• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar

N/A
N/A
103 Ela Meliana

Academic year: 2024

Membagikan "Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu syarat mata kuliah Penulisan Ilmiah

Disusun Oleh:

Kelompok I Kelas R6A

Marisa Anisaac 202044500002

Gohan Albert M 202044500072

Ade Putra Ramadhan 202044500078

Adnan Fauzi 202044500088

Ela Meliana 202044500103

Dimas Sugianto 202044500125

M Lutfi Maulana 202044500128

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

2023

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya, dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Adapun tema dari makalah ini adalah “Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar”

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada dosen mata kuliah Penulisan Ilmiah yang telah memberikan tugas ini dan membantu baik secara moral maupun materi. Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman seperjuangan yang telah mendukung sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu.

Penulis menyadari, bahwa makalah yang dibuat ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi penyusunan, bahasa, maupum penulisannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat dapat menambah wawasan bagi pembaca dan untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

Jakarta, 20 Juni 2023

Penyusun

(3)

ii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan Penulisan ... 2

D. Manfaat Penulisan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Pengertian dan Ciri-Ciri Karya Ilmiah ... 3

B. Jenis Karya Ilmiah ... 4

C. Tahap Penulisan Karya Ilmiah ... 9

D. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah ... 12

E. Pengaplikasian Mendeley pada Karya Ilmiah ... 14

BAB III PENUTUP ... 16

A. Simpulan... 16

B. Saran ... 17 DAFTAR PUSTAKA

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif.

Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur. Dalam kegiatan menulis diperlukan pengetahuan yang luas dan pola pikir yang logis.

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang berisi paparan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Artikel lmiah juga biasanya ditulis untuk mencari sebuah jawaban mengenai sesuatu hal yang titeliti dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan tersebut. Biasanya tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis oleh orang lain agar terlihat beda dan terkesan baik.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas dan agar pembahasan masalah sesuai dengan tujuan dan manfaat penulisan yang dicapai maka penulis membuat perumusan sebagai berikut:

1. Apa pengertian dan ciri-ciri karya ilmiah?

(5)

2 2. Apa saja yang termasuk jenis-jenis karya ilmiah?

3. Bagaimana tahap penulisan karya ilmiah?

4. Bagaimana sistematika penulisan karya ilmialh?

C. Tujuan Makalah

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan diatas, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Untuk mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari karya ilmiah.

2. Untuk mengetahui jenis-jenis karya ilmiah.

3. Untuk mengetahui bagaimana tahap-tahap penulisan suatu karya ilmiah.

4. Untuk mengetahui bagaimana sistematika penulisan karya ilmiah.

D. Manfaat Makalah

Adapun manfaat dari makalah ini antara lain:

1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.

2. Melatih dalam menggabungkan hasil bacaan dari berbagai referensi atau sumber.

3. Meningkatkan pengorganisasian fakta atu data secara jelas dan sistematis.

(6)

3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Ciri-ciri Karya Ilmiah 1. Pengertian Karya Ilmiah

Menurut Dwiloka dan Riana (2012:1-2), Karya ilmiah adalah karya sesorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, kumpulan pengalaman, penelitian dan pengentahuan orang lain sebelumnya. Karya ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah penelitian,jadi bukan sekedar pertanggung jawaban peneliti dalam penggunaan sumber daya yang digunakan dalam penelitian. Menurut Brotowidjojo (1985: 8-9), “karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”. Tujuan karya ilmiah adalah agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari lalu didukung atau ditolak oleh pembaca. Karena itu, karya ilmiah harus memenuhi sistematika yang sudah dibakukan supaya tidak sulit untuk mempelajarinya.

2. Ciri-ciri Karya Ilmiah

Ada beberapa ciri yang menandai sebuah karya ilmiah. Ciri-ciri tersebut yaitu.

a. Logis: segala keterangan atau informasi yang disajikan memiliki argumentasi yang dapat diterima dengan akal sehat.

b. Sistematis: segala yang dikemukakan disusun berdasarkan urutan yang berjenjang dan berkesinambungan.

