5
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini akan diuraikan mengenai teori yang dipakai dalam penelitian ini. Teori diperoleh peneliti dari buku-buku maupun penelitian terdahulu yang relevan dengan tema yang dipilih peneliti. Adapun kegunaan dari teori yang dipaparkan pada bagian ini adalah sebagai konsep, definisi, dan proporsi yang disusun secara sistematis dan menjadi dasar dalam menganalisis permasalahan pada penelitian ini.
Desain Grafis
Desain grafis merupakan jenis komunikasi visual yang bertujuan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada penerima pesan. Bentuk dari desain grafis merupakan gambaran visual yang menunjukkan ide, adapun dalam desain grafis mampu menunjukkan sebuah informasi, membujuk, mengidentifikasi, memotivasi, merek, atau untuk menyampaikan beragam makna untuk audiens (Landa, 2014, hlm. 1).
2.1.1 Elemen Desain
Menurut Landa (2014) dalam bukunya Graphic Design Solutions, terdapat 6 elemen desain yaitu titik, garis, bentuk, warna, tekstur, dan pola.
Berikut adalah penjelasan dari elemen-elemen desain:
2.1.1.1 Titik
Titik merupakan bagian paling kecil dari sebuah garis, karena pada dasarnya suatu garis dibentuk oleh adanya hubungan titik-titik yang sangat dekat. Apabila titik-titik dipisahkan dari sebuah garis, maka titik dapat berdiri sendiri dan dapat memiliki bentuk kecil, sedang maupun besar.
2.1.1.2 Garis
Garis dapat diartikan sebagai bentuk yang tercipta dari titik-titik yang memanjang. Garis dapat berbentuk lurus, melengkung atau bersudut.
Garis berperan untuk mengarahkan mata audiens ke suatu arah tertentu.
6
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Garis juga memiliki kualitas tertentu di antaranya halus atau tebal, halus atau rusak, tebal atau tipis, teratur atau berubah, dan sebagainya (Landa, 2014, hlm. 19). Fungsi dasar garis menurut Landa (2014) antara lain:
1) Menentukan bentuk dan tepi misalnya membuat gambar, huruf, dan pola
2) Menggambarkan batas dan menentukan area 3) Membantu mengatur komposisi secara visual 4) Membantu dalam menciptakan garis visi 5) Dapat membentuk model ekspresi linier
Gambar 2. 1 Garis
Sumber: https://www.shutterstock.com/image-vector/horizontal- textured-stripes-vector-isolated-grunge-1396216730
2.1.1.3 Bentuk
Bentuk terdiri dari dua garis dan membentuk sebuah wujud datar.
Bentuk dapat disebut sebagai bentuk tertutup atau jalur tertutup. Bentuk memiliki tiga dasar yaitu persegi, segitiga, dan lingkaran. Bentuk dapat membentuk dua dimensi dan tiga dimensi atau bangun ruang. Contohnya:
segitiga menjadi piramid, persegi menjadi kubus, dan lingkaran menjadi bentuk bola. Berbagai jenis bentuk di antaranya: geometris, organik, bujur sangkar, bentuk lengkung, tidak beraturan, bentuk yang tidak disengaja, bentuk non-objektif, bentuk abstrak, serta bentuk representasional (Landa, 2014, hlm. 20-21).
7
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 2 Bentuk Sumber: Landa (2014)
2.1.1.4 Warna
Warna merupakan pantulan cahaya yang dapat dilihat oleh manusia pada permukaan benda dilingkungan sekitar. Warna subtraktif merupakan warna yang tidak terserap dan yang dilihat mata manusia, misalnya tomat menyerap semua warna kecuali warna merah, warna merah yang tidak terserap disebut sebagai warna subtraktif (Landa, 2014, hlm. 23).
Gambar 2. 3 Warna Subtraktif Sumber: Landa (2014)
Sedangkan, warna yang dipancarkan pada media digital seperti gadget, kompter, dan laptop dan tidak mengenai benda serta tidak dapat dipantulkan disebut warna aditif (Landa, 2014, hlm. 23).
8
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 4 Warna Aditif Sumber: Landa (2014)
2.1.1.5 Tekstur
Tekstur merupakan permukan sebuah benda yang dapat dirasakan dengan sentuhan. Tekstur dibagi menjadi dua jenis, yaitu tekstur taktil dan visual. Tekstur taktil merupakan permukaan sebuah benda yang dapat dirasakan secara nyata atau disebut tekstur sesungguhnya (Landa, 2014, hlm. 28). Terdapat beberapa teknik cetak pada tekstur taktil, seperti embossing dan debossing, stamping, engraving, dan letterpress.
Gambar 2. 5 Tekstur Taktil Sumber: Landa (2014)
Sedangkan tekstur visual merupakan ilusi dari tekstur nyata yang dibuat dengan tangan atau buatan manusia dengan keterampilan yang dipelajari dari melukis, menggambar, fotografi, dan sebagainya (Landa, 2014, hlm. 28).
9
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 6 Tekstur Visual Sumber: Landa (2014)
2.1.1.6 Pola
Menurut Landa (2014) pola merupakan pengulangan yang terus- menerus atau konsisten dari satu unit visual atau elemen dalam area tertentu. Struktur dari pola terdiri dari titik, garis, dan kisi.
Gambar 2. 7 Pola
Sumber: https://www.freepik.com/free-vector/seamless-
pattern_2403529.htm#query=pattern&position=0&from_view=keyword
2.1.2 Prinsip Desain
Menurut Landa (2014), diperlukan dasar yang kuat untuk menerapkan rinsip desain. Berikut adalah penjabaran dari prinsip-prinsip desain:
10
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.2.1 Format
Format merupakan lembar kerja yang digunakan untuk mengerjakan desain. Format dapat diatur mengenai ukuran jarak maupun tepi luar atau batas desain. Format dapat digunakan untuk mendeskripsikan proyek seperti banner, iklan, baliho, dan sebagainya.
