• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penulisan Resep

N/A
N/A
putri natalia

Academic year: 2024

Membagikan " Penulisan Resep"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

(2)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

(3)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

(4)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

(5)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

Panduan Ketrampilan Klinik Teknik Penulisan Resep

Tujuan Umum

Mahasiswa mampu menuliskan resep dokter yang benar dan rasional sesuai evidence- based medicine.

Tujuan Khusus

1. Melakukan pemilihan terapi yang benar

2. Menuliskan resep secara benar dengan dosis dan bentuk sediaan obat (BSO) yang tepat

3. Memberikan edukasi terkair pengobatan dalam resep yang diberikan 4. Monitoring hasil terapi dan evaluasi

Tinjauan Teori A. Definisi

Resep menurut Kepmenkes RI No.1197/MENKES/SK/X/2004 adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

B. Tujuan Penulisan Resep

Penulisan resep bertujuan sebagai berikut :

1. Memudahkan dokter dalam pelayanan kesehatan di bidang farmasi 2. Meminimalkan kesalahan dalam pemberian obat

3. Tangung jawab dokter dalam pengawasan distribusi obat 4. Sebagai medical record yang sifatnya rahasia

C. Pembagian Resep

Penulisan resep yang lengkap harus terdiri dari:

1 Inscriptio : nama dokter, alamat dokter, No. telpon dokter, Surat Ijin Praktik (SIP), kota, tanggal resep dibuat oleh dokter

2 Superscriptio (R/) : artinya recipe (Ambillah), di belakang tanda ini tertera nama dan jumlah obat, yang umumnya ditulis dalam bahasa latin.

(6)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1 3 Prescriptio : nama obat, bentuk obat, jumlah obat, cara pembuatan (jika berupa

racikan), dll

4 Signatura : cara pemakaian, jumlah obat, waktu minum

5 Subscriptio : paraf atau tanda tangan dokter yang menulis resep

6 Pro : nama pasien, umur, BB (terutama anak-anak), alamat (jika obat yang diresepkan mengandung narkotika)

D. Cara Membuat Resep :

Bentuk Pulveres (puyer)

Penulisan resep untuk puyer sedikit berbeda, karena kita minta petugas farmasi untuk meracikkan.

Contoh:

R/ Amoksisilin 100mg s. lact q.s.

m.f. pulv. dtd. no. XXI S 3dd pulv I p.c

s. lact q.s. = tambahkan s. lactis secukupnya.

m.f. pulv. dtd. No. XXI = buat dan campurlah dalam bentuk pulveres (puyer), masing- masing dengan dosis di atas sebanyak 21 buah.

Kalau obat penyusun puyernya lebih dari 1, masing-masing obat itu ditulis dalam baris yang terpisah-pisah, lalu di bawahnya dituliskan cara peracikannya.

Bentuk Sirup

Mengandung banyak gula sehingga sering jadi bentuk obat pilihan utama untuk anak- anak. Biasanya bentuk kemasannya dalam flask (fls). Takaran minumnya biasanya sesuai dengan ukuran sendok bawaannya.

Biasa sering ada istilah forte : artinya sediaan yang kadarnya tertinggi.

Contoh: Amoksisilin sirup ada yang 125mg/5cc dan ada yang 250mg/5cc è yang 250mg/5cc ini bisa disingkat jadi Amoksisilin sirup forte.

Bentuk Obat tetes

(7)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1 Obat tetes untuk mata dan telinga tidak beda banyak peresepannya. Cuma penulisan cara pemakaiannya yang berbeda.

Telinga = auric Mata = oculo

Contoh penulisan resep:

R/ Sol H2O2 3% 5cc S 2dd gtt X auric dex R/ Sol Ofloxacin fls No.I

S 2dd gtt II auric dex setelah dicuci R/ Gentamycin eyedrops fls No.I S omnihora gtt I o.d.s

R/ Gentamycin eye ointment 5g tube No.I S 1dd applic o.d.s a.n.

R/ Sulfas atropin eyedrops fls No.I S 3dd gtt I o.d.s

Catatan:

p.c = post coenam = setelah makan d.c = durante coenam = saat makan a.c. = ante coenam = sebelum makan a.n. = ante noctem = sebelum tidur p.r.n = pro re nata (apabila diperlukan) da in caps = masukkan ke dalam kapsul omnihora = tiap jam

o.m. = omni mane = tiap pagi

m.et.v = mane et vespere = pagi dan malam u.e = usus externum = untuk obat luar

applic part dol = oleskan pada daerah yang sakit o.d.s = oculo dextra sinistra = mata kanan kiri

Berikut langkah- langkah penulisan resep :

1. Pertimbangkanlah pemberian obat yang sesuai dengan keadaan dan keluhan pasien, sebelum menuliskan resep untuk pasien.

2. Umumnya kertas resep sudah mencantumkan nama dan alamat dokter yang

(8)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1 berpraktik. Jika belum, tuliskan nama dan alamat Anda sebagai dokter penulis resep, atau nomer telepon yang bisa dihubungi oleh apoteker jika sewaktu- waktu ada masalah dengan resep tersebut.

