• Tidak ada hasil yang ditemukan

peranan modal, tenaga kerja, luas lahan, harga jual

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peranan modal, tenaga kerja, luas lahan, harga jual"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan modal (biaya produksi), tenaga kerja, luas lahan, harga jual dan status kepemilikan lahan terhadap pendapatan petani di Desa Nyamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal (biaya produksi), luas lahan, jumlah tenaga kerja, harga jual beras dan status kepemilikan lahan secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan petani. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa usahatani padi di Desa Nyamat mengalami penurunan marginal return to labor.

Kata kunci : pendapatan, modal, tenaga kerja, luas tanah, harga jual, status kepemilikan tanah, analisis regresi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah peneliti mencoba menganalisis peranan status kepemilikan tanah selain modal (biaya produksi), tenaga kerja, luas tanah dan harga jual terhadap pendapatan petani di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran. Kabupaten Semarang yang belum pernah diteliti dengan menggunakan analisis regresi. Selanjutnya hal-hal yang akan dibahas dalam penelitian ini meliputi latar belakang, tinjauan pustaka dan hipotesis, metode penelitian, pembahasan dan hasil penelitian, kesimpulan dan saran.

Latar Belakang

Dengan bertambahnya luas lahan yang dimiliki petani maka hasil produksi petani pun akan meningkat, dan pendapatan petani pun akan meningkat. Begitu pula dengan berkurangnya luas lahan petani akan menurunkan hasil produksi petani, sehingga pendapatan petani juga akan menurun (Hidayati, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan modal, luas lahan, tenaga kerja dan harga jual terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Beberapa penelitian di atas menemukan bahwa luas lahan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan petani (Damanik, 2013; Phahlevi, 2013; Suprapto, 2010), namun ada pula yang berpendapat bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan (Apriadi, 2015; Anggaran, 2014) . Beberapa peneliti di atas juga menemukan bahwa pekerjaan dapat mempengaruhi pendapatan petani secara signifikan (Apriadi, 2015). Arimbawa dan Widanta (2016) juga menemukan bahwa luas lahan, teknologi dan pelatihan mempunyai pengaruh positif yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui produktivitas terhadap pendapatan petani.

Sementara itu, Phahlevi (2013) menemukan bahwa luas lahan dan harga jual mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui volume produksi terhadap pendapatan petani, sedangkan biaya produksi mempengaruhi pendapatan petani hanya melalui volume produksi. . 2017) menemukan bahwa produksi berkorelasi positif signifikan dan harga jual berkorelasi negatif signifikan terhadap pendapatan petani. Zaini (2010) tidak mempertimbangkan pengaruh volume produksi dan harga jual secara terpisah, namun menyajikannya dalam bentuk pendapatan petani dan menemukan adanya pengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani. Satu-satunya peneliti yang mempelajari faktor teknologi, Apriadi (2015), menemukan bahwa teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani.

Perbedaan penelitian ini dengan sebagian besar penelitian di atas adalah penelitian ini juga ingin mengetahui pengaruh status penguasaan lahan terhadap pendapatan petani. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peranan modal, tenaga kerja, luas lahan, harga jual dan status kepemilikan tanah terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Tinjauan Pustaka dan Hipotesis

  • Pendapatan Usaha Tani Padi
  • Luas Lahan
  • Modal
  • Biaya Produksi
  • Penelitian Terdahulu
  • Model Penelitian

Arimbawa dan Widanta (2016) melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh luas lahan, teknologi dan pelatihan terhadap pendapatan petani padi melalui produktivitas di Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode analisis jalur. Sedangkan luas lahan, teknologi dan pelatihan baik secara langsung maupun melalui produktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani. Budgeti (2014) melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap pendapatan petani di Kabupaten Sukoharjo.

Hasilnya, modal berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap pendapatan petani. Damanik (2013) menganalisis pengaruh luas lahan, jumlah tenaga kerja dan biaya produksi terhadap pendapatan petani di Kabupaten Sragen dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian: (1) jumlah produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani; (2) luas lahan dan harga jual berpengaruh langsung atau melalui jumlah produksi terhadap pendapatan; dan (3) biaya pertanian tidak mempunyai pengaruh langsung, namun mempunyai pengaruh tidak langsung melalui jumlah produksi, terhadap pendapatan petani.

Suprapto (2010) meneliti pengaruh faktor produksi terhadap pendapatan petani padi organik di Kabupaten Sragen dan menguji perbedaan pendapatan petani yang tidak mengikuti penyuluhan PPL. Zaini (2010) meneliti pengaruh biaya produksi dan pendapatan terhadap pendapatan petani padi sawah di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif signifikan, sedangkan biaya tenaga kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap pendapatan petani.

10 Penelitian ini menguji pengaruh modal (X1), tenaga kerja (X2), harga jual (X3), status tanah (X4) dan luas lahan (X5) terhadap pendapatan petani. Jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan dalam kegiatan pertanian yang memadai seharusnya berdampak positif terhadap volume produksi dan pendapatan petani.

Metode Penelitian

Data dan Sumber Data

Semakin luas lahan maka semakin besar pula peluang petani untuk mencapai hasil produksi yang lebih banyak. 12 Sementara itu, petani yang mempunyai lahan sendiri menanggung seluruh biaya dan menerima seluruh pendapatan bersih. Modal dalam penelitian ini adalah modal yang digunakan untuk kegiatan produksi atau dengan kata lain biaya produksi.

Biaya produksi dalam penelitian ini hanya menghitung biaya eksplisit atau biaya yang sebenarnya dikeluarkan dalam kegiatan pertanian, seperti membayar tenaga kerja, membeli obat-obatan dan pupuk, menyewa traktor, dan lain sebagainya. Sementara itu, biaya penyusutan dan biaya tenaga kerja petani dan keluarganya yang ikut serta dalam mengolah lahan tidak diperhitungkan. Meskipun biaya tenaga kerja implisit yang dikeluarkan petani dan keluarganya tidak diperhitungkan, namun biaya tersebut diperhitungkan dalam kuantitas tenaga kerja.

Populasi dan Sampel

Teknik Analisis

Karena terdapat korelasi yang sangat kuat antara modal dan luas lahan (lihat Tabel 1), mengingat modal di sini adalah modal kerja atau biaya produksi, dan luas lahan pasti mempengaruhi biaya produksi, maka modal dan luas lahan tidak dapat dimasukkan dalam model regresi yang sama. Agar tetap dapat memperkirakan dampak modal dan lahan terhadap pendapatan petani, maka kedua variabel tersebut tidak digunakan dalam model regresi, namun dilakukan penyesuaian terhadap kerangka penalaran (lihat Gambar 1.1), yaitu keduanya variabel dimasukkan secara terpisah ke dalam model regresi. Model yang dipilih dipastikan memenuhi asumsi-asumsi yang berlaku pada model regresi berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (lihat lampiran), yaitu dengan melakukan pemeriksaan diagnostik atau uji asumsi klasik, yaitu: (1) varians error harus konstan (homoskedastisitas), (2) tidak terdapat korelasi serial antar error, (3) tidak terdapat multikolinearitas antar variabel.

Setelah dipastikan bahwa model (1) dan (2) memenuhi semua asumsi yang valid, pengaruh seluruh variabel secara bersama-sama dan secara individual dapat ditentukan. Statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik petani yang diwawancarai dalam penelitian ini.

Pembahasan

Karakteristik Responden

Terlihat dari Gambar 4 bahwa tingkat pendidikan tertinggi petani di Desa Nyamat sebagian besar adalah lulusan SD dan tertinggi hanya lulusan SMP. Karakteristik Responden Berdasarkan Luas Lahan Dari Gambar 6 terlihat bahwa sebaran kelompok tani berdasarkan luas lahan paling banyak berjumlah 25 orang dengan luas lahan 501-1000m2. Dan foto ini juga memperlihatkan bahwa para petani di Desa Nyamat menggarap lahan pertanian yang cukup luas dengan sekitar 70% petani menggarap lahan diatas 500 m2.

