PERAN FILSAFAT BAGI SEORANG PENDIDIK
Filsafat adalah suatu kegiatan berpikir secara mendalam dan menyeluruh dengan disertai tindakan sadar, teliti, dan teratur agar hakikat dari sebuah kebenaran dapat ditemukan Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang membahas tentang hakikat, tujuan, dan fungsi pendidikan
Filsafat pendidikan memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan, terutama bagi para guru atau pendidik.Dengan filsafat, pendidik dapat merumuskan tujuan pendidikan yang jelas dan sesuai dengan nilai-nilai yang diinginkan. Ini membantu mereka merancang kurikulum yang mengintegrasikan aspirasi, nilai-nilai, dan kebutuhan pengembangan siswa secara holistik. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti keterampilan, pengetahuan, dan sikap, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang terarah dan bermakna.
Filsafat membantu pendidik memahami hakikat proses pembelajaran. Dengan mempelajari berbagai teori dan perspektif filsafat pendidikan, pendidik dapat membangun pendekatan yang efektif dalam menyampaikan materi, merancang strategi pembelajaran yang sesuai, dan mengevaluasi hasil belajar siswa dengan lebih baik. Ini membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan bagi siswa.
Filsafat memberikan landasan bagi pendidik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka secara etis. Dalam filsafat pendidikan, pendidik dapat mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika yang mendasari profesi mereka. Hal ini membantu mereka membuat keputusan yang tepat, berperilaku profesional, dan menjadi panutan bagi siswa. Etika profesi juga berhubungan erat dengan integritas, kualitas, dan prinsip-prinsip keadilan dalam konteks pendidikan.
Filsafat juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa. Melalui pemahaman tentang konsep dan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat, pendidik dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai kehidupan yang penting seperti kejujuran, keadilan, empati, dan kerjasama. Pendidik juga dapat mengintegrasikan pendekatan karakter building ke dalam kegiatan pembelajaran sehingga membantu siswa tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, beretika, dan membawa dampak positif dalam Masyarakat.
Filsafat melatih siswa dalam berpikir kritis dan menganalisis informasi dengan baik.
Dengan mempelajari berbagai teori dan sistem pemikiran dalam filsafat, mereka diajarkan untuk mempertanyakan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai argumen dan pendapat yang ada. Hal ini membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir yang kritis, logis, dan terbuka terhadap pemikiran yang berbeda. Keterampilan berpikir kritis ini penting dalam membantu siswa menghadapi tantangan, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang baik
Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, penting bagi pendidik untuk siap menghadapi perubahan. Filsafat membantu mereka memahami landasan dan prinsip-prinsip yang mendasari sistem pendidikan, serta memahami tujuan utama pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Ini membantu mereka menjadi lebih adaptif dalam menghadapi perubahan, memecahkan masalah yang muncul, dan mengambil keuntungan dari peluang baru yang muncul
Kajian filsafat melatih seorang pendidik untuk memikirkan setiap apa yang harus dilakukan dan alasan-alasannya. Guru yang memahami filosofis pendidikan akan memahami tujuan ia mendidik dan melakukan berbagai upaya untuk keberhasilan proses pembelajaran yang ia lakukan. Pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh. Sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya. (Suyitno, 2009).
Filsafat dalam pendidikan memiliki tiga aspek yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Aspek ontologis filsafat dalam pendidikan membahas tentang hakikat dari realitas yang ada di dunia pendidikan. Ontologi dalam filsafat pendidikan membahas tentang apa yang benar-benar ada secara kongkrit, komplit, dan secara kritis. Ontologi membantu kita untuk memahami hakikat dari realitas yang ada di dunia pendidikan, seperti hakikat dari pengetahuan, hakikat dari siswa, hakikat dari kurikulum, dan hakikat dari pendidik. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan, aspek ontologis filsafat membantu kita untuk menentukan apa yang harus diajarkan dan dipelajari oleh siswa, serta menentukan bagaimana cara mengajarkan materi tersebut. Dengan memahami aspek ontologis filsafat dalam pendidikan, kita dapat mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan hakikat dari realitas yang ada di dunia pendidikan.
Aspek epistemologis dalam filsafat pendidikan berkaitan dengan persoalan pengetahuan dan kebenaran, termasuk di dalamnya sumber belajar dan metode belajar mengajar. Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang metode atau cara memperoleh pengetahuan (Isyah, 2020).
Aspek epistemologis dalam pendidikan juga membahas tentang kebenaran, yang merujuk pada kesesuaian antara pengetahuan yang diperoleh dengan realitas atau objek yang dikaji. Dalam kegiatan ilmiah, pengamatan menjadi langkah awal dalam menjalankan metode ilmiah untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena atau objek yang diamati.
Aspek Aksiologi dalam filsafat pendidikan membahas tentang nilai-nilai yang terkait dengan tujuan dan manfaat dari ilmu pendidikan. Aksiologi terdiri dari dua komponen mendasar, yaitu etika dan estetika. Etika membahas tentang nilai kebaikan dan keburukan, benar dan salah, serta tata cara dan tujuan. Sedangkan estetika membahas tentang nilai keindahan.
Dalam konteks pendidikan, aksiologi membahas tentang tujuan dari pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan. Aksiologi juga membahas tentang nilai-nilai yang terkait dengan pengajaran dan pembelajaran, seperti etika dalam mengajar dan belajar. Salah satu tokoh yang mempelopori filsafat pendidikan Islam adalah Ibn Miskawaih. Menurutnya, pendidikan yang baik dapat menciptakan anak didik yang baik pula.
Filsafat dalam pendidikan sangat penting karena dapat memberikan arah dan pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, pengembangan, dan meningkatkan kemajuan serta landasan yang kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan. Dengan mempelajari dan mengkaji filsafat pendidikan, diharapkan seorang pendidik dapat lebih berpikir kritis terhadap masalah-masalah yang ada.