• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA ISLAM SISWA-SISWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA ISLAM SISWA-SISWI "

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PADA SISWA DI MIN BOGEM SAMPUNG PONOROGO. Bagaimana peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan praktik pendidikan Islam pada siswa MIN Bogem Sampung Ponorogo.

KAJIAN TEORI 1. Kepala Sekolah

Agama Islam a. Agama Islam

Dari akar kata ini pula terbentuk kata Salima Yuslimu yang artinya damai, taat, pasrah (diri). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa makna kata Islam adalah: kedamaian, kesejahteraan, keamanan, penyerahan diri (diri), ketaatan dan ketundukan. Kehendak ilahi yang harus ditaati manusia dengan sepenuh hati bukanlah untuk kepentingan Tuhan.

Kehendak Allah itu disampaikan oleh malaikat Jibril (terakhir) kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusannya berupa wahyu yang kini dapat dibaca dan dipelajari secara utuh di dalam Al-Qur’an. Pengertian Islam sebagai agama, iaitu agama yang diwahyukan kepada manusia oleh Allah melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW, Islam dalam pengertian agama ini, di samping melaksanakan dakwah sebagaimana yang dibawa oleh para Nabi, adalah. juga agama yang ajarannya lebih lengkap dan sempurna berbanding agama yang dibawa oleh para Nabi terdahulu. Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah agama yang merangkumi segala ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, dengan terlebih dahulu menyesuaikannya dengan keperluan zaman.

Seperti binaan rumah, Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah binaan rumah yang disempurnakan.

Pengamalan Ajaran Agama Islam

Al-Quran merupakan sumber utama dan pertama (sumber normatif) dari seluruh ajaran Islam, masing-masing Al Sunnah dan Ijtihad. Al Sunnah adalah penjelasan Al-Quran, sedangkan Ijtihad adalah upaya ilmiah rasional dan operasional untuk mendekati wahyu Allah. Muhammad SAW, pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia, pembedaan yang benar dan yang batil, peringatan bagi manusia, motivasi dan inspirasi bagi manusia untuk hidup dinamis dan optimis.

Kandungan pokok Al-Qur’an meliputi keimanan dan keimanan, kaidah-kaidah pokok hukum, kaidah-kaidah pokok perilaku dan nilai-nilai etika, petunjuk tentang tanda-tanda alam, keberadaan dan kekuasaan Allah, kisah-kisah para nabi dan rasul terdahulu serta informasi tentangnya. supranatural.28. Sedangkan menurut istilahnya adalah mengarahkan segenap potensi pikiran dan kemampuan semaksimal mungkin untuk menetapkan hukum syariah. Misalnya saja membangun jalan di desa-desa terpencil. e) Saddudz-Dzari'ah adalah menetapkan hukum berdasarkan kerugian/kerusakan pada seseorang atau sekelompok orang.

Contohnya, makan tempe bongkrek. f) Istishab ialah menetapkan hukum berdasarkan hukum yang telah berlaku/biasa bagi masyarakat. Contohnya, menetapkan cukai untuk penduduk di negara takluk Islam seperti Iran. g) Urf ialah mewujudkan undang-undang yang telah menjadi kebiasaan masyarakat.

Rukun Islam

Ajaran tersebut diturunkan oleh Tuhan, Allah SWT, Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Kuasa kepada Nabi Muhammad SAW., SEBAGAI Nabi dan Rasul terakhir. Kedua kalimat ini merupakan kalimat wajib dan wajib diucapkan oleh seluruh non-Muslim yang ingin masuk Islam.31. Selesai dari hilangnya warna kemerahan di ufuk barat hingga menjelang fajar Sadika.32.

Zakat artinya membersihkan harta, mensucikan dari segala bentuk dan bagian yang bukan milik kita, melainkan milik orang lain, inilah yang disebut dengan zakat. Bersucinya harta pada mulanya disebut dengan infaq, hanya saja infaq terbagi menjadi dua golongan yaitu unfaq wajib yang disebut dengan zakat dan infaq sunnah yang disebut dengan sedekah. Puasa merupakan arti dari kata “syiyam” (bahasa Arab) yang berarti menahan diri dalam bahasa Indonesia.

Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib di sisi Allah SWT. untuk semua mukmin yang sudah dewasa atau yang bodoh dan berakal. Menurut syariat, “Haji” ialah pergi ke rumah Allah atau menghadap Allah untuk menunaikan segala rukun dan tuntutan haji sebagaimana yang ditetapkan oleh syarak. Dalam erti kata lain, Haji adalah lawatan yang sengaja ke Kaabah atau Rumah Allah untuk tujuan ini.

TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU

  • Pendekatan Dan Jenis Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Lokasi Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Temuan
  • Tahap-tahap Penelitian

Penelitian ini membahas tentang bagaimana meningkatkan kecerdasan spiritual siswa melalui pembelajaran agama, sedangkan pada penelitian ini yang dibahas adalah peran kepala sekolah dalam meningkatkan pengamalan ajaran Islam oleh siswa. Kajian tersebut membahas tentang bagaimana pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam, sedangkan dalam penelitian ini yang dibahas adalah peran kepala sekolah dalam meningkatkan pengamalan ajaran Islam oleh siswa. Kajian tersebut membahas tentang bagaimana model pengembangan siswa meningkatkan prestasi keagamaan, sedangkan pada penelitian ini yang dibahas adalah peran kepala sekolah dalam meningkatkan pengamalan ajaran Islam siswa.

Ciri-ciri penelitian kualitatif tidak lepas dari observasi partisipan, namun peran penelitian menentukan keseluruhan skenario.41 Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen kunci, partisipan penuh dan juga mengumpulkan data, sedangkan instrumen lainnya bersifat pendukung. . Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.

Dalam penelitian ini pihak yang akan dijadikan informan adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Kegigihan pengamat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam suatu situasi yang sangat relevan dengan permasalahan atau isu yang dicari.

DESKRIPSI DATA

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Letak Geografis MIN Bogem Sampung Ponorogo
  • Profil dan Sejarah singkat Madrasah a. Profil Madrasah
  • Tujuan Madrasah
  • Keadaan Guru dan Siswa MIN Bogem Sampung Ponorogo a. Keadaan Guru
  • Struktur Organisasi

MI PSM) Bogem Sampung Ponorogo, awalnya Madrasah ini bernama Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Sabilil Muttaqin (MI PSM) Bogem yang berkedudukan di Takeran Kabupaten Magetan. Sasaran strategis merupakan upaya madrasah dalam menyelenggarakan berbagai tugas prioritas yang harus digarap madrasah guna mencapai visi yang telah dirumuskan. Pengorganisasian berbagai prioritas tersebut akan memudahkan seluruh komponen organisasi madrasah dalam menjalankannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Menerima masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite madrasah dan diputuskan oleh dewan pendidikan yang dipimpin oleh kepala madrasah. Jumlah guru MIN Bogem Sampng Ponorogo sebanyak 16 orang, terdiri dari 13 orang berstatus PNS dan 3 orang berstatus GTT. Data siswa pada saat melakukan penelitian di MIN Bogem Sampung Ponorogo pada tahun 2017 berjumlah 320 siswa yang terdiri dari 169 laki-laki dan 151 perempuan.

Secara organisasi, MIN Bogem Sampung Ponorogo dipimpin oleh kepala madrasah, dibantu oleh guru-guru yang terbagi dalam beberapa bidang, yang dianggap mempunyai keterampilan di bidangnya dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau di PKM (Pembantu Kepala Madrasah), walaupun di tingkat MIN belum ada strukturnya, tapi tetap ada di MIN Bogem.

Deskripsi Data Khusus

  • Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Meningkatkan Pengamalan Ajaran Agama Islam Siswa-Siswi di MIN Bogem
  • Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin atau Leader dalam Meningkatkan Pengamalan Ajaran Agama Islam di MIN Bogem
  • Peran Kepala Sekolah Sebagai pendidik ( Educator ) dalam Meningkatkan Pengamalan Ajaran Agama Islam Siswa-Siswi di MIN

Sebagai sarana penunjang peningkatan amalan keagamaan siswa, kepala sekolah membuat program Tahasus sebagai upaya untuk melengkapinya dengan konsep sendiri, pelaksanaan, evaluasi, kemudian dari sumber daya manusianya dengan membentuk tim untuk membagi tugas dan beban kerja kemudian buatkan juga contact book karena kegiatan Tahasu tidak akan efektif jika hanya di Madrasah saja, namun juga harus intensif di rumah dan libatkan juga orang tua siswa dengan membuat contact book. Dalam meningkatkan amalan keagamaan peserta didik, selain berperan sebagai pemimpin, juga sebagai pemimpin yang berusaha menyusun rencana untuk membuat program Tahasus dengan konsep, pengelolaan, pelaksanaan dan evaluasi tersendiri. Kepala sekolah selaku pimpinan mengenai rencana diadakannya program Tahasus untuk meningkatkan amalan keagamaan siswa juga masih dibahas dan diadakan pertemuan dengan para guru untuk diputuskan setuju atau tidak dan disepakati bersama.

