• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Teknologi dalam Pendidikan

N/A
N/A
Ahmad Khumaidi

Academic year: 2024

Membagikan " Peran Teknologi dalam Pendidikan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi, khususnya informasi dan komunikasi dewasa ini sangat pesat sekali. Sehingga, semua instansi harus melek dan mengikuti perkembangan yang ada.

Taruhannya, jika sebuah lembaga tidak mau menerima atau tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka akan terlibas oleh teknologi itu sendiri.

Teknologi memiliki sifat yang netral. Ia tergantung siapa dan untuk apa teknologi itu dimanfaatkan. Praktik Pendidikan seiring berkembangnya teknologi dewasa ini sudah sangat berubah drastis.

Dari segi pembelajaran, kita mengenal istilah daring. Di era awal tahun 2000-an kita belum pernah mendengar istilah daring, zoom meeting. Namun saat ini kedua istilah tersebut sangatlah familiar di kalangan kita semua.

Selain itu, perkembangan teknologi juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu analitik data Pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk membantu melacak kegiatan siswa dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Sehingga, lembaga memiliki banyak bank data mengenai para siswanya. Dan jika bisa dioleh akan membuat sekolah tersebut bisa memiliki keunggulan tersendiri. Dikarenakan masing-masing siswa bisa terpantau perkembangannya secara maksimal.

Dari segi manajemen, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga sangat membantu melakukan efisiensi. Sebagai lembaga tinggal membuat aplikasi bagaimana supaya alur birokrasi di suatu instansi bisa berjalan efektif dan efisien. Tujuannya jalannya birokrasi bisa terpantau dengan maksimal dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.

Manajemen Administratif Teknologi jelas mempermudah proses administrasi pendidikan, mulai dari pendaftaran mahasiswa hingga pelaporan hasil ujian. Hal ini mengurangi beban kerja staf administrasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Ini semua adalah dampak positif dari pemanfaatan teknologi dalam dunia Pendidikan. Di antaranya memiliki jangkauan yang cukup luas. Teknologi telah memungkinkan pendidikan jarak jauh, memungkinkan siswa atau mahasiswa di berbagai lokasi untuk mengakses pendidikan dan pelatihan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain itu, juga dimanfaatkan untuk pembelajaran personalisasi. Dengan analitik pendidikan, pendidik dapat memahami kebutuhan individu siswa dan memberikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar mereka.

(2)

Dan yang terakhir adalah efisiensi administrasi Pendidikan. Yakni, Proses administrasi menjadi lebih efisien dengan penggunaan perangkat lunak manajemen sekolah dan sistem otomatisasi.

Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia secara holistik, yang memungkinkan ketiga dimensi kemanusiaan paling elemen yaitu:

1. Afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis.

2. Kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis dapat berkembang secara optimal.

Dengan demikian, pendidikan seyogianya menjadi wahana strategis untuk mengembangkan segenap potensi individu, sehingga cita-cita membangun manusia Indonesia seutuhnya dapat tercapai.1

UUD 1945 mengamanatkan mengenai pentingnya pendidikan bagi seluruh warga negara seperti tertuang di dalam Pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia, dan Pasal 31 Ayat (1) bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Mencermati amanat yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dan beberapa pasal dalam UUD 1945 di atas, lembaga pendidikan berperan penting dalam membantu tugas pemerintah dalam mengupayakan terciptanya penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan efektif, sehingga Indonesia mampu mengasilkan sumber daya manusia yang bermutu tinggi, produktif, kreatif, dan memiliki daya kompetitif yang tinggi dengan bangsa lain.

Akan tetapi dalam kenyataannya, dunia pendidikan kita masih dihadapkan pada persoalan rendahnya kualitas penyelengaraan pendidikan yang selama ini berlangsung. Hal ini tercermin dari laporan penelitian yang dikeluarkan oleh United Nations Developmet Programme (UNDP), bahwa kualitas sumber daya manusia kita yang ditunjukkan dengan

’Human Development Index (HDI)” masih sangat memprihatinkan dan terus merosot.

Tahun 1996, dari 174 negara posisi Indonesia pada urutan 102, pada tahun 1999, menjadi

1 https:/journal.uny.ac.id/index.php/dinamika-pendidikan/article/viewFile/6020/5208

(3)

105 dan pada tahun 2000 diurutan 109.2 Dengan demikian upaya untuk menciptakan sumber daya manusia indonesia yang berkualitas, unggul, dan kompetitif masih berada di persimpangan jalan, belum berjalan efektif sesuai yang diharapkan.