Format memiliki biaya cetak yang bervariatif sesuai dengan kebutuhan dan kesesuaian, di mana hal ini dipengaruhi oleh ukuran, jenis kertas yang digunakan, bentuk, dan teknik pencetakan (Landa, 2014, hlm. 29).
Gambar 2. 8 Format Sumber: Landa (2014)
2.1.2.2 Keseimbangan
Balance atau keseimbangan adalah kestabilan yang diciptakan oleh elemen visual yang merata yang diwujudkan dari adanya keseimbangan antara semua elemen visual yang saling berkaitan sehingga tercipta harmoni (Landa, 2014, hlm. 30). Berikut beberapa teori untuk mencapai keseimbangan:
1) Simetri
Simetri merupakan keseimbangan elemen visual yang sama di kedua sumbu pusat atau disebut dengan simetri refleksi sehingga tercipta harmoni (Landa, 2014, hlm. 31).
11
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 9 Simetri
Sumber: http://artnet.nmu.edu/foundations/lib/exe/detail.
php?id=asymmetry&media=sym-asym-v2.gif
2) Asimetri
Asimetri merupakan keseimbangan elemen visual yang sama melalui menyeimbangkan salah satu elemen dengan elemen lainnya tanpa pencerminan di kedua sisi sumbu pusat (Landa, 2014, hlm. 31).
Gambar 2. 10Asimetri
Sumber: http://artnet.nmu.edu/foundations/lib/exe/detail.
php?id=asymmetry&media=sym-asym-v2.gif
12
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
3) Radial Balance
Radial balance merupakan simetri yang diwujudkan dengan kombinasi simetri horizontal dan vertikal. Radial balance, mempunyai titik pusat yaitu titik tengah objek yang dikelilingi oleh objek lainnya (Landa, 2014, hlm. 33).
Gambar 2. 11Radial Balance
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/466192998908762189/
2.1.2.3 Hirarki Visual
Hirarki visual merupakan penekanan pada desain yang ingin disampaikan kepada audiens. Melalui hirarki visual seluruh elemen grafis ditata sedemikian sesuai dengan penekanan atau titik fokus yang ingin ditonjolkan dari sebuah desain (Landa, 2014, hlm. 33).
Gambar 2. 12 Hirarki Visual Sumber: Landa (2014)
13
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.2.4 Tekanan (Emphasis)
Emphasis atau tekanan ini digunakan untuk menyusun urutan informasi dari elemen grafis sesuai prioritasnya. Hal ini diperlukan agar masing-masing elemen memiliki peran sebagai elemen utama atau hanya sebagai elemen pendukung. Dalam melakukan penekanan terdapat beberapa cara menurut Landa (2014) antara lain:
1) Emphasis by isolation (penekanan dengan isolasi)
Penekanan dengan mengisolasi sebuah bentuk dengan memfokuskan perhatian pada titik tertentu. Titik fokus biasanya memiliki peran visual yang lebih besar dan hendaknya diimbangi dengan elemen lainnya.
2) Emphasis by placement (penekanan dengan penempatan)
Penekanan ini diwujudkan dengan cara menempatkan elemen grafis pada posisi tertentu dalam komposisi yang menarik pandangan audiens, misalnya pada pojok kanan atas, pojok kiri atas, tengah, bawah, dan sebagainya.
3) Emphasis through scale (penekanan melalui ukuran)
Ukuran mempunyai peranan penting dalam memerankan penekanan. Ukuran ini dimaksudkan dengan bentuk atau objek dalam desain yang dibuat secara kontras dengan objek lainnya sehingga objek tersebutlah yang akan menarik perhatian lebih.
Misalnya objek yang besar akan terlihat jika kontras dengan banyak objek yang kecil.
4) Emphasis through contrast (penekanan melalui kontras)
Penekanan ini diwujudkan melalui pemberian kontras pada tiap elemen visual. Kontras juga bergantung dan dibantu oleh ukuran, lokasi, bentuk, dan posisi. Contohnya warna gelap ditengah bidang yang lebih terang akan lebih kontras.
14
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
5) Emphasis through direction and pointers (penekanan melalui arah dan petunjuk)
Emphasis ini dapat terbentuk dari anak panah, garis diagonal maupun elemen petunjuk arah lainnya. Sehingga menciptakan sebuah penekanan yang dapat mengarahkan pandangan audiens kepada atau bagian tertentu dalam komposisi desain.
Gambar 2. 13 Emphasis Sumber: Landa (2014)
2.1.2.5 Irama
Irama merupakan pola yang konsisten dan kuat dalam sebuah komposisi desain sehingga tercipta stabilitas yang baik. Irama menyebabkan audiens mampu menerima informasi yang disampaikan melalui desain yang disajikan dengan melihat elemen visualnya.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi irama, di antaranya:
warna, tekstur, hubungan figur, penekanan, dan keseimbangan (Landa, 2014, hlm. 35).
Gambar 2. 14 Irama
Sumber: https://joans-place.com/mod/book/view.php?id=11&chapterid=36
15
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.2.6 Kesatuan
Kesatuan merupakan seluruh elemen grafis saling terikat satu sama lainnya dan membentuk keseluruhan yang lebih besar. Untuk mencapai hal tersebut, setiap elemen harus mempunyai koneksi dan terdapat pengaturan penempatan orientasi, bentuk, kemiripan, serta warna elemen pada desain (Landa, 2014, hlm. 36).
Gambar 2. 15 Kesatuan Sumber: Landa (2014)
2.1.2.7 Laws of Perceptual Organization
Berikut diuraikan enam poin dalam pengaturan persepsi yaitu, similarity, proximity, continuity, closure, common fate, dan continuing line (Landa, 2014, hlm. 36):
1) Similarity
Similarity atau kesamaan merupakan elemen yang memiliki berbagai karakteristik bentuk, tekstur, warna dan arah yang serupa.
2) Proximity
Proximity merupakan elemen yang saling berdekatan dan dianggap sebagai milik bersama.
