PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Pembelajaran daring pada mata pelajaran olahraga membuat siswa tidak dapat melakukan kegiatan praktik langsung yang berlangsung di ruang atau lapangan terbuka.
Batasan Masalah
Penelitian dilakukan untuk melihat perbedaan hasil belajar Pendidikan Jasmani Kelas V pada pembelajaran daring dan pembelajaran luring.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Namun pembelajaran daring ini membuat hasil belajar setiap siswa tidak semaksimal pembelajaran tatap muka. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pendidikan jasmani berarti mata pelajaran ini menggunakan aktivitas jasmani sebagai sarana untuk mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang direncanakan masing-masing. Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan di sekolah merupakan landasan yang baik bagi pengembangan olah raga di luar sekolah.
Menurut Saryono & Rithaudin, olahraga adalah suatu proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian secara proporsional dan memadai pada ranah pembelajaran yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.22. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa olah raga, olah raga dan kesehatan merupakan bagian dari suatu sistem pendidikan menyeluruh yang memanfaatkan aktivitas jasmani dengan tujuan untuk meningkatkan diri.
Kegiatan pembelajaran yang tiba-tiba berubah drastis menjadi tantangan bagi para guru khususnya guru pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan (PJOK) untuk mencapai maksud dan tujuan pendidikan jasmani kesehatan dan olah raga. Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan merupakan mata pelajaran yang sangat penting bagi siswa saat ini. Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah dasar yang wajib diikuti oleh siswa.
Pendidikan jasmani di sekolah dasar bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar yang menunjang pola hidup dan perilaku sehat serta kebugaran jasmani sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Penelitian Relevan
Pendidikan Jasmani Kelas V Olahraga dan Kesehatan Madrasah Ibtidaiyah Al Munawwar ah Kota Jambi, Oleh Wiwin Nailah Rejeki UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana reaksi siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan secara daring dan permasalahan apa saja yang dihadapi siswa ketika proses pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung pada pembelajaran daring. Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan (PJOK) di tengah pandemi Corona Virus disease (COVID-19) karya Herlina dan Suherman 2020.
Kerangka Berfikir
Pembelajaran dalam pendidikan jasmani merupakan suatu proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya dengan menggunakan kegiatan jasmani yang direncanakan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organis, neuronal, persepsi, kognitif dan emosional. Kelas penjas yang didominasi gerakan jasmani dilaksanakan di ruang terbuka atau lapangan, namun hal tersebut tidak dapat dilaksanakan karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar proses pembelajaran dilakukan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh untuk memutus rantai penularan COVID-19.
Dalam pembelajaran daring, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, dimana pembelajaran dilakukan secara daring, dan materi pembelajaran dipraktikkan secara mandiri melalui video kemudian dikirimkan ke grup WhatsApp. Pada pembelajaran luring, pembelajaran dilakukan secara tatap muka, materi pembelajaran praktik dapat disampaikan secara langsung dengan menggunakan fasilitas yang tersedia. Pembelajaran daring dan luring dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap hasil pembelajaran dari proses pembelajaran yang dilaksanakan.
Dalam pembelajaran pendidikan jasmani secara daring belum dapat dilaksanakan sesuai RPP, dan banyak materi praktik yang tidak dilaksanakan.
Rumusan Hipotesis
Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu permasalahan penelitian yang kebenarannya belum teruji secara empiris sampai dibuktikan dengan data yang terkumpul. Berdasarkan rumusan masalah, kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan serta kerangka yang telah dijelaskan, maka dapat dikemukakan hipotesis penelitian ini sebagai berikut: Terdapat perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas V di SD Negeri 24 Kota Bengkulu selama pembelajaran daring. masa pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran offline. Terdapat perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas V di SD Negeri 24 Kota Bengkulu pada pembelajaran daring dan pembelajaran luring.
Ha : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara pembelajaran daring dan luring pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas V SD Negeri 24 Kota Bengkulu.
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Untuk membuktikan hasil penelitian apakah terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani kelas V di SD Negeri 24 Kota Bengkulu selama periode pembelajaran daring dengan pembelajaran luring, pada dasarnya untuk melihat perbedaan antara dua kelompok data berpasangan, gunakan uji t berpasangan, uji t. Berdasarkan Tabel 4.3, nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,000 dan nilai signifikansi Shapiro Wilk sebesar 0,000, lebih kecil dari taraf uji sebenarnya sebesar 5% atau 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini adalah sebaran datanya tidak normal, sehingga jika ingin melihat perbedaan mean antara kedua kelompok data yaitu pembelajaran daring dan luring, maka dapat menggunakan uji statistik non parametrik uji Wilcoxon. Di masa pandemi COVID-19, sekolah telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan, seperti menerapkan pembelajaran daring dan luring.
Meskipun tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan terkadang belum tercapai dengan baik, namun diharapkan siswa dapat menerima pembelajaran dari proses tersebut, baik pembelajaran online maupun pembelajaran offline. 40 Rio Erwan Pratama, Sri Mulyati, “Pembelajaran Daring dan Luring di Masa Pandemi Covid-19”, Jurnal Ide Pendidikan Indonesia, Vol. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh guru dalam penggunaan berbagai sumber belajar yang tepat agar tujuan pembelajaran yang dilaksanakan selama masa pembelajaran daring dapat tercapai.42.
Proses pembelajaran daring dan luring mempunyai perbedaan dan persamaan antara proses pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Terkait dengan proses pembelajaran daring dan pembelajaran luring juga mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran.43. Selain itu berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh Anita Ekantini yang membahas tentang efektivitas pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA di masa pandemi COVID-19, studi banding pembelajaran luring dan daring pada mata pelajaran IPA.
Efektivitas pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA periode daring dan luring menunjukkan bahwa hasil UAS IPA tertinggi diperoleh pada pembelajaran daring. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata nilai UAS IPA pada pembelajaran luring lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata UAS IPA pada pembelajaran daring.45. 45 Anita Ekantini, “Efektivitas pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA di masa pandemi Covid-19: Studi banding pembelajaran luring dan daring pada mata pelajaran IPA, Jurnal Pendidikan Madresah, Vol.5, No.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil rapor mata pelajaran pendidikan jasmani kelas V di SD Negeri 24 Kota Bengkulu pada pembelajaran daring dan luring. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran daring dan pembelajaran luring siswa kelas V di SD Negeri 24 Kota Bengkulu. Jika sekolah melakukan pembelajaran daring, hendaknya mereka lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya selama pembelajaran.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis Data
- Analisis Data
- Uji Homogenitas
Jika data tidak normal maka selisih mean tidak dapat dihitung dengan uji t independen, melainkan dengan alternatif lain seperti uji statistik non parametrik selisih mean antara dua kelompok yaitu uji Wilcoxon. Jika data tidak memenuhi asumsi normalitas, Anda dapat menggunakan uji alternatif Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan mean yang signifikan antara dua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa nilai mean lebih besar dari nilai median dan nilai median lebih besar dari nilai mode.
Dengan demikian, kurva distribusi frekuensi nilai rata-rata akan terletak di sebelah kanan, sedangkan median terletak di tengah. Uji Wilcoxon merupakan uji statistik yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan mean dari dua sampel berpasangan. Selisih rata-rata atau mean rank sebesar 31,90 dengan jumlah siswa yang mengalami pengurangan ijazah dari proses pembelajaran luring ke daring sebanyak 24 orang siswa.
Berdasarkan Tabel 4.5, terdapat 45 siswa yang mengalami peningkatan nilai rapor dari proses pembelajaran luring ke proses pembelajaran daring dengan rata-rata peningkatan sebesar 36,66, sedangkan jumlah rangking positif atau penjumlahan rangkingnya adalah 1649,50. Berdasarkan Tabel 4.5 terlihat bahwa 50 siswa mempunyai hasil yang sama pada laporan pendidikan jasmani antara kedua proses pembelajaran yaitu daring dan luring. Dari hasil hipotesis dengan menggunakan uji statistik non parametrik diperoleh perbedaan mean dua kelompok dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan mean dua sampel berpasangan.
Pada penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode pembelajaran offline-online terhadap nilai rapor penjas kelas V diperoleh hasil. Karena nilai asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,007 lebih kecil dari alpha 5% maka dapat disimpulkan Ho diterima yang berarti terdapat perbedaan nilai rapor metode pembelajaran daring dan luring. Pembelajaran daring adalah pembelajaran seluruh rangkaian kegiatan dengan menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, sehingga dapat melakukan pembelajaran dan berkomunikasi dengan mudah meskipun secara online.41.
41 Khavisa Pranata, Arum Fatayan, “Efektivitas waktu pembelajaran pendidikan jasmani sekolah dasar online pada masa pandemi Covid-19”, Jurnal Basicedu, Vol. Selain ragam sumber belajar yang berbeda antara pembelajaran tatap muka dan daring, kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 tentunya juga berbeda. Pengajaran penjas tidak dapat terlaksana sesuai dengan RPP, pembelajaran daring menyebabkan siswa tidak dapat melakukan kegiatan praktik secara maksimal karena alat yang digunakan dalam pengajaran penjas terbatas.
Dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode pembelajaran luring-daring terhadap kartu penjasorkes kelas V diperoleh hasil: Rangking negatif merupakan selisih negatif antara metode pembelajaran penjas jasmani luring dan daring.