(7)

4 c. Objektif: segala keterangan atau informasi yang dikemukakan itu

menurut apa adanya dan tidak bersifat fiktif.

d. Tuntas dan menyeluruh: segi-segi masalah yang dikemukakan ditelaah secara lengkap atau menyeluruh.

e. Seksama: berusaha menghindarkan diri dari berbagai kesalahan.

f. Jelas: segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud secara jernih.

g. Kebenarannya dapat teruji.

h. Terbuka: sesuatu yang dikemukakan itu dapat berubah seandainya muncul pendapat baru.

i. Berlaku umum: simpulan-simpulannya berlaku bagi semua populasinya.

j. Penyajiannya memperhatikan santun bahasa dan tata tulis yang baku.

B. Jenis Karya Ilmiah

Berikut berbagai macam penyajikan karya ilmiah yang sering banyak ditemukan beserta penjelasan lengkapnya. Antara lain;

1. Laporan Penelitian

Laporan penelitian bisa dikatakan sebagai serangkaian kaidah penulisan laporan yang ditulis setelah sebuah arti penelitian dilaksanakan untuk kemudian dijadikan referensi maupun dijadikan sebagai hasil rujukan. Pembuatan laporan penelitian juga kerapkali akhirnya menjadi bahan dalam publikasi ilmiah.

(8)

5 Adapun untuk contoh dalam penulisan laporan penelitian ini tersaji dalam berbagai bentuk kajian ilmu pengetahuan. Misalnya saja laporan tentang kondisi tanah yang ditulis oleh mahasiswa jurusan teknik sipil dalam pengembangan jalan/infrastruktur di Indonesia.

2. Artikel

Artikel sangat sering dijumpai baik di internet, surat kabar maupun makalah. Singkatnya, pengertian artikel adalah tulisan yang berisikan tentang opini suatu peristiwa yang ditulis secara subyektif. Namun dalam definisi karya ilmiah yang baku, artikel merupakan karya tulis yang disusun agar bisa diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

Oleh karena itu, tujuan artikel harus ditulis dalam kaidah-kaidah keilmuan yang berlaku. Adapun contoh pengggunakan artikel dalam karya ilmiah ini misalnya saja tentang kajian Revolusi Industri 4.0 yang pada saat ini sedang familiar, lantaran mengubah struktur sosial, interkasi sosial, serta mengubah paradigma masyarakat akan komunikasi yang dilakukan.

3. Makalah

Istilah makalah sudah tidak asing lagi terutama di kalangan akademisi. Makalah adalah karya tulis yang isinya mengulas tentang data lapangan yang bersifat empiris dan objektif terhadap suatu permasalahan yang berkembang di masyarakat.

Bukan hanya itu saja, bahkan seirngkali makalah disusun berdasarkan analisa logis penulis atas masalah tertentu. Hasil pemikiran tersebut lalu dituangkan ke dalam makalah sesuai metodologis dan

(9)

6 sistematis yang berlaku. Bagian ini bisa dijumpai ketika ada makalah dengan struktur sebagai berikut.

a. BAB I (Pendahuluan)

Pada bagian BAB 1 berisi tentang pendahuluan, yang isinya antara lain adalah latar belakang, rumusan masalah, tujuan makalah, manfaat makalah.

b. BAB II (Pembahasan)

Pada bagian BAB II dalam makalah ini dibuat dengan susunan Tinjauan Pusatka, Landasan Teori, dan Kajian Makalah yang dibuat.

c. BAB III (Penutup)

Untuk tahapan terakhir dalam pembuatan BAB III di makalah ini berisi tentang kesimpulan serta saran yang dibuat atas tanggapan permasalahan di dalam makalahnya. Sedangkan untuk topik yang diangkat dalam penulisan makalah ini juga beranekaragam kajiannya, antara lain; Pendidikan, contohnya ialah makalah tentang Permasalahan Kurikulum di Indonesia Sosial, contoh penggunaaannya adalah makalah tentang Penyebaran Hoaks di Kalangan Masyarakat Budaya, penulisan makalah bisa membuat tentang Jilbab Sebagai Budaya di Masyarakat Politik, dapat membuat makalah tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu.

