• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI TPA MIFTAHUL IMAN DESA NEGERI AGUNG

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI TPA MIFTAHUL IMAN DESA NEGERI AGUNG "

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Sedangkan pembinaan moral dapat dilakukan tidak hanya oleh lembaga formal dan informal, tetapi juga oleh lembaga non formal yang ada di masyarakat yaitu TPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam pembinaan akhlak anak di TPA Miftahul Iman Desa Negeri Agung Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur. Peran guru dalam mengembangkan akhlak anak yaitu: peran guru sebagai teladan bagi anak, guru membiasakan anak dengan akhlak yang baik, peran guru sebagai fasilitator dan peran guru sebagai penasehat bagi anak .

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa peran guru dalam meningkatkan akhlak anak di TPA Miftahul Iman memiliki peran yang sangat besar bagi anak yang mengikuti pelajaran di TPA, sehingga terciptalah anak yang memiliki akhlak yang baik. dalam kehidupan sehari-hari. hari.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Jika program pembinaan akhlak anak dirancang dengan baik, maka akan menghasilkan anak-anak yang berakhlak baik. Berkaitan dengan hal-hal moral tersebut, sebaiknya penanaman akhlak pada anak sedini mungkin, karena masa kanak-kanak terutama pada anak usia antara 6 sampai 12 tahun merupakan masa yang paling cocok untuk penanaman akhlak, dimana pada masa ini kecenderungan anak untuk mendapatkan arahan jauh lebih mudah ketika anak-anak memasuki usia dewasa. Kondisi moral anak yang rendah di TPA Miftahul Iman masih bisa diubah agar menjadi anak yang berakhlak mulia.

Karena masa kanak-kanak merupakan masa yang paling tepat untuk menanamkan akhlak, dimana kecenderungan anak untuk mendapatkan arahan pada masa ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan anak yang sudah menginjak usia dewasa.

Pertanyaan Penelitian

  • Manfaat Penelitian

Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa kondisi akhlak anak-anak di TPA Miftahul Iman masih sangat rendah dan perlu pembinaan yang baik, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Peran Guru dalam Pembangunan moral anak di TPA Miftahul Iman Desa Negeri Agung Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur”. sebagai perubahan dan pengayaan pemikiran dalam bidang pendidikan Islam. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan akhlak anak di TPA Miftahul Iman.

Penelitian Relevan

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Suster Ana Septiani, beliau memimpin penelitian tentang pengaruh perhatian ustadz/ustadzah terhadap kemampuan mengamalkan salat santrinya. Dalam penelitian yang akan peneliti lakukan adalah memimpin penelitian tentang peran guru dalam pembinaan akhlak anak di TPA Miftahul Iman. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti terletak pada arah penelitiannya, peneliti pertama lebih memfokuskan pada peran TPA dalam meningkatkan hasil belajar anak dan peneliti kedua lebih memfokuskan pada pengaruh perhatian guru terhadap kemampuan mengamalkan doa siswa.

Kesamaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama meneliti kondisi anak peserta pembelajaran TPA.

LANDASAN TEORI

Pembinaan Akhlak Anak

  • Pengertian Pembinaan Akhlak
  • Pengertian Anak
  • Indikator Keberhasilan Akhlak Anak
  • Pengertian Peran
  • Pengertian Guru TPA
  • Fungsi dan Tugas Guru TPA
  • Peran Guru TPA

Misalnya, anak yang bergaul dengan teman yang baik juga akan baik. Keberhasilan akhlak seorang anak pada dasarnya adalah akhlak yang harus dimiliki oleh seorang anak, seorang anak harus memiliki akhlak yang baik sejak kecil sehingga ia hidup untuk dicintai pada masanya yang besar, dicintai oleh Allah SWT, dicintai oleh keluarganya dan semua orang. Anak-anak dapat memiliki akhlak yang baik sejak kecil sehingga mereka dapat hidup dicintai ketika mereka tumbuh dewasa.

