BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN
5.1 Peran Program Bujaya dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
5.1.3 Fasilitas dalam Program Bujaya
Program Bujaya juga dapat dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat untuk membuat keterampilan yang diinginkan. Masyarakat datang untuk membaca atau memanfaatkan koleksi perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya, kemudian jika ada yang ingin mempraktikkan cara-cara yang ada di dalam buku, terutama pada koleksi ilmu terapan, masyarakat boleh meminta kepada pustakawan atau pengelola perpustakaan untuk dilakukan pelatihan berdasarkan koleksi yang diinginkan masyarakat. Jika pihak perpustakaan sudah menyetujui, kemudian akan disusun jadwal dan disosialisasikan atau disebar luaskan kepada masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan program Bujaya. Tidak ada batasan untuk peserta program Bujaya, seluruh masyarakat Desa Puro yang mempunyai waktu luang dan ingin mengikuti pelatihan, diperbolehkan datang tanpa membayar biaya apapun. Seperti yang diungkapkan oleh informan sebagai berikut:
“Kalau saya ya yang jelas dapat ilmu itu mbak, dapat materi gratis, bahannya gratis, dapat snack.” (Widyati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 13.15 WIB)
Berdasarkan pernyataan informan di atas, program Bujaya dilakukan dengan menyediakan semua fasilitas untuk masyarakat dengan gratis dan masyarakat tidak perlu membawa apapun lagi. Alat dan bahan yang digunakan untuk pelatihan keterampilan membuat suatu produk pun sudah disediakan oleh pihak perpustakaan. Materi yang diberikan dalam program Bujaya merupakan materi yang diberikan langsung dari ahlinya dengan mendatangkan seseorang yang ahli dalam bidang pembuatan produk yang akan diajarkan.
Perpustakaan Bukuku Guruku menyediakan layanan perpustakaan berupa konsultasi untuk masyarakat mengenai masalah perekonomian maupun mengenai masalah masyarakat dalam bidang usaha, atau yang sering disebut dengan Klinik Usaha. Konsultasi yang dilakukan oleh perpustakaan Bukuku Guruku dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat yang tergabung dalam Program Bujaya. Selain memberikan pelatihan untuk masyarakat, perpustakaan juga menyediakan layanan konsultasi untuk masyarakat dalam mengembangkan usahanya dan memenuhi kebutuhan informasi mengenai bidang usaha. Seperti yang diungkapkan oleh informan Sri Hartati sebagai berikut:
“Ada konsultasi di lapangan atau yang sering disebut pendampingan usaha kalau mereka membutuhkan. Kan kita punya namanya klinik usaha di sini.
Misal ada pengunjung “Buk, saya belum punya izin usaha.” Nah itu kita fasilitasi yang harus disiapkan ini nanti datang kesini prosesnya seperti ini.
Kita mungkin mendampingi kesana mencarikan izin usaha.” (Sri Hartati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 11.50 WIB)
Pernyataan informan di atas menunjukan bahwa Perpustakaan Bukuku Guruku sangat mengutamakan pelayanan masyarakat dan pendampingan masyarakat yang
belum mempunyai bekal pengetahuan, kemudian akan didampingi sampai mempunyai pengetahuan yang cukup untuk dapat berjalan secara mandiri.
Penyediaan layanan konsultasi bidang usaha untuk masyarakat merupakan layanan yang muncul karena adanya program Bujaya, supaya masyarakat tetap memiliki semangat untuk membangun usaha yang akan diciptakan atau yang sudah berjalan agar dapat berkembang sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
5.1.4 Kerja sama dalam program Bujaya
Perpustakaan Bukuku Guruku memiliki program yang bernama Dekat Manfaat.
Program Dekat Manfaat tersebut terdiri dari 6 kegiatan, yaitu Bubimbel, Bujaya, Bulisa, Buhassam, Buida dan Buimas. Semua kegiatan tersebut disediakan untuk masyarakat dalam usaha peningkatan pengetahuan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat Desa Puro. Selain menyediakan berbagai program untuk meningkatkan kualitas masyarakat, perpustakaan Bukuku Guruku juga membangun kerjasama dengan berbagai lembaga masyarakat untuk memperluas jaringan para peserta program Bujaya supaya dapat mengembangkan kemampuannya secara lebih luas. Seperti yang diungkapkan oleh informan Sri Hartati sebagai berikut:
“Nah di wanita mandiri ini kita setelah mengikuti program bujaya, wanita mandiri punya komunitas kita lebih mudah mendampingi dia. Ayo kemarin yang ikut pelatihan ini siapa yang mau menekuni.” (Sri Hartati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 11.15 WIB)
Seperti yang diungkapkan oleh informan di atas, perpustakaan Bukuku Guruku menjalin kerjasama dengan wanita mandiri Desa Puro untuk lebih memudahkan para masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dalam merintis usaha yang
dilakukan. Di dalam kerjasama dengan wanita mandiri, perpustakaan memberikan sosialisasi mengenai pelaksanaan program Bujaya dan memberikan pendampingan untuk masyarakat dalam melakukan tindak lanjut usaha yang ditekuni. Informan Rini mengungkapkan, sebagai berikut:
“Kita kebetulan juga bekerja sama dengan wanita mandiri itu yang ketuanya juga bu Tatik itu kan banyak yang bikin usaha seperti kue, handmade atau segala macam gitu. Jadi umpamanya pengen bolu kukus nanti kita ambil bolunya dari situ, terus kita ajak kesana ngajarin disana, itu semua dari kita mbak nanti hasil dibawa pulang mereka yang ikut pelatihan.” (Rini, Selasa 28 Juli 2020 Pukul 11.15 WIB)
Berdasarkan pernyataan informan di atas, dalam wanita mandiri juga terdapat kegiatan pelatihan keterampilan seperti dalam program Bujaya. Jika Perpustakaan Bukuku Guruku melakukan program Bujaya dan mencari narasumber atau seseorang sebagai pemandu, terkadang diambil dari salah satu anggota dari wanita mandiri yang sudah memiliki usaha maupun keahlian serupa. Selain menjalin kerjasama dengan lembaga masyarakat, Perpustakaan Bukuku Guruku juga menjalin kerjasama dengan seseorang yang sudah berhasil mempunyai usaha.
Informan Sri Hartati mengungkapkan bahwa:
“Kita mengundang orang yang sudah berhasil punya usaha, dulu itu yang kita undang geprek grup Pak Dodok Sartono itukan dulu yang pertama mendirikan geprek to, manejemen usahanya itu, nah itu kita undang.” (Sri Hartati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 11.15 WIB)
Dalam kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku, memiliki tujuan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih menekuni usaha yang didirikan. Seperti yang diungkapkan informan di atas, bahwa pendiri geprek yang diundang dalam kegiatan program Bujaya itu diberikan tempat untuk mengisi acara dan memberikan motivasi serta tips dan trik dalam berbisnis terutama dalah hal manajemen usaha. Kerjasama tersebut dilakukan untuk
memperluas jaringan dan mengembangkan program Bujaya. Masyarakat diperkenalkan lebih jauh tentang berbagai hambatan dan peluang ketika menjalani suatu usaha, dengan beberapa kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku terutama dalam program Bujaya, yang diisi dengan seminar maupun workshop dari pebisnis yang sukses.
Perpustakaan Bukuku Guruku tidak hanya memberikan pelayanan membaca saja kepada masyarakat, namun juga memberikan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan kegiatan yang mampu memberdayakan masyarakat Desa Puro untuk lebih meningkatkan kualitas dan kemampuan individu, yaitu melalui program Bujaya. Pelatihan yang dilakukan setiap satu bulan sekali itu selalu dipenuhi oleh ibu-ibu rumah tangga maupun remaja perempuan.
Program Bujaya sangat mengedepan keterampilan yang diminati oleh masyarakat Desa Puro. Perpustakaan Bukuku Guruku selalu memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri pada masing-masing individu. Seperti yang diungkapkan oleh informan Widyati mengenai manfaat mengikuti program Bujaya di dalam kehidupan:
“Yang jelas tambah pinter, tambah saudara, tambah teman, tambah penghasilan sendiri juga” (Widyati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 12.14 WIB) Selain bisa meningkatkan keterampilan untuk menunjang perekonomian masyarakat, program Bujaya juga dapat menambah keakraban antar masyarakat.
Program Bujaya selalu mengedepankan sikap kekeluargaan antar masyarakat
Desa Puro supaya dalam mengikuti kegiatan Bujaya masyarakat merasa nyaman dan senang hati tanpa merasa canggung antar masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya.
Program Bujaya yang ada di Perpustakaan Bukuku Guruku dilakukan setiap satu bulan sekali atau berdasarkan permintaan masyarakat yang ingin mempraktikan buku yang telah dibaca. Seperti yang diungkapkan oleh informan Rini, sebagai berikut:
“Kadang masyarakat yang membaca buku gitu pengen dipraktikan ya kita susun jadwalnya. Kadang ada yang jauh dari sini males, jadi kita dulu muter dari RT atau RW. Pokoknya siapa yang mengajukan pengen pelatihan apa dari handmade sampai kuliner atau apapunlah, kita berusaha untuk datang kesana.” (Rini, Selasa 28 Juli 2020 Pukul 11.45 WIB)
Berdasarkan pernyataan informan Rini di atas, program Bujaya tidak hanya dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah disusun oleh pengelola perpustakaan setiap awal bulan saja. Namun, program Bujaya juga mengadakan pelatihan berdasarkan permintaan masyarakat. Jika ada salah satu masyarakat yang menginginkan pelatihan keterampilan membuat keripik pisang atau ingin mempraktikan cara membuat keripik pisang dari buku yang telah dibaca, masyarakat bisa meminta kepada pengelola perpustakaan untuk diadakan pelatihan mengenai cara pembuatan keripik pisang. Pengelola perpustakaan akan menyusun jadwal, mencari tempat, menyiapkan alat dan bahannya, serta akan menyebarluaskan informasi tentang diadakannya pelatihan pembuatan keripik pisang kepada masyarakat supaya dapat diikuti oleh masyarakat yang mempunyai waktu luang atau masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan.
“Kita biasanya ambil dari salah satu buku tapi kalau ga gitu juga sesuai dengan permintaan masyarakat itu.” (Rini, Selasa 28 Juli 2020 Pukul 11.10 WIB)
Berdasarkan pernyataan informan di atas, pelatihan keterampilan dari program Bujaya tetap menjadikan buku sebagai pedoman dalam pelaksanaannya.
Meskipun mendatangkan narasumber yang ahli di bidang tersebut atau menambah pengetahuan mengenai pembuatan produk melalui internet, namun buku tetap menjadi hal yang harus ada dalam pelaksanaan pelatihan. Karena jika pelatihan sudah selesai dan masyarakat ingin mempraktikan sendiri di rumah, mereka bisa meminjam buku untuk mengetahui langkah-langkah pembuatannya.
5.1.5 Antusiasme masyarakat Desa Puro
Masyarakat Desa Puro, terutama ibu-ibu rumah tangga, sangat aktif dan antusias dalam mengikuti program Bujaya. Selain untuk mengisi waktu luang, ibu-ibu Desa Puro juga mempunyai motivasi untuk membantu perekonomian keluarganya melalui pelatihan keterampilan yang dapat dijadikan suatu usaha home industry.
Selain itu, program Bujaya juga sangat membantu masyarakat yang telah memiliki usaha supaya semakin berkembang dan usaha yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. masyarakat juga dapat menambah keterampilan lain yang dapat mengembangkan usaha dengan memperbanyak produk yang disediakan. Informan Widyati memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Saya bisa ecobrig, bikin tas anyaman. Itu saya dapatkan dari pelatihan Bujaya dan sekarang bisa saya jadikan usaha.” (Widyati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 12.20 WIB)
Dari pernyataan informan Widyati di atas, program Bujaya memberikan pengetahuan keterampilan yang beragam dan dapat dijadikan usaha untuk masyarakat.
Keterampilan yang diajarkan dalam program Bujaya sangat beragam.
Tidak hanya pelatihan keterampilan dari barang bekas yang didaur ulang saja, namun juga pelatihan dari barang-barang baru, pelatihan keterampilan memasak, keterampilan pengemasan produk, keterampilan manajemen usaha, keterampilan memasarkan produk, keterampilan budidaya hewan peliharaan maupun keterampilan budidaya tanaman. Keterampilan yang dilakukan dalam program Bujaya sangat beragam sesuai dengan koleksi yang dimiliki perpustakaan Bukuku Guruku. Pelatihan keterampilan yang diajarkan dalam program Bujaya sangat beragam dan bermanfaat untuk masyarakat. Selain dalam bidang perekonomian, pelatihan yang diajarkan juga dalam bidang kesejahteraan masyarakat. Program Bujaya juga mengadakan seminar mengenai cara memelihara usaha atau cara manajemen usaha supaya masyarakat mampu mengembangkan usaha yang dimiliki dengan baik. Pelatihan mengenai cara manajemen usaha dilakukan dengan cara berkerjasama dengan individu atau kelompok usaha yang sudah sukses, untuk menjadi pembicara dalam kegiatan seminar. Program Bujaya sangat terstruktur dalam memberikan pelatihan untuk masyarakat mulai dari pembuatan produk, pengemasan, pemasaran, manajemen usaha, sampai pada memasarkan dalam media sosial.
Program Bujaya sangat memperhatikan perkembangan usaha masyarakat Desa Puro. Masyarakat diberikan pelayanan, pelatihan dan pendampingan yang
maksimal untuk dapat mendirikan usaha agar dapat meningkatkan kualitas perekonomian keluarga. Jika perekonomian keluarga meningkat, masyarakat Desa Puro semakin tertarik untuk mengikuti program Bujaya dan berbagai program maupun kegiatan yang ada di Perpustakaan Bukuku Guruku.
Pelatihan keterampilan dari program Bujaya ini dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat untuk dapat dijadikan usaha rumahan maupun kelompok. Ketika masyarakat mempunyai kemampuan untuk menghasilkan suatu karya atau produk, mereka mampu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang usaha melalui pendampingan klinik usaha yang disediakan oleh Perpustakaan Bukuku Guruku. Klinik usaha disediakan untuk masyarakat yang ingin memulai suatu usaha namun belum memiliki pengetahuan mengenai cara-cara berusaha.
Gambar 5.1 Kegiatan Program Bujaya di Salah Satu Rumah Warga
(Sumber: Perpustakaan Bukuku Guruku: Desember 2019)
Gambar 5.1 membuktikan bahwa Perpustakaan Bukuku Guruku melakukan kegiatan pelatihan keterampilan melalui program Bujaya yang diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga Desa Puro. Terlihat pada gambar di atas, ibu-ibu sedang memamerkan hasil dari pelatihan berupa kue bolu. Pelatihan yang dilakukan berdasarkan gambar 5.1 dilakukan di teras rumah salah satu masyarakat Desa Puro. Tempat untuk pelaksanaan program Bujaya selalu menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Jika pelatihan memerlukan peralatan yang banyak seperti peralatan masak, maka pelatihan akan ditempatkan pada salah satu rumah masyarakat yang nantinya akan dibiayai oleh perpustakaan. Bahan-bahan untuk membuat kue juga disediakan oleh perpustakaan tanpa memungut biaya apapun dari masyarakat.
Program Bujaya dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan keterampilan pada ibu-ibu rumah tangga maupun remaja putri yang ingin mempunyai penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga. Dari pelatihan keterampilan yang diberikan, masyarakat dapat mempraktikan sendiri untuk dijadikan usaha. Program Bujaya dilakukan untuk memberikan pelatihan keterampilan pada masyarakat supaya dapat meningkatkan kemampuan diri dalam menghasilkan suatu produk yang dapat diperjual belikan. Dari masyarakat yang awalnya belum mempunyai kemampuan atau pengetahuan dalam bidang keterampilan, program Bujaya datang untuk mengajarkan masyarakat untuk membuat berbagai macam produk sehingga masyarakat memiliki pengetahuan tentang cara membuat suatu produk.
Gambar 5.2 Kegiatan Program Bujaya di Perpustakaan
(Sumber: Perpustakaan Bukuku Guruku: Desember 2019)
Gambar 5.2 menampilkan kegiatan program Bujaya mengenai pelatihan keterampilan tangan dengan membuat bunga dari plastic yang diikuti oleh ibu-ibu Desa Puro. Kegiatan pelatihan tersebut dilakukan di dalam ruang Perpustakaan Bukuku Guruku dengan alat dan bahan sudah disediakan oleh perpustakaan.
Produk yang dihasilkan dari pelatihan tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta maupun dapat ditinggal di perpustakaan untuk memperindah perpustakaan dan sebagai bukti terlaksananya kegiatan program Bujaya.
Tidak semua masyarakat Desa Puro mengikuti program Buajaya. Beberapa masyarakat ada yang selalu mengikuti setiap pelatihan, namun ada juga yang hanya menngikuti pelatihan ketika memiliki waktu luang saja.
Gambar 5.3 Kegiatan Program Bujaya Merajut
(Sumber: Perpustakaan Bukuku Guruku: Desember 2019)
Gambar 5.3 menunjukan kegiatan pelatihan merajut yang diikuti oleh ibu-ibu Desa Puro. Meskipun dalam pelatihan merajut tidak memerlukan peralatan yang banyak, namun tempat pelaksanaannya tetap menyesuaikan dan fleksibel supaya memberi rasa nyaman untuk masyarakat. Dalam kegiatan merajut tersebut, ada satu orang yang menjadi pelatih dalam merajut. Pelatihan keterampilan merajut tersebut dilakukan berdasarkan koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Bukuku Guruku. Kemudian untuk memberikan pelatihan merajut perpustakaan memanggil pelatih atau seseorang yang mahir dalam bidang merajut untuk menjadi narasumber selama kegiatan berjalan. Pelatihan tidak hanya didasarkan pada koleksi saja, namun jika sudah memilih satu koleksi yang akan dijadikan pelatihan, selanjutnya perpustakaan akan memanggil seseorang yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan pelatihan yang lebih dalam. Waktu pelaksanaan
program Bujaya pun sangat fleksibel sesuai dengan kesepakatan bersama.
Program Bujaya merupakan program non-formal dan sangat mengedepankan rasa kekeluargaan dan kenyamanan bersama.
Gambar 5.4 Materi untuk Program Bujaya
(Sumber: Perpustakaan Bukuku Guruku: Desember 2019)
Gambar 5.4 di atas menunjukkan bahwa materi untuk program Bujaya tidak hanya melalui koleksi bahan pustaka saja, namun juga melalui internet maupun materi yang dibawa oleh pelatih. Koleksi bahan pustaka dijadikan sebagai acuan pertama dalam terlaksananya program, kemudian untuk lebih lengkap dan lebih jelas supaya peserta program Bujaya lebih mudah memahami, maka dicarikan materi dari internet atau didatangan seseorang yang ahli dalam bidang keterampilan yang diajarkan.
Gambar 5.5 Kegiatan Program Bujaya Seminar Kewirausahaan
(Sumber: Perpustakaan Bukuku Guruku: Desember 2019)
Gambar 5.5 di atas membuktikan bahwa program Bujaya tidak hanya mengajarkan mengenai cara membuat produk saja, namun juga keterampilan manajemen suatu usaha. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha yang akan dibangun atau yang sudah dimiliki supaya lebih tersistem dengan baik dan benar.
Dalam gambar di atas, didatangkan seorang narasumber untuk memberikan materi berupa tips dan trik dalam berusaha serta memberikan motivasi-motivasi untuk masyarakat supaya lebih semangat dalam berusaha.
Berdasarkan penjelasan di atas, peran program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro yaitu dengan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat sebagai tempat untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan suatu produk usaha.
Program Bujaya menyediakan pengetahuan mengenai keterampilan dan usaha untuk bekal masyarakat Desa Puro dalam menciptkana suatu produk usaha yang mampu menghasilkan pendapatan sehingga perekonomian masyarakat Desa Puro lebih terbantu dengan pendapatan dari hasil usaha yang telah dikembangkan oleh masyarakat Desa Puro. Pemberdayaan perekonomian masyarakat yang dilakukan oleh perpustakaan Bukuku Guruku melalui program Bujaya ini, sejalan dengan teori pemberdayaan masyarakat menurut Mardikanto (2012: 61) yang menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses dimana masyarakat, terutama mereka yang miskin sumber daya, kaum perempuan dan kelompok yang terabaikan lainnya, didukung agar mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri. Pemberdayaan perekonomian masyarakat Desa Puro memiliki sasaran utama yaitu ibu-ibu rumah tangga yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan perekonomiannya, sehingga program Bujaya diciptakan untuk membantu mereka dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan menciptakan suatu produk usaha. Dengan begitu, ibu-ibu rumah tangga memiliki suatu usaha dan dapat memiliki penghasilan sendiri, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat yang mandiri secara finansial melalui program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.
5.2 Peran Program Bujaya dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Puro sebagai Sarana dalam Menciptakan Suatu Peluang Usaha
Program Bujaya di perpustakaan Bukuku Guruku memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat Desa Puro supaya mampu menciptakan suatu produk yang dapat diperjual belikan. Dalam pelaksanaan program Bujaya tidak semudah yang direncanakan. Banyak masyarakat yang mengeluh tidak mempunyai dana untuk modal membuka usaha. Untuk mengatasi masalah tersebut, program Bujaya melakukan kerjasama dengan wanita mandiri Desa Puro yang juga diketuai oleh Sri Hartati. Informan Sri Hartati mengungkapkan bahwa:
“Ayo kemarin yang ikut pelatihan ini siapa yang mau menekuni. Mungkin ada yang langsung saya Bu, saya tapi gak punya duit untuk ini, terus lagi saya tapi kurang terampil. Nah seperti itu kita cari permasalahannya itu kemudian kita selesaikan bareng-bareng. Akhirnya muncul beberapa produk di wanita mandiri. Dalam wanita mandiri kita adakan kas setiap minggu, nanti dari kas itu uangnya kita pinjamkan ke masyarakat yang membutuhkan dana untuk modal awal usaha. Jika usahanya sudah berkembang baru uang kas yang dipinjam itu dikembalikan tanpa bunga sepeserpun.” (Sri Hartati, Jumat 19 Juni 2020 Pukul 11.25 WIB)
Berdasarkan pernyataan di atas membuktikan bahwa masalah dana yang ada di masyarakat sebagai modal awal usaha, dipinjamkan dari kas wanita mandiri.
Setelah meminjam dana untuk modal awal usaha, masyarakat juga diberikan pendampingan dan layanan konsultasi sampai usaha yang dilakukan benar-benar berhasil. Dalam program Bujaya maupun wanita mandiri, mereka saling bantu mempromosikan produk masyarakat satu dengan yang lainnya. Jika usaha yang dibangun sudah berjalan dengan baik, dana yang dipinjamkan dari kas wanita
mandiri tersebut diganti tanpa ada bunga. Masyarakat cukup mengganti dana sebesar dana yang dipinjam saja.
Program Bujaya semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan individu.
Produk-produk keterampilan yang diajarkan dalam program Bujaya, dapat dijadikan usaha bagi masyarakat yang ingin mengentaskan diri dari kemiskinan.