar data kualitatif membantu menjelaskan secara lebih jelas dan lebih detail mengenai hasil data kuantitatif yang telah didapat dari tahap pertama penelitian. Prosedur umum yang dilakukan dalam desain metode penelitian ini adalah mengumpulan data dari survey yang telah dilakukan, menganalisis datanya, kemudian memilih responden mana yang sesuai dijadikan informan untuk dilakukan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara. Hasil wawancara inilah yang digunakan untuk memberi penjelasan yang lebih bermakna mengenai tanggapan survey.

(24)

21

c) Desain Metode Penelitian Campuran Sekuesial Eksploratori (Exploratory Sequential Mixed Methods Design)

Tujuan dilakukannya desain metode penelitian campuran sekuensial eksplorasi adalah penelitian dilakukan karena variabel, teori, hipotesis tidak diketahui, untuk mengembangkan instrumen penelitian atau tipologi yang tidak tersedia, untuk menilai apakah data kualitatif dapat digeneralisasikan ke populasi kuantitatif. Peneliti dapat menggunakan desain metode ini apabila:

1) Peneliti dan rumusan masalah penelitian berorientasi kualitatif.

2) Variabel penelitian yang penting tidak diketahui dan instrumen penelitiannya tidak tersedia.

3) Memiliki waktu penelitian untuk melakukan dua tahap.

4) Mempunyai sumber daya yang minimal dan perlu mengumpulkan dan menganalisis satu tipe data pada satu waktu.

F. Cara membuat Judul Yang baik

Jurnal adalah sebuah publikasi periodik dalam bentuk artikel yang diterbitkan secara berkala, dalam hal ini biasanya jurnal diterbitkan pada interval waktu tertentu seperti setiap 4 bulan atau setiap 1 tahun. Jurnal menjadi media untuk mempublikasikan artikel ilmiah yang disusun dosen maupun mahasiswa dan peneliti. Artikel ilmiah ini biasanya berisi hasil penelitian maupun hasil studi literatur.

Dalam proses menyusun artikel ilmiah tersebut, para penulis atau peneliti terikat oleh sejumlah aturan. Pertama dari segi struktur yang mencakup bagian-bagian pokok seperti judul, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode,

(25)

22

hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Kedua dari segi bahasa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bicara mengenai judul, maka perlu memahami bagaimana penulisan judul jurnal yang baik. Terkait penyusunan judul disini, ternyata ada beberapa aturan yang perlu dipahami. Aturan umum penyusunan judul artikel ilmiah sebagai berikut:

1. Jelas dan Ringkas

Aturan yang pertama, sebuah judul artikel ilmiah harus jelas dan ringkas. Seluruh susunan kata di dalam judul mudah dipahami dan tidak terlalu berbelit, sehingga ringkas serta cenderung hemat kata.

2. Spesifik

Aturan yang kedua, judul dibuat spesifik untuk bisa menjelaskan fokus utama dari penelitian yang dilakukan. Jangan sampai fokus utama ini tidak tersampaikan dan judul tidak mencerminkan isi artikel.

3. Tidak Ada Singkatan

Aturan yang ketiga, pada judul tidak ada singkatan. Misalnya untuk kata hubung “yang” Anda tidak bisa menyingkat menjadi “yg”. Sehingga harus ditulis apa adanya, baku, sesuai dengan kaidah kebahasaan dari bahasa yang digunakan pada artikel.

4. Menarik dan Informatif

Judul merupakan gerbang untuk menyambut para pembaca, semakin menarik sambutan Anda maka semakin banyak yang akan masuk untuk membaca isinya. Jadi, judul jurnal wajib dibuat menarik dan informatif.

5. Bukan Pertanyaan

Sebaiknya dalam menyusun judul artikel ilmiah untuk jurnal tidak berbentuk pertanyaan, melainkan pernyataan. Sehingga tidak mengajukan pertanyaan pada pembaca, melainkan menjelaskan suatu fenomena kepada mereka.

6. Menghindari Bias

(26)

23

Aturan berikutnya adalah menghindari penggunaan kosakata yang bermakna bias. Sehingga wajib menggunakan kosakata yang makna jelas dan sesuai dengan konteks dari judul yang dibangun.

