PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Kota Peradaban Islam Di Barat (756-1031 M)
Disusun Oleh : Indah Permata Sari
MODUL AJAR
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Indah Permata Sari
Instansi : SMP N 4 SBT
Tahun Penyusunan : 2024/2025 Jenjang Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase, Kelas, Semester : D, VII (Tujuh), II (Dua)
BAB X : Andalusia : Kota Peradaban Islam Di Barat (756-1031 M) Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit/ 1 x Pertemuan
B. KOMPETENSI AWAL
Pada abad pertengahan, Andalusia menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Islam yang termasyhur di dunia Barat. Peradaban ini tidak hanya membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan arsitektur, tetapi juga menjadi bukti nyata keunggulan peradaban Islam dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan multikultural. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada nilai-nilai Islam dalam sejarah Andalusia serta mendorong kebanggaan terhadap warisan intelektual Islam.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Siswa meneladani semangat keislaman masyarakat Andalusia yang menjalankan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh serta menjadikan ilmu sebagai bagian dari ibadah. Mereka diajak untuk menyadari bahwa kejayaan Andalusia tidak lepas dari keimanan dan ketakwaan umat Islam saat itu.
2. Bergotong Royong
Siswa belajar bahwa kemajuan peradaban Andalusia lahir dari kolaborasi lintas budaya (Arab, Yahudi, Kristen) yang hidup berdampingan secara damai. Hal ini mengajarkan pentingnya kerja sama dalam membangun masyarakat yang maju.
3. Bernalar Kritis
Dalam mempelajari sejarah Andalusia, siswa diajak untuk menganalisis penyebab kemajuan dan keruntuhan peradaban tersebut. Mereka juga mengembangkan kemampuan berpikir logis
terhadap peristiwa sejarah yang relevan dengan zaman sekarang.
4. Kreatif
Siswa didorong untuk mengeksplorasi bentuk peradaban Andalusia seperti arsitektur Masjid Cordoba, ilmu pengetahuan, dan seni. Kreativitas masyarakat Andalusia menjadi inspirasi untuk berkarya di masa kini.
5. Inovatif
Dengan meneladani tokoh-tokoh Andalusia seperti Al-Zahrawi (kedokteran), Ibnu Rusyd (filsafat), dan Ibnu Firnas (eksperimen terbang), siswa diharapkan bisa menciptakan gagasan atau solusi baru dalam kehidupan sehari-hari.
6. Mandiri
Tokoh-tokoh ilmuwan Andalusia menunjukkan kemandirian dalam belajar dan berkarya tanpa bergantung pada bangsa lain. Ini menjadi teladan bagi siswa agar belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
7. Berkebhinekaan Global
Peradaban Islam di Andalusia dikenal toleran dan terbuka terhadap keberagaman budaya.
Siswa belajar menghargai perbedaan serta memahami pentingnya hidup damai dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media Pembelajaran : Perangkat digital (laptop/tablet/smartphone), LCD Proyektor, Buku PAI.
Alat Pembelajaran : Kertas, alat tulis, gadget dengan akses internet (jika memungkinkan), bahan untuk membuat presentasi sederhana (misalnya kertas plano, spidol warna).
Ruang Belajar : Tertata untuk memudahkan diskusi kelompok , presentasi,dan aktivitas mandiri.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas VII dengan berbagai tingkat kemampuan belajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Inquiry: Peserta didik dihadapkan pada pertanyaan atau tantangan terkait kejayaan Islam di Barat, mendorong mereka untuk
melakukan penyelidikan, analisis, dan menemukan jawaban secara kolaboratif.
G. METODE PEMBELAJARAN
1. Diskusi Kelompok 2. Presentasi
3. Proyek (Pembuatan Bagan, Infografis, atau Timeline) 4. Problem-Based Learning (PBL)
5. Ceramah Bervariasi
KOMPETENSI INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan secara kronologis perkembangan peradaban Islam di Andalusia.
Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dan kontribusinya terhadap peradaban dunia.
Menumbuhkan sikap bangga terhadap sejarah kejayaan Islam di Barat.
Mendorong siswa untuk meneladani semangat belajar dan toleransi masyarakat Andalusia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik akan memahami bagaimana perkembangan peradaban Islam di Andalusia pada masa Bani Umayyah telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Barat. Mereka akan menyadari bahwa kejayaan suatu peradaban tidak lepas dari semangat keilmuan, toleransi, dan nilai-nilai Islami yang dianut.
Pemahaman ini diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk meneladani semangat tersebut dalam kehidupan modern.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Pernahkah kalian mendengar tentang suatu masa ketika peradaban Islam sangat maju di Eropa? Apa yang membuat peradaban tersebut begitu istimewa?
Menurut kalian, mengapa ilmu pengetahuan bisa berkembang pesat pada masa kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia?
Nilai-nilai baik apa saja yang mungkin diterapkan oleh masyarakat pada masa Bani Umayyah di Andalusia sehingga peradaban mereka begitu gemilang?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
Orientasi peserta didik pada masalah:
Menayangkan gambar atau video singkat yang menunjukkan peninggalan peradaban Islam di Andalusia (misalnya Masjid Cordoba, Alhambra), atau menceritakan secara singkat kemajuan ilmu pengetahuan pada masa itu.
Mengajukan pertanyaan pemantik yang mendorong siswa untuk mengidentifikasi
masalah atau keingintahuan terkait topik tersebut. Contoh pertanyaan: "Apa yang membuat bangunan-bangunan ini begitu megah dan bersejarah?", "Bagaimana Islam bisa berkembang begitu jauh ke Eropa?", "Bidang ilmu apa saja yang berkembang pesat pada masa itu?"
Ajak siswa untuk berdiskusi mengenai apa yang mereka ketahui dan ingin ketahui lebih lanjut tentang Bani Umayyah di Andalusia.
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar:
Guru membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 siswa. Setiap anggota kelompok diberikan peran yang berbeda, seperti peneliti sejarah, ahli ilmu pengetahuan, pengamat nilai Islami, dan presenter.
Guru memastikan setiap kelompok memahami tugas dan peran masing-masing dalam penyelidikan masalah.
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok:
Guru meminta setiap kelompok untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (buku, internet, artikel, dll.) mengenai sejarah Bani Umayyah di Andalusia,
perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu, dan nilai-nilai Islami yang mendasarinya.
Guru memberikan panduan berupa pertanyaan-pertanyaan kunci untuk membantu siswa dalam mengarahkan penelitian mereka. Contoh pertanyaan panduan:
"Bagaimana Bani Umayyah bisa berkuasa di Andalusia?", "Siapa saja tokoh-tokoh penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan?", "Apa saja contoh kontribusi ilmuwan muslim pada masa itu?", "Nilai-nilai Islam apa yang tampak dalam kehidupan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan di Andalusia?"
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
Setiap kelompok menyintesis informasi yang telah dikumpulkan dan menyajikannya dalam bentuk yang telah disepakati (misalnya presentasi, infografis, timeline, atau bagan).
Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas, termasuk
penjelasan mengenai sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh-tokoh penting, contoh-contoh kontribusi, dan nilai-nilai Islami yang ditemukan.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah:
Guru memfasilitasi diskusi kelas setelah setiap presentasi, mendorong siswa untuk memberikan umpan balik dan mengajukan pertanyaan kepada kelompok penyaji.
Guru mengajak siswa untuk merefleksikan proses pemecahan masalah yang telah dilakukan, apa yang telah dipelajari, dan tantangan yang dihadapi.
Guru memberikan umpan balik yang konstruktif mengenai pemahaman siswa terhadap materi dan keterampilan mereka dalam bekerja kelompok dan menyajikan informasi.