Hasil Analisis Regresi dan Pembahasan

18 maka pendapatan petani meningkat sebesar 0,592%. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan modal berpengaruh positif terhadap pendapatan petani terbukti. Berdasarkan hasil regresi model 2 terlihat p-value dari nilai thitung. Artinya secara parsial luas lahan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran. Koefisien regresi variabel luas lahan sebesar 0,629 menunjukkan bahwa setiap kenaikan luas lahan sebesar 1% maka akan meningkatkan pendapatan sebesar 0,629%. Dengan demikian hipotesis luas lahan berpengaruh positif terhadap pendapatan petani terbukti. Hasil regresi model 1 dan model regresi 2 menunjukkan bahwa p-value dari t-value hitung variabel status negara sebesar 0,000 < 1% = . Artinya secara parsial status lahan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran. Koefisien regresi status lahan bernilai positif, hal ini menunjukkan bahwa petani yang memiliki lahan sendiri memperoleh pendapatan lebih tinggi dibandingkan petani yang tidak memiliki lahan sendiri dan harus membagi pendapatan kotornya dengan sistem maro. Maka hipotesis yang menyatakan status kepemilikan tanah berpengaruh positif terhadap pendapatan petani terbukti. Selanjutnya hasil estimasi koefisien regresi menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani yang memiliki lahan sendiri sebesar 3,251 kali lebih besar dibandingkan dengan rata-rata pendapatan petani yang tidak memiliki lahan sendiri. Hasil ini mirip dengan Manatar dkk. 2014) bahwa status kepemilikan atau status penguasaan lahan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Hasil regresi model 1 dan model regresi 2 juga menunjukkan bahwa jumlah pekerja dan harga jual beras mempunyai nilai p-value thitung yang lebih besar. Artinya jumlah tenaga kerja dan harga jual beras secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Sedangkan temuan penelitian mengenai jumlah tenaga kerja serupa dengan hasil penelitian Damanik (2013) namun tidak mendukung temuan Anggaran (2014) yang menemukan adanya pengaruh signifikan pekerjaan. Meskipun temuan tersebut tidak mendukung hasil penelitian Buxheti (2014), namun nilai koefisien regresi variabel jumlah pekerja dalam penelitian ini bernilai negatif, mendukung temuan Buxheti (2014). Koefisien regresi variabel jumlah pekerja pada model regresi 1 dan 2 bernilai negatif masing-masing berkisar 0,2.

Hal ini menunjukkan bahwa pertanian di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengalami penurunan marginal return to labor akibat penggunaan tenaga kerja yang tidak efisien. Sedangkan pengaruh variabel harga jual yang tidak signifikan terhadap pendapatan petani diduga karena petani Desa Nyamat memiliki peluang untuk menentukan harga jual atau daya tawar (bargaining power) terhadap harga jual hasil panennya. lebih sedikit dibandingkan perantara, sehingga harga jual pada derajat yang lebih tinggi ditentukan oleh perantara.

Kesimpulan

Saran

21 Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja tidak hanya mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap pendapatan petani, namun juga tidak efisien, mungkin karena penggunaan tenaga kerja yang berlebihan. Analisis pengaruh modal, jumlah hari kerja, luas lahan, pelatihan dan teknologi terhadap pendapatan petani padi sawah di. Dampak luas lahan, teknologi dan pelatihan terhadap pendapatan petani padi dengan produktivitas sebagai variabel intervening di Kabupaten Mengwi.

Analisis pengaruh luas lahan, jumlah produksi dan biaya produksi terhadap pendapatan petani padi sawah di Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten (studi kasus di Desa Sribit). Pengaruh status penguasaan lahan terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Tumani Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Analisis biaya, pendapatan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendapatan usahatani padi sawah di Kabupaten Pringsewu.

Pengaruh biaya produksi dan pendapatan terhadap pendapatan petani padi sawah di Loa Gagak Kabupaten Kutai Kartanegara. Uji asumsi kesalahan normalitas model regresi 1 Tabel 4  Hasil uji Kolmorov-Smirnov untuk model regresi 1.

Referensi

Dokumen terkait

Rusdiah Nasution : Pengaruh Modal Kerja, Luas Lahan, Dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Usahatani Nenas (Studi Kasus : Desa Purba Tua Baru, Kec.. USU Repository

Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, yaitu untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja dan luas lahan terhadap produksi padi di

Hasil penelitian secara simultan variabel modal, tenaga kerja, dan luas lahan berpengaruh positif terhadap pendapatan beras petani di Desa Brangkal Karanganom, Klaten,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, luas lahan, dan tenaga kerja secara simultan terhadap pendapatan petani program Indeks Pertanaman Padi 400 di Kelompok

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini yang berjudul “PENGARUH MODAL, TENAGA KERJA, DAN LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEBU (Survey Pada Masyarakat

Penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh luas lahan dan tenaga kerja terhadap produksi kopi di indonesia” yang disusun untuk memenuhi serta melengkapi syarat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja karet dan biaya tenaga kerja kelapa sawit secara simultan dan parsial berpengaruh nyata terhadap konversi lahan karet

Terdapat perbedaan yang nyata antara biaya produksi dalam pengelolaan berdasarkan status kepemilikan lahan di Desa Sukamandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kebupaten Deli Serdang..