Untuk mengatasi permasalahan rendahnya kualitas dan efektifitas pendidikan di negara kita, salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Kenapa dipilih teknologi informasi sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kualitas pendidikan?

Hal ini didasarkan pada fakta yang terjadi di negara-negara maju bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggraraan pendidikan terbukti mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan. Berikut merupakan sampel negara yang telah berhasil memanfaatan teknologi informasi dalam bidang Pendidikan :

1. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model pendidikan yang banyak memanfaatkan teknologi komputer. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4%

dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30% (Situs resmi sekolah menengah Lester B.Pearson/LBP High Scool).

2. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Bell Atlantic (Sebuah perusahaan telepon di daerah itu) membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi. Sebagai gantinya, para guru mengadakan kursus pelatihan akhir minggu bagi orangtua. Dalam tempo dua tahun, baik angka putus sekolah maupun murid absen menurun ke titik nol. Nilai ujian-standar murid meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah seantero New Jersey.3

Penjelasan di atas menjelaskan bahwa informasi yang diwakili oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi 4 interaktif ini memberikan katalis (menyumbang peran besar) bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dari informasi ke transformasi, dan aktifitas siswa dari pasif menuju lebih aktif dan mandiri

2 https://www.undp.org/id/indonesia

3 http://www.e-dukasi.net/artikel.php?id=30.com/

(4)

dalam mengakses pengetahuan yang mutakhir. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap sistem pendidikan harus bersifat moderat terhadap teknologi sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dengan demikian, teknologi informasi merupakan salah satu kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.

B. Rumusan Makalah

Berdasarkan dari pemaparan di atas, dapat diambil menjadi rumusan masalah yang akan dikaji yaitu :

1. Apakah pengertian dari teknologi informasi?

2. Bagaimana pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pendidikan?

3. Apa dampak Positif Perkembangan Teknologi bagi Pendidikan?

C. Tujuan Pembahasan Makalah 1. Pengertian dari teknologi informasi

2. Pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pendidikan.

3. dampak Positif Perkembangan Teknologi bagi Pendidikan

BAB II PEMBAHASAN

(5)

A. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi informasi diartikan sebagai teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi, yang membawa data, suara serta video menurut William & Sawyer (Abdul Kadir & Terra CH, 2003). Pengertian ini menjelaskan bahwa dalam teknologi informasi pada dasarnya terdapat dua komponen utama yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer yaitu teknologi yang berhubungan dengan komputer termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedang teknologi komunikasi yaitu teknologi yang berhubungan perangkat komunikasi jarak jauh, seperti telephon, feximil, dan televisi.

Pendapat lain terkait teknologi informasi dikemukakan oleh Nina W. Syam (2004) adalah teknologi informasi dapat diartikan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengelola/memanag informasi, agar informasi tersebut dapat ditelusuri kembali dengan mudah dan akurat. Ilmu tersebut dapat berupa prosedur dan teknik-teknik untuk menyimpan dan mengelola informasi secara efisien dan efektif.

Menurut Nina W. Syam juga, informasi dipandang sebagai data yang telah diolah dan dapat disimpan baik dalam bentuk tulisan, suara, maupun dalam bentuk gambar, di mana gambar tersebut dapat berupa gambar mati atau gambar hidup. Sedang informasi yang dikelola atau disampaikan melalui teknologi informasi tersebut dapat berupa ilmu dan pengetahuan itu sendiri.

Jika informasi tersebut volumenya kecil tentu tidak memerlukan teknik-teknik atau prosedur yang rumit untuk menyimpannya. Namun bila informasi tersebut dalam volume yang cukup besar, maka diperlukan teknik atau prosedur tertentu untuk menyimpannya, agar mudah menemukan kembali informasi yang tersimpan. Teknik atau prosedur untuk mengelola informasi itulah yang disebut dengan teknologi informasi.

Berdasarkan dua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi secara sederhana dapat dipandang sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengelola/memanag informasi agar informasi tersebut dapat secara mudah dicari atau ditemukan kembali.

Sementara dalam pelaksanaannya untuk dapat mengelola informasi tersebut dengan baik, cepat, dan efektif, maka diperlukan teknologi komputer sebagai pengolah informasi dan teknologi komunikasi sebagai penyampai informasi jarak jauh.4

B. Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

4 Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 135.

(6)

Dunia pendidikan tidak terlepas dari teknologi informasi. Bahkan awal mula perkembangan komputer dan internet adalah fakta dari riset-riset yang dikerjakan oleh kalangan akademisi. Saat ini pendidikan juga membutuhkan teknologi informasi yang sama besarnya seperti kalangan dunia kerja. Dunia pendidikan tidak terlepas dari teknologi informasi. Teknologi informasi juga dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan. Pada sistem pengajaran berbasis multimedia seperti: teks, grafik, gambar, foto, audio, vidio, dan animasi yang dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaiannya.5

Peran teknologi informasi dalam pembelajaran ini memiliki pengaruh bagi pendidik terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk memperkaya kemampuan mengajarnya.

Manfaat teknologi informasi bagi pendidik antara lain:

1. Memperluas pengetahuan pendidik.

2. Pembelajaran lebih dinamis dan fleksibel

3. Mengatasi keterbatasan bahan ajar atau sumber belajar 4. Kontribusi dan pengayaan bahan ajar atau sumber belajar.

5. Implementasi student active learning.6

Teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan bagi tiap organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektifitas dalam berorganisasi. Pemanfaatan Teknologi informasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah segala bentuk penggunaan atau pemanfaatan komputer/labtop dan internet untuk pembelajaran sebagai berikut:

a. Pembelajaran berbantuan komputer/laptop

Media pembelajaran berbasis komputer adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Program pembelajaran berbantuan komputer ini memanfaatkan seluruh kemampuan komputer yang terdiri hampir seluruh media yaitu teks, grafik, gambar, foto, audio, vidio, dan animasi.

Seluruh media tersebut akan saling mendukung dan melebur menjadi satu media yang luar biasa kemampuannya. Salah satu keunggulan media komputer ini yang tidak dimiliki oleh berbagai media lain, ialah kemampuannya untuk memfasilitasi interaktivitas peserta didik dengan sumber belajar yang ada pada komputer dan mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik. Hal ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan materi

5 Abdul Kadir dan Terra, Pengenalan Teknologi Informasi, h. 24.

6 Rusman, dkk., Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. 75.

(7)

pelajaran dengan tingkat realisme yang tinggi sehingga dapat meningkatkan prestasi hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil.

Sedangkan kelemahannya program berbasis komputer adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk tujuan pembelajaran, pemeliharaan dan perawatan komputer.

b. Pembelajaran berbasis internet

Internet adalah jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer regional di seluruh dunia.7 Internet, merupakan kumpulan jaringan komputer sehingga pemakai dapat berbagi informasi dengan sumber-sumber yang lebih luas. Definisi lain mengatakan bahwa Internet adalah sebuah perpustakaan raksasa dunia yang di dalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio, animasi, maupun digital konten lainnya dapat memfasilitasi beragam sumber belajar yang dibutuhkan peserta didik.8

Internet merupakan salah satu media yang digunakan sebagai sarana pembelajaran, dengan munculnya internet khususnya di sekolah dapat membantu terutama pendidik untuk menadapatkan informasi yang dibutuhkannya. Penggunaan internet sebagai media dalam proses pembelajaran di sekolah sangatlah berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di sekolah khususnya pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam.

Internet sebagai media pembelajaran yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran di sekolah, ada beberapa kondisi yang harus dimiliki oleh internet agar bisa dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak peserta didik mengerjakan tugas-tugas dan membantu peserta didik dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas. Peranan teknologi informasi dalam pembelajaran ini memiliki pengaruh bagi pendidik terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran dan membantu pendidik dalam memahamkan materi kepada peserta didik. Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan bisa lebih dioptimalkan karena kebutuhan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif.

7 Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaaran Landasan dan Aplikasinya, h. 143

8 Rusman, dkk., Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h.48

(8)

C. Teknologi Informasi

Tujuan dan peran teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, yang dikemukakan oleh Alavi dan Gallupe adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Dalam studinya, Alavi dan Gallupe menemukan beberapa tujuan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu:

a. Memperbaiki competitive positioning

b. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran c. Meningkatakan kepuasan siswa

d. Memperluas basis siswa e. Mengurangi biaya operasi.9

Tidak mengherankan jika saat ini banyak intitusi pendidikan di Indonesia yang berlomba-lomba berinvestasi dalam bidang teknologi informasi, untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat. Karena untuk mencapai sistem pendidikan yang bermutu solusinya adalah dengan memosisikan institusi pendidikan pada lingkungan yang menguntungkan dan dalam kekuatan internal yang kuat.