4. Kertas Kerja

Kertas kerja biasanya disebuat sebagai paper work hampir mirip dengan makalah. Bedanya hanya terdapat pada cara penyusunannya,

(10)

7 dimana kertas kerja disusun dengan menggunakan analisis yang lebih mendalam. Kertas kerja yang telah disusun selanjutnya akan dipresentasikan di depan para ilmuwan dalam sebuah forum, seminar, atau lokakarya.

Kertas kerja dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya bila kertas kerja yang dipresentasikan disetujui oleh peserta forum bahkan bisa dipublikasaikan dalam jurnal internasional/nasional. Untuk penyelenggarannya terlebih dahlu sabmit abstrak, selanjutnya ialah menulis lengkap tentang laporan penelitian yang dilakukan.

5. Skripsi

Bagi mahasiswa tingkat akhir ada anggapan bahwa skripsi adalah momok untuk segera mendapatkan gelar sarjana. Skripsi merupakan karya ilmiah dalam lingkup penelitian berskala kecil namun dengan pembahasan yang tajam dan mendalam.

Dalam penyusunannya, skripsi disusun berdasarkan opini dan kesimpulan penulis terhadap pemikiran orang lain atas data yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan untuk metodologi penelitian yang dipergunakan bisa mempergunakan data dalam metode kualitatif atau metode penelitian kuantitatif. Kesemua metodologi memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Akan tetapi yang perlu dicatat sesuaikan dengan topik penelitian yang dibuat. Sehingga tidak menjadi rancu dalam proses penganalisisan data dalam penelitian.

6. Tesis

(11)

8 Seperti skripsi, tesis juga menjadi syarat bagi mahasiswa S2 untuk mendapatkan gelar master atau magister. Penelitian tesis lebih mendalam dibanding dengan skripsi. Tesis adalah sebuah karya ilmiah yang isinya menguak pengetahuan baru yang bersifat empirik dan teoritis yang didapat ketika melakukan penelitian.

Maksud empiris adalah pengalaman yang didapat sewaktu melaksanakan penelitian dan teoritik maksudnya adalah melakukan pengujian terhadap teori-teori yang sudah ada sebelumnya.

Bahkan pada proposal penulisan tesis ini bisa lebih cepat dari skripsi akan tetapi juga lebih lambat, sebagai tips untuk penyusunan thesis bisa dijalankan sesuai skripsi penelitian sehingga data-data yang sebelumnya ada bisa ditambahkan atupun di evaluasi

7. Disertasi

. Isi dari disertasi adalah temuan original penulis tentang suatu pendapat yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Karenanya, dalam menyusun disertasi harus dilakukan penelitian yang mendalam dan diangkat dari kajian teoritik dan dukungan fakta empirik. Untuk batas lama dalam penyusunan desertasi ini diberbagai Perguruan Tinggi selama 5 tahunan.

8. Penulisan Populer

Dalam jenis karya ilmiah terakhir adalah artikel populer atau penulisan populer yang kerapkali banyak ditemukan dalam linimasa media online di Indonesia. Bahkan bisa dipublikasakan dalam bentuk artikel dengan bahasa tidak formal. Meskipun demikian untuk penulisannya

(12)

9 haruslah menyertakan data-data penelitian serta penganalisisannya dengan mendalam. Hal ini dijalankan sebagai syarat pemenuhan kaedah baku dalam tinajuan pustakan yang dibuatnya.

Contoh penulisan dalam artikel populer ini mudah ditemukan pada media masa, seperti halnya detik, tirto, atau bahkan sekelas mojok (sebuah media online satire di Indonesia).

9. Laporan Praktikum

Definisi praktikum bisa dikatakan sebagai bagian daripada karangan atau tulisan yang didapat sesui dengan sifat keilmuan yang didasari hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode peneltian tertentu dengan sistematika penulisan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun untuk pembuatan praktikum sendiri bisanya lebih dekat dengan kajian ilmu saintek. Misalnya saja biologi, pertanian, kesehatan, dan lainnya. Meski demikian kadangkala ada ilmu sosial yang mempergunakannya dengan sebutan penelitian lapangan.

