• Tidak ada hasil yang ditemukan

TA: PERANCANGAN COLD STORAGE UNTUK SAYURAN BUNCIS DENGAN KAPASITAS 10 TON - Itenas Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TA: PERANCANGAN COLD STORAGE UNTUK SAYURAN BUNCIS DENGAN KAPASITAS 10 TON - Itenas Repository"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iv

Institut Teknologi Nasional

ABSTRAK

Nama : Luqyana Balqis Program Studi : Teknik Mesin

Judul : Perancangan Cold Storage Untuk Sayuran Buncis Dengan Kapasitas 10 Ton ...

Pembimbing : M. Pramuda N.S., M.T.

Buncis adalah salah satu hasil pertanian yang diminati oleh negara tetangga untuk dikonsumsi. Tahun 2017-2019, nilai ekspor buncis meningkan sehingga Indonesia membutuhkan persediaan buncis yang cukup banyak. Buncis memiliki daya tahan hanya seminggu. Untuk memperpanjang daya tahan buncis temperatur penyimpanan harus berkisar 4˚-7˚C dengan kelembaban 90-95%. Oleh karena itu untuk menjaga kualitas buncis sebelum dipasarkan dipergunakanlah cold storage. Cold storage pada penelitian ini untuk buncis dengan kapasitas 10 ton. Dalam mendesian cold storage menggunakan metode Cooling Load Temperatur Different (CLTD), yaitu metode pembebanan pendingin pada kabin dengan beberapa penyesuaian sesuai bulan dan waktu. Sistem yang digunakan pada cold storage ini menggunakan siklus kompresi uap dengan fluida refrijeran 134a. Dari perancangan ini memiliki nilai laju aliran refrijeran sebesar 0.42 kg/s, daya kompresor 16 kW, dan coefficient of performance 3.7.

Kata Kunci : Buncis, Ekspor, Cold Storage, Siklus Kompresi Uap

(2)

v

Institut Teknologi Nasional

ABSTRACT

Name : Luqyana Balqis

Study Program : Mechanical Engineering

Title :Design of Cold Storage for Snap Green Beans With 10 Ton Capacities

Counsellor : M. Pramuda N.S., M.T.

Snap Green Beans are one of the agricultural products that are in demand by neighboring countries for consumption. In 2017 - 2019, the export value of beans increased so that Indonesia requires a sufficient supply of beans. the beans have only a week's endurance. To extend the durability of green beans, the storage temperature should be in the range of 4˚-7˚C with humidity 90- 95%. Therefore, to maintain the quality of beans before being marketed, cold storage is used. Cold storage in this study is for green beans with a capacity of 10 tons. In designing cold storage using the Cooling Load Temperature Different (CLTD) method, namely the cooling loading method for the cabin with several adjustments according to month and time. The system used in this cold storage uses a steam compression cycle with refrigerant fluid 134a. This design has a refrigerant flow rate of 0.42 kg / s, a compressor power of 16 kW, and a coefficient of performance 3.7.

Key Words: Snap Green Beans, Export, Cold Storage, Steam Compression Cycle.

Referensi

Dokumen terkait

Sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “ PERANCANGAN BELT CONVEYOR UNTUK ECENG GONDOK DENGAN KAPASITAS 1310 Ton/Jam ” yang diajukan untuk mempero leh gelar sarjana

Judul Tugas Tugas Perancangan Pabrik Sorbitol Dengan Proses Hidrogenasi Katalitik.. Kapasitas Produksi

Untuk perancangan mesin ini, peneliti memfokuskan pada : (1) Temperatur udara sekitar 5°C ; (2) Menggunakan refrigerant Musicool (MC-12) sebagai pengganti Freon ; (3)

Perancangan Elevator Lift Kapasitas 1 Ton pada Bangunan 10 Lantai Adalah hasil karya saya, dan dalam naskah tugas akhir ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh

Gambar 2.11 Evaporator tipe WDD -7.5 Dokumentasi PT Agung Segar Teknik 2.1.5 Komponen Pendukung Cold Storage • Oil Separator Oil separator yaitu alat yang berfungsi untuk memisah

v Institut Teknologi Nasional 4 ABSTRAK Nama : Irfan Novrizal Program Studi : Teknik Sipil Judul : Analisis Struktur Beton Bertulang Asimetris 10 Lantai Pembimbing : Bernardinus

viii Institut Teknologi Nasional ABSTRAK Nama : Denisio Paulo Jeronimo Endy Program Studi : Arsitektur Judul : Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Perancangan Sarana Rekreasi

ii Institut Teknologi Nasional ABSTRAK Nama : Muhammad Trinugroho Uliantoro Program Studi : Arsitektur Judul : Penerapan Walkability dalam Perancangan Contemporary Art Museum