• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "perbandingan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG MEMILIKI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN SISWA YANG MEMILIKI TIPE

KEPRIBADIAN EKSTROVERT DI MIN 2 LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh:

Nikmatun Falah NIM 160106006

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2020

(2)

ii

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG MEMILIKI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN SISWA YANG MEMILIKI TIPE

KEPRIBADIAN EKSTROVERT DI MIN 2 LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2019/2020

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Nikmatun Falah NIM 160106006

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2020

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii MOTTO

ِإَو ۖۡﻢُﻜَﻟ ُﮫﱠﻠﻟٱ ِ َ ۡﻔَﻳ ْاﻮ ُ َ ۡﻓﭑَﻓ ِﺲِﻠَٰﺠَ ۡﳌٱ ِ ْاﻮُ ﱠ َﻔَﺗ ۡﻢُﻜَﻟ َﻞﻴِﻗ اَذِإ ْآﻮُﻨَﻣاَء َﻦﻳِﺬﱠﻟٱ ﺎَ ﱡ َ ﺄ َٰٓﻳ

َﻞﻴِﻗ اَذ

ُﮫﱠﻠﻟٱَو ٖۚﺖَٰﺟَرَد َﻢۡﻠِﻌۡﻟٱ ْاﻮُﺗوُأ َﻦﻳ ِﺬﱠﻟٱَو ۡﻢُﻜﻨِﻣ ْاﻮُﻨَﻣاَء َﻦﻳِﺬﱠﻟٱ ُﮫﱠﻠﻟٱ ِﻊَﻓۡﺮَﻳ ْاوُﺰ ُﺸ ﭑَﻓ ْاوُﺰ ُﺸ ٱ

َنﻮُﻠَﻤۡﻌَ ﺎَﻤِﺑ

ٞ ِﺒَﺧ ١١

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalahh [58]: 11)1

1 M. Quraish Shihab, Al-Qur’an dan Maknanya, (Tanggerang: Lentera Hati, 2010), hlm. 543.

(7)

viii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Kedua Orang tuaku Bapak Mahdini dan Ibu

Nikmah yang tak henti-hentinya memberikan doa

dan semangat dengan penuh keikhlasan dan belas

kasih sayang.

(8)

ix

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga penulis diberikan izin untuk dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbandingan Prestasi Belajar Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Introvert dengan Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020”. Tidak lupa pula kami senandungkan sholawat serta salam atas junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW. Dengan perjuangan beliau kita dapat menikmati betapa indahnya Islam.

Sebagai rasa syukur atas selesainya skripsi ini, penulis ingin mengucapkan terimah kasih kepada orang-orang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini diantaranya :

1. Bapak Dr. M. Sobry, M.Pd. selaku pembimbing I dan Bapak Ar-Rasikh, M.Fil.I.

selaku pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendetail, terus-menerus, dan tanpa bosan ditengah kesibukannya dalam membantu menyempurnakan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai.

2. Bapak Dr. Ahmad Sulhan, S. Ag., M. Pd.I. dan Bapak Ahmad Khalakul Khairi, M.Ag. selaku ketua jurusan dan sekretaris jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan

3. Ibu Dr. Hj. Lubna, M. Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

4. Bapak Prof. Dr. H. Mutawali, M. Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan serta peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

5. Bapak dan Ibu dosen jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang

(9)

telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan pendidikan.

6. Bapak Lalu Wirsa, S. Pd. selaku ke memberikan izin dan kemudahan

7. Teristimewa untuk Ayahanda Mahdini dan Ibunda Nikmah yang telah membesarkan, menyayangi dan mendidik penulis dengan ikhlas dan penuh kesabaran serta memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan, untuk itu dalam menyusun skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.Oleh Karena itu, kritik dan saran yang sifatnya

harapkan dalam menyempurnakan skripsi ini.

Dengan mengharap ridha dan rahmat Allah SWT, semoga proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Amin YaRabbal ‘Alamin

x

telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan selama Bapak Lalu Wirsa, S. Pd. selaku kepala MIN 2 Lombok Barat memberikan izin dan kemudahan kepada peneliti selama proses penelitian.

Teristimewa untuk Ayahanda Mahdini dan Ibunda Nikmah yang telah membesarkan, menyayangi dan mendidik penulis dengan ikhlas dan penuh

memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan, untuk itu dalam menyusun skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.Oleh Karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat penulis harapkan dalam menyempurnakan skripsi ini.

Dengan mengharap ridha dan rahmat Allah SWT, semoga proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Amin YaRabbal ‘Alamin.

Gunungsari, 09 Juni 2020

Penulis,

Nikmatun Falah NIM.160106006

selama mengenyam pala MIN 2 Lombok Barat yang telah

selama proses penelitian.

Teristimewa untuk Ayahanda Mahdini dan Ibunda Nikmah yang telah membesarkan, menyayangi dan mendidik penulis dengan ikhlas dan penuh

memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan, untuk itu dalam menyusun skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.Oleh membangun dari pembaca sangat penulis Dengan mengharap ridha dan rahmat Allah SWT, semoga proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca yang budiman pada

(10)

xi DAFTAR ISI

Halaman Sampul --- i

Halaman Judul--- ii

Persetujuan Pembimbing --- iii

Nota Dinas Pembimbing --- iv

Pernyataan Keaslian Skripsi --- v

Pengesahan Dewan Penguji --- vi

Halaman Motto --- vii

Halaman Persembahan --- viii

Kata Pengantar --- ix

Daftar Isi --- xi

Daftar Tabel --- xiii

Daftar Gambar --- xiv

Daftar Lampiran--- xv

Abstrak --- xvi

BAB I PENDAHULUAN --- 1

A. Latar Belakang Masalah --- 1

B. Rumusan dan Batasan Masalah --- 7

1. Rumusan Masalah --- 7

2. Batasan Masalah --- 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian --- 8

1. Tujuan Penelitian --- 8

2. Manfaat Penelitian --- 8

D. Definisi Operasional --- 9

BAB III KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN --- 10

A. Kajian Pustaka --- 10

1. Kajian Teoritis --- 10

a. Prestasi Belajar --- 10

1) Pengertian Prestasi Belajar --- 10

2) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar --- 11

3) Karakteristik Prestasi Belajar --- 13

4) Indikator Prestasi Belajar --- 15

b. Kepribadian Introvert --- 17

1) Pengertian Kepribadian Introvert --- 17

2) Orientasi Kepribadian Introvert --- 19

3) Aspek-Aspek Kepribadian Introvert --- 19

c. Kepribadian Ekstrovert --- 21

1) Pengertian Kepribadian Ekstrovert --- 21

2) Orientasi Kepribadian Ekstrovert --- 22

(11)

xii

3) Aspek-Aspek Kepribadian Ekstrovert--- 23

4) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian --- 24

2. Kajian Penelitian yang Relevan --- 26

B. Kerangka Berfikir --- 31

C. Hipotesis Penelitian --- 33

BAB III METODE PENELITIAN --- 34

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian --- 34

B. Popolasi dan Sampel --- 36

C. Waktu dan Tempat Penelitian --- 38

D. Variabel Penelitian --- 38

E. Desain Penelitian --- 39

F. Instrumen --- 41

G. Teknik Pengumpulan Data --- 45

H. Teknik Analisis Data --- 47

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN--- 53

A. Hasil Penelitian --- 53

1. Deskripsi lokasi penelitian --- 53

2. Uji instrumen --- 57

3. Pengumpulan data dan penyajian data --- 61

4. Uji persyaratan analisis --- 66

5. Uji hipotesis --- 70

B. Pembahasan --- 72

BAB V PENUTUP --- 77

A. Kesimpilan --- 77

B. Saran --- 78

Daftar Pustaka --- 79 Lampiran

Surat-Surat

Daftar Riwayat Hidup

(12)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian yang Relevan, 29 Tabel 3.1 Jumlah Populasi Penelitian, 36