Contohnya saja seperti laporan praktikum untuk penyelesaian hama dengan metode penelitian eksperimen atau penelitian lapangan dengan judulnya riset terkait dengan dampak sosial covid 19 pada masyarakat Bangkulu.

C. Tahap Penulisan Karya Ilmiah 1. Menentukan Tema Penelitian

(13)

10 Pertama, dalam menulis karya ilmiah harus menentukan tema penelitian terlebih dahulu. Tema penelitian ini sangat penting dilakukan sebelum mulai menulis karya ilmiah. Sebab tema penelitian ini merupakan inti dari tulisan dalam karya ilmiah yang dibuat. Tema penelitian yang dipilih sebaiknya adalah tema yang sudah dikuasai oleh peneliti, sehingga nantinya proses penulisan akan menjadi mudah.

2. Membuat Kerangka Penelitian

Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan membuat kerangka penelitian. Kerangka penelitian ini akan membantu penulis dalam membatasi tulisannya sehingga karya ilmiah tidak melebar ke berbagai tema lain atau bahkan keluar dari pembahasan utama. Kerangka penelitian ini bisa ditulis dalam bentuk poin-poin dengan judul dan sub- judul yang berhubungan dengan tema penelitian. Selain membantu membatasi tulisan, kerangka penelitian ini juga akan membantu peneliti untuk menentukan alur tulisan karya ilmiah.

3. Menyiapkan Alat dan Bahan Penelitian

Jika kerangka penelitian sudah tersusun, maka langkah berikutnya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan penelitian. Bahan penelitian ini dapat berupa berbagai tulisan, mulai dari buku, jurnal, karya ilmiah lainnya, atau dari berbagai artikel, baik yang berbentuk cetak maupun elektronik. Alat dan bahan yang dikumpulkan tentulah harus sesuai dengan tema penelitian yang sudah ditentukan di langkah awal penulisan karya ilmiah. Penulis dapat mencari sebanyak mungkin alat dan

(14)

11 bahan penelitian. Namun, sebaiknya alat dan bahan penelitian tidak terlalu sedikit maupun terlalu banyak, sebab alat dan bahan penelitian yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit akan membingungkan penulis.

4. Survei Lapangan

Survei lapangan merupakan langkah pengamatan atas objek yang diteliti. Melakukan survei lapangan juga bertujuan untuk mengamati objek yang diteliti, dengan cara menetapkan masalah dan tujuan yang diteliti dan yang akan dijadikan sebagai penelitian dalam karya ilmiah.

5. Mencari dan Mengumpulkan Referensi

Mencari, mengumpulkan, dan membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan karya ilmiah yang sedang ditulis akan membantu penulis mendapatkan pengetahuan baru dan referensi dalam menulis karya ilmiah. Sama seperti saat mengumpulkan bahan, penulis sebaiknya tidak terlalu banyak mencari dan mengumpulkan referensi.

6. Hipotesis

Menyusun hipotesis menjadi langkah untuk menyusun dugaan yang menjadi penyebab objek penelitian karya ilmiah.

7. Rancangan Penelitian

Pembuatan rancangan penelitian ini akan membantu peneliti untuk menggambarkan atau menuliskan rencana proses penelitian yang akan dilakukannya secara keseluruhan.

8. Menentukan Metode yang Sesuai

(15)

12 Hipotesis dan pertanyaan yang dituliskan dalam karya ilmiah akan terjawab jika diteliti dengan menggunakan metode penelitian yang sesuai.

Untuk itu, seorang penulis harus menentukan metode yang sesuai untuk penulisan karya ilmiahnya, misalnya akan menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, atau metode lainnya.

9. Pengumpulan Data dan Analisis

Jika metode penelitian sudah dipilih, maka langkah berikutnya dalam penulisan karya ilmiah adalah melakukan pengumpulan data dan melakukan analisis. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti wawancara atau interview, mengumpulkan data terkait, atau melakukan penelitian terhadap objek penelitian.

