PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah perkawinan, suami istri mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, keduanya mempunyai peran masing-masing dalam rumah tangga. Sedangkan Pasal 31 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menjelaskan bahwa “Hak dan kedudukan perempuan seimbang dengan hak dan kedudukan laki-laki dalam kehidupan rumah tangga dan kehidupan sosial bersama dalam masyarakat.” 3.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk menjelaskan penyelesaian konflik peran ganda suami istri dalam perkawinan di kalangan mahasiswa S1 IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo. Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Pernikahan di Kalangan Mahasiswa S1 (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”, penelitian ini mampu memberikan wawasan dan pengalaman langsung bagi peneliti mengenai konflik peran ganda suami istri. menambahkan. serta penyelesaian konflik peran ganda dalam pernikahan.
Telaah Pustaka
Pertama, tesis diploma Lista Comina Andriani yang berjudul “Konflik peran ganda pada mahasiswi yang sudah menikah dan mempunyai anak”. 2) Apa tanggapan dan akibat yang dihadapi siswi yang sudah menikah dan mempunyai anak ketika dihadapkan pada konflik peran ganda? 3) Bagaimana cara mengatasi konflik peran ganda yang terjadi pada siswi yang sudah menikah dan mempunyai anak.
6 Lista Comina Andriani, “Konflik peran ganda pada mahasiswi yang sudah menikah dan mempunyai anak,” (Disertasi, Universitas Airlangga, Surabaya, 2007), hal. 7 Dewi Fitriyawati, “Konflik Peran Ganda pada Mahasiswa Menikah Dilihat dari Adversity Quotient,” (Disertasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2020), hal. 8 Luluk Hidayah, “Konflik Peran Ganda Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Jember yang Menikah,” (Disertasi Universitas Jember, Jember, 2015), hal.
Metode Penelitian
Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Perkawinan di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”, kehadiran peneliti mutlak diperlukan karena hanya orang saja yang menjadi alat yang dapat berhubungan dengan responden atau orang lain. objek dan hanya manusia yang mampu memahami hubungan antar realitas di lapangan. Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Perkawinan di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus di IAIN. Tempat ini dipilih karena mudah dijangkau oleh peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendalami lokasi penelitian dan adanya fenomena perkawinan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo, maka untuk memenuhi kebutuhan data penelitian maka peneliti memperoleh data di kedua tempat tersebut.
Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Perkawinan di Kalangan Mahasiswa S1 (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”, guna memperoleh data yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan metode metode wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Pernikahan di Kalangan Mahasiswa S1 (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”, metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deduktif. Dalam penelitian skripsi yang berjudul “Peran Ganda Suami Istri dalam Pernikahan di Kalangan Mahasiswa S1 (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”, teknik yang digunakan peneliti untuk menguji keabsahan data antara lain: masukan dari informan berupa dari hasil wawancara dengan informan mengenai permasalahan yaitu adanya peran ganda yang dilakukan informan sebagai pelajar sekaligus kepala keluarga atau ibu rumah tangga.
Sistematika Pembahasan
Bab ini berisi penyajian data berupa profil informan dan hasil penelitian di bidang peran ganda suami istri dalam perkawinan pada mahasiswa S1 IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo. Pembacaan ini membuahkan temuan penelitian terkait analisis psikologi keluarga Islam mengenai terjadinya peran ganda istri dalam perkawinan pada mahasiswa strata 1 IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo serta penyelesaian konflik mengenai peran ganda suami istri dalam perkawinan. kalangan mahasiswa strata 1 di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo. Bab kelima adalah kesimpulan yang berisi tentang kesimpulan penelitian yang telah dilakukan dan saran yang dapat diberikan mengenai penelitian yang akan dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya.
Kajian Teori
Psikologi Keluarga Islam
- Pengertian Psikologi dan Psikologi Keluarga Islam
- Perspektif Psikologi Keluarga Islam terhadap Peran Ganda
- Ruang lingkup Psikologi Keluarga Islam
- Penyelesaian Konflik Peran Ganda dalam Perspektif Psikologi
Peran ganda suami istri dalam perkawinan di kalangan mahasiswa pascasarjana (Studi Kasus di IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo)”. Penelitian ini juga mengeksplorasi resolusi konflik peran ganda suami istri dalam perkawinan di kalangan mahasiswa S1 IAIN Ponorogo dan UNMUH Ponorogo. Oleh karena itu, peneliti ingin mengkaji tentang “PERAN GANDA SUAMI ISTRI DALAM PERKAWINAN DI ANTARA SISWA.
Peran Ganda dan Konflik Peran Ganda
- Pengertian Peran Ganda dan Konflik Peran Ganda
- Bentuk-bentuk Peran Ganda dan Konflik Peran Ganda
- Sumber-sumber Konflik Peran Ganda
- Penyelesaian Konflik Peran Ganda: Coping Strategy
Oleh karena itu, konflik peran ganda adalah konflik yang muncul sebagai akibat dari tekanan yang timbul dari peran ganda atau masalah yang dialami seseorang sebagai akibat dari menjalani dua atau lebih harapan atau tuntutan peran yang saling bertentangan. 12. Seorang pria atau wanita yang menikah memilih untuk berkarir dan akan menghadapi dua peran penting yang harus seimbang 13 Dengan demikian, konflik peran ganda adalah konflik yang muncul sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang timbul dari peran ganda atau permasalahan yang dialami seseorang. sebagai akibat dari menjalankan dua atau lebih ekspektasi atau tuntutan peran yang bertentangan satu sama lain. Sedangkan konflik peran ganda mempunyai dua arah, dua arah yang dimaksud adalah : 15.
Menurut Greenhaus dan Beutell, konflik peran ganda muncul dari segala arah yang mana baik konflik pekerjaan-keluarga maupun konflik keluarga-pekerjaan masing-masing mempunyai tiga (tiga) dimensi sebagai berikut: 16. Konflik berbasis waktu adalah konflik yang muncul karena waktu yang dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan. satu peran tidak dapat digunakan untuk memenuhi peran lainnya, artinya seseorang yang mengalami konflik multi peran pada saat yang bersamaan tidak akan dapat memenuhi dua peran atau lebih dalam waktu yang bersamaan. 17Hijriyati Cucuani, “Konflik Peran Ganda: Memahami Strategi Coping pada Perempuan Pekerja,” (Sosial Budaya, Vol. 10 No. 1, 2013) hal.
PERAN GANDA SUAMI DAN ISTRI DALAM PERNIKAHAN
Profile Informan
Mereka mengenal satu sama lain ketika mereka masih di sekolah menengah dan mereka adalah teman sekolah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mereka sudah saling kenal sejak tahun 2019 saat masih di kampus dan pada tanggal 7 Agustus 2021 mereka menikah karena kesiapan pribadi untuk siap menikah. Selain itu, alasan mereka menikah saat itu adalah karena mereka sudah siap berumah tangga, karena mereka sudah siap meski sudah kuliah.4 5.
Deskripsi singkat: DSB adalah seorang pengusaha perusahaan persewaan alat pertanian berusia 30 tahun yang kemudian menikah dengan seorang wanita berinisial NE yang masih berstatus pelajar. Secara khusus suami (DSB) mempunyai peran tunggal sebagai kepala rumah tangga, menjalankan tugas sesuai pekerjaannya, sedangkan secara khusus istri (NE) justru mempunyai peran ganda dalam rumah tangga. Fenomena peran ganda istri dalam perkawinan di kalangan mahasiswa S1 Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dan.
Fenomena Peran Ganda Istri dalam Pernikahan di Kalangan
Menyelesaikan konflik peran ganda dalam perkawinan pada kalangan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dalam hal ini akan menyajikan data mengenai penyelesaian konflik peran ganda dalam pernikahan yang dialami oleh narasumber. Selain itu, DL juga mengemukakan beberapa permasalahan lain terkait penyelesaian konflik peran ganda dalam pernikahan;
Ada pula informan peneliti berinisial TR yang menyampaikan beberapa poin terkait penyelesaian konflik peran ganda dalam pernikahan; Selain itu, TR juga mengangkat beberapa permasalahan lain terkait penyelesaian konflik peran ganda dalam pernikahan; ANALISIS TINJAUAN PSIKOLOGI KELUARGA ISLAM TERHADAP PERAN GANDA PRIA DAN WANITA DALAM PERNIKAHAN DAN PENYELESAIAN KONFLIK GANDA PERAN.