Guru mengaitkan kembali hasil diskusi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Kegiatan Inti
LANGKAH
KERJA AKTIVITAS GURU AKTIVITAS PESERTA DIDIK
Orientasi peserta didik pada masalah
- Menyajikan masalah atau tantangan terkait kejayaan peradaban Islam di
Andalusia dan
kontribusinya. - Memotivasi siswa untuk menjelajahi sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa tersebut.
- Mendengarkan dan memahami masalah atau tantangan yang diajukan. - Berdiskusi mengenai apa yang mereka ketahui dan ingin ketahui tentang Bani Umayyah di Andalusia. -
Mengidentifikasi pertanyaan atau fokus penyelidikan awal.
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
- Membagi siswa menjadi kelompok kecil dengan peran yang berbeda (peneliti sejarah, ahli ilmu, pengamat nilai, presenter). -
Menjelaskan peran dan tanggung jawab setiap anggota dalam kelompok.
- Membentuk kelompok sesuai arahan guru. - Menentukan dan membagi peran masing-masing anggota kelompok. -
Memahami tugas dan tanggung jawab dalam penyelidikan kelompok.
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
- Memberikan panduan dan sumber daya (buku,
internet, pertanyaan kunci) untuk penyelidikan sejarah, perkembangan ilmu, dan nilai Islami. - Mengawasi dan memfasilitasi proses penelitian kelompok.
- Mencari informasi dari berbagai sumber tentang sejarah Bani Umayyah di Andalusia, perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh-tokoh penting, contoh kontribusi, dan nilai-nilai Islami. - Berdiskusi dan bertukar informasi dalam kelompok untuk menyelidiki masalah. - Mencatat temuan- temuan penting.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
- Membantu kelompok dalam menyusun laporan atau presentasi (infografis, timeline, bagan). -
Memfasilitasi latihan presentasi (jika diperlukan).
- Menyusun hasil penelitian menjadi laporan atau
presentasi yang menarik dan informatif. - Menyajikan hasil temuan kepada kelas. -
Menanggapi pertanyaan dan umpan balik dari teman dan guru.
E. REFLEKSI Refleksi Guru:
Apakah tujuan pembelajaran telah tercapai secara keseluruhan?
Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, khususnya dalam diskusi dan presentasi?
Apakah model PBL efektif dalam menumbuhkan pemahaman peserta didik tentang materi Bani Umayyah di Andalusia?
Tantangan apa saja yang dihadapi selama proses pembelajaran?
Strategi apa yang berhasil dan kurang berhasil dalam memfasilitasi pembelajaran peserta didik?
Bagaimana pemahaman peserta didik terhadap konsep sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai Islami pada masa Bani Umayyah di Andalusia?
Apakah ada peserta didik yang memerlukan perhatian khusus atau pendekatan yang berbeda?
Bagaimana rencana tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di pertemuan selanjutnya?
Refleksi Peserta Didik:
Apa hal baru yang saya pelajari tentang Bani Umayyah di Andalusia?
Bagian mana dari materi yang paling menarik bagi saya? Mengapa?
Apakah saya aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi?
Apa kesulitan yang saya hadapi selama kegiatan pembelajaran? Bagaimana saya mengatasinya?
Bagaimana model PBL membantu saya dalam memahami materi ini?
Nilai-nilai Islami apa yang bisa saya ambil dari peradaban Islam di Andalusia?
Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut tentang topik ini?
Bagaimana saya dapat mengaplikasikan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari?
F. ASESMEN/PENILAIAN
Penilaian Sikap: Observasi keaktifan, kerjasama, dan tanggung jawab peserta didik selama diskusi kelompok dan presentasi.
Penilaian Pengetahuan:
o Tes tertulis (pilihan ganda atau uraian singkat) mengenai sejarah Bani Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah
- Memoderasi diskusi reflektif tentang proses penelitian dan hasil presentasi. - Memberikan umpan balik tentang pemahaman materi, keterampilan bekerja kelompok, dan penyajian informasi. - Mengaitkan hasil diskusi dengan tujuan pembelajaran.