Tabel 3.2 Jumlah Sampel Penelitian, 37

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Angket (Sebelum Uji Coba), 41 Tabel 3.4 Kriteria Reliabilitas Soal, 45

Tabel 3.5 Skor Penilaian Angket, 46

Tabel 4.1 Data Guru MIN 2 Lobok Barat, 55

Tabel 4.2 Rekapitulasi Validitas Item Angket Penelitian, 57 Tabel 4.3 Kisi-Kisi Instrumen Angket (Setelah Uji Coba), 58 Tabel 4.4 Rekapitulasi Proporsi Jawaban Setiap Item, 60 Tabel 4.5 Skor Total Sampel Penelitian, 62

Tabel 4.6 Nilai Rata-Rata Kelompok Sampel 1, 64 Tabel 4.7 Nilai Rata-Rata Kelompok Sampel 2, 65 Tabel 4.8 Frekuensi Normalitas Kelompok Sampel 1, 66 Tabel 4.9 Frekuensi Normalitas Kelompok Sampel 2, 68 Tabel 4.10 Uji Homogenitas, 69

Tabel 4.11 Uji Hipotesis, 71

(13)

xiv

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Paradigma Penelitian Sederhana, 32 Gambar 4.1 Persentasi Jumlah Kelompok Sampel, 64 Gambar 4.2 Grafik Frekuensi Kelompok Sampel 1, 67 Gambar 4.3 Grafik Frekuensi Kelompok Sampel 2, 69

(14)

xv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Nama Anggota Populasi Penelitian

Lampiran 2 Daftar Nama dan Urutan Pengambilan Sampel Secara Acak Lampiran 3 Daftar Nama Kelompok Sampel 1

Lampiran 4 Daftar Nama Kelompok Sampel 2

Lampiran 5 Instrumen Angket Penelitian Kepribadian Introvert-Ekstrovert (Sebelum Uji Coba)

Lampiran 6 Rekapitulasi Jawaban Responden Uji Coba

Lampiran 7 Instrumen Angket Penelitian Kepribadian Introvert-Ekstrovert (Setelah Uji Coba)

Lampiran 8 Rekapitulasi Jawaban Sampel Penelitian

Lampiran 9 Menentukan Nilai Rata-Rata Kelompok Sampel 1 Dan 2 Lampiran 10 Menentukan Varian Kelompok Sampel 1 Dan 2

Lampiran 11 Dokumentasi Penelitian

(15)

xvi

Perbandingan Prestasi Belajar Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Introvert dengan Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Ekstrovert di MIN 2 Lombok

Barat Tahun Pelajaran 2019/2020 Oleh:

NIKMATUN FALAH 160106006 ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dengan keberagaman prestasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Oleh karenanya peneliti melihat salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu kepribadian. Faktor inilah yang akan peneliti kaji untuk melihat perbedaan prestasi belajar jika dilihat dari perbedaan kepribadian siswa yaitu kepribadian introvert dengan kepribadian ekstrovert. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif independen. Data diperoleh dengan menyebarkan angket penelitian untuk melihat tipe kepribadian siswa dan mengambil nilai rata-rata pada raport siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kepribadian introvert mencapai 85,76 dan nilai rata-rata siswa kepribadian ekstrovert mencapai 84,2. Dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan peneliti diperoleh hasil sebesar 2,937 dan sebesar 1,960 yang artinya > pada taraf signifikansi 5% membuktikan bahawa terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2019/2020.

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Introvert, Ekstrovert.

(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Keseluruhan pendidikan sekolah tentu memiliki tujuan yang sama, yakni dengan tercapainya prestasi belajar siswanya. Prestasi belajar sejatinya bukan hanya diukur melalui intelektualnya saja, melainkan keselarasan antara intelektual yang diterimanya dari proses belajar mengajar dengan bagaimana pembelajaran itu diimplikasikan dalam kehidupannya. Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 sebagai berikut:

Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan.2

Prestasi belajar dapat menjadi tolak ukur tercapainya kegiatan belajar- mengajar dalam suatu pendidikan. Menurut Djamarah “prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individual maupun kelompok.”3 Belajar dapat didefinisikan sebagai “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

2 Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015), hlm. 285.

3 Ahmad Syafi’i, dkk., “Studi tentang Prestasi Belajar Siswa dalam Berbagai Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi”, Jurnal, Vol. 15, Nomor 2, Juli 2018, hlm 117.

(17)

lingkungannya.”4 Dengan adanya proses belajar ini tentu akan memberikan perubahan terhadap diri siswa, baik dalam lingkup intelektualnya maupun sikapnya.

Prestasi belajar secara umum dapat didefinisikan sebagai hasil dari suatu kegiatan belajar yang dialami seseorang melalui proses belajar baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok. Prestasi belajar yang dimunculkan oleh siswa tentu berbeda-beda. Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa salah satunya adalah kondisi jiwa siswa itu sendiri. Dalam analisis psikologis, kondisi jiwa dibagi dalam beberapa aspek, salah satunya adalah sikap. Menurut Bruno “Sikap (attitude) adalah kecendrungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu.”5 Dalam rujukan lain sikap didefinisikan sebagai “gejala internal yang berdimensi afektif yang tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.” 6

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan gejala yang muncul pada diri sesorang untuk memberikan respon positif maupun negatif terhadap objek tertentu. Sikap merupakan salah satu bentuk gambaran kepribadian seseorang. Bagaimana seseorang tersebut memberikan respon

4 Daryanto, Belajar dan Mengajar , (Bandung: CV. Yrama Widya, 2010), hlm.2.

5 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Ofset, 2013), hlm. 118.

6 Mahmud, Psikologi Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), hlm. 96.

(18)

terhadap orang lain, benda atau barang, serta objek lainnya yang dilihat atau dirasaknnya. Kepribadian sendiri menurut Allport memiliki arti “kesatuan organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri atas sistem-sistem psikofisik yang memiliki ciri-ciri tertentu.”7

Dalam psikologi analitikal yang merupakan hasil pemikiran dari Carl Gustav Jung psikolog terkenal asal Swiss, sikap yang tergolong aktivitas psikis pribadi manusia ini memiliki dua tipologi kepribadian yang berbeda, yakni introvert dan ekstrovert.

Sikap introvert adalah mengarahkan pribadi ke pengalaman subjektif, memusatkan diri pada dunia dalam dan privat dimana realita hadir dalam bentuk hasil amatan, cenderung menyendiri, pendiam atau tidak ramah, bahkan anti sosial.8

Sedangkan sikap ekstrovert adalah mengarahkan pribadi ke pengalaman objektif, memusatkan perhatiannya ke dunia luar alih-alih berfikir mengenai persepsinya, cenderung berinteraksi dengan orang disekitarnya, aktif dan ramah.9

Kedua tipe kepribadian ini sebelumnya memang telah ada berabad-abad sebelum Jung mengemukakan konsep psikologi analitikal miliknya. Dari catatan sejarah inilah Jung mempelajari konsep kepribadian seseorang yang kemudian mengemukakan teori kepribadian sikap. Selain itu, Jung juga mengamati perbedaan ideologis beberapa sikap ahli psikolog seperti antara Carl Spitler dengan Johan Wolfgang Goethe, antara Apollo dengan Dionysius.10

7 Amir Hamzah, Teori-Teori Kepribadian, (Malang: Literasi Nusantara, 2019), hlm.

4. 8 Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2010), hlm. 45.

9 Ibid., hlm. 46

10 Amir Hamzah, Teori-Teori Kepribadian…, hlm. 37-38.

(19)

Feist J. & Feist G. menyatakan bahwa “sifat kepribadian memiliki peranan penting terhadap kesuksesan di sekolah dan hasil-hasil jangka panjang”.11 Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata “adanya tipe kepribadian yang berbeda menyebabkan seseorang bervariasi dalam cara, kemampuan dan aktivitas siswa dalam belajar.”12 Aktivitas belajar tersebut dapat berupa gaya belajar maupun strategi yang digunakan dalam belajar. Menurut Slameto gaya belajar seorang introvert yaitu pemberian kesempatan berbicara pada kelompok lebih kecil dan nyaman, sedangkan gaya belajar seorang ekstrovert yaitu dengan pembelajaran yang kolaboratif. Dengan adanya perbedaan gaya belajar pada setiap kepribadian ini hasil yang diinginkan akan tetap sama yaitu prestasi belajar yang tinggi.13

Kepribadian seseorang akan mempengaruhi prestasi belajarnya.

Sebagaimana dilihat dari hasil penelitian Hart H. Seko dan Ignatia Y. Rembet bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada tipe kepribadian introvert, ekstrovert¸ dan ambivert mahasiswa program DIII keperawatan Gunung Maria Tomohon dengan persentase rata-rata tertinggi oleh mahasiswa kepribadian introvert yaitu 75%, kepribadian ambivert 40%, dan kepribadian ekstrovert 30%.

Hal ini disebabkan oleh adanya keberagaman karakter yang ada pada setiap

11Feist, J & Feist, G.J., Teori Kepribadian, (Jakarta: Salemba Humanica, 2010), hlm. 117.

12 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: RajaGrafindo, 2015), hlm.

111.

13 Slameto, Teori, Model, Prosedur Manajemen Kelas dan Efektivitasnya, (Pasuruan:

CV. Penerbit Qiara Media, 2020), hlm. 44.

(20)

individu baik dalam gaya belajarnya maupun strategi yang digunakan untuk belajar dapat menyebabkan perbedaan pada hasil belajarnya.14

Berdasarkan observasi awal, peneliti menemukan perbedaan prestasi belajar yang dicapai oleh keseluruhan siswa-siswinya. Sama seperti sekolah lainnya, di MIN 2 Lombok Barat terdapat beberapa siswa yang memiliki prestasi belajar yang tinggi, dan beberapa yang lainnya memiliki prestasi belajar yang rendah. Dilihat dari hasil ujian pada semester ganjil 90% siswa mencapai rata-rata diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sehingga dapat dikatakan prestasi belajar di MIN 2 Lombok Barat sudah baik. KKM ditentukan oleh masing-masing lembaga pendidikan. Di MIN 2 Lombok Barat, KKM yang harus dicapai setiap siswa paling rendah adalah 73 untuk keseluruhan mata pelajaran pada kelas tinggi. Perolehan nilai rata-rata tertinggi pada hasil ujian semester ganjil pada kelas IV yaitu 90,04; pada keas V yaitu 89.87; dan pada kelas VI yaitu 90,56.

Selain prestasi belajar, peneliti juga melihat perbedaan perilaku yang dimiliki oleh siswa. Perilaku ini menurut peneliti merupakan gambaran kepribadian yang ditampilkan seseorang secara terus-menerus. Kepribadian tersebut diantaranya pemalu, pendiam, aktif, hyper aktif mudah bergaul, pemarah, penakut, dan suka mencari perhatian. Menurut pengamatan peneliti sejauh ini, keberadaan siswa dengan kepribadian introvert lebih sedikit dari pada keberadaan siswa dengan kepribadian ekstrovert dengan perbandingan dalam garis besar

14 Hart H. Seko dan Ignatia Y. Rembet, Analisis Prestasi Belajar pada Tipe Kepribadian Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert Mahasiswa Akademi Keperawatan Gunung Maria Tomohon, (Artikel, Akademi Keperawatan Gunung Maria Tomohon, 2017).

(21)

secara berturut 1:3. Hal ini berdasarkan pengamatan awal peneliti tentang respon yang diberikan siswa pada saat berada di lapangan.

Menurut guru kelas V/B, terdapat beberapa siswa yang memang memiliki kepribadian tertutup (introvert) dan beberapa diantaranya lebih terbuka (ekstrovert). Terdapat salah seorang siswi bernama Marisa Saza Satira yang memilki kepribadian introvert. Siswi ini terbilang pendiam diantara teman- temannya. Tidak aktif untuk bertanya pada saat proses pembelajaran, juga merasa gugup saat melakukan persentasi di depan kelas.15

Sedangkan menurut guru kelas V/C, terdapat salah seorang siswa bernama Muhammad Zhofir Irfan yang memiliki kepribadian cenderung ekstrovert. Siswa ini terkenal sangat kritis dalam proses pembelajaran, memiliki vocal yang baik pada saat persentasi di depan kelas, juga selalu aktif bertanya pada saat proses belajar mengajar.16

Berdasarkan pemaparan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Perbandingan Prestasi Belajar Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Introvert dengan Siswa yang Memiliki Tipe Kepribadian Ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020”

15 Jusron Fauzi, Wawancara, Kelas V/B MIN 2 Lombok Barat, 10 Desember 2019.

16 Seri Aini, Wawancara, Kelas V/C MIN 2 Lombok Barat, 10 Desember 2019.

(22)

B. Rumusan Dan Batasan Masalah 1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: apakah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2019/2020?

2. Batasan Masalah

Penelitian ini akan berfokus pada membandingkan prestasi belajar siswa kepribadian introvert dengan siswa kepribadian ekstrovert. Karena keterbatasan peneliti dan supaya penelitian ini menjadi lebih terarah, maka peneliti membatasi objek penelitian pada kelas tinggi yaitu kelas IV, V, dan VI, sedangkan prestasi belajar peneliti mengambil nilai rata-rata raport siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2019/2020.