10. Pengambilan Keputusan

Pada langkah ini, penulis akan membuat kesimpulan dari data yang sudah didapatkan dan analisis yang dilakukan. Bagian penulisan ini bukan merupakan ringkasan dari analisis, tapi adalah jawaban singkat dari hipotesis yang sudah dibuat oleh penulis.

11. Penutup dan Saran

Bagian terakhir dari penulisan karya ilmiah adalah membuat penutup dan saran. Saran yang dituliskan pada bagian ini didapatkan dari kesimpulan yang sudah dituliskan pada bagian sebelumnya. Bagian saran ini berisi masukan untuk objek atau isu penelitian, dengan melihat berbagai kekurangan yang ditemukan.

D. Sistematika Karya Ilmiah

(16)

13 Bagian atau sistematika makalah yaitu sebagai berikut.

1. Bagian Pendahuluan

Di bagian pendahuluan, masih sama seperti biasanya yang membahas latar belakang (kronologi) mengapa mengangkat masalah yang ada. Berikut beberapa bahasan yang ada di pendahuluan.

a. Latar belakang masalah b. Rumusan masalah c. Tujuan penelitian d. Manfaat penelitian 2. Dasar Teori

Pada bagian kedua ini, dasar teori memiliki banyak hal. Dengan memperdalam dasar teori yang kuat dengan referensi yang jelas dan relevan dengan penelitian, maka sebuah karya ilmiah akan semakin kuat dan baik lagi. Beberapa bagian yang bisa dihahas dalam bab dasar teori, antara lain sebagai berikut.

a. Kerangka teoritis b. Kajian pustaka c. Hipotesis penelitian 3. Data Penelitian

Inilah yang banyak membedakan antara non-ilmiah dan ilmiah.

Dalam data penelitian, akan ditampilkan data apa saja yang digunakan, cara mendapatkan data, data pendukung dan teknik pengolahan datanya. Dengan

(17)

14 mendalami masalah pengolahan data, karya ilmiah akan menjadi lebih baik dan valid.

4. Analisis dan Pembahasan

Bagian ini menjelaskan tentang maksud dari hasil penelitian dan pengolahan data yang dihasilkan. Serta menjelaskan keterkaitan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu. Analisis adalah kegiatan menghitung (menambah, mengurangi, membagi), menimbang-nimbang, membandingkan antara teori dan praktik serta mengkaji satu atau beberapa aspek berdasarkan satu atau berbagai sudut pandang.

5. Penutup

Bagian ini merupakan penutup dari karya ilmiah yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Hal yang wajib diperhatikan adalah pastikan membuat kesimpulan yang bisa menjawab tujuan.

E. Pengaplikasian Mendeley pada Karya Tulis Ilmiah 1. Pengertian Mendeley

Mendeley merupakan aplikasi yang memudahkan mengelola database berupa karya ilmiah. Sehingga seseorang tidak akan kesulitan saat menuliskan daftar pustaka.

2. Tujuan dan Manfaat

Tujuannya untuk mengelola referensi pada karya ilmiah ilustrasi pengerjaan karya ilmiah.

3. Kelebihan menggunakan mendeley yaitu:

(18)

15 a. Semua file yang dimasukkan kedalam Mendeley akan terdeteksi secara otomatis berupa judul, penulis, halaman, volume tipe file, abstrak dan lainnya tanpa perlu memasukkan manual satu persatu.

b. Tulisan dapat disesuaikan oleh penulis karena bisa diedit.

c. Memudahkan kita dalam mengakses karena Mendeley menghubungkan lewat website. Sehingga dapat mengakses kapan pun dan di manapun.

d. Setiap karya ilmiah yang diupload akan berurutan secara otomatis.

4. Tata Cara menggunakan mendeley

a. Konfigurasikan Mendeley dan Microsoft word dengan cara buka Mendeley.

b. Klik menu Tools.

c. Pilih Instal Microsoft Word plugin dan buka Microsoft word.