- Merefleksikan proses
pemecahan masalah yang telah dilakukan. - Menyampaikan umpan balik dan mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain. - Menganalisis kekuatan dan kelemahan proses
penyelidikan dan presentasi. - Mengikuti evaluasi dari guru untuk mengukur pemahaman.
Umayyah di Andalusia, perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh-tokoh penting, dan nilai-nilai Islami.
o Penilaian hasil karya (bagan, infografis, atau timeline) berdasarkan ketepatan informasi, kreativitas, dan kejelasan penyajian.
Penilaian Keterampilan:
o Penilaian presentasi kelompok (kerjasama, kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan).
o Penilaian keterampilan diskusi (kemampuan menyampaikan pendapat, mendengarkan, dan merespons).
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan:
Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan diberikan tugas untuk meneliti lebih lanjut tentang salah satu tokoh ilmuwan muslim pada masa Bani Umayyah di Andalusia dan membuat biografi singkat atau presentasi tambahan.
Memberikan tantangan untuk membandingkan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia dengan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa peradaban Islam lainnya.
Menganalisis pengaruh peradaban Islam di Andalusia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Eropa pada masa Renaisans.
Remedial:
Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan.
Memberikan materi pembelajaran tambahan yang lebih sederhana dan fokus pada konsep-konsep dasar.
Memberikan tugas yang lebih terstruktur, misalnya menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci atau melengkapi peta konsep.
Mengadakan penilaian ulang (lisan atau tertulis) untuk mengukur pemahaman peserta didik setelah kegiatan remedial.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) LKPD 1: Mengenal Bani Umayyah di Andalusia
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dan peristiwa signifikan dalam sejarah Bani Umayyah di Andalusia.
Petunjuk:
1. Baca dan diskusikan materi tentang sejarah berdirinya Bani Umayyah di
Andalusia.
2. Sebutkan minimal 3 tokoh penting yang berperan dalam perkembangan Bani Umayyah di Andalusia. Jelaskan secara singkat peran masing-masing.
3. Sebutkan minimal 3 peristiwa penting yang terjadi pada masa kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia. Jelaskan secara singkatSignifikansi peristiwa tersebut.
4. Buatlah garis waktu sederhana (timeline) yang menunjukkan urutan peristiwa penting tersebut.
LKPD 2: Jelajah Ilmu Pengetahuan di Andalusia
Tujuan: Mengidentifikasi bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dan tokoh-tokoh ilmuwan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.
Petunjuk:
1. Baca dan diskusikan materi tentang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.
2. Sebutkan minimal 3 bidang ilmu pengetahuan yang mengalami kemajuan signifikan di Andalusia.
3. Untuk setiap bidang ilmu tersebut, sebutkan minimal 1 tokoh ilmuwan muslim yang berkontribusi dan jelaskan secara singkat kontribusinya.
4. Buatlah catatan singkat tentang bagaimana ilmu pengetahuan pada masa itu mempengaruhi peradaban di Barat.
LKPD 3: Nilai-Nilai Islami dalam Peradaban Andalusia
Tujuan: Menganalisis nilai-nilai Islami yang mendasari kemajuan peradaban Islam di Andalusia.
Petunjuk:
1. Baca dan diskusikan materi tentang nilai-nilai Islami yang mewarnai peradaban Bani Umayyah di Andalusia.
2. Identifikasi minimal 3 nilai-nilai Islami yang menurut kelompokmu berperan penting dalam kemajuan peradaban tersebut.
3. Berikan contoh bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat atau perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu.
4. Diskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan kita saat ini.
LKPD 4: Membuat Representasi Visual
Tujuan: Membuat bagan, infografis, atau timeline yang menggambarkan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.
Petunjuk:
1. Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, rancanglah sebuah bagan, infografis, atau timeline yang menarik dan mudah dipahami.