3. Tuliskan tanggal saat Anda menuliskan resep.

4. Tuliskan resep yang akan Anda berikan kepada pasien sesuai dengan keluhan dan pertimbangan Anda sebagai dokter pemeriksa.

a. Gunakan nama obat generik

b. Sertakan kandungan obat dalam singkatan internasional, misalnya Paracetamol 500 mg.

5. Tuliskan dosis dan jumlah obat. Penulisan dosis ditandai dengan symbol S, kependekan dari Signa (Bahasa Latin untuk “tuliskan”). Bahasa yang digunakan adalah bahasa Latin.

6. Cantumkan nama atau tanda tangan Anda sebagai dokter penulis resep.

7. Gunakanlah tulisan tangan yang mudah dibaca dan dimengerti oleh Apoteker 8. Pada akhir resep, tuliskan nama dan alamat pasien, usia (khususnya untuk

anak dan orang tua)

9. Saat memberikan resep kepada pasien, berikanlah sedikit penjelasan mengenai obat yang Anda berikan. Jika perlu jelaskan instruksi, dan hal-hal penting lainnya (misalnya efek samping) kepada pasien.

Contoh Resep :

(9)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

CHECKLIST PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK TEKNIK PENULISAN RESEP OBAT

NO. ASPEK YANG DINILAI SKOR

0 1 2

1. Mempertimbangkan pemberian obat yang sesuai dengan keadaan dan keluhan pasien, sebelum menuliskan resep untuk pasien.

2. Inscriptio :

Mencantumkan nama dan alamat serta nomer telepon sebagai dokter pemeriksa, yang bisa dihubungi oleh apoteker jika sewaktu-waktu ada masalah dengan resep tersebut.

3. Menuliskan tanggal saat menuliskan resep 4. Prescriptio :

Menuliskan resep yang akan diberikan kepada pasien sesuai dengan keluhan dan pertimbangan sebagai dokter pemeriksa.

a. menggunakan nama obat generik

b. menyertakan kandungan obat dalam singkatan internasional, misalnya Paracetamol 500 mg.

5. Signatura (dosis dan jumlah obat) 6. Subscriptio :

Menutup dan membubuhkan tandatangan atau paraf di akhir resep

7. Menggunakan tulisan tangan yang mudah dibaca dan dimengerti 8. Pro :

Nama, Usia, dan alamat penderita

9. Memberikan penjelasan mengenai obat yang diberikan pada saat menyerahkan resep. (terkait instruksi, dan hal-hal penting lainnya )

Keterangan :

Skor 0 : tidak dilakukan

(10)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1 Skor 1 : dilakukan tapi salah

Skor 2 : dilakukan dengan benar

NILAI = (……../ 18) X 100%

NILAI = …………

Makassar, _________________20….

Penguji,

(………)

(11)

Clinical Skill Laboratory (CSL) 1

Referensi

Dokumen terkait

Daftar Singkatan Latin dalam Resep Dokter – Dokter menulis resep obat untuk pasiennya menggunakan singkatan bahasa latin yang sudah lazim.. Akan tetapi, pada orang awam hal ini

Dalam resep harus memuat: nama dokter, nomor Surat Izin Praktek dokter, alamat dokter, tanggal penulisan resep, tanda tangan dokter, nama pasien, alamat, umur, berat

Kegiatan aktualisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam penulisan resep yang benar dengan cara membuat petunjuk penulisan

ha t ada nja pengg u naan golongan-golongan oba t di Poli­ klinik dan penulisan resep-resep oleh dokter gigi dari obat-obat jang dapat berbahaja pada penggunaan daHS

Penulisan preskripsi dalam blanko resep yang benar (lege artis) Preskripsi lege artis maksudnya adalah ditulis secara jelas, lengkap (memuat 6 unsur yang harus. ada di dalam

Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang diberi kepada apoteker, farmasis pengelola apoteker atau farmasis pengelola apotek untuk

Adapun hal yang perlu diperhatikan agar dapat menulis resep dengan baik dan benar adalah menggunakan tinta yang jelas, nama obat termasuk huruf karakter dan ejaannya, bentuk sediaan,

Dokumen ini berisi panduan langkah demi langkah tentang cara menulis artikel ilmiah yang sesuai dengan standar