(23)

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan tentang prestasi belajar dalam lingkup tipe kepribadian siswa, serta referensi bagi peneliti berikutnya.

b. Manfaat Praktis 1) Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran sederhana tentang tipe kepribadian siswa dengan prestasi belajarnya.

2) Bagi Siswa

Penelitian ini diharapkan dapat memicu motivasi siswa untuk tetap berprestasi walaupun dengan perbedaan sikap yang ada pada diri mereka.

3) Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan dan menambah pengetahuan serta pemahaman bagi penulisan karya selanjutnya tentang perbandingan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert.

(24)

D. Definisi Operasional

Dalam penelitiaan ini menggunakan variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas (X) yaitu siswa kepribadian introvert dan siswa kepribadian ekstrovert. sedangkan variabel terikat (Y) yaitu prestasi belajar . Definisinya sebagai berikut:

1. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil dari suatu kegiatan belajar yang dialami seseorang melalui proses belajar baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok.

2. Kepribadian Introvert

Kepribadian introvert atau istilahnya dalam bahasa Indonesia seringkali disebut dengan tipe kepribadian tertutup merupakan sikap atau karakter seseorang yang berorientasi pada energi psikis yang bersifat subjektif dalam menjalani kehidupannya.

3. Kepribadian Ekstrovert

Kepribadian ekstrovert atau istilah lainnya dalam bahasa Indonesia yaitu tipe kepribadian terbuka memiliki arti sikap atau karakter seseorang yang mengarahkan energi psikis keluar dirinya sehingga berorientasi pada sesuatu yang objektif.

(25)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Pustaka

1. Kajian Teoritis a. Pretasi Belajar

1) Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar tersusun atas dua kata, yaitu “prestasi” dan

“belajar”. Menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar “prestasi adalah apa yang telah diciptakan, hasil dari apa yang telah dikerjakan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan ketelitian kerja.”17

Sedangkan belajar menurut Gage adalah “suatu proses dimana suatu organisme mengalami perubahan dalam perilakunya sebagai akibat dari pengalaman belajar.”18 Pendapat lain dari Henry E. Garret mengemukakan “belajar adalah suatu proses yang berlangsung dalam jangka waktu panjang melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu.”19

Prestasi dalam belajar menurut Syaiful Sagala adalah “hasil dari pengukuran terhadap siswa yang dapat meliputi aspek kognitif, afektif,

17 Moh. Zaiful Rosyid, dkk., Prestasi Belajar, (Malang: CV Literasi Nusantara Abadi, 2019), hlm. 6.

18 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: ALFABETA, 2011), hlm. 13.

19 Ibid., hlm. 13

(26)

dan psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur melalui evaluasi berupa instrumen tes atau instrumen lain yang relevan.”20 Sedangkan Muhibbin Syah Berpendapat bahwa “prestasi belajar diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program pengajaran.”21

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan segala hasil yang dicapai oleh seseorang setelah mengalami proses belajar-mengajar yang diukur menggunakan instrumen evaluasi baik yang bersifat tes maupun non tes untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Prestasi belajar diukur dengan mengungkapkan hasil belajar baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa sebagai hasil dari proses belajar mengajar yang telah berlangsung baik dalam lingkungan sekolahnya maupun lingkungan sosialnya.

2) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal.22

20 Moh. Zaiful Rosyid, dkk., Prestasi…, hlm. 8.

21 Ibid.,hlm. 9.

22 Ahmad Syafi’i, dkk., “Studi tentang Prestasi Belajar Siswa dalam Berbagai Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi”, Jurnal, Vol. 15, Nomor 2, Juli 2018, hlm 121.

(27)

(a) Faktor internal

Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya:

(1) Faktor jasmani (fisiologi). Faktor ini dapat berupa bentuk fisik seseorang mulai dari pengelihatannya, pendengarannya, serta bentuk tubuhnya.

(2) Faktor psikologi. Dalam lingkup ini, terdapat dua faktor psikologis yang berbeda, yaitu faktor intelektif dan faktor non intelektif. Faktor intelektif berkaitan dengan kecerdasan, bakat, serta keahlian khusus lainnya. Sedangkan faktor non intelektif, berkaitan dengan sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi;

(3) Faktor kematangan fisik maupun psikis yaitu keadaan dimana seseorang memiliki fisik yang telah matang sesuai umurnya dan juga kodisi psikologis yang baik.

(b) Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya:

(1) Faktor sosial yaitu lingkungan yang berada pada ruang lingkup kehidupan seseorang itu sendiri, seperti lingkungan keluarga,

(28)

lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kelompok;

(2) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian;

(3) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan iklim.

3) Karakteristik Prestasi Belajar

Prestasi belajar memiliki karakteristik yang diantaranya sebagai berikut:

(a) Prestasi belajar memiliki tujuan

Kesadaran akan tujuan dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian dengan mengarahkannya pada tujuan-tujuan yang telah disusun serta dapat menggerakkan pada tujuan belajar berikutnya.

(b) Mempunyai prosedur

Setiap aktivitas pembelajaran haruslah menyusun langkah- langkah atau prosedur secara sistematis dan terarah untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

(c) Adanya materi yang telah ditentukan

Kesiapan materi yang telah ditentukan juga dapat menjadi karakteristik dalam prestasi belajar. Materi belajar harus disiapkan

(29)

sebelum pembelajaran itu dibelajarkan, sehingga dapat mendukung kegiatan evaluasi setelah aktivitas membelajarkan untuk menentukan sejauh mana prestasi belajar yang telah dicapai siswa.

(d) Ditandai dengan aktivitas anak didik

Aktivitas siswa dalam hal ini baik secara fisik maupun mental aktif, yang dapat mengundang interaksi siswa dalam belajar.

Hal ini tentu akan mendukung proses pembelajaran agar proses pembelajaran tersebut memberikan pengaruh positif sesuai dengan konsep CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).

(e) Pengoptimalan peran guru

Dalam perannya sebagai pembimbing, guru harus berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang edukatif dan kondusif.

(f) Kedisiplinan

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan haruslah sesuai dengan yang telah disusun dan direncanakan agar terciptanya pembelajaran yang optimal, efektif dan efisien. Dengan itu, secara otomatis siswa akan memiliki kedisiplinan yang tertanam pada diri mereka.

(30)

(g) Memiliki batas waktu

Setiap pembelajaran yang berlangsung tentu akan memiliki tujuan yang tersendiri. Oleh karena itu, tujuan yang akan dicapai dalam setiap proses pembelajaran tentu akan memiliki batasan waktu yang ditentukan oleh setiap guru untuk dicapai oleh semua siswanya.

(h) Evaluasi

Dari semua kegiatan belajar-mengajar, kegiatan evaluasi merupakan bagian yang sangat penting untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. 23

4) Indikator Prestasi Belajar

Dalam mengukur prestasi belajar siswa, terdapat indikator- indikator utama yang harus dicapai. Menurut Muhibbin Syah indikator- indikator ketercapaian prestasi belajar secara garis besar terbagi dalam tiga indikator utama, yaitu ranah cipta (kognitif), ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotorik).24 Ketiga indikator utama ini diperlukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Oleh karenanya perlu dipahami setiap indikator dan juga turunannya sebagai berikut:

a) Ranah Cipta (Kognitif) dapat meliputi:

(1) Pengamatan, indikatornya yaitu dapat menunjukkan, dapat membandingkan, dan dapat menghubungkan.

23 Moh. Zaiful Rosyid, dkk., Prestasi…, hlm. 14-17.

24 Muhibbin Syah, Psikologi…,hlm. 148.

(31)

(2) Ingatan, indikatornya yaitu dapat menyebutkan dan dapat menunjukkan kembali.

(3) Pemahaman, indikatornya yaitu dapat menjelaskan dan dapat mengidentifikasikan dengan lisan sendiri.

(4) Penerapan, indikatornya yaitu dapat memberikan contoh dan dapat menggunakan secara tepat.

(5) Analisis, indikatornya yaitu dapat menguraikan dan dapat mengklasifikasikan.

(6) Sintesis, indikatornya yaitu dapat menghubungkan, dapat menyimpulkan, dan dapat menggeneralisasikan.

b) Ranah Rasa (Afektif) dapat meliputi:

(1) Penerimaan, indikatornya yaitu menunjukkan sikap menerima, dan menunjukkan sikap menolak.

(2) Sambutan, indikatornya yaitu kesediaan berpartisipasi dan kesediaan memanfaatkan.

(3) Apresiasi, indikatornya yaitu menganggap penting dan bermanfaat, menganggap indah dan harmonis, dan mengagumi.

(4) Internalisasi, indikatornya yaitu mengakui dan meyakini, dan mengingkari.

(5) Karakterisasi, indikatornya yaitu melembagakan atau meniadakan, dan menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari.

(32)

c) Ranah Karsa (Psikomotorik) dapat meliputi:

(1) Keterampilan bergerak dan bertindak, indikatornya yaitu mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya.

(2) Kecakapan ekspresi verbal dan non-verbal, indikatornya yaitu mengucapkan, dan membuat mimik dan gerakan jasmani.

b. Kepribadian Introvert

1) Pengertian Kepribadian Introvert

Kepribadian merupakan pengapdosian kata dalam bahasa Inggris yakni “personality” yang juga berasal dari bahasa Latin

persona” yang berarti topeng yang digunakan oleh aktor dalam suatu pementasan atau pertunjukkan. Sedangkan menurut Dashiell

“kepribadian adalah keseluruhan dari gambaran tentang perilaku yang terorganisir.”25

Jadi kepribadian adalah keseluruhan aktivitas manusia yang berhubungan dengan sikap, jiwa, perasaan, juga ciri khas yang memiliki reaksi terhadap sesuatu. Reaksi ini akan terwujud melalui tindakan seseorang apabila berhadapan dengan situasi dan kondisi tertentu. Dengan adanya reaksi yang dilakukan oleh seseorang secara

25 Syamsu Yusuf dan Ahmad Junika Nurihsan, Teori Kepribadian, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 3.

(33)

terus-menerus tentu akan membentuk kepribadian dari seseorang tersebut.

Sedangkan Introvert adalah membalikkan energi psikis ke dalam sebuah orientasi terhadap subjektivitas. Orang introvert selalu mendengarkan dunia batin mereka dengan semua fantasi, mimpi, dan persepsi yang terindividualisasikan.26

Menurut Eysenck karakteristik yang khas dari seseorang yang berkepribadian introvert yaitu:

pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu, melihat dahulu sebelum melangkah, curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup. Jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi.27

Jadi seseorang yang memiliki kepribadian introvert akan cenderung lebih tertutup dalam kehidupannya, menarik diri dari lingkungan sosialnya dan cenderung berfikir pada sesuatu yang subjektif.

26 Amir Hamzah, Teori-Teori Kepribadian, (Malang: Literasi Nusantara, 2019), hlm.

39. 27 Retno Rismawati, “Pengaruh…, hlm. 25.

(34)

2) Orientasi Kepribadian Introvert

Orientasi seorang introvert berfokus kepada pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan yang ditentukan oleh faktor-faktor yang bersifat subjektif. Kehadirannya untuk dunia luar kurang baik, jiwa dan perasaannya tertutup, sulit dalam bergaul dan berhubungan dengan orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain terhadapnya.28

Walaupun demikian, seorang introvert akan tetap bersentuhan dengan lingkungan luar, akan tetapi mereka melakukannya dengan selektif dan didasarkan kepada pandangan subjek mereka sendiri. Orang dengan tipe ini akan sangat menikmati kesendiriannya serta perhatiannya akan berorientasi kepada hal-hal yang subjektif. Oleh karena itu, seorang introvert akan terlihat lebih mandiri dalam melakukan penilaian (judgement).29

3) Aspek-Aspek Tipe Kepribadian Introvert

Aspek-aspek tipe kepribadian introvert menurut Eysenck dalam Eysenck Personality Questionare (EPQ) adalah sebagai berikut:

a) Inactivity (passive), merupakan orang yang tidak siap dengan aktivitas fisik, cenderung menyukai kesendirian, merasa lebih

28 Agus Sujanto dkk., Psikologi Kepribadian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm. 70.

29 Amir Hamzah, Teori-Teori…, hlm. 39.

(35)

nyaman dengan ketenangan, kurang tertarik dengan keramaian, mudah mengantuk dan mudah lelah.

b) Unsociability (tidak mampu bergaul), merupakan orang yang tidak mudah berinteraksi dengan lingkungan baru, kurang berminat untuk berhubungan dengan orang lain terutama orang yang baru dijumpainya, lebih senang memiliki sedikit teman, cenderung menarik diri jika tertekan atau terganggu perasaannya jika berhubungan dengan orang lain.

c) Carefulness (hati-hati), merupakan orang yang memikirkan baik- baik segala sesuatu sebelum melakukan tindakan, tidah gegabah, menyukai hal-hal yang sering dilakukannya secara terus-menerus untuk menghindari bahaya.

d) Controlled (terkendali), merupakan orang yang mengandalkan pengendalian diri, memiliki kehidupan yang teratur dan terjadwal, bahkan merencanakan sesuatu dengan seksama terkhusus untuk masa depan.

e) Inhibition (emosi tertutup), merupakan orang yang dapat mengontrol dengan mudah perasaannya untuk tidak di ungkapkan kepada orang lain, bisa bersikap dengan sangat tenang dalam berbagai situasi dan kondisi.

(36)

f) Reflectiveness (reflektif), merupakan orang yang menyukai hal- hal yng bersifat abstrak, memiliki pemikiran yang filosofis, dan selalu bersikap mawas diri.

g) Responsibility (bertanggung jawab) merupakan orang yang dapat dipercaya untuk melakukan sesuatu yang baik, selalu menepati janji, sedikit kompulsif.30

c. Kepribadian Ekstrovert

1) Pengertian Kepribadian Ekstrovert

Merujuk kepada definisi kepribadian diatas, selanjutnya akan diuraikan tentang kepribadian ekstrovert. Ekstrovert adalah sikap yang mengarahkan energi psikis keluar sehingga seseorang diorientasikan menuju sesuatu yang objektif dan menjauh dari sesuatu yang bersifat subjektif. Seorang ekstrovert akan memberi perhatian lebih terhadap dunia di luar dirinya, kejadian dan benda atau barang lain, dan akan dapat dengan mudah menjalin hubungan dengan mereka.31

Menurut Eysenck seseorang yang berkepribadian ekstrovert dapat digambarkan sebagai berikut:

Pribadi yang mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara dan tidak suka

30 Permata Ashfi Raihana, “Perbedaan Kecendrungan Kecanduan Internet ditinjau dari Tipe Kepribadian Introvert Ekstrovert dan Jenis Kelamin di SMAN 2 Surakarta” (Skripsi, Universitas Sebelas Maret, 2010), hlm. 23-24.

31 Amir Hamzah, Teori-Teori… hlm. 39.

(37)

membaca atau belajar sendirian. Sangat membutuhkan kegembiraan, menyukai tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu dan biasanya suka menurutkan kata hatinya. Gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira. Lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol dan tidak selalu dapat dipercaya.32

Jadi seorang ekstrovert adalah keadaan jiwa seseorang yang cenderung terbuka dengan kehidupannya, melakukan kontak secara langsung terhadap lingkungan sosialnya, serta pikirannya akan cenderung berfokus kepada sesuatu yang bersifat objektif.

2) Orientasi Kepribadian Ekstrovert

Orientasi seorang yang berkepribadian ekstrovert tertuju keluar; pikiran, perasaan dan tindakan-tindakannya berfokus kepada lingkungannya, bahkan lingkungan tersebut dapat menjadi arah pikiran dan perasaanya, lingkungan tersebut dapat bersifat sosial maupun non sosial.33

Seorang ekstrovert akan menaruh perhatian lebih terhadap dunia di luar dirirnya, baik dalam wujud orang, kejadian, dan benda atau barang lain, dan dapat dengan mudah menjalin hubungan dengan mereka. seseorang dengan tipe ini akan memiliki kecendrungan untuk tidak menerima peraturan-peraturan yang

32 Retno Rismawati, “Pengaruh…, hlm. 24.

33 Agus Sujanto dkk., Psikologi Kepribadian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm. 70.

(38)

tertulis, tergantung dalam usaha untuk memberikan kesan yang baik.34 Terdapat bahaya bagi ekstrovert yaitu apabila ikatan kepada dunia luar itu terlampau kuat, sehingga mereka tenggelam di dalam dunia objektif, maka akan kehilangan dirinya atau asing terhadap dunia subjektifnya sendiri.35

3) Aspek-Aspek Tipe Kepribadian Ekstrovert

Aspek-aspek tipe kepribadian ekstrovert menurut Eysenck dalam Eysenck Personality Questionare (EPQ) adalah sebagai berikut:

a) Activity, merupakan orang yang melakukan sesuatu dengan sangat energik, aktif dalam hal apapun, menyukai semua jenis aktivitas fisik, serta mengejar berbagai macam kepentingan dan minat yang disukainya.

b) Sociability, merupakan orang yang senang berinteraksi dengan lingkungan baik secara fisik maupun non-fisik, senang dengan orang-orang baru disekitarnya, menyukai keramaian, dan cenderung mudah beramah tamah dengan orang lain.

c) Risk taking, merupakan orang yang menyukai tantangan walaupun dia mengetahui hal tersebut dapat membahayakan dirinya.

34 Amir Hamzah, Teori-Teori… hlm. 39.

35 Agus Sujanto dkk., Psikologi…, hlm. 70.

(39)

d) Impulsiveness, merupakan orang cenderung ceroboh, mengambil keputusan sebelum memikirkannya secara matang serta tidak mempunyai pendirian terhadap sesuatu.

e) Expresiveness, merupakan orang yang apa adanya, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan perasaanya dengan mudah dan jujur, cenderung bersikap sentimental.

f) Practically, merupakan orang yang menyukai sesuatu secara instan, tidak menyukai hal-hal yang bersifat abstrak, dan lebih tertarik kepada hal-hal yang praktis.

g) Irresposibility, merupakan orang yang tidak menyukai hal-hal yang bersifat formal, kurang dalam hal bertanggung jawab dan menepati janji secara sosial, namun masih dalam batasan normal.36

4) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Kepribadian seseorang akan terus berkembang dan semakin melekat pada diri seseorang sejalan dengan aktivitas yang dilakukan secara berulang. Menurut Dede Rahmat Hidayat terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang diantaranya sebagai berikut:

36 Permata Ashfi Raihana, “Perbedaan, hlm. 22-23.

(40)

a) Faktor Genetik atau Hereditas

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian seseorang merupakan sesuatu yang diwariskan. Berapapun sifat yang ada, pendekatan genetik berpendapat bahwa kepribadian sepenuhnya ditentukan oleh bawaan.

b) Faktor Lingkungan

Para ahli psikologi mengemukakan berbagai pendapat dalam hal ini. Mengutip pendapat Alfred Adler “kepribadian dipengaruhi oleh urutan kelahiran dalam keluarga, situasi sosial, dan pengasuhan sebagai fungsi dari perluasan perbedaan usia antara saudara kandung.”37

c) Faktor Belajar

Faktor belajar merupakan faktor yang memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukkan kepribadian sesorang. Segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan dan sosial sesorang yang membentuk kepribadiannya sudah tentu melalui proses belajar. Bagaimana perilaku seseorang berubah, dileburkan, dimodifikasi, ditumbuh-kembangkan melalui proses belajar.

37 Dede Rahmat Hidayat, Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 9.

(41)

d) Faktor Pengasuhan

Peran orang tua dalam perkembangan kepribadian seorang anak dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, perasaan dihargai, disayangi, dan juga didengarkan. Pola asuh yang positif tentu akan memiliki efek positif terhadap anak, dan sebaliknya pola asuh yang negatif tentu akan memiliki efek negatif terhadap anak.

e) Faktor Perkembangan

Masa kanak-kanak merupakan priode penting dalam pembentukkan kepribadian. Namun bukan berarti pembentukkan kepribadian seseorang terjadi hanya pada masa kanak-kanak saja, melainkan bisa saja terjadi sepanjang hayat. Menurut Jung, Cattel, Maslow, dan Erikson “priode usia setengah baya (middle age) sebagai priode perubahan kepribadian yang mayor.”38

2. Kajian Penelitian yang Relevan

Kajian penelitian yang relevan atau telaah pustaka adalah proses umum yang dilalui untuk mendapatkan teori terdahulu yang dapat dijadikan rujukan dalam penelitian selanjutnya.39

Peneliti telah mengkaji beberapa hasil penelitian sebelumnya untuk lebih memahami secara mendalam tentang apa yang perlu peneliti

38 Ibid., hlm. 11-14

39 Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2011), hlm. 37.

(42)

kaji mulai dari masalah yang timbul, alur penelitian sampai kepada bagaimana peneliti sebelumnya mengumpulkan data. Maka dari itu, peneliti akan memaparkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Berikut beberapa diantaranya:

1) Retno Rismawati, Pengaruh Tipe Kepribadian dan Kreativitas terhadap Hasil Belajar Seni Rupa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Se- Gugus Jodhipati Purbalingga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh tipe kepribadian dan kreativitas terhadap hasil belajar seni rupa siswa kelas 5 SD Negeri Se-Gugus Jodhipati Purbalingga. Persentase dalam penelitian ini menunjukkan 5,9% pengaruh tipe kepribadian dan kreativitas terhadap hasil belajar seni rupa siswa kelas 5 SD Negeri Se-Gugus Jodhipati Purbalingga.

Sedangkan 94,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Besarnya hubungan tipe kepribadian terhadap hasil belajar seni rupa siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Jodhipati Purbalingga adalah sebesar -0,093 yang berarti terdapat hubungan yang negatif antara variabel tipe kepribadian terhadap hasil belajar seni rupa. Sementara itu besarnya hubungan kreativitas terhadap hasil belajar seni rupa siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Jodhipati Purbalingga sebesar 0,223 artinya terdapat

(43)

hubungan positif rendah antara variabel kreativitas terhadap hasil belajar seni rupa.40

2) Rasman Sastra Wijaya, Perbandingan Penyesuaian Diri Mahasiswa Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penyesuaian diri mahasiswa yang berkepribadian ekstrovert lebih tinggi dibanding rata- rata penyesuaian diri mahasiswa berkepribadian introvert. Rata-rata penyesuaian diri mahasiswa berkepribadian ekstrovert sebesar 94%

dan rata-rata penyesuaian diri mahasiswa semester akhir berkepribadian introvert sebesar 87,6%. Hasil analisis inferensial dengan Uji t diperoleh (7,630) < (1,708) pada taraf kepercayaan 95% yang menunjukkan bahwa penyesuaian diri mahasiswa yang berkepribadian ekstrovert lebih tinggi dibanding rata- rata penyesuaian diri mahasiswa berkepribadian introvert.41

3) Edwina Renaganis Rosida dan Tri Puji Astuti, Perbedaan Penerimaan Teman Sebaya ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penerimaan teman sebaya ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Analisis data dilakukan dengan

40 Retno Rismawati, “Pengaruh Tipe Kepribadian dan Kreativitas terhadap Hasil Belajar Seni Rupa Kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Jodhipati Purbalingga”, (Skripsi, FIP Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2016).

41 Rasman Sastra Wijaya, “Perbandingan Penyesuaian Diri Mahasiswa Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert”, Jurnal, Vol. 2, Nomor 2, Mei 2016.

(44)

uji statistik independent sample t test menunjukkan t = 0,747; p = 0,458. Keadaan ini tentu bertolak belakang dengan pandangan masyarakat pada umumnya yang mengatakan bahwa seseorang yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih diterima dibandingkan dengan seseorang yang memiliki kepribadian introvert. Dalam subjek penelitian ini, dapat dilihat bahwa kedua kepribadian sama-sama diterima. Hal tersebut disebabkan bukan karena adanya perilaku positif maupun negatif, tetapi karena adanya perbedaan arah energi psikis subjek, sehingga membentuk perilaku dan sikap sosialnya masing-masing dalam memberikan respon terhadap lingkungan diluar pribadinya.42

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian yang Relevan No Judul Penelitian Persamaan Perbedaan 1 Retno Rismawati,

Pengaruh Tipe Kepribadian dan Kreativitas terhadap Hasil Belajar Seni Rupa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Se- Gugus Jodhipati Purbalingga.

a. Menggukur variabel bebas yaitu tipe kepribadian . b. Menggunakan

jenis penelitian kuantitatif

a. Penelitian sebelumnya

dilakukan di kelas V saja. Sedangkan penelitian sekarang dilakukan di kelas tinggi.

b. Penelitian

sebelumnya di SD Negeri segugus Jodhipati

42 Edwina Renaganis Rosida dan Tri Puji Astuti, “Perbedaan Penerimaan Teman Sebaya ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert”, Jurnal, Vol. 4, Nomor 1, Januari 2015.

(45)

Purbalingga.

Sedangkan

penelitian sekarang di MIN 2 Lombok Barat.

c. Penelitian sebelumnya

mengukur pengaruh tipe kepribadian dan kreativitas terhadap hasil belajar seni rupa. Sedangkan penelitian sekarang membandingkan prestasi belajar siswa dengan tipe kepribadiannya.

2 Rasman Sastra Wijaya, Perbandingan Penyesuaian Diri Mahasiswa Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert

a. Menggunakan variabel bebas kepribadian introvert dan ekstrovert.

b. Menggunakan penelitian kuantitatif.

c. Menggunakan desain

penelitian komparatif independen.

a. Penelitian sebelumnya menggunakan variabel terikat yaitu penyesuaian diri mahasiswa.

Sedangkan

penelitian sekarang menggunakan variabel terikat yaitu pretasi belajar.

b. Penelitian sebelumnya

menggunakan objek penelitian

mahasiswa PGSD di Universitas Halu Oleo. Sedangkan penelitian yang sekarang

menggunakan objek penelitian siswa

(46)

kelas tinggi di MIN 2 Lombok Barat.

3 Edwina Renaganis Rosida dan Tri Puji Astuti, Perbedaan Penerimaan Teman Sebaya ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert.

a. Menggunakan variabel bebas kepribadian introvert dan ekstrovert.

b. Menggunakan penelitian kuantitatif.

c. Menggunakan desain

penelitian komparatif independen.

a. Penelitian

sebelumnya yang menggunakan variabel terikat yaitu penerimaan teman sebaya, sedangkan

penelitian sekarang yang menggunakan variabel terikat pretasi belajar.

b. Penelitian sebelumnya menggunakan objek penelitian mahasiswa, sedangkan

penelitian sekarang menggunakan objek penelitian siswa kelas tinggi di MIN 2 Lombok Barat.

B. Kerangka Berfikir

Prestasi belajar sejatinya merupakan tujuan utama setiap lembaga pendidikan. Seorang siswa dapat dikatakan berprestasi apabila telah memenuhi indikator-indikator dari prestasi belajar. Indikator prestasi belajar diantaranya ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ketiga indikator ketercapaian belajar ini harus dimiliki oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Salah satunya adalah kondisi psikologis siswa itu sendiri. Psikologis dapat

(47)

mencakup sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, dan emosi. Dalam teori psikoanalisis, sikap terbagi dalam dua kepribadian berbeda yaitu kepribadian introvert dan kepribadian ekstrovert.

Seorang introvert akan memusatkan dirinya kepada dunia yang subjektif.

Sedangkan seorang ekstrovert akan memusatkan dirinya kepada dunia luar yang objektif. Perbedaan kepribadian dalam diri seseorang akan menghasilkan kebergaman variasi dalam cara, kemampuan, dan aktivitas dalam belajar. Dalam kegiatan belajarnya introvert cenderung pasif dan lebih menyukai diskusi dalam kelompok lebih kecil sedangkan ekstrovert cenderung lebih aktif dan menyukai pembelajaran secara kolaboratif. Namun, perbedaan dalam belajar ini tentu akan memiliki tujuan yang sama, yaitu tercapainya prestasi belajar siswanya.

Oleh karena itu berdasarkan rumusan masalah yang diajukan serta kerangka berfikir yang telah dipaparkan, peneliti menduga terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk lebih jelasnya, gambaran kerangka berfikir akan dibuat dalam bentuk paradigma penelitian seperti berikut ini:

(48)

Gambar 2.1

Paradigma Penelitian Sederhana

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.43 Berdasarkan rumusan masalah, kajian pustaka dan kerangka berfikir, maka hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah Ha: terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert di MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2019/2020.

43 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 110.

Siswa kepribadian introvert (X1)

Siswa kepribadian

ekstrovert (X2) Prestasi belajar siswa (Y) Prestasi belajar

siswa (Y)

Dibandingkan

(49)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian

1. Jenis Penelitian

Peneliltian ini merupakan jenis penelitian ex post facto, karena variabel terikat dalam penelitian seperti ini segera dapat diamati dan persoalan utama peneliti selanjutnya adalah menemukan penyebab yang menimbulkan akibat tersebut.44 Menurut Kerlinger “ex post facto merupakan pencarian empirik yang sistematik dalam ilmuwan tidak dapat mengontrol dan mengawasi langsung variabel bebas karena peristiwanya telah terjadi atau karena menurut sifatnya tidak dapat dimanipulasi.”45

Dalam penelitian ex post facto, peneliti tidak akan memberikan perlakuan khusus terhadap variabel yang diteliti, melainkan mengkaji apa-apa yang telah terjadi kepada variabel penelitian. Peneliti membaca akibat yang muncul secara mandiri dari objek penelitian yang kemudian peneliti mencoba untuk mencari penyebab dari akibat yang timbul tersebut.

Seperti yang terlihat dalam penelitian ini, peneliti menemukan keberagaman prestasi belajar pada subjek penelitian. Prestasi belajar ini peneliti mengambil nilai rata-rata raport siswa pada semester sebelumnya, yakni semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Dengan demikian peneliti

44 Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 14.

45 Ibid., hlm. 15.

(50)

tidak akan melakukan tindakan apapun terhadap subjek penelitian, melainkan mengambil data yang telah ada dari lokasi penelitian. Keberagaman prestasi belajar ini, peneliti melihat salah satu penyebabnya adalah perbedaan sikap yang dimiliki oleh setiap siswa. Sikap yang dimaksud peneliti adalah gambaran kepribadian sesorang yaitu kepribadian introvert dan kepribadian ekstrovert.

2. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena membutuhkan data-data yang berupa angka dari responden. Menurut Elvinaro Ardianto “penelitian kuantitatif adalah penelitian yang sarat dengan angka- angka dalam teknik pengumpulan data di lapangan.”46 Sedangkan menurut Sugiyono “penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen peneliltian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”47

Jadi penelitian kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan data yang berupa angka-angka sebagai pembuktian dalam suatu objek penelitian. Kebutuhan peneliti untuk mengukur perbandingan prestasi

46 Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2011), hlm. 47.

47 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung:

ALFABETA, 2011), hlm. 8.

(51)

belajar siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert menjadikan penelitian ini kuantitatif.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.48

Jadi, yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah semua siswa laki-laki dan perempuan kelas tinggi di MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 229 siswa yang terdiri dari:

Tabel 3.1

Jumlah Populasi Penelitian

Kelas Siswa

Laki-Laki Siswa

Perempuan Jumlah

IV/A 12 15 27

IV/B 16 9 25

IV/C 12 13 25

V/A 14 14 28

V/B 12 16 28

V/C 15 12 27

VI/A 13 9 22

VI/B 13 10 23

VI/C 12 12 24

TOTAL 119 110 229

48 Sugiyono, Metode Penelitian …, hlm. 80.

(52)

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.49 Dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yang memberikan peluang yang sama kepada anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel.50 Pengambilan sampel dilakukan secara acak (simple random sampling). Menurut Sugiyono “simple random sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.”51 Peneliti menggunakan undian untuk memperoleh anggota sampel secara acak yang akan dijadikan sampel pada variabel X1 untuk tipe kepribadian introvert dan variabel X2

untuk tipe kepribadian ekstrovert.

Berdasarkan perhitungan jumlah pengambilan sampel pada tabel nomogram diketahui jumlah populasi sebanyak 229 siswa, maka peneliti akan mengambil anggota sampel sebanyak 139 pada taraf signifikansi 5%.52

Tabel 3.2

Jumlah Sampel Penelitian

Kelas Siswa

Laki-Laki Siswa

Perempuan Jumlah

IV/A 6 7 13

IV/B 8 7 15

IV/C 7 7 14

V/A 6 10 16

49 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian …, hlm. 174.

50 Sugiyono, Metode Penelitian …, hlm. 82.

51 Ibid., hlm. 82

52 Ibid., hlm. 87

(53)

V/B 8 10 18

V/C 10 8 18

VI/A 12 5 17

VI/B 8 6 14

VI/C 9 5 14

TOTAL 74 65 139

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Dalam penelitian ini ruang lingkupnya meliputi waktu penelitian dan lokasi penelitian. Waktu penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 dan lokasi penelitian di MIN 2 Lombok Barat Jln. TGH. Arif Kebon Lauq, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari.

D. Variabel Penelitian

Variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya.53 Variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).54 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah tipe kepribadian introvert (X1) dan tipe kepribadian ekstrovert (X2).

2. Variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.55 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah prestasi belajar siswa.

53 Sudaryono, Metode…, hlm. 45.

54 Sugiyono, Metode…, hlm. 39.

55 Ibid., hlm. 39

Gambar

Grafik Frekuensi Kelompok Sampel 1
Grafik Frekuensi Kelompok Sampel 2
Tabel 4.11  Uji Hipotesis

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil penelitian (1) budaya belajar matematika siswa Rintisan Bertaraf Internasional pada saat proses belajar mengajar di kelas yaitu aktif, kreatif dalam pembelajaran yang

Peserta didik yang terlibat aktif dalam kegiatan pola belajar mengajar yang baik akan rajin dalam mengikuti pelajaran, jika belum jelas pada suatu materi akan

komunikasi interpersonal yang baik dapat didapatkan apabila sering terjadi proses belajar mengajar di dalam kelas, dengan seringnya pertemuan guru dan siswa pada saat proses

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ PERBANDINGAN WAKTU AKTIF BELAJAR SISWA ANTARA PROSES BELAJAR MENGAJAR FUTSAL INDOOR DENGAN OUTDOOR PADA

Pada saat proses belajar mengajar Matematika berlangsung, berapa besar Anda dapat menangkap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.. Universitas

Pada Siklus I ini masih banyak siswa yang kurang aktif selama mengikuti proses pembelajaran, misalnya tidak memperhatikan saat.. guru mengajar, kurang aktif dalam bertanya

Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kreativitas pengajar, sehingga siswa kurang aktif pada saat proses belajar mengajar di kelas.Penelitian

Hasil penelitian (1) budaya belajar matematika siswa Rintisan Bertaraf Internasional pada saat proses belajar mengajar di kelas yaitu aktif, kreatif dalam pembelajaran yang