2. Pastikan representasi visual tersebut mencakup minimal 5 poin penting terkait perkembangan ilmu pengetahuan (misalnya bidang ilmu, tokoh, penemuan penting).
3. Sajikan representasi visual kelompokmu kepada kelas.
B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Bagian 1: Kilas Balik Sejarah Bani Umayyah di Andalusia
Setelah runtuhnya kekhalifahan Umayyah di Damaskus pada tahun 750 M, salah seorang anggota keluarga Umayyah, yaitu Abdurrahman ad-Dakhil, berhasil melarikan diri dan tiba di Andalusia (Spanyol). Dengan dukungan dari berbagai kelompok dan melalui serangkaian perjuangan, ia berhasil mendirikan kekuasaan baru yang dikenal sebagai Keamiran Kordoba pada tahun 756 M.
Awalnya, para penguasa di Andalusia hanya bergelar amir (gubernur). Namun, pada abad ke- 10 M, Abdurrahman III meningkatkan statusnya menjadi seorang khalifah, menandai puncak kejayaan Bani Umayyah di Andalusia. Kekhalifahan Kordoba menjadi pusat politik,
ekonomi, dan kebudayaan yang penting di Eropa pada masa itu.
Beberapa penguasa terkenal dari Bani Umayyah di Andalusia antara lain:
Abdurrahman ad-Dakhil (756-788 M): Pendiri kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia.
Abdurrahman III (912-961 M): Khalifah pertama yang membawa Andalusia mencapai puncak kejayaan.
Al-Hakam II (961-976 M): Dikenal sebagai seorang penguasa yang sangat mencintai ilmu pengetahuan dan mendirikan perpustakaan besar di Kordoba.
Kekhalifahan Kordoba mengalami kemunduran pada awal abad ke-11 M akibat perselisihan internal dan serangan dari kerajaan-kerajaan Kristen di utara Spanyol. Akhirnya,
kekhalifahan ini terpecah menjadi beberapa negara-negara kecil yang dikenal sebagai Taifa.
Bagian 2: Gemerlap Ilmu Pengetahuan di Bumi Andalusia
Masa kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia merupakan periode emas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam di Barat. Para penguasa, terutama Khalifah Abdurrahman III dan Al-Hakam II, memberikan dukungan besar terhadap kegiatan ilmiah dan intelektual.
Kordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan yang menarik para sarjana dan ilmuwan dari berbagai penjuru dunia. Perpustakaan-perpustakaan besar didirikan, termasuk perpustakaan Al-Hakam II yang konon memiliki ratusan ribu jilid buku. Penerjemahan karya-karya Yunani, Romawi, dan India ke dalam bahasa Arab juga gencar dilakukan, sehingga ilmu pengetahuan klasik dapat diakses dan dikembangkan oleh para ilmuwan muslim.
Beberapa bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat di Andalusia antara lain:
Kedokteran: Ilmuwan seperti Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) memberikan kontribusi besar dalam bidang bedah dengan karyanya Al-Tasrif.
Matematika dan Astronomi: Pengembangan aljabar, geometri, dan astronomi mencapai tingkat yang tinggi. Kalender yang lebih akurat juga berhasil disusun.
Filsafat: Pemikiran filsuf muslim seperti Ibnu Rusyd (Averroes) memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat di Eropa pada Abad Pertengahan.
Sejarah dan Geografi: Para sarjana muslim banyak menulis tentang sejarah dan melakukan penjelajahan geografis.
Sastra dan Bahasa: Bahasa Arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan budaya yang penting. Sastra Arab juga mencapai puncak kejayaan.
Bagian 3: Nilai-Nilai Islami yang Mewarnai Peradaban Andalusia
Keberhasilan peradaban Islam di Andalusia tidak lepas dari nilai-nilai Islami yang dianut dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Beberapa nilai penting tersebut antara lain:
Toleransi: Umat Islam di Andalusia dikenal memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap pemeluk agama lain, seperti Kristen dan Yahudi. Mereka dapat hidup berdampingan secara damai dan bahkan berkolaborasi dalam berbagai bidang.