7. Panjang Judul yang Ideal

Aturan terakhir atau ketujuh dari pembuatan judul artikel ilmiah untuk jurnal adalah panjang judul harus ideal. Secara umum, panjang judul dikatakan ideal ketiak jumlahnya 10-15 kosakata saja. Beberapa jurnal mungkin memberikan panjang sampai 20 kata atau lebih sedikit, sehingga bisa disesuaikan.

Aturan penulisan judul artikel di jurnal ilmiah biasanya mengacu pada kebijakan pengelola jurnal itu sendiri. Maka ada kemungkinan terdapat perbedaan ketentuan dengan poin-poin yang dijelaskan di atas.

Judul yang menarik dan berbobot setidaknya harus memenuhi tiga hal berikut ini:

1. Objektivitas

Pada sebuah judul harus memuat objek yang jelas dan spesifik. Objek yang kita tuliskan dalam judul sebaiknya mengenai objek yang sudah banyak dikenal orang. Selain itu, dalam judul juga harus tergambar dengan jelas tujuan dan maksud dari suatu penelitian. Dengan begitu, pembaca atau editor akan dengan mudah menentukan sisi menarik dari penelitian yang kita tulis.

Hindarilah judul yang panjang dan berbelit-belit atau sulit untuk dipahami. Jika dari judul saja sudah sulit untuk dipahami maka kemungkinan besar pembaca atau editor akan malas untuk membaca jurnal Anda. Konsekuensinya, jika masih dalam tahap pengajuan maka besar kemungkinan editor akan menolak naskah Anda. Kalaupun sudah lolos terbit, kemungkinan pembaca mensitasi naskah Anda juga kecil.

2. Metode

Dalam judul yang baik harus dicantumkan metode apa yang Anda gunakan dalam penelitian Anda. Misalnya dalam jurnal pendidikan, cantumkan pada judul metode apa yang akan Anda gunakan dalam penelitian Anda untuk

(27)

24

mencapai suatu dampak tertentu. Misalnya metode pembelajaran Student Center untuk mencapai pembelajaran yang lebih efektif serta aktif. Judul yang mencantumkan metode akan terlihat lebih menarik dan meyakinkan penelitiannya. Oleh karena itu akan sangat besar kemungkinan naskah artikel Anda akan dilirik dan diterima pada jurnal yang terindeks Scopus.

3. Signifikansi

Judul yang menarik agar lolos pada jurnal yang terindeks Scopus harus memperlihatkan adanya signifikansi pada penelitiannya. Misalnya, pada jurnal pendidikan signifikansi yang hendak dicapainya adalah memperoleh pembelajaran yang lebih efektif. Judul jurnal yang menarik terlihat dari seberapa besar signifikansi yang yang didapat dari penelitian tersebut. Apabila signifikansinya biasa saja maka penelitiannya pun akan biasanya saja dan kecil kemungkinannya untuk lolos pada jurnal yang terindeks Scopus.

Jika sudah memahami apa saja aturan umum dalam penyusunan judul artikel ilmiah yang akan dipublikasikan ke jurnal. Maka tahap berikutnya adalah memahami bagaimana tata cara menyusun judul jurnal yang baik. Salah satunya agar bisa menembus jurnal terindeks Scopus yang diketahui menjadi jajaran jurnal internasional bereputasi. Beberapa cara dalam menyusun judul artikel agar lebih mudah diterima jurnal terindeks Scopus:

1. Menjelaskan Isi dan Fokus Utama Penelitian

Cara pertama dalam menyusun judul artikel untuk menembus jurnal terindeks Scopus adalah judul tersebut mampu menjelaskan isi dan fokus utama penelitian. Artinya, judul memberi informasi mengenai isi dari penelitian yang dilakukan. Sekaligus memberi informasi kepada pembaca maupun editor jurnal mengenai fokus utama dari penelitian yang dilakukan. Sehingga judul tersebut spesifik pada fokus penelitian dan tidak melebar kemana-mana. Hal ini sesuai dengan aturan umum pembuatan judul jurnal yang baik, dimana memang harus dibuat spesifik. Oleh sebab itu, pahami isi dan fokus utama penelitian Anda dan cantumkan ke judul artikel yang disusun.

(28)

25

2. Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Sederhana

Cara kedua untuk membantu menyusun judul artikel ilmiah yang baik dan dilirik editor jurnal internasional bereputasi adalah menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana. Artinya, Anda perlu memilih kosakata yang maknanya jelas dan tidak terlalu teknis. Makna yang jelas mencegah kosakata tersebut ambigu sehingga membingungkan pembaca. Sementara kosakata tidak teknis mengacu pada pemilihan kosakata umum. Dimana kosakata umum tersebut sudah tentu akan dipahami oleh semua pembaca tanpa terkecuali.