Secara detail teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Teknologi informasi dan komunikasi sebagai keterampilan (skill) kompetensi.

2) Teknologi informasi dan komunikasi sebagai infrastruktur.

3) Teknologi informasi dan komunikasi sebagai bahan ajar.10

Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya. Pengajar-pengajar yang hebat tersebar diberbagai belahan dunia. Buku-buku, diperbarui secara kontinu setiap hari namun tidak memungkinkan untuk di bawa setiap hari maka dari itu untuk memudahkan seseorang mengakses ilmu pengetahuan maka hadirlah teknologi informasi dan komunikasi sebagai bahan ajar dan referensi untuk mempermudah melakukan kegiatan belajar mengajar dan memberikan rangsangan untuk dapat meningkatkan semangat bagi peserta didik dalam memahami pelajaran.

9 3Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan (Yogyakarta: Diva Press, 2011), h. 149-151.

10 Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidika,h. 149-151.

(9)

D. Fungsi Teknologi Informasi

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menfasilitasi peserta didik aktif berinteraksi dengan berbagai sumber belajar sehingga peserta didik mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif, efisien, dan menyenangkan. Peningkatan kualitas pembelajaran berarti upaya-upaya yang dilakukan dalam mewujudkan dan meraih tingkat kualitas pembelajaran yang diharapkan sehingga mendorong peserta didik untuk melakukan analisis pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Teknologi informasi dapat meningkatkan pengetahuan dan perhatian peseta didik pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Sedangkan manfaat penggunaan teknologi informasi dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran adalah:

1. Meningkatkan kualitas pembelajaran;

2. Memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran;

3. Membantu memvisualisasikan ide-ide abstrak;

4. Mempermudah pemahaman materi yang sedang dipelajari;

5. Menampilkan materi pembelajaran menjadi lebih menarik; dan

6. Memungkinkan terjadinya interaksi antara pembelajaran dengan materi yang sedang dipelajari.11

Jika memperhatikan fungsi dari penggunaan teknologi informasi, tentunya penggunaannya dalam pembelajaran maupun lingkungan sekolah tidak dapat dihindari.

Sekolah harus senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan terhadap fasilitas ini.

Maraknya arus informasi dan ragamnya sumber informasi menjadikan pendidik tidak menjadi satu-satunya sumber belajar. Akan tetapi dalam satuan pendidikan sekolah, pendidik memiliki peranan yang strategis. Penggunaan teknologi informasi di sekolah hendaknya dimulai dari titik pangkal yang strategis pula yaitu pendidik. Para pendidik harus diyakinkan bahwa teknologi informasi memiliki kegunaan dalam memfasilitasi proses belajar peserta didik dan tidak akan menggantikan kedudukannya sebagai pendidik melainkan membantunya untuk menyimpan dan menyajikan konsep, prinsip, prosedur yang ingin diajarkannya. Sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik dan memperlancar interaksi antara pendidik dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.

11 Rusman, dkk., Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. 64

(10)

E. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas dan Efektifitas Pendidikan.

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Internet sebagai anak kandung dari teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tidak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan. Dengan internet belajar tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.

Keberadaan teknologi informasi bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pembelajaran baik secara searah maupun secara interaktif. Pemanfaatan teknologi informasi ini penting mengingat kondisi geografis Indonesia secara umum berada pada daerah pegunungan yang terpencar ke dalam banyak pulau-pulau. Dengan adanya teknologi informasi memungkinkan diselenggarakannya pendidikan jarak jauh, sehingga memungkinkan terjadinya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah bumi Indonesia, baik yang sudah dapat dijangkau transportasi darat maupun yang belum dapat dijangkau dengan transportasi darat. Dengan demikian pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan mempunyai arti penting terutama dalam rangka pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas serta efektifitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pendidikan, ada beberapa langkah pengembangan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut: (1) merancang dan membuat aplikasi database, yang menyimpan dan mengolah data dan informasi akademik, baik sistem perkuliahan, sistem penilaian, informasi kurikulum, manajemen pendidikan, maupun materi pembelajaran; (2) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis portal, web, multimedia interaktif, yang terdiri atas aplikasi tutorial dan learning tool; (3) mengoptimalkan pemanfaatan TV edukasi sebagai materi pengayaan dalam rangka menunjang peningkatan mutu pendidikan; dan (4) mengimplementasikan sistem secara bertahap mulai dari lingkup yang lebih kecil hingga meluas, sehingga memudahkan managemen pemanfaatan TI dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