Semangat Ilmu: Islam sangat menekankan pentingnya mencari ilmu pengetahuan.
Para penguasa dan masyarakat Andalusia memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai landasan kemajuan peradaban.
Keadilan: Prinsip keadilan menjadi salah satu landasan dalam sistem pemerintahan dan kehidupan sosial.
Keterbukaan: Keterbukaan terhadap berbagai pemikiran dan budaya lain memungkinkan terjadinya pertukaran ide yang memperkaya peradaban Islam di Andalusia.
Kerja Keras dan Inovasi: Semangat untuk terus berusaha dan menciptakan hal-hal baru mendorong kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan.
Peninggalan peradaban Islam di Andalusia, seperti Masjid Cordoba dan Alhambra, menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu dan memberikan inspirasi tentang pentingnya nilai-nilai tersebut dalam membangun peradaban yang maju dan harmonis.
C. GLOSARIUM
Andalusia: Wilayah di Iberia (Semenanjung Spanyol dan Portugal) yang pernah dikuasai oleh umat Islam pada abad ke-8 hingga ke-15 M.
Bani Umayyah: Dinasti kekhalifahan Islam yang berpusat di Damaskus, kemudian mendirikan kekuasaan terpisah di Andalusia.
Khalifah: Pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Emirat: Wilayah kekuasaan seorang emir.
Kordoba (Cordoba): Ibu kota kekhalifahan Bani Umayyah di Andalusia, menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan.
Alhambra: Istana dan benteng megah peninggalan Islam di Granada, Andalusia.
Masjid Agung Kordoba (Mosque-Cathedral of Córdoba): Salah satu contoh arsitektur Islam yang megah di Andalusia.
Ilmuwan: Orang yang ahli dalam suatu bidang ilmu pengetahuan.
Astronomi: Ilmu tentang benda-benda langit dan fenomena alam semesta.
Matematika: Ilmu tentang bilangan, struktur, ruang, dan perubahan.
Kedokteran: Ilmu tentang kesehatan dan pengobatan penyakit.
Filsafat: Studi tentang hakikat realitas, keberadaan, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa.
Toleransi: Sikap menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, dan budaya.
D. RANGKUMAN MATERI PEMBELAJARAN Rangkuman PAI Kelas 7 Bab 10
Andalusia: Kota Peradaban Islam di Barat (756-1031 M)
Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia pada tahun 92 H yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic).
Mūsa' bin Nusayr sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh Panglima Tariq bin Ziyād pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini dan berhasil menaklukannya pada pada tahun 712 M.
Pada tanggal 15 Mei 756 M., 'Abd al-ahman al-Dakhil memproklamirkan berdirinya Imārah Umayyah II di Andalusia (Spanyol).
Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintah Islam.Umat kristiani menikmati kebebasannya dan tidak diganggu dalam melaksanakan ibadah dan kebiasaannya.
Golongan Yahudi benar-benar merasakan tertolong oleh kehadiran bangsa Arab ini.
Mereka menjadi merdeka dan aktif membantu bangsa Arab dalam memerintah Spanyol dan mengembalikan negeri ini ke tingkat budaya yang tinggi.
Pada tahun 750 M terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menimpa kekuasaan atau
revolusi yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbas yang dibantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah.
Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun..
Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama 'Abd al-Rahmān lolos dari kepungan Bani Abbas dan sampai di Spanyol.
Disana dia berhasil menjadi seorang āmir dan penguasa Spanyol, sehingga dijuluki 'Abd al- Rahman al-Dakhil yang artinya "pendatang baru."
Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi enam periode, yaitu:
Periode Pertama (711-755 M)
Periode Kedua (755-912 M)
Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode Keempat (1013-1086 M)
Periode Kelima (1086-1248 M)
Periode Keenam (1248-1492)
Pada periode pertama, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.
