• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyebab Kegagalan Sambungan Las

N/A
N/A
Ade Saputra76

Academic year: 2025

Membagikan " Penyebab Kegagalan Sambungan Las"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen Pengampu : Bapak IMAM SYAFAAT, ST, MT.

KEGAGALAN

SAMBUNGAN LAS,

PIPA BOILER & BAUT

(2)

Kelompok 5 B

NANDA RIFQI ULINNUHA 22103011010 SANDIF PRASETYO 21103011063

TAUFIQ HIDAYAT 21103011055

(3)

Sambungan las adalah Sambungan yang dihasilkan dengan menggabungkan dua material melalui proses peleburan. Kualitas las sangat mempengaruhi pada kekuatan, ketahanan, dan umur struktur atau komponen yang dilas.

KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

(4)

JENIS-JENIS SAMBUNGAN LAS

(5)

PENYEBAB KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

Cacat Material: Porositas, retakan, atau inklusi dalam material.

Proses Las yang Buruk: Kesalahan pengaturan parameter las seperti suhu, waktu, dan kecepatan las.

Jenis Sambungan Tidak Tepat: Kesalahan memilih metode las untuk material tertentu.

Pengaruh Lingkungan: Adanya kelembaban atau zat korosif selama atau setelah proses pengelasan.

Fatigue: Akumulasi tegangan berulang pada sambungan las.

(6)

JENIS-JENIS KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

(7)

Incomplete Penetration

Pengelasan tidak sempurna dan terjadi ketika selama pengelasan tumpul, dimana celah antara logam tidak terisi penuh melalui ketebalan sambungan.

Excessive Penetration

Logam las berlebih sehingga menonjol melalui akar las fusi (pantat) yang dibuat dari satu sisi saja.

Undercut

Dimana lasan mengurangi ketebalan penampang logam dasar yang diakibatkan karena tegangan lasan terlalu tinggi, posisi salah, dan kecepatan las terlalu cepat.

Porosity

Cacat akibat udara atau gas terkurung didalam logas las sehingga terbentuklah rongga-rongga kecil atau besar pada hasil lasan.

Overlap

Cacat akibat logam elektroda tidak sepenuhnya menyatu dengan logam dasar. Hal ini terjadi karena kecepatan pengelasan tidak stabil.

(8)

JENIS-JENIS KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

(9)

underfill

Cacat lassan akibat pengisian logam las tidak cukup pada manik las biasanya terjadi karena nilai ampere terlalu rendah dan kecepatan traverse terlalu cepat.

Spatter

Percikan kecil logam cair yang terjadi selama pengalasan.

Excessive Concavity Weld

Cacat las ini terjadi karena ketebalan leher las tidak mencukupi dibandingkan ukuran las yang diinginkan.

Excessive

Cacat ini terjadi ketika logam las dibuat melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk mengisi sambungan las alur padahal ketika membuat las alur tebal logam las harus sama dengan tebal logam dasar.

Unacceptable weld profiles

Cacat ini adalah sebuah bentuk lassan yang tidak memenuhi standar kualitas yang diterapkan karena bisa mengurangi kekuatan dan keamanan. Seperti : Undercut, Overlap, dan Crater.

(10)

PENGUJIAN KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

Uji Visual: Pemeriksaan langsung untuk mengidentifikasi cacat fisik.

Pengujian Ultrasonik (UT): Digunakan untuk mendeteksi porositas atau retakan dalam.

Radiografi: Untuk mengidentifikasi cacat internal tanpa merusak komponen.

Uji Metalografi: Analisa struktur mikro untuk memeriksa ada atau tidaknya cacat.

Pengujian Tarik dan Fatigue: Mengukur ketahanan terhadap tegangan berulang.

(11)

PENCEGAHAN KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS

Prosedur Las yang Baik: Memastikan pengaturan parameter yang optimal, seperti arus, tegangan, dan kecepatan las.

Kualifikasi Pengelasan dan Operator: Operator harus terlatih dan berkualifikasi sesuai standar.

Material dengan Kualitas Tinggi: Menggunakan bahan yang bebas dari inklusi atau cacat lainnya.

Pengawasan Kualitas: Inspeksi secara berkala menggunakan metode NDT untuk mendeteksi cacat sejak dini.