ANALISIS DITINJAU PSIKOLOGI KELUARGA ISLAM
Ditinjau Psikologi Keluarga Islam terhadap Fenomena Peran Ganda
Berbagi perasaan suka dan duka serta memahami peran, fungsi dan kedudukan suami istri dalam rumah tangga dan profesinya. Sebagai suami istri dalam satu rumah tangga, para penutur harus mampu memposisikan diri sedemikian rupa sehingga tidak menambah ketegangan di antara mereka. Dalam rumah tangganya, narasumber memposisikan dirinya tidak hanya sebagai suami atau istri saja, namun juga sebagai teman curhat, kekasih dan motivator dalam rumah tangganya agar menjadi keluarga harmonis dan sejahtera.
Dalam hal ini yang paling berpengaruh adalah suami, namun istri juga berperan dalam menyampaikan pemikiran atau pendapatnya mengenai suatu permasalahan atau solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangganya. Sebagai seorang istri yang berperan ganda, ia pasti merasa lelah dalam menjalankan perannya di tempat kerja, kuliah atau di rumah, sehingga ia memerlukan peran suami dalam kehidupannya untuk memberikan arahan atau masukan bagaimana sebaiknya istri menjalankan perannya agar tidak membuat istri menjadi tidak mampu. Istri merasa terbebani, baik pernikahannya maupun rumah tangganya. Menyelesaikan konflik peran ganda suami istri dalam perkawinan di kalangan mahasiswa S1 IAIN Ponorogo dan.
Penyelesaian Konflik Peran Ganda Suami dan Istri dalam Pernikahan
Dalam sebuah rumah tangga, Anda pasti menginginkan waktu yang berkualitas bersama keluarga, sehingga perempuan yang memiliki peran ganda diharapkan dapat mengatur waktunya untuk bekerja dan berkeluarga. Narasumber menceritakan bagaimana mereka menyelesaikan konflik peran ganda dalam pernikahannya, mereka melakukan banyak upaya untuk mencegah timbulnya konflik atau masalah dalam rumah tangganya. Comina Lista Andriani, “Konflik peran ganda pada mahasiswi yang sudah menikah dan mempunyai anak,” (Disertasi, Universitas Airlangga, Surabaya, 2007).
Fitriyawati Dewi, “Konflik Peran Ganda pada Mahasiswa Menikah Dilihat dari Adversity Quotient”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2020). Hidayah Luluk, “Konflik Peran Ganda Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Jember yang Menikah,” (Skripsi, Universitas Jember, Jember, 2015). Ratna Kurnia Mar’atus, “Konflik peran ganda dan manajemen konflik di kalangan mahasiswi”, Jurnal Berkembang Vol.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa fenomena peran ganda perempuan dalam perkawinan yang dilihat dengan bantuan psikologi keluarga Islam adalah perempuan yang menjalankan dua peran sebagai pelajar/pekerja sekaligus sebagai ibu rumah tangga bagi suami dan anak-anaknya dengan cara belajar, mengetahui dan memahami ciri-cirinya. dan perilaku peran ganda wanita dalam perkawinan dengan menerapkan ajaran agama Islam sesuai Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dapat disimpulkan bahwa dalam menyelesaikan konflik peran ganda dalam perkawinan yaitu menyelesaikan suatu permasalahan dengan mempelajari, mengetahui dan memahami sifat atau perilaku suami istri untuk menyelesaikan konflik peran ganda dengan membentuk keluarga yang harmonis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. diperlukan. harus diperhatikan, seperti; selalu bersabar ketika menghadapi masalah, konsultasikan, segera bertobat.
Saran
Lestari Sri, Psikologi Keluarga: Nilai-Nilai dan Mengatasi Konflik Dalam Keluarga, Jakarta: Kencana Predana Media Group, 2012. Ahmad, Aminah, Ngah, Noryati, “Konflik Peran Pekerjaan-Konflik Keluarga dan Kepuasan Kerja pada Karyawan Single Mother”, Jurnal Internasional Humaniora: 2008. Aswati, “Konflik Peran Ganda, Perasaan Cinta, dan Kepuasan Pernikahan pada Pelajar Perempuan Menikah”, Psychoborneo Vol.
Ayu Aulia Yang Mulia, “Hubungan Konflik Peran Gandad Dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Perempuan Sudah Menikah Di Jombang”, Jurnal Empati, Vol. Menguji model untuk menangani kehilangan pekerjaan yang tidak disengaja setelah kehilangan bisnis”, Jurnal Psikologi Terapan, Vol. Winarso Widodo, “Membangun kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi melalui pendekatan induktif, deduktif dan induktif-deduktif dalam pembelajaran matematika”, EduMa Vol.3 No.