Dalam pelaksanaan program Tahasus seluruh siswa dibiasakan dalam menghafal doa, hafalan surat pendek, asmau husna dengan membuat pembagian kerja, termasuk penanggung jawab program Tahasus dengan mengatur dan merencanakan kegiatan Tahasus, misalnya pada awalnya kelas, menghafal setiap doa, menghafal setiap surat pendek. Selain pelaksanaan program tahasus untuk meningkatkan amalan keagamaan siswa, amalan sholat dhuha juga dilakukan setiap hari yang dijadwalkan bergantian per kelas, kecuali hari Rabu yang dilakukan oleh seluruh siswa kelompok satu sampai kelas. enam. Peran guru juga sebagai penanggung jawab program Tahasus untuk meningkatkan pengamalan keislaman siswa, yaitu dengan memastikan materi Tahasus sesuai dengan materi yang ada di PAI antara lain Aqidah Akhlak, Fiqih dan Hadits Al-Quran. diambil dan dipelajari.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ibu Binti selaku guru sekaligus penanggung jawab program Tahasus. Oleh karena itu, guna meningkatkan praktik pengajaran agama Islam yang dilakukan siswa, untuk mengetahui apakah siswa telah mengikuti program Tahasus dengan baik, maka program Tahasus juga melakukan evaluasi tersendiri terhadap siswa yang dilakukan empat kali dalam setahun, tepat di PTS ( penilaian tengah semester pertama), PAS (penilaian akhir semester), PTS 2 juga ada di PAS 2 dan juga ada laporan tertulis (rapor).

ANALISIS DATA

Analisis Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Meningkatkan Pengamalam Ajaran Agama Islam siswa-siswi di MIN Bogem Sampung

Hal ini sesuai dengan teorinya, Wahjosumudjo juga menjelaskan bahwa dalam manajemen ada hal penting yang harus diperhatikan dari pengertian tersebut yaitu proses, pemanfaatan seluruh sumber daya organisasi dan pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Dengan menciptakan suasana yang tepat, kepala sekolah membantu sumber daya manusia untuk melakukan hal yang terbaik. Apabila terdapat kesalahan antar bagian sekolah yang ada maka kepala sekolah harus memberikan bimbingan dan memperbaiki hal tersebut 69.

Manajemen pada hakikatnya adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengarahan dan pengendalian usaha anggota suatu organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus mempunyai strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama/kolaborasi, memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan keterlibatan seluruh tenaga pengajar dalam berbagai kegiatan yang bersifat manajer. mendukung program sekolah. Sesuai dengan kinerja yang ditentukan dalam penilaian kerja kepala sekolah, maka kepala sekolah harus mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya.

Analisis Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Meningkatkan Praktik Pengajaran Agama Islam Bagi Siswa Di MIN.

Analisis Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin atau Leader dalam Meningkatkan Pengamalan Ajaran Agama Islam Siswa-Siswi di MIN

Mulyasa menjelaskan, kepala sekolah sebagai pemimpin hendaknya mampu memberikan bimbingan dan supervisi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan dan siswa, membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Keterampilan yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai seorang pemimpin dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan komunikasi. Analisis Peran Kepala Sekolah Sebagai Pendidik Dalam Meningkatkan Praktek Siswa Dalam Pembelajaran Agama Islam.

Kepala Sekolah MIN Bogem Sampung Ponorogo tidak hanya berperan sebagai manajer dan pemimpin dalam meningkatkan pengamalan agama Islam siswanya, namun juga sebagai pendidik. Selain sebagai pemimpin, kepala sekolah juga tetap menjalankan tugas terpentingnya sebagai guru. Dalam meningkatkan amalan keislaman santri, direktur berusaha memberikan motivasi, memberikan materi, mengingatkan, membimbing program kegiatan keagamaan seperti Tahasus dan juga pelaksanaan shalat Dhuha dan Dhuhur yaitu mendorong santri untuk lebih giat. Hal ini sesuai dengan teori Wahjosumidjo yang menyatakan bahwa pendidik adalah orang yang mengajar, sedangkan mengajar berarti memberikan latihan (pengajaran, kepemimpinan) mengenai moralitas dan kecerdasan, sehingga pendidikan dapat diartikan sebagai proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok. manusia dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pendidikan dan pembelajaran.

Akhlak, hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik dan buruk dalam kaitannya dengan tindakan, sikap dan kewajiban atau akhlak yang diartikan dengan akhlak, budi pekerti dan kesusilaan. Fisik, segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi fisik atau badan, kesehatan, dan penampilan seseorang.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Intan Kurniawati/A510110227.PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGOPTIMALKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA MIM KISMOYOSO NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN AJARAN

pembinaan mental, pembinaan moral dan pembinaan fisik bagi tenaga kependidikan. 2) Kepala sekolah sebagai Manajer, yang pada hakekatnya merupakan suatu proses

Tesis dengan judul “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Multi Kasus SMP Negeri 3 Peterongan Darul Ulum Jombang dan SMP Islam Baitul

serta mencintai dan menyayangiku dengan sepenuh hati.. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Inpres Rajuni

Peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membina sholat dhuha berjamaah di MAN Kota Blitar tahun ajaran 2016/2017 ... Peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membina

dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam tentang peran kepala sekolah sebagai supervisor. dalam meningkatkan

Dari wawancara yang dilakukan peneliti bersama dengan pihak guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa SMP Negeri 18 Lau maka dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Madrasah Aliyah Nurul Islam Air Bakoman, peneliti mengetahui bahwa peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam meningkatkan mutu