Perlindungan Lingkungan: Melindungi sambungan las dari kelembapan dan bahan korosif saat proses pendinginan.

(12)

Pipa boiler adalah Komponen dalam sistem boiler yang berfungsi mentransfer panas ke fluida (biasanya air) untuk menghasilkan uap. Efisiensi operasi boiler sangat bergantung pada kondisi pipa, mengingat kegagalannya dapat menyebabkan downtime dan kerugian finansial besar.

KEGAGALAN PIPA BOILER

(13)

PENYEBAB KEGAGALAN PIPA BOILER

Korosi: Jenis korosi yang sering terjadi pada pipa boiler dan penyebabnya.

Overheating: Suhu operasi yang berlebihan dapat menyebabkan deformasi pipa.

Fatigue: Akumulasi siklus pemanasan dan pendinginan menyebabkan kelelahan material.

Deposisi: Akumulasi kerak atau mineral yang menghambat perpindahan panas.

Erosi: Kerusakan mekanis akibat aliran fluida yang cepat atau padatan.

(14)

JENIS-JENIS KEGAGALAN PIPA BOILER

(15)

 Scale

Masalah ini terjadi karena feed water mengandung ion Mg atau Ca. Akibatnya akan terjadi penyempitan diameter pipa karena mengumpulnya kerak sehingga menyebabkan transfer panas terhambat dan terjadi hot spot.

 Korosi

Masalah ini terjadi karena feed water mengandung gas yang bersifat korosif (O₂, CO₂ dan NH₃). Akibatnya pipa boiler akan tipis atau bocor.

 Carryover

Masalah ini terjadi karena busa, padatan, butiran air atau gas-gas korosif terbawa oleh steam yang akan masuk ke turbin (inlet turbin). Akibatnya akan menjadi masalah pada turbin dan peralatannya karena terkait dengan kemurnian steam.

(16)

PENGUJIAN KEGAGALAN PIPA BOILER

Metode Uji Visual: Inspeksi awal untuk mengidentifikasi tipe kegagalan.

Pengujian Mikroskopis (SEM/EDS): Untuk menganalisa mikrostruktur dan elemen penyebab kegagalan.

Analisa Spektrometri:

Mengidentifikasi elemen asing atau cacat

pada permukaan pipa.

Pengujian Tarik dan Kekerasan: Mengukur kekuatan material pipa setelah mengalami degradasi.

(17)

PENCEGAHAN KEGAGALAN PIPA BOILER

Perawatan Rutin: Inspeksi rutin untuk mendeteksi korosi atau deposit mineral.

Pemilihan Material yang Tepat: Menggunakan pipa dari material yang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi.

Sistem Pemantauan: Memasang alat pemantauan untuk mendeteksi perubahan suhu dan tekanan secara real-time.

Pengolahan Air yang Efektif: Mencegah pembentukan kerak dan korosi melalui pengolahan kimiawi.

(18)

Baut adalah Komponen mekanis yang digunakan untuk menyatukan dua atau lebih komponen dengan gaya tekan.

Baut harus dapat menahan beban dan lingkungan operasi untuk mencegah kegagalan struktural.

KEGAGALAN BAUT

(19)

PENYEBAB KEGAGALAN BAUT

Overloading (Beban Berlebih): Beban yang melebihi kapasitas baut dapat menyebabkan patah.

Korosi: Lingkungan yang korosif dapat merusak permukaan baut.

Fatigue (Kelelahan Material): Siklus beban berulang menyebabkan kelelahan pada material baut.

Kelonggaran Baut: Gaya gesek yang kurang menyebabkan baut mudah lepas.

Cacat Material: Cacat pada material seperti porositas atau retakan internal.

Pemasangan Tidak Tepat: Torsi pemasangan yang salah menyebabkan ketegangan tidak merata.

(20)

JENIS-JENIS KEGAGALAN BAUT

a) Putus karena tarikan.

b) Putus karena puntiran.

c) Tergeser.

d) Ulir lumur (dol)

(21)

 Patah karena tarikan

masalah ini terjadi ketika baut terkena tarikan biasanya terjadi karena baut tersebut mengalami gaya tarik berlebih yang melebihi batas kekuatan materialnya. Hal ini dapat menyebabkan deformasi (perubahan bentuk) atau kerusakan permanen pada baut. Contohnya baut pada jembatan.

