PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah komunikasi bisnis dan kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan PT. Dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk penelitian selanjutnya baik itu penelitian komunikasi bisnis efektif, kepemimpinan , penelitian efektivitas kerja atau penelitian berbagai aspek pada PT.
TINJAUAN PUSTAKA
- Komunikasi Bisnis
- Kepemimpinan
- Efektifitas Kerja
- Peranan Komunikasi Bisnis Dalam Organisasi
- Hubungan Komunikasi Bisnis Dengan Efektivitas
- Hipotesis
Komunikasi verbal adalah suatu bentuk komunikasi yang disampaikan dari komunikator ke komunikator dalam bentuk tertulis atau lisan. Komunikasi satu arah adalah komunikasi yang hanya dilakukan oleh satu pihak, sedangkan komunikasi dua arah bersifat timbal balik dan melibatkan dua pihak. Komunikasi nonverbal merupakan pelengkap yang sangat berharga bagi komunikasi verbal yang diinginkan.
Dalam kerangka organisasi, komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi manajemen, yaitu komunikasi yang dilakukan secara profesional. Klasifikasi komunikasi yang dikemukakan oleh Terry (diadaptasi dari Winardi, 1999), seperti dijelaskan di atas, didasarkan pada dua kriteria ganda. Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan komunikasi, baik yang bersifat individual maupun institusional, tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Komunikasi merupakan suatu sarana interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan kelompok.
Bernard, komunikasi bisnis adalah pertukaran ide, pendapat, informasi dan instruksi untuk tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol atau isyarat. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus mempunyai tujuan yang telah ditentukan sejalan dengan tujuan organisasi. Kegagalan dalam organisasi bisnis banyak disebabkan oleh kurangnya komunikasi bisnis yang terorganisir oleh para pelaku dalam organisasi.
Komunikasi bisnis sebenarnya adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan dalam bisnis, meliputi berbagai bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Komunikasi bisnis yang sukses adalah komunikasi yang dapat dilakukan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi yang bersangkutan. Komunikasi bisnis yang efektif berarti mengirimkan dan menerima informasi yang paling efektif, pemahaman mendalam tentang pesan dari kedua belah pihak, dan mengambil tindakan yang tepat terkait pertukaran informasi.
Untuk menciptakan komunikasi bisnis yang efektif, seorang pengirim informasi harus menyampaikan pesan secara ringkas dan jelas, menggunakan bahasa yang sesuai dengan penampilan dan kemampuan intelektual penerima pesan, serta menggunakan media yang sesuai. Hubungan komunikasi bisnis dalam meningkatkan efektivitas kerja sangatlah penting, karena sistem komunikasi yang baik akan meningkatkan aktivitas kerja dan efektivitas kerja karyawan yang merupakan produktivitas perusahaan. Seorang pemimpin harus selalu mempertimbangkan biaya dan konsekuensi komunikasi bisnis yang efisien dan efektif dalam pemilihan dan penggunaan saluran komunikasi organisasi formal dan informal untuk memaksimalkan pelaksanaan kerja perusahaan serta pertumbuhan dan perkembangan karyawan.
Untuk mencapai komunikasi bisnis yang efektif, seorang penyampai informasi hendaknya menyampaikan pesan secara ringkas dan jelas, menggunakan bahasa yang sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan intelektual penerima pesan serta menggunakan media yang tepat. Melihat rumusan masalah di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Diduga komunikasi bisnis dalam kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan PT.
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
- Populasi dan Sampel
- Metode Analisis
Pengembangan jaringan unit utama PLN (Persero) wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua hendaknya didukung dengan peningkatan kemampuan komunikasi bisnis. Berdasarkan tabel di atas, secara umum 15 responden (50%) menjawab bahwa variabel keterampilan komunikasi bisnis mendukung peningkatan efektivitas kerja karyawan. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepemimpinan terhadap efektivitas kerja pegawai adalah angket yang berbentuk pertanyaan.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 responden diperoleh tanggapan mengenai variabel kepemimpinan terhadap efektivitas kerja, seperti terlihat pada tabel 4.4 di bawah ini. Artinya kenaikan dan penurunan kedua variabel yang dimasukkan dalam model analisis akan mempengaruhi peningkatan dan penurunan efektivitas kerja karyawan pada Karyawan PT. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan: “Terdapat pengaruh komunikasi bisnis dan keterampilan kepemimpinan terhadap efektivitas kerja karyawan PT.
