PENDAHULUAN
Latar Belakang
Memasukkan beberapa program dalam program Near Benefit yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Puro. Berdasarkan uraian di atas, peneliti terdorong untuk meneliti Program Bujaya yang dilakukan Perpustakaan Bukuku Guruku dalam Pemberdayaan Masyarakat.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Tempat dan Waktu Penelitian
Kerangka Pikir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan desa dalam pemberdayaan masyarakat Desa Kalisidi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian Yunus Winoto dan Sukaesih terletak pada objek penelitian yaitu pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perpustakaan desa.
Landasan Teori
- Konsep Pemberdayaan Masyarakat
- Konsep Perpustakaan Desa
- Peran Perpustakaan Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat
Peran program Bujaya dalam upaya penguatan perekonomian masyarakat Desa Puro sebagai wadah peningkatan keterampilan. Program Bujaya merupakan program pelatihan keterampilan berdasarkan koleksi yang ada di perpustakaan Bukuku Guruku.
METODE PENELITIAN
Pemilihan Metode Kualitatif
Kemudian Moleong (2007) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian, seperti perilaku, motivasi, persepsi, tindakan, peristiwa, dan lain-lain. Oleh karena itu peneliti berpendapat metode penelitian kualitatif cocok untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam peran program Bujaya di Perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Puro Kecamatan Karangmalang pemberdayaan kabupaten Sragen. .
Informan dan Rekrutmen
- Informan
- Rekrutmen
Tujuan dari penelitian ini adalah peran program Bujaya yang dilakukan Perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat di Desa Puro. Informan juga harus mengetahui tentang Program Bujaya dan mengikuti Program Bujaya yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro.
Metode Pengambilan Data
Apabila komunikasi terjalin dengan baik maka peneliti akan meminta informan yang sesuai dengan kriteria pemilihan informan yang telah ditentukan untuk menjadi informan dalam penelitian yang dilakukan peneliti mengenai peran program Bujaya yang dilakukan perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya penguatan. perekonomian masyarakat Desa Puro Kecamatan Karangmalang. Kabupaten Sragen. Proses wawancara dilakukan terhadap informan terpilih yang memenuhi kriteria yaitu pimpinan Perpustakaan Bukuku Guruku dan masyarakat yang mengikuti program Bujaya. Saat wawancara, peneliti mencatat pertanyaan terkait program Bujaya dalam upaya penguatan perekonomian masyarakat.
Peneliti hanya mengamati bagaimana kegiatan yang berlangsung dalam program Bujaya yang dilakukan oleh perpustakaan Bukuku Guruku dan bagaimana masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dengan cara mengamati peristiwa atau peristiwa yang berkaitan dengan program Bujaya dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat desa Puro kecamatan Karangmalang kabupaten Sragen. Dalam penelitian ini studi dokumentasi menggunakan foto-foto kegiatan dan laporan kegiatan program Bujaya yang telah berlangsung.
Metode penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data penelitian mengenai peran program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya penguatan perekonomian penduduk Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.
Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan tema dari data yang dikumpulkan yang dapat mengidentifikasi peran program Bujaya yang dilakukan perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Puro. Desa, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Proses pengkodean disesuaikan dengan rumusan masalah penelitian, artinya kode yang dibuat pada transkrip wawancara dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Peneliti membuat kode yang sesuai untuk seluruh data dan memastikan bahwa setiap kode mewakili data dalam transkrip wawancara yang dilakukan terkait program Bujaya dalam upaya meningkatkan perekonomian penduduk Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.
Selanjutnya, peneliti membuat nama topik untuk setiap kelompok kode yang telah ditentukan sebelumnya, dan nama topik yang dihasilkan harus mencerminkan konten kode dalam kelompok tersebut. Oleh karena itu, tahapan ini penting dilakukan agar peneliti dapat memastikan keakuratan tema yang dikembangkan. Pada tahap ini peneliti menentukan tema utama atau tema akhir dari antara tema-tema yang telah ditentukan.
Topik terakhir merupakan penggabungan seluruh topik yang telah dilakukan, menjadi satu topik besar dan dapat menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.
Menjaga Kualitas Penelitian (Maintaining Quality)
Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Perpustakaan Bukuku Guruku melalui program Bujaya yang diberikan kepada masyarakat mempunyai tujuan. Peran program Bujaya dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro sebagai sarana penciptaan peluang usaha. Program Bujaya atau buku jadi yang dijalankan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku merupakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Puro dengan melakukan pelatihan keterampilan.
Konsultasi dilakukan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku untuk memfasilitasi komunitas anggota program Bujaya. Keterampilan yang dilakukan dalam program Bujaya berbeda-beda tergantung koleksi yang dimiliki Perpustakaan Bukuku Guruku. Dengan membaiknya perekonomian keluarga, masyarakat Desa Puro akan semakin tertarik untuk mengikuti program Bujaya dan berbagai program serta kegiatan di Perpustakaan Bukuku Guruku.
Program Bujaya di Perpustakaan Bukuku Guruku memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat Desa Puro sehingga mampu menciptakan suatu produk yang dapat diperjualbelikan.
GAMBARAN UMUM OBJEK DAN SUBJEK PENELITIAN
Gambaran Umum Tempat Penelitian
Berlokasi di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Perpustakaan Bukuku Guruku didirikan sebagai tindak lanjut dari undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang pendirian perpustakaan desa, yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada tahun konteks pengajaran kehidupan bangsa. Pada tahun 2008, Dewan Desa Puro menerima surat dari kantor Arpusda di Kabupaten Sragen untuk mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kursus pelatihan pengelolaan perpustakaan desa. Setelah menjalani pelatihan pengelolaan perpustakaan desa, pemerintah Desa Puro mulai memperhatikan dan mengembangkan perpustakaan desa yang dipimpin oleh salah satu perangkat Desa Puro yaitu Ibu Sri Hartati yang berdomisili di daerah yang akrab disapa Ibu. .Tatik yang kini menjabat Kepala Perpustakaan Bukuku Guruku.
Bukuku Guruku” digagas oleh ibunda Tatik pada tahun 2012, dengan alasan belajar itu seumur hidup dan kegiatan belajar sangat identik dengan guru. Seiring berjalannya waktu, Perpustakaan Bukuku Guruku terus berkembang hingga saat ini karena didukung oleh pemerintah Desa Puro terutama dalam hal pendanaan. Perpustakaan Bukuku Guruku tidak hanya menyediakan buku bagi masyarakat, namun juga telah menciptakan enam program manfaat terdekat untuk membantu masyarakat mengentaskan kemiskinan masyarakat dan dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat.
Selain untuk mengembangkan keterampilan, Perpustakaan Bukuku Guruku juga menyediakan tempat dan informasi yang dibutuhkan anak sekolah dalam mengerjakan tugas atau sekedar mencari hiburan.
Visi, Misi, dan Tujuan
- Visi
- Misi
- Tujuan
Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia, dalam mengedukasi dan meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat Desa Puro. Perpustakaan Bukuku Guruku bertujuan untuk meningkatkan literasi demi kesejahteraan masyarakat Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Susunan Pengurus Perpustakaan Bukuku Guruku
Kegiatan di Perpustakaan Bukuku Guruku
Program ini dilaksanakan dengan perpustakaan keliling di 13 Posyandu dan kegiatan masyarakat lainnya di desa Puro. Tujuan dari program ini adalah untuk menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti kegiatan masyarakat, sehingga mereka dapat dengan mudah menggunakan bahan bacaan tersebut dan meningkatkan literasi membaca di masyarakat. Perpustakaan Bukuku Guruku tidak hanya menarik masyarakat untuk datang ke perpustakaan, namun juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui program Bulida yang dilakukan melalui kunjungan pada kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung.
Program ini diwujudkan dengan menjalin kerjasama antara perpustakaan dengan Pokja 2 desa dan Pokja 3 PKK Puro. Kegiatan yang dilakukan antara lain pelatihan keterampilan, kewirausahaan, workshop dan sosialisasi yang melibatkan masyarakat desa Puro. Program Bulida, yaitu kegiatan membaca bergilir yang dilakukan ibu-ibu PKK pada setiap pertemuan ibu-ibu di setiap RT atau biasa disebut dengan pertemuan PKK desa Puro.
Perpustakaan Bukuku Guruku juga berkolaborasi dengan LPTP (Lokakarya Pengkajian Teknologi Pertanian) untuk membuat aplikasi pengumpulan sampah masyarakat bernama Rapel.
Profil Informan Penelitian
ANALISIS HASIL PENELITIAN
Peran Program Bujaya dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Pelatihan Keterampilan Berdasarkan Koleksi Bahan Pustaka
- Kondisi Masyarakat Desa Puro
- Fasilitas dalam Program Bujaya
- Usaha yang Dimiliki Masyarakat Desa Puro
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian mengenai peran program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat desa Puro kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen, peneliti memperoleh 2 tema mengenai peran program Bujaya. Program Bujaya dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang meliputi peran program Bujaya sebagai wadah peningkatan keterampilan masyarakat desa Puro dan peran program Bujaya sebagai wahana masyarakat desa Puro untuk menciptakan usaha. Dalam peran program Bujaya sebagai wadah peningkatan keterampilan masyarakat desa Puro, program Bujaya memberikan pelatihan keterampilan manual dan keterampilan mengelola usaha. Misalnya saja pada program Bujaya yang mengadakan pelatihan pembuatan keripik pisang berdasarkan kumpulan bahan pustaka yang ada.
Program Bujaya juga berperan dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro sebagai cara masyarakat Desa Puro dalam menciptakan usaha. Dengan melakukan pelatihan keterampilan, masyarakat yang berpartisipasi dapat mengasah keterampilannya hingga menghasilkan suatu produk yang kemudian dapat dijadikan sebuah bisnis. Dengan terpenuhinya perekonomian rumah tangga secara mandiri, masyarakat semakin bisa saling membantu untuk mencari pekerjaan.
Dengan begitu, peran program Bujaya berhasil mengangkat masyarakat Desa Puro keluar dari kemiskinan dengan membantu masyarakat untuk mendirikan usaha yang dapat membantu permasalahan perekonomian mereka.
Saran
Program Bujaya yang diperuntukkan bagi remaja putri diadakan khusus untuk remaja putri dan untuk ibu-ibu diadakan khusus untuk ibu-ibu. Jika kegiatan program Bujaya dipisah maka remaja putri akan lebih tertarik untuk mengikuti program Bujaya dan dapat meningkatkan keterampilannya tanpa harus merasa malu untuk bergabung dengan para ibu-ibu. Sebaiknya acara Bujaya juga diadakan untuk bapak-bapak agar bapak-bapak di Desa Puro juga mempunyai kemampuan berbisnis.
Pelatihan keterampilan pada program Bujaya hendaknya dilakukan dalam bidang penggunaan media sosial dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini, mengingat saat ini media sosial lebih lunak terhadap masyarakat dan sangat diminati oleh masyarakat. Sesampainya di perpustakaan, saya langsung menemui Ibu Sri Hartati yang sering disapa Bu Tatik selaku kepala perpustakaan Bukuku Guruku yang saat itu sedang berada di perpustakaan. Saya menjelaskan bahwa saya bermaksud datang untuk melakukan penelitian di Perpustakaan Bukuku Guruku yang fokus pada program Bujaya.
Sebelum pulang, saya mengatur wawancara dengan Bu Tatik tentang program Bujaya. Hari ini pukul 09:30 WIB saya mendapat pesan dari Bu Tatik bahwa beliau ada di perpustakaan dan mempunyai waktu luang untuk memberikan informasi mengenai program Bujaya. Setelah semua informasi saya terisi, saya langsung menemui informan lainnya yaitu warga desa Puro yang mengikuti program Bujaya.