Rasulullah itu adalah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."36.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu “penelitian yang bertujuan untuk mengamati masalah secara sistematis dan cermat sehubungan dengan fakta dan ciri-ciri objek tertentu. Berdasarkan pendapat di atas, dalam konteks penelitian ini, penulis berusaha untuk menggambarkan secara sistematis Peran Guru dalam Pembinaan Akhlak Anak di TPA Miftahul Iman Negeri Agung Desa Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur, gambaran ini berdasarkan data yang dikumpulkan selama penelitian.

Sumber Data

  • Wawancara
  • Observasi
  • Dokumentasi

Dan ada dua jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber pertama dimana data itu dibuat.”47 Mengenai yang dimaksud dengan “data primer adalah data yang berbentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak tubuh atau tingkah laku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya.”48. Berdasarkan uraian di atas, maka sumber data utama dalam penelitian ini adalah semua data yang diperoleh dari pernyataan atau kata-kata yang diucapkan secara lisan oleh para guru TPA Miftahul Iman.

Sumber data sekunder adalah sumber data kedua setelah sumber data primer.”49 Berdasarkan hal tersebut maka sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun yang mengikuti pelatihan di TPA Miftahul Iman, orang tua atau wali santri dan sumber yang digunakan , bahwa tentang peran guru dalam membina akhlak anak di TPA Miftahul Iman, baik dari buku, dokumen maupun dari internet. Karena jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif maka metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi diartikan sebagai pengamatan, pemilihan, pengkodean dan pencatatan secara sistematis berkenaan dengan gejala-gejala yang muncul pada obyek penelitian 51 Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung.

Teknik observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengungkap dan memberikan gambaran tentang pembinaan yang dilakukan oleh guru TPA terhadap akhlak anak di TPA Miftahul Iman yaitu dengan mengamati secara langsung sikap dan perilaku anak serta melaksanakan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh pengasuh atau guru TPA. di TPA Miftahul Iman. Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mencari data mengenai kondisi guru dan anak atau siswa TPA Miftahul Iman serta kondisi lainnya yang berkaitan dengan TPA Miftahul Iman Desa Negeri Agung Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur. Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti akan menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu dalam penelitian ini.

Dan dalam penelitian ini peneliti melakukan double check informasi dengan menggunakan teknik wawancara, namun pada waktu yang berbeda yaitu awalnya pada siang hari dapat dilakukan pengecekan kembali pada sore hari. Untuk mengecek kebenaran hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, penulis melakukan observasi kembali setelah belajar dari TPA Miftahul Iman pada realitas perilaku sehari-hari.

Teknik Analisis Data

Triangulasi waktu adalah cara pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda, jika hasil tes menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang agar ditemukan data yang lebih valid. Analisis dilakukan terhadap data studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan berada di lapangan.

Dalam analisis data lapangan hal ini dilakukan pada saat pengumpulan data dilakukan, dan setelah pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu. Dalam proses penelitian kualitatif ketika memasuki lapangan diawali dengan penetapan informan (yang dapat dipercaya. Dipahami bahwa teknik analisis ini memiliki tahapan yaitu mulai dari pengumpulan data, dimana banyak data yang diperoleh, itu dilakukan reduksi data yaitu pencarian dan pemilihan data yang akan digunakan.

Kemudian setelah dilakukan reduksi data, data disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan sejenisnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya TPA Miftahul Iman
  • Letak Geografis Taman Pendidikan Al-Qur’an Miftahul Iman Gambar 1
  • Struktur Kepengurusan TPA Miftahul Iman
  • Peran Guru Dalam Pembinaan Akhlak Anak di TPA Miftahul Iman Pembinaan akhlak anak merupakan salah satu tugas sebagai Pembinaan akhlak anak merupakan salah satu tugas sebagai

Bersamaan dengan itu, dipilihlah sebuah bangunan untuk menjadi tempat Taman Pendidikan Al-Qur'an sekaligus memberi nama TPA yang hingga saat ini bernama TPA Miftahul Iman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai peran guru dalam pembinaan akhlak anak di TPA Miftahul Iman. Menurut guru TPA Miftahul Iman, peran yang dimainkan dalam meningkatkan akhlak anak adalah dengan cara mendidik anak agar barakhlakul karimah, seperti: membiasakan anak barakhlakul karimah kepada teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya, memberi contoh berkelakuan baik, pemberian nasehat pada saat pelajaran akan ditutup.59.

Hal ini dipertegas dari hasil wawancara dengan ketua TPA Miftahul Iman mengenai peran yang dilakukannya dalam membesarkan akhlak anak yaitu memberikan nasehat berupa: selalu bersikap baik kepada teman, bersikap baik kepada kedua orang tua dan jangan berdebat dengan orang tua. Tak hanya memberi nasehat, pengelola TPA Miftahul Iman juga melakukan kebiasaan seperti: setiap masuk dan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru TPA, mengenai peran guru dalam mendidik akhlak anak di TPA, Miftahul Iman berusaha semaksimal mungkin, sedangkan peran guru adalah memberi contoh yang baik, mengarahkan anak agar berperilaku santun, mengontrol perilaku anak. perilaku. dan memberikan nasehat – nasehat yang baik.

Mengenai peran guru TPA, penulis mewawancarai orang tua/wali, menurut Ibu Nur Hamdanah, bentuk dukungan untuk anaknya yang bersekolah di TPA adalah Miftahul Iman: mengingatkannya sebelum jam tiga sore untuk siap-siap. untuk TPA dan membawanya ke TPA dan menjemputnya. Penulis mewawancarai Ibu Luluk selaku guru TPA Miftahul Iman tentang tingkah laku atau akhlak anak setelah mengikuti pembelajaran di TPA, bahwa ia mengalami perubahan yang baik, seperti berjalan di depan orang tua dengan membungkukkan badan dan berbicara kepada orang tua dengan bahasa Jawa yang halus diiringi dengan kelemah-lembutan. Sedangkan menurut Ibu Umi Fatimah, perubahan akhlak anak setelah mengikuti pembelajaran di TPA Miftahul Iman memang banyak perubahan yang baik terutama pada anak-anak.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru TPA mengenai perubahan akhlak anak setelah mengikuti pembelajaran di TPA Miftahul Iman, penulis memahami bahwa telah banyak terjadi perubahan tingkah laku atau akhlak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari terhadap guru, orang tua, teman dan teman. orang lain yang lebih tua. Sedangkan menurut Ibu Nur Baiti, perubahan akhlak anak setelah mengikuti pembelajaran di TPA Miftahul Iman, anak mengalami perubahan yaitu setiap kali dipanggil, anak langsung menjawab dan menjawab dengan cepat.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Guru sebagai penasehat anak atau cara mendidik anak dengan cara memberikan nasehat ajaran yang baik untuk dipahami dan diamalkan. Bagi para wali murid dan masyarakat hendaknya terus meningkatkan dukungan terhadap TPA, baik dukungan materil maupun spiritual, seperti selalu memberikan semangat dan teladan yang baik bagi anak-anak. Adapun para wali santri hendaknya selalu memberikan dukungan dengan mengingatkan dan memberikan contoh yang baik bagi anaknya di rumah maupun di masyarakat.

Bagi siswa agar lebih semangat mengikuti pembelajaran di TPA Miftahul Iman dan ikut serta dalam pembinaan akhlak dengan sungguh-sungguh serta berusaha membantu kelancaran pembinaan dengan menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku di TPA Miftahul Iman.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Penulis menyimpulkan bahwa strategi dakwah dalam pembinaan akhlak di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Hidayatullah menggunakan berbagai metode yang berupa metode memberi