Sehingga kosakata yang paling sering digunakan untuk komunikasi sehari-hari bisa diutamakan.

3. Menggunakan Kata Kunci yang Relevan

Cara ketiga dalam membuat judul jurnal yang menarik minat editor dan juga para pembaca adalah menggunakan kata kunci yang relevan. Kata kunci disini mengacu pada kata kunci yang disusun di dalam akhir abstrak.

Selanjutkan menyebutkan isi dan fokus utama penelitian, sekaligus melihat rincian kata kunci yang paling banyak dicari pembaca. Penggunaan atau penambahan kata kunci relevan pada judul akan memudahkan pembaca menemukan artikel Anda. Apalagi era digital seperti sekarang, banyak dosen, mahasiswa, dan peneliti mencari referensi jurnal dari internet. Ketika mengetik kata kunci yang sama dengan kata kunci di artikel Anda, maka partikel tersebut akan direkomendasikan ke mereka.

4. Menjaga Keunikan dan Originalitas

Cara keempat dalam menyusun judul jurnal yang menarik dan punya peluang lolos jurnal terindeks Scopus adalah menjaga keunikan dan originalitasnya. Artinya, judul yang disusun sebaiknya punya keunikan bukan bersifat umum. Meskipun memilih kata-kata yang sederhana dan umum digunakan, usahakan susunan tidak mirip dengan judul artikel ilmiah lain.

Sehingga terkesan mengikuti arus dan rawan dianggap plagiat meskipun ada modifikasi sedikit. Akan lebih aman jika judul tersebut tampil unik dengan tetap menggunakan kosakata yang makna jelas dan umum digunakan.

(29)

26

Keunikan pada judul akan dianggap sebagai karya baru dan bisa menarik minat pembaca.

5. Sederhana dan Juga Ringkas

Cara kelima dalam menyusun judul jurnal yang menarik dan berpeluang lolos jurnal internasional bereputasi adalah judul tersebut dibuat sederhana dan ringkas. Hal ini sejalan dengan aturan umum penyusunan judul yang sudah dijelaskan. Secara umum, judul memang bisa berbentuk kalimat, hanya saja kalimat pendek. Sehingga biasanya terdiri dari satu sampai dua baris. Panjang judul juga antara 15 sampai 20 kata, meski bisa lebih sedikit. Maka sudah sewajarnya Anda menyusun judul dengan ringkas tanpa pemborosan kata, akan tetapi makna jelas dan mengungkap fokus penelitian yang dilakukan. Semakin sederhana justru semakin menarik minat pembaca.

6. Menggunakan Gaya Tersirat

Dalam menyusun judul jurnal, Anda juga perlu menggunakan gaya tersirat. Dalam KBBI, tersirat berarti tersembunyi atau terkandung (di dalamnya). Sehingga memilih kosakata yang memberi unsur tersirat tersebut, bukan memberi penjelasan gamblang. Lewat langkah ini maka judul yang dibuat akan memberi rasa penasaran kepada pembaca maupun editor jurnal.

Sehingga menarik minat mereka untuk membaca isinya dan memperbesar peluang artikel dianggap layak diterima dan dipublikasikan.

7. Menghindari Kosakata Klise dan Umum

Penting juga bagi Anda untuk menyusun judul artikel ilmiah dengan mencari pendekatan lain. Tujuannya agar tidak menyusun frasa maupun kalimat yang klise dan banyak digunakan penulis lain pada artikel mereka.

Artikel dengan judul “pasaran” dipandang tidak menarik dan tidak memberi kontribusi baru. Meski belum membaca isinya, akan tetapi dugaan seperti secara alami akan terbentuk. Sehingga tidak dianjurkan untuk dilakukan.

8. Judul Mencerminkan Esensi Penelitian

Penulis tentu perlu memahami bahwa judul pada artikel ilmiah dan karya tulis jenis lain adalah ibarat “pintu” untuk mengajak tamu masuk ke

(30)

27

rumah. Sehingga menjadi sebuah ajakan bagi pembaca untuk membaca keseluruhan isi artikel tersebut.

