• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Koperasi LKMS dalam Pengembangan Usaha Mikro

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Peranan Koperasi LKMS dalam Pengembangan Usaha Mikro"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Batasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini hanya mengenai Peran Koperasi LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu Tahun 2020-2021. Informasi yang disampaikan adalah: Peran, LKMS, perkembangan usaha mikro, hambatan dalam pengembangan usaha mikro.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmu pengetahuan untuk penelitian selanjutnya serta berguna secara teori dan penerapan mengenai peran koperasi syariah dalam pengembangan usaha mikro. Bagi Koperasi Syariah LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyelesaikan permasalahan mengenai peran koperasi dalam pengembangan usaha mikro di koperasi.

Penelitian Terdahulu

Zulkarnain, “Peranan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Dalam Pemenuhan Kebutuhan Permodalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah”, 2018. Peran KJKS BMT Mitra Mentari Mersi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pendanaan musyarakah”, 2018.

Metode Penelitian

Sumber data primer ini berasal dari perolehan informasi dari Koperasi LKMS-MM Sejahtera kota Bengkulu, tergantung kebutuhan peneliti. Wawancara dilakukan kepada pimpinan, karyawan dan pelanggan koperasi usaha mikro LKMS-MM Sejahtera di kota Bengkulu.

Sistematika Penulis

Peran, Perkembangan, Koperasi Syariah, Konsep Dasar Koperasi Syariah, Prinsip, Tujuan dan Ciri Koperasi Syariah, Peran dan Fungsi Koperasi Syariah, Konsep Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Tujuan Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Manfaat Menjadi LKMS, Pengertian Mikro usaha, kriteria usaha mikro dan pengembangan usaha mikro.

KAJIAN TEORI

Pengembangan

Terjadinya aktivitas transaksi jual beli diawali dengan adanya proses seperti penawaran dan permintaan, penawaran dilakukan oleh perusahaan, sedangkan proses permintaan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh konsumen. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, perusahaan harus menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya, sehingga peningkatan jumlah produk yang diproduksi dan ditawarkan dapat berarti perusahaan tersebut semakin berkembang. Perusahaan kecil mempunyai konsumen yang relatif sedikit, karena produk yang dihasilkan dalam lingkup usaha ini masih sedikit, konsumen tentunya hanya berada di daerah setempat.

Semakin banyak konsumen melakukan pembelian maka semakin besar pula jumlah produk yang terjual. Jika pengembangan usaha dilakukan atas dasar penjualan, maka peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan memperbanyak jumlah barang yang dijual. Perkembangan usaha berlangsung atas dasar mencari keuntungan, sehingga perlu dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan pendapatan atau mengurangi biaya-biaya yang akan dikeluarkan.

Pengembangan usaha dilakukan atas dasar nilai produk, sehingga nilai produk lama dapat digantikan dengan nilai produk baru, atau produk yang tidak mempunyai nilai dapat diubah menjadi produk yang bernilai.

Koperasi Syariah

  • Pengertian Koperasi Syariah
  • Konsep Dasar Koperasi Syariah
  • Prinsip, Tujuan dan Karakteristik Koperasi Syariah
  • Peran dan Fungsi Koperasi Syariah

Koperasi syariah yang disebut Baitul Mal Wat Tanwil (BMT) adalah kelompok swadaya masyarakat sebagai lembaga perekonomian umat yang berupaya mengembangkan usaha produktif dan penanaman modal dengan sistem bagi hasil untuk meningkatkan kualitas perekonomian pengusaha kecil dan menengah. dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Lembaga keuangan negara bertugas menerima, menyimpan, dan mendistribusikan uang negara sesuai dengan aturan syariah.” 31. Konsep operasional utama koperasi syariah adalah dengan menggunakan akad Syirkah Mufawadhoh, yaitu suatu perusahaan yang didirikan bersama oleh dua atau lebih banyak orang, yang masing-masing menyumbangkan dana, berpartisipasi dalam pekerjaan dengan porsi dan sepatu yang sama.

Prinsip usaha koperasi syariah didasarkan pada konsep gotong royong dan tidak dimonopoli oleh siapapun pemilik modal koperasi. Prinsip dasar dalam koperasi syariah sendiri sama dengan lembaga ekonomi syariah lainnya, yaitu pada sistem ekonomi syariah itu sendiri, seperti yang tersirat dari fenomena dan tertuang dalam Al-Quran dan Hadits. Koperasi syariah merupakan bagian dari sistem syariah yang diatur dalam bidang perekonomian harus sesuai dengan Al-Quran dan Hadist, aturan tersebut disebut dengan syariah atau hukum Islam.

Koperasi syariah berperan sebagai perantara antara pemodal dan pengguna dana guna mencapai pemanfaatan aset secara optimal.

Konsep Lembaga Keuangan Mikro Syariah

  • Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Syariah
  • Tujuan Lembaga Keuangan Mikro Syariah
  • Keuntungan Menjadi LKMS

Keberadaan lembaga keuangan mikro syariah telah diterima oleh masyarakat di Indonesia dari perkotaan hingga pedesaan, bahkan gaungnya sampai ke luar negeri. Lembaga keuangan syariah mempunyai prinsip bagi hasil dan perjanjian-perjanjian yang timbul mempunyai landasan yang kuat untuk menghindari riba.40. LKM untuk menjalankan kegiatan usahanya harus memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan. LKM dapat melakukan kegiatan usahanya secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah.