16
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
3) Continuity
Continuity adalah elemen yang saling terkoneksi. Elemen yang muncul dianggap sebagai kelanjutan dari elemen sebelumnya diyakini saling terkait dan menciptakan impresi gerakan.
4) Closure
Closure atau penutupan adalah menghubungkan elemen individu dengan elemen lainnya untuk menghasilkan bentuk, unit atau pola yang lengkap.
5) Common fate
Common fate merupakan elemen cenderung diyakini sebagai satu kesatuan apabila bergerak ke arah yang sama.
6) Continuing line
Continuing line merupakan garis sederhana, di mana jika dua garis putus, maka audiens akan tetap fokus melihat arah garis dan tidak menghiraukan garis yang putus tersebut.
Gambar 2. 16 Laws of Perceptual Organization Sumber: Landa (2014)
17
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.2.8 Skala
Skala merupakan ukuran elemen grafis antara satu dengan elemen lainnya sehingga tercipta ukuran yang proporsional dalam suatu desain. Skala digunakan untuk menggambarkan antara ukuran sesuai kenyataan dalam bentuk visual (Landa, 2014, hlm. 36).
Gambar 2. 17 Skala
Sumber: https://www.scrapbook.com/store/spe-s1-036.html
2.1.3 Tipografi
Menurut Landa (2014) tipografi diartikan sebagai desain yang berbentuk huruf dua dimensi yang berfungsi sebagai teks, judul, sub judul maupun tampilan desain. Elemen tipografi memiliki tampilan berukuran besar dan tebal. Teks pada sebuah desain merupakan bagian inti yang dapat berbentuk paragraf, tulisan atau caption. Oleh sebab itu, pemilihan tipografi akan berpengaruh terhadap desain yang dihasilkan.
2.1.3.1 Klasifikasi Tipografi
Tipografi dapat dibagi menjadi beragam jenis yang terdiri dari umum dan kategori khusus (kategori pada sebuah kelompok huruf berdasarkan gaya dan historis yang ada). Adapun pembagian tipografi secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Modern
Modern merupakan jenis huruf serif yang dikembangkan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 dengan bentuk huruf yang lebih geometris dan berkebalikan dengan jenis huruf gaya
18
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
lama. Ciri khas dari jenis ini adalah lebih kontras pada tekanan dan stroke yang lebih seimbang. Contohnya Walbaum, Didot, dan Bodoni.
Gambar 2. 18 Modern Sumber: Landa (2014)
2) Sans serif
Jenis huruf ini dimulai awal abad ke-19 dengan ciri khas tidak terdapat serif. Contohnya Univers, Futura, Helvetica, dan sebagainya.
Gambar 2. 19 Sans serif Sumber: Landa (2014)
3) Script
Jenis huruf ini paling mirip dengan tulisan manusia, di mana huruf script identik dengan bentuknya yang ditulis dengan arah miring dan sering bergabung. Contoh dari jenis script adalah Brush Script, Snell Roudhand Script dan Shelley Allegro Script.
19
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 20 Script Sumber: Landa (2014)
2.1.4 Grid
Grid merupakan struktur dasar sebuah tampilan buku, majalah, brosur, dan sejenisnya yang terdiri dari garis vertikal dan garis horizontal yang membagi format menjadi kolom dan margin sehingga tercipta keselarasan, kontinuitas, kesatuan, dan aliran visual pada sebuah halaman cetak atau digital (Landa, 2014, hlm. 174). Berikut merupakan jenis-jenis grid menurut Landa (2014), di antaranya:
1) Single-Column Grid
Single-column grid merupakan struktur komposisi yang mempunyai satu kolom atau blok teks yang dikelilingi oleh margin, ruang kosong di tepi kiri, kanan, atas atau bawah.
Gambar 2. 21 Single-column grid Sumber: Landa (2014)
2) Multicolumn Grid
Multicolumn grid merupakan struktur komposisi yang mempertahankan keselarasan dengan bergantung pada ukuran dan proporsi format sebuah konten informasi visual.
20
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 22 Multicolumn grid Sumber: Landa (2014)
3) Baseline Grid
Baseline grid merupakan struktur kompisisi di mana garis utamanya tidak terlihat atau transparan yang terdapat pada bagian bawah huruf besar dan huruf kecil.
Gambar 2. 23 Baseline grid Sumber: Landa (2014)
4) Modular Grid
Modular grid merupakan struktur komposisi yang terdiri dari modul dan unit individu dari potongan-potaongan kolom dan garis alur (flowlines) sehingga menghasilkan tampilan visual seakan-akan informasi yang disampaikan terbagai ke dalam zona.
21
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 24 Modular grid Sumber: Landa (2014)
2.1.5 Fotografi
Menurut Cox (2022), fotografi adalah seni menangkap cahaya dengan kamera, biasanya melalui sensor digital atau film untuk menghasilkan gambar. Berikut adalah penjabaran dari bagian-bagian fotografi:
2.1.5.1 Exposure
Dalam fotografi exposure (panjanan) diartikan sebagai jumlah intensitas cahaya yang ditangkap oleh sebuah alat fotografi sehingga berpengaruh terhadap hasil foto. Keseimbangan exposure dipengaruhi oleh empat faktor, di antaranya:
1) Intensitas Cahaya
Intensitas cahaya merupakan seberapa terang cahaya yang terdapat pada lokasi pemotretan. Cahaya ini dibagi menjadi dua yakni artificial light (sumber cahaya buatan misalnya lampu) dan ambient light (sumber cahaya alami misalnya sinar matahari).
22
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 25 Artificial light
Sumber: https://jagofoto.com/artificial-light-available-light-fotografi/
Gambar 2. 26 Ambient light
Sumber: https://wallhere.com/en/wallpaper/593665
2) ISO
ISO merupakan fitur yang ada pada kamera dan berfungsi untuk mengukur sensitivitas cahaya yang dihasilkan pada sebuah foto. Penggunaan fitur ini dapat dioperasikan secara manual dan diselaraskan dengan keadaan cahaya pada lokasi pengambilan foto. Semakin tinggi ISO, maka sensitivitas cahaya juga akan semakin tinggi.