Sedang pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendidikan secara garis besar meliputi:

1. Managemen Sistem Informasi

Sistem informasi managemen (SIM) merupakan sebuah sistem informasi keorganisasian yang mendukung proses-proses managemen. SIM yang baik sangat membantu dalam efisiensi waktu dan materi transaksitransaksi organisasi serta mendukung

(11)

fungsi operasi, managemen, dan pengambilan keputusan. Pemanfaatan teknologi informasi untuk menjalankan sitem informasi memungkinkan aliran informasi berjalan dengan cepat dan akurat. Database online yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan sekolah memudahkan terjadinya pertukaran informasi dan data dengan cepat. Kemudahan ini berarti efisiensi pelaksanaan pendidikan dalam segala hal.

Sistem informasi akademik dengan data base online di lembaga pendidikan sangat membantu orang tua untuk mendapatkan informasi perkembangan anaknya setiap saat. Data base online memberikan kemudahankemudahan informasi bagi peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Keberadaan WEB interaktif lembaga pendidikan memudahkan komunikasi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat pelanggan. Visi, misi dan profil lembaga pendidikan dengan mudah dapat diketahui oleh masyarakat secara umum, sehingga akan berdampak pada meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut. WEB akademik memberikan kemudahan peserta didik, guru, karyawan, orang tua , dan masyarakat, seperti kemajuan kemajuan kademik peserta didik, perkembangan harian, kewajiban administrasi, pendaftaran siswa baru dan lain-lain.

2. e-learning

Menurut Onno W. Purbo (2002), E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk maya. Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Belajar mandiri berbasis kreativitas peserta didik yang dilakukan melalui e-learning mendorong peserta didik untuk melakukan analisa dan sintesa pengetahuan, menggali, mengolah, dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Peserta didik dirasang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan.

E-learning dilakukan melalui jaringan internet, sehingga sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga siapa saja yang ada diberbagai belahan dunia. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk belajar melalui elearning diantaranya: e-book, e- library, interaksi dengan pakar, email, mailling list, news group, worl wide web (www), dan lain-lain. Situs-situs yang menyediakan e-learning beberapa diantaranya yaitu:

pendidikan.net, educasi.net, ilmu komputer, fisika.net, fisikamu.net untuk fisika, cascadeimei untuk matematika, plasa.com, pintar media.com dan banyak lagi situs lainnya.

Pelaksanaan e-learning dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu untuk menyelenggarakan e-learning sendiri. Secara sederhana e-learning dapat dilaksanakan oleh guru dengan membuat situs sendiri atau situs sekolah

(12)

yang di-link dengan situs-situs yang berkaitan dengan pelajarannya. Situs guru’sekolah dapat diisi dengan materi pelajaran yang dapat divisualisasikan, tugas-tugas dan evaluasi.

3. Media Pembelajaran

Pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan computer sebagai media interaktif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selaian itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.

Para peneliti menemukan bahwa ada berbagai cara peserta didik dalam memproses informasi belajar yang bersifat unik. Sebagian siswa lebih mudah memproses informasi belajar secara visual, sebagian lain lebih mudah memproses informasi melalui suara (auditorial), dan sebagian lain lebih mudah memproses informasi belajar dengan cara melakukan sentuhan/praktek langsung atau kinestetik (Bobby DePorter & Mike Hernacki, 1999). Efektifitas belajar sangat dipengaruhi gaya belajar dan bagaimana cara belajar.

Menurut Bobby DePorter (1999), 10% informasi diserap dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan kita lakukan. Sesuai dengan hasil penelitian DePorter tersebut, komputer memenuhi persyaratan sebagai media pembelajaran yang efektif, karena komputer mampu menyuguhkan informasi yang berupa video, audio, teks, grafik, dan animasi, serta penggunaannya melibatkan ketrampilan kinestetik.

Secara umum pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pembelajaran dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok. Pemanfaatan kelompok pertama, memanfaatkan komputer sebagai media penyampaian materi ajar, yang biasa dikenal dengan istilah Computer Assisted Instruksional (CAI) atau Computer-Based Training (CBT). Pada pemanfaatan jenis ini, informasi (materi belajar) yang hendak disampaikan kepada peserta didik dikemas dalam suatu perangkat lunak (program). Peserta didik kemudian dapat belajar dengan cara menjalankan program atau perangkat lunak tersebut di komputer. Bila dirancang dengan baik, dapat diciptakan paket program pembelajaran untuk melakukan simulasi atau materi praktek, yang juga dapat memberikan umpan balik secara langsung terhadap kemajuan belajar peserta didik tersebut melalui rekaman hasil evaluasi belajar.

(13)

Pemanfaatan kelompok kedua memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pendistribusian materi ajar melalui jaringan internet. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk webpage, atau pun program belajar interaktif (CAI atau CBI). Materi ajar ini kemudian ditempatkan di sebuah server yang tersambung ke internet, sehingga dapat diambil oleh peserta didik baik dengan menggunakan web broser atau file transport protocol (aplikasi pengiriman file).

Pemanfaatan kelompok ketiga memanfaatkan teknologi informasi sebagai media komunikasi dengan pakar, atau nara sumber, atau peserta didik yang lainnya (teleconferences). Momen komunikasi ini dapat digunakan untuk menanyakan hal-hal yang tidak bisa dimengerti, atau mengemukakan pendapat supaya dapat ditanggapi oleh peserta didik yang lain atau oleh guru. Dengan demikian, peserta didik bisa mendapat umpan balik dari pakar atau dari nara sumber serta dari teman peserta didik yang lain mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pemahaman materi ajar.

4. Pendidikan Life Skill

Teknologi informasi dengan komputer sebagai jantungnya telah memasuki berbagai aspek kehidupan. Hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan komputer. Pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan menggunakan komputer terbuka luas. Ketrampilan menggunakan komputer merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan untuk bersaing dalam sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Pendidikan teknologi informasi mengandung kecakapan hidup yang dapat dikembangkan baik specific life skill maupun general life skill. Kecakapan dalam mengoperasikan komputer menggunakan program, baik aplikasi maupun bahasa pemrograman merupakan kecakapan hidup yang bersifat vokasional. Sementara ketrampilan menggali informasi internet pada internet, mengolah dan memanfaatkannya merupakan general life skill.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari paparan di atas dapat diambil kesimpulan antara lain: 1. Upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas merupakan mandat yang harus dilakukan bangsa Indonesia sesuai dengan tujuan negara Indonesia yang tertuang dalam

(14)

Pembukaan UUD 1945. 2. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan mempunyai arti penting terutama dalam upaya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan efektifitas pendidikan. 3. Untuk pengembangan teknologi informasi di lembaga pendidikan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain yaitu: (1) merancang dan membuat aplikasi database; (2) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis portal, web, multimedia interaktif, yang terdiri atas aplikasi tutorial dan learning tool; (3) mengoptimalkan pemanfaatan TV edukasi sebagai materi pengayaan dalam rangka menunjang peningkatan mutu pendidikan; dan (4) mengimplementasikan sistem secara bertahap. 4. Pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas proses pendidikan antara lain meliputi; managemen sistem informasi (SIM), e-learning, media pembelajaran, dan pendidikan life skill.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Kadir & Terra CH. (2003). Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta:

Andi Offset.

Bobby DePorter (1999). Quantum Learning. Jakarta: Kaifa

Geger Riyanto (2006). Teknologi Informasi dan Pendidikan di Indonesia. Diambil

pada tanggal 30 Agustus 2006, dari http://www.e-dukasi.net/artikel.php?id=30.com/

(15)

Nina W. Syam (2004). Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan.

Makalah disampaikan dalam diskusi panel tentang Teknologi Informasi pada hari Sabtu, 18 Desember 2004, di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Onno W. Purbo (2002). Teknologi e-Learning. Jakarta: Elex Media Komputindo

Amri, Sofan (2013). Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah Dalam Teori, Konsep dan Analisis. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

UNESCO. (1990). Innovations and initiatives in teacher education in Asia and the Pacific region.

Bankok: Unesco.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini guru dituntut untuk dapat. mengikuti perkembangan teknologi terutama di bidang

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut di atas dan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam hal bidang teknologi informasi yang terdiri dari

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan bisnis, perseorangan, instansi pemerintah, ataupun swasta. Perkembangan teknologi seiring dengan

Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam identifikasi,

Seiring perkembangan zaman yang mengharuskan bidang pendidikan mengikuti teknologi untuk memaksimalkan kinerjanya, banyak hal yang dapat dikembangkan pihak

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet

Pada lingkup teknologi pendidikan, untuk meningkatkan improve kemampuan mengharuskan untuk memenuhi tuntutan keefektivan seperti: kualitas produk sebagai hasil proses pembelajaran,

Dunia Pendidikan tinggi dituntut untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap berbagai kegiatan akademik dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama