PERAN JARINGAN PEREMPUAN INDONESIA TIMUR DALAM PENDAMPINGAN PASTORAL TERHADAP KORBAN
TUDUHAN PKI DI KOTA KUPANG
Oleh:
Khatrin Wandelmud Sailana 712017166
Diajukan kepada, Program Studi: Teologi, Fakultas: Teologi, guna memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Sains Teologi (S, Si.
Teol).
Fakultas Teologi
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
2022
ii
iii
iv
v MOTTO
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan
menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Ulangan 31: 6
“Run When You Can, Walk If You Have To, Crawl If You Must, Just Never Give Up!”
-Holland Reynolds-
vi
KATA PENGANTAR
Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan dan tuntunan- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini untuk memenuhi syarat kelulusan memperoleh gelar Sarjana Sains Teologi di Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana.
Penulis menyadari bahwa pencapaian ini didapatkan bukan karena kehebatan penulis melainkan karena pertolongan dari Tuhan serta adanya dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan selalu mendoakan sehingga penulis dapat sampai pada titik ini. Dengan segala hormat, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapa Ardy, mama Ina, Opa B, Oma Mud, Opa Dan, Oma Ruth, Bapa Jeco, Novita, Amo dan Ariel yang selalu mendukung secara materi maupun immaterial. Terima kasih atas kepercayaanya melepaskan Khatrin untuk kuliah di luar Kota Kupang dan terima kasih untuk doa-doa yang tiada henti dipanjatkan. Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh keluarga di Pasir Panjang maupun di Fontein yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
2. Pdt. Imanuel Teguh Harisantoso dan Pdt. Gunawan Y. A.
Suprabowo selaku dosen pembimbing yang senantiasa membimbing penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Kepada Pdt. Nimali F. Buke selaku orang tua wali yang memberikan arahan dan bimbingan selama penulis menempuh Pendidikan di Fakultas Teologi UKSW. Kepada seluruh dosen dan staf pegawai Fakultas Teologi UKSW yang telah berbagi ilmu dan membantu berbagai urusan administrasi selama masa pendidikan.
vii
3. Jaringan Perempuan Indonesia Timur yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan penelitian. Kepada Mama Ina, Kak Aris, Kak Mega, Kak Tin, Kak Sri, para Opa dan Oma penyintas
’65 di Kota Kupang yang bersedia menjadi informan dan memberikan data-data yang diperlukan penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
4. Teman-teman terkasih Cemdu ‘66 Garis Keras (Risna F.
Langmaa, Mercy Brilliant Amekan, Okrisye Lantaka, Arine Grasellia Ndelawa, Sheldy Amice Isrina Mullik, Meidy Ivana Pertonela Paidjo, Ariesta Rahelia Solukh, Agustine Solantia Talu, Nona Glenda Ay, Melanie Mardolna Sine, Evy Nenoliu, Elzy Lakodjanga), Suanggi Squad (Risna F. Langmaa, Desi Belandina Lukuaka, Vety Alyusti Baceba Ataupah, Nadya Nakamnanu, Lely Febrianty Benu, Ranti Geoneta Naklui, Desty Natalia Selan, Silvini Ndatamay, Veren Koro, Yusuf B. Adang, Richard E. Thomas, Ricky Fay), Anak Lipat Tangan (Mercy, Meidy, Arine, Sheldy, Carlo Sibu, Viyan Ataupah), dan Jang Kaget (Maria Dhelaztrada Azi, Nining Wahyuningsih, Marni Tamonob) yang telah menjadi saudara dalam suka dan duka, mencintai, membantu, mendukung baik Salatiga di maupun di Kota Kupang.
5. Teman-teman Fakultas Teologi UKSW angkatan 2017 serta teman-teman PPL I-V yang telah menerima penulis dengan tulus untuk saling belajar dan menopang satu dengan yang lain.
6. Daud Gelbard Yohanis Tabelak yang telah menemani penulis dan menjadi teman berbagi pengalaman hidup, keluh kesah dan yang selalu memberikan dukungan serta doa selama penulis menempuh pendidikan.
7. Kristiani Sula, Yuyun Zacharias, Kak Foty Otemusu, dan Kak Yulan yang selalu mendukung penulis selama menempuh pendidikan, menjadi tempat berbagi dan berdiskusi.
viii
8. Khatrin Wandelmud Sailana, terima kasih sudah berproses sejauh ini sekalipun banyak tantangan dan hambatan. Semangat menjalani proses selanjutnya, Tuhan menuntun dan menolong.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna. Namun, penulis berharap agar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis, Jaringan Perempuan Indonesia Timur dan memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia.
Salatiga, 12 Desember 2022 Khatrin Wandelmud Sailana
ix
Peran Jaringan Perempuan Indonesia Timur Dalam Pendampingan Pastoral Terhadap Korban Tuduhan PKI di Kota Kupang Khatrin Wandelmud Sailana, Pdt. Imanuel Teguh Harisantoso, M.Si,
Pdt. Gunawan Y.A. Suprabowo, D.Th Fakultas Teologi UKSW
ABSTRAK
Penulisan artikel ini berfokus pada peran Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) dalam pendampingan pastoral terhadap korban tuduhan PKI di Kota Kupang. Pendampingan dilakukan karena JPIT melihat bahwa para korban mengalami ketidakadilan yang membuat mereka hidup dalam trauma kolektif dan tekanan karena stigma negatif yang melekat sehingga merusakkan relasi dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan adanya pendampingan pastoral oleh JPIT kepada korban tuduhan PKI di Kota Kupang dan juga beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Pendampingan pastoral dilakukan dalam beberapa tahap yaitu penelitian, publikasi dan pendampingan. Melalui tahap-tahap tersebut, JPIT berupaya untuk memulihkan trauma kolektif yang dialami korban, memulihkan relasi antara korban dengan dirinya sendiri maupun orang lain, serta menepis stigma negatif yang masih melekat pada korban. Upaya JPIT tidak saja dimaksudkan untuk menolong para korban tetapi lebih dari itu diharapkan dapat menggerakkan gereja dan juga negara untuk bersama-sama menegakkan keadilan dan kebenaran bagi korban.
Kata Kunci : Peran Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT), Korban Tuduhan PKI, Pendampingan pastoral, Stigma negatif.