23
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 27 ISO
Sumber: https://www.bhphotovideo.com/explora/photography/tips-and- solutions/understanding-exposure-part-3-shutter-speed
3) Aperture
Aperture diistilahkan sebagai nama bukaan pada diafragma atau dapat f-stop yang berperan sebagai pengaturan masuknya cahaya ke dalam lensa kamera. Apabila aperture semakin kecil, maka foto yang dihasilkan akan semakin terang, sebaliknya jika aperture semakin besar maka foto yang dihasilkan akan semakin gelap.
Gambar 2. 28 Aperture
Sumber: https://essagcsephotography.weebly.com/shutter-speed.html
4) Shutter Speed
Shutter speed berfungsi untuk mengatur kecepatan terbukanya rana pada kamera yang mengatur durasi cahaya masuk ke dalam sensor kamera.
24
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 29 Shutter speed
Sumber: https://essagcsephotography.weebly.com/shutter-speed.html
2.1.5.2 Komposisi Fotografi
Menurut (Ang, 2020) komposisi fotografi diartikan sebuah susunan subjek yang bisa berkomunikasi dengan audiensnya.
Komposisi bisa disusun dengan melihat kondisi pada tempat pengambilan foto dan mengatur posisi kamera hingga menghasilkan komposisi yang sesuai. Berikut merupakan ragam komposisi menurut (Ang, 2020):
1) Symmetry composition
Dengan symmetry composition, foto yang dihasilkan akan seimbang dan sederhana. Jenis komposisi ini paling efektif dalam mengatur foto yang rumit.
Gambar 2. 30 Symmetry Composition
Sumber: https://www.esri.com/about/newsroom/publications /wherenext/gis-bim-and-3d-in-aec/
25
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2) Radial composition
Jenis komposisi radial diperoleh melalui mengkomposisikan key elements terlihat menyebar dimulai dari titik tengah.
Gambar 2. 31Radial Composition
Sumber: https://fixthephoto.com/radial-balance-in-photography.html
3) Diagonal composition
Jenis komposisi diagonal dijalankan untuk menuntun penglihatan mata audiens pada subjek foto secara diagonal.
Gambar 2. 32 Diagonal Composition
Sumber: https://unsplash.com/s/photos/diagonal-line
26
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
4) Rule of third composition
Jenis komposisi ini berasal dari garis yang membagi foto dalam tiga bagian.
Gambar 2. 33 Rule of Third Composition Sumber: https://neiloseman.com/composing-a-wide-shot/
5) Framing Composition
Komposisi framing menghasilkan subjek terletak di dalam bingkai foto yang dibentuk. Jenis komposisi ini bisa menarik audiens sebab adanya konteks yang luas pada dalam foto.
Gambar 2. 34 Framing Composition
Sumber: https://petapixel.com/photography-composition-techniques/
27
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.5.3 Lensa
Lensa berpengaruh menciptakan visual melalui perspektif yang menggunakan aperture serta focal length dalam pengambilan foto (Belt 2012, hlm. 179). Terdapat tiga jenis yang membedakan lensa, antara lain:
1) Lensa dengan focal length normal
Penggunaan lensa jenis ini akan menghasilkan foto mirip dengan aslinya sebab ukuran antara foreground dan background yang tidak banyak berubah
2) Lensa wide-angle
Pemakaian lensa jenis ini akan memperoleh foto dengan efek perspektif yang lebih luas dibandingkan aslinya sebab foreground yang lebih besar. Dalam lensa ini, ukuran focal length di bawah 35mm.
3) Lensa telephoto
Merupakan lensa yang memiliki perspektif lebih sempit yang berdampak pada subjek terlihat lebih besar.
2.1.5.4 Fotografi dalam desain
Fotografi memiliki sebuah value yang lebih sebab terdapat penggunaan alat, komunikatif, serta ekspresif dalam menggambarkan sebuah suasana. Untuk itu, fotografi menjadi salah satu bagian yang biasa dipakai dalam penciptaan desain. Melalui fotografi diyakini dapat mencerminkan kejadian sesuai fakta dan lebih realistis. Hal ini membuat fotografi menjadi bagian yang efektif dalam mempersuasi, memberikan keterangan, serta eksplorasi dalam promosi (Harsanto 2019).
28
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.1.6 Layout
Menurut Rheny (2022), layout merupakan perancangan tata letak yang berfungsi untuk memperlihatkan elemen seperti teks dan gambar yang dapat berkomunikasi, sehingga mempermudah audiens untuk memahami dan memperoleh informasi yang disajikan. Berikut adalah jenis-jenis layout:
2.1.6.1 Jenis Layout
Jenis layout dapat dikategorikan menjadi sepuluh jenis (Institute G., 2014). Berikut adalah jenis-jenis dari layout:
1) Mondrian layout
Layout Mondrian mengacu pada bentuk segi empat dengan format landscape dan portrait yang di mana setiap bidang sejajar dengan bidang presentasi dan memuat gambar untuk membentuk komposisi yang konseptual.
Gambar 2. 35 Mondrian Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
29
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2) Circus layout
Circus layout tidak seperti layout standar dan mengacu pada komposisi elemen yang tidak teratur. Layout ini cocok digunakan ketika desainer ingin menunjukkan kesan ramai, padat, dan ketidakbiasaan.
Gambar 2. 36 Circus Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
3) Multi panel layout
Multi panel layout dibagi menjadi beberapa bagian dengan bentuk persegi panjang atau persegi. Layout ini berguna untuk desain edukasi, dan olahraga.
Gambar 2. 37 Multi Panel Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
30
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
4) Silhouette layout
Silhouette layout merupakan bentuk ilustrasi atau fotografi yang disorot melalui bayangan. Kesan yang ditimbulkan ketika mendesain dengan layout ini adalah klasik.
Gambar 2. 38 Silhouette Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
5) Big-type layout
Big-type layout menekankan pada gaya font dan ukuran font yang besar sehingga dapat menarik perhatian audiens. Biasanya big-type layout dugunakan untuk membuat judul.
Gambar 2. 39 Big-Type Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
31
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
6) Alphabet-inspired layout
Alphabet-inspired layout berfokus pada susunan huruf atau angka dalam urutan atau membentuk kata untuk memperkuat cerita pada iklan.
Gambar 2. 40 Alphabet-Inspired Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
7) Copy heavy layout
Copy heavy layout merupakan layout yang berkonsentrasi pada copywriting. Contoh dari layout ini adalah majalah, koran, brosur, jurnal, dan lain-lain.
Gambar 2. 41 Copy Heavy Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
32
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
8) Frame layout
Frame layout membuat desain menjadi lebih terorganisir dan seimbang karena terdapat garis tepi pada sekitar desain.
Biasanya frame layout digunakan pada website, majalah, koran, dan lain-lain.
Gambar 2. 42Frame Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
9) Rebus layout
Pada rebus layout, teks diganti menjadi gambar sehingga meningkatkan keterbacaan. Layout ini menambahkan elemen kejutan dan membuat desain terasa lebih kaya.
Gambar 2. 43Rebus Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
33
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
10) Picture window layout
Picture window layout memiliki porsi yang besar pada bagian gambar sedangkan porsi yang kecil pada headline dan body text.
Gambar 2. 44 Picture Window Layout
Sumber: https://www.graphic-design-institute.com/types- of-graphic-web-page-layout
2.2 Copywriting
Copywriting merupakan penyampaian informasi dalam sebuah iklan dengan bentuk kalimat yang tidak langsung seperti promosi melalui penggunaan bahasa sehari-hari. Bentuk kalimat copywriting bercirikan lugas, menentukan bentuk visual, menciptakan kontras atau ironi. Dalam menulis kalimat copywriting hendaknya antara gambar visual dengan kalimat yang ditulis saling berkesinambungan sehingga pesan yang ingin disampikan mampu diterima oleh audiens (Landa, 2010, hlm. 93). Menurut Asiani (2020) membagi copywriting ke dalam beberapa bagian, antara lain:
1) Headlines
Headlines merupakan kalimat pembukan dengan ikuran lebih besar dibandingkan kalimat lainnya sehingga mencolok dengan tujuan menarik perhatian dari audiens.
34
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2) Overlines dan underlines
Overlines dan Underlines diperuntukkan sebagai penghubung antara headline dan body copy sehingga pesan dapat tersampaikan dengan optimal sesuai target yang ditentukan.
3) Body copy
Body copy merupakan sebuah kalimat yang memaparkan mengenai ide. Biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan berbentuk paragraf panjang.
4) Subheads
Subheads merupakan kalimat yang berguna untuk memudahkan audiens memahami pesan yang disampaikan pada body copy.
5) Call-outs
Call-outs diperuntukkan memaparkan sebuah visual, biasanya diwujudkan melalui garis yang berfokus pada elemen visual.
6) Captions
Captions merupakan kalimat singkat yang ditujukan untuk menjelaskan keseluruhan gambar yang tertera.
7) Taglines
Taglines adalah sebuah kalimat singkat yang berguna menguraikan pokok pesan yang hendak disampaikan kepada audiens.
8) Slogans
Slogans berfungsi untuk menjelaskan motto dan dapat digunakan dalam jangka Panjang, umumnya slogan berbentuk kalimat.
35
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
9) Call to action
Call to action merupakan sebuah kalimat yang terletak pada akhir pesan dan berguna memotivasi audiens untuk menanggapi pesan yang disampaikan.
2.3 Promosi
Promosi atau iklan merupakan sarana untuk menyajikan pesan baik berupa informasi, membujuk, mempromosikan, memprovokasi, dan sebagainya dengan tujuan untuk meyakinkan dan mempercayai informasi yang disampaikan dalam iklan tersebut sehingga akan memengaruhi audiens yang melihat iklan tersebut (Landa, 2010, hlm. 1).
2.3.1 Jenis Iklan
Iklan terdiri dari beberapa jenis dan memiliki fungsinya tersendiri. Berikut adalah penjabaran dari jenis-jenis iklan:
2.3.1.1 Iklan Layanan Masyarakat
Iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang ditujukan untuk masyarakat dengan mengedukasi dan memberikan kesadaran bagi masyarakat akan isu sosial yang terjadi untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat serta mendorong perubahan sosial yang positif. Iklan jenis ini biasanya diproduksi oleh organisasi non profit (Landa, 2010, hlm. 2).
Gambar 2. 45 Iklan Layanan Masyarakat Sumber: https://dianagung.com/pengertian-iklan-adalah/
36
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.3.1.2 Caused Advertising
Caused Advertising merupakan iklan yang bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi organisasi nirlaba, iklan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu sosial melalui sosial media dan berbayar. Caused Advertising biasanya digunakan untuk mempromosikan citra publik suatu perusahaan (Landa, 2010, hlm. 4).
Gambar 2. 46 Caused Advertising
Sumber: https://papua-barat.kemenkumham.go.id/berita- kanwil/berita-utama/2792-bersatu-melawan-covid-19
2.3.1.3 Iklan Komersial
Iklan komersial merupakan iklan yang bertujuan untuk menghasilkan profit atau keuntungan. Iklan jenis ini tidak hanya ditujukan bagi konsumen melainkan juga untuk berbagai entitas yang memengaruhi konsumen, misalnya iklan yang ditujukan untuk profesi tertentu (iklan penerbit hanya untuk calon penulis), sponsor yang diberikan oleh perusahaan satu kepada perusahaan lainnya dengan tujuan meningkatkan citra perusahaan sekaligus sebagai ajang promosi, dan sebagainya (Landa, 2010, hlm. 4).
37
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 47 Iklan Komersial
Sumber: https://shopee.co.id/Yakult-Cintai-Ususmu-Minum- Yakult-Tiap-Hari-i.7429094.7310677194
2.3.1.4 Green Marketing
Green marketing merupakan aktivitas pemasan yang memahami pemeliharaan lingkungan sebagai tanggung jawab pengembangan bisnis dan sebagai pertumbuhan bisnis (Tasnim, et.al, 2021, hlm. 42). Contoh dari penerapan green marketing adalah menggunakan kemasan yang mudah terurai, alat makan yang dapat digunakan Kembali dan ramah lingkungan, dan produk hasil daur ulang.
2.3.2 Media Promosi
Menurut Kaser (2013), pemilihan media dalam promosi harus dipilih secara tepat untuk menyampaikan informasi kepada target agar promosi dapat berhasil. Berikut adalah penjelasan dari media promosi:
2.3.2.1 Media Konvensional
Promosi melalui media konvensional merupakan memberikan informasi atau merek kepada audiens melalui broadcast, televisi, radio, dan selebaran (surat kabar, majalah, direct mail) (Landa, 2010, hlm. 7).
38
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 48 Contoh Promosi Melalui Surat Kabar
Sumber: https://www.kompasiana.com/tasyaazzhr/5e9af779d541df5185779283/
iklan-koran-yang-bermasalah
2.3.2.2 Media Berbasis Layar dan Aplikasi
Promosi jenis ini bisa melalui website, microsite, web film, website dan konten interaktif, webisodes, web commercials, platforms, mobile advertising, mobile aplicaations, website untuk membagi foto dan video, video e-mail, blogs, vlogs, moblogs, digital outdoor, digital signs, digital presentations, viral marketing, dan iklan didalam game online (Landa, 2010, hlm. 7).
Gambar 2. 49 Contoh Promosi Melalui Website Sumber: https://glints.com/id/lowongan/display-advertising/
39
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.3.2.3 Media Pendukung
Promosi dengan media pendukung dapat melalui out of home, outdoor billboards, transit, posters (Landa, 2010, hlm. 7).
Gambar 2. 50 Contoh Promosi Melalui Outdoor Billboards Sumber: https://id.pinterest.com/pin/89016530115432935/
2.3.2.4 Media In-Store
Promosi melalui in-store terdiri dari kiosks, instalasi, dan life- feed boards (Landa, 2010, hlm. 7).
Gambar 2. 51 Contoh Promosi Melalui In-Store Sumber: https://glints.com/id/lowongan/display-advertising/
2.3.2.5 Media Inkonvensional
Media inkonvensional merupakan promosi melalui ambient dan guerrilla media (Landa, 2010, hlm. 7).
40
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 52 Contoh Promosi Melalui Ambient
Sumber: https://www.suara.com/lifestyle/2021/01/05/185847/di-luar-dugaan- pemilik-toko-laptop-berspanduk-pecel-lele-dapat-chat-begini
2.3.2.6 Sponsor
Promosi jenis ini merupakan promosi yang dilakukan dengan cara memberikan support atau sponsor pada event, situs, program televisi, produk dalam program televisi, pameran, dan hiburan bermerek lainnya (Landa, 2010, hlm. 7).
Gambar 2. 53 Contoh Promosi Melalui Sponsor Pameran Sumber: https://festivalindonesia.wordpress.com/2010/02/24/kompas-
gramedia-fairpameran-buku-dan-media-2010/
2.3.2.7 Miscellaneous
Miscellaneous merupakan promosi yang dilakukan melalui branded utility, giveaway, kalender, pakaian berlogo dan merchandise (Landa, 2010, hlm. 7).
41
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 54 Contoh Promosi Melalui Giveaway Sumber: https://redaksi.pens.ac.id/2020/09/19/meningkatkan-
brand-awareness-dengan-giveaway/
2.3.3 Elemen Bauran Promosi
Elemen bauran promosi adalah instrumen pokok yang dipakai guna mencapai tujuan promosi yang telah ditentukan sebuah perusahaan (G. Belch
& M. Belch, 2017). Elemen bauran promosi dibagi menjadi enam, antara lain:
2.3.3.1 Advertising
Iklan (advertising) merupakan promosi yang dilakukan dalam bentuk komunikasi yang bersifat nonpersonal berbayar dan melibatkan media massa sebagari perantara pendistribusian pesan kepada audiens.
Gambar 2. 55 Contoh Advertising Sumber: G. Belch & M. Belch (2017)
2.3.3.2 Direct Marketing
Direct marketing atau pemasaran langsung adalah bentuk komunikasi yang bersifat secara langsung dengan audiens untuk memperoleh review atau transaksi penjualan.
42
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 56 Contoh Direct Marketing Sumber: G. Belch & M. Belch (2017)
2.3.3.3 Interactive Marketing
Interactive marketing atau pemasaran interaktif merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan dengan media internet sebagai media penyampaian pesan kepada audiens yang memiliki beragam platform yang tersedia.
Gambar 2. 57 Contoh Interactive Marketing Sumber: G. Belch & M. Belch (2017)
2.3.3.4 Sales Promotion
Sales promotion (promosi penjualan) merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang memberikan penawaran lebih atau motivasi kepada reseller, distributor, maupun konsumen.
43
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 58 Contoh Sales Promotion Sumber: G. Belch & M. Belch (2017)
2.3.3.5 Publicity/Public Relations
Publicity/public relations (hubungan masyarakat) merupakan bentuk komunikasi yang diwujudkan dengan membangun hubungan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan perusahaan.
Gambar 2. 59 Contoh Publicity Sumber: G. Belch & M. Belch (2017)
2.3.3.6 Personal Selling
Personal selling (penjualan individu) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan secara langsung antara penjual dengan calon pembeli yang sifatnya membujuk agar menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan perusahan.
44
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 60 Contoh Personal Selling Sumber: https://majoo.id/solusi/detail/personal-selling
2.3.4 Fungsi Iklan
Menurut Terence A. Ship yang dikutip oleh Nur Eli Brahim (2021) promosi memiliki lima fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Kelima fungsi tersebut adalah:
1) Informing
Informing (memberikan informasi) merupakan fungsi promosi untuk membuat konsumen sadar akan produk-produk baru yang dihasilkan perusahaan dengan memberikan informasi kepada audiens mengenai beragam fitur dan manfaat merek, memfasilitasi penciptaan citra perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa.
2) Persuading
Persuading (membujuk) adalah promosi mampu memberikan mempersuasi audiens untuk mencoba produk atau jasa yang ditawarkan.
Promosi ini dapat memicu permintaan produk guna membangun permintaan sekunder.
3) Reminding
Reminding (menginatkan) merupakan promosi berfungsi untuk menjaga suapya merek perusahaan tetap diingat oleh konsumen.
Melalui promosi ketika konsumen membutuhkan produk atau jasa yang
45
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
dihasilkan perusahaan, maka konsumen akan teringat oleh merek tertentu.
4) Adding value
Adding value (menambah nilai) merupakan promosi dapat memberikan nilai tambah pada barang atau jasa yang ditawarkan dengan cara inovasi, penyempurnaan kualitas, atau menguabh persepsi konsumen. Dari ketiga cara tersebut promosi akan lebih efektif dan unggul dibandingkan produk lainnya yang sejenis.
5) Assisting
Assisting (mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan) adalah promosi dapat membantu perusahaan dalam menjual barang atau jasa yang dihasilkan. Promosi ini juga memberikan manfaat diantaranya:
menghemat biaya dan menghemat waktu serta menghemat tenaga, sehingga promosi yang dilakukan akan lebih efektif.
2.3.5 Tujuan Promosi
Berikut merupakan tujuan promosi yang dijelaskan oleh Morisson (2010) antara lain:
a) Memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat yang masih belum mengetahui keberadaan perusahaan.
b) Memberikan informasi yang lebih efektif dan bermanfaat supaya audiens bisa memehami produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, sehingga audiens tertarik untuk membelinya.
c) Memperkenalkan kepada audiens terkait peroduk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
2.3.6 Strategi Pemasaran Promosi
Dalam menjalankan promosi, tentunya terdapat Langkah-langkah untuk merencanakan kegiatan promosi yang akan dilakukan agar menarik perhatian
46
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
audiens, sehingga mereka tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.
Strategi pemasaran untuk menentukan media yang digunakan menurut Gietrich (2014) dikenal dengan istilah PESO (Paid, Earned, Shared, dan Owned) berikut akan diuraikan mengenai PESO:
a) Paid, yaitu promosi yang dilakukan dengan media berbayar. Misalnya mobile advertising, sponsored content, dan sebagainya.
b) Earned, adalah promosi yang dilakukan dengan menggunakan media liputan yang dipublikasikan tanpa dikenai biaya. Misalnya vlog, dan sebagainya.
c) Shared, yaitu promosi yang dilakukan melalui platform terbuka bagi audiens yang menggunakan platform tersebut dan dapat berkontribusi maupun berkomentar. Mislanya Instagram, Facebook, Twitter, dan sebagainya.
d) Owned, merupakan promosi yang dilakukan dengan media yang telah dibuat dan dimiliki oleh merek yang bersangkutan. Misalnya website, blog, dan lainnya.
2.3.7 Pendekatan Promosi
Dalam aktivitas promosi dibutuhkan adanya kerangka kerja untuk mendukung pendekatan kreatif dalam menyampaikan sebuah pesan (Landa, 2010). Adapun bentuk pendekatan kreatif yang dapat dilakukan dalam sebuah promosi di antaranya:
1) Demonstration
Demonstration merupakan pendekatan promosi dengan menunjukkan kegunaan dari sebuah barang atau jasa yang ditawarkan, umunmnya disertakan bukti. Demonstration menawarkan informasi yang bermanfaat sebab audiens dapat mengamati produk secara seksama.
47
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 61 Contoh Demonstration
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/165085142583735470/
2) Comparison
Comparison merupakan pendekatan promosi dengan membandingkan produk yang ditawarkan dengan produk yang sejenis secara berurutan sehingga terlihat jika produk yang ditawarkan lebih unggul dibandingkan produk pesaing yang sejenis.
Gambar 2. 62 Contoh Comparison
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/471541023476699999/
3) Spokesperson
Spokesperson merupakan pendekatan promosi dengan menampilkan model, aktor, atau selebritas lainnya sebagai representasi produk atau jasa yang ditawarkan. Selebritas yang dipilih akan membanguan citra positif pada sebuah brand sehingga akan memengaruhi audiens untuk membeli dan mempercayai merek tersebut.
48
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 63 Contoh Spokesperson
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/346917977559364075/
4) Icons and fictional
Icons and fictional merupakan pendekatan promosi yang digambarkan melalui karakter fiksi berupa kartun, animasi, dan aktor yang menjadi simbol dalam sebuah brand untuk merepresentasi sebuah barang atau jasa yang ditawarkan.
Gambar 2. 64 Contoh Icons and Fictional Sumber: https://id.pinterest.com/pin/1900024832228490/
5) Endorsement
Endorsement merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan meminta individu, kelompok, maupun selebritas dalam menyampaikan opininya terhadap kualitas barang atau jasa yang ditawarkan sehingga akan berpengaruh terhadap audiens.
49
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 65 Contoh Endorsement
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/20477373296429354/
6) Testimonial
Testimonial merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan berdasarkan pengalaman seseorang yang pernah membeli atau memakai barang maupun jasa yang ditawarkan sehingga akan meningkatkan keyakinan pada audiens untuk membeli sebuah produk atau jasa.
Gambar 2. 66 Contoh Testimonial
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/301389400075949459/
7) Problem/solution
Problem/solution merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan menyediakan sebuah solusi atas masalah yang dialami audiens. Umumnya jenis pendekatan ini digunakan dalam menawarkan produk kecantikan, kesehatan dan kebersihan.
50
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 67 Contoh Problem/Solution
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/145241156725064760/
8) Slice of life
Slice of life merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan menampilkan konsep kehidupan sehari-hari secara realistis yang umumnya dialami masyarakat, umumnya berbentuk cerita pendek.
Gambar 2. 68 Contoh Slice of Life
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/298082069096364865/
9) Storytelling
Storytelling merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan cara mengemas sebuah cerita untuk mempromosikan barang atau jasa kepada audiens dengan suara dan gerak tubuh dalam cerita tersebut.
51
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 69 Contoh Storytelling
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/1150880879752291114/
10) Cartoon
Cartoon merupakan pendekatan promosi yang dilakukan melalui cerita pendek dalam sebuah gambar kartun.
Gambar 2. 70 Contoh Cartoon
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/325807354270493413/
11) Musical
Musical merupakan pendekatan promosi melalui narasi musik, drama, dan tarian dalam mempromosikan sebuah barang atau jasa.
52
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
Gambar 2. 71 Contoh Musical
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/947304102842179653/
12) Misdirection
Misdirection merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan memberikan pesan kepada audiens menuju arah tertentu dan memiliki makna yang berbeda di akhir promosi, yang bertujuan untuk memberikan kejutan bagi audiens namun, cara ini memiliki risiko yang tinggi.
Gambar 2. 72 Contoh Misdirection
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/347058715050211556/
53
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
13) Adoption
Adoption merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan mengadopsi bentuk-bentuk seni rupa lain, misalnya buku cerita anak, dan sebagainya.
Gambar 2. 73 Contoh Adoption
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/724094446355678901/
14) Documentary
Documentary merupakan pendekatan promosi yang dilakukan dengan memberikan informasi kenyataan-kenyataan dengan tujuan sosial, sejarah maupun politik. Biasanya promosi jenis ini dilakukan dengan mengemas sebuah film sehingga pesan yang ingin disampaikan akan menjadi lebih nyata dan mendapatkan rasa kepercayaan dari audiens.
Gambar 2. 74 Contoh Demonstration
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=LDgfLgLqOww
54
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
15) Mockumentary
Mockumentary merupakan pendekatan promosi berupa dokumenter yang mempromosikan sebuah barang atau jasa dengan tujuan menampilkan fakta dan tidak fokus pada iklan komersial.
Gambar 2. 75 Contoh Mockumentary
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/380202393553407597/
16) Montage
Montage merupakan pendekatan promosi yang dilakukan melalui pengumpulan dan menggabungkan beberapa video pendek dan gambar menjadi satu kesatuan yang bertujuan fokus akan satu barang atau jasa yang ditawarkan.
Gambar 2. 76 Contoh Montage
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/670191988299142358/
55
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
17) Animation
Animation merupakan pendekatan promosi melalui adegan dalam bentuk gambar bergerak untuk mempromosikan suatu produk.
Gambar 2. 77 Contoh Animation
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/18225573484526539/
18) Consumer-generated creative content
Consumer-generated creative content merupakan pendekatan promosi dengan memanfaatkan peluang audiens ketika promosi dilakukan, misalnya konten, foto, dan lainnya yang diunggah oleh audiens.
Gambar 2. 78 Contoh Consumer-Generated Creative Content Sumber: https://www.fashionmonitor.com/blog/QM/how-repurposing-
influencer-content-can-amplify-your-next-campaign
56
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
19) Pod-busters
Pod-busters merupakan pendekatan promosi yang dilakukan sebagai pelengkap sebuah program TV dan berisi iklan sponsor.
Gambar 2. 79 Contoh Pod-Busters
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=t8BDbhIvOMc
20) Entertainment
Entertainment merupakan pendekatan promosi yang dilakukan melalui bentuk hiburan berisi aksi, kekerasan, gangguan serta transformasi. Umumnya berbentuk video online.
Gambar 2. 80 Contoh Entertainment
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=G8fNP3L8kRM
57
Perancangan Promosi Brand..., Mario Eryanto, Universitas Multimedia Nusantara
2.4 Eco Fashion
Eco fashion merupakan busana yang menggunakan bahan material dan Teknik yang ramah lingkungan, bahan yang digunakan mayoritas menggunakan 100% ramah lingkungan, namun apabila tidak dapat tercapai tetap ada upaya untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Tujuan dari eco fashion adalah menciptakan produk yang bertanggung jawab terhadap alam dan ramah lingkungan serta penggunaannya (Firdaus, Purnama, dan Candrastuti, 2021, hlm.
66). Sustainable fashion juga dapat diartikan sebuah perilak yang mengedepankan lingkungan serta tenaga kerjanya. Dalam prosesnya, sustainable fashion mempertimbangkan hal-hal yang berdampak berkelanjutan secara terus menerus di dalam perputaran yang sehat. Dengan demikian, produksi dapat dilakukan terus menerus secara aman (Wanto Herwnto, et.al., 2022, hlm.12).
Prinsip sustainable fashion sudah gencar dilakukan oleh pelaku industry mauapun konsumen fashion. Hal ini terjadi sebab permintaan produk fashion yang semakin tinggi mengakibatkan permasalahan baru bagi lingkungan, salah satunya adalah menciptakan limbah. Untuk itu, para pelaku undustri sudah mulai menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan dari beragam limbah dengan menciptakan produk yang ramah lingkungan yang memiliki kualitas dan tampilan menarik.
Sebagai pelaku usaha, tentunya harus memiliki strategi untuk memenangkan persaingan dalam industri fashion. Menurut Wanto Herwanto (2022) strategi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara berinovasi pada sebuah brand. Inovasi diperlukan agar produk yang dihasilkan dapat menarik audiens untuk membeli produk tersebut. Inovasi pada sebuah brand juga harus diiringi dengan promosi yang tepat supaya produk yang dihasilkan dapat dikenal oleh masyarakat dan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah penjualan.