40 Amin Kuncoro dan Husnurrosyidah, Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan Upaya Mempertahankan Eksistensi Perilaku Masyarakat Perdesaan, Jurnal Akuntansi dan Analisis Pajak Vol. Tujuan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (SHMI) Undang-undang menyebutkan bahwa tujuan Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah untuk meningkatkan akses pembiayaan skala kecil bagi masyarakat, membantu meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat, serta membantu memajukan masyarakat khususnya masyarakat miskin. dan/atau rendah. pendapatan masyarakat berdasarkan prinsip syariah. Setelah mendapat izin usaha dari OJK, LKM merupakan lembaga formal tempat OJK memberikan pelatihan gratis.

Selain kegiatan utama tersebut, LKM dapat melakukan kegiatan secara sinergi dengan lembaga keuangan di lingkungan OJK dalam bentuk linking program (Agen Laku Pandai, Agen Asuransi Mikro dan Kerja Sama Distributor Program Kemitraan BUMN)44.

Usaha Mikro dan Kecil

  • Pengertian Usaha Mikro, Kecil
  • Kriteria Usaha Mikro, Kecil
  • Pengembangan Usaha Mikro, Kecil

Usaha mikro adalah usaha yang dijalankan oleh masyarakat miskin atau hampir miskin yang merupakan milik keluarga dengan sumber daya lokal dan menggunakan teknologi sederhana. Sedangkan usaha kecil adalah usaha yang mempunyai kekayaan sampai dengan 200 juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan dengan omzet sebesar 1 miliar rupiah, dan mendapat pinjaman antara 50 juta rupiah sampai dengan 500 juta rupiah. lima puluh juta rupee) tidak termasuk tanah dan bangunan untuk tempat usaha, . 2) Memiliki penjualan tahunan maksimal Rp.

lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha berada, atau mempunyai hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. Pengembangan kapasitas usaha mikro dapat dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pimpinan atau pemilik usaha itu sendiri. Upaya pemberdayaan usaha mikro juga dapat dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat melalui pemberian fasilitas, pembinaan, pendampingan dan penguatan atau rangsangan bantuan untuk berkembang. Berdasarkan seluruh pengertian di atas, maka dapat dikatakan bahwa perkembangan usaha mikro adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan dan perkembangan usaha yang dilihat dari omzet penjualan yang merupakan laba bersih atas penjualan.

Pengembangan usaha mikro pada prinsipnya harus melalui pengembangan individu-individu yang menjalankan usaha mikro tersebut, namun dengan dukungan instansi pemerintah dan lembaga keuangan mikro maka pengembangan tersebut akan lebih cepat dan penting.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Visi dan Misi

Membantu pemerintah mencapai program ekonomi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat melalui produk syariah bersama koperasi. Membangun hubungan yang lebih sesuai syariah antara anggota dengan masyarakat luas, serta pemerintah daerah.56.

Struktur Organisasi

Pembagian tugas dan tanggung jawab dalam kerangka organisasi Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Meriani Manaf Sejahtera (Koperasi LKMS MM Sejahtera) Provinsi Bengkulu adalah: 57. Ketua/Pengurus mempunyai tugas pokok mewakili koperasi dalam pelaksanaan tugas koperasi di bidang kerjanya merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengevaluasi tugas pokok kantor koperasi serta meningkatkan dan mengembangkan keterampilan kerja. seluruh pegawai di bawah pengawasan Kantor Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah MM Sejahtera (Koperasi LKMS MM Sejahtera) Provinsi Bengkulu. Bagian kas atau kasir mempunyai tugas pokok sebagai koordinator kas untuk mengatur kebutuhan dan menyediakan kebutuhan kas baik untuk mesin kasir utama maupun pembantu.

Memberikan pelayanan penarikan dan penyetoran tunai setiap hari kepada kasir dan pembantu koperasi serta mesin kasir di bawah kantor koperasi. Menarik dan menyetorkan uang bank ke bank yang besarnya ditentukan oleh pimpinan atau pengurus koperasi. Untuk menunjukkan hal-hal apa saja yang telah dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.61.

Mengetahui dokumen apa saja yang diperlukan saat mengajukan pembiayaan dan memahami analisis data keuangan calon nasabah.

Produk dan Jasa Koperasi LKMS-MM Sejahtera

Pengembangan produk yang dilakukan LKMS-MM Sejahtera kota Bengkulu meningkatkan jumlah produk bagi nasabah usaha mikro di LKMS. Pengembangan pasar bagi nasabah usaha mikro LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu berarti menambah relasi sehingga tujuan pemasaran menjadi lebih luas. Kemudian peneliti melakukan wawancara kembali pada tanggal 17 September 2021 dengan pegawai LKMS bernama Meitri Rizki Candra selaku Account Officer tentang peran LKMS dalam pengembangan usaha mikro di LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu.

