Penyehatan Makanan dan Minuman
“ Uji Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan ”
Annisa Tri Yusnita (122210002) TK II Laila Putri (122210003) TK II Nadila Nur Azizah (122110003) TK III Indira Aprilia Iskandar (122110007) TK III
Andita Dwi Prawaty (122110008) TK III Amelia Dwi Ayu Siti Zuhairini (122110011) TK III
Pengertian Boraks
Boraks berasal dari bahasa Arab yaitu BOURAQ yang berarti kristal lunak yang mengandung unsur-unsur boron, berwarna dan larut dalam air. Boraks merupakan kristal lunak dengan nama kimia Natrium Tetrabonat. Boraks mempunyai nama lain natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat yang seharusnya hanya digunakan dalam industri non pangan.
Karakteristik Boraks antara lain:
a)
Berbentuk kristal putihb)
Tidak berbauc)
Larut dalam aird)
Stabil pada suhu serta tekanan normale)
Boraks dipasaran terkenal dengan nama pijer, petitet, bleng, dan gendar.Dampak Negatif Atau Bahaya Boraks (Bleng) Dalam Makanan
Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk secara langsung, tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan, namun juga melalui kulit. Boraks akan menganggu enzim-enzim metabolisme
Ada beberapa ciri Gejala Keracunan Boraks, antara lain sebagai berikut:
a) Keadaan umum: lemah, sianosis, hipotensi,
b) Terhirup: iritasi membran mukosa, tenggorokan sakit, dan batuk, efek pada sistem saraf pusat berupa hiperaktifitas, agitasi dan kejang.
Aritmia berupa atrial fibrilasi, syok dan asidosis metabolik. Kematian dapat terjadi setelah pemaparan, akibat syok, depresi saraf pusat atau gagal ginjal.
c) Kontak dengan kulit: Eritrodemik rash (merah), iritasi dan gejala seperti orang mabuk, deskuamasi dalam 3- 5 hari setelah pemaparan.
d) Tertelan: mual, muntah, diare, gangguan pencernaan, denyut nadi tidak beraturan, nyeri kepala, gangguan pendengaran dan penglihatan, sianosis, kejang dan koma. Keracunan berat dan kematian umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak dalam 1-7 hari setelah penelanan, sedangkan pada orang dewasa jarang terjadi
Dalam jumlah banyak boraks dapat menimbulkan keracunan kronis akibat tibunan boraks, antara lain:
a) Demam
b) Anuria (tidak terbentuknya urin) c) Koma
d) Merangsang sistem saraf pusat e) Menimbulkan depresi
f) Apatis g) Sianosis
h) Tekanan darah turun i) Kerusakan ginjal j) Pingsan
k) Kematian.
Dampak Positif Atau Manfaat Boraks
Contoh pemanfaatan boraks pada selain dalam makanan:
a) Salah satu bahan untuk membuat keramik b) Campuran membuat kertas
c) Pembasmi kecoa
d) Dapat digunakan untuk mengurangi kesadahan air
Namun, ada beberapa manfaat boraks dalam makanan antara lain:
a) Memberi tekstur yang bagus dan memberi kesan menarik b) Mengawetkan makanan
c) Mengenyalkan dan memberi rasa gurih.
Formalin
Formalin adalah senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atauformalin), merupakan aldehida dengan rumus kimia H2CO, yang berbentuknya gas, atau cair yang dikenal sebagai formalin, atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane. Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.
Manfaat Dan Kegunaan Formalin
a) Sebagai pembunuh kuman, sehingga banyak dipakai dalam pembersih lantai, pakaian, kapal dan gudang,
b) Pembasmi lalat dan serangga lainnya
c) Salah satu bahan dalam pembuatan sutera buatan, zat pewarna cermin kaca dan bahan peledak
d) Pengeras lapisan gelatin dan kertas foto
e) Bahan pembuatan pupuk urea, parfum, pengeras kuku dan pengawet produk kosmetik,
Dampak Buruk Formalin Bagi Tubuh Manusia
a) Kulit : Iritatif, kulit kemerahan, kulit seperti terbakar, alergi kulit. seperti terbakar, alergi kulit.
b) Mata : Iritatif, mata merah dan berair, kebutaan.
c) Hidung : Mimisan.
d) Saluran Pernapasan : Sesak napas, suara serak, batuk kronis, sakit tenggorokan.
e) Saluran Pencernaan : Iritasi lambung, mual muntah, mules.