Untuk menggunakan Mendeley di Microsoft Word a. Buka Mendeley dan klik File

b. Pilih Add File

c. Cari jurnal yang ingin ditambahkan

d. Kembali ke Microsoft Word dan klik Reference e. Pilih Style

f. Klik Insert citation

g. Akan muncul kolom dari Mendeley

h. Klik search dari penulis atau judul tulisan yang dikutip

i. Bila sudah ditemukan, klik OK. Mendeley secara otomatis akan melakukan sitasi.

(19)

16

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan penulisan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Karya ilmiah merupakan suatu karya atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Karya ilmiah memiliki ciri ciri: logis, objektif, sistematis, tuntas dan menyeluruh, seksama, jelas, terbuka dan berlaku umum.

2. Jenis-jenis karya ilmiah meliputi makalah sebagai karya ilmiah yang paling mudah dibuat kemudian kertas kerja, skripsi, tesis dan disertasi.

3. Tahap-tahap penulisan karya ilmiah meliputi persiapan (pemilihan topik, pembatasan topik dan penentuan judul; pembuatan outline atau kerangka karya); pengumpulan data; pengorganisasian dan pengonsepan;

penyuntingan konsep serta pengetikan.

4. Makalah merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang memiliki sistematika penulisan sebagai berikut: bagian pembuka meliputi halaman sampul, daftar isi dan daftar gambar atau tabel; bagian inti meliputi pendahuluan (latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penulisan makalah), teks

(20)

17 utama (pembahasan topik-topik masalah) dan penutup serta pada bagian penutup meliputi daftar isi dan lampiran.

B. Saran

Berdasarkan penulisan dan simpulan di atas maka penyusun memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan permasalahan yang penyusun bahas, yaitu.

1. Dalam menulis karya ilmiah diharapkan penyusun dapat mengkaji berbagai permasalahan sehingga karya tulis dapat menjadi menarik dan bermanfaat bagi pembaca.

2. Mahasiswa seharusnya mengetahui apa saja ciri-ciri karya ilmiah. Selain itu juga, mahasiswa perlu mengetahui tahap-tahap penulisan dan sistematika penulisan karya ilmiah sehingga dalam proses menyusun suatu karya ilmiah tidak mengalami kesalahan yang fatal dan karya ilmiah yang ditulis dapat diterima semua kalangan.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E. Zaenal. (2016). Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarata: PT Grasindo.

Brotowidjojo, Mukayat D. (2003). Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Akademika Presindo.

Dwiloka, Bambang dan Rati Riana (2012). Teknik Penulisan Karya Ilmiah.

Cetakan Kedua, Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ekosusilo, Madyo dan Bambang Triyanto. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.

Semarang: Dahara Prize.

Utami, Murdiana. 2011. ”Bahasa Indonesia 2 Karya Ilmiah”, (Online), http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-karangan-

ilmiah/, diakses pada 19 Juni 2023.

Sammy, Theo. Desember 2022. ”9 Jenis Karya Ilmiah dan Penjelasannya”, (Online), https://penelitianilmiah.com/jenis-karya-ilmiah/, diakses pada 21 Juni 2023.

Referensi

Dokumen terkait

tulis ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi, karya tulis/ makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah gagasan sendiri, tulisan ilmiah populer, prasaran

Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman

Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Akademi Analis Kesehatan Malang 2016 8 Daftar lampiran memuat nomor urut gambar, judul gambar dengan nomor.. halamannya.Penulisan

Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah bagi para santri Pesantren Mahasiswa Al- Hikam Malang  Melakukaan koordinasi dengan tim dosen pendamping an penulisan karya tulis

Tehnik Penulisan Karya Tulis Ilmiah sesuai dengan Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang dikeluarkan oleh Akademi Keperawatan HKBP Balige atau sesuai dengan pedoman

Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman

Penulisan karya ilmiah yang baik dan benar sudah ditentukan, yaitu sesuai dengan tata bahasa Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI dan tata tulis yang disepakati oleh masyarakat

Struktur Karya Tulis Ilmiah: Bagian Pendahuluan, Bagian Inti Pembahasan, dan Bagian Penutup Kaidah khusus dalam penulisan karya tulis ilmiah diantaranya : Penomoran,