Peneliti kemudian melanjutkan wawancara dengan klien usaha mikro pemberi pembiayaan di LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu. Kendala yang dihadapi Koperasi LKMS dalam mengembangkan usaha mikro nasabah Koperasi LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu. Kendala yang dihadapi koperasi LKMS dalam mengembangkan usaha mikro nasabah koperasi LKMS-MM Sejahtera di kota Bengkulu.

Harapannya, mampu mengurangi segala kendala yang menghambat koperasi LKMS-MM Sejahtera kota Bengkulu dalam pengembangan usaha mikro.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Peran yang dilakukan LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu adalah memenuhi hak dan kewajibannya sebagai lembaga keuangan mikro syariah, dan peran yang dilakukan LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu adalah menghimpun dan menyalurkan dana serta mengembangkan sektor usaha mikro. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka peran LKMS-MM Sejahter Kota Bengkulu dalam pengembangan usaha mikro nasabah difokuskan pada peningkatan permodalan pada bidang usaha, karena dalam pengembangan usaha mikro tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan terpenting dalam pengembangan usaha mikro adalah meningkatnya omzet pada sektor usaha mikro ini. Kota LKMS-MM Sejahtera Bengkulu mempunyai beberapa kendala dalam pengembangan usaha mikro kliennya, kendala yang paling utama dalam pengembangan usaha mikro ini adalah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, karena selama ini semua sektor perekonomian mengalami kemerosotan. akibat diterapkannya kebijakan pembatasan pelaku usaha mikro.

Selain itu, salah satu kendalanya adalah pendanaan awal pengembangan usaha mikro tidak bisa langsung besar sehingga menyebabkan nasabah kehilangan usahanya. Aritonang, Desti Ariani 2014, Pengaruh Koperasi Syariah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Di Kota Padangsidimpuan (studi kasus: Koperasi Syariah BMT Insani Padangsidimpuan), IAIN Padangsidimpuan: Skripsi Sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Zulkarnain, 2018, Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Memenuhi Kebutuhan Modal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Jurnal Syarikah, Vol.

Muslimin, Supriyadi, 2015, Peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Studi Kasus pada Bmt Al Amin.

PENUTUP

Saran

Koperasi LKMS-MM Sejahtera Kota Bengkulu diharapkan dapat terus menjaga perannya sebagai lembaga keuangan mikro syariah dalam pengembangan usaha mikro, dan juga selalu konsisten dalam memberikan pelatihan kepada IDHH. Arif, Ahmat, Syaifudin dan Retno Diyah Nuryanti, 2021, Peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam Dunia Usaha di Masa Pandemi (Studi Kasus di KSPPS BMT NU Ngasem Sroyo Dega), Jurnal Ekonomi Syariah, Vol. Diyah Febrikawati ratna dhahita dan ida nurlaeli, Peran KJKS BMT Mitra Mentari Mersi dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui.

Jenita, Peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kecil dan Menengah, Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol. Lukmanudin Ar Rasyid, dkk., 2019, Peran Koperasi Simpan Pinjam (Kspps) Pembiayaan Syariah Dalam Meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Masyarakat, jurnal Pendidikan Agama Sosial Laa Roiba Jornal Vol I No 1. Mulia, Rizki Afri, The Peran Program Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil (Kjks Bmt) dalam Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Purwanti, Endang, 2012, Dampak Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan UMKM Di Desa Dayaan Dan Kalilondo Salatiga, Diantara Dampak Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan UMKM Di Desa Dayaan Dan Kalilondo Salatiga, Diantara Makarti, Vol.5 No.9.

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi pembiayaan mudharabah muqayadah pada Bank Muamalat Indonesia, jenis usaha di tentukan oleh pemilik modal, modal yang diberikan dalam bentuk tunai, kerugian di

Pembiayaan modal kerjadi BMT El-Ilhsan Pringsewu merupakan aktivitas usaha BMT dalam memberikan pinjaman dana pada UMKM yang dapat digunakan untuk membiayai usaha produktif maupun

mudharabah yaitu pembiayaan yang 100% dikeluarkan oleh pihak lembaga keuangan (BMT) yang akan diserahkan kepada nasabah (anggota) untuk dimanfaatkan sebagai modal

Perkembangan usaha UMKM sebelum dan sesudah menerima pembiayaan mudharabah pada Koperasi Syariah Mitra Niaga dapat dilihat dari modal penjualan, omzet penjualan dan

Konsep umum mudharabah (yaitu suatu bentuk pembiayaan modal usaha atau penyaluran kredit kepada mereka yang kekurangan dana tetapi memiliki keterampilan untuk menjalankan dagang

Satu dari sekian permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Mikro (UKM adalah ketersediaan modal dan sulitnya akses permodalan terhadap lembaga keuangan bank

Berasarkan paparan data di atas, maka peneliti ingin mendalami peranan BMT Al-Furqon Padang Sibusuk dalam memberikan pembiayaan untuk modal dan pengembangan usaha

BNI Syariah KCP Antasari” Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan mikro BNI Syariah adalah satu peran intermediasi sosial yang diberikan kepada masyarakat dengan pemberian