Pada periode kedua, Spanyol berada di bawah kekuasaan seseorang yang bergelar āmir (panglima atau gubernur) namun tunduk pada pusat pemerintahan Islam yang saat itu dipegang oleh kekhalifahan Abbasiyah di Bagdad.
Pada periode ketiga, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah. Pada periode keempat, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulk al-Tawaif.
Pada periode kelima, Spanyol Islam
Meskipun masih terpecah dalam Pada periode kelima, Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan dinasti Murabițūn dan Muwahidūn.
Pada periode keenam, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar.
Kejayaan Islam di Andalusia
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu. Kejayaan Islam di Spanyol ditunjukkan dengan beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik.
Untuk bidang ilmu pengetahuan seperti pada bidang:
filsafat
seni
sastra
agama
sains
Untuk pembangunan fisik seperti:
pembangunan kota
pembangunan istana
pembangunan masjid
pembangunan pemukiman
pembangunan taman-taman
Pembangunan yang megah terdapat pada:
kota al-Zahrā
masjid Cordova
Istana Ja'fariyah di Saragosa
masjid Sevilla
tembok Toledo
istana al-Ma'mun
istana al- Hamra di Granada
Cordova dibangun dan diperindah engan jembatan yang dibangun di atas Cordova dibangun dan diperindah dengan jembatan yang dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota, taman-taman dan istana yang megah.
Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol, disana ada Istana al- Hamrā yang indah dan megah.
Selain itu ada beberapa bangunan terkenal lainnya, seperti:
menara Giralda
Alcazar Sevilla
Menara Emas Torre del Oro
Perkembangan ilmu pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia Spanyol melahirkan para cendikiawan-cendikiawan muslim yang ahli dalam bidang masing-masing, seperti:
Fikih: Ziyād ibn 'Abd al-Rahman, Munzir ibn Sa'id al-Balūti, Abu Bakr ibn al- Qutiyyah, dan Ibnu Hazm.
Bahasa dan Sastra: Ibn Mālik, Abu 'Ali al- Syiblī, Ibn Sayyidīn, Ibn 'Abd al-Rabbih dll.
Bidang Seni dan Musik: al-Hasan ibn Nāfî
Bidang Filsafat: Ibn Bājah, ibn Tufail, Ibn Rusyd
Bidang Sains: 'Abbās ibn Farnās, Umm al-Hasan ibn Abi Ja'far
Bidang Sejarah: Abu 'Ubayd Abdullah bin 'Abd al-'Azīz al-Bahri, Abu Hamid Muhammad al-Mazīni, Ibn Khaldūn
Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia Berikut beberapa nilai yang dapat dipetik:
Pengalaman positif dan negatif dalam sejarah dijadikan bahan untuk perbaikan dalam menjalani kehidupan dan membangun peradaban.
Teori-teori sejarah kebudayaan Islam dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu
Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan
Melibatkan diri dalam pemeliharan hasil peradabanSemangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan
Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi.
E. DAFTAR PUSTAKA
Buku PAI Kelas VII Kurikulum Merdeka yang Diterbitkan Kementerian Agama RI
Armstrong, Karen. Islam: A Short History. Phoenix Press, 2000.
Chejne, Anwar G. Muslim Spain: Its History and Culture. University of Minnesota Press, 1974.
Hitti, Philip K. History of the Arabs. Palgrave Macmillan, 2002.
Menocal, María Rosa. The Ornament of the World: How Muslims, Jews, and Christians Created a Culture of Tolerance in Medieval Spain. Little, Brown and Company, 2002.
Watt, W. Montgomery. A History of Islamic Spain. Edinburgh University Press, 1992.
………2025…..
Mengetahui,
Kepala SMPN 4 SBT Guru Mata Pelajaran
ROHIM BUATAN M.PD.l INDAH PERMATA SARI NIP:197509062113426003 NIM: