Pada tahun 2017 melanjutkan pendidikan akademik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Samarinda dengan memilih program studi Sarjana Akuntansi. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat.
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Biasanya mudah untuk membandingkan risiko dan eksposur saham syariah dan saham korporasi yang terdaftar di BELI. Meskipun perkembangan pasar modal syariah di Indonesia sudah mengalami peningkatan yang positif, namun hal tersebut belum menunjukkan bahwa tingkat volatilitas dan risiko saham syariah lebih baik dibandingkan dengan saham konvensional.
7
Landasan Teori
- Investasi
Tujuan investasi syariah pada akhirnya menghasilkan keuntungan yang halal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Beberapa jenis investasi syariah yang umum dilakukan antara lain investasi saham syariah, obligasi syariah, dan reksa dana syariah.
Pasar Modal
- Pengertian Pasar Modal
- Macam-macam Pasar Modal
- Manfaat Pasar Modal
- Pasar Modal Syariah
- Perbandingan Pasar Modal Syariah dengan Konvensional
Pasar modal syariah harus menghindari beberapa prinsip syariah, antara lain larangan riba (bulnga), mejsir (penipuan), dan gharar (ketidakpastian atau spekulasi). Investasi dan pembiayaan di pasar modal syariah hanya dilakukan pada kegiatan usaha atau komersial yang mengikuti prinsip halal.
Saham
- Pengertian Saham
- Saham Syariah
Saham merupakan jaminan sah atas kepemilikan suatu perusahaan yang melakukan penawaran umum (public equity) dengan modal nol atau seluruh transaksinya (Siti Cholriliyah dkk., 2016). Saham dibedakan menjadi dua menurut kemampuan menghimpun atau melaksanakan haknya, sebagaimana dijelaskan Darmadji dan Fakhrulddin (2001:6), yaitu saham biasa dan saham pribadi. Pemegang saham prefelrel tidak mempunyai hak apapun dalam memilih direktur dan mengambil kendali perusahaan.
Meski begitu, pemegang saham biasa mempunyai hak untuk mengontrol pemilihan dan mengambil keputusan terkait operasional perusahaan (Rivai dan Bulchari, 2013: 546). Saham syariah merupakan salah satu jenis saham biasa yang mempunyai ciri asli, yaitu adanya pengawasan yang ketat terkait kehalalan dalam lingkup kegiatan usahanya (Yulliana, 2010: 71). Saham syariah adalah saham perusahaan yang memenuhi kriteria Syariah Islam dan tidak terlibat dalam industri yang dianggap merugikan manusia atau lingkungan.
Saham syariah di Indonesia terdaftar dalam daftar Elfelk Syariah yang telah melalui proses penyaringan termasuk prinsip syariah oleh Bapelpam-LK (sekarang OlJK), melalui fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional (DSN-MUlI). Kriteria syariah yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin masuk dalam daftar saham syariah antara lain tidak terlibat dalam industri yang dianggap merugikan manusia atau lingkungan hidup, misalnya industri industri seperti pertambangan golongan, telmbakaul, juldi, pencemaran dan lain sebagainya. Tidak melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah, seperti perjudian dan permainan yang dianggap perjudian.
Jakarta Islamic Indeks
Tidak melakukan perdagangan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah, seperti perdagangan yang tidak melibatkan penanganan barang/jasa atau perdagangan dengan penawaran/ajakan palsu. Tidak menyangkut jual beli, yang mengandung resiko ketidakpastian (gharar) dan masalah jual beli (maysir), serta adanya jaminan. Barang dan atau jasa yang dilarang karena sifat haramnya terutama karena bahannya (haram lighairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI.
Bapelpam-LK (Badan Pengawas Pasar Institusi) bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional untuk melakukan penjualan saham sesuai dengan prinsip Syariah Islam. Namun saat ini kewenangan Bapelpam-LK telah dialihkan kepada Oltolritas Jasa Daur Ulang (OlJK), berdasarkan Zero Ulndang-Ulndang Zero. Bapelpam-LK (Badan Pengawas Pasar Daerah) bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional dalam menjual saham berdasarkan prinsip Syariah Islam.
Namun saat ini kewenangan pengawasan yang sebelumnya dipegang oleh Bapelpam-LK telah dialihkan kepada Otoritas Jasa Daur Ulang (OlJK) setelah Nol Ulndang-Ulndang Nol. 21 Tahuln 2011:145) untuk memantau transaksi yang dilarang menurut hukum Islam. Saham-saham syariah yang masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat selama enam bulan terakhir. Dari 150 saham tersebut, kemudian dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian tertinggi di pasar global.
Indeks Kompas 100
Selain itu, Bulrsa Elfelk Indolnelsia (BELI) juga mewaspadai faktor kualitatif seperti adanya laporan kejahatan, kemajuan perusahaan dan faktor lain yang berhubungan dengan keberhasilan perusahaan.
Return
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat return dan risiko antara saham syariah dan saham konvensional yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dan indeks Kompas 100 selama periode parlo 2019-2021. Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil literatur dan analisis kuantitatif mengenai perbandingan return dan risiko saham syariah dan saham konvensional. Data pada Tabel 4.1 menggambarkan perkembangan rata-rata return saham syariah dalam indeks selama tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2019, rata-rata return saham syariah sebesar 0,00536 menunjukkan kinerja yang positif pada tahun tersebut. Data pada Tabel 4.2 menunjukkan rata-rata risiko yang dihadapi saham-saham syariah dalam indeks selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2019, rata-rata risiko saham syariah adalah sebesar 0,0953 yang menunjukkan tingkat risiko yang moderat pada tahun tersebut.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perusahaan saham syariah di Jakarta Islamic Index yang memiliki rata-rata return tertinggi selama 3 tahun dari tahun 2019 hingga 2021 adalah Aneka Tambang Tbk. Sedangkan yang memberikan imbal hasil terendah adalah Unilever Indonesia Tbk. UNLVR) hal ini disebabkan UNVR beroperasi pada industri yang sangat kompetitif dengan banyak pesaing. Secara umum risiko saham konvensional di Kompas 100 cenderung lebih tinggi dibandingkan risiko saham syariah di JII selama periode 2019-2021.
Sedangkan saham syariah di JII menunjukkan return yang lebih stabil dan risiko lebih rendah dibandingkan saham konvensional di Kompas 100 pada periode pengamatan. Saham syariah di JII memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan risiko saham konvensional di Kompas 100 pada periode ini.
Kerangka Berpikir
Jenis Penelitian
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan penjelasan teoritis penelitian, kami mengklasifikasikan penelitian ini sebagai jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Wirartha, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis dan menekankan penelitian pada analisis data numerik dan pembenaran kesimpulan berdasarkan probabilitas. Menurut Darmawan (2014:37), penelitian deskriptif adalah penelitian yang menjelaskan penyelesaian permasalahan yang ada dan menyajikan data, menganalisis dan menafsirkan data berdasarkan data yang ada.
Lokasi Penelitian
Variabel dan Pengukuran
- Definisi Operasional
- Return
- Risk
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Variabel dan Pengukuran
Dari informasi yang ada, terlihat ada 38 aksi di Islamic Jakarta sepanjang musim 2019-2021. Selalu perhatikan jumlah saham yang terdaftar pada survei saham syariah di Jakarta Islamic Index (JII) selama proses penjualan. Langkah selanjutnya adalah mengetahui jumlah saham yang masuk dalam total survei saham Kolmpas 100 Indels pada penjualan yang sama. Peningkatan penjualan ini menyebabkan elmiteln anggota Jakarta Islamic Index (JII) dan indeks selallx Kolmpas 100 mengalami perubahan di setiap pelrioldel.
Saham sah terdaftar di indeks Jakarta Islamic Indelx (JII) dan indeks Kolmpas 100 2019-2021 selama 3 tahun sejak saat itu. Saham-saham yang masuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) dan tidak masuk dalam indeks Kompas 100. Dengan berpegang pada kriteria yang dijelaskan sejak tahun lalu, saham-saham tersebut sejak awal masuk dalam Jakarta Islamic Index dan Indeks Kompas 100. Dalam parlodel tersebut, dilakukan sampel yang terdiri dari 33 saham konvensional yang terdaftar dalam Indeks Kompas 100, dan 21 saham syariah terdaftar di Jakarta Islamic Index.
Hal ini terjadi karena beberapa anggota Indeks Kompas 100 juga masuk dalam Jakarta Islamic Index hasil evaluasi yang dilakukan oleh PT. Karena saham-saham dalam Jakarta Islamic Index termasuk dalam kategori saham syariah, maka untuk membandingkan kedua jenis saham tersebut, kami memilih sampel saham-saham dari Indeks Kompas 100 yang hanya terdiri dari saham-saham non-syariah atau konvensional. Saham-saham yang dijadikan sampel adalah saham-saham yang secara konsisten masuk dalam Indeks Kompas 100 selama tiga tahun berturut-turut, yaitu Januari 2019 hingga Desember 2021, dan tidak masuk dalam Jakarta Islamic Index (JII).
46
Gambaran Umum
Penyajian dan Analisis Data
- Analisis Deskriptif
Pada tahun 2021, rata-rata return sekitar 0,00448 menunjukkan kinerja yang positif meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Pada tahun 2020 tercatat peningkatan rata-rata risiko yang signifikan yaitu 0,14590 yang menunjukkan bahwa saham syariah sepanjang tahun tersebut menghadapi risiko yang lebih tinggi. Pada tahun 2021, rata-rata risiko kembali berada pada kisaran 0,09602 yang menunjukkan adanya penurunan risiko dibandingkan tahun 2020, meskipun masih tergolong tinggi dibandingkan tahun 2019.
Berdasarkan hasil perhitungan perputaran saham (lihat Lampiran 2), perhitungan tersebut merupakan rata-rata return bulanan saham konvensional dalam periode 3 tahun 2019-2021. Data pada Tabel 4.3 menggambarkan rata-rata kinerja return saham konvensional pada indeks Kompas 100 selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2019, rata-rata return saham konvensional sebesar 0,00695, menunjukkan perkembangan positif pada tahun tersebut.
Tahun 2020 mencatat peningkatan rata-rata return yang signifikan sebesar 0,01884, yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada tahun 2021 rata-rata return mengalami penurunan dengan nilai -0.00541 yang menunjukkan kinerja negatif pada tahun tersebut. Angka tersebut menunjukkan bahwa saham konvensional pada tahun tersebut memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi.
Pembahasan
- Return dan Risk Saham Syariah
- Perbandingan Return dan Risk antara Saham syariah dan Saham
Nilai yang lebih tinggi ini menunjukkan bahwa saham konvensional menghadapi risiko yang lebih tinggi sepanjang tahun. Berdasarkan data pada Gambar 4.2, saham syariah di JII secara konsisten memberikan return positif selama periode 2019-2021. Pada tahun 2019, risiko tersebut mendekati risiko saham syariah di JII, namun meningkat signifikan pada tahun 2020 sebelum kembali turun pada tahun 2021.
Saham konvensional di Kompas 100 memiliki fluktuasi return yang lebih besar pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa saham syariah dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas portofolio investasinya. Terdapat peningkatan risiko yang signifikan pada tahun 2020, yang mencerminkan volatilitas pasar yang lebih besar yang mempengaruhi saham konvensional.
Penelitian ini menggunakan data sekunder sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan analisis mendalam mengenai faktor internal perusahaan yang mungkin mempengaruhi perbedaan harga saham syariah dan saham konvensional. Keterbatasan ini menimbulkan ketidakpastian dalam memahami return dan risiko saham syariah dibandingkan saham biasa. Hal ini dikarenakan profitabilitas yang dapat diraih oleh saham syariah sedikit lebih tinggi dibandingkan saham biasa, dan saham syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Indelx (JII) memiliki risiko pasar yang lebih rendah dan stabil.
Kesimpulan
Saham-saham ini telah mengalami keuntungan positif dan negatif selama bertahun-tahun, menunjukkan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.
Keterbatasan Penelitian
Saran
Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi: Format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi Manajemen, dan Studi Pemasaran. Jakarta: Grup Media Prenada. https://bps.go.id/indicator/108/335/1/besar-penresiden-dan-agama-yang-di anut.html.