Indikator alami adalah indikator yang berasal dari bahan alami yang diekstrak.
Umumnya, bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai indikator alami adalah tumbuhan yang memiliki warna yang mencolok.
● Identifikasi makanan yang mengandung formalin dengan memanfaatkan bahan alami yaitu kulit buah naga.
● Identifikasi makanan yang mengandung boraks dengan memanfaatkan kunyit
Identifikasi Boraks & Formalin Pada Makanan Dengan
Indikator Alami
Hasil Uji Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan
• Cobek
• Saringan
• Mangkuk
• Pisau
• Sendok
• Tisyu
01 Alat
• Buah Naga
• Kunyit
• Air
• Bakso
• Tahu
• Tempe
• Donat
• Mie Kuning
02 Bahan
Prosedur Percobaan
Uji Boraks
•
Haluskan kunyit dan berisedikit air, dan saring untuk mendapatkan ekstraknya
•
Haluskan semua sampel, beri sedikit air, dan saring untuk mendapatkan ekstraknya, Kemudian letakkan sampel ke dalam mangkuk, lalu tetesi semua sampel dengan air kunyit sebanyak 4 tetes•
Biarkan dan amati selama 1 jam, jika sampel berubah warna menjadi merah kecoklatan dapat diartikan bahwa sampel tersebut diduga mengandung boraks.Uji Formalin
•
Haluskan kulit buah naga beri sedikit air, saring untuk mendapatkan ekstraknya•
Haluskan semua sampel, beri sedikit air, dan saring untuk mendapatkan ekstraknya, Kemudian letakkan sampel ke dalam mangkuk, lalu tetesi semua sampel dengan air buah naga sebanyak 4 tetes•
Biarkan dan amati selama 1 jam, jika sampel berubah warna dari ungu menjadi ungu pudar dapat diartikan bahwa sampel tersebut diduga mengandung formalin.Hasil
Pengamatan
Bakso
Pada saat bakso ditetesi oleh larutan kunyit, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan. Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung boraks.
Pada saat bakso ditetesi oleh larutan buah naga, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan. Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung formalinHasil
Pengamatan
Tahu
Pada saat tahu ditetesi oleh larutan kunyit, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan.Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung boraks.
Pada saat tahu ditetesi oleh larutan buah naga, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan. Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung formalinHasil
Pengamatan
Tempe
Pada saat tempe ditetesi oleh larutan kunyit, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan.Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung boraks.
Pada saat tempe ditetesi oleh larutan buah naga, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan. Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung formalin.Hasil
Pengamatan
Donat
Pada saat donat ditetesi oleh larutan kunyit, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan.Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung boraks.
Pada saat donat ditetesi oleh larutan buah naga, dan didiamkan selama 1 jam warna tidak mengalami perubahan. Maka ,sesuai literatur sampel tidak mengandung formalin. .Hasil
Pengamatan
Mie Kuning
Pada saat mie kuning ditetesi oleh larutan kunyit, dan didiamkan selama 1 jam warna mengalami perubahan menjadi merah kecoklatan. Maka ,sesuai literatur sampel mengandung boraks.
Pada saat mie kuning ditetesi oleh larutan buah naga, dan didiamkan selama 1 jam warna mengalami perubahan menjadi ungu pudar. Maka ,sesuai literatur sampel mengandung formalin.
Boraks dan formalin merupakan zat yang bermanfaat dalam industry non pangan. Besarnya manfaat di bidang industri ini ternyata disalahgunakan untuk pengawetan industri makanan. Penyalahgunaan tersebut mengakibatkan dampak negatif baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang terhadap tubuh
yang mengonsumsinya.
Berdasarkan uji penggunaan boraks dan formalin dengan indikator alami yang diduga terdapat kandungan boraks dan formalin adalah sampel pada mie kuning.