 Patah karena puntiran

Masalah ini terjadi ketika baut mengalami kerusakan struktural karena torsi berlebihan yang melebihi kekuatan materialnya. Hal ini biasanya terjadi ketika baut dikencangkan atau dilepas dengan kekuatan yang terlalu besar atau alat yang tidak sesuai.

Contohnya dalam pemasangan baut pada kendaraan mobil harus memakai kunci torsi.

(22)

 Tergeser

kerusakan tergeser biasanya menunjukkan kerusakan fisik pada bagian ulir atau kepala baut. Hal ini bisa terjadi karena tekanan, gesekan, atau benturan selama pemasangan, pelepasan, atau penggunaan komponen yang melibatkan baut tersebut.

Contohnya memaksakan pemasangan baut yang tidak pas.

 Ulir lumur (dol)

Masalah ini terjadi karena ulir pada baut atau mur kehilangan bentuknya karena tekanan atau gesekan berlebihan. Akibatnya, ulir tidak dapat lagi mencengkeram dengan baik dan kehilangan fungsinya untuk mengikat. Contohnya mengencangkan baut melebihi batas torsi kemampuan bahannya.

(23)

PENGUJIAN KEGAGALAN BAUT

Pengamatan Visual: Identifikasi awal cacat eksternal pada baut.

Scanning Electron Microscopy (SEM): Mengamati detail permukaan patah untuk melihat pola fatigue atau patahan getas.

Uji Kimia (EDS): Menganalisis komposisi material baut untuk identifikasi kontaminasi.

Uji Kekerasan: Mengukur kekerasan material untuk memastikan sesuai spesifikasi.

Uji Ketahanan: Mengukur ketahanan material untuk memastikan sesuai spesifikasi.

Analisa Spektrometri: Mengidentifikasi elemen asing atau cacat dalam baut.

(24)

PENCEGAHAN KEGAGALAN BAUT

Penggunaan Material yang Tepat: Memilih material yang sesuai dengan beban dan kondisi lingkungan.

Pemasangan dengan Torsi yang Tepat: Menggunakan alat torque wrench untuk memastikan baut terpasang dengan kencang.

Desain Anti-Korosi: Penggunaan pelapis atau galvanisasi untuk meningkatkan ketahanan korosi.

Pencegahan Kelelahan (Fatigue) : Menggunakan baut dengan desain anti- fatigue atau melakukan penggantian berkala pada baut yang mengalami siklus beban berulang.

(25)

TERIMA KASIH &

APAKAH ADA PERTANYAAN???

Referensi

Dokumen terkait

menganalisa sejauh mana pengaruh kuat arus dan jenis elektroda terhadap kekuatan tarik pada sambungan las dengan pengelasan Gas Metal Arc

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “Pengaruh Variasi Durasi Gesekan Pada Las Gesek (Friction Welding) Terhadap Kekuatan Sambungan Las Baja ST 42 ” yang

Pengaruh shot peening dan shot peening ulang terhadap umur lelah sambungan las yang telah mengalami pembebanan fatique dapat dilihat pada Gambar 4.. Kurva S-N sambungan las

Pengaruh Variasi Kuat Arus Las Terhadap Kekuatan Sambungan Kombinasi (Trans + Long) Las Material Plat ST-42” Tujuan penelitian yang diharapkan adalah untuk mengetahui

Benda uji dengan sambungan las (non homogen) memiliki sifat diskontinuitas bahan yang menyebabkan aliran plastis tidak terjadi sehingga meningkatkan nilai intensitas

Dalam sambungan las kekuatan tarik ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sifat dari logam induk, sifat HAZ ( Heat Affected Zone ), sifat logam las, parameter pengelasan

Sambungan las adalah sambungan permanen yang didapatkan dari peleburan dari tepi dua benda yang akan disambung dengan atau tidak dengan menggunakan tekanan dan material

Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kekuatan tarik sambungan las SMAW dipengaruhi oleh sudut saat melakukan pengelasan, jenis elektroda