Pengaruh komunikasi bisnis (X1) terhadap efisiensi kerja karyawan Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier berganda diketahui koefisien regresi komunikasi bisnis (X1) sebesar 0,067. PLN (Persero), Kepala Unit Pengembangan Jaringan Sulawesi, Maluku dan Papua, harus memperhatikan kemampuan komunikasi bisnis pegawainya, yaitu dengan memberikan atau mengawasi pelatihan dan memberikan arahan kepada pegawai terkait komunikasi bisnis. Hal ini dilakukan agar pegawai lebih mempunyai kemampuan dalam bekerja, berkomunikasi dengan baik guna meningkatkan efisiensi kerja pegawai.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan Anda akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan PT. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda dapat diketahui seberapa besar kontribusi variabel Keterampilan Komunikasi dan Kepemimpinan terhadap efisiensi kerja karyawan PT. Variabel komunikasi bisnis berhubungan langsung dengan efisiensi kerja karyawan, artinya efisiensi kerja karyawan juga akan meningkat jika kemampuan komunikasi bisnis meningkat.
Analisis secara parsial juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Komunikasi Bisnis terhadap Efektivitas Kerja karyawan PT. Sedangkan uji parsial menunjukkan bahwa variabel Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Kerja karyawan PT. Oleh karena faktor kepemimpinan dan kemampuan komunikasi bisnis mempunyai pengaruh yang dominan, maka disarankan agar dilakukan serangkaian upaya strategis yang dapat mendukung peningkatan efisiensi kerja karyawan di PT.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
PLN (Persero) Unit pengembangan jaringan utama Sulawesi, Maluku dan Papua. Namun dari kuesioner yang disebar, hanya 30 orang yang mengembalikannya dan dapat dilanjutkan untuk dianalisis. Di bawah ini kami uraikan identitas responden meliputi jenis kelamin dan tingkat pendidikan, hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan perbedaan karakteristik responden dalam penelitian ini. Berdasarkan jenis kelamin, dapat dijelaskan responden laki-laki sebanyak 20 orang atau 66% dan perempuan sebanyak 10 orang atau atau 34%.
PLN (Persero) Pengembangan Jaringan Unit Induk Sulawesi, Maluku dan Papua lebih banyak pegawainya perempuan. Tingkat pendidikan merupakan salah satu unsur yang menentukan kemampuan, sikap, nilai dan kebutuhan. Data pada Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa responden survei ini umumnya berpendidikan sarjana (S-1), sebanyak 18 responden (60%), kemudian SMA sederajat sebanyak 11 responden (36%), dan 1 responden (4%). ) pada jenjang pendidikan tingkat II (Magister).
Hal ini menggambarkan kondisi yang cukup seimbang dari segi tingkat pendidikan, karena tugas pegawai memerlukan keterampilan tertentu untuk meningkatkan program efektivitas kerja.
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penelitian
Untuk itu yang penting diperhatikan adalah kemampuan komunikasi bisnis yang baik dan menunjang tumbuhnya kreativitas dan efisiensi karyawan PT. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel kemampuan komunikasi bisnis karyawan adalah kuesioner yang terdiri dari 4 item pertanyaan dan diukur menggunakan indikator; kemampuan komunikasi bisnis dalam melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan dengan penuh rasa tanggung jawab dan pemahaman yang baik. Jadi keterampilan komunikasi bisnis tidak perlu dilihat sebagai popularitas atau kekuasaan, tetapi keterampilan komunikasi bisnis harus dilihat sebagai upaya menyelesaikan sesuatu dengan menggunakan orang lain, pendengar, berorientasi pada tugas, memiliki rasa strategis, keinginan untuk memahami, memberikan empati dan dukungan manajemen terhadap peningkatan produktivitas.
Jadi, efisiensi kerja pegawai adalah kinerja yang dicapai suatu perusahaan di bidang keuangan dalam jangka waktu tertentu, yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan di bidang tersebut. Berdasarkan data penelitian seperti pada Tabel 4.6 di atas, secara deskriptif dapat digambarkan bahwa secara keseluruhan 19 responden (63%) menjawab efisiensi kerja pada kategori tinggi pada karyawan PT. Terciptanya efisiensi kerja yang baik antar unit kerja dalam organisasi akan menghasilkan kesamaan pandangan, kerjasama dalam organisasi, munculnya kesadaran pada setiap anggota organisasi akan peranannya sebagai satu kesatuan tim kerja, tentunya setiap program kerja di setiap bidang tidak dipandang sebagai sesuatu yang bersifat parsial, namun dipandang sebagai tugas bersama bagi setiap anggota organisasi.
Dimana dari persamaan regresi dua prediktor diperoleh a1 dan a2 bertanda positif, maka dapat diartikan bahwa 1 satuan hasil efektivitas kerja pegawai akan dipengaruhi oleh komunikasi bisnis sebesar 0,067 dan kepemimpinan sebesar 0,778 pada konstanta 0,745. Untuk menguji signifikansi koefisien regresi variabel komunikasi bisnis masing-masing = a1 dan variabel kepemimpinan masing-masing = a2 digunakan uji-t. Besarnya daya prediksi model diberikan oleh nilai koefisien determinasi yang disimbolkan dengan R2 (R-Square) = 0,853 yang berarti model mempunyai daya prediksi sebesar 85,3% atau sekitar 85% dari variasi naik. dan turunnya variabel Y (efektivitas kerja pegawai) dapat dijelaskan oleh model atau dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, sedangkan sisanya sebesar 15% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model analisis.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dengan program komputer SPSS diperoleh koefisien variabel komunikasi bisnis (X1) sebesar 0,067 dan koefisien variabel kepemimpinan (X2) sebesar 0,778. F tabel (7,991) berarti regresi linier berganda Y pada X1 dan X2 benar atau dengan kata lain terdapat pengaruh terhadap kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. PLN (Persero) unit induk untuk pembangunan jaringan Sulawesi, Maluku dan Papua sekaligus (R2) sebesar 0,853 atau 85,3%, artinya produktivitas 85% dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dan manajemen dan sisanya sebesar 15% dipengaruhi oleh faktor lain. belum dijelajahi atau di luar model penelitian.
Variabel Kepemimpinan berhubungan langsung dengan kinerja pegawai, artinya apabila kepemimpinan dapat ditingkatkan maka diharapkan kinerja pegawai juga akan meningkat. Unit pengembangan jaringan utama PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua ditingkatkan melalui penguatan kemampuan komunikasi dan peningkatan sikap manajemen terhadap karyawan.
Analisi Regresi Berganda
Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda dapat diketahui besarnya pengaruh dan kontribusi secara parsial masing-masing variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y) sebagai berikut. PLN (Persero) Pengembangan jaringan unit induk Sulawesi, Maluku dan Papua secara umum terlihat baik, terlihat dari 30 responden yang disurvei sudah berjalan dengan baik. PLN (Persero) unit pengembangan jaringan induk Sulawesi, Maluku dan Papua secara umum baik, hal ini terlihat dari hasil pegawai yang relatif memuaskan.
Berdasarkan uraian dan hasil analisis yang ditunjukkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, sebagai tindak lanjut penulis memberikan beberapa saran, sebagai berikut. PLN (Persero) Unit Induk Pengembangan Jaringan Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua meningkatkan efisiensinya, baik secara internal maupun eksternal, terutama dalam komunikasi antar pegawai.
Di tengah kesibukan Bapak/Ibu saat ini, mohon izinkan kami meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang kami lampirkan pada surat ini. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar Bapak/Ibu memberikan jawaban yang sebenar-benarnya atas seluruh pertanyaan dalam kuesioner yang disediakan dan mengembalikannya dalam waktu yang singkat.
PENUTUP
Saran