(31)

28 BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Makalah ini membahas pentingnya memahami jurnal dan cara membuat judul yang tepat dalam karya ilmiah. Jurnal merupakan publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian dan dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis, seperti jurnal ilmiah, nasional, terakreditasi, hingga internasional bereputasi.

Dalam membuat judul artikel ilmiah, terdapat tiga jenis judul yang umum digunakan, yaitu judul deskriptif yang menggambarkan subjek penelitian tanpa menyimpulkan hasilnya, judul deklaratif yang menyatakan hasil utama penelitian, dan judul interogatif yang berbentuk pertanyaan yang mencerminkan fokus penelitian.

Metode penelitian yang digunakan juga memengaruhi penulisan judul, seperti metode kuantitatif yang mengandalkan pengukuran numerik, metode kualitatif yang lebih menekankan pada deskripsi mendalam, serta metode campuran (Mixed Methods) yang menggabungkan kedua pendekatan tersebut untuk pemahaman yang lebih komprehensif. Judul yang baik harus singkat, jelas, menarik, dan informatif. Judul juga harus mencerminkan isi penelitian, bebas dari bias, serta tidak mengandung singkatan atau kosakata yang klise.

Dengan membuat judul yang tepat dan mengikuti kaidah penulisan yang baik, penelitian akan lebih mudah ditemukan dan diakui oleh komunitas ilmiah, sehingga dapat berkontribusi lebih luas dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

B. Saran

Menyadari akan masih jauhnya makalah ini dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan submateri- submateri dari suatu makalah dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan

(32)

29

DAFTAR PUSTAKA

Admin. Cara Membuat Judul Jurnal yang Menarik agar Terindeks Scopus. Green

Publisher. Diakses pada september 30, 2024.

https://greenpublisher.id/blog/cara-membuat-judul-jurnal-yang-menarik-agar- terindeks-scopus/

Harahap, N., dan Sazali, H. (2020). Penelitian Kualitatif. Medan: Wal ashri Publishing.

Iqbal, Muhammad. 2020. “Metode Mixed Methods.” Skripsi: 45–69.

Justan, Rahmat, and Abdul Aziz. 2024. “Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).”

Jurnal Ilmiah Multidisiplin 3(2): 253–63.

Kusumastuti, A., Khoiron, AM.(2019). Metode Penelitian Kualitatif. Semarang:

Lembaga Pendidik Sukarno Pressindo (LPSP).

Pujiati. Aturan dan Cara Membuat Judul Jurnal Scopus. Dunia Dosen. Diakses pada september 30, 2024. https://duniadosen.com/judul-jurnal/

Purwanza, Sena Wahyu, Aditya Wardhana, Ainul Mufidah, Yuniarti Reny Renggo, Adrianus Kabubu Hudang, Jan Setiawan, and Darwin. 2022. Media Sains Indonesia Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi.

Rizal, Agus,.Dkk.(2021). Publikasi Dalam Jurnal Medis : Sudut Pandang Editor.

Jakarta : Universitas Indonesia Publishing.

Referensi

Dokumen terkait

Umumnya didasarkan atas penyelidikan bahan-bahan bacaan (data sekunder) atau observasi lapangan. Sebagai Karya Tulis, KTI harus memenuhi syarat-syarat keilmuan, misalnya

Salah satu bentuk dari inovasi dalam pemanfaatan produk ubi jalar ini adalah pembuatan chips berbahan dasar ubi jalar pembuatan Pengembangan ubi jalar

Berdasarkan tabel di atas, ciri utama utama dari PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan. Penemuan dari hasil penelitian diperoleh

Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh, di samping memungkinkan pembandingan secara tepat. Untuk itu

Lampiran 12: Contoh Persetujuan Ujian Kualifikasi Hasil Skripsi PERSETUJUAN UJIAN KUALIFIKASI HASIL SKRIPSI Dewan pembimbing penulisan skripsi Saudari Sri Wardiana Said, NIM:

Kecukupan dan kemutakhiran data serta metodologi : Kecukupan dan kemutakhiran data sudah relevan ditandai dengan memenuhi unsur metodologi penelitian yang tepat berdasarkan data yang

Saran berisi rekomendasi penelitian lebih lanjut yang dapat dilakukan dengan memperhatikan hasil dan keterbatasan penelitian yang telah dilaksanakan.. Daftar Pustaka Daftar pustaka

Langkah-langkahnya meliputi memilih topik yang relevan, melakukan tinjauan pustaka, merumuskan masalah, menyusun metodologi, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyajikan hasil